Chapter 12 Informasi Klan Shen

Isi dari gua tersebut adalah berbagai jenis herbal yang sangat langka serta sebuah tombak yang melayang di tengah-tengah gua. Selain itu, terdapat mayat seekor harimau besar tergelatak di dalam gua. Lao Hu langsung berlari kearah mayat harimau itu dan memeluknya menggunakan tangan kecilnya.

Tetapi, bukan mayat harimau itu yang membuatnya terkejut, melainkan sebuah kristal yang melayang di tengah-tengah gua. kristal itu adalah inti api yang sudah kosong.

"Sepertinya langit bersamaku. Aku memiliki 4 inti api surgawi, sekarang aku menemukan inti api kosong," ucap Erlang Shen.

"Sepertinya aku tidak akan memberikan api surgawi kepada keponakanku itu. Aku akan mengisi inti api kosong itu," gumam Erlang Shen.

Erlang Shen mengambil kristal berbentuk kobaran api yang melayang di tengah gua. Lalu tanpa berlama-lama, Erlang Shen mengeluarkan api ashura, api bintang hijau, dan api teratai biru.

Pertama-tama, Erlang Shen memasukkan api teratai biru ke dalam kristal tersebut. Hal itu dikarenakan diantara api surgawi yang dimilikinya, api bintang hijau adalah yang terlemah. Meski api itu menduduki peringkat ke-4 dalam urutan api terkuat di alam semesta.

Selanjutnya, Erlang Shen memasukkan api bintang hijau. Proses penyatuan itu tidak berlangsung lama. Hanya dalam waktu kurang dari 5 menit, api bintang hijau sudah menyatu dengan kristal itu.

Setelah itu, Erlang Shen mulai menyatukan api ashura ke kristal kobaran api. Api ashura lebih mendominasi di dalam kristal kobaran api tersebut. Meski begitu, ada sebuah sekat tipis yang menekan api ashura.

"Sekarang api suci." Erlang Shen bersiap untuk mengeluarkan inti api suci, tapi api suci keluar lebih dulu sebelum Erlang Shen mengeluarkannya.

"Kalau seperti ini, aku tidak perlu repot-repot," ucap Erlang Shen.

Api suci menyatu dengan kristal tersebut dan mengisi ruang kosong di dalam kristal tersebut. Awalnya tidak ada reaksi apapun, tapi beberapa detik kemudian, kobaran api menyelimuti kristal itu. Penyatuan 4 api surgawi terkuat membentuk kobaran api 4 warna, yaitu putih, biru, hijau, dan hitam. Suhu api itu berkali-kali lebih panas dibandingkan api suci.

Wuuuussssss

Api 4 warna itu berubah menjadi benang-benang api yang memasuki tubuh Erlang Shen. Sekitar setengah jam kemudian, api tersebut sudah memasuki dantian Erlang Shen.

"Lao Hu, apakah dia ibumu?" Erlang Shen bertanya kepada harimau kecil yang masih meratapi mayat seekor harimau besar.

Lao Hu menjawab pertanyaan Erlang Shen dengan anggukan kecil. Erlang Shen mendekat Lao Hu dan mengelus kepala harimau kecil itu. Erlang Shen mengeluarkan kristal sebesar kepalan tangan dari dada mayat harimau besar itu.

"Serap lah kristal itu. Setelah itu, kita akan menguburkan mayat ibumu," ucap Erlang Shen.

Lao Hu menyerap kristal jiwa milik ibunya. Kristal besar itu diserap olehnya dalam waktu kurang dari 20 menit. Dalam sekejap, kultivasi Lao Hu meningkat ke ranah langit tahap 4.

"Peningkatan yang sangat cepat, Lao Hu," puji Erlang Shen.

Erlang Shen menggali sebuah lubang di dalam gua dan berniat menguburkan mayat dari ibu Lao Hu, tapi Lao Hu memasang wajah sedih dan beberapa kali menggelengkan kepalanya.

"Kalau tidak dikubur, mayatnya mau diapakan?" tanya Erlang Shen.

Lao Hu mengeong, lalu ia memeluk harimau besar tersebut. Secara ajaib, harimau besar itu berubah menjadi cahaya dan terbang terbawa angin.

Setelah masalah mayat harimau terbatasi, Erlang Shen kemudian memanen herbal-herbal langka yang ada di dalam gua. Saat ia hendak pergi, Erlang Shen teringat dengan tombak yang melayang di gua. Ia lantas melompat dan memegang tombak tersebut. Tiba-tiba saja, tombak itu berdengung dan mengeluarkan serangan kejut yang membuat Erlang Shen terpental.

Erlang Shen menggenggam tombak tersebut. Tombak itu kembali berdengung dan bergetar hebat. Tangan Erlang Shen yang memegang tombak terluka dan berdarah. Secara ajaib, tombak tersebut langsung tenang setelah terkena darah Erlang Shen.

"Tombak yang aneh." Erlang Shen memasukkan tombak itu ke cincin ruangnya kemudian melesat meninggalkan gua tersebut.

Erlang Shen melesat tanpa henti. Setelah melesat selama berhari-hari, ia akhirnya menemukan kota kecil. Erlang Shen memutuskan untuk mampir di kota itu sekaligus mencari informasi tentang klan Shen.

"Semoga ada informasi tentang klan Shen di kota ini." Erlang Shen menyusuri jalan kota sembari mencari tempat dimana ia bisa mendapatkan informasi yang benar dan akurat.

"Sepertinya aku harus bertanya kepada orang lain." Erlang Shen yang mencari selama seharian tak menemukan tempat yang cocok untuk mencari informasi.

"Tuan Muda cari apa?" Seorang pria tua bertanya kepada Erlang Shen. Erlang Shen yang mendengar itu langsung berbalik sembari tersenyum.

"Aku membutuhkan informasi, tapi tidak tahu dimana aku bisa menemukan informasi yang akurat dan benar," jawab Erlang Shen.

"Dari sini, Tuan Muda jalan terus saja. Di ujung jalan sana, terdapat sebuah bangunan berlapis kristal. Tuan Muda bisa mendapatkan informasi di sana," jelas Pria tua tersebut.

"Terima kasih, Kakek." Erlang Shen langsung pergi ke tempat yang dimaksud oleh pria tua tersebut. Tak butuh waktu lama, Erlang Shen akhirnya menemukan bangunan berdinding kristal yang bertuliskan Paviliun Sanchi.

"Sepertinya ini tempatnya." Erlang Shen memasuki Paviliun itu tanpa perlu menjawab pertanyaan dari penjaga. Hal itu dikarenakan tidak ada yang menjaga pintu paviliun.

"Selamat datang di Paviliun Sanchi, ada yang bisa kubantu?" tanya Resepsionis Paviliun.

"Aku membutuhkan informasi tentang klan Shen," jawab Erlang Shen.

"Tunggu sebentar, Tuan." Resepsionis wanita itu memeriksa rak berisi gulungan yang terletak dibelakangnya. Tak berselang lama, resepsionis itu memberikan sebuah gulungan lusuh kepada Erlang Shen.

"Itu adalah peta klan Shen. Dari informasi yang kami miliki, klan Shen adalah salah satu klan kuno yang masih tersisa. Klan Shen terletak di kota Naga biru," jelas Resepsionis tersebut.

"Informasi terbaru yang kami dapat, klan Shen memburu seseorang yang dianggap penyebab hancurnya cabang klan Shen," lanjutnya.

Erlang Shen menautkan kedua alisnya setelah mendengar penjelasan dari Resepsionis itu. Jika benar klan Shen mencari seseorang yang menjadi penyebab hancurnya klan Shen pimpinan Shen Fu, maka bisa dipastikan kalau dialah yang diincar oleh klan Shen.

"Terima kasih atas informasinya." Erlang Shen meletakkan sekantong koin emas diatas meja lalu melangkah pergi.

"Tunggu dulu, Tuan!" Resepsionis itu meneriaki Erlang Shen. Langkahnya langsung terhenti saat mendengar teriakan dari resepsionis Paviliun Sanchi.

"Ada apa, ya?" tanya Erlang Shen.

"Masih ada informasi yang tak kalah penting. Klan Shen memiliki cermin pusaka yang dapat menunjukkan posisi dari orang yang dicari ataupun tempat-tempat yang akan dikunjungi. Selain itu, klan Shen juga memiliki prajurit elit dengan kultivasi ranah leluhur, serta puluhan kultivator ranah dewa," jelas resepsinya paviliun.

"Sekuat itu?" tanya Erlang Shen dalam hati. sebisa mungkin ia tetap bersikap tenang.

"Darimana mereka mendapatkan informasi itu? Setahuku, informasi tentang klan kuno sangat minim," batin Erlang Shen.

"Terima kasih atas informasinya. Kalau begitu, aku pamit dulu." Erlang Shen keluar dari paviliun Sanchi. Di pintu masuk paviliun, mata Erlang Shen menangkap sebuah cermin yang mengeluarkan aura samar.

"Cermin ilahi." Erlang Shen membatin. Ia meninggalkan halaman paviliun, kemudian menghilang tanpa meninggalkan jejak sama sekali.

Erlang Shen muncul di tempat yang cukup jauh dari kota. Erlang Shen duduk diatas pohon. Ia terlihat memikirkan sesuatu yang sangat mengganggunya.

"Cermin ilahi, informasi yang sangat akurat tentang klan Shen. Ditambah resepsionis itu menjawab tanpa keraguan. Paviliun itu pasti bawahan klan Shen kuno. Tidak mungkin juga mereka mendapatkan informasi tentang klan Shen yang dihancurkan dan juga informasi tentang seseorang yang menjadi penyebab hancurnya klan Shen. Peristiwanya 20 tahun yang lalu tidak mungkin seawet itu," batin Erlang Shen.

Terpopuler

Comments

Entis Sutisna

Entis Sutisna

Wow sepertinya ada yg aneh nih mengenai Paviliun Sanchi...lanjuuuutkan Thor...😡😡😍😍🔥🔥💪💪

2024-12-27

1

Deri

Deri

Nama kotanya apa Thor?

2025-03-03

0

Lanjutkan Tor

2024-12-24

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 Prolog
2 Chapter 2 Racun Bulan Es dan Tombak Suci
3 Chapter 3 Tetua Zilong
4 Chapter 4 Warisan Dewa Suci
5 Chapter 5 Berkumpulnya 7 saudara
6 Chapter 6 Ranah Bumi tahap 5
7 Chapter 7 Kedatang Xie Han
8 Chapter 8 Di Klan Erlang
9 Chapter 9 Mematahkan Kesombongan Qi Xu
10 chapter 10 Di Serikat Alkemis
11 chapter 11 Lao Hu si Harimau Bersayap
12 Chapter 12 Informasi Klan Shen
13 Chapter 13 Kedatangan Iblis petir Kembar
14 Chapter 14 Ranah Raja tahap 5
15 Chapter 15 Melawan Iblis
16 Chapter 16 Danau Petir
17 Chapter 17 Bertemu Pewaris Dewa Perang
18 Chapter 18 Erlang Shen VS Yun Feng
19 chapter 19 Awal Sebuah Bencana
20 Chapter 20 Sebuah Petunjuk
21 Chapter 21 Alam Es Kuno
22 Chapter 22 Inti Es
23 Chapter 23 Mendapatkan Api Abadi
24 Chapter 24 Masih Di Alam Kuno
25 Chapter 25 Masih Di Alam Kuno II
26 Chapter 26 Memecahkan Petunjuk
27 Chapter 27 Keluar Dari Alam Kuno
28 Chapter 28 Misteri Klan Qing
29 Chapter 29 Chimera
30 Chapter 30 Kau saudaraku, Bukan Bawahanku
31 Chapter 31 Klan Kuno Shen
32 Chapter 32 Tiga Hewan Suci
33 Chapter 33 Memasuki Wilayah Sekte kelelawar Iblis
34 Chapter 34 Putri Zhang Yang Licik
35 Chapter 35 Membunuh Master Ilusi
36 Chapter 36 Sergapan
37 Chapter 37 Terbunuhnya Tiga Jenderal Kekaisaran Zhang
38 Chapter 38 Dikendalikan Oleh Kekuatan Naga Emas
39 Chapter 39 Erlang Shen Sadar
40 Chapter 40 Membakar Perkemahan Prajurit Kekaisaran Han
41 Chapter 41 Gua Petir
42 Chapter 42 Petir 7 Warna.
43 Chapter 43 Pergerakan Iblis Langit
44 Chapter 44 Prajurit Langit
45 Chapter 45 Yun Feng dan Erlang Shen Bekerjasama
46 Chapter 46 Kota Semanggi
47 Chapter 47 Ling Yue dan Klan Ling
48 Chapter 48 Di Klan Ling
49 Chapter 49 Keinginan Yun Feng
50 Chapter 50 Membunuh Murid Sekte Naga Kembar
51 Chapter 51 Serangan Gabungan
52 Chapter 52 Lembah Tengkorak
53 Chapter 53 Lembah Tengkorak II
54 Chapter 54 Masih di Lembah Tengkorak
55 Chapter 55 Ranah Surgawi Tahap Awal
56 Chapter 56 Kota Bulan Perak
57 Chapter 57 Identitas Asli Zhang Fuyi
58 Chapter 58 Kemunculan Sang Naga Hitam
59 Chapter 59 Naga Bayangan Mulai Menyerang
60 Chapter 60 Pertarungan I
61 Chapter 61 Pertarungan II dan Jenderal Langit
62 Ultimatum Kaisar Langit
63 Chapter 63 Menuju Pulau Kura-Kura
64 Chapter 64 Pegasus Suci
65 Chapter 65 Rubah Merah Berekor Sembilan
66 Chapter 66 Mengacau di Klan Zhi
67 Chapter 67 Ultimatum Kedua Kaisar Langit
68 Chapter 68 Penjaga Pulau Kura-kura
69 Chapter 69 Pulau Kura-kura
70 Chapter 70 Masih Di Pulau Kura-kura
71 Chapter 71 Formasi Pulau Kura-Kura
72 Chapter 72 Menghancurkan Istana Kekaisaran Han
73 Chapter 73 Iblis Langit dan Klan Qing
74 Chapter 74 Di Klan Qing
75 Chapter 75 Purnama kembar
76 Chapter 76 Pertempuran I
77 Chapter 77 Pertempuran II (Elemen Kembar)
78 Chapter 78 Pertempuran III
79 Chapter 79 Pertempuran IV
80 Chapter 80 Pertarungan Berlanjut
81 Chapter 81 AKHIR DARI PERTEMPURAN
82 Chapter 82 Erlang Shen Vs Yun Feng
83 Chapter 83 Puncak Pertarungan
84 Chapter 84 Alam Atas
85 Chapter 85 Sekte Naga Langit
86 Chapter 86 Meningkatkan Kultivasi
87 Chapter 87 Pembunuh Bayaran Bulan Merah
88 Chapter 88 Menyelamatkan Yun Feng
89 Chapter 89 Konspirasi Tang Bao
90 Chapter 90 Mustika Raja
91 Chapter 91 Shen Tian Meng Sang Immortal Suci
92 Chapter 92 Terluka Parah
93 Chapter 93 Kota Bulan dan Gui Bing
94 Chapter 94 Utusan Dao Langit
95 Chapter 95 Keberadaan Ling Yue
96 Chapter 96 Istana Erlang Tang
97 Chapter 97 Elf Bulan Merah
98 Chapter 98 Sekte Kelopak Peri
99 Chapter 99 Patriak Fu Guo Zhi
100 Chapter 100 Melebur Jiwa Fu Guo Zhi
101 Chapter 101 Kitab Biru
102 Chapter 102 Istana Erlang Yun
103 Chapter 103 Berkumpul di Istana Erlang Yun
104 Chapter 104 Lembah Yin
105 Chapter 105 Gu Xia
106 Chapter 106 Kejutan dari Erlang Yun
107 Chapter 107 Mengembalikan Ingatan Erlang Chang
108 Chapter 108 Yang Dao dan Yang Hai
109 Chapter 109 Rencana Pernikahan
110 Chapter 110 Pernikahan
111 Chapter 111 Ketenangan Sebelum Badai Melanda
112 Chapter 112 Menggabungkan Dua Kekuatan
113 Chapter 113 Elemen Kegelapan
114 Chapter 114 Menyempurnakan Elemen
115 Menggetarkan Langit (End Chapter)
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Chapter 1 Prolog
2
Chapter 2 Racun Bulan Es dan Tombak Suci
3
Chapter 3 Tetua Zilong
4
Chapter 4 Warisan Dewa Suci
5
Chapter 5 Berkumpulnya 7 saudara
6
Chapter 6 Ranah Bumi tahap 5
7
Chapter 7 Kedatang Xie Han
8
Chapter 8 Di Klan Erlang
9
Chapter 9 Mematahkan Kesombongan Qi Xu
10
chapter 10 Di Serikat Alkemis
11
chapter 11 Lao Hu si Harimau Bersayap
12
Chapter 12 Informasi Klan Shen
13
Chapter 13 Kedatangan Iblis petir Kembar
14
Chapter 14 Ranah Raja tahap 5
15
Chapter 15 Melawan Iblis
16
Chapter 16 Danau Petir
17
Chapter 17 Bertemu Pewaris Dewa Perang
18
Chapter 18 Erlang Shen VS Yun Feng
19
chapter 19 Awal Sebuah Bencana
20
Chapter 20 Sebuah Petunjuk
21
Chapter 21 Alam Es Kuno
22
Chapter 22 Inti Es
23
Chapter 23 Mendapatkan Api Abadi
24
Chapter 24 Masih Di Alam Kuno
25
Chapter 25 Masih Di Alam Kuno II
26
Chapter 26 Memecahkan Petunjuk
27
Chapter 27 Keluar Dari Alam Kuno
28
Chapter 28 Misteri Klan Qing
29
Chapter 29 Chimera
30
Chapter 30 Kau saudaraku, Bukan Bawahanku
31
Chapter 31 Klan Kuno Shen
32
Chapter 32 Tiga Hewan Suci
33
Chapter 33 Memasuki Wilayah Sekte kelelawar Iblis
34
Chapter 34 Putri Zhang Yang Licik
35
Chapter 35 Membunuh Master Ilusi
36
Chapter 36 Sergapan
37
Chapter 37 Terbunuhnya Tiga Jenderal Kekaisaran Zhang
38
Chapter 38 Dikendalikan Oleh Kekuatan Naga Emas
39
Chapter 39 Erlang Shen Sadar
40
Chapter 40 Membakar Perkemahan Prajurit Kekaisaran Han
41
Chapter 41 Gua Petir
42
Chapter 42 Petir 7 Warna.
43
Chapter 43 Pergerakan Iblis Langit
44
Chapter 44 Prajurit Langit
45
Chapter 45 Yun Feng dan Erlang Shen Bekerjasama
46
Chapter 46 Kota Semanggi
47
Chapter 47 Ling Yue dan Klan Ling
48
Chapter 48 Di Klan Ling
49
Chapter 49 Keinginan Yun Feng
50
Chapter 50 Membunuh Murid Sekte Naga Kembar
51
Chapter 51 Serangan Gabungan
52
Chapter 52 Lembah Tengkorak
53
Chapter 53 Lembah Tengkorak II
54
Chapter 54 Masih di Lembah Tengkorak
55
Chapter 55 Ranah Surgawi Tahap Awal
56
Chapter 56 Kota Bulan Perak
57
Chapter 57 Identitas Asli Zhang Fuyi
58
Chapter 58 Kemunculan Sang Naga Hitam
59
Chapter 59 Naga Bayangan Mulai Menyerang
60
Chapter 60 Pertarungan I
61
Chapter 61 Pertarungan II dan Jenderal Langit
62
Ultimatum Kaisar Langit
63
Chapter 63 Menuju Pulau Kura-Kura
64
Chapter 64 Pegasus Suci
65
Chapter 65 Rubah Merah Berekor Sembilan
66
Chapter 66 Mengacau di Klan Zhi
67
Chapter 67 Ultimatum Kedua Kaisar Langit
68
Chapter 68 Penjaga Pulau Kura-kura
69
Chapter 69 Pulau Kura-kura
70
Chapter 70 Masih Di Pulau Kura-kura
71
Chapter 71 Formasi Pulau Kura-Kura
72
Chapter 72 Menghancurkan Istana Kekaisaran Han
73
Chapter 73 Iblis Langit dan Klan Qing
74
Chapter 74 Di Klan Qing
75
Chapter 75 Purnama kembar
76
Chapter 76 Pertempuran I
77
Chapter 77 Pertempuran II (Elemen Kembar)
78
Chapter 78 Pertempuran III
79
Chapter 79 Pertempuran IV
80
Chapter 80 Pertarungan Berlanjut
81
Chapter 81 AKHIR DARI PERTEMPURAN
82
Chapter 82 Erlang Shen Vs Yun Feng
83
Chapter 83 Puncak Pertarungan
84
Chapter 84 Alam Atas
85
Chapter 85 Sekte Naga Langit
86
Chapter 86 Meningkatkan Kultivasi
87
Chapter 87 Pembunuh Bayaran Bulan Merah
88
Chapter 88 Menyelamatkan Yun Feng
89
Chapter 89 Konspirasi Tang Bao
90
Chapter 90 Mustika Raja
91
Chapter 91 Shen Tian Meng Sang Immortal Suci
92
Chapter 92 Terluka Parah
93
Chapter 93 Kota Bulan dan Gui Bing
94
Chapter 94 Utusan Dao Langit
95
Chapter 95 Keberadaan Ling Yue
96
Chapter 96 Istana Erlang Tang
97
Chapter 97 Elf Bulan Merah
98
Chapter 98 Sekte Kelopak Peri
99
Chapter 99 Patriak Fu Guo Zhi
100
Chapter 100 Melebur Jiwa Fu Guo Zhi
101
Chapter 101 Kitab Biru
102
Chapter 102 Istana Erlang Yun
103
Chapter 103 Berkumpul di Istana Erlang Yun
104
Chapter 104 Lembah Yin
105
Chapter 105 Gu Xia
106
Chapter 106 Kejutan dari Erlang Yun
107
Chapter 107 Mengembalikan Ingatan Erlang Chang
108
Chapter 108 Yang Dao dan Yang Hai
109
Chapter 109 Rencana Pernikahan
110
Chapter 110 Pernikahan
111
Chapter 111 Ketenangan Sebelum Badai Melanda
112
Chapter 112 Menggabungkan Dua Kekuatan
113
Chapter 113 Elemen Kegelapan
114
Chapter 114 Menyempurnakan Elemen
115
Menggetarkan Langit (End Chapter)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!