Chapter 4 Warisan Dewa Suci

Wuuuussssss

Seseorang yang memakai topeng tiba-tiba saja muncul di hadapan Erlang Shen. Dia adalah orang yang sama dengan orang yang menyerang Erlang Shen di hutan hingga terluka parah. Terlebih lagi, orang itu memakai gelang tombak berwarna hijau.

"Keberuntungan yang sangat bagus, tapi kali ini kau akan mati, bocah." gelang tombak hijau milik orang bertopeng itu berubah menjadi tombak berukiran naga. Pria itu menyerang Erlang Shen menggunakan tombaknya, tapi serangan itu ditahan oleh Erlang Shen menggunakan tombak naga suci.

Traaaangggg

Dentingan logam terdengar saat tombak naga suci beradu dengan tombak hijau milik orang bertopeng tersebut. keinginan untuk menyelamatkan diri membuat Erlang Shen mampu mengimbangi gerakan orang bertopeng itu.

Wuuuussssss

Traaaangggg

Traaaangggg

Erlang Shen terus menerus menahan serangan dari orang bertopeng itu sembari menyiapkan serangan susulan. Pertarungannya dengan orang bertopeng itu menyita perhatian murid-murid sekte dewa agung.

"Elang badai," ucap Erlang Shen.

Kwaaaakkkk

Seekor elang yang sangat besar yang diselimuti oleh petir dan angin melesat kearah orang yang memakai topeng tersebut. Meskipun serangan itu tergolong kuat, tapi serangan itu dapat ditepis oleh orang bertopeng dengan mudah.

"Walaupun kalah, setidaknya aku harus melihat wajahnya." Erlang Shen memutar tombaknya yang disertai dengan gerakan lainnya. Gerakan yang dibuat oleh Erlang Shen membuka orang itu tercengang.

"Naga suci penggetar cakrawala."

Roaaaarrrrggg

Raungan naga yang sangat besar membuat balai pengobatan hancur seketika. Naga raksasa itu melesat kearah orang bertopeng itu. Serangan tombak suci yang ia tahan menggunakan tombak harimau miliknya menyebabkan tombak itu patah.

Boooommmmm

Ledakan terdengar. Orang bertopeng itu terpental beberapa meter. Bukan hanya itu, topeng yang dipakainya pun hancur berkeping-keping, sehingga wajahnya dapat dilihat oleh Erlang Shen.

"Aku sudah curiga. Orang yang memberiku lencana sekte adalah orang yang sama dengan yang menyerangku dihutan," ujar Erlang Shen. Ucapan Erlang Shen direspon dengan tawa oleh orang yang tadinya memakai topeng.

"Awalnya, aku ingin bergabung dengan sekte Dewa Agung karena salah satu Tetua kalian menyelamatkanku, tapi sekarang aku tidak ingin bergabung dengan sekte ini." Erlang Shen bersiap untuk menyerang orang itu, tapi seseorang tiba-tiba saja menyerangnya hingga terjatuh. Sebelum pingsan, Erlang Shen melihat wajah orang yang menyerangnya.

"Kau terlalu ceroboh, Bing Ju," kata seseorang. Ia adalah Tetua Bing Fao.

"Untuk sementara, penjarakan anak ini!" pinta Tetua Bing Fao.

"Baiklah." Tetua Bing Ju membawa Erlang Shen ke penjara sekte.

*****

"Kau sudah memenjarakannya?" tanya Patriak Bing Zhang kepada Tetua Bing Fao.

"Sudah Patriak," jawab Tetua Bing Fao.

"Maaf Patriak, kalau boleh tahu, kenapa anak itu dipenjarakan?" tanya Tetua Bing Fao.

"Hanya orang bodoh yang akan membiarkan anak itu berkeliaran. Sebelum anak itu tumbuh lebih kuat, aku harus melumpuhkannya untuk selamanya. Tombak naga suci milik klan Bing," jelas Patriak Bing Zhang.

"Jangan biarkan ia kabur. Aku ingin menjadikan dia bonekaku," sambungnya.

"Baik, Patriak." Tetua Bing Fao meninggalkan aula. Ia ke penjara bawah tanah dan menjaga penjara tempat dimana ia mengurung Erlang Shen.

"Aku pastikan kau tidak akan pernah bangun, bocah." Tetua Bing Fao lalu meniupkan serbuk racun ke arah Erlang Shen. Ia tidak menyadari jika Erlang Shen kebal terhadap racun.

"Besok, kau akan menjadi boneka seperti Tetua Zilong," lanjut Tetua Bing Fao sembari memperhatikan Erlang Shen yang masih pingsan.

Besoknya, Patriak Bing Zhang dan para Tetua sekte serta 3 penjaga tombak suci mengelilingi Erlang Shen yang diikat sebuah pilar giok. Patriak Bing Zhang memasukkan segel berbentuk bintang berlapis ke tubuh Erlang Shen, tapi tiba-tiba saja, ada kekuatan misterius yang membuat segel tersebut hancur.

Boooommmmm

Pilar giok tempat Erlang Shen diikat meledak. Patriak Bing Zhang dan para tetua sekte Dewa Agung terpental. Erlang Shen melayang di udara dengan mata putih.

"Siapa kau?" tanya Patriak Bing Zhang.

"Makhluk rendahan sepertimu tidak pantas untuk mengetahui siapa aku. Satu hal yang harus kau tahu, aku adalah dewa kematian bagi orang-orang sepertimu." Meski perkataan itu keluar dari mulut Erlang Shen, tapi suaranya merupakan suara dari orang lain.

Dhuaaaaaarrrrr

Altar giok hitam meledak. Erlang Shen melesat kearah Tetua Zilong dan menghancurkan segel boneka di tubuh Tetua Zilong. Setelah segel itu hancur, Tetua Zilong mendapatkan kembali kesadarannya. Ia terlihat kebingungan melihat wilayah di sekitarnya.

Kebingungannya itu tidak berlangsung lama. Hal itu dikarenakan ingatannya saat ia dijadikan boneka dikembalikan oleh Erlang Shen. Tetua Zilong sangat marah setelah mengetahui jika dirinya dijadikan boneka selama puluhan tahun. Ia menatap Patriak Bing Zhang dengan tatapan yang dipenuhi niat membunuh.

Wuuuussssss

Boooommmmm

Sebelum Tetua Zilong menyerang, Erlang Shen menyerang lebih dulu. Serangannya itu membuat Patriak Bing Zhang terpental dan memuntahkan beberapa teguk darah segar. Erlang Shen mengangkat tangannya keatas, lalu ratusan meteor tercipta. Meteor-meteor itu menghujani Tetua Zilong dan juga Tetua lainnya.

Boooommmmm

Boooommmmm

Boooommmmm

Puluhan meteor menyerang tanpa henti. Puluhan meteor itu menghancurkan sebagian wilayah sekte Dewa Agung. Meteor itu juga menyebabkan Patriak Bing Zhang sekarat.

"Kuserahkan dia padamu," ucap Erlang Shen kepada Tetua Zilong kemudian ia melesat meninggalkan sekte Dewa Agung. Kekuatan misterius itu membawa Erlang Shen ke hutan berkabut.

Swuuuussss

Cahaya putih keluar dari tubuh Erlang Shen. Cahaya itu membentuk sesosok pria setengah baya yang memakai armor emas. Dengan sekali jentikan jarinya, Erlang Shen langsung tersadar.

"Apakah paman sama dengan dewa perang?" tanya Erlang Shen kepada pria yang memakai armor emas tersebut.

"Aku bukan orang seperti itu. Kalau aku mau, aku bisa mengambil alih tubuhmu dari dulu. Sayangnya, aku tidak ingin melakukan itu. Daripada mengambil alih tubuhmu, lebih baik aku memberikan semua kekuatanmu padamu," jelas pria tersebut.

"Kalau boleh tahu, paman ini siapa?" tanya Erlang Shen kepada sosok pria yang memakai armor emas itu.

"Aku adalah Dewa Suci, pemilik tombak naga suci. Aku kalah di peperangan terakhirku. Meski jiwaku selamat, tubuhku diambil oleh Dewa roh dan secara tidak langsung, dialah yang menjadi dewa suci," jelas Dewa Suci.

"Dunia ini sangat kejam, kekuatan yang menentukan hidup atau mati seseorang. Jika suatu saat nanti kau menjadi yang terkuat, jangan pernah menghina atau merendahkan orang lain. Jadilah dirimu sendiri, jangan menjadi dewa atau iblis," ucap Dewa Suci.

Perlahan-lahan, dewa suci menghilang. Sebelum ia benar-benar menghilang, butiran cahaya memasuki kepala Erlang Shen. Itu adalah pengetahuan dan juga teknik bertarung, serta berbagai pengetahuan tentang formasi, alkemis, dan lainnya.

"Aku Erlang Shen akan membuat langit bergetar dengan kekuatanku, akan penuhi daratan dengan darah orang-orang yang menyebut diri mereka sebagai dewa," ucap Erlang Shen.

"Ini terakhir kalinya aku dibodohi dan direndahkan oleh orang lain." Erlang Shen melesat menyusuri hutan. Setelah melesat selama 2 jam, ia mendarat di padang rumput yang sangat luas.

"Aku akan berlatih di sini." Erlang Shen duduk membuat bukit kecil menggunakan elemen tanah. Di atas bukit kecil itu, ia mulai melatih teknik-teknik yang diwariskan oleh dewa suci kepadanya.

Erlang Shen Memainkan tombaknya seperti orang yang sedang menari. Setiap gerakannya disertai dengan siluet cahaya putih yang keluar dari tombak naga suci.

Dalam sekejap, 2 tahun berlalu. Selama 2 tahun itu, Erlang Shen hanya fokus berlatih formasi, alkemis, dan juga menyatukan jurus dewa perang dan dewa suci. Meskipun demikian, kultivasinya sudah menerobos ke ranah emas tahap 9.

Erlang Shen membuka matanya. Pil dan sumber daya yang dimilikinya sudah habis. Ia mengambil tombaknya kemudian melesat meninggalkan padang rumput.

Terpopuler

Comments

Entis Sutisna

Entis Sutisna

Wow..mantaaap hayooo teruuus tingkatkan kekuatanmu Shen'er...lanjjuuutkan Thor...👍👍😍😍🔥🔥💪💪

2024-12-26

1

Jangan terburu buru Tor... biar tambah bagus

2024-12-23

1

Rama Tayoo

Rama Tayoo

sudah bagus thor hanya saja penjelasan di setiap percapakan sepertinya musti di jelasin lg thor, seperti ketika akan melesat pergi setelah menyerang tetua bing zhang ada percapakan "aku serahkan kepadamu" kurang kebih seperti itu di jelaskan juga dengan siapa erlang shen berbicara🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻

2024-12-10

3

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 Prolog
2 Chapter 2 Racun Bulan Es dan Tombak Suci
3 Chapter 3 Tetua Zilong
4 Chapter 4 Warisan Dewa Suci
5 Chapter 5 Berkumpulnya 7 saudara
6 Chapter 6 Ranah Bumi tahap 5
7 Chapter 7 Kedatang Xie Han
8 Chapter 8 Di Klan Erlang
9 Chapter 9 Mematahkan Kesombongan Qi Xu
10 chapter 10 Di Serikat Alkemis
11 chapter 11 Lao Hu si Harimau Bersayap
12 Chapter 12 Informasi Klan Shen
13 Chapter 13 Kedatangan Iblis petir Kembar
14 Chapter 14 Ranah Raja tahap 5
15 Chapter 15 Melawan Iblis
16 Chapter 16 Danau Petir
17 Chapter 17 Bertemu Pewaris Dewa Perang
18 Chapter 18 Erlang Shen VS Yun Feng
19 chapter 19 Awal Sebuah Bencana
20 Chapter 20 Sebuah Petunjuk
21 Chapter 21 Alam Es Kuno
22 Chapter 22 Inti Es
23 Chapter 23 Mendapatkan Api Abadi
24 Chapter 24 Masih Di Alam Kuno
25 Chapter 25 Masih Di Alam Kuno II
26 Chapter 26 Memecahkan Petunjuk
27 Chapter 27 Keluar Dari Alam Kuno
28 Chapter 28 Misteri Klan Qing
29 Chapter 29 Chimera
30 Chapter 30 Kau saudaraku, Bukan Bawahanku
31 Chapter 31 Klan Kuno Shen
32 Chapter 32 Tiga Hewan Suci
33 Chapter 33 Memasuki Wilayah Sekte kelelawar Iblis
34 Chapter 34 Putri Zhang Yang Licik
35 Chapter 35 Membunuh Master Ilusi
36 Chapter 36 Sergapan
37 Chapter 37 Terbunuhnya Tiga Jenderal Kekaisaran Zhang
38 Chapter 38 Dikendalikan Oleh Kekuatan Naga Emas
39 Chapter 39 Erlang Shen Sadar
40 Chapter 40 Membakar Perkemahan Prajurit Kekaisaran Han
41 Chapter 41 Gua Petir
42 Chapter 42 Petir 7 Warna.
43 Chapter 43 Pergerakan Iblis Langit
44 Chapter 44 Prajurit Langit
45 Chapter 45 Yun Feng dan Erlang Shen Bekerjasama
46 Chapter 46 Kota Semanggi
47 Chapter 47 Ling Yue dan Klan Ling
48 Chapter 48 Di Klan Ling
49 Chapter 49 Keinginan Yun Feng
50 Chapter 50 Membunuh Murid Sekte Naga Kembar
51 Chapter 51 Serangan Gabungan
52 Chapter 52 Lembah Tengkorak
53 Chapter 53 Lembah Tengkorak II
54 Chapter 54 Masih di Lembah Tengkorak
55 Chapter 55 Ranah Surgawi Tahap Awal
56 Chapter 56 Kota Bulan Perak
57 Chapter 57 Identitas Asli Zhang Fuyi
58 Chapter 58 Kemunculan Sang Naga Hitam
59 Chapter 59 Naga Bayangan Mulai Menyerang
60 Chapter 60 Pertarungan I
61 Chapter 61 Pertarungan II dan Jenderal Langit
62 Ultimatum Kaisar Langit
63 Chapter 63 Menuju Pulau Kura-Kura
64 Chapter 64 Pegasus Suci
65 Chapter 65 Rubah Merah Berekor Sembilan
66 Chapter 66 Mengacau di Klan Zhi
67 Chapter 67 Ultimatum Kedua Kaisar Langit
68 Chapter 68 Penjaga Pulau Kura-kura
69 Chapter 69 Pulau Kura-kura
70 Chapter 70 Masih Di Pulau Kura-kura
71 Chapter 71 Formasi Pulau Kura-Kura
72 Chapter 72 Menghancurkan Istana Kekaisaran Han
73 Chapter 73 Iblis Langit dan Klan Qing
74 Chapter 74 Di Klan Qing
75 Chapter 75 Purnama kembar
76 Chapter 76 Pertempuran I
77 Chapter 77 Pertempuran II (Elemen Kembar)
78 Chapter 78 Pertempuran III
79 Chapter 79 Pertempuran IV
80 Chapter 80 Pertarungan Berlanjut
81 Chapter 81 AKHIR DARI PERTEMPURAN
82 Chapter 82 Erlang Shen Vs Yun Feng
83 Chapter 83 Puncak Pertarungan
84 Chapter 84 Alam Atas
85 Chapter 85 Sekte Naga Langit
86 Chapter 86 Meningkatkan Kultivasi
87 Chapter 87 Pembunuh Bayaran Bulan Merah
88 Chapter 88 Menyelamatkan Yun Feng
89 Chapter 89 Konspirasi Tang Bao
90 Chapter 90 Mustika Raja
91 Chapter 91 Shen Tian Meng Sang Immortal Suci
92 Chapter 92 Terluka Parah
93 Chapter 93 Kota Bulan dan Gui Bing
94 Chapter 94 Utusan Dao Langit
95 Chapter 95 Keberadaan Ling Yue
96 Chapter 96 Istana Erlang Tang
97 Chapter 97 Elf Bulan Merah
98 Chapter 98 Sekte Kelopak Peri
99 Chapter 99 Patriak Fu Guo Zhi
100 Chapter 100 Melebur Jiwa Fu Guo Zhi
101 Chapter 101 Kitab Biru
102 Chapter 102 Istana Erlang Yun
103 Chapter 103 Berkumpul di Istana Erlang Yun
104 Chapter 104 Lembah Yin
105 Chapter 105 Gu Xia
106 Chapter 106 Kejutan dari Erlang Yun
107 Chapter 107 Mengembalikan Ingatan Erlang Chang
108 Chapter 108 Yang Dao dan Yang Hai
109 Chapter 109 Rencana Pernikahan
110 Chapter 110 Pernikahan
111 Chapter 111 Ketenangan Sebelum Badai Melanda
112 Chapter 112 Menggabungkan Dua Kekuatan
113 Chapter 113 Elemen Kegelapan
114 Chapter 114 Menyempurnakan Elemen
115 Menggetarkan Langit (End Chapter)
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Chapter 1 Prolog
2
Chapter 2 Racun Bulan Es dan Tombak Suci
3
Chapter 3 Tetua Zilong
4
Chapter 4 Warisan Dewa Suci
5
Chapter 5 Berkumpulnya 7 saudara
6
Chapter 6 Ranah Bumi tahap 5
7
Chapter 7 Kedatang Xie Han
8
Chapter 8 Di Klan Erlang
9
Chapter 9 Mematahkan Kesombongan Qi Xu
10
chapter 10 Di Serikat Alkemis
11
chapter 11 Lao Hu si Harimau Bersayap
12
Chapter 12 Informasi Klan Shen
13
Chapter 13 Kedatangan Iblis petir Kembar
14
Chapter 14 Ranah Raja tahap 5
15
Chapter 15 Melawan Iblis
16
Chapter 16 Danau Petir
17
Chapter 17 Bertemu Pewaris Dewa Perang
18
Chapter 18 Erlang Shen VS Yun Feng
19
chapter 19 Awal Sebuah Bencana
20
Chapter 20 Sebuah Petunjuk
21
Chapter 21 Alam Es Kuno
22
Chapter 22 Inti Es
23
Chapter 23 Mendapatkan Api Abadi
24
Chapter 24 Masih Di Alam Kuno
25
Chapter 25 Masih Di Alam Kuno II
26
Chapter 26 Memecahkan Petunjuk
27
Chapter 27 Keluar Dari Alam Kuno
28
Chapter 28 Misteri Klan Qing
29
Chapter 29 Chimera
30
Chapter 30 Kau saudaraku, Bukan Bawahanku
31
Chapter 31 Klan Kuno Shen
32
Chapter 32 Tiga Hewan Suci
33
Chapter 33 Memasuki Wilayah Sekte kelelawar Iblis
34
Chapter 34 Putri Zhang Yang Licik
35
Chapter 35 Membunuh Master Ilusi
36
Chapter 36 Sergapan
37
Chapter 37 Terbunuhnya Tiga Jenderal Kekaisaran Zhang
38
Chapter 38 Dikendalikan Oleh Kekuatan Naga Emas
39
Chapter 39 Erlang Shen Sadar
40
Chapter 40 Membakar Perkemahan Prajurit Kekaisaran Han
41
Chapter 41 Gua Petir
42
Chapter 42 Petir 7 Warna.
43
Chapter 43 Pergerakan Iblis Langit
44
Chapter 44 Prajurit Langit
45
Chapter 45 Yun Feng dan Erlang Shen Bekerjasama
46
Chapter 46 Kota Semanggi
47
Chapter 47 Ling Yue dan Klan Ling
48
Chapter 48 Di Klan Ling
49
Chapter 49 Keinginan Yun Feng
50
Chapter 50 Membunuh Murid Sekte Naga Kembar
51
Chapter 51 Serangan Gabungan
52
Chapter 52 Lembah Tengkorak
53
Chapter 53 Lembah Tengkorak II
54
Chapter 54 Masih di Lembah Tengkorak
55
Chapter 55 Ranah Surgawi Tahap Awal
56
Chapter 56 Kota Bulan Perak
57
Chapter 57 Identitas Asli Zhang Fuyi
58
Chapter 58 Kemunculan Sang Naga Hitam
59
Chapter 59 Naga Bayangan Mulai Menyerang
60
Chapter 60 Pertarungan I
61
Chapter 61 Pertarungan II dan Jenderal Langit
62
Ultimatum Kaisar Langit
63
Chapter 63 Menuju Pulau Kura-Kura
64
Chapter 64 Pegasus Suci
65
Chapter 65 Rubah Merah Berekor Sembilan
66
Chapter 66 Mengacau di Klan Zhi
67
Chapter 67 Ultimatum Kedua Kaisar Langit
68
Chapter 68 Penjaga Pulau Kura-kura
69
Chapter 69 Pulau Kura-kura
70
Chapter 70 Masih Di Pulau Kura-kura
71
Chapter 71 Formasi Pulau Kura-Kura
72
Chapter 72 Menghancurkan Istana Kekaisaran Han
73
Chapter 73 Iblis Langit dan Klan Qing
74
Chapter 74 Di Klan Qing
75
Chapter 75 Purnama kembar
76
Chapter 76 Pertempuran I
77
Chapter 77 Pertempuran II (Elemen Kembar)
78
Chapter 78 Pertempuran III
79
Chapter 79 Pertempuran IV
80
Chapter 80 Pertarungan Berlanjut
81
Chapter 81 AKHIR DARI PERTEMPURAN
82
Chapter 82 Erlang Shen Vs Yun Feng
83
Chapter 83 Puncak Pertarungan
84
Chapter 84 Alam Atas
85
Chapter 85 Sekte Naga Langit
86
Chapter 86 Meningkatkan Kultivasi
87
Chapter 87 Pembunuh Bayaran Bulan Merah
88
Chapter 88 Menyelamatkan Yun Feng
89
Chapter 89 Konspirasi Tang Bao
90
Chapter 90 Mustika Raja
91
Chapter 91 Shen Tian Meng Sang Immortal Suci
92
Chapter 92 Terluka Parah
93
Chapter 93 Kota Bulan dan Gui Bing
94
Chapter 94 Utusan Dao Langit
95
Chapter 95 Keberadaan Ling Yue
96
Chapter 96 Istana Erlang Tang
97
Chapter 97 Elf Bulan Merah
98
Chapter 98 Sekte Kelopak Peri
99
Chapter 99 Patriak Fu Guo Zhi
100
Chapter 100 Melebur Jiwa Fu Guo Zhi
101
Chapter 101 Kitab Biru
102
Chapter 102 Istana Erlang Yun
103
Chapter 103 Berkumpul di Istana Erlang Yun
104
Chapter 104 Lembah Yin
105
Chapter 105 Gu Xia
106
Chapter 106 Kejutan dari Erlang Yun
107
Chapter 107 Mengembalikan Ingatan Erlang Chang
108
Chapter 108 Yang Dao dan Yang Hai
109
Chapter 109 Rencana Pernikahan
110
Chapter 110 Pernikahan
111
Chapter 111 Ketenangan Sebelum Badai Melanda
112
Chapter 112 Menggabungkan Dua Kekuatan
113
Chapter 113 Elemen Kegelapan
114
Chapter 114 Menyempurnakan Elemen
115
Menggetarkan Langit (End Chapter)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!