Di Balik Kehidupan yang Sempurna

Mika merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk hotel, membiarkan pikirannya melayang kembali pada acara reuni yang baru saja berakhir. Gegap gempita suasana reuni masih terasa seperti gema di benaknya, tapi yang paling membekas bukanlah momen-momen riuh itu.

Tatapan Antony—suami Dara—terus terlintas di pikirannya. Tatapan itu mengganggu, seolah ada sesuatu di baliknya. Mika mencoba mengabaikannya, tapi semakin ia berusaha, semakin kuat kenangan masa lalu muncul di benaknya.

Dulu, Mika pernah sangat menyukai Antony. Saat SMA, Antony adalah sosok populer—tampan, karismatik, dan selalu terlihat keren di mata semua orang. Bagi Mika, Antony adalah cinta pertama, seseorang yang ia kagumi dalam diam. Namun cintanya hanya berakhir sebagai angan-angan.

Mika teringat betapa keras dirinya berusaha menarik perhatian Antony, mulai dari menulis surat cinta hingga berusaha tampil lebih baik setiap harinya. Namun, Antony tak pernah benar-benar melihatnya. Malah Dara dan gengnya mempermalukan Mika habis-habisan ketika mereka menemukan surat cintanya. Itu adalah puncak penghinaan terbesar dalam hidupnya.

“Bodoh,” gumam Mika pelan, menertawakan dirinya yang dulu. Ia masih bisa merasakan perihnya penolakan yang tak terucap itu—penolakan melalui ejekan dan cemoohan di depan banyak orang. Antony tak pernah peduli. Bahkan setelah itu, ia tak pernah menoleh sedikit pun ke arah Mika.

Namun malam ini, semuanya berbeda. Tatapan Antony kepada Mika di acara reuni tadi seolah bukan sekadar rasa penasaran. Ada sesuatu di baliknya—sesuatu yang membuat Mika merasa aneh. Apa itu kekaguman? Rasa menyesal? Atau hanya sekadar nafsu yang terpendam?

Suara notifikasi dari ponsel Mika mengalihkan pikirannya. Sebuah pesan muncul di layar dari Raka.

Raka: "Sudah sampai hotel? Maaf ya kalau aku sedikit banyak ngobrol tadi, tapi senang banget bisa ketemu kamu lagi. Kita bisa ketemu lagi besok kalau kamu belum sibuk. :)"

Mika tersenyum kecil. Raka selalu jadi sosok yang berbeda dari teman-teman lainnya. Ia bukan bagian dari geng Dara, tapi juga tak pernah berusaha melawan mereka. Namun, di balik sikapnya yang culun dan tertindas saat SMA, Raka kini berubah menjadi sosok yang lebih percaya diri—dan sukses.

“Aneh ya,” gumam Mika. Di satu sisi, Antony masih menarik perhatiannya dengan caranya yang memikat. Tapi di sisi lain, Raka—dengan segala ketulusannya—terasa jauh lebih nyaman.

Mika menarik napas panjang, lalu membalas pesan Raka.

Mika: "Sudah sampai. Thank you ya tadi udah antar. Senang juga bisa ketemu kamu lagi :)"

***

Di kediaman mewah milik Dara dan Antony, suasana pagi itu terasa tenang dan nyaman. Dara sudah tampil sempurna seperti biasa, mengenakan dress elegan berwarna pastel, dengan rambut tergerai rapi dan makeup tipis yang menambah pesona kecantikannya. Ia duduk di meja makan bersama Antony dan putri kecil mereka yang ceria.

Antony, dalam balutan jas kerja, tampak sibuk memeriksa email di ponselnya. Namun, sekali-sekali ia menyempatkan diri tersenyum kepada putri kecilnya yang tengah memakan sereal dengan penuh semangat. Dara duduk di seberangnya, menikmati sarapan sambil sesekali mengecek sosial media di ponselnya.

“Papa mau pergi lagi hari ini?” tanya anak mereka, seorang gadis kecil dengan mata bulat dan rambut ikal berwarna cokelat.

Antony mengacak rambut putrinya dengan lembut. “Papa ada meeting penting. Tapi nanti malam kita bisa makan malam bareng, oke?”

Gadis kecil itu mengangguk riang, kembali fokus pada serealnya.

Dara sesaat mencuri pandang ke arah Antony. Kemarahan yang sempat memenuhi pikirannya malam sebelumnya kini mulai terkikis oleh kenyataan: Mika hanyalah masa lalu. Dara yakin, reuni itu hanyalah pertemuan singkat yang tidak akan memengaruhi hidup mereka. Lagipula, dengan kehidupan mereka yang sempurna sekarang, Mika hanyalah bayangan samar dari masa lalu yang tidak perlu dipikirkan lagi.

Sambil menyuap potongan buah, Dara tersenyum tipis. Dia selalu menang, bukan?

Antony yang kini menjadi suaminya, keluarga kecil yang bahagia, dan semua kemewahan ini adalah bukti bahwa Dara berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan.

“Mika cuma nostalgia semalam, sayang,” ujar Dara, seolah berbicara pada dirinya sendiri untuk meyakinkan hatinya. Ia tak peduli dengan perubahan Mika atau bisnisnya yang sukses di sosial media. Dara tetap merasa dirinya berada di puncak.

Antony menatap Dara sejenak, senyum simpul terlukis di wajahnya, seakan menandakan masalah malam kemarin sudah selesai. “Kamu nganter anak kita ke sekolah hari ini, kan?”

Dara mengangguk, menghabiskan tegukan terakhir jus jeruknya.

Saat Antony berdiri dari kursinya, Dara menghampirinya untuk memberikan kecupan di pipi. “Hati-hati di jalan, ya,” katanya lembut. Antony membalas dengan senyum yang tampak tulus, namun di matanya, tersirat sedikit kelelahan atau mungkin kebosanan.

Dara menangkap sekilas ekspresi itu, tapi memilih mengabaikannya. Hidup pernikahan, pikirnya, memang kadang begitu.

“Jangan terlalu capek di kantor,” Dara menambahkan dengan nada manis. Antony hanya mengangguk, mengambil tas kerjanya, lalu melangkah keluar rumah dengan langkah santai.

Ketika pintu tertutup di belakang Antony, Dara menghela napas panjang, seolah merasa lega. Kehidupan yang sempurna ini bukan tanpa tekanan, tapi Dara tidak pernah mengizinkan siapa pun melihat retakan di balik kesempurnaan tersebut.

Saat menunggu putrinya mengenakan sepatu, Dara membuka sosial medianya. Jemarinya dengan lincah menggulir layar, hingga tanpa sadar ia kembali membuka akun Mika. Sebuah foto terbaru muncul: Mika duduk di tepi kolam renang hotel, mengenakan gaun anggun dan tersenyum menawan.

Sejenak, ada rasa iri yang muncul di hati Dara. Mika sekarang jauh lebih cantik, dengan penampilan yang sama sekali berbeda dari sosok lemah yang dulu menjadi bahan ejekannya. Dara menggigit bibirnya. “Biarin aja,” bisiknya, berusaha menepis rasa tidak nyaman di hatinya.

Namun, pikiran itu sulit diabaikan. Dara tahu bahwa di luar kesempurnaan hidupnya, ada sesuatu tentang Mika yang mengusiknya. Bukan hanya perubahan fisik atau kesuksesan Mika, tapi kenyataan bahwa Mika tidak lagi menjadi sosok yang lemah dan tunduk seperti dulu.

“Sudahlah,” Dara bergumam sambil menutup ponselnya dengan cepat. Ia tidak ingin menghabiskan waktu lebih lama untuk memikirkan Mika.

Dara menggandeng tangan putrinya dan menuntunnya menuju mobil SUV mewah mereka. Saat mesin dinyalakan dan lagu anak-anak mulai mengalun pelan dari speaker mobil, Dara mencoba memfokuskan pikirannya pada hari itu—mengantarkan anaknya ke sekolah dan melanjutkan rutinitas yang biasa.

“Dia cuma masa lalu, dan masa lalu nggak bisa menyentuh aku lagi,” bisik Dara pada dirinya sendiri, seolah mantra itu bisa menghapus jejak pertemuan mereka di reuni semalam.

Episodes
1 Luka yang mengakar
2 Kepergian yang membekas
3 Mulai dari awal
4 Wajah Lama
5 Iri dengki
6 Malam Reuni
7 Momen pertemuan yang dinanti
8 Pertemuan Pandang
9 Bara Kecemburuan di Tengah Kemewahan
10 Tatapan dan Senyuman yang Mengusik
11 Di Balik Kehidupan yang Sempurna
12 Membangun Jembatan
13 Langkah Baru
14 Izin orang tua
15 Pesan yang mengganggu
16 Pertemuan yang Tak Terelakkan
17 Malam Mewah dan Godaan Halus
18 Malam yang berapi api
19 Rencana apa yang dia pikirkan
20 Kebimbangan Raka dan Ambisi Mika
21 Di Antara Keraguan dan Kejujuran
22 Pertemuan Tak Terduga dengan Raka
23 Pesan yang Mengusik
24 Godaan Berbahaya
25 Debar yang Tak Terhindarkan
26 Kebenaran yang Mengintai
27 Kehadiran Tak Terduga
28 Bukan sembarangan pria
29 Gosip Panas di Malam yang Larut
30 Kecemburuan
31 Kecurigaan yang membuat terpecah
32 Mengabaikan semuanya demi bersamanya
33 Di abaikan
34 Pengintaian
35 Berjanji
36 Malam mengesankan
37 Kebimbangan Hati
38 Tidak terduga
39 Tidak Percaya Diri
40 Kau tidak akan lepas dariku
41 Rayuan maut
42 Kegelisahan
43 Kecurigaan yang mudah di tutupi
44 Kecemburuan yang salah
45 Liburan
46 Bermain Belakang
47 Gangguan
48 Kepedulian
49 Kau sangat penting
50 Bertemu Teman Lama
51 Makan Malam Berkesan
52 Permainan Antony
53 Rasa penasaran Raka
54 Raka mengetahui ?
55 Meminta penjelasan
56 Kekhawatiran
57 Coklat yang sama
58 Melanggar perjanjian
59 Kesedihan di atas kebahagiaan
60 Perhatian Raka
61 Kepingan Rahasia
62 Penghianatan
63 Rayuan Maut Lelaki
64 Kebetulan yang bagus
65 Makan Malam Menegangkan
66 Janji Kosong
67 Jejak Lipstik
68 Melabrak
69 Pembelaan
70 Terulang Kembali
71 Menusuk Teman
72 Kepalsuan
73 Permintaan Maaf
74 Penolakan
75 Siapa Itu?
76 Menyelidiki
77 citra keluarga no 1
78 Celah Kecil
79 Malam Terakhir
80 Berbalik Arah
81 Selalu ada
82 Semakin Rumit
83 Mencari Celah
84 Menyusun Rencana
85 Langkah selanjutnya
86 Mulai!
87 Masuk Perangkap
88 Ketegangan
89 Situasi yang rumit
90 Pendekatan
91 Ancaman
92 Menyelidiki
93 Kesepakatan
94 DI Bawah Kendali
95 Eksekusi
96 Siaran Langsung
97 PENGHIANAT!
98 Terbalaskan
99 Dunia penuh kejutan
100 Menyadari
101 Kenyataan menyakitkan
102 Menggores Kepercayaan Diri
103 Tidak Pernah Ada di Dalam Hatimu...
104 Bukti Masa Lalu
105 Pengaruh
106 Lepaskanlah!
107 Apa Tujuanmu?
108 Melabrak
109 Pertengkaran
110 Sekutu yang berbahaya
111 Kecurigaan Raka
112 Kekecewaan
113 Awal Kehancuran Dara
114 Dara Terjebbak
115 Apa Yang Dia Rencanakan?
116 Adu Domba
117 Kegilaan Nisa
118 Manipulatif
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Luka yang mengakar
2
Kepergian yang membekas
3
Mulai dari awal
4
Wajah Lama
5
Iri dengki
6
Malam Reuni
7
Momen pertemuan yang dinanti
8
Pertemuan Pandang
9
Bara Kecemburuan di Tengah Kemewahan
10
Tatapan dan Senyuman yang Mengusik
11
Di Balik Kehidupan yang Sempurna
12
Membangun Jembatan
13
Langkah Baru
14
Izin orang tua
15
Pesan yang mengganggu
16
Pertemuan yang Tak Terelakkan
17
Malam Mewah dan Godaan Halus
18
Malam yang berapi api
19
Rencana apa yang dia pikirkan
20
Kebimbangan Raka dan Ambisi Mika
21
Di Antara Keraguan dan Kejujuran
22
Pertemuan Tak Terduga dengan Raka
23
Pesan yang Mengusik
24
Godaan Berbahaya
25
Debar yang Tak Terhindarkan
26
Kebenaran yang Mengintai
27
Kehadiran Tak Terduga
28
Bukan sembarangan pria
29
Gosip Panas di Malam yang Larut
30
Kecemburuan
31
Kecurigaan yang membuat terpecah
32
Mengabaikan semuanya demi bersamanya
33
Di abaikan
34
Pengintaian
35
Berjanji
36
Malam mengesankan
37
Kebimbangan Hati
38
Tidak terduga
39
Tidak Percaya Diri
40
Kau tidak akan lepas dariku
41
Rayuan maut
42
Kegelisahan
43
Kecurigaan yang mudah di tutupi
44
Kecemburuan yang salah
45
Liburan
46
Bermain Belakang
47
Gangguan
48
Kepedulian
49
Kau sangat penting
50
Bertemu Teman Lama
51
Makan Malam Berkesan
52
Permainan Antony
53
Rasa penasaran Raka
54
Raka mengetahui ?
55
Meminta penjelasan
56
Kekhawatiran
57
Coklat yang sama
58
Melanggar perjanjian
59
Kesedihan di atas kebahagiaan
60
Perhatian Raka
61
Kepingan Rahasia
62
Penghianatan
63
Rayuan Maut Lelaki
64
Kebetulan yang bagus
65
Makan Malam Menegangkan
66
Janji Kosong
67
Jejak Lipstik
68
Melabrak
69
Pembelaan
70
Terulang Kembali
71
Menusuk Teman
72
Kepalsuan
73
Permintaan Maaf
74
Penolakan
75
Siapa Itu?
76
Menyelidiki
77
citra keluarga no 1
78
Celah Kecil
79
Malam Terakhir
80
Berbalik Arah
81
Selalu ada
82
Semakin Rumit
83
Mencari Celah
84
Menyusun Rencana
85
Langkah selanjutnya
86
Mulai!
87
Masuk Perangkap
88
Ketegangan
89
Situasi yang rumit
90
Pendekatan
91
Ancaman
92
Menyelidiki
93
Kesepakatan
94
DI Bawah Kendali
95
Eksekusi
96
Siaran Langsung
97
PENGHIANAT!
98
Terbalaskan
99
Dunia penuh kejutan
100
Menyadari
101
Kenyataan menyakitkan
102
Menggores Kepercayaan Diri
103
Tidak Pernah Ada di Dalam Hatimu...
104
Bukti Masa Lalu
105
Pengaruh
106
Lepaskanlah!
107
Apa Tujuanmu?
108
Melabrak
109
Pertengkaran
110
Sekutu yang berbahaya
111
Kecurigaan Raka
112
Kekecewaan
113
Awal Kehancuran Dara
114
Dara Terjebbak
115
Apa Yang Dia Rencanakan?
116
Adu Domba
117
Kegilaan Nisa
118
Manipulatif

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!