"Buat apa kamu datang lagi ke rumahku lagi, Devia?!" ucap Ralin yang baru keluar dari rumahnya.
"Ralin, aku mau jelaskan tentang kejadian waktu itu," jawab Devia.
"Tidak usah kamu jelaskan lagi padaku. Aku mau mengantar anak-anak ke sekolah, sebaiknya kamu pergi saja. Tidak perlu menemuiku lagi," ucap Ralin.
Perempuan itu mengajak kedua anaknya masuk ke dalam mobil, Devia hanya menatap ketiganya. Dia ingin menjelaskan semuanya tentang masa lalunya dan Aryo dan juga ucapan Aryo waktu di pantai itu.
Tapi Ralin belum bisa di ajak bicara lebih tenang, karena memang dalam keadaan panas saat ini. Lebih baik dia pergi ke kantor saja, mencoba untuk bertemu Aryo dan meminta laki-laki itu juga menjelaskan semuanya.
Devia pergi ke kantor dengan menaiki taksi, sengaja dia datang ke kantor lebih siang karena ingin bertemu dengan Ralin lebih dulu. Dia sudah memberitahu di bagian kepala gudang, izin masuk siang.
Sampai di kantor, dia langsung masuk menuju ruangannya. Di sana para karyawan menatapnya aneh, tapi Devia tidak peduli. Meski dia merasa heran kenapa para karyawan menatapnya aneh.
Seseorang menghampirinya dan memberikan sebuah amplop putih.
"Nih buat kamu," kata karyawan itu menyodorkan amplop di mejanya.
"Apa ini?" tanya Devia heran.
"Baca saja, itu jelas ada tulisannya kan?"
Devia menatap amplop putih itu, lama dia menatapnya dan akhirnya membukanya. Di baca dengan teliti isi surat tersebut.
"Apa? Aku di pecat?! Apa salahku?" tanya Devia kaget dengan isi surat itu.
"Mana saya tahu, tanya saja sama kepala gudang? Aku cuma menyampaikan surat itu saja sama kamu," ucap karyawan itu.
Devia berdiri dengan membawa amplop tersebut lalu pergi melangkah menuju ruangan kantor kepala gudang. Dia mengetuk pintu dengan keras karena tidak sabar ingin bertanya kenapa bisa dia di pecat.
Tok tok tok.
"Masuk."
Devia membuka pintunya dan masuk, wajahnya sungguh marah sekali. Dia berdiri di depan atasannya yang terpisah oleh meja kerja.
"Ada apa Devia?" tanya kepala bagian gudang.
"Pak, kenapa ini aku dapat surat pemecatan? Aku salah apa?" tanya Devia.
"Saya tidak tahu, itu perintah dari pak Aryo. Kalau kamu bingung, tanya saja sama pak Aryo," jawab kepala bagian gudang itu.
Devia diam, tentu dia mengerti jika Aryo yang memerintahkannya di pecat. Di tariknya napas panjang, meski dia kesal dengan pemecatan itu. Tapi akhirnya tanpa bicara lagi dia keluar, tentunya dia sudah tahu resikonya sewaktu liburan di pulau Lombok itu akan seperti itu jadinya.
Perempuan itu pun pergi dengan langkah lunglai dan lesu, tidak bisa lagi bekerja di kantor Aryo. Kenapa urusan pekerjaan harus di kaitkan dengan urusan pribadi?
_
Tiga jam Devia menunggu di teras rumah Ralin, sesekali dia melirik jam di tangannya. Sejak pulang dari kantor mendapatkan surat pemecatan itu, Devia langsung datang ke rumah Ralin.
Bukan ingin meminta kembali di masukkan ke kantor suaminya, tapi dia ingin bercerita tentang masa lalu dengan Aryo. Dia yakin Aryo tidak memberitahu tentang masa lalunya bersamanya.
Waktu menunjukkan pukul setengah dua belas siang, perutnya sebenarnya lapar. Tapi dia tahan karena memang sebentar lagi Ralin pasti pulang setelah menjemput anak-anaknya sekolah.
Tak lama, sebuah mobil sedang memasuki halaman rumah itu, Devia berdiri dengan senyum tipis di bibirnya. Seakan menyambut kedatangan Ralin.
Sedangkan dalam mobil, Ralin menatap Devia kesal. Dia diam sejenak lalu menoleh ke belakang menyuruh anak-anaknya turun.
"Ayo turun sayang, sudah sampai," ucap Ralin.
Naura dan Salma segera turun, mereka langsung menuju rumah. Melihat Devia yang berdiri tapi mengabaikannya, Ralin pun keluar dari mobilnya.
Dia berjalan tanpa mau menatap Devia yang sudah menunggu kedatangannya cukup lama.
"Ralin, aku mau bicara," ucap Devia mencegah Ralin masuk ke rumah.
"Tidak perlu bicara lagi, aku tidak mau bicara denganmu," kata Ralin.
"Ralin, aku menunggu kamu sudah lama. Tiga jam lebih, hanya karena ingin bicara tentang di Lombok itu," ucap Devia menahan tangan Ralin
"Untuk apa? Mau cerita kalau kamu suka dengan suamiku?" tanya Ralin langsung saja menebak.
Tentu saja itu membuat Devia kaget, dia menatap sahabatnya lama. Berpikir apakah dia harus langsung menceritakan kalau Aryo itu dulunya adalah sahabatnya juga, yang sudah lama dekat dengannya dan hampir menjadi pasangan kekasih.
"Oh, atau mas Aryo itu adalah mantan kekasihmu dulu yang sangat kamu cintai dan tiba-tiba saja pergi?" tanya Ralin lagi.
Lagi-lagi Devia kaget dengan ucapan Ralin, tapi kemudian dia pun menjawab tegas pernyataan Ralin itu.
"Ya. Aryo adalah mantan kekasihku dulu," jawab Devia.
"Heh, jadi kamu ingin kembali dengan mas Aryo? Sadar Devia, dia sudah punya anak dan istri. Jangan menghayal kalau mas Aryo akan kembali lagi sama kamu," ucap Ralin lagi.
"Bukan begitu Ralin, aku hanya ingin menceritakan sebenarnya sama kamu tentang Aryo dan aku. Kamu harus tahu kalau dulu kita itu ..."
"Pasangan kekasih?"
Devia menarik napas panjang, tentu dia tidak mau malu menceritakan kalau Aryo sebenarnya belum jadi pacarnya dulu. Tapi dia harus menceritakan kedekatannya dengan Aryo.
"Sudahlah Devia, jangan mengada-ada. Ini sudah berubah, mas Aryo sudah punya keluarga. Kamu jangan menggangguku dan suamiku," ucap Ralin lagi.
Dia berbalik hendak masuk tapi lagi-lagi tangannya di cegah oleh Devia.
"Tunggu dulu Ralin, please dengarkan aku. Aku ingin cerita sama kamu, setelah ini kamu boleh mengusirku," ucap Devia mencengkeram lengan tangan Ralin.
Sejenak Ralin terdiam menatap sinis pada Devia, menarik napas panjang lalu mengiyakan. Tidak ada gunanya dia mengelak terus dari Devia, dia juga harus tahu apa yang akan di ceritakan Devia tentang suami dan masa lalunya.
"Baik, tunggu sebentar. Aku akan menyuruh anak-anak istirahat dan makan sendiri, kita bicara di luar saja," ucap Ralin membuat Devia tersenyum senang.
"Terima kasih Ralin, aku akan tunggu kamu selesai. Meski aku lagi lapar saat ini, heheh."
Ralin berdecak sinis mendengar ucapan Devia itu, dia masuk ke dalam rumahnya. Devia kembali duduk menyusun kalimat dan cerita apa yang akan dia sampaikan pada Ralin.
"Aku yakin dia akan percaya dengan ceritaku nanti."
Senyum smirik mengembang di bibir perempuan yang sudah tidak bersuami itu.
_
_
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
kalea rizuky
moga ralin gk terpengaruh
2025-03-17
0