chapter 19 Awal Sebuah Bencana

Dhuaaaaaarrrrr

Ledakan mengguncang daratan. Akibat dari ledakan itu, pelindung berlapis alam langit kembali hancur. Di saat yang sama, serangan Erlang Shen mengenai Yun Feng. Serangan itu menyebabkan Yun Feng terpental.

"Hentikan pertarungan kalian." Suara seseorang membuat Erlang Shen dan Yun Feng terdiam. Keduanya menoleh ke sumber suara.

"Pertarungan kalian mengawali bencana besar," ujar pria itu.

"Kalian harus menghentikan bencana yang akan terjadi bagaimanapun caranya," jelas pria itu.

"Memangnya kau ini siapa?" tanya Yun Feng kepada pria yang baru datang.

"Siapa aku tidak penting. Yang harus kalian lakukan adalah hentikan bencana besar yang akan terjadi. Kalau kalian tidak menghentikannya, maka alam langit akan jatuh ke tangan para penguasa biadab itu," jelas pria tersebut.

"Hanya alam rendah saja, kenapa harus dilindungi." Yun Feng langsung pergi tanpa permisi. Sikapnya itu membuat pria yang baru datang itu kesal.

"Aku serahkan alam langit padamu." Pria itu langsung menghilang.

"Bencana apa yang dimaksud oleh orang itu?" tanya Erlang Shen.

"Bencana serupa yang terjadi jutaan tahun yang lalu," jelas Lao Hu.

"Bencana yang terjadi jutaan tahun yang lalu." Erlang Shen kebingungan setelah mendengar jawaban dari Lao Hu.

"Jutaan tahun yang lalu, kaisar iblis dan kaisar langit memperebutkan sesuatu di alam langit ini. Pertarungan mereka menyebabkan alam langit menjadi kacau. Pertarungan mereka juga menyebabkan alam langit yang awalnya setara dengan alam yang lebih tinggi melemah seiring berjalannya waktu," jelas Lao Hu.

"Waktu itu, Dewa Suci dan Dewa Perang turun tangan untuk melindungi alam langit, namun keduanya tidak bisa mengalahkan kaisar langit dan juga kaisar iblis. Jadi, satu-satunya cara untuk melindungi alam langit adalah dengan menyegelnya," lanjut Lao Hu.

"Pertama-tama, aku harus mencari benda yang diincar oleh kaisar langit," gumam Erlang Shen.

Erlang Shen melesat meninggalkan lembah. Sementara' itu, Yun Feng muncul di tempat persembunyian para iblis di alam langit. Di sana, dia langsung menemui kaisar iblis.

"Kenapa kau ke sini?" tanya Kaisar Iblis kepada Yun Feng dengan nada tak suka.

"Aku kesini untuk bekerja sama denganmu," jawab Yun Feng.

"Kau pikir aku akan percaya kepada Dewa Pelindung alam langit? Kau dan pendahulumu sama-sama licik," ujar Kaisar Iblis.

"Jangan samakan aku dengannya. Aku bukan orang bodoh yang akan melindungi alam rendah yang tak berguna ini." Yun Feng menimpali. Respon Yun Feng itu membuat Kaisar Iblis tersenyum senang.

"Kalau kau ingin bekerjasama denganku, maka kau harus memberikanku inti langit." Kaisar Iblis mengajukan syarat kepada Yun Feng. Yun Feng yang tak tahu apa-apa tentang inti langit menyanggupi syarat itu. Setelah Yun Feng pergi, Kaisar Iblis tertawa.

"Tak kusangka, dewa perang selanjutnya sangat bodoh. Sebentar lagi, kaisar langit akan tunduk dibawah kakiku," ucap Kaisar Iblis.

******

Erlang Shen melesat dengan cepat. Sementara' itu, tanpa ia sadari, pasukan dari alam atas mulai memasuki alam langit. Mereka diperintahkan untuk mencari inti langit yang legendaris.

"Lao Hu, apakah kau mengetahui benda yang dicari oleh kaisar iblis dan kaisar langit?" tanya Erlang Shen.

"Kalau soal itu, aku tidak tahu. Yang aku tahu, kedua kaisar itu mencari sesuatu yang bisa mengantarkan mereka menjadi penguasa tertinggi," jelas Lao Hu.

"Penguasa tertinggi." Erlang Shen bergumam sambil berpikir. Dia tidak mungkin mencari sesuatu yang tak ia ketahui wujud dan bentuknya.

"Kalau bentuknya tidak kuketahui, bagaimana aku bisa menemukannya?" tanya Erlang Shen dalam hati.

"Mungkin kakak bisa mencari petunjuknya. Biasanya benda yang identik dengan penguasa itu tersimpan ditempat yang tak bisa disangka-sangka," jelas Lao Hu.

"Entah kenapa, aku merasa benda itu berada di dekatku, tapi dimana? Tidak mungkin juga aku memberitahu kakak kalau sebenarnya benda itu adalah inti langit. Andai ibu Dewi tidak melarangku, mungkin aku sudah memberitahukan hal itu kepada kakak." Lao membatin Ia mengedarkan kekuatan jiwanya secara diam-diam untuk mencari inti langit, namun tak ia temukan. Seakan-akan benda tersebut dilindungi oleh kekuatan tak kasat mata.

Erlang Shen terus melesat. Tak beberapa lama kemudian, beberapa orang langsung menghadangnya. Orang yang menghadangnya bukan orang-orang klan Shen, melainkan orang-orang yang tak ia kenali.

"Sepertinya dia orangnya," ujar salah satu diantara mereka.

"Siapa kalian?" tanya Erlang Shen tombak biru yang siap ia gunakan.

Wuuuussssss

Wuuuussssss

Pertanyaan Erlang Shen tak dijawab. Beberapa orang itu justru menyerangnya dengan ribuan pedang petir.

Boooommmmm

Boooommmmm

Boooommmmm

Ribuan pedang petir itu diledakkan oleh Erlang Shen menggunakan tombak langit. Erlang Shen memutar tombaknya, sehingga serangan berupa puluhan naga api menyerang orang-orang yang menghadangnya.

Boooommmmm

Ledakan terdengar. Salah seorang diantara mereka berubah menjadi kabut darah. ketiga orang lainnya langsung menyusun formasi.

"Terlalu lambat." Erlang Shen tiba-tiba saja muncul di tengah-tengah formasi yang belum jadi. Denhan satu serangan, formasi tersebut langsung meledak.

Jleeeebbb

Tombak langit menusuk jantung pria berambut biru. Saat itu juga, pria tersebut langsung ambruk ke tanah.

"Sekarang katakan, siapa yang mengirim kalian!" pinta Erlang Shen.

"Kau tidak pantas untuk mengetahui tuan kami," timpal pria berambut pirang.

Swuuuussss

Traaaangggg

Serangan Erlang Shen ditahan menggunakan tombak. Erlang Shen melapisi tangannya dengan api. tinju berapi Erlang Shen mendarat di dada pria yang menahan serangannya. Saat itu juga, pria tersebut terbakar dan berubah menjadi abu dalam sekejap.

"Siapa yang mengutus kalian?" tanya Erlang Shen kepada pria berambut hitam. Pria itu tak merespon. Ia justru meledakkan dirinya untuk menjaga identitas orang yang mengutus mereka.

"Kakak, kenapa kau tidak menggunakan mata langit untuk mencari tahu orang yang mengirim mereka?" tanya Lao Hu.

"Aku lupa," jawab Erlang Shen.

"Kalau begitu, berikan saja mata langit itu padaku. Kakak juga tidak pernah menggunakannya." Lao Hu menimpali.

"Tidak akan," balas Erlang Shen.

"Yaelah, Kak, aku hanya bercanda, jangan dianggap serius," jelas Lao Hu.

"Kak, mata langit seharusnya warna apa?" tanya Lao Hu.

"Biru," jawab Erlang Shen singkat.

"Seharusnya biru, tapi kenapa mata langit kakak memiliki pola bintang 8 berwarna emas?" tanya Lao Hu.

"Mungkin hanya kebetulan," jawab Erlang Shen.

"Kakak tidak penasaran dengan pola bintang itu?" tanya Lao Hu.

"Memangnya ada pola bintang di mataku?" tanya Erlang Shen.

"Ada, tapi hanya muncul beberapa detik, setelah itu hilang. Aku penasaran, tapi kakak tidak penasaran sama sekali," jelas Lao Hu.

"Lao Hu, sebenarnya kau ini harimau jenis apa?" tanya Erlang Shen.

"Aku juga tidak tahu," jawab Lao Hu.

"Semua hal yang tak berkaitan dengan dirimu kau tahu, tapi giliran dirimu sendiri, kau tidak tahu apa-apa." Erlang Shen menimpali.

"Ibuku menghapus sebagian ingatanku," jelas Lao Hu.

"Pantas saja." Erlang Shen kembali melesat. Sepanjang perjalanan, Lao Hu hanya tidur diatas kepala Erlang Shen. Bentuknya yang sangat kecil itu membuat seseorang tidak bisa melihatnya dari kejauhan.

Terpopuler

Comments

Entis Sutisna

Entis Sutisna

Wow hayoooo teruuusskan...lanjjiutkan Thor..💪💪😍😍🔥🔥

2024-12-29

1

Lao Hu lucu sekali tdk tahu dg dirinya sendiri

2024-12-24

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 Prolog
2 Chapter 2 Racun Bulan Es dan Tombak Suci
3 Chapter 3 Tetua Zilong
4 Chapter 4 Warisan Dewa Suci
5 Chapter 5 Berkumpulnya 7 saudara
6 Chapter 6 Ranah Bumi tahap 5
7 Chapter 7 Kedatang Xie Han
8 Chapter 8 Di Klan Erlang
9 Chapter 9 Mematahkan Kesombongan Qi Xu
10 chapter 10 Di Serikat Alkemis
11 chapter 11 Lao Hu si Harimau Bersayap
12 Chapter 12 Informasi Klan Shen
13 Chapter 13 Kedatangan Iblis petir Kembar
14 Chapter 14 Ranah Raja tahap 5
15 Chapter 15 Melawan Iblis
16 Chapter 16 Danau Petir
17 Chapter 17 Bertemu Pewaris Dewa Perang
18 Chapter 18 Erlang Shen VS Yun Feng
19 chapter 19 Awal Sebuah Bencana
20 Chapter 20 Sebuah Petunjuk
21 Chapter 21 Alam Es Kuno
22 Chapter 22 Inti Es
23 Chapter 23 Mendapatkan Api Abadi
24 Chapter 24 Masih Di Alam Kuno
25 Chapter 25 Masih Di Alam Kuno II
26 Chapter 26 Memecahkan Petunjuk
27 Chapter 27 Keluar Dari Alam Kuno
28 Chapter 28 Misteri Klan Qing
29 Chapter 29 Chimera
30 Chapter 30 Kau saudaraku, Bukan Bawahanku
31 Chapter 31 Klan Kuno Shen
32 Chapter 32 Tiga Hewan Suci
33 Chapter 33 Memasuki Wilayah Sekte kelelawar Iblis
34 Chapter 34 Putri Zhang Yang Licik
35 Chapter 35 Membunuh Master Ilusi
36 Chapter 36 Sergapan
37 Chapter 37 Terbunuhnya Tiga Jenderal Kekaisaran Zhang
38 Chapter 38 Dikendalikan Oleh Kekuatan Naga Emas
39 Chapter 39 Erlang Shen Sadar
40 Chapter 40 Membakar Perkemahan Prajurit Kekaisaran Han
41 Chapter 41 Gua Petir
42 Chapter 42 Petir 7 Warna.
43 Chapter 43 Pergerakan Iblis Langit
44 Chapter 44 Prajurit Langit
45 Chapter 45 Yun Feng dan Erlang Shen Bekerjasama
46 Chapter 46 Kota Semanggi
47 Chapter 47 Ling Yue dan Klan Ling
48 Chapter 48 Di Klan Ling
49 Chapter 49 Keinginan Yun Feng
50 Chapter 50 Membunuh Murid Sekte Naga Kembar
51 Chapter 51 Serangan Gabungan
52 Chapter 52 Lembah Tengkorak
53 Chapter 53 Lembah Tengkorak II
54 Chapter 54 Masih di Lembah Tengkorak
55 Chapter 55 Ranah Surgawi Tahap Awal
56 Chapter 56 Kota Bulan Perak
57 Chapter 57 Identitas Asli Zhang Fuyi
58 Chapter 58 Kemunculan Sang Naga Hitam
59 Chapter 59 Naga Bayangan Mulai Menyerang
60 Chapter 60 Pertarungan I
61 Chapter 61 Pertarungan II dan Jenderal Langit
62 Ultimatum Kaisar Langit
63 Chapter 63 Menuju Pulau Kura-Kura
64 Chapter 64 Pegasus Suci
65 Chapter 65 Rubah Merah Berekor Sembilan
66 Chapter 66 Mengacau di Klan Zhi
67 Chapter 67 Ultimatum Kedua Kaisar Langit
68 Chapter 68 Penjaga Pulau Kura-kura
69 Chapter 69 Pulau Kura-kura
70 Chapter 70 Masih Di Pulau Kura-kura
71 Chapter 71 Formasi Pulau Kura-Kura
72 Chapter 72 Menghancurkan Istana Kekaisaran Han
73 Chapter 73 Iblis Langit dan Klan Qing
74 Chapter 74 Di Klan Qing
75 Chapter 75 Purnama kembar
76 Chapter 76 Pertempuran I
77 Chapter 77 Pertempuran II (Elemen Kembar)
78 Chapter 78 Pertempuran III
79 Chapter 79 Pertempuran IV
80 Chapter 80 Pertarungan Berlanjut
81 Chapter 81 AKHIR DARI PERTEMPURAN
82 Chapter 82 Erlang Shen Vs Yun Feng
83 Chapter 83 Puncak Pertarungan
84 Chapter 84 Alam Atas
85 Chapter 85 Sekte Naga Langit
86 Chapter 86 Meningkatkan Kultivasi
87 Chapter 87 Pembunuh Bayaran Bulan Merah
88 Chapter 88 Menyelamatkan Yun Feng
89 Chapter 89 Konspirasi Tang Bao
90 Chapter 90 Mustika Raja
91 Chapter 91 Shen Tian Meng Sang Immortal Suci
92 Chapter 92 Terluka Parah
93 Chapter 93 Kota Bulan dan Gui Bing
94 Chapter 94 Utusan Dao Langit
95 Chapter 95 Keberadaan Ling Yue
96 Chapter 96 Istana Erlang Tang
97 Chapter 97 Elf Bulan Merah
98 Chapter 98 Sekte Kelopak Peri
99 Chapter 99 Patriak Fu Guo Zhi
100 Chapter 100 Melebur Jiwa Fu Guo Zhi
101 Chapter 101 Kitab Biru
102 Chapter 102 Istana Erlang Yun
103 Chapter 103 Berkumpul di Istana Erlang Yun
104 Chapter 104 Lembah Yin
105 Chapter 105 Gu Xia
106 Chapter 106 Kejutan dari Erlang Yun
107 Chapter 107 Mengembalikan Ingatan Erlang Chang
108 Chapter 108 Yang Dao dan Yang Hai
109 Chapter 109 Rencana Pernikahan
110 Chapter 110 Pernikahan
111 Chapter 111 Ketenangan Sebelum Badai Melanda
112 Chapter 112 Menggabungkan Dua Kekuatan
113 Chapter 113 Elemen Kegelapan
114 Chapter 114 Menyempurnakan Elemen
115 Menggetarkan Langit (End Chapter)
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Chapter 1 Prolog
2
Chapter 2 Racun Bulan Es dan Tombak Suci
3
Chapter 3 Tetua Zilong
4
Chapter 4 Warisan Dewa Suci
5
Chapter 5 Berkumpulnya 7 saudara
6
Chapter 6 Ranah Bumi tahap 5
7
Chapter 7 Kedatang Xie Han
8
Chapter 8 Di Klan Erlang
9
Chapter 9 Mematahkan Kesombongan Qi Xu
10
chapter 10 Di Serikat Alkemis
11
chapter 11 Lao Hu si Harimau Bersayap
12
Chapter 12 Informasi Klan Shen
13
Chapter 13 Kedatangan Iblis petir Kembar
14
Chapter 14 Ranah Raja tahap 5
15
Chapter 15 Melawan Iblis
16
Chapter 16 Danau Petir
17
Chapter 17 Bertemu Pewaris Dewa Perang
18
Chapter 18 Erlang Shen VS Yun Feng
19
chapter 19 Awal Sebuah Bencana
20
Chapter 20 Sebuah Petunjuk
21
Chapter 21 Alam Es Kuno
22
Chapter 22 Inti Es
23
Chapter 23 Mendapatkan Api Abadi
24
Chapter 24 Masih Di Alam Kuno
25
Chapter 25 Masih Di Alam Kuno II
26
Chapter 26 Memecahkan Petunjuk
27
Chapter 27 Keluar Dari Alam Kuno
28
Chapter 28 Misteri Klan Qing
29
Chapter 29 Chimera
30
Chapter 30 Kau saudaraku, Bukan Bawahanku
31
Chapter 31 Klan Kuno Shen
32
Chapter 32 Tiga Hewan Suci
33
Chapter 33 Memasuki Wilayah Sekte kelelawar Iblis
34
Chapter 34 Putri Zhang Yang Licik
35
Chapter 35 Membunuh Master Ilusi
36
Chapter 36 Sergapan
37
Chapter 37 Terbunuhnya Tiga Jenderal Kekaisaran Zhang
38
Chapter 38 Dikendalikan Oleh Kekuatan Naga Emas
39
Chapter 39 Erlang Shen Sadar
40
Chapter 40 Membakar Perkemahan Prajurit Kekaisaran Han
41
Chapter 41 Gua Petir
42
Chapter 42 Petir 7 Warna.
43
Chapter 43 Pergerakan Iblis Langit
44
Chapter 44 Prajurit Langit
45
Chapter 45 Yun Feng dan Erlang Shen Bekerjasama
46
Chapter 46 Kota Semanggi
47
Chapter 47 Ling Yue dan Klan Ling
48
Chapter 48 Di Klan Ling
49
Chapter 49 Keinginan Yun Feng
50
Chapter 50 Membunuh Murid Sekte Naga Kembar
51
Chapter 51 Serangan Gabungan
52
Chapter 52 Lembah Tengkorak
53
Chapter 53 Lembah Tengkorak II
54
Chapter 54 Masih di Lembah Tengkorak
55
Chapter 55 Ranah Surgawi Tahap Awal
56
Chapter 56 Kota Bulan Perak
57
Chapter 57 Identitas Asli Zhang Fuyi
58
Chapter 58 Kemunculan Sang Naga Hitam
59
Chapter 59 Naga Bayangan Mulai Menyerang
60
Chapter 60 Pertarungan I
61
Chapter 61 Pertarungan II dan Jenderal Langit
62
Ultimatum Kaisar Langit
63
Chapter 63 Menuju Pulau Kura-Kura
64
Chapter 64 Pegasus Suci
65
Chapter 65 Rubah Merah Berekor Sembilan
66
Chapter 66 Mengacau di Klan Zhi
67
Chapter 67 Ultimatum Kedua Kaisar Langit
68
Chapter 68 Penjaga Pulau Kura-kura
69
Chapter 69 Pulau Kura-kura
70
Chapter 70 Masih Di Pulau Kura-kura
71
Chapter 71 Formasi Pulau Kura-Kura
72
Chapter 72 Menghancurkan Istana Kekaisaran Han
73
Chapter 73 Iblis Langit dan Klan Qing
74
Chapter 74 Di Klan Qing
75
Chapter 75 Purnama kembar
76
Chapter 76 Pertempuran I
77
Chapter 77 Pertempuran II (Elemen Kembar)
78
Chapter 78 Pertempuran III
79
Chapter 79 Pertempuran IV
80
Chapter 80 Pertarungan Berlanjut
81
Chapter 81 AKHIR DARI PERTEMPURAN
82
Chapter 82 Erlang Shen Vs Yun Feng
83
Chapter 83 Puncak Pertarungan
84
Chapter 84 Alam Atas
85
Chapter 85 Sekte Naga Langit
86
Chapter 86 Meningkatkan Kultivasi
87
Chapter 87 Pembunuh Bayaran Bulan Merah
88
Chapter 88 Menyelamatkan Yun Feng
89
Chapter 89 Konspirasi Tang Bao
90
Chapter 90 Mustika Raja
91
Chapter 91 Shen Tian Meng Sang Immortal Suci
92
Chapter 92 Terluka Parah
93
Chapter 93 Kota Bulan dan Gui Bing
94
Chapter 94 Utusan Dao Langit
95
Chapter 95 Keberadaan Ling Yue
96
Chapter 96 Istana Erlang Tang
97
Chapter 97 Elf Bulan Merah
98
Chapter 98 Sekte Kelopak Peri
99
Chapter 99 Patriak Fu Guo Zhi
100
Chapter 100 Melebur Jiwa Fu Guo Zhi
101
Chapter 101 Kitab Biru
102
Chapter 102 Istana Erlang Yun
103
Chapter 103 Berkumpul di Istana Erlang Yun
104
Chapter 104 Lembah Yin
105
Chapter 105 Gu Xia
106
Chapter 106 Kejutan dari Erlang Yun
107
Chapter 107 Mengembalikan Ingatan Erlang Chang
108
Chapter 108 Yang Dao dan Yang Hai
109
Chapter 109 Rencana Pernikahan
110
Chapter 110 Pernikahan
111
Chapter 111 Ketenangan Sebelum Badai Melanda
112
Chapter 112 Menggabungkan Dua Kekuatan
113
Chapter 113 Elemen Kegelapan
114
Chapter 114 Menyempurnakan Elemen
115
Menggetarkan Langit (End Chapter)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!