16. Malam Tahun Baru

Aryo benar-benar tidak habis pikir dengan Devia, dia hampir selalu ada ketika di mana dirinya berada. Di samping di kantor, kadang Devia sering sekali datang di hari libur dengan alasan menemui sahabatnya, yaitu istrinya.

Bagaimana dia bisa mengelak perasaannya dulu, sedangkan perempuan itu hampir selalu terlihat di mata Aryo. Meski dia selalu menyembunyikan semuanya dengan bersikap dingin dan tegas, tapi tetap saja dia selalu penasaran apa yang di bicarakan dan di inginkan oleh Devia.

"Mas Aryo selalu gila kerja, kadang di hari libur saja dia pegang pekerjaan. Ya meski memang hanya memantau dari ponsel atau laptop."

Pembicaraan siang ini ketika mereka sedang makan siang di resort, ya Devia ikut bergabung dengan keluarga Ralin di liburan tahun baru ini.

Meski awalnya dia iseng bertanya pada Ralin kemana dia akan berlibur, ternyata perempuan itu justru mengajaknya berlibur bersama dengan catatan harus datang sendiri-sendiri dan bertemu di tempat wisata itu.

"Ma, udangnya lagi," ucap Naura pada mamanya.

"Iya sayang, sebentar."

Ralin bangkit dari duduknya tapi di cegah oleh Devia.

"Udah kamu duduk aja, aku yang ambilkan udangnya ya," ucap Devia.

"Oh, terima kasih. Tapi sekalian cumi bakarnya ya, mas Aryo lagi bakar cumi sama udang juga. Kamu tinggal ambil aja, Devia," ucap Ralin.

"Tenang aja, aku ambil yang aku suka kok. Aku pergi dulu ya."

Devia bangkit dari duduknya dan segera pergi ke tempat pembakaran sea food. Aryo ada di sana sedang membakar macam-macam sea food untuk makan anak dan istrinya, tentunya dengan tamunya juga.

Devia mendekat dengan senyum mengembang di bibirnya, membawa piring kosong. Dengan langkah sedikit gemulai dan rambut di tugaskan, tampak Aryo sedang membolak balik cumi dan udang bakarnya.

"Hai pak Aryo," sapa Devia.

Aryo menoleh pada Devia, wajahnya datar tapi dia melirik ke arah meja di mana anak dan istrinya berada. Dia terus membolak balikkan cumi yang sedang di panggang tanpa mau menanggapi sapaan Devia.

Devia hanya tersenyum saja ketika Aryo diam tidak menanggapi sapaannya.

"Naura minta cumi bakarnya katanya. Aku yang ambilkan," ucap Devia.

Tanpa bicara Aryo mengambil beberapa cumi yang sudah di bakar lalu di masukkan ke dalam piring dan menyerahkannya pada Devia. Devia tidak langsung menerima piring dari tangan Aryo, dia menatap laki-laki itu heran.

"Setidaknya sedikit sopan denganku, aku adalah teman sahabat lama istri anda pak Aryo. Kenapa anda diam saja?" tanya Devia sedikit kesal dengan sikap Aryo itu.

"Aku tahu kamu teman sahabat lama istriku, tapi bukan berarti kamu bisa akrab denganku Devia," ucap Aryo.

"Aku yakin anda penasaran denganku, aku juga sahabat dekatmu dulu. Jangan bilang lagi kalau kamu tidak mengenalku, Aryo."

Setelah bicara seperti itu, Devia pun pergi meninggalkan Aryo yang terdiam mendengar ucapannya. Laki-laki itu menarik napas panjang, dia memang tidak lupa ingatan. Hanya saja kehidupannya kini melompat lebih jauh dari kehidupannya yang dulu. Yang masih sebagai seorang mahasiswa dan bekerja paruh waktu.

Tiba-tiba dia harus jadi papa dari kedua anak perempuan dan jadi suami dari perempuan cantik bernama Ralin, itu mengejutkan baginya. Dan kini Devia datang mengaku sebagai sahabat lama istrinya? Yang ternyata juga dia dulu naksir pada perempuan itu.

_

Acara bermain petasan, bakar-bakar ikan dan sea food lainnya sudah selesai. Malam tahun baru ini sungguh meriah di hotel di mana keluarga Aryo menginap, banyak turis asing dan juga domestik merayakan tahun baru di pulau Lombok itu.

Pukul dua pagi suasana sudah sepi, pesta para pengunjung hotel yang di selenggarakan pihak hotel sudah selesai. Aryo dan Ralin masuk kamar karena mereka sudah lelah dengan kegiatan mereka dan anak-anak.

"Mas, kamu mau tidur? Sudah jam dua dini hari lho," ucap Ralin pada suaminya.

"Iya nih, kok belum mengantuk aku," jawab Aryo.

Ralin tersenyum, dia pun mendekati suaminya yang masih berdiri di balkon kamar hotel. Memeluk dari belakang dan menempelkan kepalanya di punggung suaminya. Aryo pun tersenyum, dia berbalik dan mendekap tubuh mungil istri cantiknya.

"Apa kamu menginginkan sesuatu?" tanya Aryo.

"Hahah, kamu sendiri bagaimana? Apa pikiran kita sama?" Ralin balik tanya.

Dengan isyarat yang penuh arti, Aryo pun segera mengangkat tubuh kecil itu dan membawanya menuju ranjang keduanya. Mereka ingin melakukan sesuatu di malam pergantian tahun tersebut.

"Aku menginginkanmu, sayang," bisik Aryo yang di angguki kepala istrinya.

"Tentu saja mas Aryo aku yang ganteng."

Tak menunggu lama lagi, Aryo pun langsung mencumbu tubuh istrinya dengan lembut dan penuh perasaan. Ralin hanya pasrah apa yang akan di lakukan oleh suaminya malam itu, dan keduanya pun larut dalam hasrat yang menggebu pada diri masing-masing. Ketika sedang di atas puncak dan siap mengarungi manisnya percintaan, tiba-tiba...

"Papa sedang apa sama mama?"

_

_

******

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!