16

“Pangeran, Aku bisa sendiri” cicit Yuki dengan suara panik, terkejut dengan sikap Pangeran Sera.

Sera menatapnya lembut, senyum tipis terlihat di sudut bibirnya. “Kau harus bertanggung jawab Yuki. Kau membuatku mengucapkan sumpahku. Sekarang Jika Aku tidak menikah denganmu, Aku tidak akan bisa menikah seumur hidupku”

Yuki menatap Pangeran Sera dengan tatapan bingung. Kata-kata Pangeran itu begitu berat, dan dia bisa merasakan ketulusan serta keputusasaan yang terselip di baliknya. Sumpah ksatria Argueda bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Kini sumpah itu telah terucap, dan Pangeran Sera tidak akan pernah bisa mengingkari janjinya tanpa kehilangan kehormatan dan kebebasannya.

“Aku…” Yuki tak tahu harus berkata apa.

Pangeran Sera menunduk sedikit, menatapnya dengan mata penuh intensitas. “Kau membuatku terikat, Yuki. Dan sekarang, hanya kau satu-satunya wanita yang bisa menjadi istriku.”

Yuki bisa merasakan napasnya tersengal, perasaan bersalah dan bimbang memenuhi hatinya. Dia tidak ingin membuat Pangeran Sera terjebak dalam sumpahnya. Tapi perasaan rumit di antara mereka, cinta, dan takdir yang misterius, membuat Yuki sulit berkata-kata.

Pangeran Sera memasukkan Yuki ke dalam kolam yang hangat. Dia sendiri masuk setelah melepaskan pakaiannya. Setelahnya Dia menghampiri Yuki dan dengan lembut mencoba melepaskan pakaian Yuki.

Yuki menatap Pangeran Sera dengan mata terbelalak, jantungnya berdegup kencang. “Pangeran, ini tidak perlu,” katanya, suaranya bergetar di antara ketidakpercayaan dan kecanggungan.

Pangeran Sera hanya tersenyum tenang, mendekatkan Yuki ke dadanya. “Apa yang kau khawatirkan, Yuki? Aku hanya ingin memastikan kau hangat dan aman. Tidak ada yang salah di antara kita sekarang.” Suaranya terdengar lembut, tetapi ketegasannya tetap terasa.

Air hangat menyelimuti tubuh Yuki, namun bukan hanya air yang membuatnya merasa tersudut. Pangeran Sera menatapnya dengan tatapan yang dalam, seolah mencoba menembus keraguan dan kekhawatirannya.

“Kau tidak perlu takut padaku, Yuki,” lanjut Pangeran Sera dengan suara lembut. “Aku tidak akan memaksakan apa pun.”

Pangeran Sera menarik Yuki dengan lembut. Mendudukan Yuki tepat didepannya. Kedua kakinya mengapit Yuki sedemikian rupa.

Tangan Pangeran Sera mulai melepaskan perhiasan di rambut Yuki.

“Pangeran,Apakah sumpah itu tidak bisa dibatalkan ?” Tanya Yuki lirih. Tangan Pangeran Sera berhenti sejenak.

“Kau tidak bisa membatalkannya, Yuki,” kata Pangeran Sera dengan nada serius. “Sumpah seorang ksatria adalah segalanya. Jika aku mengingkari janjiku, aku akan kehilangan kehormatan sebagai seorang pangeran, dan lebih dari itu, aku akan kehilangan diriku sendiri.”

Yuki terkejut mendengar ketegasan dalam suara Pangeran Sera. Tatapan matanya tidak menunjukkan keraguan sedikit pun. Dia tahu, sumpah seorang ksatria Argueda adalah janji yang suci dan tak bisa dibatalkan begitu saja tanpa harga yang sangat mahal—kehormatan dan kehidupan.

Yuki menunduk, perasaan bersalah dan ketidakberdayaan menyelimuti hatinya. Dia tidak pernah bermaksud memaksa Pangeran Sera untuk mengucapkan sumpah itu, tetapi sekarang semua tampaknya telah terlanjur terjadi.

“Tapi bagaimana jika aku tidak bisa mencintaimu seperti yang kau harapkan?” tanya Yuki, mencoba mencari jalan keluar.

Pangeran Sera tersenyum tipis, meski ada kesedihan di balik senyumnya. “Cintamu akan tumbuh dengan waktu, Yuki. Aku akan menunggu… tak peduli berapa lama.”

Meskipun hati Yuki berdebar kencang, dia merasa sulit untuk menolak perhatian dan ketulusan yang ditunjukkan Pangeran Sera. Meskipun terasa canggung dan aneh, ada sesuatu dalam tatapan Sera yang menenangkan, membuat Yuki sedikit lebih rileks.

“Aku… aku hanya butuh waktu,” kata Yuki akhirnya, suaranya hampir seperti bisikan.

Pangeran Sera tersenyum, membelai lembut pipi Yuki. “Ambil semua waktu yang kau butuhkan. Asal Kau ada disisiku Yuki. Aku akan rela menunggu.”

Yuki merasa tubuhnya semakin tegang saat Pangeran Sera membelai dagunya dengan lembut, mengarahkan wajahnya ke arahnya. Detak jantungnya semakin cepat, dan ketika bibir mereka bersentuhan, dia merasakan kehangatan yang mengalir dari ciuman lembut itu.

Namun, ciuman lembut itu segera berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam dan intens. Pangeran Sera menariknya lebih dekat, membuat Yuki semakin merasakan kekuatan emosinya. Tangannya bergerak di sepanjang punggungnya, memberikan sentuhan yang membuatnya terhanyut dalam momen tersebut.

Yuki tidak tahu harus berbuat apa selain menerima ciuman itu, hatinya berdebar kencang di antara kehangatan air dan hasrat yang terpancar dari Pangeran Sera. Meski dia masih merasa canggung, ada bagian dalam dirinya yang perlahan menyerah pada momen itu, seolah tak mampu lagi melawan gelombang emosi yang menguasainya.

Yuki berusaha mengendalikan dirinya, mengingatkan bahwa ia tidak boleh terlarut dalam gairah yang disulut oleh Pangeran Sera. Tapi kekuatan emosi yang dipancarkan Pangeran, dipadu dengan sentuhannya yang penuh kehangatan, semakin sulit untuk diabaikan. Saat Pangeran Sera memperdalam ciuman mereka, membuka mulut Yuki lebih lebar, tubuhnya merespon meskipun pikirannya menolak.

Pangeran Sera tahu betul bagaimana membuat Yuki terbawa oleh momen, meski ada keraguan yang tersisa dalam hati gadis itu. Dengan setiap ciuman yang lebih dalam, Yuki merasa dirinya semakin sulit untuk melawan.

Ketika bibir mereka akhirnya berpisah, Pangeran Sera menatap Yuki dengan tatapan yang berbeda—tatapan seorang pria yang benar-benar menginginkan wanitanya, penuh dengan gairah yang tak terbendung. Mata Pangeran Sera yang biasanya lembut, kini menyala dengan intensitas yang membuat Yuki sejenak kehilangan kata-kata. Seakan tanpa bisa dihindari, Yuki merasakan ketertarikan yang kuat, meski di dalam hatinya masih ada keraguan.

“Pangeran…” bisik Yuki dengan suara yang hampir tak terdengar, namun pandangan mata Pangeran Sera tidak berubah. Dia tidak mengatakan apa-apa, tapi ekspresi di wajahnya mengisyaratkan bahwa dia telah membuat keputusannya.

Pangeran Sera kembali mencium Yuki. Lebih dalam. Lebih panas dan lebih tidak terkendali. Tangan Pangeran Sera berada di tengkuk Yuki. Meremas rambut Yuki dengan kuat. Menolak melepaskan pangutan bibirnya.

Mereka berciuman sangat lama. Sampai sebuah ketukan pelan di pintu menghentikan momen yang semakin memanas. Pangeran Sera berhenti sejenak, bibirnya masih begitu dekat dengan Yuki. Tatapan mereka bertautan, namun ketukan berikutnya terdengar lagi, kali ini sedikit lebih tegas.

Dengan enggan, Pangeran Sera melepaskan ciumannya. “Siapa itu?” suaranya terdengar berat, masih terpengaruh oleh keintiman yang baru saja terjadi.

Dari balik pintu, seorang pelayan dengan suara ragu-ragu menjawab, “Maaf, Yang Mulia. Ada pesan penting dari Raja Jafar. Ini tidak bisa ditunda.”

Pangeran Sera mendesah panjang, tampak jelas bahwa dia tidak suka gangguan ini. Dia menatap Yuki, lalu berbisik pelan, “Kita akan melanjutkannya nanti.”

Yuki mengangguk. Diam-diam merasa lega.

Pangeran Sera memandikan Yuki dengan cepat dan setelahnya memandikan dirinya sendiri. Kemudian Dia mengeringkan tubuh Yuki. Yuki memakai pakaiannya. Dengan memunggungi Pangeran Sera, masih canggung seperti biasa, sementara Pangeran Sera mengeringkan badannya di belakang Yuki tepat. Saat Mereka berdua sudah siap. Pangeran Sera membuka pintu dengan tenang, menunjukkan wajah tanpa emosi yang sangat terlatih sebagai seorang bangsawan. Di balik pintu, pelayan yang membawa pesan dari Raja Jafar menunduk hormat, seolah tidak mengetahui apa yang baru saja terjadi. Sementara itu, Yuki berdiri di belakang Sera, wajahnya masih memerah, mencoba menenangkan perasaannya setelah semua yang terjadi di kamar mandi.

“Yang Mulia,” pelayan itu berkata dengan sopan, “Raja Jafar meminta kehadiran Pangeran segera di ruang pertemuan. Ada perkembangan baru mengenai situasi di Rasyamsah.”

Pangeran Sera mengangguk singkat, kemudian berbalik sejenak melihat Yuki. “Aku akan pergi sekarang. Kau istirahatlah dulu”

Pangeran Sera dengan lembut mengecup dahi Yuki, sebuah gestur yang terasa intim dan hangat, seolah mereka memang sudah menjadi sepasang pengantin baru. Yuki memejamkan matanya, merasakan kehangatan di dahi yang membuatnya sejenak melupakan kekacauan di dalam pikirannya.

Setelah itu, Pangeran Sera berbalik dengan anggun, melangkah keluar dari kamar dengan ketenangan yang khas. Para pelayan yang telah menunggu dengan hormat di pintu segera masuk, siap melayani Yuki. Namun, Yuki masih terdiam, pikirannya melayang-layang antara takdir yang menantinya, perasaan rumit terhadap Pangeran Sera, dan semua yang akan segera terjadi di Rasyamsah.

Para pelayan mulai membereskan kamar, sementara Yuki berdiri di sana, mencoba menenangkan dirinya.

...****************...

Pangeran Riana mendengar kabar tentang sumpah ksatria yang diucapkan oleh Pangeran Sera. Wajahnya memerah karena marah, dan matanya menyala dengan kemarahan yang hampir tidak bisa ditahan. Tangan Pangeran Riana mengepal kuat, membayangkan Yuki, wanita yang seharusnya hanya miliknya, kini terikat oleh sumpah suci yang diucapkan Sera.

“Dia berani melakukannya…” gumam Riana dengan nada dingin, suaranya nyaris tercekik oleh amarah yang mendidih. “Sumpah ksatria… untuk Yuki?”

Riana tidak bisa menahan perasaan terkhianatinya, bukan hanya dari Yuki yang telah pergi dari cengkeramannya, tetapi juga dari Sera, yang secara terang-terangan menantangnya dengan sumpah yang tak bisa dibatalkan.

“Tidak… dia tidak akan mengambil Yuki dariku begitu saja,” kata Riana tegas, berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan membiarkan hal ini berlarut terlalu lama.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96 1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97 2
98 3
99 4
100 5
101 6
102 7
103 8
104 9
105 10
106 11
107 12
108 13
109 14
110 15
111 16
112 17
113 18
114 19
115 20
116 21
117 22
118 23
119 24
120 25
121 26
122 27
123 28
124 29
125 30
126 31
127 32
128 33
129 34
130 35
131 36
132 37
133 38
134 39
135 40
136 41
137 42
138 43
139 44
140 45
141 46
142 47
143 48
144 49
145 50
146 51
147 52
148 53
149 54
150 55
151 56
152 57
153 58
154 59
155 60
156 61
157 62
158 63
159 64
160 65
161 66
162 67
163 68
164 69
165 70
166 71
167 72
168 73
169 74
170 75
171 76
172 77
173 78
174 79
175 80
176 81
177 82
178 83
179 84
180 85
181 86
182 87
183 88
184 89
185 90
186 91
187 92
188 93
189 94
190 95
191 96
192 97
193 98
194 99
195 100
196 101
197 102
198 103
199 104
200 105
201 106
202 107
203 108
204 109
205 110
206 111
207 112
208 113
209 114
210 115
211 116
212 117
213 118
214 119
215 120
216 121
217 122
218 123
219 124
220 125
221 126
222 127
223 128
224 139
225 140
226 141
227 142
228 143
229 144
230 145
231 146
232 147
233 148
234 149
235 150
236 151
237 152
238 153
239 154
240 155
241 156
242 157
243 158
244 159
245 160
246 161
247 162
248 163
249 164
250 165
251 166
252 167
253 168
254 169
255 170
256 171
257 172
258 173
259 174
260 175
261 176
262 177
263 178
264 179
265 180
266 181
267 182
268 183
269 184
270 185
271 186
272 187
273 188
274 189
275 190
276 191
277 192
278 193
279 194
280 195
281 196
282 197
283 198
284 199
285 200
286 201
Episodes

Updated 286 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96
1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97
2
98
3
99
4
100
5
101
6
102
7
103
8
104
9
105
10
106
11
107
12
108
13
109
14
110
15
111
16
112
17
113
18
114
19
115
20
116
21
117
22
118
23
119
24
120
25
121
26
122
27
123
28
124
29
125
30
126
31
127
32
128
33
129
34
130
35
131
36
132
37
133
38
134
39
135
40
136
41
137
42
138
43
139
44
140
45
141
46
142
47
143
48
144
49
145
50
146
51
147
52
148
53
149
54
150
55
151
56
152
57
153
58
154
59
155
60
156
61
157
62
158
63
159
64
160
65
161
66
162
67
163
68
164
69
165
70
166
71
167
72
168
73
169
74
170
75
171
76
172
77
173
78
174
79
175
80
176
81
177
82
178
83
179
84
180
85
181
86
182
87
183
88
184
89
185
90
186
91
187
92
188
93
189
94
190
95
191
96
192
97
193
98
194
99
195
100
196
101
197
102
198
103
199
104
200
105
201
106
202
107
203
108
204
109
205
110
206
111
207
112
208
113
209
114
210
115
211
116
212
117
213
118
214
119
215
120
216
121
217
122
218
123
219
124
220
125
221
126
222
127
223
128
224
139
225
140
226
141
227
142
228
143
229
144
230
145
231
146
232
147
233
148
234
149
235
150
236
151
237
152
238
153
239
154
240
155
241
156
242
157
243
158
244
159
245
160
246
161
247
162
248
163
249
164
250
165
251
166
252
167
253
168
254
169
255
170
256
171
257
172
258
173
259
174
260
175
261
176
262
177
263
178
264
179
265
180
266
181
267
182
268
183
269
184
270
185
271
186
272
187
273
188
274
189
275
190
276
191
277
192
278
193
279
194
280
195
281
196
282
197
283
198
284
199
285
200
286
201

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!