Bab 10. Kantong Ajaib.

Dahlia terbangun di pagi buta saat waktu subuh dan mendapati suami nya itu sudah duduk di sisi tempat tidur.

"Bangun, Dinda, karena sudah masuk waktu subuh. Ayo kita solat berjamaah," ajak Mahesa.

"Apakah bangsa jin juga sholat, Kanda?" tanya Lia. Dia pun bingung karena tidak pernah melihat bangsa jin solat berjamaah.

"Astaghfirullah,...kami pun beriman pada Allah. Jadi tentu saja kami pun melaksanakan kewajiban solat layaknya seorang muslim," ujar Mahesa.

Lia tersipu malu dan bergegas turun dari tempat tidur. "Hm,... kalau begitu, kanda tunggu sebentar karena Dinda hendak mandi junub dulu,"

"Baik, ratuku.. Tapi bergegaslah, karena waktu subuh sudah hampir habis." ujar Mahesa.

Lia bergegas mandi dan berganti pakaian dengan cepat dan ikut sholat subuh berjamaah di mushala yang terdapat di sebelah istana kediaman keluarga Mahesa.

Sangat aneh rasanya sholat subuh berjamaah di kelilingi oleh para jemaah yang semua adalah Jin. Rasanya sama saja solat di kalangan manusia kecuali mata merah yang berbeda dengan mata manusia pada umumnya karena biji mata bangsa jin terdapat warna kuning di tengah - tengah bola hitam yang menjadi ciri khas mereka.

Pagi hari nya, Mahesa mengajak Lia sarapan pagi bersama keluarga. Mereka hanya menyuguhkan buah - buahan dan air minum yang khusus di ambil ibu ratu dari mata air di pegunungan. Lia dilarang keras makan dan minum semua makanan dan minuman yang tersedia di sana kecuali buah - buahan dan air minum di kendi yang sudah ibu ratu siapkan.

Lia tak mengerti mengapa dia dilarang makan dan minum di sini kecuali makan buah dan minum air kendi itu.

Padahal semua makanan dan minuman yang tersedia di atas meja itu terlihat sangat lezat. Tapi Lia harus patuh karena kata ibu ratu, itu semua demi kebaikan nya.

Hari ini, Mahesa akan mengantarnya kembali ke alam manusia. Sebenarnya Lia enggan jika harus kembali karena dia sudah mulai betah berada di alam tersembunyi ini. Sepertinya dia merasa tenang dan terlindungi.

"Kanda, boleh kah jika aku tidak usah kembali pulang ke duniaku? kanda,... Dinda merasa betah tinggal di sini. Di sini enak dan tentram," rengek Lia pada Mahesa.

"Tidak bisa, Dinda. Kamu harus menjalani dulu kehidupan di dunia manusia baru menjalani kehidupan di sini. Sudah yuk, ... pamit dulu sama ayahanda raja dan ibu ratu." ujar Mahesa.

Mau tak mau, Lia terpaksa mengikuti apa yang dikatakan oleh Mahesa. Beberapa saat kemudian mereka sampai di ruangan yang sangat luas. Ruangan itu dikelilingi oleh pemandangan alam yang indah karena tidak memiliki dinding.

"Aih,... indah sekali tempat ini. Aku semakin betah berada di tempat ini," gumam Lia yang terkagum-kagum akan keindahan tempat itu.

"Sini, Anakku," panggil ibu ratu.

Dahlia menghampiri ibu mertua nya itu dan duduk di samping nya.

"Anakku,....ini ada bekal untukmu nanti." ujar ibu ratu sembari menyerahkan sebuah kantung yang Lia tak tahu apa isinya.

"Apa ini, ibu ratu?" tanya Lia. Dia sedikit takut dan juga malu.

"Terima saja, wahai anakku. Ibu tahu kamu akan membutuhkan nya suatu saat nanti. Jangan di buka sebelum kamu sampai di alam dunia manusia. Sembunyikan dengan baik dan bawalah kantung ini jika kamu sedang bepergian ke mana saja.." ujar ibu ratu lebih lanjut.

Dahlia mengangguk patuh seraya menelan ludah kasar. Jujur saja, dia jadi takut dan cemas mendengar ucapan ibu ratu. Dia bisa menduga pasti ibu ratu sudah melihat sesuatu di masa depan tentang dirinya sehingga sampai wanita jin yang cantik itu berkata demikian.

Setelah berpamitan pada mertuanya, Mahesa mengantar Lia kembali ke dunia manusia. Namun sebelum pulang, Mahesa membawa Lia ke kamar mereka.

"Kok kita kesini lagi, kanda?" tanya Lia bingung.

"Iya, aku akan mengantarmu pulang Dinda. Tapi tunggulah dulu sebentar," ucap Mahesa.

Mahesa memeluk tubuh Lia dan mendekapnya erat.

"Kanda,.."

"Hem,... pejamkan matamu Dinda." ujar Mahesa.

Lia menuruti perkataan Mahesa. Dia memejamkan matanya sembari memeluk tubuh kekar Mahesa.

Beberapa saat kemudian,... keduanya lenyap dari tempat itu. Lia merasakan tubuhnya berputar menembus lorong waktu, menembus kabut pekat dan kemudian berakhir di suatu tempat. Dia seperti menginjak sesuatu. Itu seperti... tanah.

Suasana terasa hening. Perlahan-lahan Lia membuka matanya. Melonggarkan sedikit pelukannya dan menatap Mahesa.

"Kanda,... kita ada di mana?"

"Kita sudah sampai, Dinda. Berjalanlah lurus ke depan sampai kamu menemukan seberkas cahaya. Ikuti terus cahaya itu maka kamu akan sampai di tempat kita terakhir berada."

ujar Mahesa.

"Kanda,... tapi ini sangat gelap. Aku takut." ucap Lia.

"Jangan takut, Dinda. Percayalah pada kanda. Kamu akan baik - baik saja.." ujar Mahesa menyakinkan Lia.

"Mengapa kanda tidak ikut bersama ku?"

"Dinda,... belum saat nya. Bila saat nya telah tiba, kita akan bersama selamanya. Berjalanlah sampai kamu menemukan cahaya dan yakinlah jika aku akan selalu bersama mendampingimu walaupun kamu tidak melihat wujud ku,"ucap Mahesa sembari mendekap tubuh Lia dan mencium bibir istrinya itu dengan mesra lalu kemudian melepasnya lagi.

"Pergilah, Dinda,.."

Lia mematuhi perkataan suaminya. Tubuhnya melayang ringan berjalan di jalanan yang sunyi dan gelap itu, seorang diri.

Ada yang terasa janggal dan aneh di rasakan oleh Lia. Meskipun dia berjalan tapi dia tidak menyentuh tanah. Tubuhnya seperti melayang ringan seperti kapas hingga akhirnya dia melihat seberkas cahaya yang bersinar terang. Lia terus berjalan melewati cahaya itu hingga dia kemudian mendengar suara bising dan gaduh di depannya.

Lia mendengar suara orang berbicara dan berbincang. Juga suara ribut kendaraan yang lalu lalang.

Lia memandang sekelilingnya. Lia tersadar dirinya ada di terminal. Sepertinya Mahesa sengaja mengantar Lia hanya sampai di terminal karena takut Iteung akan curiga jika Mahesa mengantar nya sampai ke tempat teman nya itu.

Beberapa orang terlihat berseliweran di dekat Lia. Lia merogoh kantong celana nya. Dia masih ingat, dia menyimpan alamat tempat tinggal Iteung di jakarta dan juga uang pemberian Mak Emah. Tiba-tiba tangan Lia terhenti. Dia teringat kantung yang di berikan ibu ratu yang dia sembunyikan di balik bajunya.

Cepat - cepat Lia mencari tempat sepi dan mengeluarkan kantung tersebut dari balik bajunya.

Mata Lia terbelalak tak percaya setelah melihat isi kantong tersebut. Isinya adalah beberapa gepok uang pecahan ratusan ribu, dan beberapa perhiasan emas dan intan.

Lia merasa jantungnya berdetak lebih kencang dari sebelumnya. Dia tidak pernah melihat uang dan perhiasan sebanyak itu. Sehingga dia pun bingung harus bagaimana.

Cepat Lia memasukkan kembali uang dan perhiasan tersebut ke dalam kantong dan menyimpannya kembali di balik bajunya sebelum ada yang melihat nya. Dia takut jika ada preman atau penjahat yang melihat dia dan uang itu, bisa berabe, pikir nya.

Lia hanya mengambil beberapa lembar uang tersebut untuk bekal dia selama di perjalanan menuju ke tempat kerja Iteung.

Hari masih pagi sekali. Waktu menunjukkan pukul 6 pagi. Lia memutuskan untuk sarapan sebelum pergi ke tempat Iteung.

Pagi itu untuk pertama kali dalam hidupnya, dia bisa selepas itu membelanjakan uang tanpa berpikir panjang dan takut akan hari esok.

Dia bisa makan apapun karena uang yang diberikan oleh mertuanya.

Episodes
1 BAB. 01 Pengikut Tak Kasat Mata
2 BAB. 02 Mimpi Yang Aneh
3 BAB. 03 Di Datangi Ular
4 Bab. 04 Kita Sudah Ditakdirkan Bertemu
5 Bab. 05 Ajakan Mahesa
6 Bab.06 Menghilang
7 Bab. 07 Pergi Ke Kota
8 Bab. 08 Pergi Ke Istana Jin
9 Bab.09 Pernikahan Ghaib
10 Bab 10. Kantong Ajaib.
11 Chapter. 11. Melamar Kerja di restoran
12 Bab.12 Hari Pertama Bekerja
13 Bab. 13. Apakah itu...?
14 Bab.14. Pesugihan
15 Bab. 15. Hati - hati Bekerja di sini, Mbak!
16 Bab.16 Peraturan Aneh
17 Bab.17. Kesurupan
18 Bab. 18. Bingung
19 Bab.19. Keluar Malam
20 Bab.20. Mengintip Pak Karso
21 Bab. 21. Apa yang dilakukan Pak Karso?
22 Bab. 22. Pak Karso Pergi Ke Jawa
23 Bab. 23 Sasaran Target
24 Bab.24. Mimpi Dahlia
25 Bab. 25 Menyelamatkan Iteung
26 Bab. 26 Rendi Kecelakaan
27 Bab 27. Sahabat Yang Tidak Percaya
28 Bab. 28 Korban lain
29 Bab. 29. Pertanyaan Iteung
30 Ungkapan Cinta Rendi
31 Chapter.31 Hubungan yang Rumit
32 Bab. 32 Pingsan
33 Bab.33 Kembali ke Hutan Larangan
34 Bab. 34. Serangan Ghaib Sang Juru Kunci
35 Bab. 35. Kematian Enah
36 Bab. 36 Telepon Wak Emah
37 Bab. 37. Curhatan Mak Emah
38 Bab. 38 Pocong Enah
39 Bab.39 Permintaan Rendi
40 Bab.40. Kerisauan Lia
41 Bab. 41 Kematian Rendi
42 Bab.42 Di pecat
43 Bab.43. Memulai dari Awal
44 Bab. 44 Bertemu Teman Lama
45 Bab. 45. Rumah makan Pak Karso Kebakaran
46 Bab. 46. Akhir kisah Pak Karso
47 Bab.47. Mendapatkan Pekerjaan
48 Bab. 48. Perkenalan dengan Viktor
49 Bab. 49. Mimpi Buruk Iteung
50 Bab.50 Bayangan Hitam
51 Bab. 51. Pertarungan Sengit
52 Bab.52. Grab Khusus
53 Bab.53. Sundel Bolong
54 Bab. 54. Makan Di Restoran Mewah
55 Bab. 55. Kembali Melihat
56 Bab. 56 Cemas
57 Bab.57. Sebuah Rencana
58 Bab. 58. Jalan Pintas
59 Bab. 59. Mengobati Iteung
60 Bab. 60 Mencari Raga untuk Mahesa
61 Bab. 61. Kejujuran Mahesa
62 Bab. 62. Tak Ada Cara Lain
63 Bab.63. Makan Pizza
64 Bab 64. Perut Wong Ndeso
65 Cha.65. Makan di Restoran Mewah
66 Bab. 66. Penjelasan Mahesa
67 Bab. 67. Ada apa dengan Radit?
68 Bab. 68 Penganut Ilmu Hitam
69 Bab. 69. Cemas
70 Bab 70 Renggang
71 Bab.71. Rencana Yang Gagal
72 Bab.72 Dia Adalah Targetnya
73 Bab.73. Cerita Lia
74 Bab. 74. Hantu Perempuan.
75 Bab.75 Panggilan Rivan
76 Bab.76. Melihat Pertunjukan Seru?
77 Bab. 77 Ketahuan ...
78 Bab. 78. Penjelasan Mahesa
79 Bab. 79. Iteung dijodohkan dengan Wirayuda
80 Bab. 80. Putus
81 Bab.81. Lamaran Panglima Wirayuda
82 Bab. 82. Nyaris di Pecat...
83 Bab. 83. Kegilaan Radit
84 Bab.84. Di Hukum
85 Bab 85. Double Dates
86 Bab. 86. Iteung di Lamar Viktor.
87 Bab.87. Kemarahan Radit
88 Bab. 88. Rencana Rivan
89 Bab. 89. Serangan Ghaib
90 Bab 90. Penolakan Orang Tua Rivan.
91 Bab.91. Kesedihan Lia
92 Bab. 92. Kecemasan istrinya Ihsan
93 Bab. 93. Membeli Rumah Untuk Lia
94 Bab. 94. Kedatangan Mak Emah
95 Bab.95. Dendam Radit
96 Bab.96. Hadiah Rumah Mewah Dari Kekasih gaib.
97 Bab. 97. Restu Mak Emah
98 Bab. 98 Cinta Pria - Pria Bunian
99 Bab.99 Bertemu Orang tua Viktor
100 Bab. 100. Dendam Radit
101 Bab. 101. Teluh Tulang Pukang
102 Bab. 102. Teluh Yang Tak Sampai
103 Bab. 103. Keraguan Lia
104 Bab. 104. Diusir Dari Rumah
105 Chapter.105. Tinggal di rumah Viktor
106 Bab.106. Panggilan Lia
107 Bab.107. Pertanyaan Viktor
108 Bab.108. Terancam Batal
109 Bab.109. Rumah kita
110 Bab.110 Pindah Ke Rumah Baru
111 Bab.111. Di ikuti oleh Papa Rivan
112 Bab 112 Rencana Iteung
113 Bab.113 Pertemuan Rivan dan Kedua orang tua nya
114 Bab. 114. Ada apa dengan Iteung
115 Bab.115. Akhir Bahagia
Episodes

Updated 115 Episodes

1
BAB. 01 Pengikut Tak Kasat Mata
2
BAB. 02 Mimpi Yang Aneh
3
BAB. 03 Di Datangi Ular
4
Bab. 04 Kita Sudah Ditakdirkan Bertemu
5
Bab. 05 Ajakan Mahesa
6
Bab.06 Menghilang
7
Bab. 07 Pergi Ke Kota
8
Bab. 08 Pergi Ke Istana Jin
9
Bab.09 Pernikahan Ghaib
10
Bab 10. Kantong Ajaib.
11
Chapter. 11. Melamar Kerja di restoran
12
Bab.12 Hari Pertama Bekerja
13
Bab. 13. Apakah itu...?
14
Bab.14. Pesugihan
15
Bab. 15. Hati - hati Bekerja di sini, Mbak!
16
Bab.16 Peraturan Aneh
17
Bab.17. Kesurupan
18
Bab. 18. Bingung
19
Bab.19. Keluar Malam
20
Bab.20. Mengintip Pak Karso
21
Bab. 21. Apa yang dilakukan Pak Karso?
22
Bab. 22. Pak Karso Pergi Ke Jawa
23
Bab. 23 Sasaran Target
24
Bab.24. Mimpi Dahlia
25
Bab. 25 Menyelamatkan Iteung
26
Bab. 26 Rendi Kecelakaan
27
Bab 27. Sahabat Yang Tidak Percaya
28
Bab. 28 Korban lain
29
Bab. 29. Pertanyaan Iteung
30
Ungkapan Cinta Rendi
31
Chapter.31 Hubungan yang Rumit
32
Bab. 32 Pingsan
33
Bab.33 Kembali ke Hutan Larangan
34
Bab. 34. Serangan Ghaib Sang Juru Kunci
35
Bab. 35. Kematian Enah
36
Bab. 36 Telepon Wak Emah
37
Bab. 37. Curhatan Mak Emah
38
Bab. 38 Pocong Enah
39
Bab.39 Permintaan Rendi
40
Bab.40. Kerisauan Lia
41
Bab. 41 Kematian Rendi
42
Bab.42 Di pecat
43
Bab.43. Memulai dari Awal
44
Bab. 44 Bertemu Teman Lama
45
Bab. 45. Rumah makan Pak Karso Kebakaran
46
Bab. 46. Akhir kisah Pak Karso
47
Bab.47. Mendapatkan Pekerjaan
48
Bab. 48. Perkenalan dengan Viktor
49
Bab. 49. Mimpi Buruk Iteung
50
Bab.50 Bayangan Hitam
51
Bab. 51. Pertarungan Sengit
52
Bab.52. Grab Khusus
53
Bab.53. Sundel Bolong
54
Bab. 54. Makan Di Restoran Mewah
55
Bab. 55. Kembali Melihat
56
Bab. 56 Cemas
57
Bab.57. Sebuah Rencana
58
Bab. 58. Jalan Pintas
59
Bab. 59. Mengobati Iteung
60
Bab. 60 Mencari Raga untuk Mahesa
61
Bab. 61. Kejujuran Mahesa
62
Bab. 62. Tak Ada Cara Lain
63
Bab.63. Makan Pizza
64
Bab 64. Perut Wong Ndeso
65
Cha.65. Makan di Restoran Mewah
66
Bab. 66. Penjelasan Mahesa
67
Bab. 67. Ada apa dengan Radit?
68
Bab. 68 Penganut Ilmu Hitam
69
Bab. 69. Cemas
70
Bab 70 Renggang
71
Bab.71. Rencana Yang Gagal
72
Bab.72 Dia Adalah Targetnya
73
Bab.73. Cerita Lia
74
Bab. 74. Hantu Perempuan.
75
Bab.75 Panggilan Rivan
76
Bab.76. Melihat Pertunjukan Seru?
77
Bab. 77 Ketahuan ...
78
Bab. 78. Penjelasan Mahesa
79
Bab. 79. Iteung dijodohkan dengan Wirayuda
80
Bab. 80. Putus
81
Bab.81. Lamaran Panglima Wirayuda
82
Bab. 82. Nyaris di Pecat...
83
Bab. 83. Kegilaan Radit
84
Bab.84. Di Hukum
85
Bab 85. Double Dates
86
Bab. 86. Iteung di Lamar Viktor.
87
Bab.87. Kemarahan Radit
88
Bab. 88. Rencana Rivan
89
Bab. 89. Serangan Ghaib
90
Bab 90. Penolakan Orang Tua Rivan.
91
Bab.91. Kesedihan Lia
92
Bab. 92. Kecemasan istrinya Ihsan
93
Bab. 93. Membeli Rumah Untuk Lia
94
Bab. 94. Kedatangan Mak Emah
95
Bab.95. Dendam Radit
96
Bab.96. Hadiah Rumah Mewah Dari Kekasih gaib.
97
Bab. 97. Restu Mak Emah
98
Bab. 98 Cinta Pria - Pria Bunian
99
Bab.99 Bertemu Orang tua Viktor
100
Bab. 100. Dendam Radit
101
Bab. 101. Teluh Tulang Pukang
102
Bab. 102. Teluh Yang Tak Sampai
103
Bab. 103. Keraguan Lia
104
Bab. 104. Diusir Dari Rumah
105
Chapter.105. Tinggal di rumah Viktor
106
Bab.106. Panggilan Lia
107
Bab.107. Pertanyaan Viktor
108
Bab.108. Terancam Batal
109
Bab.109. Rumah kita
110
Bab.110 Pindah Ke Rumah Baru
111
Bab.111. Di ikuti oleh Papa Rivan
112
Bab 112 Rencana Iteung
113
Bab.113 Pertemuan Rivan dan Kedua orang tua nya
114
Bab. 114. Ada apa dengan Iteung
115
Bab.115. Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!