Iri dengki

Di sisi lain kota, dalam sebuah perumahan elit dengan rumah megah berarsitektur modern, Dara dan Antony menikmati hidup yang terlihat sempurna. Mereka telah menikah selama enam tahun dan kini dikaruniai seorang putri cantik bernama Alea, yang baru berusia lima tahun. Dari luar, kehidupan mereka tampak seperti kisah dongeng: pasangan sempurna—Antony dengan kesuksesannya di dunia bisnis dan Dara yang tetap anggun serta menawan seperti dulu.

***

Di pagi hari, Antony sudah bersiap dengan jas mahalnya, menyesuaikan dasi di depan cermin raksasa di kamar mereka. Dara masih mengenakan gaun tidur sutra, duduk di meja rias sambil memoles wajahnya dengan kosmetik mewah.

“Sayang, kamu pulang jam berapa nanti?” tanya Dara sambil merapikan rambut panjangnya.

“Seperti biasa, mungkin agak malam. Aku ada dinner meeting sama klien,” jawab Antony, memakaikan arlojinya yang berkilau. “Kamu mau ikut?”

Dara tersenyum tipis. “Nggak deh, aku lebih baik di rumah aja sama Alea.”

Mereka berciuman singkat sebelum Antony pergi bekerja. Begitu pintu tertutup, Dara menatap ke luar jendela besar, melihat halaman rumah mereka yang luas dengan taman dan kolam renang pribadi. Rumah besar, mobil mewah, dan gaya hidup jetset adalah bagian dari keseharian mereka.

Namun, di balik semua kemewahan ini, Dara merasa ada sesuatu yang hilang. Ia sering bertanya-tanya, apakah kebahagiaan ini benar-benar nyata, atau hanya seperti pajangan yang rapuh, terlihat sempurna dari luar tapi kosong di dalam?

***

Saat Dara duduk di ruang tamu dengan secangkir kopi, pikirannya melayang kembali ke masa SMA—masa ketika ia dan gengnya berkuasa, mem-bully siapa saja yang mereka anggap lemah. Ia teringat Mika dan bagaimana ia serta Nisa dan Farah mempermalukan gadis itu habis-habisan.

“Kasihan si gendut itu,” pikir Dara, terkekeh dalam hati.

Namun, ingatan itu tak sepenuhnya nyaman. Setelah Mika pergi, ada rasa aneh yang tersisa. Dara tahu mereka sudah melampaui batas. Namun, rasa puas dan superioritas saat itu mengubur rasa bersalah.

Sejak saat itu, Mika tidak pernah muncul lagi dalam hidup mereka. Dara selalu menganggap bahwa Mika adalah masa lalu yang sudah ia lupakan. Tapi kadang, di sela-sela kebahagiaan palsunya, Dara merasa ada sesuatu yang menggantung. Seperti sesuatu yang belum selesai.

***

Siang itu, saat sedang bersantai di sofa dengan Alea yang bermain boneka di dekatnya, Dara membuka ponselnya dan men-scroll Instagram. Ia melihat unggahan-unggahan orang terkenal dan influencer yang sedang naik daun.

Hingga akhirnya, sebuah profil menarik perhatiannya—akun selebgram dengan ratusan ribu followers, penuh dengan konten kecantikan dan self-love. Dara menatap wajah di foto itu dengan dahi berkerut. Gadis ini terlihat familiar, tapi ia tidak bisa langsung mengingat siapa.

@mikamara_.

Dara membuka profil tersebut, menelusuri foto-foto dan video Mika yang tampak begitu cantik, percaya diri, dan sukses. Semakin lama ia menatap foto-foto itu, semakin ia merasa aneh. “Ini… siapa sebenarnya? Kenapa aku merasa seperti mengenalnya?”

Tapi tidak mungkin. Mika yang dulu bukan seperti ini. Mika di masa SMA adalah gadis gemuk, berjerawat, dan selalu tampak menyedihkan. Tidak mungkin gadis yang mereka bully habis-habisan bisa berubah secantik ini.

Dara merasa ada sesuatu yang mengusik nuraninya. Dia mencoba menepis perasaan itu, tapi rasa tidak nyaman mulai merayap ke dalam pikirannya. Apa yang akan terjadi jika ini memang benar Mika?

***

Di malam hari, Antony pulang ke rumah setelah meeting panjang dengan kliennya. Dara sudah menunggu di ruang makan, sementara Alea sudah tertidur. Antony duduk di sebelah istrinya, mengendurkan dasinya sambil menarik napas panjang.

“Kamu baik-baik aja, sayang?” tanya Antony sambil menatap Dara dengan penuh perhatian.

Dara tersenyum kecil, mencoba menyembunyikan kegelisahannya. “Iya, cuma capek aja.”

Namun, Antony bisa merasakan ada sesuatu yang mengganggu istrinya. Sejak mereka menikah, Antony selalu tahu bahwa Dara bukanlah orang yang mudah merasa puas.

“Kalau ada apa-apa, cerita aja sama aku.”

Dara hanya mengangguk. Ia ingin menceritakan tentang Mika, tapi ia tahu bahwa itu akan terdengar bodoh. Bagaimana mungkin ia merasa terancam hanya karena seseorang dari masa lalu muncul lagi di Instagram?

Antony menggenggam tangan Dara dengan lembut. “Kita udah punya segalanya, Ra. Nggak perlu mikirin hal-hal yang nggak penting.”

Dara tersenyum, tapi dalam hatinya ia tahu bahwa rasa tenang ini hanya sementara. Sebagian dari dirinya merasa takut bahwa mungkin, hanya mungkin, Mika yang sekarang lebih unggul daripada dirinya. Dan jika itu benar, Dara tidak siap untuk menerima kenyataan itu.

***

Malam itu, Mika sedang duduk di meja kerjanya, lampu kamar remang-remang. Di sela-sela pekerjaannya, ia membuka media sosial sekadar untuk melepas penat. Tanpa sadar, jemarinya menari di layar, menelusuri nama-nama dari masa lalunya.

Akun yang tidak asing muncul di beranda: Grup sekolah lamanya. Mika tertegun sejenak. Ia membuka akun itu dan melihat berbagai unggahan—foto-foto alumni, kenangan masa sekolah, hingga update terbaru tentang kegiatan sekolah.

Tiba-tiba, matanya tertuju pada sebuah poster mencolok dengan judul yang dicetak tebal:

"REUNI AKBAR ANGKATAN 2015!"

Tempat: Hotel Emerald Ballroom

Tanggal: 10 November, pukul 18.00 – selesai

Di bawah poster itu terdapat daftar peserta yang sudah terkonfirmasi akan hadir. Nama-nama yang akrab dan memori menyakitkan muncul kembali, seolah-olah membawanya mundur ke masa kelam. Dara, Nisa, Farah—semua nama itu ada di daftar hadir.

Mika terdiam. Dadanya terasa sesak. Reuni? Setelah sekian lama?

Mika duduk di depan cermin kamar sambil memutar-mutar pensil di tangannya. “Aku harus pergi.” Tekadnya sudah bulat. Meski tidak diundang secara resmi, itu tidak akan menghentikannya. Reuni ini adalah kesempatan emas—bukan hanya untuk melihat mereka, tapi untuk membuat mereka sadar bahwa masa lalu mereka sudah tidak punya kuasa lagi atas dirinya.

Namun, Mika tahu ia tidak bisa datang begitu saja dan berharap mereka mengenalinya. Ini bukan sekadar reuni. Ini adalah panggung terakhir di mana Mika akan menutup kisah lamanya—dan ia ingin menang dengan sempurna.

Mika menyiapkan strategi terselubung. Ia membuka laptopnya, memesan gaun hitam elegan yang mewah namun tetap anggun. Ia tahu betul bagaimana cara menarik perhatian tanpa terlihat berlebihan. Ia juga memesan makeup dan aksesori premium, memastikan penampilannya nanti akan memancarkan kesan sempurna dan misterius.

Namun, penampilan saja tidak cukup. Mika butuh sesuatu yang lebih dari sekadar kejutan visual. Ia ingin meninggalkan kesan yang mendalam—kemenangan psikologis atas masa lalunya.

"Apa yang paling mereka takutkan?" pikirnya sambil menatap kosong layar laptop. Jawabannya sederhana: rasa kalah. Dara, Nisa, dan Farah selalu merasa di atas, selalu memandang rendah orang lain. Mika tahu bahwa melihat dirinya berhasil dan tak lagi terintimidasi akan menjadi pukulan telak bagi mereka.

Terpopuler

Comments

Ma Em

Ma Em

Bagus Mika hukum mereka dengan cara anggun agar mereka merasa malu dan rendah diri di hadapanmu terutama untuk Nisa, Farah dan Dara kalahkan mereka dgn kecantikanmu .

2024-12-10

0

Adinda

Adinda

membully seseorang tidak akan membuatmu bahagia dara kamu sudah menghancurkan mental dan menyakiti hati mika

2024-11-20

1

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

Semangat mika...
kamu hebat , sudah berusaha jadi lebih baik...

2024-11-03

2

lihat semua
Episodes
1 Luka yang mengakar
2 Kepergian yang membekas
3 Mulai dari awal
4 Wajah Lama
5 Iri dengki
6 Malam Reuni
7 Momen pertemuan yang dinanti
8 Pertemuan Pandang
9 Bara Kecemburuan di Tengah Kemewahan
10 Tatapan dan Senyuman yang Mengusik
11 Di Balik Kehidupan yang Sempurna
12 Membangun Jembatan
13 Langkah Baru
14 Izin orang tua
15 Pesan yang mengganggu
16 Pertemuan yang Tak Terelakkan
17 Malam Mewah dan Godaan Halus
18 Malam yang berapi api
19 Rencana apa yang dia pikirkan
20 Kebimbangan Raka dan Ambisi Mika
21 Di Antara Keraguan dan Kejujuran
22 Pertemuan Tak Terduga dengan Raka
23 Pesan yang Mengusik
24 Godaan Berbahaya
25 Debar yang Tak Terhindarkan
26 Kebenaran yang Mengintai
27 Kehadiran Tak Terduga
28 Bukan sembarangan pria
29 Gosip Panas di Malam yang Larut
30 Kecemburuan
31 Kecurigaan yang membuat terpecah
32 Mengabaikan semuanya demi bersamanya
33 Di abaikan
34 Pengintaian
35 Berjanji
36 Malam mengesankan
37 Kebimbangan Hati
38 Tidak terduga
39 Tidak Percaya Diri
40 Kau tidak akan lepas dariku
41 Rayuan maut
42 Kegelisahan
43 Kecurigaan yang mudah di tutupi
44 Kecemburuan yang salah
45 Liburan
46 Bermain Belakang
47 Gangguan
48 Kepedulian
49 Kau sangat penting
50 Bertemu Teman Lama
51 Makan Malam Berkesan
52 Permainan Antony
53 Rasa penasaran Raka
54 Raka mengetahui ?
55 Meminta penjelasan
56 Kekhawatiran
57 Coklat yang sama
58 Melanggar perjanjian
59 Kesedihan di atas kebahagiaan
60 Perhatian Raka
61 Kepingan Rahasia
62 Penghianatan
63 Rayuan Maut Lelaki
64 Kebetulan yang bagus
65 Makan Malam Menegangkan
66 Janji Kosong
67 Jejak Lipstik
68 Melabrak
69 Pembelaan
70 Terulang Kembali
71 Menusuk Teman
72 Kepalsuan
73 Permintaan Maaf
74 Penolakan
75 Siapa Itu?
76 Menyelidiki
77 citra keluarga no 1
78 Celah Kecil
79 Malam Terakhir
80 Berbalik Arah
81 Selalu ada
82 Semakin Rumit
83 Mencari Celah
84 Menyusun Rencana
85 Langkah selanjutnya
86 Mulai!
87 Masuk Perangkap
88 Ketegangan
89 Situasi yang rumit
90 Pendekatan
91 Ancaman
92 Menyelidiki
93 Kesepakatan
94 DI Bawah Kendali
95 Eksekusi
96 Siaran Langsung
97 PENGHIANAT!
98 Terbalaskan
99 Dunia penuh kejutan
100 Menyadari
101 Kenyataan menyakitkan
102 Menggores Kepercayaan Diri
103 Tidak Pernah Ada di Dalam Hatimu...
104 Bukti Masa Lalu
105 Pengaruh
106 Lepaskanlah!
107 Apa Tujuanmu?
108 Melabrak
109 Pertengkaran
110 Sekutu yang berbahaya
111 Kecurigaan Raka
112 Kekecewaan
113 Awal Kehancuran Dara
114 Dara Terjebbak
115 Apa Yang Dia Rencanakan?
116 Adu Domba
117 Kegilaan Nisa
118 Manipulatif
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Luka yang mengakar
2
Kepergian yang membekas
3
Mulai dari awal
4
Wajah Lama
5
Iri dengki
6
Malam Reuni
7
Momen pertemuan yang dinanti
8
Pertemuan Pandang
9
Bara Kecemburuan di Tengah Kemewahan
10
Tatapan dan Senyuman yang Mengusik
11
Di Balik Kehidupan yang Sempurna
12
Membangun Jembatan
13
Langkah Baru
14
Izin orang tua
15
Pesan yang mengganggu
16
Pertemuan yang Tak Terelakkan
17
Malam Mewah dan Godaan Halus
18
Malam yang berapi api
19
Rencana apa yang dia pikirkan
20
Kebimbangan Raka dan Ambisi Mika
21
Di Antara Keraguan dan Kejujuran
22
Pertemuan Tak Terduga dengan Raka
23
Pesan yang Mengusik
24
Godaan Berbahaya
25
Debar yang Tak Terhindarkan
26
Kebenaran yang Mengintai
27
Kehadiran Tak Terduga
28
Bukan sembarangan pria
29
Gosip Panas di Malam yang Larut
30
Kecemburuan
31
Kecurigaan yang membuat terpecah
32
Mengabaikan semuanya demi bersamanya
33
Di abaikan
34
Pengintaian
35
Berjanji
36
Malam mengesankan
37
Kebimbangan Hati
38
Tidak terduga
39
Tidak Percaya Diri
40
Kau tidak akan lepas dariku
41
Rayuan maut
42
Kegelisahan
43
Kecurigaan yang mudah di tutupi
44
Kecemburuan yang salah
45
Liburan
46
Bermain Belakang
47
Gangguan
48
Kepedulian
49
Kau sangat penting
50
Bertemu Teman Lama
51
Makan Malam Berkesan
52
Permainan Antony
53
Rasa penasaran Raka
54
Raka mengetahui ?
55
Meminta penjelasan
56
Kekhawatiran
57
Coklat yang sama
58
Melanggar perjanjian
59
Kesedihan di atas kebahagiaan
60
Perhatian Raka
61
Kepingan Rahasia
62
Penghianatan
63
Rayuan Maut Lelaki
64
Kebetulan yang bagus
65
Makan Malam Menegangkan
66
Janji Kosong
67
Jejak Lipstik
68
Melabrak
69
Pembelaan
70
Terulang Kembali
71
Menusuk Teman
72
Kepalsuan
73
Permintaan Maaf
74
Penolakan
75
Siapa Itu?
76
Menyelidiki
77
citra keluarga no 1
78
Celah Kecil
79
Malam Terakhir
80
Berbalik Arah
81
Selalu ada
82
Semakin Rumit
83
Mencari Celah
84
Menyusun Rencana
85
Langkah selanjutnya
86
Mulai!
87
Masuk Perangkap
88
Ketegangan
89
Situasi yang rumit
90
Pendekatan
91
Ancaman
92
Menyelidiki
93
Kesepakatan
94
DI Bawah Kendali
95
Eksekusi
96
Siaran Langsung
97
PENGHIANAT!
98
Terbalaskan
99
Dunia penuh kejutan
100
Menyadari
101
Kenyataan menyakitkan
102
Menggores Kepercayaan Diri
103
Tidak Pernah Ada di Dalam Hatimu...
104
Bukti Masa Lalu
105
Pengaruh
106
Lepaskanlah!
107
Apa Tujuanmu?
108
Melabrak
109
Pertengkaran
110
Sekutu yang berbahaya
111
Kecurigaan Raka
112
Kekecewaan
113
Awal Kehancuran Dara
114
Dara Terjebbak
115
Apa Yang Dia Rencanakan?
116
Adu Domba
117
Kegilaan Nisa
118
Manipulatif

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!