Tatapan dan Senyuman yang Mengusik

Acara reuni akhirnya berakhir, meninggalkan ballroom dengan suasana yang sepi dan lampu-lampu mulai meredup. Mika berdiri di dekat pintu keluar bersama Raka, menatap langit malam yang dipenuhi bintang. Udara dingin menyapa kulitnya, namun perasaannya masih terasa panas setelah pertemuan yang tak terduga dengan geng Dara dan Antony.

"Yuk, pulang bareng? Kita ngobrol di perjalanan. Ada banyak hal yang pengin aku tanyain sama kamu," ujar Raka sambil tersenyum canggung, menggaruk belakang kepalanya.

Mika menatap Raka, sejenak ragu, namun akhirnya mengangguk. "Oke, aku ikut." Ada sesuatu tentang Raka—rasa akrab dan nyaman—yang membuatnya tidak keberatan untuk melanjutkan obrolan.

Mereka berjalan menuju mobil Raka yang terparkir di sudut area parkir. Saat Mika akan masuk ke dalam mobil, tatapannya tiba-tiba bertemu dengan sosok yang tidak asing. Dari arah yang tidak jauh, Antony baru saja keluar dari gedung dan berjalan menuju mobil mewahnya, di mana Dara sudah menunggu di dalam.

Tatapan Antony dan Mika saling bertaut. Tatapan itu berbeda. Ada sesuatu yang tidak semestinya—senyuman kecil yang menggoda, seolah Antony melihat lebih dari sekadar wajah cantik di depan matanya. Mika merasakan debar aneh di dadanya, bukan karena rasa suka yang dulu pernah ia rasakan, tetapi karena ada sesuatu dalam cara Antony menatapnya yang terasa salah—terlalu intens, terlalu pribadi.

Antony tidak segera masuk ke mobil. Sebaliknya, ia berdiri sebentar, memandang Mika dengan senyuman tipis yang membuatnya terlihat seperti memendam sesuatu. Tatapan penuh godaan itu membuat Mika merasa sedikit risih, namun ia tidak mau terlihat terpengaruh.

Dengan tenang, Mika balas tersenyum. Sebuah senyuman manis yang ia tahu akan menusuk harga diri Dara bila melihatnya. Ia tidak akan menunjukkan bahwa tatapan Antony berpengaruh padanya—justru sebaliknya, ia ingin memegang kendali.

Dari dalam mobil, Dara menyadari suaminya terlalu lama menatap seseorang. Ketika ia mengikuti arah pandangan Antony, wajahnya memucat melihat siapa yang menjadi pusat perhatian suaminya—Mika.

"Antony, kamu ngapain?" Dara berusaha memanggilnya dengan nada biasa, tapi jelas ada kecemasan dalam suaranya.

Antony akhirnya melangkah masuk ke dalam mobil, meninggalkan Mika dan Raka, namun tidak tanpa meninggalkan kesan yang mengganggu. Dara hanya bisa terdiam, giginya terkatup rapat, hatinya dipenuhi dengan campuran kecemburuan dan ketakutan.

***

Di dalam mobil yang melaju di jalanan malam, suasana terasa hangat dan akrab. Raka dengan santai memegang setir sambil bercerita tentang kehidupannya sekarang. Mika mendengarkan dengan penuh minat, sedikit terkejut dengan banyaknya perubahan dalam hidup pria itu.

"Aku nggak nyangka kamu jadi chef, Rak," kata Mika sambil memiringkan kepala, "dan bukan cuma chef, tapi juga punya beberapa bisnis restoran. Wow, kamu keren banget!"

Raka tersenyum malu, sedikit mengangkat bahu. "Ah, nggak sehebat itu kok. Semua ini butuh proses panjang dan penuh tantangan."

"Tetap aja, Rak, aku kagum," kata Mika tulus. "Aku selalu tahu kamu pintar dan berbakat, tapi nggak kepikiran kalau kamu akan sukses di bidang kuliner."

Raka tertawa kecil. "Ya, mungkin hidup ini penuh kejutan, ya. Waktu SMA aku suka masak buat nyenengin diri sendiri. Siapa sangka bisa jadi profesi? Restoran pertamaku memang kecil, tapi lambat laun berkembang. Sekarang aku punya beberapa cabang."

Mika mengangguk, masih terkesima. "Jujur, aku salut. Pasti nggak mudah sampai ke titik ini."

Raka menatap Mika sekilas, lalu fokus kembali ke jalan. "Sama kayak kamu, Mika. Aku kaget banget waktu tahu kamu udah jadi pebisnis sukses dan selebgram terkenal. Kamu kelihatan bener-bener beda."

Mika tersenyum tipis, merasakan hangatnya pujian dari Raka. "Makasih, Rak. Semua ini hasil dari perjalanan panjang juga. Aku banyak belajar dari masa lalu."

Raka tersenyum sambil mengangguk. "Dulu aku kira, kita semua cuma tumbuh biasa-biasa aja. Tapi ternyata, hidup membawa kita ke jalan yang nggak pernah kita bayangkan."

"Iya, benar," Mika setuju. "Kita semua berubah, dan ternyata perubahan itu bisa jadi sangat indah."

Mereka saling bertukar cerita sepanjang perjalanan, tentang suka dan duka di dunia pekerjaan masing-masing. Mika berbicara tentang lika-liku bisnis kosmetiknya, bagaimana perjuangan dan ketekunan akhirnya membuatnya sukses. Di sisi lain, Raka bercerita tentang pengalaman-pengalaman seru di dunia kuliner—mulai dari belajar di dapur hingga tantangan membangun bisnis dari nol.

"Aku bangga sama kamu, Rak," kata Mika akhirnya, "nggak banyak orang yang bisa mewujudkan passion mereka dan sukses seperti kamu."

Raka tersenyum hangat. "Aku juga bangga sama kamu, Mika. Kamu berhasil mengubah hidupmu dan nggak membiarkan masa lalu menghancurkan kamu. Kamu kuat."

Mika terdiam sejenak, merasakan kehangatan dalam kata-kata Raka. Untuk pertama kalinya, ia merasa benar-benar diapresiasi bukan karena penampilan luarnya, tapi karena dirinya yang sebenarnya.

***

Di rumah megah mereka yang mewah dan tertata sempurna, Dara duduk dengan wajah masam di sofa ruang keluarga. Antony berdiri di dekatnya, mencoba mencari cara untuk menenangkan istrinya yang terlihat kesal sejak mereka pulang dari reuni.

"Dara, sayang, kamu serius marah cuma gara-gara aku lihat Mika tadi?" Antony mendekat dengan senyuman kecil, mencoba merayu Dara seperti biasa. "Itu bukan apa-apa, kok. Aku cuma penasaran, karena dulu dia beda banget."

"Penasaran?" Dara memutar bola matanya, suaranya penuh sindiran. "Kamu penasaran atau kamu masih tertarik sama dia?"

Antony menghela napas, lalu duduk di samping Dara. "Ayolah, Dara, kamu tahu aku nggak ada maksud apa-apa. Kamu tahu aku sayang sama kamu dan anak kita."

"Kalau memang sayang," Dara menyipitkan matanya, "kenapa tadi tatapan kamu ke dia kayak gitu? Aku lihat semuanya, Antony."

Antony mencoba meraih tangan Dara, tapi Dara menariknya dengan cepat, matanya penuh rasa curiga. Ia tak pernah merasa perlu khawatir tentang wanita lain sebelumnya—ia selalu menjadi pusat perhatian, cantik, sempurna, dan punya segalanya. Namun kehadiran Mika yang berbeda malam ini membuat hatinya tak tenang.

"Mika bukan siapa-siapa, sayang," Antony berusaha meyakinkannya lagi. "Dia cuma masa lalu, seseorang yang dulu bahkan nggak kita perhatikan."

Dara mendengus kesal. "Ya, dan sekarang dia jauh lebih cantik daripada yang kita kira, kan?"

Antony tersenyum tipis, tahu bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk terus mendebat. "Kamu terlalu memikirkan hal kecil, sayang. Aku cuma lihat sebentar, itu aja. Kamu nggak perlu khawatir, oke?"

Dara menghela napas panjang, masih merasa terganggu meskipun Antony mencoba menenangkan dirinya. Dia tahu suaminya—pesona Antony selalu jadi magnet bagi banyak wanita, dan Dara tidak ingin Mika menjadi ancaman yang tiba-tiba muncul dari masa lalu mereka.

***

Mobil akhirnya berhenti di depan hotel tempat Mika menginap. Raka menatap Mika dengan ekspresi hangat, merasa senang bahwa pertemuan mereka membawa rasa nyaman dan koneksi baru.

"Mika," panggil Raka lembut saat Mika akan turun dari mobil, "kalau kamu butuh sesuatu atau cuma mau ngobrol, kamu tahu aku selalu ada buat kamu, kan?"

Mika menatap Raka sejenak, lalu mengangguk sambil tersenyum. "Aku tahu, Raka. Dan aku bersyukur kamu selalu ada."

Malam itu berakhir dengan sebuah perasaan baru bagi Mika—perasaan bahwa mungkin, tidak semua dari masa lalunya adalah hal yang perlu ia buang. Beberapa kenangan, seperti persahabatannya dengan Raka, pantas untuk dipertahankan.

Sementara itu, di sisi lain kota, Dara masih tenggelam dalam rasa tidak tenang. Pikiran tentang Mika dan tatapan Antony kepada wanita itu terus mengganggunya, membuat malam Dara terasa jauh lebih panjang dari biasanya.

Namun bagi Mika, malam itu adalah awal dari sesuatu yang baru. Bukan hanya pertemuan kembali dengan sahabat lamanya, tapi juga peluang untuk membuka babak baru dalam hidupnya—dengan masa lalu yang akhirnya bisa ia kendalikan.

Episodes
1 Luka yang mengakar
2 Kepergian yang membekas
3 Mulai dari awal
4 Wajah Lama
5 Iri dengki
6 Malam Reuni
7 Momen pertemuan yang dinanti
8 Pertemuan Pandang
9 Bara Kecemburuan di Tengah Kemewahan
10 Tatapan dan Senyuman yang Mengusik
11 Di Balik Kehidupan yang Sempurna
12 Membangun Jembatan
13 Langkah Baru
14 Izin orang tua
15 Pesan yang mengganggu
16 Pertemuan yang Tak Terelakkan
17 Malam Mewah dan Godaan Halus
18 Malam yang berapi api
19 Rencana apa yang dia pikirkan
20 Kebimbangan Raka dan Ambisi Mika
21 Di Antara Keraguan dan Kejujuran
22 Pertemuan Tak Terduga dengan Raka
23 Pesan yang Mengusik
24 Godaan Berbahaya
25 Debar yang Tak Terhindarkan
26 Kebenaran yang Mengintai
27 Kehadiran Tak Terduga
28 Bukan sembarangan pria
29 Gosip Panas di Malam yang Larut
30 Kecemburuan
31 Kecurigaan yang membuat terpecah
32 Mengabaikan semuanya demi bersamanya
33 Di abaikan
34 Pengintaian
35 Berjanji
36 Malam mengesankan
37 Kebimbangan Hati
38 Tidak terduga
39 Tidak Percaya Diri
40 Kau tidak akan lepas dariku
41 Rayuan maut
42 Kegelisahan
43 Kecurigaan yang mudah di tutupi
44 Kecemburuan yang salah
45 Liburan
46 Bermain Belakang
47 Gangguan
48 Kepedulian
49 Kau sangat penting
50 Bertemu Teman Lama
51 Makan Malam Berkesan
52 Permainan Antony
53 Rasa penasaran Raka
54 Raka mengetahui ?
55 Meminta penjelasan
56 Kekhawatiran
57 Coklat yang sama
58 Melanggar perjanjian
59 Kesedihan di atas kebahagiaan
60 Perhatian Raka
61 Kepingan Rahasia
62 Penghianatan
63 Rayuan Maut Lelaki
64 Kebetulan yang bagus
65 Makan Malam Menegangkan
66 Janji Kosong
67 Jejak Lipstik
68 Melabrak
69 Pembelaan
70 Terulang Kembali
71 Menusuk Teman
72 Kepalsuan
73 Permintaan Maaf
74 Penolakan
75 Siapa Itu?
76 Menyelidiki
77 citra keluarga no 1
78 Celah Kecil
79 Malam Terakhir
80 Berbalik Arah
81 Selalu ada
82 Semakin Rumit
83 Mencari Celah
84 Menyusun Rencana
85 Langkah selanjutnya
86 Mulai!
87 Masuk Perangkap
88 Ketegangan
89 Situasi yang rumit
90 Pendekatan
91 Ancaman
92 Menyelidiki
93 Kesepakatan
94 DI Bawah Kendali
95 Eksekusi
96 Siaran Langsung
97 PENGHIANAT!
98 Terbalaskan
99 Dunia penuh kejutan
100 Menyadari
101 Kenyataan menyakitkan
102 Menggores Kepercayaan Diri
103 Tidak Pernah Ada di Dalam Hatimu...
104 Bukti Masa Lalu
105 Pengaruh
106 Lepaskanlah!
107 Apa Tujuanmu?
108 Melabrak
109 Pertengkaran
110 Sekutu yang berbahaya
111 Kecurigaan Raka
112 Kekecewaan
113 Awal Kehancuran Dara
114 Dara Terjebbak
115 Apa Yang Dia Rencanakan?
116 Adu Domba
117 Kegilaan Nisa
118 Manipulatif
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Luka yang mengakar
2
Kepergian yang membekas
3
Mulai dari awal
4
Wajah Lama
5
Iri dengki
6
Malam Reuni
7
Momen pertemuan yang dinanti
8
Pertemuan Pandang
9
Bara Kecemburuan di Tengah Kemewahan
10
Tatapan dan Senyuman yang Mengusik
11
Di Balik Kehidupan yang Sempurna
12
Membangun Jembatan
13
Langkah Baru
14
Izin orang tua
15
Pesan yang mengganggu
16
Pertemuan yang Tak Terelakkan
17
Malam Mewah dan Godaan Halus
18
Malam yang berapi api
19
Rencana apa yang dia pikirkan
20
Kebimbangan Raka dan Ambisi Mika
21
Di Antara Keraguan dan Kejujuran
22
Pertemuan Tak Terduga dengan Raka
23
Pesan yang Mengusik
24
Godaan Berbahaya
25
Debar yang Tak Terhindarkan
26
Kebenaran yang Mengintai
27
Kehadiran Tak Terduga
28
Bukan sembarangan pria
29
Gosip Panas di Malam yang Larut
30
Kecemburuan
31
Kecurigaan yang membuat terpecah
32
Mengabaikan semuanya demi bersamanya
33
Di abaikan
34
Pengintaian
35
Berjanji
36
Malam mengesankan
37
Kebimbangan Hati
38
Tidak terduga
39
Tidak Percaya Diri
40
Kau tidak akan lepas dariku
41
Rayuan maut
42
Kegelisahan
43
Kecurigaan yang mudah di tutupi
44
Kecemburuan yang salah
45
Liburan
46
Bermain Belakang
47
Gangguan
48
Kepedulian
49
Kau sangat penting
50
Bertemu Teman Lama
51
Makan Malam Berkesan
52
Permainan Antony
53
Rasa penasaran Raka
54
Raka mengetahui ?
55
Meminta penjelasan
56
Kekhawatiran
57
Coklat yang sama
58
Melanggar perjanjian
59
Kesedihan di atas kebahagiaan
60
Perhatian Raka
61
Kepingan Rahasia
62
Penghianatan
63
Rayuan Maut Lelaki
64
Kebetulan yang bagus
65
Makan Malam Menegangkan
66
Janji Kosong
67
Jejak Lipstik
68
Melabrak
69
Pembelaan
70
Terulang Kembali
71
Menusuk Teman
72
Kepalsuan
73
Permintaan Maaf
74
Penolakan
75
Siapa Itu?
76
Menyelidiki
77
citra keluarga no 1
78
Celah Kecil
79
Malam Terakhir
80
Berbalik Arah
81
Selalu ada
82
Semakin Rumit
83
Mencari Celah
84
Menyusun Rencana
85
Langkah selanjutnya
86
Mulai!
87
Masuk Perangkap
88
Ketegangan
89
Situasi yang rumit
90
Pendekatan
91
Ancaman
92
Menyelidiki
93
Kesepakatan
94
DI Bawah Kendali
95
Eksekusi
96
Siaran Langsung
97
PENGHIANAT!
98
Terbalaskan
99
Dunia penuh kejutan
100
Menyadari
101
Kenyataan menyakitkan
102
Menggores Kepercayaan Diri
103
Tidak Pernah Ada di Dalam Hatimu...
104
Bukti Masa Lalu
105
Pengaruh
106
Lepaskanlah!
107
Apa Tujuanmu?
108
Melabrak
109
Pertengkaran
110
Sekutu yang berbahaya
111
Kecurigaan Raka
112
Kekecewaan
113
Awal Kehancuran Dara
114
Dara Terjebbak
115
Apa Yang Dia Rencanakan?
116
Adu Domba
117
Kegilaan Nisa
118
Manipulatif

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!