Chapter 20 Sebuah Petunjuk

Erlang Shen melesat memasuki hutan yang lebat dan gelap lolongan serigala terdengar bersahut-sahutan. Selain itu, suara pertarungan juga terdengar dihutan tersebut.

Roaaaarrrrggg

Raungan seekor hewan terdengar. Raungan itu menyebabkan hutan bergetar. Ribuan kelelawar juga terbang kearah Erlang Shen setelah raungan itu terdengar.

Roaaaarrrrggg

Ruangan kembali terdengar. Kali ini, raungan itu disertai dengan gelombang angin yang membuat pepohonan tumbang. Erlang Shen menghindari gelombang angin itu, sehingga serangan tersebut meratakan pepohonan hingga ke tepi hutan. Namun tak lama kemudian, pepohonan yang sebelumnya roboh, tumbuh kembali seperti sedia kala, seakan-akan tidak pernah tumbang.

Grrrrrrrrr

Seekor singa yang diselimuti oleh api biru menyerang Erlang Shen. Awalnya, ia mengira jika singa itu berelemen angin, tapi ternyata ia salah. Singa yang menyerangnya adalah singa api.

Swuuuussss

Boooommmmm

Singa itu terpental hingga menghantam pohon besar. Singa itu menembakkan kobaran api biru. Api biru yang digantungkan dengan elemen angin menyebabkan daya rusak api itu menjadi lebih kuat.

Boooommmmm

Kobaran api itu meledak setelah berbenturan dengan api surgawi milik Erlang Shen. Singa itu semakin marah. Ia menciptakan siluet singa api yang sangat besar. Siluet singa api itu menyerang Erlang Shen dengan serangan tanpa jeda.

Swuuuussss

Boooommmmm

Siluet singa api itu mampu di kalahkan oleh Erlang Shen dengan sangat mudah. Singa api biru itu mulai ketakutan. Ia hendak melarikan diri, namun Lao Hu tiba-tiba saja muncul di hadapan singa tersebut.

"Kakak, panggang saja singa ini. Dia juga bukan pimpinan singa api biru," ujar Lao Hu.

"Kebetulan perutku meronta-ronta minta diisi," timpal Erlang Shen.

Singa api biru itu gemetar karena ketakutan. Singa itu kemudian berubah menjadi manusia. Ia langsung bersujud dihadapan Lao Hu.

"Tuan, maafkan aku," ucap singa tersebut.

"Aku tidak akan melakukan apapun padamu. Dengan syarat, tunjukkan tempat yang berisi barang-barang berharga di tempat ini," ucap Lao Hu.

"Ikutlah denganku." Singa itu melesat menuju ke kedalaman hutan. Lao Hu dan Erlang Shen mengikuti singa tersebut. Tak berselang lama, singa itu berhenti di sebuah tempat. Disana, terdapat kebun herbal, tumpukan kristal suci, dan juga ratusan senjata yang menancap di atas tanah.

"Silahkan ambil apapun yang tuan inginkan," ucap singa api biru tersebut dengan tubuh yang masih gemetar.

Erlang Shen mengambil beberapa herbal, kemudian ia menyuling pil di sana. Erlang menyuling ratusan butir pil. Mulai dari pil bintang 5 hingga pil bintang 9.

"Ini untukmu." Erlang Shen memberikan sebuah botol giok kecil kepada singa api biru. botol giok itu berisi 10 butir pil tingkat 7.

"I—ini .... " Singa api biru itu tak dapat berkata-kata. Ia lalu mengambil botol giok itu. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Erlang Shen berkali-kali.

"Tingkatkan kekuatanmu diam-diam, jangan beritahukan kepada singa api lainnya," ucap Erlang Shen.

"Baik." Singa api biru itu meninggalkan tempat itu.

Erlang Shen mengambil herbal yang berusia ribuan tahun. Setelah itu, ia juga mengambil kristal suci dan juga senjata-senjata yang ada di sana.

"Lao Hu, ayo pergi!" pinta Erlang Shen.

Lao Hu mengangguk, lalu ia berubah menjadi kucing kecil. Ia kembali tidur diatas kepala Erlang Shen. Harimau kecil itu tidur sambil menyerap energi alam terus menerus.

Wuuuussssss

Erlang Shen melesat dengan sangat cepat. Ia melesat meninggalkan tempat yang dipenuhi herbal itu. Ia melesat ke bagian terdalam inti hutan. Saat sedang melesat, ia melihat cahaya menyilaukan dari sebuah gua. Karena penasaran, ia akhirnya memasuki gua tersebut.

"Kakak kenapa kita masuk ke sini?" tanya Lao Hu.

"Kau tidak melihat cahaya menyilaukan di sini?" Erlang Shen bertanya kepada Lao Hu.

"Tidak," jawab Lao Hu.

Erlang Shen menyusuri jalan setapak di dalam gua. Tak beberapa lama kemudian, cahaya putih muncul di depannya. Cahaya itu menuntunnya ke ruangan terdalam gua tersebut. Di dalam gua, terdapat batu prasasti yang terus memancarkan cahaya putih menyilaukan.

"Batu prasasti." Erlang Shen mendekati batu itu. Saat ia menyentuh batu tersebut, cahaya menyilaukan dari batu itu menghilang. Beberapa baris kalimat terlihat jelas di permukaan batu.

"Saat matahari dan bulan bersinar bersama-sama, maka benda yang diperebutkan oleh para penguasa akan muncul. Benda itu akan muncul di alam langit dan memilih satu orang." Setelah Erlang Shen selesai membaca kalimat tersebut, kalimat-kalimat itu berubah.

"Cahaya warna-warni akan menghiasi langit. Sebuah kristal biru muncul di atas langit dan menyerap cahaya bulan dan matahari. Setelahnya, hari kembali normal seperti biasa." Baris kalimat itu kembali berubah.

"Saat kristal itu memilih pemilik, maka kaisar lain tidak memiliki wewenang untuk mengambil benda itu."

Setelah Erlang Shen membaca kalimat terakhir yang muncul di prasasti, prasasti tersebut langsung menghilang dan digantikan oleh proyeksi naga emas dan juga kristal biru.

"Naga emas dan kristal biru. Apa mungkin keduanya ada satu kesatuan?" tanya Erlang Shen.

"Mungkin saja, kak," jawab Lao Hu asal.

Proyeksi naga dan kristal itu menghilang. Kini, bagian dalam gua itu berubah menjadi proyeksi beberapa orang yang sedang bertarung. Diatas orang-orang yang bertarung itu terdapat seekor naga emas melingkar yang memuntahkan sebuah kristal biru. Setelah kristal biru dimuntahkan, naga emas itu menghilang bersamaan dengan hilangnya kristal biru itu.

"Apakah benda itu yang diperebutkan oleh kaisar langit dan kaisar iblis?" tanya Erlang Shen.

"Mungkin saja." Lao Hu menjawab sembari menyembunyikan kekesalannya.

"Jika kaisar langit dan kaisar iblis memperebutkan kristal itu, berarti kristal itu memiliki kekuatan besar," batin Erlang Shen.

"Apakah benda itu yang disebut inti langit? Ayah sering bercerita kalau alam langit ini memiliki inti yang disebut inti langit. Inti langit berwujud kristal biru yang berasal dari seekor naga emas," gumam Erlang Shen.

"Kak, sepertinya orang tua kakak bukan kultivator biasa," celetuk Lao Hu.

"Maksudmu?" tanya Lao Hu.

"kultivator biasa ataupun manusia di alam langit ini tidak mungkin mengetahui asal usul dari inti langit. Jadi, bisa disimpulkan bahwa orang tua kakak berasal dari tempat lain. Atau bisa saja mereka adalah reinkarnasi orang terkuat di masa lalu," jelas Lao Hu.

"Tapi, mereka sudah di eksekusi," timpal Erlang Shen.

"Bagi kultivator hebat, kematian bisa dipalsukan. Memangnya kakak tidak penasaran darimana asal naga emas kakak itu?" tanya Erlang Shen.

"Seharusnya naga yang dimiliki oleh tubuh kaisar langit itu putih agar selaras dengan naga hitam tubuh kaisar kehancuran." lanjut Lao Hu.

"Sepertinya aku harus memastikannya," timpal Erlang Shen.

Erlang Shen merobek ruang. Ia berteleportasi ke makam kedua orang tuanya. Ia menggunakan mata langit untuk memindai makam orang tuanya.

"Tidak ada tulang belulang atau sisa-sisa mayat," batin Erlang Shen.

Terpopuler

Comments

Entis Sutisna

Entis Sutisna

Wow mulai ada Teke teki masalah matinya orang tuanya Erlang Shen yg dulu dieksekusi oleh klan shen karena dapat pencerahan dari Lao hu ,karena orang tua Erlang Shen tahu cerita masalah Inti Langit dan itu bukan sembarang orang tahu masalah inti langit...lanjjuuutkan Thor...👍👍😍😍🔥🔥💪💪

2024-12-29

1

Glastor Roy

Glastor Roy

Napa belum update adminku yg baik

2024-12-19

1

Laaaanjuuuuutkan makin bagus

2024-12-24

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 Prolog
2 Chapter 2 Racun Bulan Es dan Tombak Suci
3 Chapter 3 Tetua Zilong
4 Chapter 4 Warisan Dewa Suci
5 Chapter 5 Berkumpulnya 7 saudara
6 Chapter 6 Ranah Bumi tahap 5
7 Chapter 7 Kedatang Xie Han
8 Chapter 8 Di Klan Erlang
9 Chapter 9 Mematahkan Kesombongan Qi Xu
10 chapter 10 Di Serikat Alkemis
11 chapter 11 Lao Hu si Harimau Bersayap
12 Chapter 12 Informasi Klan Shen
13 Chapter 13 Kedatangan Iblis petir Kembar
14 Chapter 14 Ranah Raja tahap 5
15 Chapter 15 Melawan Iblis
16 Chapter 16 Danau Petir
17 Chapter 17 Bertemu Pewaris Dewa Perang
18 Chapter 18 Erlang Shen VS Yun Feng
19 chapter 19 Awal Sebuah Bencana
20 Chapter 20 Sebuah Petunjuk
21 Chapter 21 Alam Es Kuno
22 Chapter 22 Inti Es
23 Chapter 23 Mendapatkan Api Abadi
24 Chapter 24 Masih Di Alam Kuno
25 Chapter 25 Masih Di Alam Kuno II
26 Chapter 26 Memecahkan Petunjuk
27 Chapter 27 Keluar Dari Alam Kuno
28 Chapter 28 Misteri Klan Qing
29 Chapter 29 Chimera
30 Chapter 30 Kau saudaraku, Bukan Bawahanku
31 Chapter 31 Klan Kuno Shen
32 Chapter 32 Tiga Hewan Suci
33 Chapter 33 Memasuki Wilayah Sekte kelelawar Iblis
34 Chapter 34 Putri Zhang Yang Licik
35 Chapter 35 Membunuh Master Ilusi
36 Chapter 36 Sergapan
37 Chapter 37 Terbunuhnya Tiga Jenderal Kekaisaran Zhang
38 Chapter 38 Dikendalikan Oleh Kekuatan Naga Emas
39 Chapter 39 Erlang Shen Sadar
40 Chapter 40 Membakar Perkemahan Prajurit Kekaisaran Han
41 Chapter 41 Gua Petir
42 Chapter 42 Petir 7 Warna.
43 Chapter 43 Pergerakan Iblis Langit
44 Chapter 44 Prajurit Langit
45 Chapter 45 Yun Feng dan Erlang Shen Bekerjasama
46 Chapter 46 Kota Semanggi
47 Chapter 47 Ling Yue dan Klan Ling
48 Chapter 48 Di Klan Ling
49 Chapter 49 Keinginan Yun Feng
50 Chapter 50 Membunuh Murid Sekte Naga Kembar
51 Chapter 51 Serangan Gabungan
52 Chapter 52 Lembah Tengkorak
53 Chapter 53 Lembah Tengkorak II
54 Chapter 54 Masih di Lembah Tengkorak
55 Chapter 55 Ranah Surgawi Tahap Awal
56 Chapter 56 Kota Bulan Perak
57 Chapter 57 Identitas Asli Zhang Fuyi
58 Chapter 58 Kemunculan Sang Naga Hitam
59 Chapter 59 Naga Bayangan Mulai Menyerang
60 Chapter 60 Pertarungan I
61 Chapter 61 Pertarungan II dan Jenderal Langit
62 Ultimatum Kaisar Langit
63 Chapter 63 Menuju Pulau Kura-Kura
64 Chapter 64 Pegasus Suci
65 Chapter 65 Rubah Merah Berekor Sembilan
66 Chapter 66 Mengacau di Klan Zhi
67 Chapter 67 Ultimatum Kedua Kaisar Langit
68 Chapter 68 Penjaga Pulau Kura-kura
69 Chapter 69 Pulau Kura-kura
70 Chapter 70 Masih Di Pulau Kura-kura
71 Chapter 71 Formasi Pulau Kura-Kura
72 Chapter 72 Menghancurkan Istana Kekaisaran Han
73 Chapter 73 Iblis Langit dan Klan Qing
74 Chapter 74 Di Klan Qing
75 Chapter 75 Purnama kembar
76 Chapter 76 Pertempuran I
77 Chapter 77 Pertempuran II (Elemen Kembar)
78 Chapter 78 Pertempuran III
79 Chapter 79 Pertempuran IV
80 Chapter 80 Pertarungan Berlanjut
81 Chapter 81 AKHIR DARI PERTEMPURAN
82 Chapter 82 Erlang Shen Vs Yun Feng
83 Chapter 83 Puncak Pertarungan
84 Chapter 84 Alam Atas
85 Chapter 85 Sekte Naga Langit
86 Chapter 86 Meningkatkan Kultivasi
87 Chapter 87 Pembunuh Bayaran Bulan Merah
88 Chapter 88 Menyelamatkan Yun Feng
89 Chapter 89 Konspirasi Tang Bao
90 Chapter 90 Mustika Raja
91 Chapter 91 Shen Tian Meng Sang Immortal Suci
92 Chapter 92 Terluka Parah
93 Chapter 93 Kota Bulan dan Gui Bing
94 Chapter 94 Utusan Dao Langit
95 Chapter 95 Keberadaan Ling Yue
96 Chapter 96 Istana Erlang Tang
97 Chapter 97 Elf Bulan Merah
98 Chapter 98 Sekte Kelopak Peri
99 Chapter 99 Patriak Fu Guo Zhi
100 Chapter 100 Melebur Jiwa Fu Guo Zhi
101 Chapter 101 Kitab Biru
102 Chapter 102 Istana Erlang Yun
103 Chapter 103 Berkumpul di Istana Erlang Yun
104 Chapter 104 Lembah Yin
105 Chapter 105 Gu Xia
106 Chapter 106 Kejutan dari Erlang Yun
107 Chapter 107 Mengembalikan Ingatan Erlang Chang
108 Chapter 108 Yang Dao dan Yang Hai
109 Chapter 109 Rencana Pernikahan
110 Chapter 110 Pernikahan
111 Chapter 111 Ketenangan Sebelum Badai Melanda
112 Chapter 112 Menggabungkan Dua Kekuatan
113 Chapter 113 Elemen Kegelapan
114 Chapter 114 Menyempurnakan Elemen
115 Menggetarkan Langit (End Chapter)
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Chapter 1 Prolog
2
Chapter 2 Racun Bulan Es dan Tombak Suci
3
Chapter 3 Tetua Zilong
4
Chapter 4 Warisan Dewa Suci
5
Chapter 5 Berkumpulnya 7 saudara
6
Chapter 6 Ranah Bumi tahap 5
7
Chapter 7 Kedatang Xie Han
8
Chapter 8 Di Klan Erlang
9
Chapter 9 Mematahkan Kesombongan Qi Xu
10
chapter 10 Di Serikat Alkemis
11
chapter 11 Lao Hu si Harimau Bersayap
12
Chapter 12 Informasi Klan Shen
13
Chapter 13 Kedatangan Iblis petir Kembar
14
Chapter 14 Ranah Raja tahap 5
15
Chapter 15 Melawan Iblis
16
Chapter 16 Danau Petir
17
Chapter 17 Bertemu Pewaris Dewa Perang
18
Chapter 18 Erlang Shen VS Yun Feng
19
chapter 19 Awal Sebuah Bencana
20
Chapter 20 Sebuah Petunjuk
21
Chapter 21 Alam Es Kuno
22
Chapter 22 Inti Es
23
Chapter 23 Mendapatkan Api Abadi
24
Chapter 24 Masih Di Alam Kuno
25
Chapter 25 Masih Di Alam Kuno II
26
Chapter 26 Memecahkan Petunjuk
27
Chapter 27 Keluar Dari Alam Kuno
28
Chapter 28 Misteri Klan Qing
29
Chapter 29 Chimera
30
Chapter 30 Kau saudaraku, Bukan Bawahanku
31
Chapter 31 Klan Kuno Shen
32
Chapter 32 Tiga Hewan Suci
33
Chapter 33 Memasuki Wilayah Sekte kelelawar Iblis
34
Chapter 34 Putri Zhang Yang Licik
35
Chapter 35 Membunuh Master Ilusi
36
Chapter 36 Sergapan
37
Chapter 37 Terbunuhnya Tiga Jenderal Kekaisaran Zhang
38
Chapter 38 Dikendalikan Oleh Kekuatan Naga Emas
39
Chapter 39 Erlang Shen Sadar
40
Chapter 40 Membakar Perkemahan Prajurit Kekaisaran Han
41
Chapter 41 Gua Petir
42
Chapter 42 Petir 7 Warna.
43
Chapter 43 Pergerakan Iblis Langit
44
Chapter 44 Prajurit Langit
45
Chapter 45 Yun Feng dan Erlang Shen Bekerjasama
46
Chapter 46 Kota Semanggi
47
Chapter 47 Ling Yue dan Klan Ling
48
Chapter 48 Di Klan Ling
49
Chapter 49 Keinginan Yun Feng
50
Chapter 50 Membunuh Murid Sekte Naga Kembar
51
Chapter 51 Serangan Gabungan
52
Chapter 52 Lembah Tengkorak
53
Chapter 53 Lembah Tengkorak II
54
Chapter 54 Masih di Lembah Tengkorak
55
Chapter 55 Ranah Surgawi Tahap Awal
56
Chapter 56 Kota Bulan Perak
57
Chapter 57 Identitas Asli Zhang Fuyi
58
Chapter 58 Kemunculan Sang Naga Hitam
59
Chapter 59 Naga Bayangan Mulai Menyerang
60
Chapter 60 Pertarungan I
61
Chapter 61 Pertarungan II dan Jenderal Langit
62
Ultimatum Kaisar Langit
63
Chapter 63 Menuju Pulau Kura-Kura
64
Chapter 64 Pegasus Suci
65
Chapter 65 Rubah Merah Berekor Sembilan
66
Chapter 66 Mengacau di Klan Zhi
67
Chapter 67 Ultimatum Kedua Kaisar Langit
68
Chapter 68 Penjaga Pulau Kura-kura
69
Chapter 69 Pulau Kura-kura
70
Chapter 70 Masih Di Pulau Kura-kura
71
Chapter 71 Formasi Pulau Kura-Kura
72
Chapter 72 Menghancurkan Istana Kekaisaran Han
73
Chapter 73 Iblis Langit dan Klan Qing
74
Chapter 74 Di Klan Qing
75
Chapter 75 Purnama kembar
76
Chapter 76 Pertempuran I
77
Chapter 77 Pertempuran II (Elemen Kembar)
78
Chapter 78 Pertempuran III
79
Chapter 79 Pertempuran IV
80
Chapter 80 Pertarungan Berlanjut
81
Chapter 81 AKHIR DARI PERTEMPURAN
82
Chapter 82 Erlang Shen Vs Yun Feng
83
Chapter 83 Puncak Pertarungan
84
Chapter 84 Alam Atas
85
Chapter 85 Sekte Naga Langit
86
Chapter 86 Meningkatkan Kultivasi
87
Chapter 87 Pembunuh Bayaran Bulan Merah
88
Chapter 88 Menyelamatkan Yun Feng
89
Chapter 89 Konspirasi Tang Bao
90
Chapter 90 Mustika Raja
91
Chapter 91 Shen Tian Meng Sang Immortal Suci
92
Chapter 92 Terluka Parah
93
Chapter 93 Kota Bulan dan Gui Bing
94
Chapter 94 Utusan Dao Langit
95
Chapter 95 Keberadaan Ling Yue
96
Chapter 96 Istana Erlang Tang
97
Chapter 97 Elf Bulan Merah
98
Chapter 98 Sekte Kelopak Peri
99
Chapter 99 Patriak Fu Guo Zhi
100
Chapter 100 Melebur Jiwa Fu Guo Zhi
101
Chapter 101 Kitab Biru
102
Chapter 102 Istana Erlang Yun
103
Chapter 103 Berkumpul di Istana Erlang Yun
104
Chapter 104 Lembah Yin
105
Chapter 105 Gu Xia
106
Chapter 106 Kejutan dari Erlang Yun
107
Chapter 107 Mengembalikan Ingatan Erlang Chang
108
Chapter 108 Yang Dao dan Yang Hai
109
Chapter 109 Rencana Pernikahan
110
Chapter 110 Pernikahan
111
Chapter 111 Ketenangan Sebelum Badai Melanda
112
Chapter 112 Menggabungkan Dua Kekuatan
113
Chapter 113 Elemen Kegelapan
114
Chapter 114 Menyempurnakan Elemen
115
Menggetarkan Langit (End Chapter)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!