Bab. 05 Ajakan Mahesa

Siang itu, Lia sedang bermain di rumah salah seorang tetangga nya yaitu Mak Emah. Pekerjaan rumah sudah selesai dia kerjakan. Dia enggan berada di rumah karena pasti akan ibu tirinya itu tidak hentinya mengomel.

Lia duduk di teras rumah Mak Emah yang sejuk. Sesekali keduanya bercanda sembari bercerita.

Beberapa saat kemudian, telepon genggam Mak Emah yang tergeletak di atas meja ruang tamu berbunyi. Mak Emah langsung berdiri. "Sebentar ya, Neng. Mak mau ambil Hp Mak dulu," ucapnya.

"Iya, Mak," jawab Lia.

Mak Emah masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Lia seorang diri di teras. Lia termenung seorang diri di teras rumah Mak Emah sembari menatap anak ayam yang ribut mencari makan bersama induknya.

"Neng Lia,... sini," panggil Mak Emah.

Lia pun beranjak masuk ke dalam rumah menghampiri Mak Emah. "Ada apa, Mak?" tanya Lia.

"Ini, Nyi Iteung mau ngomong sama kamu." ujar Mak Emah pada Lia.

Iteung adalah anak Mak Emah yang bekerja di Jakarta. Dia sebaya dengan Lia. Mereka dulu adalah teman sepermainan.

"Halo,... assalamualaikum, Iteung" ucap Lia sambil menggenggam dan menempelkan sebuah ponsel jadul ke telinga nya.

 "Iya, halo juga.. Walaikumsalam. Gimana kabar kamu, Lia?" tanya Iteung dari seberang.

"Alhamdulillah, baik. Arieu kamu gimana?" Lia balik bertanya.

"Alhamdulillah, baik juga, Lia. Oh iya, Apakah kamu ada niatan untuk kembali bekerja di Jakarta? Di tempat aku bekerja sedang cari pekerja lagi. Rumah makan kami kewalahan karena sangat rame. Siapa tahu aja kamu berminat," ujar Iteung. Lia terdiam sesaat, berpikir.

"Aku sih, sebenarnya kepengen. Tapi aku nggak punya ongkos, teung," jawab Lia.

"Minjam sama bapakmu dulu, nanti kalau gajian di ganti," ucap Iteung.

Lia terdengar menghela nafas. Kalau dia minjam sama bapak atau ibu, nanti ujung - ujungnya akan sama seperti dulu lagi. Uang gaji akan di ambil ibunya dan Lia nggak dapat apa - apa.

"Aku nggak bisa, teung. Kamu tau sendiri, kan. Bagaimana bapak dan ibu. Aku tak mau kejadian seperti dulu terulang lagi,"

"Iya juga, sih. Mereka pasti akan mengambil uang gajimu semua dan kamu nggak dapat apa - apa," sahut Iteung.

"Eh,... tapi kalau kamu mau ke sini aku bisa usahain, kok. Aku akan transfer uang melalui rekening umi agar kamu punya ongkos ke sini. Tapi kamu pergi nya diam - diam aja. Jangan bilang sama bapak dan ibu kamu,"

Ujar Iteung lagi.

"Maksudnya, ... aku di suruh minggat, gitu?" bisik Lia. Raut wajahnya berubah tegang.

"Iyalah, ngapain juga kamu mesti bilang sama mereka. Kalau bilang pasti ujung-ujungnya kamu di porotin sama mereka," ujar Iteung.

"Baiklah,... aku pikir - pikir dulu, ya Iteung."

"Liiaaaa...!!"

Suara Bu Warti terdengar memanggil Lia. Lia sampai terjengkit mendengar teriakan ibu tirinya itu. "Astaghfirullah,... kaget aku," ucapnya.

"Ada apa, Lia?" tanya Iteung dari seberang telepon.

"Itu,... ibuku sudah teriak - teriak panggilin aku. Teung, udah dulu, ya. Hapenya aku serahin sama umi kamu. Assalamualaikum," ucap Lia.

"Waalaikumsalam," jawab Iteung.

"Wak,... Mak Emah," Lia melongok keluar rumah untuk mencari Mak Emah.

"Aya naon, neng," wanita itu tau tau muncul dari dalam rumah.

"ini teleponnya..." Lia menyerahkan handphone Mak Emah kepada pemiliknya.

"Sudah nelponya..?" tanya Mak Emah.

"Sudah, Mak. Lia mau pulang dulu. Soalnya ibu Lia teh, sudah manggil, sejak tadi" jawab Lia.

"Ya sudah, buruan atuh pulang. Takutnya ibu kamu memarahi kamu lagi," kata Mak Emah.

"Iya, Mak. Neng pulang dulu, assalamu alaikum," ucap Lia.

"Waalaikumsalam," Mak Emah memandang kepergian Lia dengan tatapan iba.

Bu Warti menatap Lia dengan tatapan tajam seolah ingin menelan gadis itu bulat - bulat.

Lia berjalan menghampiri Bu Warti. " Ada apa, Bu?" tanya Lia pada Bu Warti.

"Ada apa! Ada apa! Ini, bawa ke ladang..!" Bu Warti menyodorkan sebilah arit ke tangan Lia.

"Untuk apa arit ini, Bu?"

"Masih nanya! Bego, teuing..! Tentu saja untuk membersihkan ladang," bentak Bu Warti.

"Tapi ini sudah sore, Bu. Besok aja Lia ke kebun nya,"

"Aduh, pake banyak alasan lagi. Sudah, sana berangkat!" ujar Bu Warti kesal. Dia mendorong tubuh kurus Lia agar segera berangkat.

Dengan terpaksa Lia pun pergi ke ladang setelah mengganti pakaian dan mengambil air minum.

Sampai di ladang, hari sudah menjelang sore. Meskipun demikian, Lia harus mengerjakan apa yang disuruh Bu Warti jika dia tidak ingin di marahi lagi.

Lia membersihkan ladang dan mencabuti rumput yang mulai tumbuh meninggi di ladang mereka.

Hari sudah semakin sore sebentar lagi magrib. Lia pun memutuskan untuk pulang. Jika agak lama sedikit lagi bisa - bisa dia akan kemalaman di jalan.

Dengan tubuh lelah Lia berjalan pulang menuju rumah nya. Kakinya serasa lemas dan tubuhnya sangat lelah sehingga langkah kakinya serasa lambat. Maka dari itu, perjalanan pulang menjadi sedikit lama hingga waktu sudah memasuki waktu magrib.

"Dek,..." panggil seseorang dari belakang.

Tubuh nya serasa membeku. Suara itu, sangat dia kenal. Bukankah itu suara Mahesa.

Lia menoleh ke belakang. Di belakang, samar - samar dia melihat seorang pemuda sedang berdiri di belakangnya.

"Siapa?"

"Dek, ini aku, Mahesa," jawab pria itu.

"Mahesa,... benar itu kamu?"

Lia seakan tak percaya jika yang berdiri di hadapannya saat ini adalah Mahesa. Dia pikir pemuda itu hanya ada di dalam mimpinya saja. Lia menunduk malu menyadari keadaan dirinya yang lusuh dan kotor.

Mahesa tersenyum pada Lia. Seketika Lia teringat akan sesuatu. Mahesa itu jin. Sejenak Lia merasa ragu. Sempat terlintas rasa takut di hatinya menyadari jika pemuda tampan yang sedang berdiri di hadapannya itu adalah sesosok jin. Bagaimana kalau,...?

Seperti tahu apa yang dipikirkan oleh Lia, Mahesa berjalan mendekati Lia.

"Jangan takut,.... Aku tak akan menyakiti mu," ujarnya sambil tersenyum. Tatapan matanya tajam menusuk jantung. Lia memalingkan wajahnya agar tak beradu pandang dengan pemuda itu. Dia takut tergoda.

Tangan Mahesa terulur di menyentuh wajah Lia. Mengukung wajah cantik itu agar menatapnya. Lalu ibu jarinya menyentuh bibir gadis itu.

Lia teringat mimpi nya semalam. Walaupun cuma mimpi, ... ciuman itu terasa seperti nyata. Mengingat hal itu membuat Lia merasa malu sendiri.

"Yang semalam itu bukan mimpi, dek," bisik Mahesa.

"Hah, ... bukan mimpi? Maksud kamu..?"

"Iya,... semalam itu nyata. Kita memang berciuman. Apa adek pikir semua itu hanya mimpi..?" ucap Mahesa masih berbisik.

Lia nampak bingung. "Sudahlah,...tak usah kamu pikirkan. Nanti kamu pusing. Yang perlu kamu tahu, adalah aku menyukai kamu, Lia,"

"Hah,...apa? Kamu suka aku?"

Mahesa mengangguk pelan. Senyum tak lepas dari wajahnya yang meskipun terlihat tegas dan keras. Dan itu sungguh suatu pemandangan yang amat mempesona. Kalau boleh, Lia ingin terus memandang wajah itu.

"Jangan melihatku terlalu lama, nanti kamu jatuh cinta,"

Hah,...dia bilang apa? Jatuh cinta? Ehh,... masa sih? Tidak,.... Itu tidak mungkin. Aku sadar diri, kata Lia dalam hati. Dia dan aku sangat jauh berbeda.

"Mahesa,... boleh aku bertanya?"

"Iya,... adek mau nanya apa?"

"Kamu kok bisa ada di sini?" tanya Lia.

"Aku kemari mau jemput adek. Apakah adek mau jika ku ajak jalan-jalan ke rumahku?" tanya Mahesa lembut.

"Hah? Ke rumahmu,....?"

"Iya,... bagaimana? Apakah kamu mau?"

"Memang rumah kamu di mana?"

"Rumahku tak jauh dari sini? Bagaimana apakah kamu mau?" tanya Mahesa lagi.

#Nah,.... bagaimana, apa Lia mau di ajak Mahesa?

Ikuti terus ya,....

Episodes
1 BAB. 01 Pengikut Tak Kasat Mata
2 BAB. 02 Mimpi Yang Aneh
3 BAB. 03 Di Datangi Ular
4 Bab. 04 Kita Sudah Ditakdirkan Bertemu
5 Bab. 05 Ajakan Mahesa
6 Bab.06 Menghilang
7 Bab. 07 Pergi Ke Kota
8 Bab. 08 Pergi Ke Istana Jin
9 Bab.09 Pernikahan Ghaib
10 Bab 10. Kantong Ajaib.
11 Chapter. 11. Melamar Kerja di restoran
12 Bab.12 Hari Pertama Bekerja
13 Bab. 13. Apakah itu...?
14 Bab.14. Pesugihan
15 Bab. 15. Hati - hati Bekerja di sini, Mbak!
16 Bab.16 Peraturan Aneh
17 Bab.17. Kesurupan
18 Bab. 18. Bingung
19 Bab.19. Keluar Malam
20 Bab.20. Mengintip Pak Karso
21 Bab. 21. Apa yang dilakukan Pak Karso?
22 Bab. 22. Pak Karso Pergi Ke Jawa
23 Bab. 23 Sasaran Target
24 Bab.24. Mimpi Dahlia
25 Bab. 25 Menyelamatkan Iteung
26 Bab. 26 Rendi Kecelakaan
27 Bab 27. Sahabat Yang Tidak Percaya
28 Bab. 28 Korban lain
29 Bab. 29. Pertanyaan Iteung
30 Ungkapan Cinta Rendi
31 Chapter.31 Hubungan yang Rumit
32 Bab. 32 Pingsan
33 Bab.33 Kembali ke Hutan Larangan
34 Bab. 34. Serangan Ghaib Sang Juru Kunci
35 Bab. 35. Kematian Enah
36 Bab. 36 Telepon Wak Emah
37 Bab. 37. Curhatan Mak Emah
38 Bab. 38 Pocong Enah
39 Bab.39 Permintaan Rendi
40 Bab.40. Kerisauan Lia
41 Bab. 41 Kematian Rendi
42 Bab.42 Di pecat
43 Bab.43. Memulai dari Awal
44 Bab. 44 Bertemu Teman Lama
45 Bab. 45. Rumah makan Pak Karso Kebakaran
46 Bab. 46. Akhir kisah Pak Karso
47 Bab.47. Mendapatkan Pekerjaan
48 Bab. 48. Perkenalan dengan Viktor
49 Bab. 49. Mimpi Buruk Iteung
50 Bab.50 Bayangan Hitam
51 Bab. 51. Pertarungan Sengit
52 Bab.52. Grab Khusus
53 Bab.53. Sundel Bolong
54 Bab. 54. Makan Di Restoran Mewah
55 Bab. 55. Kembali Melihat
56 Bab. 56 Cemas
57 Bab.57. Sebuah Rencana
58 Bab. 58. Jalan Pintas
59 Bab. 59. Mengobati Iteung
60 Bab. 60 Mencari Raga untuk Mahesa
61 Bab. 61. Kejujuran Mahesa
62 Bab. 62. Tak Ada Cara Lain
63 Bab.63. Makan Pizza
64 Bab 64. Perut Wong Ndeso
65 Cha.65. Makan di Restoran Mewah
66 Bab. 66. Penjelasan Mahesa
67 Bab. 67. Ada apa dengan Radit?
68 Bab. 68 Penganut Ilmu Hitam
69 Bab. 69. Cemas
70 Bab 70 Renggang
71 Bab.71. Rencana Yang Gagal
72 Bab.72 Dia Adalah Targetnya
73 Bab.73. Cerita Lia
74 Bab. 74. Hantu Perempuan.
75 Bab.75 Panggilan Rivan
76 Bab.76. Melihat Pertunjukan Seru?
77 Bab. 77 Ketahuan ...
78 Bab. 78. Penjelasan Mahesa
79 Bab. 79. Iteung dijodohkan dengan Wirayuda
80 Bab. 80. Putus
81 Bab.81. Lamaran Panglima Wirayuda
82 Bab. 82. Nyaris di Pecat...
83 Bab. 83. Kegilaan Radit
84 Bab.84. Di Hukum
85 Bab 85. Double Dates
86 Bab. 86. Iteung di Lamar Viktor.
87 Bab.87. Kemarahan Radit
88 Bab. 88. Rencana Rivan
89 Bab. 89. Serangan Ghaib
90 Bab 90. Penolakan Orang Tua Rivan.
91 Bab.91. Kesedihan Lia
92 Bab. 92. Kecemasan istrinya Ihsan
93 Bab. 93. Membeli Rumah Untuk Lia
94 Bab. 94. Kedatangan Mak Emah
95 Bab.95. Dendam Radit
96 Bab.96. Hadiah Rumah Mewah Dari Kekasih gaib.
97 Bab. 97. Restu Mak Emah
98 Bab. 98 Cinta Pria - Pria Bunian
99 Bab.99 Bertemu Orang tua Viktor
100 Bab. 100. Dendam Radit
101 Bab. 101. Teluh Tulang Pukang
102 Bab. 102. Teluh Yang Tak Sampai
103 Bab. 103. Keraguan Lia
104 Bab. 104. Diusir Dari Rumah
105 Chapter.105. Tinggal di rumah Viktor
106 Bab.106. Panggilan Lia
107 Bab.107. Pertanyaan Viktor
108 Bab.108. Terancam Batal
109 Bab.109. Rumah kita
110 Bab.110 Pindah Ke Rumah Baru
111 Bab.111. Di ikuti oleh Papa Rivan
112 Bab 112 Rencana Iteung
113 Bab.113 Pertemuan Rivan dan Kedua orang tua nya
114 Bab. 114. Ada apa dengan Iteung
115 Bab.115. Akhir Bahagia
Episodes

Updated 115 Episodes

1
BAB. 01 Pengikut Tak Kasat Mata
2
BAB. 02 Mimpi Yang Aneh
3
BAB. 03 Di Datangi Ular
4
Bab. 04 Kita Sudah Ditakdirkan Bertemu
5
Bab. 05 Ajakan Mahesa
6
Bab.06 Menghilang
7
Bab. 07 Pergi Ke Kota
8
Bab. 08 Pergi Ke Istana Jin
9
Bab.09 Pernikahan Ghaib
10
Bab 10. Kantong Ajaib.
11
Chapter. 11. Melamar Kerja di restoran
12
Bab.12 Hari Pertama Bekerja
13
Bab. 13. Apakah itu...?
14
Bab.14. Pesugihan
15
Bab. 15. Hati - hati Bekerja di sini, Mbak!
16
Bab.16 Peraturan Aneh
17
Bab.17. Kesurupan
18
Bab. 18. Bingung
19
Bab.19. Keluar Malam
20
Bab.20. Mengintip Pak Karso
21
Bab. 21. Apa yang dilakukan Pak Karso?
22
Bab. 22. Pak Karso Pergi Ke Jawa
23
Bab. 23 Sasaran Target
24
Bab.24. Mimpi Dahlia
25
Bab. 25 Menyelamatkan Iteung
26
Bab. 26 Rendi Kecelakaan
27
Bab 27. Sahabat Yang Tidak Percaya
28
Bab. 28 Korban lain
29
Bab. 29. Pertanyaan Iteung
30
Ungkapan Cinta Rendi
31
Chapter.31 Hubungan yang Rumit
32
Bab. 32 Pingsan
33
Bab.33 Kembali ke Hutan Larangan
34
Bab. 34. Serangan Ghaib Sang Juru Kunci
35
Bab. 35. Kematian Enah
36
Bab. 36 Telepon Wak Emah
37
Bab. 37. Curhatan Mak Emah
38
Bab. 38 Pocong Enah
39
Bab.39 Permintaan Rendi
40
Bab.40. Kerisauan Lia
41
Bab. 41 Kematian Rendi
42
Bab.42 Di pecat
43
Bab.43. Memulai dari Awal
44
Bab. 44 Bertemu Teman Lama
45
Bab. 45. Rumah makan Pak Karso Kebakaran
46
Bab. 46. Akhir kisah Pak Karso
47
Bab.47. Mendapatkan Pekerjaan
48
Bab. 48. Perkenalan dengan Viktor
49
Bab. 49. Mimpi Buruk Iteung
50
Bab.50 Bayangan Hitam
51
Bab. 51. Pertarungan Sengit
52
Bab.52. Grab Khusus
53
Bab.53. Sundel Bolong
54
Bab. 54. Makan Di Restoran Mewah
55
Bab. 55. Kembali Melihat
56
Bab. 56 Cemas
57
Bab.57. Sebuah Rencana
58
Bab. 58. Jalan Pintas
59
Bab. 59. Mengobati Iteung
60
Bab. 60 Mencari Raga untuk Mahesa
61
Bab. 61. Kejujuran Mahesa
62
Bab. 62. Tak Ada Cara Lain
63
Bab.63. Makan Pizza
64
Bab 64. Perut Wong Ndeso
65
Cha.65. Makan di Restoran Mewah
66
Bab. 66. Penjelasan Mahesa
67
Bab. 67. Ada apa dengan Radit?
68
Bab. 68 Penganut Ilmu Hitam
69
Bab. 69. Cemas
70
Bab 70 Renggang
71
Bab.71. Rencana Yang Gagal
72
Bab.72 Dia Adalah Targetnya
73
Bab.73. Cerita Lia
74
Bab. 74. Hantu Perempuan.
75
Bab.75 Panggilan Rivan
76
Bab.76. Melihat Pertunjukan Seru?
77
Bab. 77 Ketahuan ...
78
Bab. 78. Penjelasan Mahesa
79
Bab. 79. Iteung dijodohkan dengan Wirayuda
80
Bab. 80. Putus
81
Bab.81. Lamaran Panglima Wirayuda
82
Bab. 82. Nyaris di Pecat...
83
Bab. 83. Kegilaan Radit
84
Bab.84. Di Hukum
85
Bab 85. Double Dates
86
Bab. 86. Iteung di Lamar Viktor.
87
Bab.87. Kemarahan Radit
88
Bab. 88. Rencana Rivan
89
Bab. 89. Serangan Ghaib
90
Bab 90. Penolakan Orang Tua Rivan.
91
Bab.91. Kesedihan Lia
92
Bab. 92. Kecemasan istrinya Ihsan
93
Bab. 93. Membeli Rumah Untuk Lia
94
Bab. 94. Kedatangan Mak Emah
95
Bab.95. Dendam Radit
96
Bab.96. Hadiah Rumah Mewah Dari Kekasih gaib.
97
Bab. 97. Restu Mak Emah
98
Bab. 98 Cinta Pria - Pria Bunian
99
Bab.99 Bertemu Orang tua Viktor
100
Bab. 100. Dendam Radit
101
Bab. 101. Teluh Tulang Pukang
102
Bab. 102. Teluh Yang Tak Sampai
103
Bab. 103. Keraguan Lia
104
Bab. 104. Diusir Dari Rumah
105
Chapter.105. Tinggal di rumah Viktor
106
Bab.106. Panggilan Lia
107
Bab.107. Pertanyaan Viktor
108
Bab.108. Terancam Batal
109
Bab.109. Rumah kita
110
Bab.110 Pindah Ke Rumah Baru
111
Bab.111. Di ikuti oleh Papa Rivan
112
Bab 112 Rencana Iteung
113
Bab.113 Pertemuan Rivan dan Kedua orang tua nya
114
Bab. 114. Ada apa dengan Iteung
115
Bab.115. Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!