Momen pertemuan yang dinanti

Begitu Mika memasuki ruangan, keheningan sesaat terasa di sekelilingnya. Beberapa orang yang tidak mengenalinya menoleh, terpesona oleh sosoknya yang anggun dan memikat. Para pria tak bisa menahan diri untuk mencuri pandang, sementara para wanita mulai berbisik-bisik.

Mika tersenyum tipis. Ini baru awal. Ia menyadari betul efek kemunculannya—ia tampak seperti seseorang yang berasal dari dunia lain, jauh dari bayangan siapa pun tentang Mika yang dulu.

Namun, orang-orang dari masa lalunya tidak mengenalinya sama sekali.

Di sudut ruangan, Nisa sedang berbincang dengan Farah sambil meminum wine dari gelas kristal. Ia tertawa, memperlihatkan senyum sok manis seperti yang selalu ia tunjukkan di media sosial. Saat itu, matanya menangkap sosok Mika. Nisa memperhatikan dengan saksama, alisnya sedikit mengerut.

“Itu siapa ya?” gumam Nisa sambil menyikut Farah.

Farah menoleh, lalu ikut menatap Mika. “Gila, siapa pun dia, cantik banget.”

“Kayak pernah lihat di mana gitu…” Nisa berpikir keras, tapi tak bisa menebak siapa wanita misterius itu. Mereka tidak tahu bahwa sosok elegan dan menawan itu adalah Mika yang dulu mereka hancurkan tanpa belas kasihan.

***

Sementara itu, di sisi lain ballroom, Dara dan Antony tiba dengan tampilan sempurna seperti biasa. Dara mengenakan gaun merah marun yang membentuk tubuhnya dengan sempurna, sementara Antony tampil gagah dengan jas hitamnya. Mereka pasangan ideal di mata semua orang—cantik, kaya, dan bahagia.

Dara menikmati setiap momen sorotan, melempar senyum palsu kepada orang-orang di sekitarnya. Namun, di tengah keramaian, matanya akhirnya tertuju pada Mika.

Sejenak, Dara terdiam, alisnya mengernyit. Ada sesuatu yang aneh tentang wanita itu—seolah-olah Dara mengenalnya, tapi tidak bisa mengingat dari mana. Antony pun melirik ke arah Mika dan bergumam, “Dia siapa? Teman seangkatan kita?”

Dara hanya menggeleng, tak yakin.

***

Di dalam hotel yang gemerlap, Mika berjalan menuju toilet dengan langkah santai. Setelah masuk, ia berdiri di depan cermin besar, memeriksa wajahnya yang sudah sempurna, namun tetap ingin menyempurnakan riasannya. Sentuhan lipstik merahnya dipertegas, dan ia memperbaiki eyeliner agar tetap tajam.

Saat Mika puas dengan tampilannya, ia berbalik untuk meninggalkan toilet. Di luar, langkahnya yang anggun tiba-tiba terhenti ketika ia tak sengaja menabrak seseorang.

Tubuh mereka bersentuhan ringan, dan aroma parfum pria itu seketika memenuhi indra Mika—lembut namun maskulin. Mika mendongak, memperhatikan sosok pria yang baru saja ia tabrak. Seorang pria dengan kacamata dan rambut yang sedikit berantakan, tapi tampak tampan dalam kesederhanaannya.

Pria itu tampak terkejut sesaat, lalu dengan cepat melangkah mundur dan meminta maaf dengan sopan.

“Maaf, saya tidak sengaja,” katanya singkat, suaranya tenang namun sedikit kikuk.

Mika menatap pria itu lebih lama. Ada sesuatu tentangnya yang terasa familiar, tapi ingatannya tak bisa menangkap siapa sosok di hadapannya ini.

“Tidak apa-apa,” jawab Mika singkat, suaranya penuh percaya diri, tapi matanya masih berusaha mengingat.

Pria itu mengangguk singkat dan segera berlalu tanpa memandang wajah Mika lebih lama, seolah-olah ia hanya orang asing biasa. Namun, Mika sempat menangkap sesuatu di dalam sorot matanya—seperti ada keraguan atau rasa takut yang ia sembunyikan.

Mika berdiri sejenak, memandangi punggung pria itu yang menjauh di antara tamu-tamu reuni. Hatinya terusik. Siapa dia? Mengapa terasa begitu akrab, namun tetap sulit dikenali?

Beberapa detik kemudian, sosok pria itu sudah menghilang dari pandangan. Mika mencoba mengabaikan kegelisahannya, tapi ada sesuatu yang terus mengusik pikirannya.

Mika menarik napas dalam dan membuang kegelisahannya. Rasa penasaran tentang pria tadi masih menggantung, tapi ia tidak membiarkan pikirannya teralihkan. Malam ini, fokusnya adalah misi untuk menghadapi Dara dan gengnya.

Dengan langkah penuh percaya diri, ia kembali ke ballroom. Kilau gaun hitamnya memantulkan cahaya lampu, dan setiap mata kembali tertuju padanya. Mika tahu, sebentar lagi masa lalunya akan berhadapan langsung dengan sosok barunya.

Ia tersenyum kecil, meneguk sampanye dari gelasnya, lalu mulai mencari sosok Dara, Nisa, dan Farah di tengah keramaian.

***

Mika berjalan anggun di tengah ballroom, sesekali tersenyum tipis pada beberapa tamu yang menyapanya. Aura misterius dan elegan yang ia bawa memikat setiap mata yang memandang. Dara, Nisa, dan Farah yang duduk di salah satu meja memperhatikan sosok Mika dengan penuh rasa penasaran.

"Gue yakin gue pernah lihat dia di suatu tempat," Nisa berbisik sambil memandang Mika yang kini berada tak jauh dari mereka.

"Sama, tapi gue nggak ingat di mana," Farah menimpali sambil menyeruput wine-nya, merasa gelisah tanpa alasan jelas.

Dara yang duduk di tengah menyilangkan tangan di dadanya, memandang Mika dengan tatapan tajam. Sesuatu tentang sosok itu benar-benar mengusiknya—cara Mika berjalan, sorot matanya, dan bahkan senyuman di bibirnya yang terasa familiar tapi tak bisa ia tempatkan di ingatan.

“Kayaknya dia bukan orang sembarangan.” Dara mengerutkan kening, merasa harus mencari tahu.

“Mau gue samperin?” Dara menawarkan, merasa sedikit terganggu karena tak bisa mengingat siapa wanita itu.

Nisa dan Farah hanya saling berpandangan, lalu mengangguk setuju. Dara mengambil gelas wine-nya, berdiri, dan melangkah menuju Mika dengan penuh rasa percaya diri. Ia sudah terbiasa menjadi pusat perhatian dan tidak suka diganggu oleh rasa penasaran.

Dara menghampiri Mika yang kini berdiri di dekat bar, tampak elegan dan percaya diri. Mika tahu Dara mendekatinya, tapi pura-pura tak menyadari. Ia tetap menyesap sampanye dari gelasnya, senyum tipis masih menghiasi wajahnya.

“Hai,” sapa Dara dengan senyum manis—senyum yang selama ini ia gunakan untuk menyembunyikan kebencian dan manipulasi. “Kayaknya gue nggak asing sama kamu... kita pernah ketemu di mana ya?”

Mika menoleh dengan tenang, mempertemukan pandangan mereka. Tatapannya tajam namun penuh teka-teki. Untuk sejenak, Mika membiarkan Dara terjebak dalam kebingungannya.

“Mungkin kita pernah bertemu... di masa lalu,” Mika menjawab dengan suara lembut namun penuh makna, senyum misteriusnya semakin menambah kesan bahwa ia menyimpan sesuatu.

Dara mengernyit. Ada sesuatu dalam cara Mika berbicara yang terasa familiar, tapi Dara masih belum bisa menempatkan di mana ia pernah mengenalnya. Rasa penasaran Dara semakin kuat.

"Maaf, kamu siapa ya?" Dara akhirnya bertanya, merasa kesal dengan teka-teki yang dihadirkan oleh wanita ini.

Mika memutar gelas sampanyenya perlahan, lalu menatap Dara dengan tatapan penuh kemenangan. Ia tahu saat ini adalah momen yang tepat untuk membuka sedikit identitasnya, cukup untuk membuat Dara tidak nyaman.

“Aku?” Mika tersenyum manis, lalu berbisik pelan, “Mungkin kamu ingat aku sebagai Mika.”

Dara membeku. Nama itu langsung membangkitkan kenangan buruk—Mika yang dulu mereka hancurkan, gadis gemuk dengan penampilan lusuh, yang menjadi bahan tertawaan gengnya selama bertahun-tahun.

“M-Mika?” Dara berusaha memastikan, tapi sulit mempercayainya. Di hadapannya kini berdiri wanita cantik dan penuh percaya diri, sangat berbeda dari Mika yang ia ingat.

Mika meneguk sampanye terakhir dari gelasnya, lalu menatap Dara dengan tatapan tajam. “Kamu benar. Mika yang dulu kalian hina. Tapi yang ini… bukan lagi Mika yang sama.”

Dara terdiam, tak bisa berkata-kata. Di balik senyum Mika, Dara bisa merasakan sesuatu yang berbahaya—kemarahan yang tersembunyi di balik ketenangan dan senyum manis itu.

Dari kejauhan, Nisa dan Farah memperhatikan dengan cemas. Mereka tidak bisa mendengar percakapan Mika dan Dara, tapi ekspresi kaget di wajah Dara memberi sinyal bahwa sesuatu sedang terjadi.

Terpopuler

Comments

s

s

typo nieh, masa gue kamu?

2024-11-20

1

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

Raka..

2024-11-03

1

lihat semua
Episodes
1 Luka yang mengakar
2 Kepergian yang membekas
3 Mulai dari awal
4 Wajah Lama
5 Iri dengki
6 Malam Reuni
7 Momen pertemuan yang dinanti
8 Pertemuan Pandang
9 Bara Kecemburuan di Tengah Kemewahan
10 Tatapan dan Senyuman yang Mengusik
11 Di Balik Kehidupan yang Sempurna
12 Membangun Jembatan
13 Langkah Baru
14 Izin orang tua
15 Pesan yang mengganggu
16 Pertemuan yang Tak Terelakkan
17 Malam Mewah dan Godaan Halus
18 Malam yang berapi api
19 Rencana apa yang dia pikirkan
20 Kebimbangan Raka dan Ambisi Mika
21 Di Antara Keraguan dan Kejujuran
22 Pertemuan Tak Terduga dengan Raka
23 Pesan yang Mengusik
24 Godaan Berbahaya
25 Debar yang Tak Terhindarkan
26 Kebenaran yang Mengintai
27 Kehadiran Tak Terduga
28 Bukan sembarangan pria
29 Gosip Panas di Malam yang Larut
30 Kecemburuan
31 Kecurigaan yang membuat terpecah
32 Mengabaikan semuanya demi bersamanya
33 Di abaikan
34 Pengintaian
35 Berjanji
36 Malam mengesankan
37 Kebimbangan Hati
38 Tidak terduga
39 Tidak Percaya Diri
40 Kau tidak akan lepas dariku
41 Rayuan maut
42 Kegelisahan
43 Kecurigaan yang mudah di tutupi
44 Kecemburuan yang salah
45 Liburan
46 Bermain Belakang
47 Gangguan
48 Kepedulian
49 Kau sangat penting
50 Bertemu Teman Lama
51 Makan Malam Berkesan
52 Permainan Antony
53 Rasa penasaran Raka
54 Raka mengetahui ?
55 Meminta penjelasan
56 Kekhawatiran
57 Coklat yang sama
58 Melanggar perjanjian
59 Kesedihan di atas kebahagiaan
60 Perhatian Raka
61 Kepingan Rahasia
62 Penghianatan
63 Rayuan Maut Lelaki
64 Kebetulan yang bagus
65 Makan Malam Menegangkan
66 Janji Kosong
67 Jejak Lipstik
68 Melabrak
69 Pembelaan
70 Terulang Kembali
71 Menusuk Teman
72 Kepalsuan
73 Permintaan Maaf
74 Penolakan
75 Siapa Itu?
76 Menyelidiki
77 citra keluarga no 1
78 Celah Kecil
79 Malam Terakhir
80 Berbalik Arah
81 Selalu ada
82 Semakin Rumit
83 Mencari Celah
84 Menyusun Rencana
85 Langkah selanjutnya
86 Mulai!
87 Masuk Perangkap
88 Ketegangan
89 Situasi yang rumit
90 Pendekatan
91 Ancaman
92 Menyelidiki
93 Kesepakatan
94 DI Bawah Kendali
95 Eksekusi
96 Siaran Langsung
97 PENGHIANAT!
98 Terbalaskan
99 Dunia penuh kejutan
100 Menyadari
101 Kenyataan menyakitkan
102 Menggores Kepercayaan Diri
103 Tidak Pernah Ada di Dalam Hatimu...
104 Bukti Masa Lalu
105 Pengaruh
106 Lepaskanlah!
107 Apa Tujuanmu?
108 Melabrak
109 Pertengkaran
110 Sekutu yang berbahaya
111 Kecurigaan Raka
112 Kekecewaan
113 Awal Kehancuran Dara
114 Dara Terjebbak
115 Apa Yang Dia Rencanakan?
116 Adu Domba
117 Kegilaan Nisa
118 Manipulatif
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Luka yang mengakar
2
Kepergian yang membekas
3
Mulai dari awal
4
Wajah Lama
5
Iri dengki
6
Malam Reuni
7
Momen pertemuan yang dinanti
8
Pertemuan Pandang
9
Bara Kecemburuan di Tengah Kemewahan
10
Tatapan dan Senyuman yang Mengusik
11
Di Balik Kehidupan yang Sempurna
12
Membangun Jembatan
13
Langkah Baru
14
Izin orang tua
15
Pesan yang mengganggu
16
Pertemuan yang Tak Terelakkan
17
Malam Mewah dan Godaan Halus
18
Malam yang berapi api
19
Rencana apa yang dia pikirkan
20
Kebimbangan Raka dan Ambisi Mika
21
Di Antara Keraguan dan Kejujuran
22
Pertemuan Tak Terduga dengan Raka
23
Pesan yang Mengusik
24
Godaan Berbahaya
25
Debar yang Tak Terhindarkan
26
Kebenaran yang Mengintai
27
Kehadiran Tak Terduga
28
Bukan sembarangan pria
29
Gosip Panas di Malam yang Larut
30
Kecemburuan
31
Kecurigaan yang membuat terpecah
32
Mengabaikan semuanya demi bersamanya
33
Di abaikan
34
Pengintaian
35
Berjanji
36
Malam mengesankan
37
Kebimbangan Hati
38
Tidak terduga
39
Tidak Percaya Diri
40
Kau tidak akan lepas dariku
41
Rayuan maut
42
Kegelisahan
43
Kecurigaan yang mudah di tutupi
44
Kecemburuan yang salah
45
Liburan
46
Bermain Belakang
47
Gangguan
48
Kepedulian
49
Kau sangat penting
50
Bertemu Teman Lama
51
Makan Malam Berkesan
52
Permainan Antony
53
Rasa penasaran Raka
54
Raka mengetahui ?
55
Meminta penjelasan
56
Kekhawatiran
57
Coklat yang sama
58
Melanggar perjanjian
59
Kesedihan di atas kebahagiaan
60
Perhatian Raka
61
Kepingan Rahasia
62
Penghianatan
63
Rayuan Maut Lelaki
64
Kebetulan yang bagus
65
Makan Malam Menegangkan
66
Janji Kosong
67
Jejak Lipstik
68
Melabrak
69
Pembelaan
70
Terulang Kembali
71
Menusuk Teman
72
Kepalsuan
73
Permintaan Maaf
74
Penolakan
75
Siapa Itu?
76
Menyelidiki
77
citra keluarga no 1
78
Celah Kecil
79
Malam Terakhir
80
Berbalik Arah
81
Selalu ada
82
Semakin Rumit
83
Mencari Celah
84
Menyusun Rencana
85
Langkah selanjutnya
86
Mulai!
87
Masuk Perangkap
88
Ketegangan
89
Situasi yang rumit
90
Pendekatan
91
Ancaman
92
Menyelidiki
93
Kesepakatan
94
DI Bawah Kendali
95
Eksekusi
96
Siaran Langsung
97
PENGHIANAT!
98
Terbalaskan
99
Dunia penuh kejutan
100
Menyadari
101
Kenyataan menyakitkan
102
Menggores Kepercayaan Diri
103
Tidak Pernah Ada di Dalam Hatimu...
104
Bukti Masa Lalu
105
Pengaruh
106
Lepaskanlah!
107
Apa Tujuanmu?
108
Melabrak
109
Pertengkaran
110
Sekutu yang berbahaya
111
Kecurigaan Raka
112
Kekecewaan
113
Awal Kehancuran Dara
114
Dara Terjebbak
115
Apa Yang Dia Rencanakan?
116
Adu Domba
117
Kegilaan Nisa
118
Manipulatif

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!