Chapter 9 Mematahkan Kesombongan Qi Xu

"Oh, iya, Kak, aku ingin pergi," ungkap Erlang Shen.

Keinginan Erlang Shen itu membuat saudara-saudaranya menunduk untuk sesaat. Kemudian mereka mengangguk, tanda jika mereka mengiyakan keinginan Erlang Shen.

"Jaga dirimu baik-baik," ucap Erlang Yun.

"Pasti dong, Kak." Erlang Shen menimpali sembari tersenyum lebar.

Erlang Shen melesat meninggalkan klan. Setelah cukup jauh, ia langsung berteleportasi ke tempat terakhir ia berada sebelum dipaksa untuk pulang oleh Erlang Chang. Erlang Shen melesat dengan sangat cepat.

Saat matahari terbit keesokan harinya, Erlang Shen tiba di sebuah kota. Aura yang familiar membuat Erlang Shen memutuskan untuk singgah di kota tersebut.

"Aura ini ...." Erlang Shen memperhatikan sekelilingnya sembari mencari sumber dari aura yang ia rasakan, tapi sumber aura tersebut tidak dapat ia temukan.

"Sekilas auranya mirip dengan aura dewa perang," batin Erlang Shen.

Erlang Shen memasuki kota. Aura yang sebelumnya ia rasakan sudah menghilang. Hal itu membuatnya kebingungan. Erlang Shen menggunakan kekuatan jiwanya untuk mendeteksi keberadaan dari aura itu, tapi tak ia temukan. Aura itu seakan-akan menghilang dalam sekejap.

"Minggir!" Pinta seseorang kepada Erlang Shen.

"Apakah kau tuli?" tanya wanita itu.

"Jalanannya luas, jadi, aku tidak perlu minggir, kan?" Erlang Shen balik bertanya.

"Sialan." Wanita itu turun dari kudanya lalu Ia menyerang Erlang Shen.

Boooommmmm

Wanita itu terpental dan menghantam kudanya sendiri. hantaman yang keras itu membuat kuda tersebut langsung berlari. Wanita yang sebelumnya terjatuh keatas kudanya sendiri terjatuh dan ditendang oleh kuda tersebut dengan keras.

"Itu adalah karma dari kesombonganmu." Erlang Shen meninggalkan wanita tersebut. Sepanjang perjalanan, ia menggunakan kekuatan jiwanya untuk mencari sumber dari aura yang sebelumnya ia rasakan. Karena itulah, ia jalan-jalan di kota tanpa tujuan.

"Aura itu benar-benar menghilang." Erlang Shen akhirnya berhenti mencari sumber aura tersebut. Ia berbelok ke restoran untuk mengisi perutnya.

Saat sedang makan, aura yang sebelumnya kembali dirasakan oleh Erlang Shen. Erlang Shen langsung menghentikan makannya dan meletakkan beberapa 5 koin emas diatas meja, kemudian ia menghilang. Erlang Shen muncul di salah satu atap bangunan. Dari sana, ia melesat menuju ke pinggiran kota. Di sana, aura dewa perang makin kuat.

Tak beberapa lama kemudian, Erlang Shen tiba ditempat tujuannya. Anehnya, aura itu tiba-tiba saja menghilang. Hal itu membuat Erlang Shen kebingungan. Ia mencari-cari di wilayah tersebut, tapi sumber aura tersebut tak ia temukan.

"Jiwa dewa perang sudah menyatu denganku, tidak mungkin dia bereinkarnasi," gumam Erlang Shen.

Karena tak menemukan apapun, Erlang Shen kembali ke pusat kota. Sesaat setelah ia pergi, sebuah bola energi berwarna biru kemerahan melesat ke pusat kota. Bola energi itu memasuki tubuh seorang pemuda yang sedang sekarat. sisa-sisa dari warisan dewa perang menyatu dengan pemuda sekarat itu. Luka yang ada di sekujur tubuh pemuda itu sembuh seketika.

******

Erlang Shen melesat meninggalkan kota. Sepanjang perjalanan, ia masih memikirkan aura dewa perang yang dirasakannya.

"Apakah aura itu berasal dari sisa-sisa kekuatan dewa perang?" tanya Erlang Shen dalam hati.

"Kalau benar, itu artinya sisa-sisa kekuatan itu menyimpan dendam dan ambisi dewa perang." Erlang Shen bermonolog sembari terus melesat.

Setelah melesat selama beberapa hari, Erlang Shen akhirnya tiba di serikat alkemis. Tujuannya kesana adalah untuk mengambil api suci yang tersegel di sana. Untuk mengambil api suci itu, ia harus melewati penjagaan yang sangat ketat.

"Dari ingatan dewa suci, seharusnya api itu ada di sini." Erlang Shen bermonolog sembari memperhatikan bangunan besar yang ada di hadapannya. Bangunan itu adalah paviliun Serikat Alkemis

Erlang Shen memasuki Paviliun. Dua penjaga langsung menyilangkan tombak. Erlang Shen menghentikan langkahnya, karena jika ia masuk, maka ribuan orang akan memburunya.

"Tunjukkan lencana pengenalmu!" pinta salah seorang penjaga pintu.

"Aku tidak membawa lencana apapun," jawab Erlang Shen.

"Kalau begitu silahkan pergi. Serikat Alkemis tidak menerima tamu seorang tanpa identitas," ujar penjaga itu.

"Keputusan yang tepat paman! Orang tanpa identitas berarti adalah sampah terbuang," jelas seorang pemuda.

"Sampah tanpa identitas. Perkenalkan namaku Qi Xu, pewaris alkemis agung Yu Qiang," ucap Qi Xu dengan sombongnya.

"Oh." Hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Erlang Shen.

"Kau pasti berasal dari klan pinggiran. Aku yakin kau hanya mengetahui alkemis bintang 3 saja. Oh, iya, aku lupa memberitahumu, aku adalah alkemis bintang 5, dan aku adalah jenius alkemis termuda di kekaisaran Tang," jelas Qi Xu.

"Hanya Alkemis bintang 5, kukira kau Raja Alkemis," timpal Erlang Shen.

Ucapan Erlang Shen membuat Qi Xu diam mematung. Wajahnya merah padam karena menahan amarah. Meski begitu, ia tetap menyembunyikan amarahnya.

"Hei sampah! Aku menantangmu menyuling pil tingkat 5. Jika kau menang, maka aku bersujud padamu dan memotong kedua tanganku." Qi Xu menantang Erlang Shen. Ia mengira jika Erlang Shen tidak tahu apa-apa tentang alkemis.

"Satu lagi, jika kau menang, maka aku akan menghancurkan kultivasiku," lanjutnya.

"Kamu yakin?" tanya Erlang Shen kepada Qi Xu. Ia ingin memastikan jika Qi Xu benar-benar serius dengan ucapannya barusan.

"Kalau kau yang kalah, maka kau harus menjadi budakku." Qi Xu menunjuk Erlang Shen menggunakan pedangnya sambil tersenyum penuh kemenangan.

"Kuharap kau memegang ucapanmu." Erlang Shen menimpali.

"Sebelum aku mempermalukanmu, lebih baik kau mengaku kalah menjadi budakku," ucap Qi Xu.

"Daripada kau mengoceh tidak jelas, lebih baik kita menyuling pil sekarang!" pinta Erlang Shen.

"Ikut denganku!" pinta Qi Xu.

Erlang Shen mengikuti Qi Xu. Qi Xu membawa Erlang Shen ke tempat berlatih para alkemis muda serikat alkemis. Para alkemis muda yang ada di sana langsung menghentikan latihannya dan memberi hormat kepada Qi Xu.

"Saksikanlah kehebatan jenius ini menyuling pil," ucap Qi Xu.

"Tidak usah basa-basi, langsung menyuling pil saja," kesal Erlang Shen.

"Lihat baik-baik." Qi Xu mengeluarkan sebuah tungku. Setelah membersihkan herbal yang dia siapkan, Qi Xu langsung memasukkan ke dalam tungku dan mulai meleburkannya.

"Terlalu lama!" Erlang Shen menyuling pil tanpa menggunakan tungku. Para alkemis muda yang ada di sana menertawakan Erlang Shen yang mereka anggap bodoh.

"Lihat si bodoh itu! Sepertinya dia membuang-buang herbal saja," ucap seorang alkemis muda.

Erlang Shen tak mempedulikan ejekan orang-orang. Dia melebur herbal yang ada di dalam kobaran api dan mengubahnya menjadi pil sebesar kepalan tangan bayi.

Swuuuussss

Aroma obat menyebar ke seluruh tempat latihan para alkemis. Aroma obat itu berasal dari pil yang dibuat oleh Erlang Shen. Bukan hanya sebutir pil, melainkan ada 100 butir tingkat 5 kualitas sempurna.

Qi Xu yang baru memadatkan cairan herbal langsung menghentikan proses pemadatan pil. Mulutnya terbuka lebar saat melihat 100 butir pil melayang di hadapan Shen Long.

"Kau kalah! Sekarang, potong kedua tanganmu dan hancurkan kultivasimu!" pinta Erlang Shen.

"A-apa maksdumu?" tanya Qi Xu.

"Seingatku, tadi kau mengatakan akan memotong tangan serta menghancurkan kultivasimu jika aku memang dalam taruhan menyuling pil. Selain itu, kau juga bilang akan kalau aku menang, maka kau akan bersujud di hadapanku," jelas Erlang Shen.

"Cih, jangan mengada-ada, sampah! Aku tidak pernah mengatakan itu. Seharusnya, kaulah yang berlutut dan memotong kedua tanganmu itu," bantah Qi Xu.

"Kalau tidak mau, maka aku sendiri yang akan melakukannya." Erlang Shen mengeluarkan sebilah belati. Erlang Shen menyeringai, sembari memperhatikan Qi Xu yang sudah gemetar karena ketakutan.

Terpopuler

Comments

Qi Xu tdk tau kalau Mcnya tengil dan semaunya

2024-12-23

1

Entis Sutisna

Entis Sutisna

Lanjuuutkan Thor...👍👍😡😡😍😍🔥🔥💪💪😜😜😜😜😜😜😜😜😜😜😜😜😜😜😜

2024-12-26

1

Aman 2016

Aman 2016

top top top markotop lanjut Thor

2024-12-16

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 Prolog
2 Chapter 2 Racun Bulan Es dan Tombak Suci
3 Chapter 3 Tetua Zilong
4 Chapter 4 Warisan Dewa Suci
5 Chapter 5 Berkumpulnya 7 saudara
6 Chapter 6 Ranah Bumi tahap 5
7 Chapter 7 Kedatang Xie Han
8 Chapter 8 Di Klan Erlang
9 Chapter 9 Mematahkan Kesombongan Qi Xu
10 chapter 10 Di Serikat Alkemis
11 chapter 11 Lao Hu si Harimau Bersayap
12 Chapter 12 Informasi Klan Shen
13 Chapter 13 Kedatangan Iblis petir Kembar
14 Chapter 14 Ranah Raja tahap 5
15 Chapter 15 Melawan Iblis
16 Chapter 16 Danau Petir
17 Chapter 17 Bertemu Pewaris Dewa Perang
18 Chapter 18 Erlang Shen VS Yun Feng
19 chapter 19 Awal Sebuah Bencana
20 Chapter 20 Sebuah Petunjuk
21 Chapter 21 Alam Es Kuno
22 Chapter 22 Inti Es
23 Chapter 23 Mendapatkan Api Abadi
24 Chapter 24 Masih Di Alam Kuno
25 Chapter 25 Masih Di Alam Kuno II
26 Chapter 26 Memecahkan Petunjuk
27 Chapter 27 Keluar Dari Alam Kuno
28 Chapter 28 Misteri Klan Qing
29 Chapter 29 Chimera
30 Chapter 30 Kau saudaraku, Bukan Bawahanku
31 Chapter 31 Klan Kuno Shen
32 Chapter 32 Tiga Hewan Suci
33 Chapter 33 Memasuki Wilayah Sekte kelelawar Iblis
34 Chapter 34 Putri Zhang Yang Licik
35 Chapter 35 Membunuh Master Ilusi
36 Chapter 36 Sergapan
37 Chapter 37 Terbunuhnya Tiga Jenderal Kekaisaran Zhang
38 Chapter 38 Dikendalikan Oleh Kekuatan Naga Emas
39 Chapter 39 Erlang Shen Sadar
40 Chapter 40 Membakar Perkemahan Prajurit Kekaisaran Han
41 Chapter 41 Gua Petir
42 Chapter 42 Petir 7 Warna.
43 Chapter 43 Pergerakan Iblis Langit
44 Chapter 44 Prajurit Langit
45 Chapter 45 Yun Feng dan Erlang Shen Bekerjasama
46 Chapter 46 Kota Semanggi
47 Chapter 47 Ling Yue dan Klan Ling
48 Chapter 48 Di Klan Ling
49 Chapter 49 Keinginan Yun Feng
50 Chapter 50 Membunuh Murid Sekte Naga Kembar
51 Chapter 51 Serangan Gabungan
52 Chapter 52 Lembah Tengkorak
53 Chapter 53 Lembah Tengkorak II
54 Chapter 54 Masih di Lembah Tengkorak
55 Chapter 55 Ranah Surgawi Tahap Awal
56 Chapter 56 Kota Bulan Perak
57 Chapter 57 Identitas Asli Zhang Fuyi
58 Chapter 58 Kemunculan Sang Naga Hitam
59 Chapter 59 Naga Bayangan Mulai Menyerang
60 Chapter 60 Pertarungan I
61 Chapter 61 Pertarungan II dan Jenderal Langit
62 Ultimatum Kaisar Langit
63 Chapter 63 Menuju Pulau Kura-Kura
64 Chapter 64 Pegasus Suci
65 Chapter 65 Rubah Merah Berekor Sembilan
66 Chapter 66 Mengacau di Klan Zhi
67 Chapter 67 Ultimatum Kedua Kaisar Langit
68 Chapter 68 Penjaga Pulau Kura-kura
69 Chapter 69 Pulau Kura-kura
70 Chapter 70 Masih Di Pulau Kura-kura
71 Chapter 71 Formasi Pulau Kura-Kura
72 Chapter 72 Menghancurkan Istana Kekaisaran Han
73 Chapter 73 Iblis Langit dan Klan Qing
74 Chapter 74 Di Klan Qing
75 Chapter 75 Purnama kembar
76 Chapter 76 Pertempuran I
77 Chapter 77 Pertempuran II (Elemen Kembar)
78 Chapter 78 Pertempuran III
79 Chapter 79 Pertempuran IV
80 Chapter 80 Pertarungan Berlanjut
81 Chapter 81 AKHIR DARI PERTEMPURAN
82 Chapter 82 Erlang Shen Vs Yun Feng
83 Chapter 83 Puncak Pertarungan
84 Chapter 84 Alam Atas
85 Chapter 85 Sekte Naga Langit
86 Chapter 86 Meningkatkan Kultivasi
87 Chapter 87 Pembunuh Bayaran Bulan Merah
88 Chapter 88 Menyelamatkan Yun Feng
89 Chapter 89 Konspirasi Tang Bao
90 Chapter 90 Mustika Raja
91 Chapter 91 Shen Tian Meng Sang Immortal Suci
92 Chapter 92 Terluka Parah
93 Chapter 93 Kota Bulan dan Gui Bing
94 Chapter 94 Utusan Dao Langit
95 Chapter 95 Keberadaan Ling Yue
96 Chapter 96 Istana Erlang Tang
97 Chapter 97 Elf Bulan Merah
98 Chapter 98 Sekte Kelopak Peri
99 Chapter 99 Patriak Fu Guo Zhi
100 Chapter 100 Melebur Jiwa Fu Guo Zhi
101 Chapter 101 Kitab Biru
102 Chapter 102 Istana Erlang Yun
103 Chapter 103 Berkumpul di Istana Erlang Yun
104 Chapter 104 Lembah Yin
105 Chapter 105 Gu Xia
106 Chapter 106 Kejutan dari Erlang Yun
107 Chapter 107 Mengembalikan Ingatan Erlang Chang
108 Chapter 108 Yang Dao dan Yang Hai
109 Chapter 109 Rencana Pernikahan
110 Chapter 110 Pernikahan
111 Chapter 111 Ketenangan Sebelum Badai Melanda
112 Chapter 112 Menggabungkan Dua Kekuatan
113 Chapter 113 Elemen Kegelapan
114 Chapter 114 Menyempurnakan Elemen
115 Menggetarkan Langit (End Chapter)
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Chapter 1 Prolog
2
Chapter 2 Racun Bulan Es dan Tombak Suci
3
Chapter 3 Tetua Zilong
4
Chapter 4 Warisan Dewa Suci
5
Chapter 5 Berkumpulnya 7 saudara
6
Chapter 6 Ranah Bumi tahap 5
7
Chapter 7 Kedatang Xie Han
8
Chapter 8 Di Klan Erlang
9
Chapter 9 Mematahkan Kesombongan Qi Xu
10
chapter 10 Di Serikat Alkemis
11
chapter 11 Lao Hu si Harimau Bersayap
12
Chapter 12 Informasi Klan Shen
13
Chapter 13 Kedatangan Iblis petir Kembar
14
Chapter 14 Ranah Raja tahap 5
15
Chapter 15 Melawan Iblis
16
Chapter 16 Danau Petir
17
Chapter 17 Bertemu Pewaris Dewa Perang
18
Chapter 18 Erlang Shen VS Yun Feng
19
chapter 19 Awal Sebuah Bencana
20
Chapter 20 Sebuah Petunjuk
21
Chapter 21 Alam Es Kuno
22
Chapter 22 Inti Es
23
Chapter 23 Mendapatkan Api Abadi
24
Chapter 24 Masih Di Alam Kuno
25
Chapter 25 Masih Di Alam Kuno II
26
Chapter 26 Memecahkan Petunjuk
27
Chapter 27 Keluar Dari Alam Kuno
28
Chapter 28 Misteri Klan Qing
29
Chapter 29 Chimera
30
Chapter 30 Kau saudaraku, Bukan Bawahanku
31
Chapter 31 Klan Kuno Shen
32
Chapter 32 Tiga Hewan Suci
33
Chapter 33 Memasuki Wilayah Sekte kelelawar Iblis
34
Chapter 34 Putri Zhang Yang Licik
35
Chapter 35 Membunuh Master Ilusi
36
Chapter 36 Sergapan
37
Chapter 37 Terbunuhnya Tiga Jenderal Kekaisaran Zhang
38
Chapter 38 Dikendalikan Oleh Kekuatan Naga Emas
39
Chapter 39 Erlang Shen Sadar
40
Chapter 40 Membakar Perkemahan Prajurit Kekaisaran Han
41
Chapter 41 Gua Petir
42
Chapter 42 Petir 7 Warna.
43
Chapter 43 Pergerakan Iblis Langit
44
Chapter 44 Prajurit Langit
45
Chapter 45 Yun Feng dan Erlang Shen Bekerjasama
46
Chapter 46 Kota Semanggi
47
Chapter 47 Ling Yue dan Klan Ling
48
Chapter 48 Di Klan Ling
49
Chapter 49 Keinginan Yun Feng
50
Chapter 50 Membunuh Murid Sekte Naga Kembar
51
Chapter 51 Serangan Gabungan
52
Chapter 52 Lembah Tengkorak
53
Chapter 53 Lembah Tengkorak II
54
Chapter 54 Masih di Lembah Tengkorak
55
Chapter 55 Ranah Surgawi Tahap Awal
56
Chapter 56 Kota Bulan Perak
57
Chapter 57 Identitas Asli Zhang Fuyi
58
Chapter 58 Kemunculan Sang Naga Hitam
59
Chapter 59 Naga Bayangan Mulai Menyerang
60
Chapter 60 Pertarungan I
61
Chapter 61 Pertarungan II dan Jenderal Langit
62
Ultimatum Kaisar Langit
63
Chapter 63 Menuju Pulau Kura-Kura
64
Chapter 64 Pegasus Suci
65
Chapter 65 Rubah Merah Berekor Sembilan
66
Chapter 66 Mengacau di Klan Zhi
67
Chapter 67 Ultimatum Kedua Kaisar Langit
68
Chapter 68 Penjaga Pulau Kura-kura
69
Chapter 69 Pulau Kura-kura
70
Chapter 70 Masih Di Pulau Kura-kura
71
Chapter 71 Formasi Pulau Kura-Kura
72
Chapter 72 Menghancurkan Istana Kekaisaran Han
73
Chapter 73 Iblis Langit dan Klan Qing
74
Chapter 74 Di Klan Qing
75
Chapter 75 Purnama kembar
76
Chapter 76 Pertempuran I
77
Chapter 77 Pertempuran II (Elemen Kembar)
78
Chapter 78 Pertempuran III
79
Chapter 79 Pertempuran IV
80
Chapter 80 Pertarungan Berlanjut
81
Chapter 81 AKHIR DARI PERTEMPURAN
82
Chapter 82 Erlang Shen Vs Yun Feng
83
Chapter 83 Puncak Pertarungan
84
Chapter 84 Alam Atas
85
Chapter 85 Sekte Naga Langit
86
Chapter 86 Meningkatkan Kultivasi
87
Chapter 87 Pembunuh Bayaran Bulan Merah
88
Chapter 88 Menyelamatkan Yun Feng
89
Chapter 89 Konspirasi Tang Bao
90
Chapter 90 Mustika Raja
91
Chapter 91 Shen Tian Meng Sang Immortal Suci
92
Chapter 92 Terluka Parah
93
Chapter 93 Kota Bulan dan Gui Bing
94
Chapter 94 Utusan Dao Langit
95
Chapter 95 Keberadaan Ling Yue
96
Chapter 96 Istana Erlang Tang
97
Chapter 97 Elf Bulan Merah
98
Chapter 98 Sekte Kelopak Peri
99
Chapter 99 Patriak Fu Guo Zhi
100
Chapter 100 Melebur Jiwa Fu Guo Zhi
101
Chapter 101 Kitab Biru
102
Chapter 102 Istana Erlang Yun
103
Chapter 103 Berkumpul di Istana Erlang Yun
104
Chapter 104 Lembah Yin
105
Chapter 105 Gu Xia
106
Chapter 106 Kejutan dari Erlang Yun
107
Chapter 107 Mengembalikan Ingatan Erlang Chang
108
Chapter 108 Yang Dao dan Yang Hai
109
Chapter 109 Rencana Pernikahan
110
Chapter 110 Pernikahan
111
Chapter 111 Ketenangan Sebelum Badai Melanda
112
Chapter 112 Menggabungkan Dua Kekuatan
113
Chapter 113 Elemen Kegelapan
114
Chapter 114 Menyempurnakan Elemen
115
Menggetarkan Langit (End Chapter)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!