04. Jadi Suami Sesungguhnya

Hati Aryo berbunga-bunga setelah dia mendapatkan pelayanan yang memuaskan oleh Ralin di atas ranjang. Dia baru merasakan betapa menyenangkannya berhubungan dengan seorang istri sah, tiba-tiba pikiran Aryo tidak ingin kembali ke masa awal dirinya berada. Masa di mana dirinya masih menjadi seorang mahasiswa yang bekerja, meski kebingungan demi kebingungan yang dia alami karena waktu yang dia lewati itu.

Tapi jujur dalam hatinya sangat senang, memiliki anak yang lucu serta istri cantik yang membuatnya bahagia. Apa lagi dia baru kali ini merasakan surga dunia dalam hidupnya, meski mungkin dia sudah melewatinya selama lima tahun dalam pernikahan. Tapi baru ini dia merasakan yang sesungguhnya.

"Mas, kamu hebat. Kayak malam pertama kita dulu, kamu begitu bersemangat. Minta lagi dan lagi, aku jadi kewalahan karena permintaanmu itu," kata Ralin ketika dia sudah membasuh tubuhnya.

"Masa sih?" tanya Aryo, dia cukup tergoda dengan Ralin. Entah itu jiwa lelakinya, tapi memang Ralin sangat cantik.

"Iya mas, aku sampai kaget lho. Biasanya kamu kalau udah selesai, ya udah. Langsung tidur atau diam sebentar lalu main ponsel," kata Ralin sambil tangannya mengeringkan baju.

"Terus, kamu menyesal?" tanya Aryo.

"Ya ngga, justru aku senang. Gairah kamu kembali muncul lagi, heheh," ucap Ralin.

Aryo menatap wajah perempuan yang di dunia masa depan adalah istrinya. Dia bingung, tapi dia berjanji akan menjadi suami yang baik bagi Ralin dan juga papa yang baik bagi kedua anak gadisnya Naura dan Salma. Setidaknya itu tekadnya ketika dia sudah masuk ke dunia masa depan.

Tangan Aryo menarik pinggang Ralin sampai perempuan itu duduk di pangkuannya. Entah naluri lelakinya atau memang dia sudah jatuh cinta pada istri masa depannya itu. Dia mencium pipi Ralin dan memeluknya erat.

"Aku ada lupa sebagian dari diriku sayang, apa kamu bisa menceritakan pertama kali kita bertemu dan akhirnya menikah?" tanya Aryo.

"Ah ya benar, kamu ada trauma otak sampai ada memori yang hilang dalam benakmu," kata Ralin.

Ini kebetulan sekali dengan kebingungan Aryo, dia ingin tahu awal mula pertemuannya dengan Ralin dan sampai menikah. Karena di masa sebelum dia masuk ke dunia masa depan, dia belum bertemu dengan Ralin dan sama sekali tidak tahu siapa itu Ralin. Siapa perempuan itu sampai menjadi istrinya dan memberikannya dua orang anak perempuan yang cantik.

Ralin pun menceritakan awal mula dirinya bertemu dengan Aryo, saat itu dia sedang membelokkan motornya. Itu di tahun dua ribu dua puluh empat akhir tahun, tepatnya di bulan Desember.

"Ya, waktu itu aku sedang naik motor. Mau belok tapi ternyata aku kaget ada orang yang mau menyeberang dekat sekali. Aku banting stir ke kiri dan akhirnya aku jatuh, ada seorang laki-laki seperti seorang mahasiswa yang menolong aku kecelakaan itu. Kakiku luka parah dan aku langsung di gendong oleh laki-laki mahasiswa itu sampai ke klinik. Aku di tangani di sana, dan mahasiswa itu menanggung semua biayanya.

Aku sebenarnya bisa bayar sendiri, tapi kata laki-laki itu ngga apa-apa. Katanya bayarnya ngga besar, jadilah aku dan mahasiswa itu tukar nomor telepon. Dan sejak saat itu aku sama kamu semakin dekat. Karena papa tahu aku dekat sama kamu, papa memaksa kamu untuk melamarku. Kamu awalnya menolak mas, karena masih kuliah dan masih butuh uang banyak untuk biaya kuliah. Dan aku juga dekat kok sama ibu kamu," kata Ralin menghentikan ceritanya.

"Lalu, setelah itu?"

"Apa kamu benar-benar lupa semuanya mas?" tanya Ralin.

"Emm, sepertinya iya," jawab Aryo berbohong.

Karena sebenarnya dia tidak tahu dan belum mengalaminya. Waktu itu dia adalah mahasiswa yang hidupnya hanya kuliah dan ibunya yang terpenting, sebelum lulus kuliah dia sudah bertekad untuk tidak memiliki pacar. Tapi, kenapa di masa depan dia sudah punya istri dan dua anak?

Kapan dia menikah? Di semester berapa dia menikah?

"Kamu masih kuliah di bujuk sama papa untuk menikahi aku, awalnya memang kamu menolak meski kamu mencintaiku. Tapi aku selalu membujukmu dan ibu, akhirnya mau juga kamu menikah denganku. Saat itu aku sangat bahagia mas, hingga kita pindah ke rumah ini lima tahun lalu aku hamil Naura. Dan sambil kuliah kamu juga kerja di kantor papa, tapi setelah punya Salma kamu pindah kerjanya di tempat lain. Aku sih terserah kamu, dan sekarang kamu semakin menyayangi kami. Terima kasih mas Aryo, kamu benar-benar suami yang baik dan papa yang baik bagi Naura dan Salma," ucap Ralin.

Perempuan itu mengecup bibir Aryo, senyum mengembang. Tatapan penuh cinta, Aryo di buat salah tingkah dengan tatapan Ralin itu. Dia membalas tatapan istrinya, getaran di hatinya semakin lama semakin kencang. Entah itu perasaan cintanya yang dulu pertama kali bertemu dengan Ralin, atau memang saat ini dia terpesona dengan wajah cantik perempuan yang di anggapnya istrinya di masa depan itu.

Perlahan dan pasti, keduanya kembali terhanyut dalam kemersaan dan gairah yang memuncak. Aryo benar-benar di buat mabuk kepayang dengan pesona cantik Ralin, sang istri masa depan. Baru beberapa hari dia memasuki dunia masa depan, kali ini dia merasakan begitu dahsyatnya perasaan cinta pada seorang perempuan.

Tak sadar Aryo mengucapkan cinta berkali-kali pada Ralin, di setiap pelepasan dan kenikmatannya bercinta dengan istri masa depannya itu.

"I love you, Ralin. I love you istriku."

Hati Ralin begitu bahagia dengan kalimat yang di ucapkan oleh Aryo. Dia memeluk laki-laki yang kini jadi suaminya lima tahun ini.

"I love you mas Aryo."

_

_

********

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!