08. Tamu

Ralin sedang menunggu teman lamanya yang sudah janji akan datang ke rumahnya, dia sangat senang akhirnya bisa bertemu lagi dengan teman lamanya itu setelah lama tidak bertemu.

Suara bel terdengar, Ralin segera membukakan pintu. Tampak wajah ceria menyambut tamu yang sudah lama di tunggunya.

"Hai Ralin."

"Oh hai, Devia. Hahah!"

Ralin langsung memeluk perempuan bernama Devia, perempuan cantik itu menyambut pelukan Ralin. Mereka berpelukan sangat erat dan lama, lalu mereka melepas pelukannya dengan tawa senang. Ralin mengajak masuk Devia ke dalam rumahnya.

Perempuan itu tampak senang melihat rumah Ralin yang begitu nyaman dan sangat menyenangkan, penataan perabot dan juga hiasan dinding sungguh tepat dan serasi. Devia tersenyum melihat semuanya begitu apik.

"Kamu sangat telaten ya mengurus rumah dari dulu," ucap Devia.

"Hahah, aku tidak bisa diam jika ada waktu luang. Jadi aku selalu merapikan dan menata semua perabot yang aku suka," ucap Ralin tersenyum bangga.

"Apa suamimu mendukungmu?" tanya Devia.

"Tentu saja, dia sangat baik padaku akhir-akhir ini. Ya, sejak kecelakaan itu dan sempat hilang ingatan aku selalu menjaganya dan kedua anakku," ucap Ralin.

"Kecelakaan?" tanya Devia heran.

Karena Ralin tidak pernah cerita apa pun tentang kecelakaan suaminya, ya mereka lost kontak setelah Devia pergi. Jadi Ralin tidak bisa memberitahunya tentang kejadian yang menimpa suaminya. Sedikit heran tapi memaklumi dan penasaran kenapa bisa terjadi kecelakaan dengan suaminya. Devia juga tidak mengetahui kapan menikah dan dengan siapa sahabatnya itu menikah.

Mereka tidak sengaja bertemu di media sosial dan kebetulan saling penasaran, akhirnya saling memberi kabar dan Devia berjanji akan mengunjunginya setelah Ralin memberikan alamat padanya melalui media sosial itu.

"Ya, ah aku belum pernah cerita sama kamu kalau suamiku pernah kecelakaan," ucap Ralin.

"Ya, bahkan kamu menikah saja aku tidak tahu. Siapa suami yang kamu nikahi saja aku tidak tahu," ucap Devia lagi.

"Hahah, salah siapa kamu menghilang begitu lama? Pergi keluar kota dengan suamimu tanpa memberi kabar apa pun padaku selama ini, siapa yang lebih tega di sini?" tanya Ralin.

Devia hanya tersenyum lalu tertawa kecil, ya memang dia yang memilih untuk tidak berhubungan dengan Ralin dan tidak mencari tahu kehidupan teman lamanya itu.

Mereka duduk di ruang tamu, Ralin masuk ke dalam untuk mengambil minuman yang sudah dia siapkan. Kembali lagi dengan nampan berisi dengan dua gelas minuman dan stoples Snack makanan.

"Ayo di minum, jangan sungkan di rumahku," ucap Ralin.

Devia tersenyum saja, matanya berkeliling ingin mencari tahu sesuatu. Tapi dia tidak menemukan sesuatu yang dia cari, Ralin mengerutkan dahi. Apa yang di cari sahabatnya itu?

"Kamu cari apa?" tanya Ralin.

"Foto pernikahanmu, kok kamu tidak memajang foto kalian menikah atau memasang foto keluargamu. Bukankah kamu sudah memiliki dua orang anak?" tanya Devia.

"Ya, ada di ruangan keluarga. Dan foto pernikahan hanya aku pasang di kamar saja, aku tidak terlalu suka memasang foto sembarangan," jawab Ralin.

"Aneh, biasanya kalau kamu suka menatap perabot dengan apik tentunya foto pengantin dan juga foto keluarga selalu ada di mana pun. Kok kamu lain dari yang lain?" ucap Devia dengan senyum mengembang.

"Hahah! Karena aku tidak mau ada orang yang naksir suamiku," ucap Ralin dengan tawa renyah, tentunya itu membuat Devia kaget dan menggeleng.

Devia tentu saja itu adalah candaan Ralin, tapi dia tidak bisa menanggapi terlalu jauh. Karena memang Ralin seorang sedikit privasi tentang pribadinya.

Mereka lalu bercerita tentang keluarga masing-masing. Devia menceritakan tentang rumah tangganya yang kini sudah, alasannya apa dan kenapa. Ralin mendengarkan semua cerita Devia dengan serius.

"Entah mungkin hanya sampai di sini saja jodohku dengan mas Aldi, dia sering sekali berkata kasar walau pun dia sangat menyangiku. Aku yang tidak tahan dengan sikapnya berbeda dengan mantanku dulu," ucap Devia.

"Mantanmu?" tanya Ralin.

"Ya, dia meski pun tidak terlalu romantis dan hanya berpacaran sepupuh bulan saja. Tapi sangat membekas di hatiku," jawab Devia.

"Waah, begitu istimewanya ya mantanmu itu," ucap Ralin.

"Hahah! Tapi dia sudah jadi mantan, entah di mana dia sekarang aku tidak tahu. Sejak aku menikah tidak pernah tahu kabarnya lagi," jawab Devia.

Ralin hanya tersenyum saja, mereka berdua terus mengobrol dan bercanda hingga waktu bergulir begitu cepat. Devia pun ingin pamit pulang.

"Ngga terasa ya kita mengobrol sudah lama. Aku harus pulang, tamu tidak boleh terlalu lama bertamu. Hahah!" ucap Devia.

"Kamu bisa saja, baiklah. Kita bisa bertemu lagi kan?" tanya Ralin.

"Tentu saja, tentu kamu bisa mengajak suamimu juga untuk mengenalkannya padaku," ucap Devia.

"Ya baiklah. Nanti aku bicarakan dengan suamiku," jawab Ralin.

Mereka berjalan keluar sambil mengobrol ringan, Devia berpelukan dengan Ralin salam perpisahan. Ralin hanya mengantar sampai pintu depan karena Devia tidak mau mengantarnya sampai di tepi jalan.

Hingga suara mobil memasuki halaman rumah, Devia melihat ke arah pengemudinya. Begitu juga dengan orang yang di dalam mobil, keduanya saling pandang dan terkejut.

"Aryo?!"

"Devia?!"

_

_

*****

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!