Bab.20. Mengintip Pak Karso

"Sekarang kamu duluan pulang, nanti bapak nyusul. Bapak masih ada urusan. Awas ya Rendi, bapak bilang pulang kamu harus pulang! Jangan keluyuran!", bentak pak Karso sedikit emosi.

"Hais,...iya! Ini kuncinya ", Rendi menyerahkan kunci itu pada bapaknya lalu bergegas pergi meninggalkan rumah makan tersebut tanpa berkata apa-apa lagi pada bapaknya.

Sekarang di ruangan itu hanya tinggal Pak Karso saja seorang diri. Rendi , putra nya sudah pergi. Lelaki itu memandangi kepergian putra nya melalui jendela kaca ruangannya dengan geleng - geleng kepala.

Setelah memastikan bahwa Rendi sudah benar - benar pergi barulah lelaki paruh baya itu beranjak dari duduknya. Dia bergerak ke suatu tempat dan mengambil sesuatu. Semua itu dia lakukan dengan hati - hati dan tanpa bersuara.

Malam sudah semakin larut. Suasana semakin hening dan sunyi. Di dalam ruangan nya, Pak Karso tengah duduk bersila. Lampu di dalam ruangan itu sudah dia padamkan. Cahaya di ruangan itu di ganti dengan cahaya dari tujuh buah lilin yang redup.

Mulut lelaki itu terlihat komat - kamit seperti sedang membaca mantra dengan kedua tangan yang terlipat di depan Tak lama kemudian.....

Wussss......

Lilin - lilin itu semuanya mati kecuali hanya menyisakan sebuah, yaitu lilin besar yang bewarna merah.

"Karsoooo",

***

Sementara itu,....

Dahlia yang ingin keluar mencari makanan heran ketika mendapati pintu gerbang yang tertutup dan di kunci.

"Lah,.... dikunci?", ujar gadis itu. Tangan nya bergerak menggoncang - goncangkan gerbang pintu mes yang terkunci.

"Huh, .. bagaimana cara nya mau keluar? Gimana sih, kenapa pake di kunci segala..? Apa peraturannya memang begini?", gumam Lia kesal.

"Ada apa, Dinda?", tanya seseorang dari belakang.

Lia langsung menoleh, " Astaghfirullah,... Kanda? Bikin kaget saja", jantung nya sudah berdegup kencang karena gugup mengira jika yang menyapa adalah orang lain.

Dahlia menatap suaminya yang sudah berdiri tak jauh di belakang nya.

Dalam remang malam yang hanya di terangi cahaya bulan, Lia dapat melihat dengan jelas wajah tampan Mahesa yang tersorot sinar rembulan. Sangat tampan sekali...

Dahlia terkesiap menyadari jika yang sedang berdiri di depan nya itu benar-benar suaminya, Mahesa.

"Kanda, ...kanda mau kemana? Bagaimana nanti kalau ada yang liat?", bisik Lia cemas.

"Jangan takut, Dinda. Tidak ada yang akan melihat ", ucap Mahesa. Pangeran jin itu berjalan mendekati istri nya.

"Justru aku yang ingin bertanya, istriku yang cantik ini mau kemana malam - malam begini, heh?", tanya Mahesa sambil menoel dagu Lia.

Lia memayunkan bibirnya manja. "Kanda, aku lapar. Aku ingin mencari makanan di luar. Tapi gerbang nya dikunci", jawab Lia.

"Benarkah?", Mahesa memegang gerbang dan .....

Klangg ....

Pintu gerbang terbuka dengan sendirinya.

"Hah,... Sudah terbuka? Kanda,...apa yang kanda lakukan? Apa Kanda merusak nya?"

Wajah Lia tampak terkejut dan juga takut.

"Tidak,.. aku tidak merusak nya. Pintu itu terbuka dengan sendirinya", jawab Mahesa.

"Aduh, ..bagaimana nanti kalau ada yang melihat kita?" tanya Lia cemas. Dia sangat khawatir jika perbuatan mereka akan di lihat orang lain dan melaporkan nya kepada Pak Karso.

"Tidak, Dinda. Kamu jangan khawatir. Tidak ada yang akan melihat kita", ucap Mahesa berusaha menenangkan istri nya yang tampak khawatir.

"Kamu mau keluar, kan?" tanya Mahesa lagi.

"Iya..", jawab Lia singkat.

"Nah,... silahkan keluar tuan putri!", ucap Mahesa sembari membungkuk mempersilahkan istri nya untuk berjalan keluar gerbang.

Lia tersipu malu mendengar ucapan suaminya sementara Mahesa, hanya berjalan mengikuti sang istri dengan wajah dingin nya.

Saat melewati gerbang, tiba - tiba Mahesa sudah berjalan di muka. Dahlia hanya menurut saja ketika jemari tangannya ditarik perlahan oleh suami gaibnya. Pikiran Lia masih melanglang buana memikirkan perihal pintu gerbang yang terbuka sendiri.

Selain itu, hati Lia juga masih lagi diliputi kecemasan dan juga ketakutan jika ada orang yang memergoki mereka apalagi jika orang itu adalah Pak Karso.

"Sudahlah Dinda, jangan di pikirkan semua itu.", ucap Mahesa yang tahu akan isi kepala istrinya itu.

"Hah?!", Lia terkejut. Bagaimana suami nya itu mengetahui isi hati dan pikiran nya?

"Heh, apa kamu lupa siapa suami kamu ini ya?", Mahesa menyentil kening istrinya.

"Hemm, ...iya. Maaf, aku lupa", ujar Lia lirih.

"Tadi katanya mau beli makanan, kan? Ya udah , ayo kita pergi beli makanan. Kamu masih punya uang, kan?" tanya Mahesa.

"Eh, masih, kanda. Uang yang di kasih bunda ratu masih banyak", ujar Lia.

"Hmm,... kalau begitu, tunggu apa lagi ", ucap Mahesa sembari menggandeng tangan Lia meninggalkan gerbang mes.

Lia terus berjalan namun langkah kakinya sedikit melambat ketika melihat ada mobil di depan rumah makan.

"Kanda, bukankah itu mobil pak Karso?", tanya Lia.

"Iya, biarkan saja!", ucap Mahesa.

"Sedang apa pak Karso di rumah makan malam - malam begini? Ayo kita cek ke sana, Kanda?" ajak Lia.

"Buat apa, Dinda?... biarkan saja ", ucap Mahesa.

"Tidak. Nanti pak Karso kenapa - napa, gimana?", ujar Lia sedikit panik.

"Dia tidak apa-apa, Dinda. Dia hanya sedang ada kerjaan di sana", ujar Mahesa mencoba menahan Lia agar tidak menuju ke rumah makan.

Namun bagaimana pun juga kerasnya Mahesa menahan istri nya, tetapi sifat Lia yang selalu penasaran itu tidak bisa dia halang - halangi.

Istrinya itu ngotot ingin melihat pak Karso sehingga mau tak mau terpaksa Mahesa menurut juga.

Dahlia mengendap - ngendap mendekati rumah makan. Mahesa berjalan di belakang Lia seperti biasa.

"Kanda,... menunduk! Nanti ketahuan!",

"Dinda, apa kamu lupa, suami kamu ini jin?", ucap Mahesa.

"Hehehe,...lupa. Emang kalo jin kenapa?" tanya Lia dengan polosnya.

Mahesa menarik napas dalam-dalam.

"Itu artinya, hanya kamu yang bisa melihat ku. Makanya aku bilang tadi tidak akan ada orang yang melihat ku." Lia tertegun.

"Apa? Jadi kalau ada orang yang melihat ku, maka dia akan mengira jika aku bicara sendiri, dong!", ucap Lia. Mahesa tak menjawab pertanyaan Lia.

"Kanda, .. kalau kanda jin seharusnya kanda tahu dong kalau pak Karso lagi ngapain di dalam sana, jadi aku tak perlu susah payah mengendap - endap seperti ini, ", ujar Lia sedikit kesal.

"Kan tadi sudah di bilang, jika Pak Karso itu sedang ada kerjaan di dalam sana. Tapi Dinda sendiri yang nggak mau mendengarkan kanda dan malah nekat ke sini ",

"Iya, tapi kanda nggak bilang kerjaan apa. Maka nya Dinda kan jadinya penasaran ", tukas Lia tak mau kalah.

"Terus, sekarang Dinda, mau apa?"

"Stttt ...diam dulu! Aku mau ngintip ke dalam!", bisik Lia.

Hah!

Mahesa tak bisa berkata apa-apa lagi. Dia membiarkan saja apa yang akan dilakukan oleh istri nya itu.

Nah, kira - kira apa yang akan dilihat Lia di dalam sana?

Lanjut lagi ke episode berikutnya. Ikuti terus dan jangan lupa like dan bagi gift ke cerita aku ya...

Episodes
1 BAB. 01 Pengikut Tak Kasat Mata
2 BAB. 02 Mimpi Yang Aneh
3 BAB. 03 Di Datangi Ular
4 Bab. 04 Kita Sudah Ditakdirkan Bertemu
5 Bab. 05 Ajakan Mahesa
6 Bab.06 Menghilang
7 Bab. 07 Pergi Ke Kota
8 Bab. 08 Pergi Ke Istana Jin
9 Bab.09 Pernikahan Ghaib
10 Bab 10. Kantong Ajaib.
11 Chapter. 11. Melamar Kerja di restoran
12 Bab.12 Hari Pertama Bekerja
13 Bab. 13. Apakah itu...?
14 Bab.14. Pesugihan
15 Bab. 15. Hati - hati Bekerja di sini, Mbak!
16 Bab.16 Peraturan Aneh
17 Bab.17. Kesurupan
18 Bab. 18. Bingung
19 Bab.19. Keluar Malam
20 Bab.20. Mengintip Pak Karso
21 Bab. 21. Apa yang dilakukan Pak Karso?
22 Bab. 22. Pak Karso Pergi Ke Jawa
23 Bab. 23 Sasaran Target
24 Bab.24. Mimpi Dahlia
25 Bab. 25 Menyelamatkan Iteung
26 Bab. 26 Rendi Kecelakaan
27 Bab 27. Sahabat Yang Tidak Percaya
28 Bab. 28 Korban lain
29 Bab. 29. Pertanyaan Iteung
30 Ungkapan Cinta Rendi
31 Chapter.31 Hubungan yang Rumit
32 Bab. 32 Pingsan
33 Bab.33 Kembali ke Hutan Larangan
34 Bab. 34. Serangan Ghaib Sang Juru Kunci
35 Bab. 35. Kematian Enah
36 Bab. 36 Telepon Wak Emah
37 Bab. 37. Curhatan Mak Emah
38 Bab. 38 Pocong Enah
39 Bab.39 Permintaan Rendi
40 Bab.40. Kerisauan Lia
41 Bab. 41 Kematian Rendi
42 Bab.42 Di pecat
43 Bab.43. Memulai dari Awal
44 Bab. 44 Bertemu Teman Lama
45 Bab. 45. Rumah makan Pak Karso Kebakaran
46 Bab. 46. Akhir kisah Pak Karso
47 Bab.47. Mendapatkan Pekerjaan
48 Bab. 48. Perkenalan dengan Viktor
49 Bab. 49. Mimpi Buruk Iteung
50 Bab.50 Bayangan Hitam
51 Bab. 51. Pertarungan Sengit
52 Bab.52. Grab Khusus
53 Bab.53. Sundel Bolong
54 Bab. 54. Makan Di Restoran Mewah
55 Bab. 55. Kembali Melihat
56 Bab. 56 Cemas
57 Bab.57. Sebuah Rencana
58 Bab. 58. Jalan Pintas
59 Bab. 59. Mengobati Iteung
60 Bab. 60 Mencari Raga untuk Mahesa
61 Bab. 61. Kejujuran Mahesa
62 Bab. 62. Tak Ada Cara Lain
63 Bab.63. Makan Pizza
64 Bab 64. Perut Wong Ndeso
65 Cha.65. Makan di Restoran Mewah
66 Bab. 66. Penjelasan Mahesa
67 Bab. 67. Ada apa dengan Radit?
68 Bab. 68 Penganut Ilmu Hitam
69 Bab. 69. Cemas
70 Bab 70 Renggang
71 Bab.71. Rencana Yang Gagal
72 Bab.72 Dia Adalah Targetnya
73 Bab.73. Cerita Lia
74 Bab. 74. Hantu Perempuan.
75 Bab.75 Panggilan Rivan
76 Bab.76. Melihat Pertunjukan Seru?
77 Bab. 77 Ketahuan ...
78 Bab. 78. Penjelasan Mahesa
79 Bab. 79. Iteung dijodohkan dengan Wirayuda
80 Bab. 80. Putus
81 Bab.81. Lamaran Panglima Wirayuda
82 Bab. 82. Nyaris di Pecat...
83 Bab. 83. Kegilaan Radit
84 Bab.84. Di Hukum
85 Bab 85. Double Dates
86 Bab. 86. Iteung di Lamar Viktor.
87 Bab.87. Kemarahan Radit
88 Bab. 88. Rencana Rivan
89 Bab. 89. Serangan Ghaib
90 Bab 90. Penolakan Orang Tua Rivan.
91 Bab.91. Kesedihan Lia
92 Bab. 92. Kecemasan istrinya Ihsan
93 Bab. 93. Membeli Rumah Untuk Lia
94 Bab. 94. Kedatangan Mak Emah
95 Bab.95. Dendam Radit
96 Bab.96. Hadiah Rumah Mewah Dari Kekasih gaib.
97 Bab. 97. Restu Mak Emah
98 Bab. 98 Cinta Pria - Pria Bunian
99 Bab.99 Bertemu Orang tua Viktor
100 Bab. 100. Dendam Radit
101 Bab. 101. Teluh Tulang Pukang
102 Bab. 102. Teluh Yang Tak Sampai
103 Bab. 103. Keraguan Lia
104 Bab. 104. Diusir Dari Rumah
105 Chapter.105. Tinggal di rumah Viktor
106 Bab.106. Panggilan Lia
107 Bab.107. Pertanyaan Viktor
108 Bab.108. Terancam Batal
109 Bab.109. Rumah kita
110 Bab.110 Pindah Ke Rumah Baru
111 Bab.111. Di ikuti oleh Papa Rivan
112 Bab 112 Rencana Iteung
113 Bab.113 Pertemuan Rivan dan Kedua orang tua nya
114 Bab. 114. Ada apa dengan Iteung
115 Bab.115. Akhir Bahagia
Episodes

Updated 115 Episodes

1
BAB. 01 Pengikut Tak Kasat Mata
2
BAB. 02 Mimpi Yang Aneh
3
BAB. 03 Di Datangi Ular
4
Bab. 04 Kita Sudah Ditakdirkan Bertemu
5
Bab. 05 Ajakan Mahesa
6
Bab.06 Menghilang
7
Bab. 07 Pergi Ke Kota
8
Bab. 08 Pergi Ke Istana Jin
9
Bab.09 Pernikahan Ghaib
10
Bab 10. Kantong Ajaib.
11
Chapter. 11. Melamar Kerja di restoran
12
Bab.12 Hari Pertama Bekerja
13
Bab. 13. Apakah itu...?
14
Bab.14. Pesugihan
15
Bab. 15. Hati - hati Bekerja di sini, Mbak!
16
Bab.16 Peraturan Aneh
17
Bab.17. Kesurupan
18
Bab. 18. Bingung
19
Bab.19. Keluar Malam
20
Bab.20. Mengintip Pak Karso
21
Bab. 21. Apa yang dilakukan Pak Karso?
22
Bab. 22. Pak Karso Pergi Ke Jawa
23
Bab. 23 Sasaran Target
24
Bab.24. Mimpi Dahlia
25
Bab. 25 Menyelamatkan Iteung
26
Bab. 26 Rendi Kecelakaan
27
Bab 27. Sahabat Yang Tidak Percaya
28
Bab. 28 Korban lain
29
Bab. 29. Pertanyaan Iteung
30
Ungkapan Cinta Rendi
31
Chapter.31 Hubungan yang Rumit
32
Bab. 32 Pingsan
33
Bab.33 Kembali ke Hutan Larangan
34
Bab. 34. Serangan Ghaib Sang Juru Kunci
35
Bab. 35. Kematian Enah
36
Bab. 36 Telepon Wak Emah
37
Bab. 37. Curhatan Mak Emah
38
Bab. 38 Pocong Enah
39
Bab.39 Permintaan Rendi
40
Bab.40. Kerisauan Lia
41
Bab. 41 Kematian Rendi
42
Bab.42 Di pecat
43
Bab.43. Memulai dari Awal
44
Bab. 44 Bertemu Teman Lama
45
Bab. 45. Rumah makan Pak Karso Kebakaran
46
Bab. 46. Akhir kisah Pak Karso
47
Bab.47. Mendapatkan Pekerjaan
48
Bab. 48. Perkenalan dengan Viktor
49
Bab. 49. Mimpi Buruk Iteung
50
Bab.50 Bayangan Hitam
51
Bab. 51. Pertarungan Sengit
52
Bab.52. Grab Khusus
53
Bab.53. Sundel Bolong
54
Bab. 54. Makan Di Restoran Mewah
55
Bab. 55. Kembali Melihat
56
Bab. 56 Cemas
57
Bab.57. Sebuah Rencana
58
Bab. 58. Jalan Pintas
59
Bab. 59. Mengobati Iteung
60
Bab. 60 Mencari Raga untuk Mahesa
61
Bab. 61. Kejujuran Mahesa
62
Bab. 62. Tak Ada Cara Lain
63
Bab.63. Makan Pizza
64
Bab 64. Perut Wong Ndeso
65
Cha.65. Makan di Restoran Mewah
66
Bab. 66. Penjelasan Mahesa
67
Bab. 67. Ada apa dengan Radit?
68
Bab. 68 Penganut Ilmu Hitam
69
Bab. 69. Cemas
70
Bab 70 Renggang
71
Bab.71. Rencana Yang Gagal
72
Bab.72 Dia Adalah Targetnya
73
Bab.73. Cerita Lia
74
Bab. 74. Hantu Perempuan.
75
Bab.75 Panggilan Rivan
76
Bab.76. Melihat Pertunjukan Seru?
77
Bab. 77 Ketahuan ...
78
Bab. 78. Penjelasan Mahesa
79
Bab. 79. Iteung dijodohkan dengan Wirayuda
80
Bab. 80. Putus
81
Bab.81. Lamaran Panglima Wirayuda
82
Bab. 82. Nyaris di Pecat...
83
Bab. 83. Kegilaan Radit
84
Bab.84. Di Hukum
85
Bab 85. Double Dates
86
Bab. 86. Iteung di Lamar Viktor.
87
Bab.87. Kemarahan Radit
88
Bab. 88. Rencana Rivan
89
Bab. 89. Serangan Ghaib
90
Bab 90. Penolakan Orang Tua Rivan.
91
Bab.91. Kesedihan Lia
92
Bab. 92. Kecemasan istrinya Ihsan
93
Bab. 93. Membeli Rumah Untuk Lia
94
Bab. 94. Kedatangan Mak Emah
95
Bab.95. Dendam Radit
96
Bab.96. Hadiah Rumah Mewah Dari Kekasih gaib.
97
Bab. 97. Restu Mak Emah
98
Bab. 98 Cinta Pria - Pria Bunian
99
Bab.99 Bertemu Orang tua Viktor
100
Bab. 100. Dendam Radit
101
Bab. 101. Teluh Tulang Pukang
102
Bab. 102. Teluh Yang Tak Sampai
103
Bab. 103. Keraguan Lia
104
Bab. 104. Diusir Dari Rumah
105
Chapter.105. Tinggal di rumah Viktor
106
Bab.106. Panggilan Lia
107
Bab.107. Pertanyaan Viktor
108
Bab.108. Terancam Batal
109
Bab.109. Rumah kita
110
Bab.110 Pindah Ke Rumah Baru
111
Bab.111. Di ikuti oleh Papa Rivan
112
Bab 112 Rencana Iteung
113
Bab.113 Pertemuan Rivan dan Kedua orang tua nya
114
Bab. 114. Ada apa dengan Iteung
115
Bab.115. Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!