Chapter 17 Bertemu Pewaris Dewa Perang

Lorong hampa tak berujung itu membawa Erlang Shen ke ruang hampa yang sangat luas. Di tengah-tengah ruang hampa, terdapat tiga jenis pohon. Yaitu pohon berwarna hitam, putih, dan juga pohon biru

"Tempat apa ini?" tanya Erlang Shen.

"Kau orang kesekian yang masuk ke tempat ini." Seorang pria muncul di hadapan Erlang Shen. Pria itu tak memiliki tubuh fisik. Ia berwujud jiwa transparan yang dikelilingi oleh energi jiwa yang sangat besar.

"Tempat apa ini?" tanya Erlang Shen.

"Ini adalah ruang hampa yang terpisah dari alam semesta. Dulu, ditempat ini ada 6 pohon berwarna. Tiga lainnya berwarna merah, kuning, dan ungu," jelas pria itu.

"Pilihlah salah satu dari ketiga pohon itu!" pinta pria tersebut.

"Baiklah." Erlang Shen mengamati ketiga pohon yang menurutnya sangat unik itu. Diantara ketiganya, Erlang Shen memilih pohon berwarna biru.

"Pohon langit, pilihan yang tepat," puji pria itu.

Pria itu menjentikkan jarinya, dan pohon langit itu berubah menjadi buah berwarna biru. Erlang Shen lantas mengambil buah itu dan memakannya.

Perlahan-lahan, energi biru mengalir di dalam meridiannya dan berakhir di dantiannya. Energi biru itu menyelimuti dantian Erlang Shen. Setelah itu, energi biru itu juga menyatu dengan jiwa Erlang Shen.

"Ia lahir dengan dantian kosong tanpa elemen, tapi ia bisa menciptakan tubuh langit. Anak ini benar-benar hebat. Sangat berbeda dengan anak yang sebelumnya," gumam pria tersebut.

Ternyata baru beberapa saat yang lalu, seorang pemuda meninggalkan ruang hampa itu setelah ia menyerap energi dari pohon berwarna merah. Pemuda itu adalah pewaris dewa perang. Ia menyempurnakan kekuatan dewa perang menggunakan pohon berwarna merah.

"Yang sebelumnya adalah anak jenius yang terlahir dengan tubuh dewa perang. Anak itu juga sangat sombong," ucap pria itu.

Di sisi lain, Erlang Shen membuka matanya setelah ia berhasil menyerap energi biru itu. Kultivasinya pun menerobos ke tahap 1 ranah kaisar. Energi biru yang diserap oleh Erlang Shen sebelumnya menyempurnakan tubuh kaisar langit. Energi biru tersebut menyempurnakan penyatuan tubuh dewa suci dan tubuh dewa perang yang belum menyatu sempurna dengan menghilangkan unsur-unsur dari kedua tubuh tersebut.

"Tombak langitku juga semakin kuat," ujar Erlang Shen.

"Aku punya hadiah kecil untuk harimau kecilmu itu," ucap pria tersebut.

Sebuah kristal melayang dihadapan pria itu. Kristal itu merupakan kristal jiwa leluhur Lao Hu. Kristal tersebut menyatu dengan tubuh harimau kecil itu. Dalam sekejap, kultivasi Lao Hu melonjak hingga ke ranah raja.

"Harimau kecil, sekarang kau bisa berubah menjadi manusia," kata pria tersebut.

Lao Hu mengangguk kecil. Meskipun ia bisa berubah menjadi manusia, ia lebih nyaman dengan wujud kucing kecil.

"Kalau boleh tahu, siapa saja yang pernah memasuki tempat ini?" tanya Erlang Shen kepada pria tersebut.

"Kalau tidak salah, dewa perang, dewa petir, dan dewa naga," jelas pria itu.

"Tiga orang itu memiliki sifat yang sama, yaitu sama-sama sombong dan angkuh," lanjut pria itu.

"Dua pohon lainnya untuk pewaris energi kehidupan dan juga energi kematian. Keduanya adalah wanita. Mungkin satu atau keduanya akan menjadi pasanganmu." Pria itu kembali menjelaskan pemilik dari dua pohon yang tersisa.

"Bagiku hanya satu, tidak ada dua atau tiga," timpal Erlang Shen.

"Biasanya orang-orang akan menikahi 2 perempuan atau lebih, tapi kau ingin satu saja. Apa alasannya?" Pria itu kembali bertanya kepada Erlang Shen.

"Karena orang tuaku dan dewa suci sebelumnya memiliki satu istri," jawab Erlang Shen.

Tiba-tiba saja, pohon kehidupan bergetar. Pohon itu berubah menjadi segumpal energi kehidupan. Gumpalan energi kehidupan itu melesat meninggalkan ruang hampa.

"Carilah pemilik energi kehidupan," ujar pria itu.

"Diantara keduanya, hanya energi kehidupan yang merespon. Itu artinya, pasanganmu adalah pemilik energi kehidupan," lanjut pria itu.

"Em, apakah aku boleh pergi sekarang, paman?" tanya Erlang Shen.

"Tentu saja," jawab pria itu.

"Sebelum pergi, bolehkah aku mengetahui nama paman?" tanya Erlang Shen.

"Aku bahkan sudah melupakan namaku. Aku hanya bisa bereinkarnasi setelah pohon kematian yang ada di sini memilih tuannya," jelas Pria itu.

"Aku terkesan dengan sikapmu. Sebagai hadiah, aku akan memberimu kekuatan kehampaan. Kekuatan kehampaan itu tidak terbatas pada manipulasi ruang, tapi kau juga bisa memanipulasi waktu hingga menciptakan sebuah dimensi," jelas pria itu.

Setelah mengatakan hal itu, sebuah bola abu-abu memasuki tubuh Erlang Shen. Bola abu-abu itu adalah kekuatan kehampaan yang legendaris.

"Meski sebagian ingatanku sudah hilang, tapi aku ingat satu hal. Masa laluku dan masa lalumu mirip, yaitu sama-sama terlahir sebagai manusia tanpa bakat bawaan dan elemen bawaan," jelas pria itu.

"Terima kasih, Paman. Kalau begitu, aku pamit dulu," ucap Erlang Shen.

Pria itu membalas Erlang Shen dengan anggukan kecil. Setelah itu, sebuah pusaran ruang membawa Erlang Shen ke tepi danau petir.

Erlang Shen melesat menyusuri pinggiran danau. Dari arah berlawanan, terlihat seorang pemuda melesat dengan cepat. Pemuda itu berhenti tepat dihadapan Erlang Shen. Dia adalah pewaris dewa Perang. Tatapan keduanya saling bertemu. Ada kilatan kebencian Dimata pemuda itu. Kebencian itu lebih besar daripada milik dewa perang.

"Kau mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku," ujar pemuda itu.

"Oh, iya?" tanya Erlang Shen.

"Kebencian di dalam dirimu itu akan membawamu ke kehancuran," lanjut Erlang Shen.

"Dengar baik-baik, kalau kau masih banyak bicara, aku akan membunuhmu ditempat ini," ancam pemuda itu.

"Akar kekuatan berasal dari satu tempat yang sama, kita tidak akan bisa membunuh satu sama lain," jelas Erlang Shen.

"Memang benar, tapi orang lain bisa membunuhmu. Orang itu adalah kaisar langit. Aku akan naik ke alam surgawi dan menemui kaisar langit," timpal pemuda itu.

Pemuda itu mengeluarkan tombak dewa perang. Pertarungan pun terjadi. Erlang Shen dan pemuda pewaris dewa perang bertarung di tepi danau petir.

Traaaangggg

Traaaangggg

Traaaangggg

Dentingan logam terdengar saat tombak keduanya beradu. Meski begitu, Erlang Shen mengalahkan lawannya dengan sangat mudah. Pemuda itu tak terima, ia kembali menyerang Erlang Shen. Kali ini, ia menggunakan jurusnya, yaitu tarian naga perang.

Boooommmmm

Lagi-lagi, pemuda itu terpental. Bahkan, pemuda tersebut memuntahkan beberapa teguk darah segar. Tombak miliknya pun sudah berubah menjadi gelang.

"Ingat baik-baik, namaku Yun Feng." Pemuda bernama Yun Feng itu berdiri dan berjalan kearah Erlang Shen dengan tatapan penuh kesombongan.

"Sebutkan namamu!" pinta Yun Feng.

"Erlang Shen," jawab Erlang Shen.

"Jika kau membangkitkan tubuh kaisar langit, maka aku akan membangkitkan tubuh kaisar kehancuran." Setelah mengatakan hal itu, Yun Feng langsung menghilang. Ia akhirnya mengerti mengapa pohon energi kematian tak bereaksi.

"Jadi, dia penyebabnya," gumam Erlang Shen.

Terpopuler

Comments

Entis Sutisna

Entis Sutisna

Wow lanjuuuitkan Thor...💪💪😡😡🔥🔥

2024-12-29

0

Terlalu cepat tor

2024-12-24

1

Glastor Roy

Glastor Roy

up

2024-12-17

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 Prolog
2 Chapter 2 Racun Bulan Es dan Tombak Suci
3 Chapter 3 Tetua Zilong
4 Chapter 4 Warisan Dewa Suci
5 Chapter 5 Berkumpulnya 7 saudara
6 Chapter 6 Ranah Bumi tahap 5
7 Chapter 7 Kedatang Xie Han
8 Chapter 8 Di Klan Erlang
9 Chapter 9 Mematahkan Kesombongan Qi Xu
10 chapter 10 Di Serikat Alkemis
11 chapter 11 Lao Hu si Harimau Bersayap
12 Chapter 12 Informasi Klan Shen
13 Chapter 13 Kedatangan Iblis petir Kembar
14 Chapter 14 Ranah Raja tahap 5
15 Chapter 15 Melawan Iblis
16 Chapter 16 Danau Petir
17 Chapter 17 Bertemu Pewaris Dewa Perang
18 Chapter 18 Erlang Shen VS Yun Feng
19 chapter 19 Awal Sebuah Bencana
20 Chapter 20 Sebuah Petunjuk
21 Chapter 21 Alam Es Kuno
22 Chapter 22 Inti Es
23 Chapter 23 Mendapatkan Api Abadi
24 Chapter 24 Masih Di Alam Kuno
25 Chapter 25 Masih Di Alam Kuno II
26 Chapter 26 Memecahkan Petunjuk
27 Chapter 27 Keluar Dari Alam Kuno
28 Chapter 28 Misteri Klan Qing
29 Chapter 29 Chimera
30 Chapter 30 Kau saudaraku, Bukan Bawahanku
31 Chapter 31 Klan Kuno Shen
32 Chapter 32 Tiga Hewan Suci
33 Chapter 33 Memasuki Wilayah Sekte kelelawar Iblis
34 Chapter 34 Putri Zhang Yang Licik
35 Chapter 35 Membunuh Master Ilusi
36 Chapter 36 Sergapan
37 Chapter 37 Terbunuhnya Tiga Jenderal Kekaisaran Zhang
38 Chapter 38 Dikendalikan Oleh Kekuatan Naga Emas
39 Chapter 39 Erlang Shen Sadar
40 Chapter 40 Membakar Perkemahan Prajurit Kekaisaran Han
41 Chapter 41 Gua Petir
42 Chapter 42 Petir 7 Warna.
43 Chapter 43 Pergerakan Iblis Langit
44 Chapter 44 Prajurit Langit
45 Chapter 45 Yun Feng dan Erlang Shen Bekerjasama
46 Chapter 46 Kota Semanggi
47 Chapter 47 Ling Yue dan Klan Ling
48 Chapter 48 Di Klan Ling
49 Chapter 49 Keinginan Yun Feng
50 Chapter 50 Membunuh Murid Sekte Naga Kembar
51 Chapter 51 Serangan Gabungan
52 Chapter 52 Lembah Tengkorak
53 Chapter 53 Lembah Tengkorak II
54 Chapter 54 Masih di Lembah Tengkorak
55 Chapter 55 Ranah Surgawi Tahap Awal
56 Chapter 56 Kota Bulan Perak
57 Chapter 57 Identitas Asli Zhang Fuyi
58 Chapter 58 Kemunculan Sang Naga Hitam
59 Chapter 59 Naga Bayangan Mulai Menyerang
60 Chapter 60 Pertarungan I
61 Chapter 61 Pertarungan II dan Jenderal Langit
62 Ultimatum Kaisar Langit
63 Chapter 63 Menuju Pulau Kura-Kura
64 Chapter 64 Pegasus Suci
65 Chapter 65 Rubah Merah Berekor Sembilan
66 Chapter 66 Mengacau di Klan Zhi
67 Chapter 67 Ultimatum Kedua Kaisar Langit
68 Chapter 68 Penjaga Pulau Kura-kura
69 Chapter 69 Pulau Kura-kura
70 Chapter 70 Masih Di Pulau Kura-kura
71 Chapter 71 Formasi Pulau Kura-Kura
72 Chapter 72 Menghancurkan Istana Kekaisaran Han
73 Chapter 73 Iblis Langit dan Klan Qing
74 Chapter 74 Di Klan Qing
75 Chapter 75 Purnama kembar
76 Chapter 76 Pertempuran I
77 Chapter 77 Pertempuran II (Elemen Kembar)
78 Chapter 78 Pertempuran III
79 Chapter 79 Pertempuran IV
80 Chapter 80 Pertarungan Berlanjut
81 Chapter 81 AKHIR DARI PERTEMPURAN
82 Chapter 82 Erlang Shen Vs Yun Feng
83 Chapter 83 Puncak Pertarungan
84 Chapter 84 Alam Atas
85 Chapter 85 Sekte Naga Langit
86 Chapter 86 Meningkatkan Kultivasi
87 Chapter 87 Pembunuh Bayaran Bulan Merah
88 Chapter 88 Menyelamatkan Yun Feng
89 Chapter 89 Konspirasi Tang Bao
90 Chapter 90 Mustika Raja
91 Chapter 91 Shen Tian Meng Sang Immortal Suci
92 Chapter 92 Terluka Parah
93 Chapter 93 Kota Bulan dan Gui Bing
94 Chapter 94 Utusan Dao Langit
95 Chapter 95 Keberadaan Ling Yue
96 Chapter 96 Istana Erlang Tang
97 Chapter 97 Elf Bulan Merah
98 Chapter 98 Sekte Kelopak Peri
99 Chapter 99 Patriak Fu Guo Zhi
100 Chapter 100 Melebur Jiwa Fu Guo Zhi
101 Chapter 101 Kitab Biru
102 Chapter 102 Istana Erlang Yun
103 Chapter 103 Berkumpul di Istana Erlang Yun
104 Chapter 104 Lembah Yin
105 Chapter 105 Gu Xia
106 Chapter 106 Kejutan dari Erlang Yun
107 Chapter 107 Mengembalikan Ingatan Erlang Chang
108 Chapter 108 Yang Dao dan Yang Hai
109 Chapter 109 Rencana Pernikahan
110 Chapter 110 Pernikahan
111 Chapter 111 Ketenangan Sebelum Badai Melanda
112 Chapter 112 Menggabungkan Dua Kekuatan
113 Chapter 113 Elemen Kegelapan
114 Chapter 114 Menyempurnakan Elemen
115 Menggetarkan Langit (End Chapter)
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Chapter 1 Prolog
2
Chapter 2 Racun Bulan Es dan Tombak Suci
3
Chapter 3 Tetua Zilong
4
Chapter 4 Warisan Dewa Suci
5
Chapter 5 Berkumpulnya 7 saudara
6
Chapter 6 Ranah Bumi tahap 5
7
Chapter 7 Kedatang Xie Han
8
Chapter 8 Di Klan Erlang
9
Chapter 9 Mematahkan Kesombongan Qi Xu
10
chapter 10 Di Serikat Alkemis
11
chapter 11 Lao Hu si Harimau Bersayap
12
Chapter 12 Informasi Klan Shen
13
Chapter 13 Kedatangan Iblis petir Kembar
14
Chapter 14 Ranah Raja tahap 5
15
Chapter 15 Melawan Iblis
16
Chapter 16 Danau Petir
17
Chapter 17 Bertemu Pewaris Dewa Perang
18
Chapter 18 Erlang Shen VS Yun Feng
19
chapter 19 Awal Sebuah Bencana
20
Chapter 20 Sebuah Petunjuk
21
Chapter 21 Alam Es Kuno
22
Chapter 22 Inti Es
23
Chapter 23 Mendapatkan Api Abadi
24
Chapter 24 Masih Di Alam Kuno
25
Chapter 25 Masih Di Alam Kuno II
26
Chapter 26 Memecahkan Petunjuk
27
Chapter 27 Keluar Dari Alam Kuno
28
Chapter 28 Misteri Klan Qing
29
Chapter 29 Chimera
30
Chapter 30 Kau saudaraku, Bukan Bawahanku
31
Chapter 31 Klan Kuno Shen
32
Chapter 32 Tiga Hewan Suci
33
Chapter 33 Memasuki Wilayah Sekte kelelawar Iblis
34
Chapter 34 Putri Zhang Yang Licik
35
Chapter 35 Membunuh Master Ilusi
36
Chapter 36 Sergapan
37
Chapter 37 Terbunuhnya Tiga Jenderal Kekaisaran Zhang
38
Chapter 38 Dikendalikan Oleh Kekuatan Naga Emas
39
Chapter 39 Erlang Shen Sadar
40
Chapter 40 Membakar Perkemahan Prajurit Kekaisaran Han
41
Chapter 41 Gua Petir
42
Chapter 42 Petir 7 Warna.
43
Chapter 43 Pergerakan Iblis Langit
44
Chapter 44 Prajurit Langit
45
Chapter 45 Yun Feng dan Erlang Shen Bekerjasama
46
Chapter 46 Kota Semanggi
47
Chapter 47 Ling Yue dan Klan Ling
48
Chapter 48 Di Klan Ling
49
Chapter 49 Keinginan Yun Feng
50
Chapter 50 Membunuh Murid Sekte Naga Kembar
51
Chapter 51 Serangan Gabungan
52
Chapter 52 Lembah Tengkorak
53
Chapter 53 Lembah Tengkorak II
54
Chapter 54 Masih di Lembah Tengkorak
55
Chapter 55 Ranah Surgawi Tahap Awal
56
Chapter 56 Kota Bulan Perak
57
Chapter 57 Identitas Asli Zhang Fuyi
58
Chapter 58 Kemunculan Sang Naga Hitam
59
Chapter 59 Naga Bayangan Mulai Menyerang
60
Chapter 60 Pertarungan I
61
Chapter 61 Pertarungan II dan Jenderal Langit
62
Ultimatum Kaisar Langit
63
Chapter 63 Menuju Pulau Kura-Kura
64
Chapter 64 Pegasus Suci
65
Chapter 65 Rubah Merah Berekor Sembilan
66
Chapter 66 Mengacau di Klan Zhi
67
Chapter 67 Ultimatum Kedua Kaisar Langit
68
Chapter 68 Penjaga Pulau Kura-kura
69
Chapter 69 Pulau Kura-kura
70
Chapter 70 Masih Di Pulau Kura-kura
71
Chapter 71 Formasi Pulau Kura-Kura
72
Chapter 72 Menghancurkan Istana Kekaisaran Han
73
Chapter 73 Iblis Langit dan Klan Qing
74
Chapter 74 Di Klan Qing
75
Chapter 75 Purnama kembar
76
Chapter 76 Pertempuran I
77
Chapter 77 Pertempuran II (Elemen Kembar)
78
Chapter 78 Pertempuran III
79
Chapter 79 Pertempuran IV
80
Chapter 80 Pertarungan Berlanjut
81
Chapter 81 AKHIR DARI PERTEMPURAN
82
Chapter 82 Erlang Shen Vs Yun Feng
83
Chapter 83 Puncak Pertarungan
84
Chapter 84 Alam Atas
85
Chapter 85 Sekte Naga Langit
86
Chapter 86 Meningkatkan Kultivasi
87
Chapter 87 Pembunuh Bayaran Bulan Merah
88
Chapter 88 Menyelamatkan Yun Feng
89
Chapter 89 Konspirasi Tang Bao
90
Chapter 90 Mustika Raja
91
Chapter 91 Shen Tian Meng Sang Immortal Suci
92
Chapter 92 Terluka Parah
93
Chapter 93 Kota Bulan dan Gui Bing
94
Chapter 94 Utusan Dao Langit
95
Chapter 95 Keberadaan Ling Yue
96
Chapter 96 Istana Erlang Tang
97
Chapter 97 Elf Bulan Merah
98
Chapter 98 Sekte Kelopak Peri
99
Chapter 99 Patriak Fu Guo Zhi
100
Chapter 100 Melebur Jiwa Fu Guo Zhi
101
Chapter 101 Kitab Biru
102
Chapter 102 Istana Erlang Yun
103
Chapter 103 Berkumpul di Istana Erlang Yun
104
Chapter 104 Lembah Yin
105
Chapter 105 Gu Xia
106
Chapter 106 Kejutan dari Erlang Yun
107
Chapter 107 Mengembalikan Ingatan Erlang Chang
108
Chapter 108 Yang Dao dan Yang Hai
109
Chapter 109 Rencana Pernikahan
110
Chapter 110 Pernikahan
111
Chapter 111 Ketenangan Sebelum Badai Melanda
112
Chapter 112 Menggabungkan Dua Kekuatan
113
Chapter 113 Elemen Kegelapan
114
Chapter 114 Menyempurnakan Elemen
115
Menggetarkan Langit (End Chapter)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!