10. Di Kantor

Aryo tersenyum mendengar ucapan Ralin, dia tidak ragu dengan nasib yang tiba-tiba mujur itu. Hanya dalam hitungan bulan kehidupannya di masa depan itu menjadi lebih bahagia, memiliki dua orang anak yang cantik dan istri yang pengertian juga baik.

Siapa yang tidak menginginkan itu, apa lagi dia memiliki pekerjaan yang bagus. Apa Aryo masih ragu? Meski iya, tapi jauh dalam lubuk hatinya dia sangat menyukai nasibnya di masa depan itu.

Dia hanya penasaran dengan Devia, perempuan yang pernah dekat dengannya lalu tiba-tiba menghilang dan kini bertemu di masa depan dalam keadaan berbeda.

"Mas Aryo," panggil Ralin dengan menatap mata suaminya.

Aryo menoleh pada istrinya, sejenak dia membalas tatapan Ralin dan kemudian tersenyum. Sungguh dia tidak tahu harus bagaimana, kenapa bisa setelah kedatangan Devia itu mengacaukan pikirannya.

"Ada yang mas Aryo pikirkan?" tanya Ralin lagi.

"Ngga sayang, mas hanya suntuk waktu di kerjaan itu. Maafkan mas ya," ucap Aryo menarik tubuh istrinya.

Kali ini dia berjanji dalam hati. Tentunya ini janji yang kedua kali setelah dirinya menjadi suami Ralin secara tiba-tiba.

"Aku merasa mas Aryo hari ini ada yang berbeda setelah kuceritakan tentang Devia itu," ucap Ralin.

"Ngga perlu cemaskan aku tentang itu, hanya tadi ingin tahu siapa itu Devia. Karena aku ingat seseorang di masa lalu itu," ucap Aryo.

Ralin melepas pelukan suaminya, menatapnya dengan dahi berkerut.

"Kamu mengenal Devia?" tanya Ralin membuat Aryo sedikit terkejut dan gugup.

"Siapa yang mengenalnya? Kan kamu sendiri tadi yang cerita dia teman lama kamu," ucap Aryo berbohong.

Ralin menarik napas panjang, ada sedikit ragu dalam hatinya. Tapi dia diam saja, kembali menarik napas panjang dengan pikiran yang tiba-tiba jadi sedikit kacau.

_

Aryo duduk diam menatap laptopnya, pikirannya tentang Devia akhir-akhir ini. Apakah dia harus jujur pada Ralin kalau dirinya sebenarnya kenal dengan Devia.

Tapi, bagaimana menceritakannya pada perempuan itu? Sedangkan dirinya saja baru jadi suami dan papa beberapa bulan ini.

Sungguh rumit bagi Aryo memikirkan itu, karena dalam hatinya sesungguhnya masih menyimpan nama Devia. Meski dulu seingatnya dia dan Devia tidak pernah jadi sepasang kekasih, baru dekat saja sebagai teman. Setelah itu Devia menghilang.

Tok tok tok.

Suara pintu di ketuk, Aryo menoleh ke arah pintu yang sudah terbuka. Tampak keceriaan dari dua bocah kecil dengan seragam lengkap dan di belakangnya Ralin dengan wajah tersenyum.

"Papa! Kejutan!" teriak salah satu anak berseragam taman kanak-kanak mendekat pada Aryo.

Aryo tersenyum dan menyambut buah hatinya, sejenak dia melupakan tentang Devia.

"Kamu sibuk mas?" tanya Ralin melihat laptop suaminya masih menyala di meja kerjanya.

"Ngga juga, lagi memeriksa bagian penjualan produk. Tadi pagi sekretaris memberikan filenya, jadi aku periksa dulu," jawab Aryo menggendong Salma si bungsu.

Mereka duduk di sofa, Ralin meletakkan bungkusan makanan yang dia beli sebelum ke kantor suaminya.

"Kamu beli apa?" tanya Aryo.

"Nasi Padang, aku pengen makan nasi pandang sama kamu dan anak-anak," jawab Ralin membuka bungkusan kantong tersebut.

Aryo mengangguk pelan, dia memang senang dengan nasi Padang. Terkadang dulu juga sering membelikan ibunya nasi Padang ketika pulang kuliah.

"Kamu tahu aja makanan kesukaanku, sayang," ucap Aryo.

"Ya, kamu bilang kamu suka sekali makan nasi Padang. Apa lagi waktu masih ada ibu kamu, sering beli makan nasi Padang sewaktu pulang kuliah kan?" ucap Ralin yang tentu membuat Aryo terkejut.

"Kok kamu tahu?" tanya Aryo.

"Kan kamu pernah cerita sama aku, dan anak-anakmu juga ikutan suka tuh nasi Padang," ucap Ralin menunjuk kedua anaknya makan nasi Padang.

Aryo tersenyum, meski dia bingung dengan keadaan itu. Tapi dia sangat kalau kini dirinya sudah beristri dan menjadi papa dari dua anak gadis kecil, Salma dan Naura.

"Mas, besok Devia katanya mau datang lagi ke rumah." ucap Ralin.

"Uhuk! Uhuk!"

"Pelan-pelan makannya mas, kok tersedak sih?"

"Apa kamu bilang? Devia?"

"Ya, dia mau datang ke rumah lagi. Besok kan hari Minggu, katanya mau kenal suamiku," jawab Ralin.

Tentu saja Aryo jadi kaget dan bingung, bagaimana dia menghadapi perempuan itu, sedangkan keadaannya berbeda dengan yang dulu. Tapi, apakah akan ada keanehan yang terjadi?

"Mas Aryo?"

"Eh, ya sayang," ucap Aryo.

"Kok melamun sih? Mau kan kenalan nanti sama Devia? Dia maksa pengen ketemu mas Aryo," ucap Ralin.

"Lho kok gitu?" tanya Aryo heran.

"Ya, katanya dia ingin kenal aja sama kamu. Penasaran katanya," ucap Ralin lagi.

"Nanti dia suka sama suamimu bagaimana?" tanya Aryo memancing istrinya.

"Ya ngga apa-apa, asal mas Aryo ngga suka balik sama dia. Gampang kan?" jawab Ralin.

Aryo menarik napas panjang, di pandanginya wajah Ralin yang cantik. Meski sudah menjadi ibu dari dua orang anak, tapi wajahnya tidak nampak seperti seorang ibu pada umumnya

Baru kali ini Aryo menyadari kalau memang sebenarnya Ralin itu perempuan yang sempurna. Menurutnya, Devia tidaklah sama dengan istrinya. Dan kini dia kembali menyadari kesalahannya selama beberapa hari telah memikirkan perempuan itu.

_

_

******

Terpopuler

Comments

kalea rizuky

kalea rizuky

awas aja lu selingkuh uda dpet istri baik kh

2025-03-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!