Bab.16 Peraturan Aneh

Dahlia kembali masuk ke dalam rumah makan untuk menyelesaikan pekerjaannya. Dia menyimpan sate yang dia beli dan memilih untuk menyelesaikan pekerjaannya karena takut nya ada yang tidak suka melihat dia berlama - lama duduk bersantai.

Tak lama berselang, pekerjaan Lia pun selesai.

"Lia, kamu belum makan, kan?" tanya Mbak Nah.

Iteung, Enah, dan Lia kini tengah berjalan beriringan menuju ke mes.

"Belum, mbak. Nanti saja kalau sudah sampai di mes", jawab Lia.

"Kalau gitu, kamu makan dulu, abis itu kita gantian mandi ya, Lia. Soalnya aku takut kalau ke kamar mandi sendirian", ujar Iteung.

"Ahh, kamu ini. Padahal kamu sudah lebih setahun tinggal di sini, kenapa masih juga takut ", ucap Enah.

"Bukan soal lama dan tidaknya tinggal di sini, mbak. Kan, mbak tahu sendiri kamar mandi kita berada di luar. Mana seram lagi ", ucap Iteung.

"Ahhh kamu, teung. Itu kan, hanya rumor saja."

"Hemm,... memang nya tempat ini angker ya, teung?", tanya Lia penasaran.

"Katanya sih begitu. Beberapa orang yang pernah bekerja di tempat ini mengatakan jika tempat ini angker. Mereka pernah melihat penampakan hantu di sekitar sini. Beberapa dari mereka pada nggak betah dan minta pulang dan tak pernah lagi kembali."

"Huss,...kamu jangan ngomong sembarangan, Teung. Sama saja kamu nakut - nakutin temen", tegur Enah.

"Ya bukan begitu, mbak. Tapi buat apa juga kita nutupin cerita yang begituan, kan?" ucap Iteung.

"Emm,... maaf sebelumnya, tapi aku juga tadi pagi melihat ada wanita yang lagi menangis di pojokan dekat jemuran. Apa menurut kalian wanita itu adalah hantu? Atau memang ada teman kerja kita yang sedang galau dan nangis di sana?", ujar Lia.

Ucapan Lia sontak membuat Enah dan Iteung saling pandang dan mereka menatap Lia dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

"Kamu serius, Lia?", wajah Iteung tegang. Lia menganggukkan kepalanya.

"Kan, Mbak. Apa aku bilang, tempat ini memang angker," Nyali Iteung semakin ciut untuk pergi ke kamar mandi seorang diri.

"Nggak mungkin lah, teung. Mungkin memang benar ada orang yang sedang galau dan nangis di pojokan", ujar Enah. Dia seperti enggan mempercayai cerita horor yang Lia alami karena selama ini dia memang tak pernah melihat secara langsung penampakan makhluk - makhluk menyeramkan itu di rumah ini. Meskipun dia sering kali mengalami kejadian - kejadian aneh.

"Tapi bukannya yang terakhir berangkat kerja tadi pagi adalah Lia, kan mbak?" ucap Iteung.

Lia semakin yakin bahwa tempat kerjanya yang sekarang ini angker. Namun diantara mereka bertiga, mungkin hanya Enah yang tidak mempercayai akan hal - hal yang berbau mistis seperti yang dialami oleh Iteung dan Lia.

Mungkin lantaran dia belum pernah mengalami kejadian - kejadian mistis seperti yang dia dan Iteung alami, pikir Lia.

"Sudah,... sudah. Nggak usah cerita yang begituan. Udah malam. Ayo buruan kita mandi lalu setelah itu istirahat," ujar Enah.

Mereka menuju ke kamar masing-masing dan sesuai seperti kesepakatan Iteung, ia menunggu Lia selesai makan setelah itu mereka mandi bergantian.

Malam harinya,....

Sama seperti malam - malam sebelumnya, kembali malam ini Lia tertidur dan terbangun sudah berada di tempat yang sama sekali tidak dia kenal.

Dari kejauhan, Lia melihat sosok bayangan yang berjalan ke arah nya.

"Kanda Mahesa,...kau kah itu?" tanya Lia.

Bayangan itu semakin dekat dan kini jelas terlihat bahwa yang datang menghampiri Lia adalah Mahesa.

"Dinda,... ini aku", ucap Mahesa.

Saat mengetahui jika yang ada di hadapannya adalah Mahesa, tanpa malu - malu, Lia langsung memeluk pemuda tampan itu.

"Kanda,... sekarang kita ada di mana?", tanya Lia. Gadis itu heran karena tempat ini berbeda dari tempat yang kemarin.

"Jangan takut Dinda, kita ada di tempat yang aman", jawab Mahesa.

Mahesa menghampiri Lia yang tengah duduk di atas ranjang besar dan sangat mewah milik nya. Dia juga ikut duduk di sana dan memeluk istrinya itu.

Lia masih merasa takut karena tidak mengenal tempat itu. Mahesa mengetahui kecemasan Lia. Dia kemudian berkata kepada Lia, "Kamu tidak perlu takut, kita ada di istanaku." Lia terkejut mendengar dia ada di istana Mahesa. Tapi bukankah istana Mahesa sangat jauh. Dan lagi pula, tempat ini bukan seperti di istana Mahesa yang dia lihat tempo hari.

"Ini adalah istana milikku sendiri. Istana ini dulunya adalah milik seorang raja jin ifrid yang aku kalahkan. Sekarang istana ini adalah milikku," ucap Mahesa.

Lia menganggukkan kepalanya meskipun dia belum sepenuhnya faham akan maksud perkataan Mahesa.

"Kanda,... bisakah kanda jelaskan apa maksud perkataan kanda kemarin?", tanya Lia.

"Maksud Dinda, perkataan yang mana?", Mahesa sedikit heran dengan pertanyaan istrinya.

"Kanda melarang ku makan makanan dari rumah makan, jelaskan padaku kenapa kanda melarang ku makan di rumah makan itu," tanya Lia.

"Kamu akan tahu nanti alasan nya. Lebih baik kamu turuti saja pesan kanda. Kalau bisa kamu larang juga teman kamu makan makanan apapun yang diberikan oleh keluarga Pak Karso", ujar Mahesa.

Entah karena alasan apa, Mahesa seperti enggan menjelaskan alasan dia melarang Lia makan apapun makanan yang berasal dari rumah makan atau makanan pemberian pak Karso atau pun keluarganya. Namun justru hal itu membuat Lia menjadi penasaran.

Akan tetapi meskipun demikian, Lia juga tak mungkin makan makanan yang ada di rumah makan itu karena dia sendiri merasa jijik setelah melihat apa yang dilakukan oleh semua makhluk - makhluk tak kasat mata itu.

"Kenapa kanda tidak menjelaskan alasannya sekarang saja", rengek Lia.

"Dinda,... nanti juga kamu akan tahu sendiri.. Sekarang ayo kita tidur. Sudah malam,"

Lia pun akhirnya mengikuti ajakan Mahesa untuk tidur. Tapi tentu saja keduanya melakukan apa yang biasa suami istri lakukan sebelum tidur. Setelah selesai, barulah keduanya tertidur pulas.

***

Pagi hari tiba,.....

Pagi sekali Lia sudah bangun dan segera mandi. Kali ini dia tidak kesiangan lagi karena pukul empat pagi Mahesa membangunkan dia sebelum pemuda jin itu pergi.

Sampai kini, terkadang Lia merasa aneh. Dia memang benar - benar bertemu dengan Mahesa dan melakukan hubungan suami-istri dengan pemuda yang merupakan suaminya itu. Tetapi anehnya hal itu mereka lakukan seperti mimpi saja.

Dahlia hanya mampu menarik napas menyadari keanehan yang terjadi dalam kehidupan nya kini.

"Loh Lia, ...kamu sudah bangun?", tanya Iteung yang baru saja hendak ke kamar mandi.

"Sudah,... hari ini aku tidak kesiangan lagi seperti kemarin", ucap Lia.

"Kalau begitu, tungguin aku mandi ya, soalnya aku takut mandi sendirian," pinta Iteung.

"Ya sudah,...kamu mandi sana. Aku mau jemur pakaian dulu di sana," tunjuk Lia ke arah tempat jemuran.

Iteung pun segera mandi dan Lia menjemur pakaiannya. Tak berapa lama kemudian terlihat Iteung yang keluar dari kamar mandi dan menjemur pakaian juga. Semua orang di sini memang menjemur pakaian pagi buta dan mengangkat jemuran saat sore. Mau tak mau, Iteung lah yang bertugas mengangkat semua jemuran itu karena di antara mereka hanya dia yang tidak terlalu sibuk di rumah makan.

"Kamu sudah selesai mandi nya, teung?", tanya Lia.

"Udah,... yuk kita berangkat sekarang!", ajak Iteung.

Dahlia dan Iteung berangkat lebih dahulu ke rumah makan.

Sampai di sana mereka sudah bertemu Enah yang sedang sibuk dengan pekerjaannya di sana.

"Mbak Nah sudah di sini sejak tadi?", tanya Lia.

"Iya", jawab Enah singkat sembari melempar senyum seperti ciri khas wanita itu yang murah senyum.

" Tumben hari ini mbak Nah nggak masak banyak kayak kemarin. Atau mungkin ini cuma perasaan ku saja", ujar Lia.

"Oh iya, ... aku belum kasih tahu kamu ya? Hari ini kan hari Selasa. Jadi hari ini kita buka nya sampai jam 5 saja," kata Enah.

"Hah, kenapa begitu?" Lia sangat heran.

"Nggak tahu kenapa, tapi kata Pak Karso sih biar kita nggak terlalu capek", jawab Enah.

Lia merasa sedikit aneh dengan peraturan yang dibuat oleh Pak Karso. Kenapa lelaki itu menyuruh menutup rumah makan lebih awal dari hari - hari biasanya..? Pikir Lia.

Episodes
1 BAB. 01 Pengikut Tak Kasat Mata
2 BAB. 02 Mimpi Yang Aneh
3 BAB. 03 Di Datangi Ular
4 Bab. 04 Kita Sudah Ditakdirkan Bertemu
5 Bab. 05 Ajakan Mahesa
6 Bab.06 Menghilang
7 Bab. 07 Pergi Ke Kota
8 Bab. 08 Pergi Ke Istana Jin
9 Bab.09 Pernikahan Ghaib
10 Bab 10. Kantong Ajaib.
11 Chapter. 11. Melamar Kerja di restoran
12 Bab.12 Hari Pertama Bekerja
13 Bab. 13. Apakah itu...?
14 Bab.14. Pesugihan
15 Bab. 15. Hati - hati Bekerja di sini, Mbak!
16 Bab.16 Peraturan Aneh
17 Bab.17. Kesurupan
18 Bab. 18. Bingung
19 Bab.19. Keluar Malam
20 Bab.20. Mengintip Pak Karso
21 Bab. 21. Apa yang dilakukan Pak Karso?
22 Bab. 22. Pak Karso Pergi Ke Jawa
23 Bab. 23 Sasaran Target
24 Bab.24. Mimpi Dahlia
25 Bab. 25 Menyelamatkan Iteung
26 Bab. 26 Rendi Kecelakaan
27 Bab 27. Sahabat Yang Tidak Percaya
28 Bab. 28 Korban lain
29 Bab. 29. Pertanyaan Iteung
30 Ungkapan Cinta Rendi
31 Chapter.31 Hubungan yang Rumit
32 Bab. 32 Pingsan
33 Bab.33 Kembali ke Hutan Larangan
34 Bab. 34. Serangan Ghaib Sang Juru Kunci
35 Bab. 35. Kematian Enah
36 Bab. 36 Telepon Wak Emah
37 Bab. 37. Curhatan Mak Emah
38 Bab. 38 Pocong Enah
39 Bab.39 Permintaan Rendi
40 Bab.40. Kerisauan Lia
41 Bab. 41 Kematian Rendi
42 Bab.42 Di pecat
43 Bab.43. Memulai dari Awal
44 Bab. 44 Bertemu Teman Lama
45 Bab. 45. Rumah makan Pak Karso Kebakaran
46 Bab. 46. Akhir kisah Pak Karso
47 Bab.47. Mendapatkan Pekerjaan
48 Bab. 48. Perkenalan dengan Viktor
49 Bab. 49. Mimpi Buruk Iteung
50 Bab.50 Bayangan Hitam
51 Bab. 51. Pertarungan Sengit
52 Bab.52. Grab Khusus
53 Bab.53. Sundel Bolong
54 Bab. 54. Makan Di Restoran Mewah
55 Bab. 55. Kembali Melihat
56 Bab. 56 Cemas
57 Bab.57. Sebuah Rencana
58 Bab. 58. Jalan Pintas
59 Bab. 59. Mengobati Iteung
60 Bab. 60 Mencari Raga untuk Mahesa
61 Bab. 61. Kejujuran Mahesa
62 Bab. 62. Tak Ada Cara Lain
63 Bab.63. Makan Pizza
64 Bab 64. Perut Wong Ndeso
65 Cha.65. Makan di Restoran Mewah
66 Bab. 66. Penjelasan Mahesa
67 Bab. 67. Ada apa dengan Radit?
68 Bab. 68 Penganut Ilmu Hitam
69 Bab. 69. Cemas
70 Bab 70 Renggang
71 Bab.71. Rencana Yang Gagal
72 Bab.72 Dia Adalah Targetnya
73 Bab.73. Cerita Lia
74 Bab. 74. Hantu Perempuan.
75 Bab.75 Panggilan Rivan
76 Bab.76. Melihat Pertunjukan Seru?
77 Bab. 77 Ketahuan ...
78 Bab. 78. Penjelasan Mahesa
79 Bab. 79. Iteung dijodohkan dengan Wirayuda
80 Bab. 80. Putus
81 Bab.81. Lamaran Panglima Wirayuda
82 Bab. 82. Nyaris di Pecat...
83 Bab. 83. Kegilaan Radit
84 Bab.84. Di Hukum
85 Bab 85. Double Dates
86 Bab. 86. Iteung di Lamar Viktor.
87 Bab.87. Kemarahan Radit
88 Bab. 88. Rencana Rivan
89 Bab. 89. Serangan Ghaib
90 Bab 90. Penolakan Orang Tua Rivan.
91 Bab.91. Kesedihan Lia
92 Bab. 92. Kecemasan istrinya Ihsan
93 Bab. 93. Membeli Rumah Untuk Lia
94 Bab. 94. Kedatangan Mak Emah
95 Bab.95. Dendam Radit
96 Bab.96. Hadiah Rumah Mewah Dari Kekasih gaib.
97 Bab. 97. Restu Mak Emah
98 Bab. 98 Cinta Pria - Pria Bunian
99 Bab.99 Bertemu Orang tua Viktor
100 Bab. 100. Dendam Radit
101 Bab. 101. Teluh Tulang Pukang
102 Bab. 102. Teluh Yang Tak Sampai
103 Bab. 103. Keraguan Lia
104 Bab. 104. Diusir Dari Rumah
105 Chapter.105. Tinggal di rumah Viktor
106 Bab.106. Panggilan Lia
107 Bab.107. Pertanyaan Viktor
108 Bab.108. Terancam Batal
109 Bab.109. Rumah kita
110 Bab.110 Pindah Ke Rumah Baru
111 Bab.111. Di ikuti oleh Papa Rivan
112 Bab 112 Rencana Iteung
113 Bab.113 Pertemuan Rivan dan Kedua orang tua nya
114 Bab. 114. Ada apa dengan Iteung
115 Bab.115. Akhir Bahagia
Episodes

Updated 115 Episodes

1
BAB. 01 Pengikut Tak Kasat Mata
2
BAB. 02 Mimpi Yang Aneh
3
BAB. 03 Di Datangi Ular
4
Bab. 04 Kita Sudah Ditakdirkan Bertemu
5
Bab. 05 Ajakan Mahesa
6
Bab.06 Menghilang
7
Bab. 07 Pergi Ke Kota
8
Bab. 08 Pergi Ke Istana Jin
9
Bab.09 Pernikahan Ghaib
10
Bab 10. Kantong Ajaib.
11
Chapter. 11. Melamar Kerja di restoran
12
Bab.12 Hari Pertama Bekerja
13
Bab. 13. Apakah itu...?
14
Bab.14. Pesugihan
15
Bab. 15. Hati - hati Bekerja di sini, Mbak!
16
Bab.16 Peraturan Aneh
17
Bab.17. Kesurupan
18
Bab. 18. Bingung
19
Bab.19. Keluar Malam
20
Bab.20. Mengintip Pak Karso
21
Bab. 21. Apa yang dilakukan Pak Karso?
22
Bab. 22. Pak Karso Pergi Ke Jawa
23
Bab. 23 Sasaran Target
24
Bab.24. Mimpi Dahlia
25
Bab. 25 Menyelamatkan Iteung
26
Bab. 26 Rendi Kecelakaan
27
Bab 27. Sahabat Yang Tidak Percaya
28
Bab. 28 Korban lain
29
Bab. 29. Pertanyaan Iteung
30
Ungkapan Cinta Rendi
31
Chapter.31 Hubungan yang Rumit
32
Bab. 32 Pingsan
33
Bab.33 Kembali ke Hutan Larangan
34
Bab. 34. Serangan Ghaib Sang Juru Kunci
35
Bab. 35. Kematian Enah
36
Bab. 36 Telepon Wak Emah
37
Bab. 37. Curhatan Mak Emah
38
Bab. 38 Pocong Enah
39
Bab.39 Permintaan Rendi
40
Bab.40. Kerisauan Lia
41
Bab. 41 Kematian Rendi
42
Bab.42 Di pecat
43
Bab.43. Memulai dari Awal
44
Bab. 44 Bertemu Teman Lama
45
Bab. 45. Rumah makan Pak Karso Kebakaran
46
Bab. 46. Akhir kisah Pak Karso
47
Bab.47. Mendapatkan Pekerjaan
48
Bab. 48. Perkenalan dengan Viktor
49
Bab. 49. Mimpi Buruk Iteung
50
Bab.50 Bayangan Hitam
51
Bab. 51. Pertarungan Sengit
52
Bab.52. Grab Khusus
53
Bab.53. Sundel Bolong
54
Bab. 54. Makan Di Restoran Mewah
55
Bab. 55. Kembali Melihat
56
Bab. 56 Cemas
57
Bab.57. Sebuah Rencana
58
Bab. 58. Jalan Pintas
59
Bab. 59. Mengobati Iteung
60
Bab. 60 Mencari Raga untuk Mahesa
61
Bab. 61. Kejujuran Mahesa
62
Bab. 62. Tak Ada Cara Lain
63
Bab.63. Makan Pizza
64
Bab 64. Perut Wong Ndeso
65
Cha.65. Makan di Restoran Mewah
66
Bab. 66. Penjelasan Mahesa
67
Bab. 67. Ada apa dengan Radit?
68
Bab. 68 Penganut Ilmu Hitam
69
Bab. 69. Cemas
70
Bab 70 Renggang
71
Bab.71. Rencana Yang Gagal
72
Bab.72 Dia Adalah Targetnya
73
Bab.73. Cerita Lia
74
Bab. 74. Hantu Perempuan.
75
Bab.75 Panggilan Rivan
76
Bab.76. Melihat Pertunjukan Seru?
77
Bab. 77 Ketahuan ...
78
Bab. 78. Penjelasan Mahesa
79
Bab. 79. Iteung dijodohkan dengan Wirayuda
80
Bab. 80. Putus
81
Bab.81. Lamaran Panglima Wirayuda
82
Bab. 82. Nyaris di Pecat...
83
Bab. 83. Kegilaan Radit
84
Bab.84. Di Hukum
85
Bab 85. Double Dates
86
Bab. 86. Iteung di Lamar Viktor.
87
Bab.87. Kemarahan Radit
88
Bab. 88. Rencana Rivan
89
Bab. 89. Serangan Ghaib
90
Bab 90. Penolakan Orang Tua Rivan.
91
Bab.91. Kesedihan Lia
92
Bab. 92. Kecemasan istrinya Ihsan
93
Bab. 93. Membeli Rumah Untuk Lia
94
Bab. 94. Kedatangan Mak Emah
95
Bab.95. Dendam Radit
96
Bab.96. Hadiah Rumah Mewah Dari Kekasih gaib.
97
Bab. 97. Restu Mak Emah
98
Bab. 98 Cinta Pria - Pria Bunian
99
Bab.99 Bertemu Orang tua Viktor
100
Bab. 100. Dendam Radit
101
Bab. 101. Teluh Tulang Pukang
102
Bab. 102. Teluh Yang Tak Sampai
103
Bab. 103. Keraguan Lia
104
Bab. 104. Diusir Dari Rumah
105
Chapter.105. Tinggal di rumah Viktor
106
Bab.106. Panggilan Lia
107
Bab.107. Pertanyaan Viktor
108
Bab.108. Terancam Batal
109
Bab.109. Rumah kita
110
Bab.110 Pindah Ke Rumah Baru
111
Bab.111. Di ikuti oleh Papa Rivan
112
Bab 112 Rencana Iteung
113
Bab.113 Pertemuan Rivan dan Kedua orang tua nya
114
Bab. 114. Ada apa dengan Iteung
115
Bab.115. Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!