Pertemuan yang Tak Terelakkan

Sementara itu, di rumahnya, Dara sedang menikmati sarapan bersama keluarganya. Antony duduk di seberangnya, sibuk dengan ponselnya seperti biasa.

"Sayang, kamu nggak lupa kan kita mau ke acara ulang tahun Alea di sekolah nanti?" tanya Dara sambil menyuapkan roti panggang ke mulut putri kecilnya.

"Iya, iya. Aku ingat kok," jawab Antony tanpa menatapnya, masih asyik mengetik pesan di ponsel.

Dara melirik suaminya dengan sedikit kesal, tapi tak mau mempermasalahkannya. Baginya, semuanya masih berjalan seperti biasa—bahagia dan sempurna. Ia tak tahu bahwa badai besar sedang mendekat.

Mika menghabiskan sore harinya dengan menata ruangan terakhir di rumahnya dan merancang konten baru untuk bisnis kosmetiknya. Setelah memastikan semuanya siap, ia berbaring di atas sofa sambil memikirkan langkah-langkah berikutnya.

Langkah pertama: Menggoda Antony hingga ia sepenuhnya jatuh ke dalam jebakan.

Langkah kedua: Membuat Dara merasa cemas dan insecure, memicu kehancuran di antara mereka.

Langkah terakhir: Membuka topeng geng Dara dan memperlihatkan siapa sebenarnya orang-orang itu.

Mika tahu rencananya akan memakan waktu, tapi ia siap. Dendam yang terpendam selama bertahun-tahun akhirnya akan tersalurkan.

Sebelum tidur, ia mengetik pesan terakhir untuk Antony:

"Kita ketemu besok ya. Ada tempat bagus yang mau aku tunjukin."

Dengan senyum puas, Mika mematikan lampu dan menutup mata. Besok adalah awal dari permainan yang sudah ia rencanakan begitu lama.

***

Pagi itu di rumah Dara, Antony berdiri di depan cermin dengan kemeja putih dan jas rapi. Wangi parfum maskulin yang lembut menguar saat ia menyisir rambutnya, siap untuk "meeting" dengan seseorang yang sudah ia nantikan.

"Sayang, kamu yakin ini meeting penting?" Dara berdiri di ambang pintu kamar dengan tatapan curiga, tangannya memeluk tubuhnya erat. Jarang sekali Antony bekerja di hari libur, apalagi sejak mereka memiliki Alea.

Antony berbalik dengan senyum tenang. "Kamu tuh jangan mikir yang aneh-aneh, Dara. Aku beneran ada janji dengan klien. Mau lihat chat-nya?" Ia mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan chat palsu yang sudah ia susun dengan apik.

Dara menatap layar ponsel suaminya dengan alis mengernyit. Chat itu terlihat meyakinkan, tapi entah kenapa firasatnya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres.

"Kamu kok nggak ajak aku? Siapa tahu bisa bantu, kan," ujarnya, mencoba mencari tahu lebih banyak.

"Aduh, sayang. Ini meeting serius, nggak enak kalau bawa keluarga." Antony menutup ponselnya dengan senyum tipis dan mendekati Dara. Ia mencium kening istrinya, mencoba menghapus kecurigaan yang mulai tumbuh di matanya.

"Aku nggak lama kok. Nanti pulang kita bisa makan malam bareng sama Alea," lanjut Antony, menepuk bahunya lembut.

Dara menghela napas, masih merasa ada sesuatu yang aneh, tapi ia tak punya bukti apa pun untuk memperkarakan lebih lanjut. "Ya udah. Hati-hati ya."

Antony tersenyum puas dan meraih jasnya. "Pasti. Love you." Dengan itu, ia meninggalkan rumah, bergegas menuju pertemuan rahasianya—bukan dengan klien, tapi dengan Mika.

***

Di rumah barunya Mika berdiri di depan cermin, memandangi pantulan dirinya sendiri dengan puas. Gaun satin berwarna hitam menempel sempurna di tubuhnya, menampilkan lekukannya dengan elegan namun menggoda. Bagian bahu dan punggung terbuka, menambah kesan sensual, sementara rambut panjangnya dibiarkan terurai alami, jatuh lembut di sepanjang punggungnya.

Lipstik merah bold menghiasi bibirnya, memberikan sentuhan akhir yang menawan. Mika merapikan sedikit lipstiknya dan menyisir anak rambut di sekitar wajahnya, memastikan semuanya tampak sempurna.

"Wow, sempurna sekali," ujarnya sambil tersenyum penuh percaya diri. Tatapannya memancarkan ambisi dan rencana licik yang sudah matang. "Aku akan membuatmu tergila-gila padaku, Antony," bisiknya kepada dirinya sendiri.

Ia meraih parfum favoritnya dan menyemprotkannya di pergelangan tangan dan leher. Aroma vanilla dan amber yang lembut namun menggoda memenuhi ruangan. Mika tahu betul kekuatan penampilannya—dan malam ini ia akan memanfaatkan semuanya.

***

Di rumah, Dara sedang bermain dengan Alea di ruang keluarga. Namun, pikirannya tidak sepenuhnya fokus. Ia mulai merasakan sesuatu yang ganjil. Antony jarang pergi sendiri di akhir pekan, dan tadi pagi ia terlalu antusias untuk berangkat.

"Kenapa aku merasa nggak enak, ya?" Dara bergumam sambil menatap ponselnya.

Ia mencoba menghubungi Antony, tapi tak ada balasan.

"Mama, ayo main lagi!" seru Alea riang, menarik tangan Dara.

Dara tersenyum kecil dan berusaha menyembunyikan kecemasannya. "Iya, sayang. Sebentar ya." Namun, dalam hatinya, ia tak bisa menghilangkan perasaan was-was itu. Apakah Antony benar-benar meeting?

***

Di luar, Antony tiba di depan rumah baru Mika dengan mobil sport hitamnya. Ia mematikan mesin dan melirik cermin belakang, merapikan rambut dan mengancingkan jasnya. Hatinya berdebar, lebih karena ketegangan daripada rasa bersalah.

Saat ia mengetuk pintu, pintu terbuka pelan dan memperlihatkan sosok Mika di ambang pintu, tampak luar biasa dalam gaun hitamnya. Antony terdiam sejenak, memandangi Mika dengan tatapan kagum bercampur hasrat.

"Kamu... wow," ucap Antony, terpukau.

Mika tersenyum menggoda. "Masuklah. Aku sudah menunggumu."

Antony melangkah masuk, dan pintu tertutup di belakang mereka. Aroma wine dan parfum memenuhi udara, menciptakan suasana intim. Mika berjalan lebih dulu ke ruang tamu, langkahnya anggun namun menggoda, dan Antony mengikutinya tanpa ragu.

"Kamu benar-benar beda sekarang, Mika," gumam Antony, matanya tak pernah lepas darinya.

Mika menoleh dengan senyum penuh arti. "Orang memang berubah, Antony. Tapi beberapa hal, seperti rasa penasaran... tetap sama, kan?"

Antony tersenyum, menyadari bahwa ia kini berada di dalam permainan Mika—tapi ia terlalu terpikat untuk peduli.

Di dalam mobil, Antony tak berhenti melirik Mika. Sesekali ia tersenyum kecil, seolah-olah masih tak percaya bahwa sosok perempuan cantik dan anggun di sampingnya adalah gadis yang dulu pernah diabaikannya saat SMA.

"Oh iya, kita mau ke mana sekarang, Antony?" tanya Mika dengan nada penasaran, mencoba menjaga agar suasana tetap ringan.

Antony tersenyum, matanya berbinar penuh kekaguman. "Ada satu tempat yang tenang. Kita bisa ngobrol lebih santai di sana."

Mika sedikit memiringkan kepala, menatap Antony dengan ekspresi penuh teka-teki. Meskipun pikirannya dipenuhi rencana balas dendam, ada sesuatu dalam tatapan Antony yang menggetarkan hatinya. Sensasi itu terasa familiar—perasaan yang sama seperti dulu saat ia masih remaja dan diam-diam menyimpan rasa pada Antony.

"Tenang aja, kamu pasti suka tempatnya," tambah Antony, senyumnya penuh keyakinan.

Episodes
1 Luka yang mengakar
2 Kepergian yang membekas
3 Mulai dari awal
4 Wajah Lama
5 Iri dengki
6 Malam Reuni
7 Momen pertemuan yang dinanti
8 Pertemuan Pandang
9 Bara Kecemburuan di Tengah Kemewahan
10 Tatapan dan Senyuman yang Mengusik
11 Di Balik Kehidupan yang Sempurna
12 Membangun Jembatan
13 Langkah Baru
14 Izin orang tua
15 Pesan yang mengganggu
16 Pertemuan yang Tak Terelakkan
17 Malam Mewah dan Godaan Halus
18 Malam yang berapi api
19 Rencana apa yang dia pikirkan
20 Kebimbangan Raka dan Ambisi Mika
21 Di Antara Keraguan dan Kejujuran
22 Pertemuan Tak Terduga dengan Raka
23 Pesan yang Mengusik
24 Godaan Berbahaya
25 Debar yang Tak Terhindarkan
26 Kebenaran yang Mengintai
27 Kehadiran Tak Terduga
28 Bukan sembarangan pria
29 Gosip Panas di Malam yang Larut
30 Kecemburuan
31 Kecurigaan yang membuat terpecah
32 Mengabaikan semuanya demi bersamanya
33 Di abaikan
34 Pengintaian
35 Berjanji
36 Malam mengesankan
37 Kebimbangan Hati
38 Tidak terduga
39 Tidak Percaya Diri
40 Kau tidak akan lepas dariku
41 Rayuan maut
42 Kegelisahan
43 Kecurigaan yang mudah di tutupi
44 Kecemburuan yang salah
45 Liburan
46 Bermain Belakang
47 Gangguan
48 Kepedulian
49 Kau sangat penting
50 Bertemu Teman Lama
51 Makan Malam Berkesan
52 Permainan Antony
53 Rasa penasaran Raka
54 Raka mengetahui ?
55 Meminta penjelasan
56 Kekhawatiran
57 Coklat yang sama
58 Melanggar perjanjian
59 Kesedihan di atas kebahagiaan
60 Perhatian Raka
61 Kepingan Rahasia
62 Penghianatan
63 Rayuan Maut Lelaki
64 Kebetulan yang bagus
65 Makan Malam Menegangkan
66 Janji Kosong
67 Jejak Lipstik
68 Melabrak
69 Pembelaan
70 Terulang Kembali
71 Menusuk Teman
72 Kepalsuan
73 Permintaan Maaf
74 Penolakan
75 Siapa Itu?
76 Menyelidiki
77 citra keluarga no 1
78 Celah Kecil
79 Malam Terakhir
80 Berbalik Arah
81 Selalu ada
82 Semakin Rumit
83 Mencari Celah
84 Menyusun Rencana
85 Langkah selanjutnya
86 Mulai!
87 Masuk Perangkap
88 Ketegangan
89 Situasi yang rumit
90 Pendekatan
91 Ancaman
92 Menyelidiki
93 Kesepakatan
94 DI Bawah Kendali
95 Eksekusi
96 Siaran Langsung
97 PENGHIANAT!
98 Terbalaskan
99 Dunia penuh kejutan
100 Menyadari
101 Kenyataan menyakitkan
102 Menggores Kepercayaan Diri
103 Tidak Pernah Ada di Dalam Hatimu...
104 Bukti Masa Lalu
105 Pengaruh
106 Lepaskanlah!
107 Apa Tujuanmu?
108 Melabrak
109 Pertengkaran
110 Sekutu yang berbahaya
111 Kecurigaan Raka
112 Kekecewaan
113 Awal Kehancuran Dara
114 Dara Terjebbak
115 Apa Yang Dia Rencanakan?
116 Adu Domba
117 Kegilaan Nisa
118 Manipulatif
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Luka yang mengakar
2
Kepergian yang membekas
3
Mulai dari awal
4
Wajah Lama
5
Iri dengki
6
Malam Reuni
7
Momen pertemuan yang dinanti
8
Pertemuan Pandang
9
Bara Kecemburuan di Tengah Kemewahan
10
Tatapan dan Senyuman yang Mengusik
11
Di Balik Kehidupan yang Sempurna
12
Membangun Jembatan
13
Langkah Baru
14
Izin orang tua
15
Pesan yang mengganggu
16
Pertemuan yang Tak Terelakkan
17
Malam Mewah dan Godaan Halus
18
Malam yang berapi api
19
Rencana apa yang dia pikirkan
20
Kebimbangan Raka dan Ambisi Mika
21
Di Antara Keraguan dan Kejujuran
22
Pertemuan Tak Terduga dengan Raka
23
Pesan yang Mengusik
24
Godaan Berbahaya
25
Debar yang Tak Terhindarkan
26
Kebenaran yang Mengintai
27
Kehadiran Tak Terduga
28
Bukan sembarangan pria
29
Gosip Panas di Malam yang Larut
30
Kecemburuan
31
Kecurigaan yang membuat terpecah
32
Mengabaikan semuanya demi bersamanya
33
Di abaikan
34
Pengintaian
35
Berjanji
36
Malam mengesankan
37
Kebimbangan Hati
38
Tidak terduga
39
Tidak Percaya Diri
40
Kau tidak akan lepas dariku
41
Rayuan maut
42
Kegelisahan
43
Kecurigaan yang mudah di tutupi
44
Kecemburuan yang salah
45
Liburan
46
Bermain Belakang
47
Gangguan
48
Kepedulian
49
Kau sangat penting
50
Bertemu Teman Lama
51
Makan Malam Berkesan
52
Permainan Antony
53
Rasa penasaran Raka
54
Raka mengetahui ?
55
Meminta penjelasan
56
Kekhawatiran
57
Coklat yang sama
58
Melanggar perjanjian
59
Kesedihan di atas kebahagiaan
60
Perhatian Raka
61
Kepingan Rahasia
62
Penghianatan
63
Rayuan Maut Lelaki
64
Kebetulan yang bagus
65
Makan Malam Menegangkan
66
Janji Kosong
67
Jejak Lipstik
68
Melabrak
69
Pembelaan
70
Terulang Kembali
71
Menusuk Teman
72
Kepalsuan
73
Permintaan Maaf
74
Penolakan
75
Siapa Itu?
76
Menyelidiki
77
citra keluarga no 1
78
Celah Kecil
79
Malam Terakhir
80
Berbalik Arah
81
Selalu ada
82
Semakin Rumit
83
Mencari Celah
84
Menyusun Rencana
85
Langkah selanjutnya
86
Mulai!
87
Masuk Perangkap
88
Ketegangan
89
Situasi yang rumit
90
Pendekatan
91
Ancaman
92
Menyelidiki
93
Kesepakatan
94
DI Bawah Kendali
95
Eksekusi
96
Siaran Langsung
97
PENGHIANAT!
98
Terbalaskan
99
Dunia penuh kejutan
100
Menyadari
101
Kenyataan menyakitkan
102
Menggores Kepercayaan Diri
103
Tidak Pernah Ada di Dalam Hatimu...
104
Bukti Masa Lalu
105
Pengaruh
106
Lepaskanlah!
107
Apa Tujuanmu?
108
Melabrak
109
Pertengkaran
110
Sekutu yang berbahaya
111
Kecurigaan Raka
112
Kekecewaan
113
Awal Kehancuran Dara
114
Dara Terjebbak
115
Apa Yang Dia Rencanakan?
116
Adu Domba
117
Kegilaan Nisa
118
Manipulatif

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!