Chapter 7 Kedatang Xie Han

Setelah Memetik herbal di dalam dan diluar gua, Erlang Shen kembali ke klan Shen. Bertepatan dengan itu, seorang gadis cantik menghentikan Erlang Shen dengan pedang yang terhunus.

"Berhenti! Kau memasuki wilayah klan Shen!" Seru gadis cantik tersebut.

"Kamu siapa?" tanya Erlang Shen.

"Aku Nona Muda klan Erlang, Erlang Ying, putri dari Patriak Erlang Juan." Erlang Ying memperkenalkan dirinya.

Jawaban dari gadis itu membuat Erlang Shen terkejut. Pasalnya, ia tak menyangka jika dirinya telah berkultivasi belasan tahun. Terlebih lagi, gadis di depannya berusia 18 tahun.

Erlang Shen tak menghiraukan Erlang Ying. Ia langsung melesat menuju ke aula klan Shen yang sekarang berganti nama menjadi klan Erlang.

"Kakak!" teriak Erlang Shen. Teriakannya itu membuat seluruh Tetua terkejut.

"Setelah 20 tahun, akhirnya kau kembali juga," ucap Erlang Juan. Ucapan Erlang Juan membuat Erlang Shen semakin kaget.

"Kakak tidak bercanda, kan?" tanya Erlang Shen kepada kakaknya, Erlang Juan.

"Tidak, kau memang menghilang selama 20 tahun, tapi anehnya kau masih seperti anak muda yang berusia 15 tahun," jelas Erlang Juan.

"Tapi, bagaimana mungkin? Bukankah aku hanya berkultivasi selama beberapa hari saja?" tanya Erlang Shen.

"Memangnya kau berkultivasi dimana?" tanya Erlang Gu.

"Di gua yang terletak di sebelah utara klan sekitar 400 meter dari sini," jelas Erlang Shen.

"Gua hampa, pantas saja kau tidak kembali-kembali. Gua itu sangat aneh. Saat ada orang yang berkultivasi di dalam gua, maka aliran waktu di dalam gua itu akan berhenti. Bisa juga melambat atau aliran waktunya menjadi sangat cepat. Melihatmu yang tak berubah sama sekali, kakek yakin aliran waktu di sana berhenti," jelas Erlang Gu.

"Masih mending hanya 20 tahun, daripada berkultivasi disana selama ratusan tahun," lanjut Erlang Gu.

"Kalau begitu, aku akan pergi lagi." Erlang Shen melesat meninggalkan aula klan. Sebelum ia meninggalkan klan, Erlang Yun langsung menghentikannya.

"Bocah nakal, setelah menghilang selama 20 tahun, kau ingin pergi lagi?" tanya Erlang Yun.

"Maaf, ya, kakakku yang paling cantik, aku mau pergi lagi. Tenang saja, aku akan kembali dan tak akan menghilang lagi." Erlang Shen langsung pergi sebelum Erlang Yun meresponnya. Hal itu membuat Erlang Yun kesal dan mengumpat.

"Belum juga dia bertemu dengan keponakannya, dia sudah menghilang," kesal Erlang Yun.

"Meski usianya yang sesungguhnya adalah 35 tahun, tapi secara spesifik ia masih anak-anak," jelas Erlang Tang.

"Setidaknya dia menginap dulu, jangan pergi-pergi saja," ucap Erlang Yun.

Erlang Shen sebenarnya belum pergi. Ia berziarah di makam kedua orang tuanya yang terletak di bekas wilayah buangan klan Shen. Makam itu sangat terawat hanya ada beberapa rumput ilalang yang tumbuh disekitar makam.

"Ayah, Ibu, aku sangat merindukan kalian," ucap Erlang Shen.

"Andai saja kalian bisa hidup kembali, aku akan sangat bahagia, tapi itu tidak mungkin," lanjutnya.

"Ibu, ayah, aku pergi dulu." Erlang Shen meninggalkan makam kedua orang tuanya. Ia melesat meninggalkan kota Anggrek.

Erlang Shen sangat kaget ketika melewati kota yang dulunya merupakan hutan. Hanya sebagian kecil saja hutan yang masih tersisa.

"Seharusnya wilayah hutan luas ini dulunya adalah hutan yang berbatasan langsung dengan sekte Bintang Es," batin Erlang Shen.

Erlang Shen melesat melewati kota tersebut. Setelah melewati kota, ia tiba di wilayah bersalju. Tempat itu mengingatkannya kepada seseorang yang dulu menyerangnya.

"Di padang es ini ada beberapa herbal langka dan juga mutiara es. Aku tidak akan melewatkan kedua barang langka itu." Erlang Shen mendarat di atas es. Setelah memeriksa es tersebut, ia kemudian mengambil herbal es dan juga mutiara es tanpa menyisakan sedikitpun. Bahkan, sisa-sisa mutiara es atau herbal muda tak disisakan oleh Erlang Shen.

"Karena salah satu orang dari sekte Bintang Es perna menyerangku, jadi, sebagai kompensasi aku akan mengambil sebagian sumber daya di tempat ini." Erlang Shen kembali menjelajahi hamparan es yang luas itu. Setiap menemukan herbal, Erlang Shen memetik semuanya. Herbal yang disisakan pun hanyalah herbal yang baru tumbuh.

"Terima kasih atas herbalnya." Erlang Shen berteriak. Teriakannya itu terdengar hingga ke aula sekte Bintang Es.

Seorang tetua yang mendengar teriakan itu langsung ke pasang es dan memeriksa herbal-herbal yang ada di sana. Dia juga memeriksa mutiara es dan beberapa sumber daya langka lainnya. Namun, semuanya sudah tidak ada. herbal yang tersisa hanyalah herbal yang baru tumbuh.

"Hai, Paman, kita bertemu lagi." Erlang Shen tiba-tiba saja muncul di depan Tetua sekte Bintang Es. Ia memukul Tetua itu, sehingga sang Tetua terlempar puluhan meter.

"Bocah sialan, bocah b*ngs*t." Tetua sekte Bintang Es mengumpat penuh amarah.

"22 tahun yang lalu, Paman memukul seorang anak yang berusia 13 tahun. Anak itu kedinginan, tapi Paman tidak mempedulikannya," ucap Erlang Shen.

"Jangan-jangan ... Kau adalah anak itu." Tetua itu menebak. Erlang Shen tersenyum kecil lalu ia merubah tampilannya menjadi dirinya sewaktu berusia 13 tahun.

"Ya, akulah orangnya," jawab Erlang Shen.

"Tidak usah bingung, aku akan membuat paman merasakan apa yang kurasakan." Erlang Shen memasukkan diagram es ke dalam dantian Tetua tersebut. Diagram es itu sama fungsinya dengan racun bulan es.

"Nikmatilah rasa dingin itu." Erlang Shen melesat meninggalkan Tetua sekte Bintang Es. Tetua itu hendak mengejar, tapi tubuhnya tiba-tiba saja kedinginan.

"Perlahan-lahan, es itu akan membunuhmu," gumam Erlang Shen.

"Bocah nakal." Erlang Chang tiba-tiba saja muncul di hadapan Erlang Shen. Kemunculan kakaknya membuatnya terkejut, hampir saja terjatuh.

"Kakak, kenapa kau tiba-tiba muncul di depanku?" Protes Erlang Shen.

"Bocah nakal! Ada hal penting yang harus kukatakan padamu, tapi kau sudah pergi." Erlang Chang menatap adiknya dengan kesal.

"Apa itu?" tanya Erlang Shen.

"Hari ini, kakek Han akan datang. Kakek Han adalah ayah dari ibu. Sekarang juga kau kembali ke klan. Kalau menolak, maka kau akan kubawa paksa," ucap Erlang Chang.

"Aku tidak mau bertemu dengannya. Saat Ibu disiksa dan dieksekusi, dia tidak pernah muncul," ucap Erlang Shen.

"Berhentilah membantah." Erlang Chang menarik pakaian Erlang Shen dan membawanya ke aula. Orang-orang yang ada di aula menertawakan Erlang Shen yang dibawa paksa oleh kakaknya, Erlang Chang.

"Kalau masih tertawa, maka kubuat paman Tetua tidak bisa bicara," kesal Erlang Shen.

Bukannya berhenti, para Tetua justru tertawa terbahak-bahak. Bahkan, Erlang Juan ikut tertawa. Erlang Shen yang kesal membuat segel tangan, tapi Erlang Yun langsung menghentikannya.

"Jangan banyak tingkah, kakek sudah datang," ucap Erlang Yun. Tatapan Erlang Yun membuat Erlang Shen diam. Bukan takut, melainkan ia teringat dengan ibunya.

"Kakek pasti akan bertanya kenapa aku terlihat seperti pemuda berusia 15 tahun. Kalau aku tidak ada, kakek tidak akan banyak tanya," protes Erlang Shen.

"Lapor, Patriak, Tuan, Nona, Patriak Xie beserta rombongannya sudah sampai." Seorang pengawal klan Erlang melapor. Erlang Juan mengangguk, lalu pengawal itu pergi.

"Bocah kecil, kau tidak ingin mengenal keponakanmu?" tanya Erlang Shao

"Baiklah." Erlang Shen berdiri, wajah kesalnya berubah menjadi datar tanpa ekspresi.

"Cucu-cucuku, akhirnya aku menemukan kalian." Xie Han berlari kearah Erlang Yun, namun sebuah sekat tipis langsung menghentikannya.

"Jangan pernah menyentuh kakakku," ucap Erlang Shen.

Terpopuler

Comments

Rama Tayoo

Rama Tayoo

ditingkat kan kembali thorrr, seperti penjelasan nya, mangatzzzz

2024-12-12

1

Entis Sutisna

Entis Sutisna

Wow Erlang Shen sangat marah kepada keluarga dari ibunya karena waktu dulu mereka tidak pernah membelanya waktu dibuang oleh Klan Shen...lanjuuuuitkan Thor...😡😡🔥🔥

2024-12-26

1

Aku suka Mcnya yang Judes dan tengil

2024-12-23

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 Prolog
2 Chapter 2 Racun Bulan Es dan Tombak Suci
3 Chapter 3 Tetua Zilong
4 Chapter 4 Warisan Dewa Suci
5 Chapter 5 Berkumpulnya 7 saudara
6 Chapter 6 Ranah Bumi tahap 5
7 Chapter 7 Kedatang Xie Han
8 Chapter 8 Di Klan Erlang
9 Chapter 9 Mematahkan Kesombongan Qi Xu
10 chapter 10 Di Serikat Alkemis
11 chapter 11 Lao Hu si Harimau Bersayap
12 Chapter 12 Informasi Klan Shen
13 Chapter 13 Kedatangan Iblis petir Kembar
14 Chapter 14 Ranah Raja tahap 5
15 Chapter 15 Melawan Iblis
16 Chapter 16 Danau Petir
17 Chapter 17 Bertemu Pewaris Dewa Perang
18 Chapter 18 Erlang Shen VS Yun Feng
19 chapter 19 Awal Sebuah Bencana
20 Chapter 20 Sebuah Petunjuk
21 Chapter 21 Alam Es Kuno
22 Chapter 22 Inti Es
23 Chapter 23 Mendapatkan Api Abadi
24 Chapter 24 Masih Di Alam Kuno
25 Chapter 25 Masih Di Alam Kuno II
26 Chapter 26 Memecahkan Petunjuk
27 Chapter 27 Keluar Dari Alam Kuno
28 Chapter 28 Misteri Klan Qing
29 Chapter 29 Chimera
30 Chapter 30 Kau saudaraku, Bukan Bawahanku
31 Chapter 31 Klan Kuno Shen
32 Chapter 32 Tiga Hewan Suci
33 Chapter 33 Memasuki Wilayah Sekte kelelawar Iblis
34 Chapter 34 Putri Zhang Yang Licik
35 Chapter 35 Membunuh Master Ilusi
36 Chapter 36 Sergapan
37 Chapter 37 Terbunuhnya Tiga Jenderal Kekaisaran Zhang
38 Chapter 38 Dikendalikan Oleh Kekuatan Naga Emas
39 Chapter 39 Erlang Shen Sadar
40 Chapter 40 Membakar Perkemahan Prajurit Kekaisaran Han
41 Chapter 41 Gua Petir
42 Chapter 42 Petir 7 Warna.
43 Chapter 43 Pergerakan Iblis Langit
44 Chapter 44 Prajurit Langit
45 Chapter 45 Yun Feng dan Erlang Shen Bekerjasama
46 Chapter 46 Kota Semanggi
47 Chapter 47 Ling Yue dan Klan Ling
48 Chapter 48 Di Klan Ling
49 Chapter 49 Keinginan Yun Feng
50 Chapter 50 Membunuh Murid Sekte Naga Kembar
51 Chapter 51 Serangan Gabungan
52 Chapter 52 Lembah Tengkorak
53 Chapter 53 Lembah Tengkorak II
54 Chapter 54 Masih di Lembah Tengkorak
55 Chapter 55 Ranah Surgawi Tahap Awal
56 Chapter 56 Kota Bulan Perak
57 Chapter 57 Identitas Asli Zhang Fuyi
58 Chapter 58 Kemunculan Sang Naga Hitam
59 Chapter 59 Naga Bayangan Mulai Menyerang
60 Chapter 60 Pertarungan I
61 Chapter 61 Pertarungan II dan Jenderal Langit
62 Ultimatum Kaisar Langit
63 Chapter 63 Menuju Pulau Kura-Kura
64 Chapter 64 Pegasus Suci
65 Chapter 65 Rubah Merah Berekor Sembilan
66 Chapter 66 Mengacau di Klan Zhi
67 Chapter 67 Ultimatum Kedua Kaisar Langit
68 Chapter 68 Penjaga Pulau Kura-kura
69 Chapter 69 Pulau Kura-kura
70 Chapter 70 Masih Di Pulau Kura-kura
71 Chapter 71 Formasi Pulau Kura-Kura
72 Chapter 72 Menghancurkan Istana Kekaisaran Han
73 Chapter 73 Iblis Langit dan Klan Qing
74 Chapter 74 Di Klan Qing
75 Chapter 75 Purnama kembar
76 Chapter 76 Pertempuran I
77 Chapter 77 Pertempuran II (Elemen Kembar)
78 Chapter 78 Pertempuran III
79 Chapter 79 Pertempuran IV
80 Chapter 80 Pertarungan Berlanjut
81 Chapter 81 AKHIR DARI PERTEMPURAN
82 Chapter 82 Erlang Shen Vs Yun Feng
83 Chapter 83 Puncak Pertarungan
84 Chapter 84 Alam Atas
85 Chapter 85 Sekte Naga Langit
86 Chapter 86 Meningkatkan Kultivasi
87 Chapter 87 Pembunuh Bayaran Bulan Merah
88 Chapter 88 Menyelamatkan Yun Feng
89 Chapter 89 Konspirasi Tang Bao
90 Chapter 90 Mustika Raja
91 Chapter 91 Shen Tian Meng Sang Immortal Suci
92 Chapter 92 Terluka Parah
93 Chapter 93 Kota Bulan dan Gui Bing
94 Chapter 94 Utusan Dao Langit
95 Chapter 95 Keberadaan Ling Yue
96 Chapter 96 Istana Erlang Tang
97 Chapter 97 Elf Bulan Merah
98 Chapter 98 Sekte Kelopak Peri
99 Chapter 99 Patriak Fu Guo Zhi
100 Chapter 100 Melebur Jiwa Fu Guo Zhi
101 Chapter 101 Kitab Biru
102 Chapter 102 Istana Erlang Yun
103 Chapter 103 Berkumpul di Istana Erlang Yun
104 Chapter 104 Lembah Yin
105 Chapter 105 Gu Xia
106 Chapter 106 Kejutan dari Erlang Yun
107 Chapter 107 Mengembalikan Ingatan Erlang Chang
108 Chapter 108 Yang Dao dan Yang Hai
109 Chapter 109 Rencana Pernikahan
110 Chapter 110 Pernikahan
111 Chapter 111 Ketenangan Sebelum Badai Melanda
112 Chapter 112 Menggabungkan Dua Kekuatan
113 Chapter 113 Elemen Kegelapan
114 Chapter 114 Menyempurnakan Elemen
115 Menggetarkan Langit (End Chapter)
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Chapter 1 Prolog
2
Chapter 2 Racun Bulan Es dan Tombak Suci
3
Chapter 3 Tetua Zilong
4
Chapter 4 Warisan Dewa Suci
5
Chapter 5 Berkumpulnya 7 saudara
6
Chapter 6 Ranah Bumi tahap 5
7
Chapter 7 Kedatang Xie Han
8
Chapter 8 Di Klan Erlang
9
Chapter 9 Mematahkan Kesombongan Qi Xu
10
chapter 10 Di Serikat Alkemis
11
chapter 11 Lao Hu si Harimau Bersayap
12
Chapter 12 Informasi Klan Shen
13
Chapter 13 Kedatangan Iblis petir Kembar
14
Chapter 14 Ranah Raja tahap 5
15
Chapter 15 Melawan Iblis
16
Chapter 16 Danau Petir
17
Chapter 17 Bertemu Pewaris Dewa Perang
18
Chapter 18 Erlang Shen VS Yun Feng
19
chapter 19 Awal Sebuah Bencana
20
Chapter 20 Sebuah Petunjuk
21
Chapter 21 Alam Es Kuno
22
Chapter 22 Inti Es
23
Chapter 23 Mendapatkan Api Abadi
24
Chapter 24 Masih Di Alam Kuno
25
Chapter 25 Masih Di Alam Kuno II
26
Chapter 26 Memecahkan Petunjuk
27
Chapter 27 Keluar Dari Alam Kuno
28
Chapter 28 Misteri Klan Qing
29
Chapter 29 Chimera
30
Chapter 30 Kau saudaraku, Bukan Bawahanku
31
Chapter 31 Klan Kuno Shen
32
Chapter 32 Tiga Hewan Suci
33
Chapter 33 Memasuki Wilayah Sekte kelelawar Iblis
34
Chapter 34 Putri Zhang Yang Licik
35
Chapter 35 Membunuh Master Ilusi
36
Chapter 36 Sergapan
37
Chapter 37 Terbunuhnya Tiga Jenderal Kekaisaran Zhang
38
Chapter 38 Dikendalikan Oleh Kekuatan Naga Emas
39
Chapter 39 Erlang Shen Sadar
40
Chapter 40 Membakar Perkemahan Prajurit Kekaisaran Han
41
Chapter 41 Gua Petir
42
Chapter 42 Petir 7 Warna.
43
Chapter 43 Pergerakan Iblis Langit
44
Chapter 44 Prajurit Langit
45
Chapter 45 Yun Feng dan Erlang Shen Bekerjasama
46
Chapter 46 Kota Semanggi
47
Chapter 47 Ling Yue dan Klan Ling
48
Chapter 48 Di Klan Ling
49
Chapter 49 Keinginan Yun Feng
50
Chapter 50 Membunuh Murid Sekte Naga Kembar
51
Chapter 51 Serangan Gabungan
52
Chapter 52 Lembah Tengkorak
53
Chapter 53 Lembah Tengkorak II
54
Chapter 54 Masih di Lembah Tengkorak
55
Chapter 55 Ranah Surgawi Tahap Awal
56
Chapter 56 Kota Bulan Perak
57
Chapter 57 Identitas Asli Zhang Fuyi
58
Chapter 58 Kemunculan Sang Naga Hitam
59
Chapter 59 Naga Bayangan Mulai Menyerang
60
Chapter 60 Pertarungan I
61
Chapter 61 Pertarungan II dan Jenderal Langit
62
Ultimatum Kaisar Langit
63
Chapter 63 Menuju Pulau Kura-Kura
64
Chapter 64 Pegasus Suci
65
Chapter 65 Rubah Merah Berekor Sembilan
66
Chapter 66 Mengacau di Klan Zhi
67
Chapter 67 Ultimatum Kedua Kaisar Langit
68
Chapter 68 Penjaga Pulau Kura-kura
69
Chapter 69 Pulau Kura-kura
70
Chapter 70 Masih Di Pulau Kura-kura
71
Chapter 71 Formasi Pulau Kura-Kura
72
Chapter 72 Menghancurkan Istana Kekaisaran Han
73
Chapter 73 Iblis Langit dan Klan Qing
74
Chapter 74 Di Klan Qing
75
Chapter 75 Purnama kembar
76
Chapter 76 Pertempuran I
77
Chapter 77 Pertempuran II (Elemen Kembar)
78
Chapter 78 Pertempuran III
79
Chapter 79 Pertempuran IV
80
Chapter 80 Pertarungan Berlanjut
81
Chapter 81 AKHIR DARI PERTEMPURAN
82
Chapter 82 Erlang Shen Vs Yun Feng
83
Chapter 83 Puncak Pertarungan
84
Chapter 84 Alam Atas
85
Chapter 85 Sekte Naga Langit
86
Chapter 86 Meningkatkan Kultivasi
87
Chapter 87 Pembunuh Bayaran Bulan Merah
88
Chapter 88 Menyelamatkan Yun Feng
89
Chapter 89 Konspirasi Tang Bao
90
Chapter 90 Mustika Raja
91
Chapter 91 Shen Tian Meng Sang Immortal Suci
92
Chapter 92 Terluka Parah
93
Chapter 93 Kota Bulan dan Gui Bing
94
Chapter 94 Utusan Dao Langit
95
Chapter 95 Keberadaan Ling Yue
96
Chapter 96 Istana Erlang Tang
97
Chapter 97 Elf Bulan Merah
98
Chapter 98 Sekte Kelopak Peri
99
Chapter 99 Patriak Fu Guo Zhi
100
Chapter 100 Melebur Jiwa Fu Guo Zhi
101
Chapter 101 Kitab Biru
102
Chapter 102 Istana Erlang Yun
103
Chapter 103 Berkumpul di Istana Erlang Yun
104
Chapter 104 Lembah Yin
105
Chapter 105 Gu Xia
106
Chapter 106 Kejutan dari Erlang Yun
107
Chapter 107 Mengembalikan Ingatan Erlang Chang
108
Chapter 108 Yang Dao dan Yang Hai
109
Chapter 109 Rencana Pernikahan
110
Chapter 110 Pernikahan
111
Chapter 111 Ketenangan Sebelum Badai Melanda
112
Chapter 112 Menggabungkan Dua Kekuatan
113
Chapter 113 Elemen Kegelapan
114
Chapter 114 Menyempurnakan Elemen
115
Menggetarkan Langit (End Chapter)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!