Kembali ke Sekte

Setelah perjalanan panjang yang melelahkan, Liu Han dan Li Cao akhirnya kembali ke Sekte Pedang Langit. Saat mereka mendekati gerbang sekte, suasana di pelataran luar terasa berbeda. Ada bisik-bisik di antara para murid, dan hampir semua mata tertuju pada Liu Han. Namun, bukan tatapan biasa—melainkan tatapan penuh permusuhan dan ketidakpercayaan.

Li Cao yang berjalan di samping Liu Han memperhatikan suasana ini dan berbisik. “Saudara Liu, kau merasa ada yang aneh?”

Liu Han mengangguk perlahan, meskipun wajahnya tetap tenang. “Ya, sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu.”

Bisikan-bisikan semakin terdengar jelas ketika mereka berjalan melewati kerumunan murid.

“Itu dia, murid baru yang katanya menantang seluruh aliansi pelataran luar.”

“Berani sekali. Apa dia pikir dia siapa?”

“Katanya dia bahkan memukuli Zhou Yi tanpa alasan. Apa dia ingin memonopoli sekte ini?”

Liu Han mendengarkan dengan alis yang sedikit mengernyit. Dia tidak pernah menantang siapa pun kecuali Zhou Yi yang datang padanya lebih dulu.

Li Cao juga mulai kesal mendengar fitnah yang dilemparkan pada Liu Han. “Saudara Liu, ini pasti ulah Zhou Yi dan kelompoknya. Mereka menyebarkan rumor untuk membuat semua orang membencimu.”

Liu Han tersenyum tipis, meskipun matanya menyiratkan ketenangan yang berbahaya. “Biarkan saja. Jika mereka hanya bisa bicara tanpa bukti, itu tidak masalah. Tapi jika mereka bertindak, aku akan menghadapi mereka.”

Saat Liu Han dan Li Cao memasuki wilayah pelataran luar, suasana semakin tegang. Beberapa murid bahkan mundur untuk memberi jalan, tetapi tatapan mereka tetap penuh dengan kebencian.

Di tengah lapangan latihan, seorang pemuda dengan tubuh kekar dan aura Flowing Qi lapisan keenam berdiri menunggu. Di sekelilingnya ada sekelompok murid lain, yang tampaknya adalah bagian dari aliansi besar pelataran luar.

“Itu Sun Ye,” bisik Li Cao dengan nada khawatir. “Dia salah satu pemimpin aliansi terbesar di pelataran luar. Jika dia bergerak, ini akan menjadi masalah besar.”

Sun Ye melangkah maju, menatap Liu Han dengan tatapan tajam. “Kau pasti Liu Han,” katanya dengan suara berat. “Murid baru yang katanya berani menantang seluruh aliansi di pelataran luar.”

Liu Han berhenti berjalan, menatap Sun Ye dengan tenang. “Aku tidak tahu dari mana rumor itu berasal, tapi aku tidak pernah menantang siapa pun. Jika kau mendengar itu dari Zhou Yi, maka kau telah dibohongi.”

Sun Ye tertawa dingin. “Zhou Yi memang menyebarkan berita itu, tapi apa yang kau lakukan padanya? Kau memukulnya di depan murid-murid lain, mempermalukan aliansi kami. Kau pikir kami akan diam saja?”

“Dia yang datang padaku lebih dulu,” jawab Liu Han, suaranya tetap tenang tetapi penuh tekanan. “Aku hanya membela diriku sendiri.”

“Cukup alasan!” bentak Sun Ye. “Jika kau ingin bertahan di pelataran luar, kau harus tahu aturannya. Hari ini aku akan mengajarimu pelajaran!”

Murid-murid lain segera membuat lingkaran di sekitar mereka, memberikan ruang untuk pertarungan. Sun Ye mengeluarkan pedang besar dari cincin penyimpanannya, aura Flowing Qi memancar dengan kuat dari tubuhnya.

Li Cao melangkah maju dengan cemas. “Saudara Liu, kau tidak harus melakukannya. Kita bisa melaporkan ini ke tetua sekte.”

Liu Han mengangkat tangan, menghentikan Li Cao. “Tidak apa-apa, Saudara Li. Jika aku terus menghindar, mereka akan berpikir aku lemah.”

Dia melangkah maju, berdiri di tengah lingkaran, menatap Sun Ye dengan dingin. “Kalau begitu, tunjukkan padaku apa yang kau punya.”

Sun Ye tidak menunggu lebih lama. Dengan teriakan keras, dia meluncurkan serangan pertama, pedangnya bergerak seperti badai yang mengarah ke Liu Han.

Liu Han mengaktifkan Langkah Matahari Emas dalam sekejap, tubuhnya menghilang dari tempatnya berdiri dan muncul di sisi Sun Ye. Dengan gerakan cepat, dia melayangkan serangan horizontal, memaksa Sun Ye mundur beberapa langkah.

“Apa?!” Sun Ye terkejut dengan kecepatan Liu Han. “Teknik pergerakan tingkat tinggi?”

Liu Han tidak memberinya waktu untuk berpikir. Dengan serangan-serangan cepat, dia terus menekan Sun Ye, membuatnya kesulitan mempertahankan posisi. Meski Sun Ye mencoba menyerang balik, setiap serangannya meleset, sementara Liu Han terus menghantamnya dengan tebasan energi emas.

Pertarungan berlangsung sengit, tetapi dalam waktu singkat, Sun Ye jatuh ke tanah, pedangnya terlepas dari genggamannya.

Liu Han berdiri di atasnya, pedangnya diarahkan ke leher Sun Ye. “Kalau ini belum cukup mengajarmu, aku bisa melanjutkan.”

Sun Ye, dengan wajah penuh rasa malu dan kemarahan, menggelengkan kepala. “Aku menyerah.”

Liu Han menurunkan pedangnya, lalu menatap para murid yang menonton. “Jika ada yang ingin menantangku lagi, aku tidak akan lari. Tapi aku juga tidak akan mentolerir fitnah atau ancaman. Pastikan kalian tahu siapa yang benar sebelum bertindak.”

Murid-murid di sekeliling terdiam, tidak ada yang berani menatap langsung ke matanya. Bahkan mereka yang sebelumnya memandangnya dengan kebencian sekarang tampak ragu dan cemas.

Li Cao mendekat, menepuk bahu Liu Han. “Saudara Liu, kau benar-benar luar biasa. Aku rasa rumor tentangmu akan berubah setelah ini.”

Liu Han tersenyum tipis. “Biarkan mereka berpikir apa yang mereka mau. Aku hanya ingin melanjutkan jalanku.”

Dengan kemenangan ini, Liu Han tidak hanya membela dirinya, tetapi juga mulai menancapkan pengaruhnya di pelataran luar. Namun, dia tahu bahwa ini hanyalah awal, dan tantangan yang lebih besar pasti akan datang.

Setelah kerumunan bubar dan suasana pelataran luar kembali tenang, Liu Han dan Li Cao memutuskan untuk melanjutkan tujuan awal mereka—melaporkan penyelesaian misi di Aula Tugas. Mereka berjalan beriringan, dengan Li Cao terlihat sedikit lebih santai setelah apa yang baru saja terjadi.

“Saudara Liu, kau tahu, aku masih tidak percaya kau mengalahkan Sun Ye dengan begitu mudah,” kata Li Cao sambil tersenyum kagum.

Liu Han menggelengkan kepala. “Itu bukan hal yang mudah, Saudara Li. Tapi aku tahu, jika kita terus fokus pada tujuan kita, hal seperti ini hanya akan menjadi batu loncatan.”

Li Cao tertawa kecil. “Batu loncatan, ya? Kalau begitu, aku harus berlatih lebih keras. Aku tidak ingin terus tertinggal darimu.”

Mereka tiba di Aula Tugas, tempat yang ramai seperti biasanya dengan murid pelataran luar yang sibuk memilih misi baru atau melaporkan hasil kerja mereka. Liu Han dan Li Cao menuju ke meja besar di tengah aula, di mana seorang pelayan sekte duduk di belakangnya, mencatat laporan misi.

“Liu Han dan Li Cao,” kata Liu Han, menyerahkan token misi mereka. “Kami telah menyelesaikan misi Memburu Serigala Taring Baja.”

Pelayan itu memeriksa token dan mengangguk. “Bukti?”

Liu Han mengeluarkan lima inti spiritual beast dari kantong penyimpanannya, meletakkannya di atas meja. Inti itu bersinar lembut, menunjukkan bahwa mereka diambil dari Serigala Taring Baja tingkat Flowing Qi.

Pelayan itu memeriksanya dengan teliti sebelum mencatat sesuatu di sebuah gulungan. “Misi kalian telah diverifikasi. Poin kontribusi kalian masing-masing adalah 70.”

Dia menyerahkan kembali token misi yang telah diperbarui dengan poin kontribusi mereka.

“Terima kasih,” kata Liu Han sambil mengambil token itu.

Li Cao menepuk bahu Liu Han. “Saudara Liu, ini pertama kalinya aku mendapatkan poin sebanyak ini sekaligus. Rasanya menyenangkan.”

Liu Han tersenyum kecil. “Kita harus terus seperti ini, Saudara Li. Misi yang lebih besar menunggu di depan.”

Setelah menyelesaikan laporan, mereka berjalan pulang ke tempat tinggal masing-masing di pelataran luar. Di sepanjang jalan, bisik-bisik tentang Liu Han masih terdengar, tetapi kali ini disertai dengan rasa kagum dan penghormatan, meskipun beberapa murid masih tampak iri atau tidak suka.

Ketika mereka tiba di depan rumah Li Cao, dia berhenti sejenak dan menoleh ke Liu Han.

“Saudara Liu, terima kasih telah membawaku dalam misi ini. Aku merasa ini adalah langkah besar untukku.”

Liu Han tersenyum. “Kita saling membantu, Saudara Li. Aku juga banyak belajar dari kerja sama kita. Jangan ragu untuk memanggilku jika ada misi lain yang ingin kau ambil.”

Li Cao mengangguk dengan semangat. “Tentu saja. Aku akan memastikan kita terus maju bersama.”

Mereka berpisah di depan pintu Li Cao, dengan Liu Han melanjutkan langkahnya menuju rumah kecilnya sendiri. Begitu dia tiba, dia meletakkan pedangnya di sudut, membersihkan dirinya, lalu duduk bersila di ruang latihannya.

“Misi pertama berhasil,” pikirnya. “Tapi ini baru awal. Aku harus terus meningkatkan kekuatanku. Jika fitnah dan ancaman ini terus muncul, aku harus siap menghadapi semuanya.”

Dengan tekad baru, Liu Han mulai berkultivasi, menyerap energi spiritual yang melimpah di sekitarnya. Di dalam hatinya, dia tahu bahwa perjalanannya di Sekte Pedang Langit akan semakin menantang, tetapi juga semakin mendekatkan dia pada tujuan besar yang dia impikan.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Harman Loke

Harman Loke

tiiiiiiiiiingkaaaaaaaaaaaaatkaaaaaan teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss tekaaaaaaaaaaaaaaaaadmuuuuuuuuuu Liu Han untuk meningkatkan kultivasimu yang lebih tinggi lagi

2025-02-07

0

Muji Yanto

Muji Yanto

ngak ad yg tertarik sama bakat MC nya,,belajar sendiri tau tau jadi patriak,,tamaaat

2024-12-11

1

koen

koen

sudah sejauh ini, kenapa tak satupun, ketua sekte yang menjadi guru jagoan kita...
wkwkwkkwk

2024-12-08

1

lihat semua
Episodes
1 Aib Keluarga Liu
2 Dunia yang Kejam
3 Takdir yang buruk
4 Buku emas dari masa lampau
5 Jalan Keluar dari Jurang
6 Kesalahpahaman di Pagi Hari
7 Pilihan Jalan yang Baru
8 Pertarungan di Bawah Bayangan Hutan
9 Misteri di Pegunungan Huosu
10 Identitas di Balik Topeng
11 Bangkitnya Kekuatan Tersembunyi
12 Rahasia yang Disembunyikan
13 Mode Transendent dan Lonjakan Kekuatan
14 Ujian dan Tribulasi
15 Sekte Pedang Langit dan Awal Baru
16 Beradaptasi di Pelataran Luar Sekte Pedang Langit
17 Langkah Matahari Emas dan Pertemuan yang Panas
18 Fitnah dan Balas Dendam
19 Sinergi dan Kemajuan
20 Kembali ke Sekte
21 Pertarungan yang berat sebelah
22 Petunjuk Baru dari Buku Emas
23 Pagoda Gravitasi Sepuluh Lantai
24 Kunjungan ke Puncak Xihe
25 Dua Jalan yang Berbeda
26 Latihan Neraka
27 Petunjuk Baru
28 Pertemuan di Tepian Danau
29 Seleksi Dimulai
30 Babak Delapan Besar
31 Pertarungan Final
32 Pertarungan Final II
33 Empat Terbaik dari Pelataran Dalam
34 Sang Pedang Cahaya yang Menggemparkan Benua Selatan
35 Peningkatan kekuatan
36 Misteri terungkap
37 Perjalanan Menuju Ibu Kota Kekaisaran
38 Kedatangan di Ibu Kota Kekaisaran
39 Arahan dan Konflik Lama
40 Konflik lainnya
41 Hubungan yang Semakin Dekat
42 Pembukaan Turnamen
43 Babak pertama
44 Babak pertama II
45 Awal Babak Kedua - Pertarungan Saudara yang Tertunda
46 Babak 24 Besar Dimulai
47 Pertarungan Epik Dua Jenius
48 Dominasi Sang Pedang Cahaya
49 Kesenjangan yang Tak Terjembatani
50 Puncak Turnamen
51 Keajaiban Bocah Pedang Cahaya
52 Putaran Kedua
53 Pertarungan penutup hari ini
54 Persiapan untuk Hari Esok
55 Pertarungan Panas Liu Han vs Lei Zhu
56 Perang saudara
57 Penutupan dan Persiapan
58 Putaran Ketujuh Dimulai
59 Kejutan dari Bocah 14 tahun
60 Putaran Kesembilan Dimulai
61 Pagi yang Berbeda
62 Pertarungan Penuh Kehormatan
63 Pedang Cahaya Menunjukkan Keagungannya
64 Kekuatan Absolute dan Penobatan
65 Penetapan Peringkat Akhir dan Hadiah
66 Malam kebanggaan Sekte Pedang Langit
67 Hanya Kecerobohan Kecil
68 Ceramah Sang Ketua Sekte
69 Perjalanan Pulang yang Penuh Makna
70 Kembali ke Penginapan
71 Kabar yang Mengkhawatirkan
72 Menuju Lembah Wuzi
73 Kekuatan sang Pedang Kehampaan
74 Dalang di Balik Kekacauan ini
75 Kebangkitan Iblis
76 Pilar Ketiga
77 Keputusan yang Diambil
78 Bimbingan di Hutan Bambu
79 Niat Pedang
80 Kembali ke Tempat Ling Bai
81 Teknik Pedang Angin Tak Terlihat
82 Ancaman di Hutan Yinying
83 Kembali di Bawah Komando Hao Jie
84 Tekad Liu Han
85 Tribulasi yang Menggemparkan
86 Monster Kecil di Puncak Xihe
87 Pertempuran di Hutan Yinying
88 Kegelapan Semakin Pekat
89 Mencoba Kekuatan Baru
90 Cahaya Ditengah Kegelapan
91 Mengejar Bahaya
92 Keganasan Mo Yuan
93 Emas dan Perak
94 Hidup dan Mati
95 Kemenangan yang Penuh Korban
96 Bangkit Setelah Perang
97 Putra Suci Sekte Pedang Langit
98 Puncak Langit Perak
99 Langkah ke Pegunungan Yinguang
100 Maksud dari petunjuk
101 Dunia Kecil Penuh Berkah
102 Hampir Saja
103 Warisan yang Tersembunyi
104 Benih Keabadian dan harta tak ternilai
105 Telur Misterius
106 Menembus Ancestor Realm
107 Rahasia Pohon Suci Xingguang dan Tubuh Emas Abadi
108 Pertarungan Melawan Langit
109 Tribulasi Kedua
110 Petir Dewa Ashura
111 Kekuatan yang Mengguncang Dunia
112 Memperdalam Ilmu
113 Misi Baru Liu Han
114 Bertemu Sang Ibu
115 Fakta Sebenarnya
116 Kedamaian Sebelum Petualangan Baru
117 Mencari Kebenaran
118 Menuju Benua Tengah
119 Keganasan Lautan
120 Rintangan Lainnya
121 Tiba di Benua Tengah
122 Kota Guangming
123 Struktur Benua Tengah
124 Kuil Misterius
125 Entitas Kuat Berdatangan
126 Mengambil Kesempatan
127 Monumen Pencerahan
128 Kristal Misterius
129 Ujian Kuil
130 Dunia Baru yang Misterius
131 Pengumuman
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Aib Keluarga Liu
2
Dunia yang Kejam
3
Takdir yang buruk
4
Buku emas dari masa lampau
5
Jalan Keluar dari Jurang
6
Kesalahpahaman di Pagi Hari
7
Pilihan Jalan yang Baru
8
Pertarungan di Bawah Bayangan Hutan
9
Misteri di Pegunungan Huosu
10
Identitas di Balik Topeng
11
Bangkitnya Kekuatan Tersembunyi
12
Rahasia yang Disembunyikan
13
Mode Transendent dan Lonjakan Kekuatan
14
Ujian dan Tribulasi
15
Sekte Pedang Langit dan Awal Baru
16
Beradaptasi di Pelataran Luar Sekte Pedang Langit
17
Langkah Matahari Emas dan Pertemuan yang Panas
18
Fitnah dan Balas Dendam
19
Sinergi dan Kemajuan
20
Kembali ke Sekte
21
Pertarungan yang berat sebelah
22
Petunjuk Baru dari Buku Emas
23
Pagoda Gravitasi Sepuluh Lantai
24
Kunjungan ke Puncak Xihe
25
Dua Jalan yang Berbeda
26
Latihan Neraka
27
Petunjuk Baru
28
Pertemuan di Tepian Danau
29
Seleksi Dimulai
30
Babak Delapan Besar
31
Pertarungan Final
32
Pertarungan Final II
33
Empat Terbaik dari Pelataran Dalam
34
Sang Pedang Cahaya yang Menggemparkan Benua Selatan
35
Peningkatan kekuatan
36
Misteri terungkap
37
Perjalanan Menuju Ibu Kota Kekaisaran
38
Kedatangan di Ibu Kota Kekaisaran
39
Arahan dan Konflik Lama
40
Konflik lainnya
41
Hubungan yang Semakin Dekat
42
Pembukaan Turnamen
43
Babak pertama
44
Babak pertama II
45
Awal Babak Kedua - Pertarungan Saudara yang Tertunda
46
Babak 24 Besar Dimulai
47
Pertarungan Epik Dua Jenius
48
Dominasi Sang Pedang Cahaya
49
Kesenjangan yang Tak Terjembatani
50
Puncak Turnamen
51
Keajaiban Bocah Pedang Cahaya
52
Putaran Kedua
53
Pertarungan penutup hari ini
54
Persiapan untuk Hari Esok
55
Pertarungan Panas Liu Han vs Lei Zhu
56
Perang saudara
57
Penutupan dan Persiapan
58
Putaran Ketujuh Dimulai
59
Kejutan dari Bocah 14 tahun
60
Putaran Kesembilan Dimulai
61
Pagi yang Berbeda
62
Pertarungan Penuh Kehormatan
63
Pedang Cahaya Menunjukkan Keagungannya
64
Kekuatan Absolute dan Penobatan
65
Penetapan Peringkat Akhir dan Hadiah
66
Malam kebanggaan Sekte Pedang Langit
67
Hanya Kecerobohan Kecil
68
Ceramah Sang Ketua Sekte
69
Perjalanan Pulang yang Penuh Makna
70
Kembali ke Penginapan
71
Kabar yang Mengkhawatirkan
72
Menuju Lembah Wuzi
73
Kekuatan sang Pedang Kehampaan
74
Dalang di Balik Kekacauan ini
75
Kebangkitan Iblis
76
Pilar Ketiga
77
Keputusan yang Diambil
78
Bimbingan di Hutan Bambu
79
Niat Pedang
80
Kembali ke Tempat Ling Bai
81
Teknik Pedang Angin Tak Terlihat
82
Ancaman di Hutan Yinying
83
Kembali di Bawah Komando Hao Jie
84
Tekad Liu Han
85
Tribulasi yang Menggemparkan
86
Monster Kecil di Puncak Xihe
87
Pertempuran di Hutan Yinying
88
Kegelapan Semakin Pekat
89
Mencoba Kekuatan Baru
90
Cahaya Ditengah Kegelapan
91
Mengejar Bahaya
92
Keganasan Mo Yuan
93
Emas dan Perak
94
Hidup dan Mati
95
Kemenangan yang Penuh Korban
96
Bangkit Setelah Perang
97
Putra Suci Sekte Pedang Langit
98
Puncak Langit Perak
99
Langkah ke Pegunungan Yinguang
100
Maksud dari petunjuk
101
Dunia Kecil Penuh Berkah
102
Hampir Saja
103
Warisan yang Tersembunyi
104
Benih Keabadian dan harta tak ternilai
105
Telur Misterius
106
Menembus Ancestor Realm
107
Rahasia Pohon Suci Xingguang dan Tubuh Emas Abadi
108
Pertarungan Melawan Langit
109
Tribulasi Kedua
110
Petir Dewa Ashura
111
Kekuatan yang Mengguncang Dunia
112
Memperdalam Ilmu
113
Misi Baru Liu Han
114
Bertemu Sang Ibu
115
Fakta Sebenarnya
116
Kedamaian Sebelum Petualangan Baru
117
Mencari Kebenaran
118
Menuju Benua Tengah
119
Keganasan Lautan
120
Rintangan Lainnya
121
Tiba di Benua Tengah
122
Kota Guangming
123
Struktur Benua Tengah
124
Kuil Misterius
125
Entitas Kuat Berdatangan
126
Mengambil Kesempatan
127
Monumen Pencerahan
128
Kristal Misterius
129
Ujian Kuil
130
Dunia Baru yang Misterius
131
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!