Aryo masuk ke dalam rumahnya dengan cepat ketika melihat Devia langsung pergi, entah apa yang membuat perempuan itu cepat-cepat pergi dari rumah Ralin sahabatnya.
Aryo sendiri tidak berniat untuk mengejar Devia, karena rasa penasaran dan aneh kenapa bisa teman dekatnya dulu itu bahkan hampir jadi pacarnya bisa berada di rumah Ralin.
"Eh, mas Aryo sudah pulang? Bagaimana kerjaannya mas?" tanya Ralin menyalami tangan suaminya.
Aryo mengelus kepala istrinya, tentu dia senang pulang dari kantor di sambut manis oleh Ralin. Benar-benar kehidupan yang sempurna baginya, tentu perpindahan waktu kehidupan yang banyak di inginkan semua laki-laki berkeluarga.
Mereka berjalan beriringan menuju kamar, rasa penasaran dengan kedatangan Devia di rumahnya. Tentu membuat Aryo bertanya.
"Tadi ada tamu ya sayang?" tanya Aryo.
"Iya. Teman lama," jawab Ralin menyimpan tas kerja Aryo.
"Teman lama? Siapa?" tanya Aryo mencoba mencari tahu.
"Namanya Devia, sejak dia menikah dengan orang jauh kita lost kontak lama. Baru beberapa bulan bisa berhubungan lagi dari media sosial, lalu dia mau datang ke rumah," jawab Ralin.
Dia mondar mandir meletakkan sepatu juga baju bekas pakai Aryo. Aryo sendiri berpikir kenapa bisa Ralin kenal dengan Devia, bukan apa-apa perempuan itu dulu juga adalah teman dekatnya dan hampir mereka jadian.
"Namanya Devia, dia dulu teman SMAku tapi tidak sampai lulus. Dia pindah sekolah dan kuliah di kota dia pindah, tapi ketika mau lulus kita bertemu lagi. Katanya dulu dia dekat dengan seorang laki-laki, entah sudah jadi pacarnya atau belum. Tapi dari pengakuan dulu dia sudah berpacaran dengan teman kuliahnya itu, entah juga," ucap Ralin lagi.
Aryo mendengarkan cerita istrinya tentang Devia, tentu saja dia jadi berpikir bagaimana jika Ralin mengetahui kalau Devia juga teman dekatnya dulu yang hampir jadi pacar. Tapi, bukankah Ralin katakan kalau Devia berpacaran dengan temannya?
Lalu, siapakah teman dekat Devia saat itu? Setahu Aryo Devia hanya dekat dengannya?
_
Pikiran Aryo membawanya ke masa di mana memang dia dekat dengan Devia. Tapi entah tiba-tiba Devia menghilang pergi ke kota lain tanpa memberitahunya, tiba-tiba kini datang ke rumah Ralin.
Wajah Aryo begitu kentara terlihat kalau dia sedang melamun, suasana malam di balkon kamarnya. Memandangi langit malam, membuat Ralin istrinya mendekat. Perempuan itu penasaran apa yang di pikirkan suaminya.
"Mas, kenapa ngga masuk ke kamar dari tadi? Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Ralin duduk di sebelah Aryo.
Meski Aryo sendiri bingung dengan keadaan saat ini, kebahagiaan beberapa bulan ketika dia pindah ke waktu masa depan memiliki anak dan istri yang cantik seperti Ralin. Tentu membuatnya kembali bertanya-tanya, apakah benar Ralin itu istrinya? Dan dua anak gadis kecilnya itu?
Aryo menarik napas panjang, dia menoleh pada istrinya dan tersenyum. Mendadak dalam waktu beberapa jam setelah pertemuan dengan Devia membuatnya lebih banyak diam.
"Oh ya, temanmu itu siapa namanya?" tanya Aryo.
"Devia. Dia itu janda mas, cerai dengan suaminya," jawab Ralin yang tentu saja penjelasan perempuan itu membuat Aryo kaget.
"Apa?! Dia janda? Pernah bersuami?" tanya Aryo dengan kekagetannya.
"Lho, kok mas Aryo kaget begitu? Wajar saja dia bercerai lalu jadi janda, bukankah memang bercerai dari suaminya namanya janda?" tanya Ralin heran dengan reaksi Aryo.
"Yaa memang, tapi kaget saja. Apa dulu dia juga datang sewaktu kita menikah? Maksudku, aku kan hilang ingatan jadi tidak ingat waktu menikah dia datang atau tidak," kata Aryo beralasan.
Ralin menarik napas panjang, menatap ke depan yang gelap karena malam menguasai alam.
"Tidak. Devia tidak datang, karena dia menghilang sejak pindah ke kota lain itu. Jadi aku tidak bisa memberitahunya tentang pernikahan kita," jawab Ralin.
Aryo mengangguk, syukur saja Devia tidak tahu pernikahannya dengan Ralin. Dan dia juga tidak tahu kapan dia menikah dengan Ralin, waktu yang membuatnya jadi bingung seperti ini.
"Mas, kamu sepertinya penasaran tentang Devia. Apa kamu pernah kenal dia?" tanya Ralin.
"Ngga. Aku ngga kenal Devia," jawab Aryo berbohong.
Ya, dia tentu saja membuat masalah kali ini. Jika nanti Devia sering datang dan bertemu dengannya, bukankah tidak bisa di hindari kalau sebenarnya dia dan Devia saling kenal.
"Devia itu cantik, tapi sayang suaminya KDRT. Orang cantik selalu saja mendapatkan laki-laki jahat, kenapa bisa begitu ya?" ucap Ralin pandangannya masih menerawang jauh ke depan.
"Tapi kamu ngga sayang, kamu cantik dan dapat aku suami yang ..." ucapan Aryo terhenti membuat Ralin menoleh padanya.
"Kamu baik dan juga tulus mas, aku beruntung mendapatkan suami sepertimu. Aku akan menjaga keutuhan rumah tangga kita mas, apa pun permasalahannya," ucap Ralin menatap suaminya.
Tentu itu membuat Aryo tertegun, bukan apa-apa dia kini ragu dengan nasibnya. Waktu masa depan apakah seperti itu ujiannya?
Aryo menundukkan kepala, menarik napas panjang. Keraguan dan rasa bersalah karena telah memikirkan Devia, tentu itu membuatnya gundah.
"Apa kamu akan sepertiku mas? Menjaga keutuhan rumah tangga kita?" tanya Ralin.
"Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu?" Aryo balik bertanya.
"Entah, aku hanya ingin bertanya karena kamu sepertinya memikirkan sesuatu," jawab Ralin.
"Lalu, apa hubungannya dengan janjimu itu?"
"Karena aku lihat kamu seperti sedang meragukan kita."
"Ragu?"
_
_
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments