Buku emas dari masa lampau

Cahaya keemasan dari buku emas menyatu dengan tubuh Liu Han, memenuhi goa dengan kilauan yang menyilaukan. Tubuhnya tergeletak di lantai, dikelilingi sisa-sisa cahaya yang perlahan memudar.

Setelah beberapa saat, Liu Han membuka matanya. Rasa sakit luar biasa yang baru saja dia alami kini telah hilang, digantikan oleh sensasi hangat yang menjalar dari dadanya ke seluruh tubuhnya. Dia menggenggam tanah dengan tangannya yang gemetar, merasakan kekuatan yang belum pernah dia miliki sebelumnya.

"Apa... yang terjadi padaku?" gumamnya lemah, suaranya terdengar serak.

Saat itu, energi spiritual mulai mengalir deras dalam tubuhnya. Liu Han menyadari bahwa dia telah melampaui batasnya. Ranah Body Tempering, yang selama ini menjadi penghalangnya, telah tertembus.

Kini, dia berada di ranah Qi Gathering—terobosan yang bagi sebagian besar orang membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Dia segera menutup matanya, mencoba memahami perubahan yang terjadi di tubuhnya. Ketika dia memeriksa akarnya, keterkejutan yang lebih besar menghampirinya.

Sebelum ini, akar spiritualnya hanyalah jenis sampah yang hampir tak berguna. Namun sekarang, akar itu telah berubah total.

"Emas?" Liu Han tertegun. Akar spiritualnya kini bersinar terang dengan warna emas murni, berkilauan seperti logam cair. Ini adalah akar spiritual spesial, sesuatu yang sangat langka dan hanya ada dalam legenda.

Belum sempat dia sepenuhnya memahami perubahan itu, ingatannya tiba-tiba dibanjiri oleh gambaran asing.

Sosok seorang pria gagah muncul dalam pikirannya. Pria itu mengenakan jubah keemasan, tubuhnya dipenuhi aura yang begitu kuat hingga udara di sekitarnya tampak bergetar.

Pria itu bertempur sendirian di tengah medan perang melawan ribuan iblis yang mengerumuninya.

Setiap ayunan tangannya menghancurkan puluhan musuh, tetapi jumlah iblis itu tidak berkurang.

Kemudian, dari kejauhan, terdengar suara gemuruh. Dari langit gelap yang penuh dengan energi jahat, muncul seekor naga hitam raksasa. Tubuh naga itu dipenuhi sisik yang tampak seperti baja, dengan mata merah menyala yang memancarkan kebencian abadi.

Pria itu bertarung mati-matian melawan naga hitam tersebut. Teknik demi teknik dilepaskannya, tapi kekuatan naga itu terlalu dahsyat. Dalam ingatan itu, Liu Han melihat bagaimana pria tersebut akhirnya tersungkur di tanah, tubuhnya berlumuran darah.

Dengan sisa kekuatannya, pria itu mencengkeram buku emas dan berbisik, "Siapapun yang menemukan buku ini… jadilah lebih kuat dari aku… dan tuntaskan perjalananku."

Ingatan itu lenyap, membuat Liu Han terengah-engah. Dia mengusap keringat dingin di dahinya, berusaha memproses apa yang baru saja dia alami.

Dia berdiri perlahan, tubuhnya masih terasa asing. Saat langkahnya membawa dia ke genangan air kecil di dalam goa, dia tertegun melihat bayangannya sendiri.

"W-Whoaaa!" serunya kaget, hampir kehilangan keseimbangan.

Wajah yang memantul dari genangan air itu adalah wajah yang sama sekali berbeda dari yang dia kenal. Pupil matanya kini bersinar keemasan dengan pola misterius yang memantulkan aura kuat. Rambutnya, yang dulu hitam kusam, kini berubah menjadi ungu tua dengan kilauan samar di bawah cahaya. Wajahnya, yang dulu biasa saja, kini tampak sempurna, dengan fitur yang tajam dan aura agung.

"Aku... berubah?" Liu Han menyentuh wajahnya, meraba setiap bagian seolah tidak percaya.

Setelah berhasil menenangkan diri, dia mulai memeriksa goa dengan lebih teliti. Di sudut terdalam goa, matanya tertuju pada sesuatu yang membuatnya tertegun: sebuah kerangka manusia yang duduk bersila di samping taring raksasa berwarna hitam.

Kerangka itu memancarkan aura kuno, seolah masih menyimpan sisa-sisa kekuatan yang luar biasa. Taring hitam di sebelahnya begitu besar, dengan aura tajam dan mematikan. Liu Han mengenali taring itu dari ingatan yang dia lihat sebelumnya.

"Taring naga hitam… itu pasti milik naga yang dia lawan," gumam Liu Han, tubuhnya sedikit gemetar.

Dia melihat sebuah cincin kecil di tangan kerangka itu. Ketika Liu Han mengambilnya, dia langsung merasakan aliran energi spiritual yang sangat kuat dari benda tersebut.

"Cincin penyimpanan!" gumamnya dengan mata berbinar. Dia segera menggunakan energi spiritualnya untuk membuka ruang di dalam cincin itu. Matanya melebar saat melihat isinya: pil penyembuh, senjata spiritual, bahan-bahan kultivasi langka, dan spirit stone dalam jumlah besar.

Namun, kegembiraan itu segera digantikan oleh rasa hormat mendalam ketika dia kembali menatap kerangka tersebut.

"Terima kasih... aku tidak tahu siapa namamu, tapi aku berhutang hidupku padamu," katanya pelan, dengan suara yang dipenuhi rasa syukur.

Dia menggunakan kekuatan barunya untuk menggali tanah di dekat sudut goa. Dengan penuh kehati-hatian, dia memindahkan kerangka itu ke dalam liang kubur yang layak. Setelah selesai, dia menandai makam itu dengan sebuah batu besar dari goa, lalu menundukkan kepalanya dalam penghormatan.

"Aku bersumpah, aku akan menggunakan kekuatan ini dengan bijak dan menuntaskan apa yang tidak sempat kau selesaikan," ujarnya dengan penuh tekad.

Setelah selesai, Liu Han melangkah keluar dari goa. Udara dingin jurang menyambutnya, tetapi kali ini dia tidak merasa takut. Penampilannya mungkin telah berubah, tapi yang lebih penting, hatinya kini dipenuhi tekad baru.

Dengan rambut ungu yang berkibar di bawah sinar matahari dan mata keemasan yang memantulkan keyakinan, Liu Han memandang dunia di hadapannya.

"Dunia ini mungkin kejam, tapi aku akan bertahan... dan aku akan menang."

...****************...

Setelah menguburkan kerangka sang ahli kuno dan menyimpan taring naga hitam ke dalam cincin penyimpanan, Liu Han berdiri di mulut goa, memandangi danau jingga yang kembali tenang. Namun, ketenangan itu palsu—dia tahu bahaya masih mengintai. Belut kepala dua yang sebelumnya mengejarnya belum menyerah. Aura mematikannya samar-samar terasa di bawah permukaan air.

"Makhluk itu hampir membunuhku sebelumnya," gumam Liu Han, matanya menyala dengan tekad. "Sekarang, giliran aku yang memburu."

Dia mengarahkan pikirannya ke dalam cincin penyimpanan yang baru saja diperolehnya. Di dalamnya, tersimpan berbagai senjata dan sumber daya. Setelah memeriksa isinya, dia menemukan senjata yang membuat matanya berbinar: sebuah pedang perak dengan ukiran naga di sepanjang bilahnya.

"Senjata tingkat tiga?" Liu Han tersenyum kecil, merasakan berat dan keseimbangan pedang itu di tangannya. Senjata ini jauh lebih kuat dari apa pun yang pernah dia gunakan. Dengan energi spiritual yang kini mengalir deras dalam tubuhnya, pedang ini terasa seperti perpanjangan dirinya.

Dia melangkah mendekati tepi danau, mengarahkan pedangnya ke air. "Keluarlah," ujarnya dingin, suaranya bergema di jurang.

Riak muncul di permukaan air, diikuti oleh suara gemuruh yang membuat tanah di sekitar bergetar. Dari tengah danau, belut kepala dua itu melompat keluar dengan kecepatan luar biasa. Kedua kepala makhluk itu menatap Liu Han dengan kebencian, sementara tubuhnya yang besar meliuk-liuk dengan agresif.

Liu Han berdiri tegak, tak lagi gentar seperti sebelumnya. "Kau tidak akan menang kali ini."

Makhluk itu menyerang tanpa peringatan, kedua kepalanya meluncur ke arah Liu Han seperti tombak. Namun, dengan pedang baru di tangannya, gerakan Liu Han jauh lebih gesit. Dia melompat ke samping, memutar tubuhnya sambil menebas salah satu kepala belut dengan presisi tinggi.

Bilah pedang perak itu melesat seperti kilat, meninggalkan luka dalam di salah satu kepala belut. Darah hitam menyembur ke udara, membuat makhluk itu mengaum kesakitan.

Belut itu tidak mundur. Sebaliknya, serangannya semakin ganas, mengayunkan tubuhnya yang besar untuk menghancurkan batu-batu di sekitarnya. Liu Han melompat ke atas salah satu batu, lalu menyerang dari ketinggian.

"Tahan ini!" Liu Han mengayunkan pedangnya dengan kekuatan penuh, menargetkan pangkal kepala kedua makhluk itu. Tebasan tersebut menghantam keras, menyebabkan kepala kedua belut itu hampir terputus.

Makhluk itu mengaum dan menggeliat liar, air danau bergejolak seperti badai kecil. Namun, Liu Han tidak memberi kesempatan. Dengan langkah gesit, dia melompat ke punggung makhluk itu dan menusukkan pedangnya dalam-dalam ke tubuh utamanya.

"Aaaarghhh!!"

Belut kepala dua itu meronta untuk terakhir kalinya sebelum akhirnya jatuh terkulai di tepi danau. Air jingga berubah gelap oleh darah makhluk itu, dan keheningan kembali menyelimuti jurang.

Liu Han berdiri di atas tubuh makhluk itu, napasnya terengah-engah. Meski pertempuran ini membuatnya kelelahan, rasa puas memenuhi dadanya.

"Ini untuk semua yang kau lakukan padaku," katanya dingin, mencabut pedangnya dari tubuh belut tersebut.

Setelah memastikan bahwa makhluk itu benar-benar mati, Liu Han menyimpan pedang perak kembali ke dalam cincin penyimpanan. Dia kemudian mendekati tanaman yang sebelumnya menjadi tujuannya—rumput Vitalitas Qi. Dengan hati-hati, dia memanen setiap helainya, menyimpannya satu per satu ke dalam cincin.

Selesai memanen, Liu Han duduk bersila di tepi danau. Dia mengambil salah satu helai rumput Vitalitas Qi, lalu menutup matanya untuk memulai proses kultivasi.

Energi spiritual murni dari rumput itu segera mengalir ke tubuhnya, bercampur dengan aura emas yang kini menjadi bagian darinya. Liu Han merasakan energi itu menyebar ke seluruh tubuhnya, memperkuat jalur spiritual dan akarnya yang kini bersinar terang.

Proses itu berlangsung selama beberapa jam, hingga akhirnya sebuah letupan energi muncul dari tubuhnya. Dia membuka matanya, merasakan kekuatan baru yang kini mengalir deras di nadinya.

"Gathering Qi lapisan kedua," gumam Liu Han dengan senyum kecil. "Ini... luar biasa."

Dengan tenaga dan kepercayaan diri yang baru, Liu Han bangkit berdiri. Dia memandang ke jurang yang luas, lalu ke arah danau yang kini tenang.

"Dunia ini telah memberiku cukup banyak alasan untuk menyerah," katanya pelan, "tapi aku memilih untuk melawan."

Dengan rambut ungu yang berkibar di bawah angin dan mata keemasan yang memancarkan tekad, Liu Han melangkah meninggalkan danau. Jalan menuju kekuatan sejati telah dimulai, dan dunia ini akan segera tahu nama Liu Han.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Ardi Provision

Ardi Provision

diawal cerita MC seorang yang gigih, pas dapat warisan seharusnya pergunakan waktu untuk memperkuat diri dengan segala yang ada ditempat itu dan didalam cincin baru keluar jangan tergesa-gesa keluar yang masih dalam keadaan lemah

2024-12-09

10

Al^Grizzly🐨

Al^Grizzly🐨

Apa Mc tidak Lapar atau minum...Walaupun Mc sudah naik tingkat tapi kalau tingkatannya masih rendah pasti masih harus makan thor.

2025-03-15

0

Muji Yanto

Muji Yanto

sip,, tingal nambah soal percintaan biar tambah seru

2024-12-11

2

lihat semua
Episodes
1 Aib Keluarga Liu
2 Dunia yang Kejam
3 Takdir yang buruk
4 Buku emas dari masa lampau
5 Jalan Keluar dari Jurang
6 Kesalahpahaman di Pagi Hari
7 Pilihan Jalan yang Baru
8 Pertarungan di Bawah Bayangan Hutan
9 Misteri di Pegunungan Huosu
10 Identitas di Balik Topeng
11 Bangkitnya Kekuatan Tersembunyi
12 Rahasia yang Disembunyikan
13 Mode Transendent dan Lonjakan Kekuatan
14 Ujian dan Tribulasi
15 Sekte Pedang Langit dan Awal Baru
16 Beradaptasi di Pelataran Luar Sekte Pedang Langit
17 Langkah Matahari Emas dan Pertemuan yang Panas
18 Fitnah dan Balas Dendam
19 Sinergi dan Kemajuan
20 Kembali ke Sekte
21 Pertarungan yang berat sebelah
22 Petunjuk Baru dari Buku Emas
23 Pagoda Gravitasi Sepuluh Lantai
24 Kunjungan ke Puncak Xihe
25 Dua Jalan yang Berbeda
26 Latihan Neraka
27 Petunjuk Baru
28 Pertemuan di Tepian Danau
29 Seleksi Dimulai
30 Babak Delapan Besar
31 Pertarungan Final
32 Pertarungan Final II
33 Empat Terbaik dari Pelataran Dalam
34 Sang Pedang Cahaya yang Menggemparkan Benua Selatan
35 Peningkatan kekuatan
36 Misteri terungkap
37 Perjalanan Menuju Ibu Kota Kekaisaran
38 Kedatangan di Ibu Kota Kekaisaran
39 Arahan dan Konflik Lama
40 Konflik lainnya
41 Hubungan yang Semakin Dekat
42 Pembukaan Turnamen
43 Babak pertama
44 Babak pertama II
45 Awal Babak Kedua - Pertarungan Saudara yang Tertunda
46 Babak 24 Besar Dimulai
47 Pertarungan Epik Dua Jenius
48 Dominasi Sang Pedang Cahaya
49 Kesenjangan yang Tak Terjembatani
50 Puncak Turnamen
51 Keajaiban Bocah Pedang Cahaya
52 Putaran Kedua
53 Pertarungan penutup hari ini
54 Persiapan untuk Hari Esok
55 Pertarungan Panas Liu Han vs Lei Zhu
56 Perang saudara
57 Penutupan dan Persiapan
58 Putaran Ketujuh Dimulai
59 Kejutan dari Bocah 14 tahun
60 Putaran Kesembilan Dimulai
61 Pagi yang Berbeda
62 Pertarungan Penuh Kehormatan
63 Pedang Cahaya Menunjukkan Keagungannya
64 Kekuatan Absolute dan Penobatan
65 Penetapan Peringkat Akhir dan Hadiah
66 Malam kebanggaan Sekte Pedang Langit
67 Hanya Kecerobohan Kecil
68 Ceramah Sang Ketua Sekte
69 Perjalanan Pulang yang Penuh Makna
70 Kembali ke Penginapan
71 Kabar yang Mengkhawatirkan
72 Menuju Lembah Wuzi
73 Kekuatan sang Pedang Kehampaan
74 Dalang di Balik Kekacauan ini
75 Kebangkitan Iblis
76 Pilar Ketiga
77 Keputusan yang Diambil
78 Bimbingan di Hutan Bambu
79 Niat Pedang
80 Kembali ke Tempat Ling Bai
81 Teknik Pedang Angin Tak Terlihat
82 Ancaman di Hutan Yinying
83 Kembali di Bawah Komando Hao Jie
84 Tekad Liu Han
85 Tribulasi yang Menggemparkan
86 Monster Kecil di Puncak Xihe
87 Pertempuran di Hutan Yinying
88 Kegelapan Semakin Pekat
89 Mencoba Kekuatan Baru
90 Cahaya Ditengah Kegelapan
91 Mengejar Bahaya
92 Keganasan Mo Yuan
93 Emas dan Perak
94 Hidup dan Mati
95 Kemenangan yang Penuh Korban
96 Bangkit Setelah Perang
97 Putra Suci Sekte Pedang Langit
98 Puncak Langit Perak
99 Langkah ke Pegunungan Yinguang
100 Maksud dari petunjuk
101 Dunia Kecil Penuh Berkah
102 Hampir Saja
103 Warisan yang Tersembunyi
104 Benih Keabadian dan harta tak ternilai
105 Telur Misterius
106 Menembus Ancestor Realm
107 Rahasia Pohon Suci Xingguang dan Tubuh Emas Abadi
108 Pertarungan Melawan Langit
109 Tribulasi Kedua
110 Petir Dewa Ashura
111 Kekuatan yang Mengguncang Dunia
112 Memperdalam Ilmu
113 Misi Baru Liu Han
114 Bertemu Sang Ibu
115 Fakta Sebenarnya
116 Kedamaian Sebelum Petualangan Baru
117 Mencari Kebenaran
118 Menuju Benua Tengah
119 Keganasan Lautan
120 Rintangan Lainnya
121 Tiba di Benua Tengah
122 Kota Guangming
123 Struktur Benua Tengah
124 Kuil Misterius
125 Entitas Kuat Berdatangan
126 Mengambil Kesempatan
127 Monumen Pencerahan
128 Kristal Misterius
129 Ujian Kuil
130 Dunia Baru yang Misterius
131 Pengumuman
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Aib Keluarga Liu
2
Dunia yang Kejam
3
Takdir yang buruk
4
Buku emas dari masa lampau
5
Jalan Keluar dari Jurang
6
Kesalahpahaman di Pagi Hari
7
Pilihan Jalan yang Baru
8
Pertarungan di Bawah Bayangan Hutan
9
Misteri di Pegunungan Huosu
10
Identitas di Balik Topeng
11
Bangkitnya Kekuatan Tersembunyi
12
Rahasia yang Disembunyikan
13
Mode Transendent dan Lonjakan Kekuatan
14
Ujian dan Tribulasi
15
Sekte Pedang Langit dan Awal Baru
16
Beradaptasi di Pelataran Luar Sekte Pedang Langit
17
Langkah Matahari Emas dan Pertemuan yang Panas
18
Fitnah dan Balas Dendam
19
Sinergi dan Kemajuan
20
Kembali ke Sekte
21
Pertarungan yang berat sebelah
22
Petunjuk Baru dari Buku Emas
23
Pagoda Gravitasi Sepuluh Lantai
24
Kunjungan ke Puncak Xihe
25
Dua Jalan yang Berbeda
26
Latihan Neraka
27
Petunjuk Baru
28
Pertemuan di Tepian Danau
29
Seleksi Dimulai
30
Babak Delapan Besar
31
Pertarungan Final
32
Pertarungan Final II
33
Empat Terbaik dari Pelataran Dalam
34
Sang Pedang Cahaya yang Menggemparkan Benua Selatan
35
Peningkatan kekuatan
36
Misteri terungkap
37
Perjalanan Menuju Ibu Kota Kekaisaran
38
Kedatangan di Ibu Kota Kekaisaran
39
Arahan dan Konflik Lama
40
Konflik lainnya
41
Hubungan yang Semakin Dekat
42
Pembukaan Turnamen
43
Babak pertama
44
Babak pertama II
45
Awal Babak Kedua - Pertarungan Saudara yang Tertunda
46
Babak 24 Besar Dimulai
47
Pertarungan Epik Dua Jenius
48
Dominasi Sang Pedang Cahaya
49
Kesenjangan yang Tak Terjembatani
50
Puncak Turnamen
51
Keajaiban Bocah Pedang Cahaya
52
Putaran Kedua
53
Pertarungan penutup hari ini
54
Persiapan untuk Hari Esok
55
Pertarungan Panas Liu Han vs Lei Zhu
56
Perang saudara
57
Penutupan dan Persiapan
58
Putaran Ketujuh Dimulai
59
Kejutan dari Bocah 14 tahun
60
Putaran Kesembilan Dimulai
61
Pagi yang Berbeda
62
Pertarungan Penuh Kehormatan
63
Pedang Cahaya Menunjukkan Keagungannya
64
Kekuatan Absolute dan Penobatan
65
Penetapan Peringkat Akhir dan Hadiah
66
Malam kebanggaan Sekte Pedang Langit
67
Hanya Kecerobohan Kecil
68
Ceramah Sang Ketua Sekte
69
Perjalanan Pulang yang Penuh Makna
70
Kembali ke Penginapan
71
Kabar yang Mengkhawatirkan
72
Menuju Lembah Wuzi
73
Kekuatan sang Pedang Kehampaan
74
Dalang di Balik Kekacauan ini
75
Kebangkitan Iblis
76
Pilar Ketiga
77
Keputusan yang Diambil
78
Bimbingan di Hutan Bambu
79
Niat Pedang
80
Kembali ke Tempat Ling Bai
81
Teknik Pedang Angin Tak Terlihat
82
Ancaman di Hutan Yinying
83
Kembali di Bawah Komando Hao Jie
84
Tekad Liu Han
85
Tribulasi yang Menggemparkan
86
Monster Kecil di Puncak Xihe
87
Pertempuran di Hutan Yinying
88
Kegelapan Semakin Pekat
89
Mencoba Kekuatan Baru
90
Cahaya Ditengah Kegelapan
91
Mengejar Bahaya
92
Keganasan Mo Yuan
93
Emas dan Perak
94
Hidup dan Mati
95
Kemenangan yang Penuh Korban
96
Bangkit Setelah Perang
97
Putra Suci Sekte Pedang Langit
98
Puncak Langit Perak
99
Langkah ke Pegunungan Yinguang
100
Maksud dari petunjuk
101
Dunia Kecil Penuh Berkah
102
Hampir Saja
103
Warisan yang Tersembunyi
104
Benih Keabadian dan harta tak ternilai
105
Telur Misterius
106
Menembus Ancestor Realm
107
Rahasia Pohon Suci Xingguang dan Tubuh Emas Abadi
108
Pertarungan Melawan Langit
109
Tribulasi Kedua
110
Petir Dewa Ashura
111
Kekuatan yang Mengguncang Dunia
112
Memperdalam Ilmu
113
Misi Baru Liu Han
114
Bertemu Sang Ibu
115
Fakta Sebenarnya
116
Kedamaian Sebelum Petualangan Baru
117
Mencari Kebenaran
118
Menuju Benua Tengah
119
Keganasan Lautan
120
Rintangan Lainnya
121
Tiba di Benua Tengah
122
Kota Guangming
123
Struktur Benua Tengah
124
Kuil Misterius
125
Entitas Kuat Berdatangan
126
Mengambil Kesempatan
127
Monumen Pencerahan
128
Kristal Misterius
129
Ujian Kuil
130
Dunia Baru yang Misterius
131
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!