Chapter 14 Ranah Raja tahap 5

"Ka-kau berani menantang klan Shen? Apakah kau memiliki 100 nyawa?" tanya Tetua klan Shen dengan tenang meski dia sendiri sudah ketakutan.

"Seharusnya bertanya seperti itu adalah kami, bukan kau baj*ngan!" seru Erlang Yuan.

"Kakak." Erlang Shen yang terluka berdiri. Lukanya pun perlahan-lahan mulai sembuh. Hal itu membuat tetua klan Shen terkejut.

"Aku sendiri yang akan menghancurkan klan Shen. Semua ini hanya jebakan dari Patriak klan kuno Shen. Mereka mengetahui semuanya melalui cermin ilahi. Sekarang, lebih baik kakak kembali ke klan. Jangan biarkan yang lain berpisah-pisah," jelas Erlang Shen.

"Kau tidak apa-apa, kan?" tanya Erlang Qing.

"Aku baik-baik saja," jawab Erlang Shen.

Boooommmmm

Erlang Yun membunuh Tetua klan Shen yang ada di sana. Setelah itu, ia dan Erlang Qing langsung menghilang. Erlang Shen membakar mayat para pasukan klan Shen, kemudian ia duduk bersila dan memulihkan kondisinya.

"Sekte Bintang Es dan klan Shen, kalian akan hancur di tanganku," gumam Erlang Shen.

Erlang Shen melesat menuju ke utara. Sebelum memulai aksinya, ia harus mencari cara untuk menghilangkan jejaknya di cermin ilahi.

"Cermin ilahi sangat merepotkan. Aku harus mencari cara untuk menghilangkan jejakku di cermin sialan itu," gumam Erlang Shen.

Klan Shen ....

"Sialan! 300 pasukanku mati sia-sia," ucap patriak klan kuno Shen.

"Tangkap ketujuh keturunan Shen Erlang itu. Bagaimanapun caranya, mereka bertujuh harus dibawah kesini hidup atau mati!" Patriak Shen memberi perintah kepada Tetua ketujuh. Tetua ketujuh yang mendapat perintah langsung melaksanakan perintah tersebut.

"Maaf, Patriak. Saran saya, lebih baik jangan mengganggu 7 bersaudara itu. Terutama yang paling muda," kata Tetua Agung.

"Tidak ada yang boleh membantah. Aku mau 7 anak itu dibunuh tepat dihadapanku. Jadi, sebelum kau yang kubunuh, lebih baik kau cari 7 bersaudara itu," ucap Patriak Shen.

"Baik, Patriak." Tetua Agung yang memiliki kultivasi ranah dewa tahap 7 itu langsung menghilang.

"Mereka tidak boleh mendirikan klan baru. Keturunan Erlang itu akan menjadi budakku," gumam Patriak Shen.

Di sisi lain, Erlang Shen terus melesat tanpa henti. Saat ia sedang melesat, sebuah portal tiba-tiba saja menariknya. Dalam sekejap mata, ia sudah berada di dimensi lain.

"Dimana ini?" tanya Erlang Shen.

"Kau berada di dalam dimensiku," jawab seseorang. Erlang Shen membalikkan tubuhnya ke sumber suara. Matanya membulat sempurna saat ia melihat Dewa Suci berdiri dihadapannya.

"Kau lebih baik dari perkiraanku. Kau juga melakukan apa yang tak bisa dilakukan oleh para pendahulumu," jelas Dewa Suci.

"Leluhur, kalau boleh tahu, kenapa aku dibawa kesini?" tanya Erlang Shen.

"Sepertinya sudah saatnya untuk memberitahumu," jelas Dewa Suci.

"Tubuh Dewa Perang memiliki 4 elemen, yaitu tanah, angin, air, dan petir. Sementara tubuh dewa suci memiliki 4 elemen juga, yaitu api, kayu, logam dan es. Kau menyatukan kedua tubuh itu, sehingga tubuhmu berubah menjadi tubuh kaisar langit. Jenis tubuh yang hanya dimiliki oleh kaisar langit," jelas Dewa Suci.

"Elemen utama dewa perang adalah petir. Agar kekuatanmu tidak berat sebelah, kau juga harus memperkuat elemen petirmu," lanjut Dewa Suci.

"Aku mendapatkan kekuatan dewa perang secara tidak sengaja. Meski begitu, aku tidak tahu apakah kekuatan yang kuserap memiliki petir atau tidak," jelas Erlang Shen.

Erlang Shen duduk bersila dan mulai memeriksa dantiannya. Setelah memeriksa dantiannya, ia membuka matanya. Tidak ada inti petir di dantiannya.

"Petir surgawi memiliki kekuatan yang sama seperti api yang kau miliki," ujar Dewa Petir.

"Kalau begitu, aku akan mencari petir surgawi," ucap Erlang Shen penuh semangat.

"Sebelum kau pergi, satukan tombak itu!" pinta Dewa Suci.

Erlang Shen mengangguk, lalu ia mengeluarkan tombak dewa perang dan tombak naga suci. Kedua tombak itu melayang di hadapan Erlang Shen.

Wuuuussssss

Benang-benang transparan dari dalam tubuh Erlang Shen mengikat kedua tombak itu. Benang-benang transparan itu melebur tombak tersebut menjadi cairan logam.

"Kau harus berhasil. Jika kau gagal, maka kau akan kehilangan senjatamu untuk selamanya," ucap Dewa Suci.

Ukhuuukk

Erlang Shen tiba-tiba saja batuk darah. Meski demikian, hal itu tidak membuat konsentrasinya pecah. Erlang Shen mengabaikan lukanya dsn fokus pada penyatuan kedua tombak tersebut.

Wuuuussssss

Aura yang sangat kuat menyapu dimensi milik Dewa suci. Aura itu berasal dari cairan logam yang mulai menyatu secara perlahan-lahan.

Wuuuussssss

Tubuh Erlang Shen melayang di udara m sekali lagi, ia memuntahkan darah. Bukan hanya sekali, melainkan berkali-kali. Meski begitu, ia tetap menyatukan tombak naga suci dan tombak dewa perang. Energi penolakan dari kedua tombak itu menyerang Erlang Shen terus menerus. Hal itu membuat luka Erlang Shen semakin parah.

Ukkkhuuuukkk

Erlang Shen batuk darah. Dewa Suci ingin menghentikan proses penyatuan itu, tapi energi ungu dan energi hijau mulai menyatu dan membentuk cahaya biru. disaat yang sama, energi putih muncul secara tiba-tiba dan ikut bercampur.

Wuuuussssss

Campuran ketiga warna membentuk warna biru muda. Itu adalah warna dari energi tubuh kaisar langit. Energi biru muda itu menyelimuti Erlang Shen dan menyembuhkan luka-luka yang didapat oleh Erlang Shen. Secara tidak langsung, energi kaisar langit itu membangunkan kekuatan tersembunyi dari Erlang Shen. Kekuatan transparan yang pernah menghancurkan jiwa dewa perang.

Boooommmmm

Ledakan Terdengar. Sebuah tombak dengan ukuran naga kembar berwarna biru melayang di hadapan Erlang Shen. Itu menandakan jika Erlang Shen berhasil menyatukan tombak dewa perang dan juga tombak naga suci. Disaat yang sama, teknik-teknik baru yang lebih kuat menggantikan teknik bertarung Erlang Shen.

Roaaaarrrrggg

Raungan naga terdengar. Kekuatan transparan keluar dari tubuh Erlang Shen. Energi transparan itu membentuk naga yang sangat besar.

Perlahan-lahan, naga transparan itu berubah menjadi naga emas yang berwibawa dan juga mendominasi. Dewa Suci terkejut melihat naga emas yang tiba-tiba saja muncul. Naga emas itu bukanlah naga emas biasa, melainkan simbol dari darah tertinggi.

"Darah Leluhur," ujar Dewa Suci.

"Kalau Long'er memiliki darah leluhur, kenapa dulu dia terkahir biasa saja?" tanya Dewa Suci.

Naga emas itu masuk kembali ke dalam tubuh Erlang Shen. Darah manusia Erlang Shen mulai terkikis dan berubah menjadi darah emas. Setelah darahnya berubah menjadi emas, sebuah simbol naga melingkar muncul di dahinya.

Boooommmmm

Boooommmmm

Boooommmmm

Ledakan beruntun terdengar dari dalam tubuh Erlang Shen. Ledakan itu menandakan jika kultivasi Erlang Shen menerobos. Ledakan itu berhenti di tahap 5 ranah Raja.

Erlang Shen perlahan-lahan membuka matanya. Ia lalu meraih tombaknya kemudian berdiri dan memberi hormat kepada Dewa Suci.

"Kau mencapai semuanya dengan usahamu sendiri. Jadi, jangan memberiku hormat," ucap Dewa Suci.

"Tetap saja, Leluhur yang memberikan kekuatan dewa suci. Ibuku mengatakan kita harus menghargai kebaikan orang lain, sekecil apapun kebaikan orang terhadap kita, kita harus menghargainya," jelas Erlang Shen.

"Selanjutnya, kau harus menyeimbangkan antara elemen api dan petirmu," ujar Dewa Suci.

"Baik, Leluhur," jawab Erlang Shen.

Terpopuler

Comments

Entis Sutisna

Entis Sutisna

Wow Mantaaap sekali Erlang Shen....Semangaat teruuuuuusss...lanjjuuutkan Thor...👍👍😡😡🔥🔥💪💪

2024-12-27

1

Aman 2016

Aman 2016

gaaas terus Thor update nya semangat semangat

2024-12-17

1

Glastor Roy

Glastor Roy

yg banyak la tor up ya

2024-12-16

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 Prolog
2 Chapter 2 Racun Bulan Es dan Tombak Suci
3 Chapter 3 Tetua Zilong
4 Chapter 4 Warisan Dewa Suci
5 Chapter 5 Berkumpulnya 7 saudara
6 Chapter 6 Ranah Bumi tahap 5
7 Chapter 7 Kedatang Xie Han
8 Chapter 8 Di Klan Erlang
9 Chapter 9 Mematahkan Kesombongan Qi Xu
10 chapter 10 Di Serikat Alkemis
11 chapter 11 Lao Hu si Harimau Bersayap
12 Chapter 12 Informasi Klan Shen
13 Chapter 13 Kedatangan Iblis petir Kembar
14 Chapter 14 Ranah Raja tahap 5
15 Chapter 15 Melawan Iblis
16 Chapter 16 Danau Petir
17 Chapter 17 Bertemu Pewaris Dewa Perang
18 Chapter 18 Erlang Shen VS Yun Feng
19 chapter 19 Awal Sebuah Bencana
20 Chapter 20 Sebuah Petunjuk
21 Chapter 21 Alam Es Kuno
22 Chapter 22 Inti Es
23 Chapter 23 Mendapatkan Api Abadi
24 Chapter 24 Masih Di Alam Kuno
25 Chapter 25 Masih Di Alam Kuno II
26 Chapter 26 Memecahkan Petunjuk
27 Chapter 27 Keluar Dari Alam Kuno
28 Chapter 28 Misteri Klan Qing
29 Chapter 29 Chimera
30 Chapter 30 Kau saudaraku, Bukan Bawahanku
31 Chapter 31 Klan Kuno Shen
32 Chapter 32 Tiga Hewan Suci
33 Chapter 33 Memasuki Wilayah Sekte kelelawar Iblis
34 Chapter 34 Putri Zhang Yang Licik
35 Chapter 35 Membunuh Master Ilusi
36 Chapter 36 Sergapan
37 Chapter 37 Terbunuhnya Tiga Jenderal Kekaisaran Zhang
38 Chapter 38 Dikendalikan Oleh Kekuatan Naga Emas
39 Chapter 39 Erlang Shen Sadar
40 Chapter 40 Membakar Perkemahan Prajurit Kekaisaran Han
41 Chapter 41 Gua Petir
42 Chapter 42 Petir 7 Warna.
43 Chapter 43 Pergerakan Iblis Langit
44 Chapter 44 Prajurit Langit
45 Chapter 45 Yun Feng dan Erlang Shen Bekerjasama
46 Chapter 46 Kota Semanggi
47 Chapter 47 Ling Yue dan Klan Ling
48 Chapter 48 Di Klan Ling
49 Chapter 49 Keinginan Yun Feng
50 Chapter 50 Membunuh Murid Sekte Naga Kembar
51 Chapter 51 Serangan Gabungan
52 Chapter 52 Lembah Tengkorak
53 Chapter 53 Lembah Tengkorak II
54 Chapter 54 Masih di Lembah Tengkorak
55 Chapter 55 Ranah Surgawi Tahap Awal
56 Chapter 56 Kota Bulan Perak
57 Chapter 57 Identitas Asli Zhang Fuyi
58 Chapter 58 Kemunculan Sang Naga Hitam
59 Chapter 59 Naga Bayangan Mulai Menyerang
60 Chapter 60 Pertarungan I
61 Chapter 61 Pertarungan II dan Jenderal Langit
62 Ultimatum Kaisar Langit
63 Chapter 63 Menuju Pulau Kura-Kura
64 Chapter 64 Pegasus Suci
65 Chapter 65 Rubah Merah Berekor Sembilan
66 Chapter 66 Mengacau di Klan Zhi
67 Chapter 67 Ultimatum Kedua Kaisar Langit
68 Chapter 68 Penjaga Pulau Kura-kura
69 Chapter 69 Pulau Kura-kura
70 Chapter 70 Masih Di Pulau Kura-kura
71 Chapter 71 Formasi Pulau Kura-Kura
72 Chapter 72 Menghancurkan Istana Kekaisaran Han
73 Chapter 73 Iblis Langit dan Klan Qing
74 Chapter 74 Di Klan Qing
75 Chapter 75 Purnama kembar
76 Chapter 76 Pertempuran I
77 Chapter 77 Pertempuran II (Elemen Kembar)
78 Chapter 78 Pertempuran III
79 Chapter 79 Pertempuran IV
80 Chapter 80 Pertarungan Berlanjut
81 Chapter 81 AKHIR DARI PERTEMPURAN
82 Chapter 82 Erlang Shen Vs Yun Feng
83 Chapter 83 Puncak Pertarungan
84 Chapter 84 Alam Atas
85 Chapter 85 Sekte Naga Langit
86 Chapter 86 Meningkatkan Kultivasi
87 Chapter 87 Pembunuh Bayaran Bulan Merah
88 Chapter 88 Menyelamatkan Yun Feng
89 Chapter 89 Konspirasi Tang Bao
90 Chapter 90 Mustika Raja
91 Chapter 91 Shen Tian Meng Sang Immortal Suci
92 Chapter 92 Terluka Parah
93 Chapter 93 Kota Bulan dan Gui Bing
94 Chapter 94 Utusan Dao Langit
95 Chapter 95 Keberadaan Ling Yue
96 Chapter 96 Istana Erlang Tang
97 Chapter 97 Elf Bulan Merah
98 Chapter 98 Sekte Kelopak Peri
99 Chapter 99 Patriak Fu Guo Zhi
100 Chapter 100 Melebur Jiwa Fu Guo Zhi
101 Chapter 101 Kitab Biru
102 Chapter 102 Istana Erlang Yun
103 Chapter 103 Berkumpul di Istana Erlang Yun
104 Chapter 104 Lembah Yin
105 Chapter 105 Gu Xia
106 Chapter 106 Kejutan dari Erlang Yun
107 Chapter 107 Mengembalikan Ingatan Erlang Chang
108 Chapter 108 Yang Dao dan Yang Hai
109 Chapter 109 Rencana Pernikahan
110 Chapter 110 Pernikahan
111 Chapter 111 Ketenangan Sebelum Badai Melanda
112 Chapter 112 Menggabungkan Dua Kekuatan
113 Chapter 113 Elemen Kegelapan
114 Chapter 114 Menyempurnakan Elemen
115 Menggetarkan Langit (End Chapter)
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Chapter 1 Prolog
2
Chapter 2 Racun Bulan Es dan Tombak Suci
3
Chapter 3 Tetua Zilong
4
Chapter 4 Warisan Dewa Suci
5
Chapter 5 Berkumpulnya 7 saudara
6
Chapter 6 Ranah Bumi tahap 5
7
Chapter 7 Kedatang Xie Han
8
Chapter 8 Di Klan Erlang
9
Chapter 9 Mematahkan Kesombongan Qi Xu
10
chapter 10 Di Serikat Alkemis
11
chapter 11 Lao Hu si Harimau Bersayap
12
Chapter 12 Informasi Klan Shen
13
Chapter 13 Kedatangan Iblis petir Kembar
14
Chapter 14 Ranah Raja tahap 5
15
Chapter 15 Melawan Iblis
16
Chapter 16 Danau Petir
17
Chapter 17 Bertemu Pewaris Dewa Perang
18
Chapter 18 Erlang Shen VS Yun Feng
19
chapter 19 Awal Sebuah Bencana
20
Chapter 20 Sebuah Petunjuk
21
Chapter 21 Alam Es Kuno
22
Chapter 22 Inti Es
23
Chapter 23 Mendapatkan Api Abadi
24
Chapter 24 Masih Di Alam Kuno
25
Chapter 25 Masih Di Alam Kuno II
26
Chapter 26 Memecahkan Petunjuk
27
Chapter 27 Keluar Dari Alam Kuno
28
Chapter 28 Misteri Klan Qing
29
Chapter 29 Chimera
30
Chapter 30 Kau saudaraku, Bukan Bawahanku
31
Chapter 31 Klan Kuno Shen
32
Chapter 32 Tiga Hewan Suci
33
Chapter 33 Memasuki Wilayah Sekte kelelawar Iblis
34
Chapter 34 Putri Zhang Yang Licik
35
Chapter 35 Membunuh Master Ilusi
36
Chapter 36 Sergapan
37
Chapter 37 Terbunuhnya Tiga Jenderal Kekaisaran Zhang
38
Chapter 38 Dikendalikan Oleh Kekuatan Naga Emas
39
Chapter 39 Erlang Shen Sadar
40
Chapter 40 Membakar Perkemahan Prajurit Kekaisaran Han
41
Chapter 41 Gua Petir
42
Chapter 42 Petir 7 Warna.
43
Chapter 43 Pergerakan Iblis Langit
44
Chapter 44 Prajurit Langit
45
Chapter 45 Yun Feng dan Erlang Shen Bekerjasama
46
Chapter 46 Kota Semanggi
47
Chapter 47 Ling Yue dan Klan Ling
48
Chapter 48 Di Klan Ling
49
Chapter 49 Keinginan Yun Feng
50
Chapter 50 Membunuh Murid Sekte Naga Kembar
51
Chapter 51 Serangan Gabungan
52
Chapter 52 Lembah Tengkorak
53
Chapter 53 Lembah Tengkorak II
54
Chapter 54 Masih di Lembah Tengkorak
55
Chapter 55 Ranah Surgawi Tahap Awal
56
Chapter 56 Kota Bulan Perak
57
Chapter 57 Identitas Asli Zhang Fuyi
58
Chapter 58 Kemunculan Sang Naga Hitam
59
Chapter 59 Naga Bayangan Mulai Menyerang
60
Chapter 60 Pertarungan I
61
Chapter 61 Pertarungan II dan Jenderal Langit
62
Ultimatum Kaisar Langit
63
Chapter 63 Menuju Pulau Kura-Kura
64
Chapter 64 Pegasus Suci
65
Chapter 65 Rubah Merah Berekor Sembilan
66
Chapter 66 Mengacau di Klan Zhi
67
Chapter 67 Ultimatum Kedua Kaisar Langit
68
Chapter 68 Penjaga Pulau Kura-kura
69
Chapter 69 Pulau Kura-kura
70
Chapter 70 Masih Di Pulau Kura-kura
71
Chapter 71 Formasi Pulau Kura-Kura
72
Chapter 72 Menghancurkan Istana Kekaisaran Han
73
Chapter 73 Iblis Langit dan Klan Qing
74
Chapter 74 Di Klan Qing
75
Chapter 75 Purnama kembar
76
Chapter 76 Pertempuran I
77
Chapter 77 Pertempuran II (Elemen Kembar)
78
Chapter 78 Pertempuran III
79
Chapter 79 Pertempuran IV
80
Chapter 80 Pertarungan Berlanjut
81
Chapter 81 AKHIR DARI PERTEMPURAN
82
Chapter 82 Erlang Shen Vs Yun Feng
83
Chapter 83 Puncak Pertarungan
84
Chapter 84 Alam Atas
85
Chapter 85 Sekte Naga Langit
86
Chapter 86 Meningkatkan Kultivasi
87
Chapter 87 Pembunuh Bayaran Bulan Merah
88
Chapter 88 Menyelamatkan Yun Feng
89
Chapter 89 Konspirasi Tang Bao
90
Chapter 90 Mustika Raja
91
Chapter 91 Shen Tian Meng Sang Immortal Suci
92
Chapter 92 Terluka Parah
93
Chapter 93 Kota Bulan dan Gui Bing
94
Chapter 94 Utusan Dao Langit
95
Chapter 95 Keberadaan Ling Yue
96
Chapter 96 Istana Erlang Tang
97
Chapter 97 Elf Bulan Merah
98
Chapter 98 Sekte Kelopak Peri
99
Chapter 99 Patriak Fu Guo Zhi
100
Chapter 100 Melebur Jiwa Fu Guo Zhi
101
Chapter 101 Kitab Biru
102
Chapter 102 Istana Erlang Yun
103
Chapter 103 Berkumpul di Istana Erlang Yun
104
Chapter 104 Lembah Yin
105
Chapter 105 Gu Xia
106
Chapter 106 Kejutan dari Erlang Yun
107
Chapter 107 Mengembalikan Ingatan Erlang Chang
108
Chapter 108 Yang Dao dan Yang Hai
109
Chapter 109 Rencana Pernikahan
110
Chapter 110 Pernikahan
111
Chapter 111 Ketenangan Sebelum Badai Melanda
112
Chapter 112 Menggabungkan Dua Kekuatan
113
Chapter 113 Elemen Kegelapan
114
Chapter 114 Menyempurnakan Elemen
115
Menggetarkan Langit (End Chapter)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!