Mulai dari awal

Di kota baru, Mika berharap bisa menjalani hidup tanpa bayang-bayang masa lalu. Kepindahan ini, yang disebabkan oleh penugasan baru ayahnya, terasa seperti pelarian sekaligus kesempatan kedua baginya. Namun, meskipun berada di lingkungan baru, trauma dan rasa sakit dari masa lalu masih membekas.

Alih-alih masuk ke sekolah umum seperti siswa lain, Mika memilih homeschooling. Ia merasa terlalu takut dan malu untuk kembali ke sekolah formal. Hanya dengan memikirkan gedung sekolah, kelas, dan tatapan merendahkan dari teman-teman seperti Dara, rasa cemasnya langsung muncul. Di setiap sudut pikirannya, seolah selalu ada ejekan dan tawa Dara dan gengnya yang menghantuinya.

“Aku nggak mau merasakan itu lagi,” bisiknya dalam hati setiap kali keraguan muncul.

***

Suatu malam, setelah menyelesaikan tugas dari kelas daringnya, Mika tergerak untuk membuka ponsel lama yang sudah lama tidak ia sentuh. Ia tahu bahwa di dalamnya ada kenangan-kenangan yang menyakitkan—chat dan pesan dari masa lalunya, dari orang-orang yang pernah menjadi bagian hidupnya di sekolah lama.

Tangannya gemetar saat membuka aplikasi chat.

Di sana, ia menemukan beberapa pesan dari Raka, satu-satunya teman yang pernah sedikit peduli padanya. Raka bukanlah bagian dari geng Dara, tapi dia juga tidak pernah melindunginya. Itu membuat Mika merasa campur aduk—antara kecewa dan bersyukur karena setidaknya dia tidak ikut mengejeknya.

Pesan terakhir dari Raka muncul beberapa hari setelah kepindahannya.

Raka:

"Hei, Mika, aku dengar kamu pindah ya? Semoga kamu baik-baik aja di tempat baru."

"Maaf banget aku nggak pernah bantu kamu waktu itu... Aku pengecut."

"Aku harap suatu saat kita bisa ngobrol lagi."

Mika menatap pesan itu lama. Kata-kata Raka seolah menariknya kembali ke hari-hari kelam di sekolah lamanya—hari-hari penuh luka yang berusaha ia lupakan. Sebuah bagian kecil di hatinya merasa iba pada Raka, tapi rasa sakit dan rasa kecewanya jauh lebih besar.

“Nggak ada gunanya. Semua sudah berakhir,” pikirnya.

Tanpa berpikir panjang, Mika menghapus pesan-pesan Raka. Ia merasa itu adalah langkah pertama untuk benar-benar menghapus masa lalunya. Satu per satu, ia menghapus kontak teman-temannya di sekolah lama—bahkan yang dulu pernah dekat dengannya.

Saat semua sudah terhapus, Mika meletakkan ponsel di meja, menarik napas panjang, dan memejamkan mata. Ia tahu ini belum cukup untuk menyembuhkan lukanya, tapi setidaknya ia merasa sedikit lebih ringan.

"Aku nggak butuh mereka," gumamnya lirih. "Aku harus lanjut sendiri."

***

Hari-hari Mika di kota baru berjalan monoton. Ia mengikuti pelajaran homeschooling dengan fokus, seolah-olah tenggelam dalam tugas-tugas adalah cara terbaik untuk melupakan masa lalu. Namun, meskipun ia berusaha menyibukkan diri, rasa sepi sering kali datang tanpa diundang.

Di malam-malam yang sunyi, ia terkadang merasa kehilangan sesuatu—bukan teman-teman lamanya, tapi kehidupan normal. Mika merindukan hal-hal sederhana, seperti pergi ke kantin, bercanda di kelas, atau pulang sekolah bersama teman-teman. Tapi setiap kali ia membayangkan kembali ke sekolah umum, rasa takut dan trauma langsung muncul, menekan hatinya hingga ia sulit bernapas.

Ibu Mika sering mengajaknya bicara, berusaha menyemangatinya.

"Kamu nggak mau coba daftar sekolah biasa, Nak?" tanya ibunya suatu pagi saat sarapan. "Di sini kan nggak ada yang kenal kamu. Nggak perlu takut diejek lagi."

Mika hanya menggeleng. "Aku nggak mau, Bu... Aku nggak siap."

Ibunya hanya menghela napas. Ia paham bahwa luka di hati anaknya masih terlalu dalam, dan tidak bisa sembuh begitu saja.

***

Hari-hari yang panjang dan penuh kesunyian di rumah Mika berubah menjadi waktu berharga untuk dirinya. Ia mulai berolahraga setiap hari—berlari pagi, mengikuti video yoga, dan mencoba latihan beban ringan. Pada awalnya, tubuhnya terasa berat dan otot-ototnya sakit, tapi ia terus bertahan. Setiap tetes keringat terasa seperti langkah kecil menuju dirinya yang baru.

Selain berolahraga, Mika juga mulai menjaga pola makan. Ia belajar memilih makanan sehat, mengurangi junk food, dan mengontrol porsinya. Tidak ada lagi kebiasaan makan berlebihan untuk melarikan diri dari rasa sedih atau cemas. "Aku nggak perlu makanan untuk merasa lebih baik. Aku hanya perlu percaya pada diriku sendiri," pikirnya setiap kali rasa ingin menyerah muncul.

Perubahan itu perlahan tapi pasti. Dalam beberapa bulan, tubuhnya terasa lebih ringan, wajahnya lebih segar, dan kulitnya yang dulu berjerawat mulai bersih. Tiap kali melihat bayangannya di cermin, senyuman kecil mulai muncul. Ia merasa puas—bukan hanya karena perubahan fisiknya, tapi karena ia akhirnya bisa mengendalikan hidupnya sendiri.

"Aku bisa berubah. Dan aku layak hidup lebih baik," ucapnya, seolah-olah menyatakan janji pada dirinya sendiri.

***

Setelah menjalani homeschooling hingga lulus, Mika akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kuliah di universitas terkemuka. Masa SMA yang kelam sudah tertinggal jauh di belakangnya. Dengan tubuh yang lebih ramping dan wajah yang bersih, Mika sekarang tampil sebagai gadis yang anggun dan cantik. Tidak ada yang menyangka bahwa ia pernah menjadi remaja gemuk dan penuh rasa tidak percaya diri.

Hari pertama di kampus, Mika melangkah dengan penuh keyakinan. Ia mengenakan pakaian yang sederhana tapi rapi—celana panjang berwarna krem dan kemeja putih yang pas di tubuhnya. Rambutnya yang dulu selalu diikat sembarangan kini tergerai indah, menambah pesonanya.

Tidak ada lagi tatapan merendahkan atau ejekan yang ia terima. Tidak ada lagi tawa mengejek yang menghantuinya. Sebaliknya, orang-orang melihatnya dengan kekaguman. Beberapa mahasiswa bahkan menyapanya dengan ramah, menawarkan diri untuk berkenalan.

"Hei, kamu anak baru juga?" sapa seorang gadis dengan senyuman cerah di lobi kampus.

"Iya. Aku Mika," jawabnya sambil tersenyum kecil. Senyum yang tulus—bukan senyum yang terpaksa seperti dulu.

Saat itu, Mika merasa untuk pertama kalinya dalam hidupnya bahwa ia tidak lagi bersembunyi di balik bayang-bayang masa lalu.

***

Hari-hari kuliah Mika berjalan lancar. Ia menikmati suasana baru di kampus—berteman dengan banyak orang, mengikuti berbagai kegiatan, dan belajar dengan semangat tinggi. Ia tidak lagi menjadi gadis pemalu yang takut diejek. Kepercayaan dirinya tumbuh seiring dengan setiap pencapaian kecil yang ia raih.

"Aku bisa menjalani hidup normal. Ini hidupku sekarang," pikirnya setiap kali ia melangkah di lorong kampus dengan kepala tegak.

Di kelas, ia aktif berpartisipasi, berani mengemukakan pendapat, dan selalu terlihat antusias. Kehadirannya menarik perhatian banyak mahasiswa, terutama karena penampilannya yang anggun dan pembawaannya yang tenang. Tidak sedikit mahasiswa pria yang mendekatinya dengan maksud ingin mengenalnya lebih dekat.

"Mika, mau bareng ke kantin nanti?" tanya salah satu teman pria di kelasnya suatu hari.

Mika hanya tersenyum sopan dan mengangguk. Bukan lagi senyum canggung dari gadis pemalu yang takut diabaikan, tapi senyum percaya diri dari seseorang yang tahu apa yang ia inginkan.

Terpopuler

Comments

💫0m@~ga0eL🔱

💫0m@~ga0eL🔱

semangat mika 💪

2024-11-14

0

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

Hebat mika ..

2024-11-03

1

safea

safea

that's my girl! go mika go mika go!

2024-10-31

1

lihat semua
Episodes
1 Luka yang mengakar
2 Kepergian yang membekas
3 Mulai dari awal
4 Wajah Lama
5 Iri dengki
6 Malam Reuni
7 Momen pertemuan yang dinanti
8 Pertemuan Pandang
9 Bara Kecemburuan di Tengah Kemewahan
10 Tatapan dan Senyuman yang Mengusik
11 Di Balik Kehidupan yang Sempurna
12 Membangun Jembatan
13 Langkah Baru
14 Izin orang tua
15 Pesan yang mengganggu
16 Pertemuan yang Tak Terelakkan
17 Malam Mewah dan Godaan Halus
18 Malam yang berapi api
19 Rencana apa yang dia pikirkan
20 Kebimbangan Raka dan Ambisi Mika
21 Di Antara Keraguan dan Kejujuran
22 Pertemuan Tak Terduga dengan Raka
23 Pesan yang Mengusik
24 Godaan Berbahaya
25 Debar yang Tak Terhindarkan
26 Kebenaran yang Mengintai
27 Kehadiran Tak Terduga
28 Bukan sembarangan pria
29 Gosip Panas di Malam yang Larut
30 Kecemburuan
31 Kecurigaan yang membuat terpecah
32 Mengabaikan semuanya demi bersamanya
33 Di abaikan
34 Pengintaian
35 Berjanji
36 Malam mengesankan
37 Kebimbangan Hati
38 Tidak terduga
39 Tidak Percaya Diri
40 Kau tidak akan lepas dariku
41 Rayuan maut
42 Kegelisahan
43 Kecurigaan yang mudah di tutupi
44 Kecemburuan yang salah
45 Liburan
46 Bermain Belakang
47 Gangguan
48 Kepedulian
49 Kau sangat penting
50 Bertemu Teman Lama
51 Makan Malam Berkesan
52 Permainan Antony
53 Rasa penasaran Raka
54 Raka mengetahui ?
55 Meminta penjelasan
56 Kekhawatiran
57 Coklat yang sama
58 Melanggar perjanjian
59 Kesedihan di atas kebahagiaan
60 Perhatian Raka
61 Kepingan Rahasia
62 Penghianatan
63 Rayuan Maut Lelaki
64 Kebetulan yang bagus
65 Makan Malam Menegangkan
66 Janji Kosong
67 Jejak Lipstik
68 Melabrak
69 Pembelaan
70 Terulang Kembali
71 Menusuk Teman
72 Kepalsuan
73 Permintaan Maaf
74 Penolakan
75 Siapa Itu?
76 Menyelidiki
77 citra keluarga no 1
78 Celah Kecil
79 Malam Terakhir
80 Berbalik Arah
81 Selalu ada
82 Semakin Rumit
83 Mencari Celah
84 Menyusun Rencana
85 Langkah selanjutnya
86 Mulai!
87 Masuk Perangkap
88 Ketegangan
89 Situasi yang rumit
90 Pendekatan
91 Ancaman
92 Menyelidiki
93 Kesepakatan
94 DI Bawah Kendali
95 Eksekusi
96 Siaran Langsung
97 PENGHIANAT!
98 Terbalaskan
99 Dunia penuh kejutan
100 Menyadari
101 Kenyataan menyakitkan
102 Menggores Kepercayaan Diri
103 Tidak Pernah Ada di Dalam Hatimu...
104 Bukti Masa Lalu
105 Pengaruh
106 Lepaskanlah!
107 Apa Tujuanmu?
108 Melabrak
109 Pertengkaran
110 Sekutu yang berbahaya
111 Kecurigaan Raka
112 Kekecewaan
113 Awal Kehancuran Dara
114 Dara Terjebbak
115 Apa Yang Dia Rencanakan?
116 Adu Domba
117 Kegilaan Nisa
118 Manipulatif
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Luka yang mengakar
2
Kepergian yang membekas
3
Mulai dari awal
4
Wajah Lama
5
Iri dengki
6
Malam Reuni
7
Momen pertemuan yang dinanti
8
Pertemuan Pandang
9
Bara Kecemburuan di Tengah Kemewahan
10
Tatapan dan Senyuman yang Mengusik
11
Di Balik Kehidupan yang Sempurna
12
Membangun Jembatan
13
Langkah Baru
14
Izin orang tua
15
Pesan yang mengganggu
16
Pertemuan yang Tak Terelakkan
17
Malam Mewah dan Godaan Halus
18
Malam yang berapi api
19
Rencana apa yang dia pikirkan
20
Kebimbangan Raka dan Ambisi Mika
21
Di Antara Keraguan dan Kejujuran
22
Pertemuan Tak Terduga dengan Raka
23
Pesan yang Mengusik
24
Godaan Berbahaya
25
Debar yang Tak Terhindarkan
26
Kebenaran yang Mengintai
27
Kehadiran Tak Terduga
28
Bukan sembarangan pria
29
Gosip Panas di Malam yang Larut
30
Kecemburuan
31
Kecurigaan yang membuat terpecah
32
Mengabaikan semuanya demi bersamanya
33
Di abaikan
34
Pengintaian
35
Berjanji
36
Malam mengesankan
37
Kebimbangan Hati
38
Tidak terduga
39
Tidak Percaya Diri
40
Kau tidak akan lepas dariku
41
Rayuan maut
42
Kegelisahan
43
Kecurigaan yang mudah di tutupi
44
Kecemburuan yang salah
45
Liburan
46
Bermain Belakang
47
Gangguan
48
Kepedulian
49
Kau sangat penting
50
Bertemu Teman Lama
51
Makan Malam Berkesan
52
Permainan Antony
53
Rasa penasaran Raka
54
Raka mengetahui ?
55
Meminta penjelasan
56
Kekhawatiran
57
Coklat yang sama
58
Melanggar perjanjian
59
Kesedihan di atas kebahagiaan
60
Perhatian Raka
61
Kepingan Rahasia
62
Penghianatan
63
Rayuan Maut Lelaki
64
Kebetulan yang bagus
65
Makan Malam Menegangkan
66
Janji Kosong
67
Jejak Lipstik
68
Melabrak
69
Pembelaan
70
Terulang Kembali
71
Menusuk Teman
72
Kepalsuan
73
Permintaan Maaf
74
Penolakan
75
Siapa Itu?
76
Menyelidiki
77
citra keluarga no 1
78
Celah Kecil
79
Malam Terakhir
80
Berbalik Arah
81
Selalu ada
82
Semakin Rumit
83
Mencari Celah
84
Menyusun Rencana
85
Langkah selanjutnya
86
Mulai!
87
Masuk Perangkap
88
Ketegangan
89
Situasi yang rumit
90
Pendekatan
91
Ancaman
92
Menyelidiki
93
Kesepakatan
94
DI Bawah Kendali
95
Eksekusi
96
Siaran Langsung
97
PENGHIANAT!
98
Terbalaskan
99
Dunia penuh kejutan
100
Menyadari
101
Kenyataan menyakitkan
102
Menggores Kepercayaan Diri
103
Tidak Pernah Ada di Dalam Hatimu...
104
Bukti Masa Lalu
105
Pengaruh
106
Lepaskanlah!
107
Apa Tujuanmu?
108
Melabrak
109
Pertengkaran
110
Sekutu yang berbahaya
111
Kecurigaan Raka
112
Kekecewaan
113
Awal Kehancuran Dara
114
Dara Terjebbak
115
Apa Yang Dia Rencanakan?
116
Adu Domba
117
Kegilaan Nisa
118
Manipulatif

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!