Wajah Lama

Mika memilih jurusan kecantikan di kampusnya, merasa bahwa bidang ini sangat cocok dengan perjalanan transformasi dirinya. Ia ingin lebih memahami perawatan kulit, makeup, dan tren kecantikan agar bisa membantu orang-orang yang mungkin mengalami hal serupa seperti dirinya. Namun, kecantikan bagi Mika bukan hanya soal penampilan, tetapi juga soal rasa percaya diri dan penerimaan diri.

Selain kuliah, Mika mulai membangun bisnis kosmetik. Berbekal ilmu yang ia pelajari dan pengalaman pribadinya, Mika merancang produk yang berfokus pada self-care dan kecantikan natural.

Sosial media menjadi alat utama Mika dalam mempromosikan bisnisnya. Dengan follower yang terus bertambah berkat konten seputar tips kecantikan dan self-love, Mika semakin dikenal sebagai selebgram. Postingan-postingannya sering viral—mulai dari tutorial makeup sederhana hingga cerita tentang pentingnya mencintai diri sendiri.

Ia rajin berinteraksi dengan followers-nya, menjawab pertanyaan tentang skincare dan memberikan tips motivasi. Dalam waktu singkat, bisnis kosmetiknya melejit. Banyak orang terinspirasi oleh perubahannya dan merasa Mika adalah sosok yang autentik.

Namun, di balik kesuksesan itu, ada sesuatu yang selalu mengganjal pikirannya.

***

Malam itu, setelah selesai mengedit konten video untuk kanal YouTube-nya, Mika membuka akun Instagram miliknya. Ia menelusuri komentar-komentar di salah satu postingan terbaru:

"Gorgeous! ❤️"

"Kak Mika, inspirasiku banget!"

"Kapan produk barunya launching?"

Ratusan komentar muncul setiap harinya, dan followers-nya semakin bertambah. Tapi di tengah banjir pujian itu, Mika menyadari sesuatu yang aneh—tidak ada satu pun komentar atau pesan dari teman-teman sekolah lamanya.

Ia sudah sering berpikir tentang ini. Dengan ratusan ribu followers yang ia miliki, mestinya ada teman-teman lama yang mengenalinya, bukan? Dara, Nisa, Farah, atau bahkan Raka—tidak satu pun dari mereka muncul di kolom komentarnya atau sekadar menghubunginya lewat DM.

Mika menatap ponselnya dengan pandangan kosong. "Apa aku benar-benar sudah berubah sampai tidak ada yang mengenaliku?" pikirnya.

Ia membuka foto-fotonya satu per satu—selfie dengan kulit wajah yang mulus, tubuh yang ideal, dan senyum percaya diri. Foto-foto ini jelas berbeda jauh dari dirinya yang dulu, tapi Mika tetap merasa ia masih orang yang sama di dalam hati.

Namun, ketidakhadiran teman-teman lamanya membuatnya bertanya-tanya: Apakah perubahan penampilan benar-benar mengubah segalanya? Ataukah ia tidak cukup berarti bagi mereka hingga tidak ada yang peduli?

***

Pikiran tentang masa lalu semakin menghantui Mika malam itu. Ia teringat ejekan Dara dan gengnya—tawa kejam mereka saat membaca surat cintanya kepada Antony di depan semua orang.

"Apa mereka sudah lupa semua itu?" batinnya.

Kemudian, ia teringat Raka. Ia membuka bagian DM Instagram, mencari nama Raka di kolom pencarian, tapi tidak menemukan apa-apa. Raka memang dulu pernah menghubunginya melalui chat, tapi Mika sudah menghapus semua pesan dan kontak dari masa lalunya.

"Apa dia masih ingat aku?" pikir Mika sambil memejamkan mata.

Bagian dari dirinya merasa lega karena tak perlu bertemu mereka lagi, tapi di sisi lain, ia merasa aneh dan sedikit kesepian. Ia telah mencapai kesuksesan dan menjalani hidup baru, namun tetap ada ruang kosong dalam hatinya.

***

Suatu siang yang cerah, Mika sedang duduk santai di kafe favoritnya sambil men-scroll Instagram. Jemarinya dengan cepat meluncur di layar ponsel, mengecek postingan terbaru dari akun-akun inspiratif yang ia ikuti. Semuanya terasa biasa, sampai sebuah postingan muncul di berandanya—nama yang tak asing lagi baginya: Nisa.

Mika terdiam, jantungnya tiba-tiba berdegup lebih cepat. Nisa—teman satu geng Dara, orang yang dulu ikut menghancurkan hidupnya. Dalam foto itu, Nisa tampil menawan, dengan makeup flawless dan senyum anggun. Di bawah fotonya terdapat caption:

"Self-love dan kesehatan mental itu penting. Mari kita hentikan stigma tentang depresi dan kecemasan." #MentalHealthAwareness #SelfLoveJourney

Mata Mika membulat, dan dadanya terasa sesak. Nisa? Membahas kesehatan mental? Rasanya seperti tamparan di wajah. Orang yang dulu merendahkannya, mempermalukannya di depan umum, kini tampil di media sosial sebagai sosok baik hati dan inspiratif.

Mika mengeklik profil Nisa dan menelusuri lebih dalam. Followers-nya sudah puluhan ribu, dengan ribuan likes dan komentar positif di setiap unggahannya. Nisa kini dikenal sebagai seorang influencer yang kerap membagikan konten seputar kesehatan mental dan self-love.

Ada foto-fotonya di acara seminar kesehatan mental, video edukasi tentang kecemasan, dan quotes motivasi tentang mencintai diri sendiri. Semuanya tampak sempurna—terlalu sempurna, menurut Mika.

Ia merasakan amarah yang sudah lama ia tekan kembali muncul ke permukaan. “Bagaimana bisa dia berpura-pura jadi orang baik, sementara dia adalah salah satu alasan kenapa aku dulu hampir kehilangan diriku sendiri?” batinnya.

Ingatan-ingatan pahit kembali menyeruak. Saat Nisa dan gengnya mengejeknya karena berat badannya, saat mereka membaca surat cintanya di depan Antony dan seluruh sekolah. Semua luka itu terasa segar lagi, seolah-olah baru terjadi kemarin.

Mika merasa marah, tapi bukan hanya kepada Nisa. Ia juga merasa kecewa dengan dunia media sosial. Betapa mudahnya seseorang menciptakan persona baru di internet, berpura-pura menjadi sosok yang peduli dan inspiratif, padahal aslinya justru menghancurkan orang lain.

“Apakah semua orang di media sosial seperti ini?” pikir Mika. “Berpura-pura peduli hanya demi likes dan pengakuan?”

Mika menutup ponselnya dengan gemetar. Ia ingin berteriak, ingin membalas Nisa atas semua yang telah terjadi. Ia bisa saja mengungkapkan siapa Nisa sebenarnya. Satu postingan saja cukup untuk menghancurkan citra sempurna Nisa.

Ia bisa menulis:

"Jangan tertipu! Dia yang sekarang sok membahas kesehatan mental, dulu adalah pelaku bully yang menghancurkan hidupku."

Tapi kemudian Mika menarik napas panjang, berusaha menenangkan dirinya. Membuka luka lama tidak akan membawa kedamaian. Ia sudah bekerja keras untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Apakah ia benar-benar ingin kembali terjebak dalam kebencian itu?

Terpopuler

Comments

safea

safea

udah ya mika, masa lalu biarin aja tinggal di belakang sana. kamu engga perlu pikirin yang udah berlalu, sekarang fokus aja sama apa yang sudah kamu dapatkan

2024-10-31

2

lihat semua
Episodes
1 Luka yang mengakar
2 Kepergian yang membekas
3 Mulai dari awal
4 Wajah Lama
5 Iri dengki
6 Malam Reuni
7 Momen pertemuan yang dinanti
8 Pertemuan Pandang
9 Bara Kecemburuan di Tengah Kemewahan
10 Tatapan dan Senyuman yang Mengusik
11 Di Balik Kehidupan yang Sempurna
12 Membangun Jembatan
13 Langkah Baru
14 Izin orang tua
15 Pesan yang mengganggu
16 Pertemuan yang Tak Terelakkan
17 Malam Mewah dan Godaan Halus
18 Malam yang berapi api
19 Rencana apa yang dia pikirkan
20 Kebimbangan Raka dan Ambisi Mika
21 Di Antara Keraguan dan Kejujuran
22 Pertemuan Tak Terduga dengan Raka
23 Pesan yang Mengusik
24 Godaan Berbahaya
25 Debar yang Tak Terhindarkan
26 Kebenaran yang Mengintai
27 Kehadiran Tak Terduga
28 Bukan sembarangan pria
29 Gosip Panas di Malam yang Larut
30 Kecemburuan
31 Kecurigaan yang membuat terpecah
32 Mengabaikan semuanya demi bersamanya
33 Di abaikan
34 Pengintaian
35 Berjanji
36 Malam mengesankan
37 Kebimbangan Hati
38 Tidak terduga
39 Tidak Percaya Diri
40 Kau tidak akan lepas dariku
41 Rayuan maut
42 Kegelisahan
43 Kecurigaan yang mudah di tutupi
44 Kecemburuan yang salah
45 Liburan
46 Bermain Belakang
47 Gangguan
48 Kepedulian
49 Kau sangat penting
50 Bertemu Teman Lama
51 Makan Malam Berkesan
52 Permainan Antony
53 Rasa penasaran Raka
54 Raka mengetahui ?
55 Meminta penjelasan
56 Kekhawatiran
57 Coklat yang sama
58 Melanggar perjanjian
59 Kesedihan di atas kebahagiaan
60 Perhatian Raka
61 Kepingan Rahasia
62 Penghianatan
63 Rayuan Maut Lelaki
64 Kebetulan yang bagus
65 Makan Malam Menegangkan
66 Janji Kosong
67 Jejak Lipstik
68 Melabrak
69 Pembelaan
70 Terulang Kembali
71 Menusuk Teman
72 Kepalsuan
73 Permintaan Maaf
74 Penolakan
75 Siapa Itu?
76 Menyelidiki
77 citra keluarga no 1
78 Celah Kecil
79 Malam Terakhir
80 Berbalik Arah
81 Selalu ada
82 Semakin Rumit
83 Mencari Celah
84 Menyusun Rencana
85 Langkah selanjutnya
86 Mulai!
87 Masuk Perangkap
88 Ketegangan
89 Situasi yang rumit
90 Pendekatan
91 Ancaman
92 Menyelidiki
93 Kesepakatan
94 DI Bawah Kendali
95 Eksekusi
96 Siaran Langsung
97 PENGHIANAT!
98 Terbalaskan
99 Dunia penuh kejutan
100 Menyadari
101 Kenyataan menyakitkan
102 Menggores Kepercayaan Diri
103 Tidak Pernah Ada di Dalam Hatimu...
104 Bukti Masa Lalu
105 Pengaruh
106 Lepaskanlah!
107 Apa Tujuanmu?
108 Melabrak
109 Pertengkaran
110 Sekutu yang berbahaya
111 Kecurigaan Raka
112 Kekecewaan
113 Awal Kehancuran Dara
114 Dara Terjebbak
115 Apa Yang Dia Rencanakan?
116 Adu Domba
117 Kegilaan Nisa
118 Manipulatif
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Luka yang mengakar
2
Kepergian yang membekas
3
Mulai dari awal
4
Wajah Lama
5
Iri dengki
6
Malam Reuni
7
Momen pertemuan yang dinanti
8
Pertemuan Pandang
9
Bara Kecemburuan di Tengah Kemewahan
10
Tatapan dan Senyuman yang Mengusik
11
Di Balik Kehidupan yang Sempurna
12
Membangun Jembatan
13
Langkah Baru
14
Izin orang tua
15
Pesan yang mengganggu
16
Pertemuan yang Tak Terelakkan
17
Malam Mewah dan Godaan Halus
18
Malam yang berapi api
19
Rencana apa yang dia pikirkan
20
Kebimbangan Raka dan Ambisi Mika
21
Di Antara Keraguan dan Kejujuran
22
Pertemuan Tak Terduga dengan Raka
23
Pesan yang Mengusik
24
Godaan Berbahaya
25
Debar yang Tak Terhindarkan
26
Kebenaran yang Mengintai
27
Kehadiran Tak Terduga
28
Bukan sembarangan pria
29
Gosip Panas di Malam yang Larut
30
Kecemburuan
31
Kecurigaan yang membuat terpecah
32
Mengabaikan semuanya demi bersamanya
33
Di abaikan
34
Pengintaian
35
Berjanji
36
Malam mengesankan
37
Kebimbangan Hati
38
Tidak terduga
39
Tidak Percaya Diri
40
Kau tidak akan lepas dariku
41
Rayuan maut
42
Kegelisahan
43
Kecurigaan yang mudah di tutupi
44
Kecemburuan yang salah
45
Liburan
46
Bermain Belakang
47
Gangguan
48
Kepedulian
49
Kau sangat penting
50
Bertemu Teman Lama
51
Makan Malam Berkesan
52
Permainan Antony
53
Rasa penasaran Raka
54
Raka mengetahui ?
55
Meminta penjelasan
56
Kekhawatiran
57
Coklat yang sama
58
Melanggar perjanjian
59
Kesedihan di atas kebahagiaan
60
Perhatian Raka
61
Kepingan Rahasia
62
Penghianatan
63
Rayuan Maut Lelaki
64
Kebetulan yang bagus
65
Makan Malam Menegangkan
66
Janji Kosong
67
Jejak Lipstik
68
Melabrak
69
Pembelaan
70
Terulang Kembali
71
Menusuk Teman
72
Kepalsuan
73
Permintaan Maaf
74
Penolakan
75
Siapa Itu?
76
Menyelidiki
77
citra keluarga no 1
78
Celah Kecil
79
Malam Terakhir
80
Berbalik Arah
81
Selalu ada
82
Semakin Rumit
83
Mencari Celah
84
Menyusun Rencana
85
Langkah selanjutnya
86
Mulai!
87
Masuk Perangkap
88
Ketegangan
89
Situasi yang rumit
90
Pendekatan
91
Ancaman
92
Menyelidiki
93
Kesepakatan
94
DI Bawah Kendali
95
Eksekusi
96
Siaran Langsung
97
PENGHIANAT!
98
Terbalaskan
99
Dunia penuh kejutan
100
Menyadari
101
Kenyataan menyakitkan
102
Menggores Kepercayaan Diri
103
Tidak Pernah Ada di Dalam Hatimu...
104
Bukti Masa Lalu
105
Pengaruh
106
Lepaskanlah!
107
Apa Tujuanmu?
108
Melabrak
109
Pertengkaran
110
Sekutu yang berbahaya
111
Kecurigaan Raka
112
Kekecewaan
113
Awal Kehancuran Dara
114
Dara Terjebbak
115
Apa Yang Dia Rencanakan?
116
Adu Domba
117
Kegilaan Nisa
118
Manipulatif

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!