Bab. 08 Pergi Ke Istana Jin

"Sekarang katakan padaku, kemana kamu akan pergi?" tanya Mahesa.

"Aku akan pergi ke kota untuk menyusul teh Iteung." jawab Lia.

"Baiklah,.... aku akan mengantarmu ke tempat temanmu itu. Bersiaplah!" ucap Mahesa.

Mahesa tersenyum menatap wajah Lia. Dia menghampiri Lia dan memeluk tubuh mungil gadis itu. Membawa nya ke dalam dekapannya dan ,...

"Sekarang pejamkan matamu, dek. Aku akan membawa mu ke sana," ucap Mahesa. Lia langsung memejamkan matanya seperti perintah Mahesa.

Wussss,........

Tubuh Mahesa dan Lia lenyap dari pandangan mata. Yang tersisa di tempat itu hanyalah kegelapan malam. Dari kejauhan, terdengar lolongan suara anjing yang terdengar sangat memilukan tetapi sekaligus juga menggetarkan hati siapa saja yang mendengarnya.

Tak lama kemudian,... Lia sudah berada di depan rumah seseorang yang tidak Lia kenal.

"Bukalah mata mu, Dek. Kita sudah sampai," ucap Mahesa. Dia menepuk lembut pipi Lia.

Perlahan - lahan, Lia membuka matanya dan menatap nanar ke sekelilingnya.

"Kang Mahesa, kita ada di mana?" tanya Lia. Perasaan nya tidak tenang. Dia menoleh ke kanan kirinya, sepi...

Dan sangat sunyi....

Tempat itu memang masih sepi karena sekarang waktunya masih tengah malam. Baru juga pukul 3.00 dini hari.

"Ini rumah tempat temanmu tinggal. Tapi sekarang baru jam 3 pagi. Tunggulah sampai pagi hari sebelum kamu memanggil teman mu itu karena -"

"Iya,.. Kang, aku tahu. Pasti Iteung akan merasa aneh kalau aku sampai secepat ini," ucap Lia memotong ucapan Mahesa.

"Hmm,.... bagaimana kalau kamu ikut dulu bersama ku. Nanti aku akan mengantarmu kembali ke sini,"

"Kemana,....?"

"Nanti juga kamu akan tahu,..." ucap Mahesa. Dia memegang tangan Lia lalu membawa gadis itu pergi bersama nya. Tubuh keduanya menghilang di kegelapan malam hanya dalam hitungan detik.

***

"Tempat ini,...." Lia merasa pernah kemari.

"Iya, kita ada di tempat tinggal ku, dek," ucap Mahesa.

Lia langsung mengerti. Sekarang dia kembali ada di dunia jin. Lia mengingatnya. Ini adalah jalan setapak yang kemarin dia lalui bersama Mahesa. Hanya saja sekarang suasananya seperti siang hari.

"Mahesa,... Kok, suasana di sini siang hari. Padahal tadi katamu masih dini hari. ?"

"iya, dek. Waktu di sini dan di dunia mu berbeda jauh," jawab Mahesa.

"Oh,... begitu. Apa rumah kamu masih jauh?"

"Tidak ,... rumahku dekat dari sini. Sebentar lagi kita sampai," jawab Mahesa. Dia menyambar tangan Lia dan membimbing gadis itu berjalan menyusuri tempat itu. Sangat aneh, .... walaupun berjalan, tetapi langkah Mahesa sangatlah cepat. Lia bahkan belum sempat bernapas ketika tiba-tiba saja dia dan Mahesa sampai di depan sebuah rumah,.... eh bukan, tapi sebuah bangunan yang besar dan tinggi yang menjulang megah di hadapan mereka.

"Mahesa,.... tempat ini,..."

"Ini adalah istana, rumahku, tempat tinggal ku, dan juga tempat tinggal kita kelak, jika kamu sudah menjadi istriku," ucap Mahesa kalem.

Lia terpana melihat bangunan yang besar dan tinggi menjulang itu adalah sebuah istana tempat tinggal Mahesa dan keluarga nya.

"Mari masuk, dek. Ibu dan ayahku sudah menunggu mu sejak tadi," ucap Mahesa.

"Hah,...apa?"

Lia mendadak panik dan takut. Dia belum siap bertemu kedua orang tua Mahesa. Jika benar Mahesa adalah pengeran, maka sudah pasti, kedua orang tua Mahesa adalah raja dan ratu jin. Aduh, bagaimana ini? Pikir Lia galau.

"Ayo kita masuk," Mahesa membimbing tangan Lia, menuntun nya memasuki istana miliknya.

Di dalam,... sudah banyak orang yang menyambut kedatangan mereka berdua.

Tapi, seperti Mahesa, pakaian yang mereka kenakan juga aneh. Para wanita nya hanya memakai kemben dan kaum pria memakai baju dan celana hitam.

Mereka semua menundukkan kepalanya ketika Lia dan Mahesa hendak melewati mereka.

Lia merasa heran dan juga takjub dengan apa yang dia alami saat ini.

Tak beberapa lama kemudian, mereka sampai di balairung istana.

Lia melihat seorang wanita cantik dan seorang pria paruh baya, sedang duduk di kursi kebesaran. Pria paruh baya itu mengenakan sebuah mahkota di kepalanya.

Dari busana yang keduanya pakai, Lia dapat menebak jika kedua orang itu adalah raja dan ibu ratu, ayah dan ibu Mahesa.

Ibu ratu adalah wanita yang masih sangat cantik meskipun usianya mungkin sudah tak muda lagi. Raut wajahnya seperti tak termakan usia. Ibu ratu memakai pakaian pakaian adat Jawa dengan perhiasan yang melekat di seluruh tubuhnya yang terbuat dari emas.

Demikian juga sang raja, lelaki itu masih terlihat rupawan dengan pakaian kebesarannya. Tubuh nya masih terlihat bagus dan tegap. Kulit wajah nya masih kencang dan terlihat berseri - seri.

"Mahesa,... apakah mereka adalah ayah dan ibumu?" tanya Lia. Dia merasa takut dan merasa rendah diri jika harus berhadapan dengan kedua orang tua Mahesa yang sejatinya adalah raja dan ratu itu.

"Kenapa, dek?" Mahesa melihat Lia yang terlihat ragu dan takut untuk maju lebih dekat lagi ke balairung istana.

"aku takut, Mahesa. Menurutmu,..apa mereka akan menerima kehadiranku di tempat ini?"

"Kenapa berpikiran seperti itu. Ayo,... ikut aku ke sana. Ayahanda raja dan ibu Ratu sudah menunggu kita sejak tadi," ucap Mahesa.

Lia terpaksa maju mengikuti langkah Mahesa walaupun dia sungguh sangat gugup dan takut.

huh,... rasa nya seperti mau ketemu calon mertua, ucap Lia dalam hati. Dia melirik Mahesa yang berjalan dengan gagah seraya menggenggam tangan nya.

Mahesa tersenyum mendengar isi hati Lia.

"Kamu memang mau ketemu sama calon mertua, dek," bisik Mahesa membuat Lia membelalakkan matanya. ihh,... Kok Mahesa tahu apa yang aku ucapkan dalam hati, sih?"

"Itu karena aku bisa membaca isi hati dan pikiranmu, dek," ucap Mahesa lagi. Sekarang , Lia tak lagi berani berkomentar meskipun itu hanya di hati.

"Dahlia,.... selamat datang," sapa pria paruh baya yang duduk di hadapannya. Lia tersenyum meski canggung dan bergegas menyalami ayah Mahesa dan juga ibu ratu.

Hanya itu saja yang bisa dia lakukan. Seperti layaknya adat manusia, akan memberi salam dan berlalu sopan dengan mencium tangan orang yang lebih tua dari nya.

Tentu saja, ayah dan ibu Mahesa memahami akan hal itu. Mereka mengenal adat dan tradisi itu di kalangan manusia. Dan mereka tak keberatan memberikan tangannya kepada Lia.

"Anakku, Pangeran Emas, ajaklah Lia untuk berkeliling istana kita. Tetapi sebelum itu, biarkan dayang - dayang istana yang akan melayani nya," titah ibu ratu pada Mahesa.

"Baik, ibu ratu." jawab Mahesa dengan takjim.

Mahesa lalu mengajak Lia untuk melangkah masuk ke dalam istana.

***

Lia dan Mahesa kini sedang berjalan - jalan di sekitar taman bunga yang terdapat di samping istana.

Tadi dia sudah di layani oleh beberapa dayang - dayang istana yang memandikan dirinya dan mendandani dirinya. Memakaikan pakaian yang bagus dan perhiasan yang indah. Setelah itu Mahesa mengajak Lia menemui raja dan ibu ratu yang sudah menunggu di ruang jamuan.

Berbagai hidangan terhidang di atas meja makan. Namun, Mahesa melarang Lia untuk menyentuh makanan tersebut kecuali buah - buahan saja.

"Lia,..apa kamu tahu mengapa putraku, Pangeran Emas mengajak mu kemari?" tanya sang Raja.

"Mahesa bilang dia ingin mengajakku jalan - jalan ke rumah nya dan memperkenalkan diri pada kalian," jawab Lia dengan polosnya.

Ibu ratu dan sang raja saling pandang. " apa putraku itu tidak mengatakan padamu jika kalian akan menikah?", tanya ibu ratu.

"Hah,... menikah?"

Episodes
1 BAB. 01 Pengikut Tak Kasat Mata
2 BAB. 02 Mimpi Yang Aneh
3 BAB. 03 Di Datangi Ular
4 Bab. 04 Kita Sudah Ditakdirkan Bertemu
5 Bab. 05 Ajakan Mahesa
6 Bab.06 Menghilang
7 Bab. 07 Pergi Ke Kota
8 Bab. 08 Pergi Ke Istana Jin
9 Bab.09 Pernikahan Ghaib
10 Bab 10. Kantong Ajaib.
11 Chapter. 11. Melamar Kerja di restoran
12 Bab.12 Hari Pertama Bekerja
13 Bab. 13. Apakah itu...?
14 Bab.14. Pesugihan
15 Bab. 15. Hati - hati Bekerja di sini, Mbak!
16 Bab.16 Peraturan Aneh
17 Bab.17. Kesurupan
18 Bab. 18. Bingung
19 Bab.19. Keluar Malam
20 Bab.20. Mengintip Pak Karso
21 Bab. 21. Apa yang dilakukan Pak Karso?
22 Bab. 22. Pak Karso Pergi Ke Jawa
23 Bab. 23 Sasaran Target
24 Bab.24. Mimpi Dahlia
25 Bab. 25 Menyelamatkan Iteung
26 Bab. 26 Rendi Kecelakaan
27 Bab 27. Sahabat Yang Tidak Percaya
28 Bab. 28 Korban lain
29 Bab. 29. Pertanyaan Iteung
30 Ungkapan Cinta Rendi
31 Chapter.31 Hubungan yang Rumit
32 Bab. 32 Pingsan
33 Bab.33 Kembali ke Hutan Larangan
34 Bab. 34. Serangan Ghaib Sang Juru Kunci
35 Bab. 35. Kematian Enah
36 Bab. 36 Telepon Wak Emah
37 Bab. 37. Curhatan Mak Emah
38 Bab. 38 Pocong Enah
39 Bab.39 Permintaan Rendi
40 Bab.40. Kerisauan Lia
41 Bab. 41 Kematian Rendi
42 Bab.42 Di pecat
43 Bab.43. Memulai dari Awal
44 Bab. 44 Bertemu Teman Lama
45 Bab. 45. Rumah makan Pak Karso Kebakaran
46 Bab. 46. Akhir kisah Pak Karso
47 Bab.47. Mendapatkan Pekerjaan
48 Bab. 48. Perkenalan dengan Viktor
49 Bab. 49. Mimpi Buruk Iteung
50 Bab.50 Bayangan Hitam
51 Bab. 51. Pertarungan Sengit
52 Bab.52. Grab Khusus
53 Bab.53. Sundel Bolong
54 Bab. 54. Makan Di Restoran Mewah
55 Bab. 55. Kembali Melihat
56 Bab. 56 Cemas
57 Bab.57. Sebuah Rencana
58 Bab. 58. Jalan Pintas
59 Bab. 59. Mengobati Iteung
60 Bab. 60 Mencari Raga untuk Mahesa
61 Bab. 61. Kejujuran Mahesa
62 Bab. 62. Tak Ada Cara Lain
63 Bab.63. Makan Pizza
64 Bab 64. Perut Wong Ndeso
65 Cha.65. Makan di Restoran Mewah
66 Bab. 66. Penjelasan Mahesa
67 Bab. 67. Ada apa dengan Radit?
68 Bab. 68 Penganut Ilmu Hitam
69 Bab. 69. Cemas
70 Bab 70 Renggang
71 Bab.71. Rencana Yang Gagal
72 Bab.72 Dia Adalah Targetnya
73 Bab.73. Cerita Lia
74 Bab. 74. Hantu Perempuan.
75 Bab.75 Panggilan Rivan
76 Bab.76. Melihat Pertunjukan Seru?
77 Bab. 77 Ketahuan ...
78 Bab. 78. Penjelasan Mahesa
79 Bab. 79. Iteung dijodohkan dengan Wirayuda
80 Bab. 80. Putus
81 Bab.81. Lamaran Panglima Wirayuda
82 Bab. 82. Nyaris di Pecat...
83 Bab. 83. Kegilaan Radit
84 Bab.84. Di Hukum
85 Bab 85. Double Dates
86 Bab. 86. Iteung di Lamar Viktor.
87 Bab.87. Kemarahan Radit
88 Bab. 88. Rencana Rivan
89 Bab. 89. Serangan Ghaib
90 Bab 90. Penolakan Orang Tua Rivan.
91 Bab.91. Kesedihan Lia
92 Bab. 92. Kecemasan istrinya Ihsan
93 Bab. 93. Membeli Rumah Untuk Lia
94 Bab. 94. Kedatangan Mak Emah
95 Bab.95. Dendam Radit
96 Bab.96. Hadiah Rumah Mewah Dari Kekasih gaib.
97 Bab. 97. Restu Mak Emah
98 Bab. 98 Cinta Pria - Pria Bunian
99 Bab.99 Bertemu Orang tua Viktor
100 Bab. 100. Dendam Radit
101 Bab. 101. Teluh Tulang Pukang
102 Bab. 102. Teluh Yang Tak Sampai
103 Bab. 103. Keraguan Lia
104 Bab. 104. Diusir Dari Rumah
105 Chapter.105. Tinggal di rumah Viktor
106 Bab.106. Panggilan Lia
107 Bab.107. Pertanyaan Viktor
108 Bab.108. Terancam Batal
109 Bab.109. Rumah kita
110 Bab.110 Pindah Ke Rumah Baru
111 Bab.111. Di ikuti oleh Papa Rivan
112 Bab 112 Rencana Iteung
113 Bab.113 Pertemuan Rivan dan Kedua orang tua nya
114 Bab. 114. Ada apa dengan Iteung
115 Bab.115. Akhir Bahagia
Episodes

Updated 115 Episodes

1
BAB. 01 Pengikut Tak Kasat Mata
2
BAB. 02 Mimpi Yang Aneh
3
BAB. 03 Di Datangi Ular
4
Bab. 04 Kita Sudah Ditakdirkan Bertemu
5
Bab. 05 Ajakan Mahesa
6
Bab.06 Menghilang
7
Bab. 07 Pergi Ke Kota
8
Bab. 08 Pergi Ke Istana Jin
9
Bab.09 Pernikahan Ghaib
10
Bab 10. Kantong Ajaib.
11
Chapter. 11. Melamar Kerja di restoran
12
Bab.12 Hari Pertama Bekerja
13
Bab. 13. Apakah itu...?
14
Bab.14. Pesugihan
15
Bab. 15. Hati - hati Bekerja di sini, Mbak!
16
Bab.16 Peraturan Aneh
17
Bab.17. Kesurupan
18
Bab. 18. Bingung
19
Bab.19. Keluar Malam
20
Bab.20. Mengintip Pak Karso
21
Bab. 21. Apa yang dilakukan Pak Karso?
22
Bab. 22. Pak Karso Pergi Ke Jawa
23
Bab. 23 Sasaran Target
24
Bab.24. Mimpi Dahlia
25
Bab. 25 Menyelamatkan Iteung
26
Bab. 26 Rendi Kecelakaan
27
Bab 27. Sahabat Yang Tidak Percaya
28
Bab. 28 Korban lain
29
Bab. 29. Pertanyaan Iteung
30
Ungkapan Cinta Rendi
31
Chapter.31 Hubungan yang Rumit
32
Bab. 32 Pingsan
33
Bab.33 Kembali ke Hutan Larangan
34
Bab. 34. Serangan Ghaib Sang Juru Kunci
35
Bab. 35. Kematian Enah
36
Bab. 36 Telepon Wak Emah
37
Bab. 37. Curhatan Mak Emah
38
Bab. 38 Pocong Enah
39
Bab.39 Permintaan Rendi
40
Bab.40. Kerisauan Lia
41
Bab. 41 Kematian Rendi
42
Bab.42 Di pecat
43
Bab.43. Memulai dari Awal
44
Bab. 44 Bertemu Teman Lama
45
Bab. 45. Rumah makan Pak Karso Kebakaran
46
Bab. 46. Akhir kisah Pak Karso
47
Bab.47. Mendapatkan Pekerjaan
48
Bab. 48. Perkenalan dengan Viktor
49
Bab. 49. Mimpi Buruk Iteung
50
Bab.50 Bayangan Hitam
51
Bab. 51. Pertarungan Sengit
52
Bab.52. Grab Khusus
53
Bab.53. Sundel Bolong
54
Bab. 54. Makan Di Restoran Mewah
55
Bab. 55. Kembali Melihat
56
Bab. 56 Cemas
57
Bab.57. Sebuah Rencana
58
Bab. 58. Jalan Pintas
59
Bab. 59. Mengobati Iteung
60
Bab. 60 Mencari Raga untuk Mahesa
61
Bab. 61. Kejujuran Mahesa
62
Bab. 62. Tak Ada Cara Lain
63
Bab.63. Makan Pizza
64
Bab 64. Perut Wong Ndeso
65
Cha.65. Makan di Restoran Mewah
66
Bab. 66. Penjelasan Mahesa
67
Bab. 67. Ada apa dengan Radit?
68
Bab. 68 Penganut Ilmu Hitam
69
Bab. 69. Cemas
70
Bab 70 Renggang
71
Bab.71. Rencana Yang Gagal
72
Bab.72 Dia Adalah Targetnya
73
Bab.73. Cerita Lia
74
Bab. 74. Hantu Perempuan.
75
Bab.75 Panggilan Rivan
76
Bab.76. Melihat Pertunjukan Seru?
77
Bab. 77 Ketahuan ...
78
Bab. 78. Penjelasan Mahesa
79
Bab. 79. Iteung dijodohkan dengan Wirayuda
80
Bab. 80. Putus
81
Bab.81. Lamaran Panglima Wirayuda
82
Bab. 82. Nyaris di Pecat...
83
Bab. 83. Kegilaan Radit
84
Bab.84. Di Hukum
85
Bab 85. Double Dates
86
Bab. 86. Iteung di Lamar Viktor.
87
Bab.87. Kemarahan Radit
88
Bab. 88. Rencana Rivan
89
Bab. 89. Serangan Ghaib
90
Bab 90. Penolakan Orang Tua Rivan.
91
Bab.91. Kesedihan Lia
92
Bab. 92. Kecemasan istrinya Ihsan
93
Bab. 93. Membeli Rumah Untuk Lia
94
Bab. 94. Kedatangan Mak Emah
95
Bab.95. Dendam Radit
96
Bab.96. Hadiah Rumah Mewah Dari Kekasih gaib.
97
Bab. 97. Restu Mak Emah
98
Bab. 98 Cinta Pria - Pria Bunian
99
Bab.99 Bertemu Orang tua Viktor
100
Bab. 100. Dendam Radit
101
Bab. 101. Teluh Tulang Pukang
102
Bab. 102. Teluh Yang Tak Sampai
103
Bab. 103. Keraguan Lia
104
Bab. 104. Diusir Dari Rumah
105
Chapter.105. Tinggal di rumah Viktor
106
Bab.106. Panggilan Lia
107
Bab.107. Pertanyaan Viktor
108
Bab.108. Terancam Batal
109
Bab.109. Rumah kita
110
Bab.110 Pindah Ke Rumah Baru
111
Bab.111. Di ikuti oleh Papa Rivan
112
Bab 112 Rencana Iteung
113
Bab.113 Pertemuan Rivan dan Kedua orang tua nya
114
Bab. 114. Ada apa dengan Iteung
115
Bab.115. Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!