Bab. 04 Kita Sudah Ditakdirkan Bertemu

Hari sudah semakin sore. Sinar matahari sudah mulai redup di upuk barat. Lia baru saja selesai mencuci baju di sungai. Bu Warti tadi menyuruh nya mencuci semua pakaian padahal hari sudah menjelang sore.

Azan magrib terdengar sayup-sayup di telinga Lia ketika dia baru saja selesai mandi. Setelah mencuci tadi, Lia langsung sekalian mandi sore karena sudah telanjur basah.

Seperti kebiasaan di kampung, Lia merendam dirinya di sungai untuk beberapa saat sebelum akhirnya dia menyudahi acara mandi nya dan bersiap untuk pulang. Hari sudah masuk waktu magrib dan suasana sudah sepi. Dengan tergesa-gesa, Lia berjalan pulang di antara bayangan senja yang mulai menggelap.

Lia tak menyadari bahwa ada sepasang mata berwarna kuning dengan bintik hitam di tengah itu, menatap kepergian nya. Sepasang mata itu adalah milik Mahesa Bramantyo.

"Lia, ....kasihan sekali kamu. Mereka semua sudah memperlakukan kamu dengan buruk dan tidak manusiawi,...." bisik pemilik wajah tampan itu seraya menatap punggung Lia yang perlahan-lahan menghilang di balik rimbun pepohonan dan semak yang mulai berwarna gelap.

***

Malam telah tiba. Di kamarnya, Dahlia merasakan kantuk yang teramat sangat. Rasa lelah yang dia rasakan akibat pekerjaan yang dilakukan tanpa henti membuat gadis itu langsung terlelap setelah mencium aroma bantal.

"Dimana aku...?" pikir Lia. Dia terbangun dan mendapati dirinya bukan berada di dalam kamarnya melainkan ada di suatu tempat yang asing.

"Tempat apa ini?" Lia merasa bingung dan tak tahu harus kemana dan bagaimana.

"Dek,..." sebuah suara memanggilnya. Lia menoleh dan dia melihat Mahesa, cowok yang kemarin malam dia temui dalam mimpi, berada tepat di belakang nya.

Pria tampan itu sedang tersenyum menatap nya. Sejenak, Lia terpana menatap senyum manis Mahesa. Ahh,.... tampan sekali, pikir Lia. Rambut panjang sebahu Mahesa tertiup angin membuat ketampanan pemuda itu meningkat berlipat-lipat.

Gadis itu jadi salah tingkah. Lalu kemudian dia tersadar dan cepat membuang pandangannya. Ada rasa panas yang menjalari permukaan wajah nya setelah sempat bersitatap dengan Mahesa.

"Mahesa, .... " Lia mencoba menenangkan debur jantung nya yang berdegup kencang tak beraturan. Malu - malu, dia menatap Mahesa yang kini sudah berdiri di hadapannya.

"Hai, Lia...!" sapa Mahesa dengan senyum yang tak lepas dari birainya yang berwarna merah jambu namun pucat itu. "Kita bertemu lagi, ya. Aku senang bisa bertemu dengan mu lagi," ucap pemuda itu.

"Aku juga, Kang." jawab Lia. Dia kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat itu. Dia merasa tidak mengenal tempat itu.

"Kenapa, ...apa ada yang aneh?" tanya Mahesa. Dia juga ikut memperhatikan tempat itu.

Lia menganggukkan kepalanya. " Iya, benar. Aku tak mengenal tempat ini. Jadi aku...."

"Kamu takut?" tanya Mahesa.

Lia menganggukkan kepalanya. "Iya, sedikit..." jawab Lia. Mahesa tertawa ketika melihat ketakutan di wajah Lia.

"Jangan takut,..... kamu aman ketika bersama ku," ucap Mahesa. Dia mengandeng tangan Lia dan membawa gadis itu melangkah bersama nya. Namun gadis itu masih terlihat enggan dan ragu - ragu untuk melangkah. Mahesa berhenti dan berpaling menatap Lia.

Dia tahu apa yang ada di benak gadis itu.

"Kenapa berhenti,....apa kamu masih meragukan aku?" tanya Mahesa.

"Kamu masih belum mengatakan di mana kita. Apakah kita berdua ini berada di dunia mimpi?... tapi jika kita sungguh berada di dunia mimpi, mengapa bunga mawar itu bisa terselip di telingaku?" Mahesa terbungkam mendengar pertanyaan Lia. Rupanya gadis itu cerdas juga. Lia menyadari adanya keanehan yang dia alami ketika bersama Mahesa semalam.

"Jadi, aku mohon jawablah pertanyaan ku. Katakan dimana kita saat ini?" Lia kembali bertanya karena masih penasaran.

Mahesa menghela napas sebelum menjawab pertanyaan Lia. Dia bingung apakah harus jujur mengatakan yang sebenarnya ataukah dia berbohong saja.

Mahesa takut jika dia jujur, Lia akan merasa takut dan tak ingin bertemu lagi. Dia tak mau jika hal itu sampai terjadi. Diam - diam dia merasa takut jika Lia tak mau lagi berteman dengannya setelah tahu kenyataan yang sebenarnya.

Tapi jika dia tak jujur, bagaimana jika akhirnya Lia tahu dan kemudian menjauhinya..?

"Baiklah, .... tapi berjanjilah jangan menjauhiku jika aku mengatakan yang sebenarnya." ujar Mahesa.

"Apaan, sih. Mana mungkin aku menjauhi mu. Katakan saja, memang nya kita ada dimana?"

"Baiklah, tapi kamu janji, ya, nggak akan menjauh pergi apalagi takut padaku." Mahesa menggenggam tangan Lia.

Kening Lia berkerut mendengar ucapan Mahesa yang terakhir. Takut? Apa dia tak salah ucap? memang nya ada apa dengan wajah Mahesa ? Nggak ada yang menakutkan bagi Lia. Juga tak ada yang aneh selain gaya pakaian pemuda itu saja yang kuno persis seperti orang zaman dahulu.

"Kita ada di dunia bangsa jin, " ucap Mahesa.

Lia tersentak dan mundur selangkah menjauh dari Mahesa. "kita ada di... alam jin,.... tidak,... ini tidak mungkin. Bagaimana bisa? "

"Dek,...dengarkan aku bicara dulu, aku mohon, kamu jangan takut seperti itu," Suara Mahesa seperti menghipnotis lia. Gadis itu terdiam sembari menatap Mahesa tatapan aneh. Pemuda itu tampak menghela napas.

"Maafkan aku, aku membawa mu ke dunia ku," ucap Mahesa.

Wajah Lia berubah pucat dan ketakutan. Dia menyadari satu hal. Jika pemuda itu membawa nya ke alam jin, berarti dapat dipastikan Mahesa adalah seorang jin. "Jadi maksudnya, kamu teh adalah jin, begitu? "

Mahesa menganggukkan kepala. "Iya, benar, aku adalah jin." jawab Mahesa.

Lia memaku diam tak bergerak. Shock dan tak percaya. Ada juga perasaan takut. Jantung nya berdetak cepat dan napasnya memburu.

"A..apa,....benar akang bilang? Jin..? Jadi, kamu teh benaran adalah jin?... dan kita.... Eh maksudnya aku ada di dunia jin?" Masih dengan ekspresi tak percaya Lia bertanya pada Mahesa.

"Iya, ....tapi jangan khawatir... aku bukan lah jin jahat. aku golongan dari jin muslim. Dan aku tidak akan menyakiti kamu," ucap Mahesa dengan sorot mata penuh permohonan.

"Tak mungkin, ... ini tidak mungkin, " Lia masih mencoba untuk membantah. Lia kembali melangkah mundur ke belakang. Rasanya Lia ingin lari dari kenyataan ghaib yang terjadi pada dirinya.

Namun anehnya, walaupun dia sudah mundur dan menjauh dari Mahesa, namun jarak di antara mereka tak berkurang sedikitpun. Mahesa tetap berada di hadapan nya padahal pemuda itu tak bergerak selangkah jua.

"Tak ada yang tak mungkin di dunia ini, dek. Kita berdua sudah di takdirkan untuk bertemu. Kamu adalah jodohku. Aku sudah menunggu mu sejak lama, " ucap Mahesa. Dia meraih jemari tangan Lia dan meletakkan nya di dada bidang pemuda itu.

"Tapi bagaimana itu bisa terjadi? Kita baru saja bertemu."

"Memang kita baru bertemu. Tapi ketahuilah, aku sudah lama melihatmu. Dan aku telah jatuh cinta padamu. Kamu bisa merasakan detak jantungku yang berdegup kencang saat ini. Aku tak bohong, aku mengatakan yang sebenarnya. Aku mencintaimu sejak dulu, dek... " ujar Mahesa.

Lia terpaku menatap jari jemari nya yang gemetaran merasakan debaran jantung Mahesa ketika menyentuh dada bidang pemuda itu.

Tanpa Lia sadari, tubuh mungilnya sudah berada di pelukan Mahesa. Dia bahkan sudah tak takut atau gemetar seperti tadi. Mahesa mendekap erat tubuh Lia.

Lia merasakan kenyamanan dalam dekapan tubuh Mahesa. Jantung nya bahkan kini berdebar tak henti. Ada perasaan aneh yang menggelitik ketika akhirnya Lia juga membalas pelukan Mahesa. Keduanya kini saling berpelukan dalam diam.

Deg,... deg...deg,...

Jantung Lia berpacu lebih cepat dari biasanya. Ada desiran aneh yang menggeleyar saat kulitnya bersentuhan dengan kulit Mahesa.

Jarak dirinya dan Mahesa sangat lah dekat sehingga dia dapat mendengar deru napas pemuda itu. Hingga Mahesa menunduk mendekatkan wajahnya ke wajah Lia. Napasnya memburu menerpa wajah Lia.

Lia memejamkan mata ketika merasakan napas pemuda itu di wajahnya. Tubuhnya bergetar ketika merasakan bibir Mahesa menyentuh bibirnya. Lia menahan napas ketika bibir Mahesa meraup bibirnya dan melumat nya dalam. Sepersekian detik, Lia merasa melambung.

Suara kokok ayam jantan membangunkan Lia dari tidurnya. Lia membuka mata dan beranjak bangun. Bergegas melangkah ke luar kamar dan melihat ke arah jam yang tertempel di dinding. Pukul 05.00 pagi.

"Hmm, sudah pagi rupanya," Lia melangkah ke dapur untuk memulai aktivitas nya. Namun pikiran nya melayang- layang pada mimpinya semalam. Tanpa sadar Lia meraba bibir nya. Merasakan bekas bibir Mahesa yang sepertinya masih menempel di bibirnya.

"Apa benar yang dikatakan Mahesa semalam. Dia adalah jodohku," Lia bergumam sendiri. Pipinya bersemu merah ketika teringat kejadian yang dia alami semalam. Berada dalam pelukan Mahesa sungguh membuat dia melayang.

Hati Lia berdesir. Diam - diam dia juga mulai menyukai pemuda jin yang tampan itu. Tapi apakah itu boleh? Jelaslah dunia dia dan Mahesa sangat berbeda. Dia manusia , sedangkan Mahesa adalah Jin? Apakah manusia boleh berhubungan dengan jin? Bolehkah jika dia mencintai Mahesa..?

Tapi, kata Mahesa, mereka sudah ditakdirkan bertemu dan berjodoh. Apakah semua itu benar adanya?

Jangan lupa like, subscribe dan komen yang seru.

#Minaaida

Episodes
1 BAB. 01 Pengikut Tak Kasat Mata
2 BAB. 02 Mimpi Yang Aneh
3 BAB. 03 Di Datangi Ular
4 Bab. 04 Kita Sudah Ditakdirkan Bertemu
5 Bab. 05 Ajakan Mahesa
6 Bab.06 Menghilang
7 Bab. 07 Pergi Ke Kota
8 Bab. 08 Pergi Ke Istana Jin
9 Bab.09 Pernikahan Ghaib
10 Bab 10. Kantong Ajaib.
11 Chapter. 11. Melamar Kerja di restoran
12 Bab.12 Hari Pertama Bekerja
13 Bab. 13. Apakah itu...?
14 Bab.14. Pesugihan
15 Bab. 15. Hati - hati Bekerja di sini, Mbak!
16 Bab.16 Peraturan Aneh
17 Bab.17. Kesurupan
18 Bab. 18. Bingung
19 Bab.19. Keluar Malam
20 Bab.20. Mengintip Pak Karso
21 Bab. 21. Apa yang dilakukan Pak Karso?
22 Bab. 22. Pak Karso Pergi Ke Jawa
23 Bab. 23 Sasaran Target
24 Bab.24. Mimpi Dahlia
25 Bab. 25 Menyelamatkan Iteung
26 Bab. 26 Rendi Kecelakaan
27 Bab 27. Sahabat Yang Tidak Percaya
28 Bab. 28 Korban lain
29 Bab. 29. Pertanyaan Iteung
30 Ungkapan Cinta Rendi
31 Chapter.31 Hubungan yang Rumit
32 Bab. 32 Pingsan
33 Bab.33 Kembali ke Hutan Larangan
34 Bab. 34. Serangan Ghaib Sang Juru Kunci
35 Bab. 35. Kematian Enah
36 Bab. 36 Telepon Wak Emah
37 Bab. 37. Curhatan Mak Emah
38 Bab. 38 Pocong Enah
39 Bab.39 Permintaan Rendi
40 Bab.40. Kerisauan Lia
41 Bab. 41 Kematian Rendi
42 Bab.42 Di pecat
43 Bab.43. Memulai dari Awal
44 Bab. 44 Bertemu Teman Lama
45 Bab. 45. Rumah makan Pak Karso Kebakaran
46 Bab. 46. Akhir kisah Pak Karso
47 Bab.47. Mendapatkan Pekerjaan
48 Bab. 48. Perkenalan dengan Viktor
49 Bab. 49. Mimpi Buruk Iteung
50 Bab.50 Bayangan Hitam
51 Bab. 51. Pertarungan Sengit
52 Bab.52. Grab Khusus
53 Bab.53. Sundel Bolong
54 Bab. 54. Makan Di Restoran Mewah
55 Bab. 55. Kembali Melihat
56 Bab. 56 Cemas
57 Bab.57. Sebuah Rencana
58 Bab. 58. Jalan Pintas
59 Bab. 59. Mengobati Iteung
60 Bab. 60 Mencari Raga untuk Mahesa
61 Bab. 61. Kejujuran Mahesa
62 Bab. 62. Tak Ada Cara Lain
63 Bab.63. Makan Pizza
64 Bab 64. Perut Wong Ndeso
65 Cha.65. Makan di Restoran Mewah
66 Bab. 66. Penjelasan Mahesa
67 Bab. 67. Ada apa dengan Radit?
68 Bab. 68 Penganut Ilmu Hitam
69 Bab. 69. Cemas
70 Bab 70 Renggang
71 Bab.71. Rencana Yang Gagal
72 Bab.72 Dia Adalah Targetnya
73 Bab.73. Cerita Lia
74 Bab. 74. Hantu Perempuan.
75 Bab.75 Panggilan Rivan
76 Bab.76. Melihat Pertunjukan Seru?
77 Bab. 77 Ketahuan ...
78 Bab. 78. Penjelasan Mahesa
79 Bab. 79. Iteung dijodohkan dengan Wirayuda
80 Bab. 80. Putus
81 Bab.81. Lamaran Panglima Wirayuda
82 Bab. 82. Nyaris di Pecat...
83 Bab. 83. Kegilaan Radit
84 Bab.84. Di Hukum
85 Bab 85. Double Dates
86 Bab. 86. Iteung di Lamar Viktor.
87 Bab.87. Kemarahan Radit
88 Bab. 88. Rencana Rivan
89 Bab. 89. Serangan Ghaib
90 Bab 90. Penolakan Orang Tua Rivan.
91 Bab.91. Kesedihan Lia
92 Bab. 92. Kecemasan istrinya Ihsan
93 Bab. 93. Membeli Rumah Untuk Lia
94 Bab. 94. Kedatangan Mak Emah
95 Bab.95. Dendam Radit
96 Bab.96. Hadiah Rumah Mewah Dari Kekasih gaib.
97 Bab. 97. Restu Mak Emah
98 Bab. 98 Cinta Pria - Pria Bunian
99 Bab.99 Bertemu Orang tua Viktor
100 Bab. 100. Dendam Radit
101 Bab. 101. Teluh Tulang Pukang
102 Bab. 102. Teluh Yang Tak Sampai
103 Bab. 103. Keraguan Lia
104 Bab. 104. Diusir Dari Rumah
105 Chapter.105. Tinggal di rumah Viktor
106 Bab.106. Panggilan Lia
107 Bab.107. Pertanyaan Viktor
108 Bab.108. Terancam Batal
109 Bab.109. Rumah kita
110 Bab.110 Pindah Ke Rumah Baru
111 Bab.111. Di ikuti oleh Papa Rivan
112 Bab 112 Rencana Iteung
113 Bab.113 Pertemuan Rivan dan Kedua orang tua nya
114 Bab. 114. Ada apa dengan Iteung
115 Bab.115. Akhir Bahagia
Episodes

Updated 115 Episodes

1
BAB. 01 Pengikut Tak Kasat Mata
2
BAB. 02 Mimpi Yang Aneh
3
BAB. 03 Di Datangi Ular
4
Bab. 04 Kita Sudah Ditakdirkan Bertemu
5
Bab. 05 Ajakan Mahesa
6
Bab.06 Menghilang
7
Bab. 07 Pergi Ke Kota
8
Bab. 08 Pergi Ke Istana Jin
9
Bab.09 Pernikahan Ghaib
10
Bab 10. Kantong Ajaib.
11
Chapter. 11. Melamar Kerja di restoran
12
Bab.12 Hari Pertama Bekerja
13
Bab. 13. Apakah itu...?
14
Bab.14. Pesugihan
15
Bab. 15. Hati - hati Bekerja di sini, Mbak!
16
Bab.16 Peraturan Aneh
17
Bab.17. Kesurupan
18
Bab. 18. Bingung
19
Bab.19. Keluar Malam
20
Bab.20. Mengintip Pak Karso
21
Bab. 21. Apa yang dilakukan Pak Karso?
22
Bab. 22. Pak Karso Pergi Ke Jawa
23
Bab. 23 Sasaran Target
24
Bab.24. Mimpi Dahlia
25
Bab. 25 Menyelamatkan Iteung
26
Bab. 26 Rendi Kecelakaan
27
Bab 27. Sahabat Yang Tidak Percaya
28
Bab. 28 Korban lain
29
Bab. 29. Pertanyaan Iteung
30
Ungkapan Cinta Rendi
31
Chapter.31 Hubungan yang Rumit
32
Bab. 32 Pingsan
33
Bab.33 Kembali ke Hutan Larangan
34
Bab. 34. Serangan Ghaib Sang Juru Kunci
35
Bab. 35. Kematian Enah
36
Bab. 36 Telepon Wak Emah
37
Bab. 37. Curhatan Mak Emah
38
Bab. 38 Pocong Enah
39
Bab.39 Permintaan Rendi
40
Bab.40. Kerisauan Lia
41
Bab. 41 Kematian Rendi
42
Bab.42 Di pecat
43
Bab.43. Memulai dari Awal
44
Bab. 44 Bertemu Teman Lama
45
Bab. 45. Rumah makan Pak Karso Kebakaran
46
Bab. 46. Akhir kisah Pak Karso
47
Bab.47. Mendapatkan Pekerjaan
48
Bab. 48. Perkenalan dengan Viktor
49
Bab. 49. Mimpi Buruk Iteung
50
Bab.50 Bayangan Hitam
51
Bab. 51. Pertarungan Sengit
52
Bab.52. Grab Khusus
53
Bab.53. Sundel Bolong
54
Bab. 54. Makan Di Restoran Mewah
55
Bab. 55. Kembali Melihat
56
Bab. 56 Cemas
57
Bab.57. Sebuah Rencana
58
Bab. 58. Jalan Pintas
59
Bab. 59. Mengobati Iteung
60
Bab. 60 Mencari Raga untuk Mahesa
61
Bab. 61. Kejujuran Mahesa
62
Bab. 62. Tak Ada Cara Lain
63
Bab.63. Makan Pizza
64
Bab 64. Perut Wong Ndeso
65
Cha.65. Makan di Restoran Mewah
66
Bab. 66. Penjelasan Mahesa
67
Bab. 67. Ada apa dengan Radit?
68
Bab. 68 Penganut Ilmu Hitam
69
Bab. 69. Cemas
70
Bab 70 Renggang
71
Bab.71. Rencana Yang Gagal
72
Bab.72 Dia Adalah Targetnya
73
Bab.73. Cerita Lia
74
Bab. 74. Hantu Perempuan.
75
Bab.75 Panggilan Rivan
76
Bab.76. Melihat Pertunjukan Seru?
77
Bab. 77 Ketahuan ...
78
Bab. 78. Penjelasan Mahesa
79
Bab. 79. Iteung dijodohkan dengan Wirayuda
80
Bab. 80. Putus
81
Bab.81. Lamaran Panglima Wirayuda
82
Bab. 82. Nyaris di Pecat...
83
Bab. 83. Kegilaan Radit
84
Bab.84. Di Hukum
85
Bab 85. Double Dates
86
Bab. 86. Iteung di Lamar Viktor.
87
Bab.87. Kemarahan Radit
88
Bab. 88. Rencana Rivan
89
Bab. 89. Serangan Ghaib
90
Bab 90. Penolakan Orang Tua Rivan.
91
Bab.91. Kesedihan Lia
92
Bab. 92. Kecemasan istrinya Ihsan
93
Bab. 93. Membeli Rumah Untuk Lia
94
Bab. 94. Kedatangan Mak Emah
95
Bab.95. Dendam Radit
96
Bab.96. Hadiah Rumah Mewah Dari Kekasih gaib.
97
Bab. 97. Restu Mak Emah
98
Bab. 98 Cinta Pria - Pria Bunian
99
Bab.99 Bertemu Orang tua Viktor
100
Bab. 100. Dendam Radit
101
Bab. 101. Teluh Tulang Pukang
102
Bab. 102. Teluh Yang Tak Sampai
103
Bab. 103. Keraguan Lia
104
Bab. 104. Diusir Dari Rumah
105
Chapter.105. Tinggal di rumah Viktor
106
Bab.106. Panggilan Lia
107
Bab.107. Pertanyaan Viktor
108
Bab.108. Terancam Batal
109
Bab.109. Rumah kita
110
Bab.110 Pindah Ke Rumah Baru
111
Bab.111. Di ikuti oleh Papa Rivan
112
Bab 112 Rencana Iteung
113
Bab.113 Pertemuan Rivan dan Kedua orang tua nya
114
Bab. 114. Ada apa dengan Iteung
115
Bab.115. Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!