Izin orang tua

Setelah tiba di apartemennya, Mika menyadari betapa sibuknya ia selama beberapa hari terakhir hingga lupa menghubungi orang tuanya. Di antara perjalanan mencari rumah dan pertemuannya dengan agen properti, waktu terasa begitu cepat berlalu.

“Aduh, aku bahkan belum cerita sama Mama dan Papa soal rencanaku pindah,” pikir Mika sambil menghela napas.

Malam itu, tanpa berpikir panjang, Mika memutuskan untuk pergi ke rumah orang tuanya yang berada di pinggiran kota. Ia tahu, meskipun ia sudah dewasa dan mandiri, restu orang tuanya tetap penting.

Saat Mika tiba di rumah, ibunya, Bu Ratna, tengah duduk di ruang tamu sambil membaca majalah. Ketika melihat putrinya masuk, wajah ibunya langsung berbinar. “Mika! Kok nggak bilang mau datang?”

Mika tersenyum tipis. “Maaf, Ma. Tadi aku dadakan.”

Setelah beberapa menit berbasa-basi, Mika mulai menyampaikan maksud kedatangannya. Ia tahu ini bukan pembicaraan mudah, tetapi ia harus mengatakan semuanya dengan jelas.

“Ma, Pa… aku mau balik ke kota lama kita.”

Ayahnya menatapnya dengan dahi sedikit berkerut, tetapi tetap tenang. Ibunya, di sisi lain, langsung menunjukkan raut khawatir.

“Mau apa kamu balik ke sana?” tanya Bu Ratna dengan nada penuh perhatian. “Bukannya kamu dulu pindah justru karena kamu trauma dengan orang-orang di sana, Mik?”

Mika menatap ibunya dengan lembut, tetapi di balik tatapannya, ada tekad yang bulat. “Iya, Ma… Dulu aku pindah karena itu. Tapi sekarang, semuanya sudah beda.”

Ibunya menatapnya, tak yakin. “Apa kamu yakin, Mika? Kamu sudah bahagia di sini. Bisnismu berkembang, kuliahmu lancar… Kenapa harus balik ke tempat yang menyakitimu dulu?”

Mika menarik napas dalam-dalam, mencoba merangkai kalimat yang tepat. “Aku mau memperbesar bisnis kosmetikku, Ma. Di kota besar, peluangnya lebih banyak. Aku juga sudah nemu rumah yang pas buat kerja dan bikin konten.”

Ayahnya yang sejak tadi diam akhirnya ikut bicara. “Kamu yakin, Mika? Kami nggak mau kamu ke sana kalau hanya karena terpaksa atau merasa harus membuktikan sesuatu ke orang lain.”

Mika tersenyum lembut. “Aku ke sana bukan karena terpaksa, Pa. Aku cuma ingin bisnis ini berkembang. Aku udah jauh lebih kuat dari Mika yang dulu.”

Bu Ratna masih tampak ragu, tetapi ia tahu Mika bukan lagi anak kecil yang perlu selalu diarahkan. Anak perempuannya sudah tumbuh menjadi sosok mandiri dan ambisius, meski rasa khawatir tak bisa sepenuhnya hilang.

“Kalau begitu, Mama cuma minta satu hal,” ujar ibunya dengan nada serius. “Jangan biarkan masa lalumu mempengaruhi hidupmu lagi. Kami mau kamu bahagia, bukan terseret ke dalam urusan lama.”

Mika mengangguk mantap. “Tenang aja, Ma. Aku udah belajar dari semuanya.”

Dengan berat hati, Bu Ratna akhirnya memberikan izin. “Kalau itu keputusanmu, Mama dan Papa akan dukung. Tapi kamu harus hati-hati.”

Ayahnya menambahkan: “Ingat, kamu nggak perlu buktiin apa-apa ke siapa pun, Nak.”

Mika tersenyum lega. “Makasih, Ma. Makasih, Pa. Aku janji semuanya akan baik-baik saja.”

Malam itu, setelah menghabiskan waktu bersama orang tuanya dan menceritakan lebih banyak tentang rencananya, Mika pulang ke apartemen dengan perasaan lega.

***

Saat berbaring di atas kasur apartemennya, Mika memegang ponselnya dan membuka chat dengan Antony.

"Aku udah nemu rumah di sana. Nanti aku kabarin kalau udah balik," tulis Mika singkat.

Antony membalas cepat: "Aku tunggu. Jangan lupa kasih tahu kapan kita bisa ketemu."

Sambil memandang layar ponsel, Mika tersenyum tipis. Rencananya berjalan dengan sempurna. Tidak ada yang tahu apa yang ia simpan dalam pikirannya. Yang mereka lihat hanyalah Mika yang sukses dan cantik—tetapi di balik itu semua, Mika sudah menyiapkan permainan yang hanya dia yang tahu akhirnya.

“Dara... Antony... Kalian bahkan belum sadar apa yang akan terjadi,” bisik Mika dalam hati, senyumnya semakin lebar. Ini belum berakhir—justru baru saja dimulai.

***

Di kamar utama yang luas dengan nuansa mewah, Dara sedang duduk di depan meja rias, memakai rangkaian skincare dengan cermat. Kulit wajahnya terawat sempurna, dan ia memastikan setiap produk terserap dengan baik. Sementara itu, Antony duduk bersandar di tempat tidur dengan ponsel di tangannya, sibuk mengetik pesan yang mencurigakan.

Dara melirik ke arah suaminya melalui pantulan cermin, menghela napas panjang. Antony semakin sering terlihat tenggelam dalam ponselnya akhir-akhir ini, dan Dara merasa ada yang tak beres. Ia mencoba mengabaikan kecurigaannya dan mengganti topik.

“Sayang, gimana kalau weekend ini kita liburan? Alea udah lama nggak diajak jalan-jalan. Dia pasti seneng kalau kita pergi ke villa di Puncak,” ujar Dara sambil memijat pelembap di pipinya.

Antony mendengus pelan, masih menatap layar ponselnya. “Hmm… kayaknya nggak bisa, deh. Weekend ini aku sibuk banget. Ada beberapa meeting penting,” katanya tanpa menoleh sedikit pun.

Dara mengerutkan kening. “Meeting di weekend? Bukannya kamu bisa atur waktunya?”

Antony tampak terganggu dengan pertanyaan Dara. “Iya, tapi meeting-nya mendadak. Beberapa urusan bisnis gak bisa ditunda.”

Dara menyilangkan tangannya dengan ekspresi masam. “Jadi kamu lebih pilih urusan kerjaan daripada waktu bareng aku dan anak kita?”

Antony mendesah, mencoba menghindari konfrontasi lebih jauh. “Bukan begitu, Sayang. Ini cuma sekali. Nanti kita bisa atur waktu lain buat liburan, kok.”

Dara merasa ada yang janggal. Ini bukan pertama kalinya Antony menghindar dari liburan keluarga. Ia tahu persis kapan suaminya jujur dan kapan tidak. Tetapi ia menahan diri, tidak ingin merusak suasana dengan pertanyaan-pertanyaan tajam.

Antony meletakkan ponsel di meja samping ranjang dan merentangkan tubuhnya di atas kasur. Ia memasukkan rencana pertemuannya dengan Mika ke dalam pikirannya, sambil menyusun alibi untuk akhir pekan.

Sementara Dara kembali memoles wajahnya, ia tak bisa sepenuhnya menyingkirkan perasaan tidak nyaman. “Apa benar cuma bisnis?” pikirnya. Namun, ia tak punya bukti apa pun dan memilih untuk menekan kecurigaannya—untuk saat ini.

Begitu Dara mematikan lampu meja rias dan bergabung dengan Antony di ranjang, Antony meraih ponselnya kembali. Sebuah pesan baru muncul dari Mika:

“Aku udah fix bakal di kota hari Sabtu. Kita ketemuan, kan?”

Antony tersenyum tipis dan mengetik balasan: “Tentu. Aku nggak sabar ketemu kamu.”

Ia mengunci layar ponselnya dan meletakkannya di samping bantal. Tatapannya kosong, tetapi pikirannya penuh rencana.

Malam semakin larut, dan Dara akhirnya tertidur di samping suaminya. Tetapi di dalam hatinya, ia tahu ada sesuatu yang Antony sembunyikan.

 Sementara itu, di apartemennya, Mika juga memegang ponselnya dengan tatapan puas. Pesan singkat Antony membuatnya tersenyum.

"Semakin mudah dari yang kupikir," bisik Mika sambil menatap layar ponselnya.

Ia tahu bahwa Dara dan Antony terlihat sempurna di mata orang lain—tetapi setiap hubungan punya celah, dan Mika sudah siap untuk menyusup ke dalamnya. Ini adalah awal dari permainan yang akan ia kendalikan.

Malam itu, di antara pesan dan pikiran licik, permainan dendam mulai bergerak. Dan Mika tahu bahwa kali ini, dia yang akan menang.

Episodes
1 Luka yang mengakar
2 Kepergian yang membekas
3 Mulai dari awal
4 Wajah Lama
5 Iri dengki
6 Malam Reuni
7 Momen pertemuan yang dinanti
8 Pertemuan Pandang
9 Bara Kecemburuan di Tengah Kemewahan
10 Tatapan dan Senyuman yang Mengusik
11 Di Balik Kehidupan yang Sempurna
12 Membangun Jembatan
13 Langkah Baru
14 Izin orang tua
15 Pesan yang mengganggu
16 Pertemuan yang Tak Terelakkan
17 Malam Mewah dan Godaan Halus
18 Malam yang berapi api
19 Rencana apa yang dia pikirkan
20 Kebimbangan Raka dan Ambisi Mika
21 Di Antara Keraguan dan Kejujuran
22 Pertemuan Tak Terduga dengan Raka
23 Pesan yang Mengusik
24 Godaan Berbahaya
25 Debar yang Tak Terhindarkan
26 Kebenaran yang Mengintai
27 Kehadiran Tak Terduga
28 Bukan sembarangan pria
29 Gosip Panas di Malam yang Larut
30 Kecemburuan
31 Kecurigaan yang membuat terpecah
32 Mengabaikan semuanya demi bersamanya
33 Di abaikan
34 Pengintaian
35 Berjanji
36 Malam mengesankan
37 Kebimbangan Hati
38 Tidak terduga
39 Tidak Percaya Diri
40 Kau tidak akan lepas dariku
41 Rayuan maut
42 Kegelisahan
43 Kecurigaan yang mudah di tutupi
44 Kecemburuan yang salah
45 Liburan
46 Bermain Belakang
47 Gangguan
48 Kepedulian
49 Kau sangat penting
50 Bertemu Teman Lama
51 Makan Malam Berkesan
52 Permainan Antony
53 Rasa penasaran Raka
54 Raka mengetahui ?
55 Meminta penjelasan
56 Kekhawatiran
57 Coklat yang sama
58 Melanggar perjanjian
59 Kesedihan di atas kebahagiaan
60 Perhatian Raka
61 Kepingan Rahasia
62 Penghianatan
63 Rayuan Maut Lelaki
64 Kebetulan yang bagus
65 Makan Malam Menegangkan
66 Janji Kosong
67 Jejak Lipstik
68 Melabrak
69 Pembelaan
70 Terulang Kembali
71 Menusuk Teman
72 Kepalsuan
73 Permintaan Maaf
74 Penolakan
75 Siapa Itu?
76 Menyelidiki
77 citra keluarga no 1
78 Celah Kecil
79 Malam Terakhir
80 Berbalik Arah
81 Selalu ada
82 Semakin Rumit
83 Mencari Celah
84 Menyusun Rencana
85 Langkah selanjutnya
86 Mulai!
87 Masuk Perangkap
88 Ketegangan
89 Situasi yang rumit
90 Pendekatan
91 Ancaman
92 Menyelidiki
93 Kesepakatan
94 DI Bawah Kendali
95 Eksekusi
96 Siaran Langsung
97 PENGHIANAT!
98 Terbalaskan
99 Dunia penuh kejutan
100 Menyadari
101 Kenyataan menyakitkan
102 Menggores Kepercayaan Diri
103 Tidak Pernah Ada di Dalam Hatimu...
104 Bukti Masa Lalu
105 Pengaruh
106 Lepaskanlah!
107 Apa Tujuanmu?
108 Melabrak
109 Pertengkaran
110 Sekutu yang berbahaya
111 Kecurigaan Raka
112 Kekecewaan
113 Awal Kehancuran Dara
114 Dara Terjebbak
115 Apa Yang Dia Rencanakan?
116 Adu Domba
117 Kegilaan Nisa
118 Manipulatif
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Luka yang mengakar
2
Kepergian yang membekas
3
Mulai dari awal
4
Wajah Lama
5
Iri dengki
6
Malam Reuni
7
Momen pertemuan yang dinanti
8
Pertemuan Pandang
9
Bara Kecemburuan di Tengah Kemewahan
10
Tatapan dan Senyuman yang Mengusik
11
Di Balik Kehidupan yang Sempurna
12
Membangun Jembatan
13
Langkah Baru
14
Izin orang tua
15
Pesan yang mengganggu
16
Pertemuan yang Tak Terelakkan
17
Malam Mewah dan Godaan Halus
18
Malam yang berapi api
19
Rencana apa yang dia pikirkan
20
Kebimbangan Raka dan Ambisi Mika
21
Di Antara Keraguan dan Kejujuran
22
Pertemuan Tak Terduga dengan Raka
23
Pesan yang Mengusik
24
Godaan Berbahaya
25
Debar yang Tak Terhindarkan
26
Kebenaran yang Mengintai
27
Kehadiran Tak Terduga
28
Bukan sembarangan pria
29
Gosip Panas di Malam yang Larut
30
Kecemburuan
31
Kecurigaan yang membuat terpecah
32
Mengabaikan semuanya demi bersamanya
33
Di abaikan
34
Pengintaian
35
Berjanji
36
Malam mengesankan
37
Kebimbangan Hati
38
Tidak terduga
39
Tidak Percaya Diri
40
Kau tidak akan lepas dariku
41
Rayuan maut
42
Kegelisahan
43
Kecurigaan yang mudah di tutupi
44
Kecemburuan yang salah
45
Liburan
46
Bermain Belakang
47
Gangguan
48
Kepedulian
49
Kau sangat penting
50
Bertemu Teman Lama
51
Makan Malam Berkesan
52
Permainan Antony
53
Rasa penasaran Raka
54
Raka mengetahui ?
55
Meminta penjelasan
56
Kekhawatiran
57
Coklat yang sama
58
Melanggar perjanjian
59
Kesedihan di atas kebahagiaan
60
Perhatian Raka
61
Kepingan Rahasia
62
Penghianatan
63
Rayuan Maut Lelaki
64
Kebetulan yang bagus
65
Makan Malam Menegangkan
66
Janji Kosong
67
Jejak Lipstik
68
Melabrak
69
Pembelaan
70
Terulang Kembali
71
Menusuk Teman
72
Kepalsuan
73
Permintaan Maaf
74
Penolakan
75
Siapa Itu?
76
Menyelidiki
77
citra keluarga no 1
78
Celah Kecil
79
Malam Terakhir
80
Berbalik Arah
81
Selalu ada
82
Semakin Rumit
83
Mencari Celah
84
Menyusun Rencana
85
Langkah selanjutnya
86
Mulai!
87
Masuk Perangkap
88
Ketegangan
89
Situasi yang rumit
90
Pendekatan
91
Ancaman
92
Menyelidiki
93
Kesepakatan
94
DI Bawah Kendali
95
Eksekusi
96
Siaran Langsung
97
PENGHIANAT!
98
Terbalaskan
99
Dunia penuh kejutan
100
Menyadari
101
Kenyataan menyakitkan
102
Menggores Kepercayaan Diri
103
Tidak Pernah Ada di Dalam Hatimu...
104
Bukti Masa Lalu
105
Pengaruh
106
Lepaskanlah!
107
Apa Tujuanmu?
108
Melabrak
109
Pertengkaran
110
Sekutu yang berbahaya
111
Kecurigaan Raka
112
Kekecewaan
113
Awal Kehancuran Dara
114
Dara Terjebbak
115
Apa Yang Dia Rencanakan?
116
Adu Domba
117
Kegilaan Nisa
118
Manipulatif

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!