Bara Kecemburuan di Tengah Kemewahan

Suasana reuni malam itu mulai memanas. Tawa dan obrolan riuh memenuhi ruangan, mempertemukan wajah-wajah lama yang terbungkus nostalgia. Beberapa alumni yang kini sukses berbagi cerita hidupnya, sementara yang lain terlihat sibuk berpose untuk konten media sosial. Band kecil di pojok ballroom memainkan musik lembut, menambah kemeriahan malam itu.

Di tengah keramaian, Mika duduk di sudut dengan anggun, memegang segelas champagne di tangannya. Ia menatap orang-orang yang dulu pernah menjadi bagian dari luka hidupnya—namun kini, rasa sakit itu tak lagi terasa berat. Malam ini adalah miliknya, dan ia siap menghadapi masa lalu dengan kepala tegak.

****

Sementara itu, Raka berdiri di salah satu sudut ruangan, menatap Mika dengan raut terkejut setelah perdebatanya dengan Dara, Raka melihat Mika sebagai sosok yang berbeda. Pria dengan kacamata yang tadi berpapasan dengan Mika di toilet kini menyadari siapa sosok wanita cantik itu. Itu Mika—teman lamanya yang dulu ia kenal sebagai gadis pemalu dan sering menjadi korban geng Dara.

Mata Raka tak bisa berpaling dari sosok Mika. Ia masih tidak percaya betapa besar perubahan yang dialami gadis itu. Tubuhnya langsing dan proporsional, wajahnya memancarkan aura percaya diri, dan riasan elegannya membuatnya terlihat memesona. Semua memori tentang Mika yang dulu perlahan mengalir dalam pikirannya.

Tanpa berpikir panjang, Raka memutuskan untuk mendekatinya.

“Mika?” Raka memanggil pelan, ragu-ragu.

Mika, yang sedang menyesap champagne, menoleh ke arahnya. Untuk sesaat, ia tidak langsung mengenali Raka. Sosok pria berkacamata dengan gaya sederhana itu terlihat dewasa, jauh lebih tenang dan dewasa dibanding masa sekolah dulu.

Raka tersenyum, sedikit canggung tapi tulus. “Nggak nyangka kita ketemu lagi di sini,” ujarnya pelan.

Mika menatap Raka dengan lebih seksama, lalu tersenyum tipis. “Raka?” tanyanya, mencoba mengingat.

Raka mengangguk. “Aku yang dulu cuma bisa diam waktu kamu di-bully…” ucapnya dengan nada rendah, penuh rasa bersalah.

Mika terkekeh kecil, tapi tidak dengan nada sinis. “Sudah lama sekali, ya? Kamu masih ingat aku ternyata.”

Raka menggaruk belakang lehernya, kebiasaan lamanya saat gugup. “Gimana aku bisa lupa? Kamu berubah banget, Mika. Aku hampir nggak kenal.”

Mika tersenyum simpul, tapi matanya menyimpan kilatan nostalgia. “Iya. Waktu memang mengubah banyak hal.”

Raka mengambil kursi di dekat Mika dan duduk di sana. Untuk pertama kalinya, ia merasa harus meminta maaf. “Maaf... untuk semua hal dulu. Aku nggak pernah berani ngebela kamu waktu itu. Aku terlalu pengecut.”

Mika menatapnya dengan lembut. “Nggak apa-apa, Raka. Aku udah nggak marah. Yang terjadi dulu... udah berlalu.”

Raka tersenyum, merasa sedikit lega. “Tapi aku senang lihat kamu sekarang. Kamu keren banget, Mika. Beda jauh sama yang dulu.”

Mika hanya mengangkat bahu. “Dulu aku bukan siapa-siapa, dan sekarang aku jadi orang baru. Kadang itu yang terbaik, kan?”

Raka terdiam sejenak, menikmati momen ini. “Aku selalu berharap bisa ngobrol sama kamu lagi, tapi... nggak nyangka ketemunya justru di reuni kayak gini.”

Mika tertawa ringan. “Kehidupan memang lucu kadang, ya?”

***

Di sisi lain ruangan, Antony masih memperhatikan Mika dan Raka dari kejauhan. Meski mencoba mengabaikan perasaannya, ada sesuatu tentang Mika yang membuat pikirannya terusik. Wanita itu terlihat tak terjangkau, namun begitu memikat.

Dara menggenggam tangan Antony erat-erat, seolah takut kehilangan kendali. Ia tidak suka melihat suaminya menatap wanita lain, apalagi wanita yang baru saja membuatnya kesal di depan umum.

“Kenapa kamu terus lihat dia?” Dara bertanya dengan nada dingin, mencoba menyembunyikan kecemasannya.

Antony hanya menggeleng tanpa menjawab, tapi matanya masih sesekali melirik ke arah Mika.

***

Obrolan antara Mika dan Raka terus mengalir, mengisi kekosongan yang dulu pernah ada di antara mereka. Raka merasa nyaman, seolah tak ada jarak meski tahun-tahun telah berlalu.

“Jadi, apa rencanamu setelah ini?” tanya Raka penasaran.

Mika mengangkat alis dan tersenyum penuh arti. “Menikmati malam ini. Dan mungkin...” Ia berhenti sejenak, lalu menatap Raka dengan tatapan menggoda. “Sedikit bersenang-senang dengan masa lalu.”

Raka tertawa kecil, meski ia tidak sepenuhnya paham maksud Mika. Tapi satu hal yang pasti—wanita di depannya bukan lagi gadis yang lemah dan tersakiti. Mika yang kini ada di hadapannya adalah sosok yang kuat, dewasa, dan tidak bisa diremehkan.

Dan malam ini, Raka merasa beruntung bisa bertemu kembali dengan Mika.

***

Di salah satu sudut ruangan ballroom, Dara, Nisa, dan Farah duduk bersama, berbagi keluhan sambil menyesap minuman mereka. Dara menyilangkan tangan di dada dengan raut wajah penuh kekesalan, tatapannya masih sesekali mengarah pada Mika yang tampak asyik berbincang dengan Raka.

“Kamu yakin itu Mika? Seriusan?” tanya Farah dengan raut heran, mencoba memastikan.

Nisa mengangguk, menatap layar ponselnya. “Iya, aku juga nggak percaya. Ini dia.” Nisa memperlihatkan profil Instagram Mika di layar ponselnya kepada Dara dan Farah.

Dara memperhatikan layar dengan seksama. Feed Instagram Mika penuh dengan foto-foto glamor: produk kecantikan yang ia rilis, unggahan inspiratif tentang perjalanan hidupnya, serta kolaborasi dengan brand terkenal. Follower-nya mencapai ratusan ribu—jauh melampaui angka yang Dara harapkan.

“Ternyata dia jadi pebisnis kosmetik, ya? Huh, pantesan tampilannya tadi beda banget,” ujar Farah, matanya membelalak setengah tak percaya.

Dara mendesis kesal. “Aku nggak habis pikir dia bisa berubah kayak gitu. Dulu dia itu gendut dan nggak punya apa-apa. Sekarang malah jadi kayak selebgram sukses.”

Nisa tersenyum tipis, tapi jelas ada sedikit rasa iri yang terselip. “Dan nggak cuma itu. Lihat betapa cantiknya dia sekarang. Udah langsing, kulitnya mulus. Sekarang malah bikin konten kecantikan. Ironis, ya? Dulu kan kita yang selalu ngatain dia soal penampilannya.”

Dara meremas gelas anggur di tangannya, mencoba menahan amarah yang terus membara. “Aku masih nggak ngerti kenapa dia datang ke sini. Nggak diundang, tapi muncul dengan tampang percaya diri.”

Farah terkikik. “Berarti dia punya agenda tersendiri. Kamu lihat tadi, kan? Dia sengaja bikin kita panas.”

Nisa mengangkat bahu. “Nggak heran sih. Dia pasti mau pamer. Toh, dulu hidupnya kita buat neraka. Mungkin sekarang dia mau bikin kita merasakan hal yang sama.”

Dara mendengus keras. “Dasar sok keren. Kayak dia bisa ngalahin aku gitu.”

Namun, dalam hati kecilnya, Dara merasa tidak nyaman. Sosok Mika yang dulu ia anggap rendah kini hadir dengan keanggunan dan kesuksesan yang sulit untuk diabaikan. Tidak hanya sekadar cantik, Mika juga sukses, sementara Dara, meski menikah dengan Antony dan hidup dalam kemewahan, merasa posisinya terusik.

Episodes
1 Luka yang mengakar
2 Kepergian yang membekas
3 Mulai dari awal
4 Wajah Lama
5 Iri dengki
6 Malam Reuni
7 Momen pertemuan yang dinanti
8 Pertemuan Pandang
9 Bara Kecemburuan di Tengah Kemewahan
10 Tatapan dan Senyuman yang Mengusik
11 Di Balik Kehidupan yang Sempurna
12 Membangun Jembatan
13 Langkah Baru
14 Izin orang tua
15 Pesan yang mengganggu
16 Pertemuan yang Tak Terelakkan
17 Malam Mewah dan Godaan Halus
18 Malam yang berapi api
19 Rencana apa yang dia pikirkan
20 Kebimbangan Raka dan Ambisi Mika
21 Di Antara Keraguan dan Kejujuran
22 Pertemuan Tak Terduga dengan Raka
23 Pesan yang Mengusik
24 Godaan Berbahaya
25 Debar yang Tak Terhindarkan
26 Kebenaran yang Mengintai
27 Kehadiran Tak Terduga
28 Bukan sembarangan pria
29 Gosip Panas di Malam yang Larut
30 Kecemburuan
31 Kecurigaan yang membuat terpecah
32 Mengabaikan semuanya demi bersamanya
33 Di abaikan
34 Pengintaian
35 Berjanji
36 Malam mengesankan
37 Kebimbangan Hati
38 Tidak terduga
39 Tidak Percaya Diri
40 Kau tidak akan lepas dariku
41 Rayuan maut
42 Kegelisahan
43 Kecurigaan yang mudah di tutupi
44 Kecemburuan yang salah
45 Liburan
46 Bermain Belakang
47 Gangguan
48 Kepedulian
49 Kau sangat penting
50 Bertemu Teman Lama
51 Makan Malam Berkesan
52 Permainan Antony
53 Rasa penasaran Raka
54 Raka mengetahui ?
55 Meminta penjelasan
56 Kekhawatiran
57 Coklat yang sama
58 Melanggar perjanjian
59 Kesedihan di atas kebahagiaan
60 Perhatian Raka
61 Kepingan Rahasia
62 Penghianatan
63 Rayuan Maut Lelaki
64 Kebetulan yang bagus
65 Makan Malam Menegangkan
66 Janji Kosong
67 Jejak Lipstik
68 Melabrak
69 Pembelaan
70 Terulang Kembali
71 Menusuk Teman
72 Kepalsuan
73 Permintaan Maaf
74 Penolakan
75 Siapa Itu?
76 Menyelidiki
77 citra keluarga no 1
78 Celah Kecil
79 Malam Terakhir
80 Berbalik Arah
81 Selalu ada
82 Semakin Rumit
83 Mencari Celah
84 Menyusun Rencana
85 Langkah selanjutnya
86 Mulai!
87 Masuk Perangkap
88 Ketegangan
89 Situasi yang rumit
90 Pendekatan
91 Ancaman
92 Menyelidiki
93 Kesepakatan
94 DI Bawah Kendali
95 Eksekusi
96 Siaran Langsung
97 PENGHIANAT!
98 Terbalaskan
99 Dunia penuh kejutan
100 Menyadari
101 Kenyataan menyakitkan
102 Menggores Kepercayaan Diri
103 Tidak Pernah Ada di Dalam Hatimu...
104 Bukti Masa Lalu
105 Pengaruh
106 Lepaskanlah!
107 Apa Tujuanmu?
108 Melabrak
109 Pertengkaran
110 Sekutu yang berbahaya
111 Kecurigaan Raka
112 Kekecewaan
113 Awal Kehancuran Dara
114 Dara Terjebbak
115 Apa Yang Dia Rencanakan?
116 Adu Domba
117 Kegilaan Nisa
118 Manipulatif
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Luka yang mengakar
2
Kepergian yang membekas
3
Mulai dari awal
4
Wajah Lama
5
Iri dengki
6
Malam Reuni
7
Momen pertemuan yang dinanti
8
Pertemuan Pandang
9
Bara Kecemburuan di Tengah Kemewahan
10
Tatapan dan Senyuman yang Mengusik
11
Di Balik Kehidupan yang Sempurna
12
Membangun Jembatan
13
Langkah Baru
14
Izin orang tua
15
Pesan yang mengganggu
16
Pertemuan yang Tak Terelakkan
17
Malam Mewah dan Godaan Halus
18
Malam yang berapi api
19
Rencana apa yang dia pikirkan
20
Kebimbangan Raka dan Ambisi Mika
21
Di Antara Keraguan dan Kejujuran
22
Pertemuan Tak Terduga dengan Raka
23
Pesan yang Mengusik
24
Godaan Berbahaya
25
Debar yang Tak Terhindarkan
26
Kebenaran yang Mengintai
27
Kehadiran Tak Terduga
28
Bukan sembarangan pria
29
Gosip Panas di Malam yang Larut
30
Kecemburuan
31
Kecurigaan yang membuat terpecah
32
Mengabaikan semuanya demi bersamanya
33
Di abaikan
34
Pengintaian
35
Berjanji
36
Malam mengesankan
37
Kebimbangan Hati
38
Tidak terduga
39
Tidak Percaya Diri
40
Kau tidak akan lepas dariku
41
Rayuan maut
42
Kegelisahan
43
Kecurigaan yang mudah di tutupi
44
Kecemburuan yang salah
45
Liburan
46
Bermain Belakang
47
Gangguan
48
Kepedulian
49
Kau sangat penting
50
Bertemu Teman Lama
51
Makan Malam Berkesan
52
Permainan Antony
53
Rasa penasaran Raka
54
Raka mengetahui ?
55
Meminta penjelasan
56
Kekhawatiran
57
Coklat yang sama
58
Melanggar perjanjian
59
Kesedihan di atas kebahagiaan
60
Perhatian Raka
61
Kepingan Rahasia
62
Penghianatan
63
Rayuan Maut Lelaki
64
Kebetulan yang bagus
65
Makan Malam Menegangkan
66
Janji Kosong
67
Jejak Lipstik
68
Melabrak
69
Pembelaan
70
Terulang Kembali
71
Menusuk Teman
72
Kepalsuan
73
Permintaan Maaf
74
Penolakan
75
Siapa Itu?
76
Menyelidiki
77
citra keluarga no 1
78
Celah Kecil
79
Malam Terakhir
80
Berbalik Arah
81
Selalu ada
82
Semakin Rumit
83
Mencari Celah
84
Menyusun Rencana
85
Langkah selanjutnya
86
Mulai!
87
Masuk Perangkap
88
Ketegangan
89
Situasi yang rumit
90
Pendekatan
91
Ancaman
92
Menyelidiki
93
Kesepakatan
94
DI Bawah Kendali
95
Eksekusi
96
Siaran Langsung
97
PENGHIANAT!
98
Terbalaskan
99
Dunia penuh kejutan
100
Menyadari
101
Kenyataan menyakitkan
102
Menggores Kepercayaan Diri
103
Tidak Pernah Ada di Dalam Hatimu...
104
Bukti Masa Lalu
105
Pengaruh
106
Lepaskanlah!
107
Apa Tujuanmu?
108
Melabrak
109
Pertengkaran
110
Sekutu yang berbahaya
111
Kecurigaan Raka
112
Kekecewaan
113
Awal Kehancuran Dara
114
Dara Terjebbak
115
Apa Yang Dia Rencanakan?
116
Adu Domba
117
Kegilaan Nisa
118
Manipulatif

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!