5

Saat Yuki sedang bersusah payah menarik tas ransel ke dalam kamar penghubung, Phil tiba-tiba muncul di pintu. Ia melihat Yuki berjuang dengan ransel besar itu, wajahnya merah karena usaha keras yang dikeluarkan.

Phil Tersenyum sambil melipat tangan di dada, menyaksikan Yuki berusaha.

“Perlu bantuan, Swetty ? Ransel itu sepertinya lebih berat dari yang kau perkirakan.”

Yuki tersenyak kaget, lalu menghela napas lega ketika melihat Phil.

“Phil! Untunglah Kau datang, Aku tidak bisa membiarkan Bibi Sheira membantu karena—” Menoleh ke arah Bibi yang berdiri tidak jauh, tersenyum lembut. “Bibi sedang hamil muda. Aku tidak mau mengambil risiko.”

Bibi Sheira tertawa kecil, meski ada sedikit kekhawatiran di wajahnya. “Aku baik-baik saja, Yuki. Tapi ya, mungkin kau benar. Aku seharusnya tidak memaksakan diri.”

Phil berlari mendekat dan mengambil tas ransel dari tangan Yuki dengan mudah.

“Sudahlah, biarkan aku yang mengurus ini. Swetty,aku tidak keberatan menjadi pahlawan di saat-saat seperti ini.”

Yuki menatap Phil dengan terima kasih, sedikit tersenyum. “Terima kasih, Phil. Kau selalu menjadi andalanku.” Yuki menghela napas, merasa sedikit lebih tenang. Phil mengangkat tas ransel dengan mudah dan mengarahkan Yuki ke pintu penghubung.

Suasana di ruang itu terasa hening, seolah waktu melambat. Phil berdiri di samping Yuki, menatap Yuki dengan cemas namun penuh pengertian.

Phil suaranya lembut, penuh perhatian. “Apa kau yakin akan keputusan ini, sweetheart?”

Yuki menoleh ke arah Phil, menatap dalam-dalam matanya. Di sana, dia melihat kekhawatiran yang tersembunyi di balik ketenangan pria itu. Phil selalu ada untuknya, selalu siap mendukungnya. Tapi dia tahu betul bahwa keputusan yang diambilnya sekarang tidak hanya memengaruhi dirinya sendiri.

Yuki menghela napas panjang, mengusap rambutnya dengan jari-jari gemetar. “Aku tidak punya pilihan lain, Phil. Sesuatu yang buruk sedang terjadi di sana, aku merasakannya. Aku tidak bisa diam saja.”

Phil mendekat, menatap Yuki dengan serius. “Aku mengerti perasaanmu. Tapi… setelah semua yang kau lalui di sini, di dunia ini, kau bisa tetap tinggal. Kita bisa menemukan cara lain, mungkin tanpa melibatkanmu terlalu dalam.”

Yuki tersenyum tipis, meskipun matanya penuh rasa bersalah. “Jika ada cara lain, aku pasti sudah mengambilnya. Tapi Kita semua tahu, ini hanya soal waktu saja. Aku tetap harus kembali. Lagipula, Orang itu tidak akan membiarkanku terlalu lama disini”

“Aku hanya… tidak ingin kehilanganmu lagi, Yuki. Kau tahu, kita semua di sini… Sheira, aku… Kami hanya ingin kau aman.”

“Dan itulah sebabnya aku harus melakukan ini. Agar kalian semua tetap aman. Jangan khawatir, aku baik-baik saja. Aku berjanji.”

Phil tidak menjawab, hanya menggenggam tangan Yuki lebih erat, seolah tak ingin melepaskannya. Mereka berdua berdiri di sana dalam diam, merasakan beratnya keputusan yang harus diambil. Namun, Yuki tahu, meski sulit, dia harus melangkah.

Yuki berdiri tegap, siap untuk melangkah ke dunia yang sudah menantinya. Di bawah kakinya, tas ransel besar yang dibekali oleh Bibi Sheira dan tas sekolahnya tampak mengelembung, penuh dengan barang-barang yang ia butuhkan. Meski berat, Yuki merasa tekadnya jauh lebih kuat daripada beban fisik yang harus ia pikul.

Dia tersenyum, meski hati kecilnya bergejolak. Dengan tegas, Yuki menganggukkan kepalanya kepada Phil, sebuah isyarat yang meyakinkan bahwa keputusannya sudah bulat.

Ketiganya terdiam, masing-masing tenggelam dalam pikiran yang sama—bahwa perpisahan ini bukan sekadar perjalanan biasa. Phil berdiri di samping, matanya menyiratkan campuran antara kekhawatiran dan penerimaan. Bibi Sheira, di sisi lain, tidak mampu menyembunyikan perasaannya. Matanya memerah, penuh air mata yang belum tumpah, jelas berusaha menahan tangis.

Melihat wajah Bibi Sheira yang dipenuhi kesedihan, hati Yuki mencelos. Sesaat, keinginan untuk membatalkan semuanya muncul dalam benaknya. Bagaimana mungkin ia meninggalkan orang-orang yang begitu mencintainya? Tapi bayangan Putri Magitha dan Ratu Isodele segera menghantam pikirannya. Mereka, dan seluruh kerajaannya, membutuhkan Yuki. Tanggung jawabnya tidak bisa diabaikan.

Yuki menggenggam erat tali ranselnya, menarik napas dalam-dalam, dan berkata dengan suara pelan namun tegas.

Yuki berbicara kepada Bibi Sheira, suaranya sedikit bergetar.

“Jaga dirimu baik-baik Bibi, aku harus kembali ke sana.”

Phil menatap Yuki dengan serius, matanya penuh perhatian. “Kau pasti tahu setelah membuka pintu itu dan kembali ke sana, Kau tidak akan lagi bisa kembali ke dunia ini.” Suaranya penuh dengan kekhawatiran dan sedikit rasa takut, memastikan bahwa Yuki benar-benar paham betapa final keputusan ini.

Yuki menelan ludah, menganggukkan kepala dengan mantap, meskipun dadanya terasa sesak. Dia tahu, keputusan ini tak bisa ditarik kembali.

Phil menarik napas panjang, lalu mengangguk, menerima keputusan yang diambil Yuki. “Baiklah, jika itu keputusanmu. Tapi Kau harus menjaga dirimu baik-baik di sana, sweetheart. Ingat, kami selalu mencintaimu, apapun yang terjadi.”

Tanpa bisa menahan perasaannya lagi, Yuki menghambur ke pelukan Phil, merasakan kehangatan yang selama ini menjadi sumber kekuatannya. Phil, sosok lembut dan penyayang, selalu ada untuknya, menggantikan peran seorang ayah dalam hidupnya. Setelah beberapa detik, Yuki juga merengkuh Bibi Sheira yang menahan air mata di sudut matanya.

“Aku menyayangi kalian,” bisik Yuki dengan suara yang bergetar. Kesedihan menyelimutinya, tapi dia tahu inilah saatnya untuk berpisah.

Bibi Sheira mengelus punggung Yuki dengan lembut, menenangkan. “Kami juga menyayangimu, Yuki. Selalu.”

Berat sekali rasanya bagi Yuki untuk meninggalkan keluarga yang selama ini menjadi tempatnya bersandar, memberikan kehangatan dan kasih sayang yang membuatnya tumbuh dan berkembang hingga menjadi seperti sekarang. Setiap pelukan dari Phil, nasihat bijak dari Bibi Sheira, bahkan perhatian-perhatian kecil yang tak pernah lepas dari mereka, semua itu adalah bagian dari hidup Yuki yang membuatnya merasa dicintai.

Namun, keputusan ini bukanlah hal yang bisa dihindari. Mengikuti takdirnya berarti harus membayar dengan harga yang sangat mahal—tidak pernah bisa bertemu mereka lagi, seumur hidupnya. Pikiran itu menghantam Yuki seperti badai. Setiap kenangan yang pernah mereka bagi terasa semakin berarti saat detik-detik perpisahan semakin dekat.

Dia tahu, ini bukan sekadar berpisah untuk sementara waktu. Pintu yang akan dia lewati tidak menawarkan jalan kembali. Dan itu, lebih dari apa pun, membuat hatinya terasa perih. Tapi di sisi lain, Yuki tahu ada banyak nyawa yang bergantung padanya di dunia asalnya—Putri Magitha, Ratu Isodele, dan kerajaannya. Takdir telah memanggilnya, dan dia tak bisa berpaling lagi. Meskipun disana, bahaya selalu mengancam Yuki dan nyaris membunuh Yuki berkali-kali.

Pintu penghubung itu tampak seperti gumpalan asap putih yang berputar, membentuk blackhole di hadapan Yuki. Pemandangan itu membuat dadanya terasa sesak, dan ia harus menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Perlahan, Yuki berbalik, menatap Bibi Sheira dan Phil untuk terakhir kalinya. Tangis Bibi Sheira yang tertahan membuat hati Yuki semakin berat, tetapi Phil ada di sana, menenangkan istrinya, seperti pilar yang kokoh.

Mata Yuki dan Phil bertemu dalam keheningan yang sarat makna. Tanpa kata, Phil mengangguk, memberinya izin dan rasa ikhlas yang mendalam. Pandangannya berkata, “Jangan ragu.” Seperti seorang ayah yang melepaskan putri kesayangannya di hari pernikahan yang penuh harapan, ia menunjukkan dukungannya yang tulus.

Yuki tersenyum kecil, meskipun matanya masih berat oleh air mata yang nyaris tumpah. Ia mengangkat tas sekolahnya, memasangnya di punggung, dan membungkuk untuk menarik tas ransel yang berat. Dengan setiap langkah yang ia ambil menuju pintu penghubung, hatinya terasa semakin berdebar. Saat Yuki perlahan memasuki pintu yang berputar itu, dia menahan napas, menyadari bahwa dengan setiap langkah, dia semakin jauh dari dunia yang ia kenal—dan semakin dekat dengan takdir yang tak terelakkan.

Begitu menembus pintu penghubung, Yuki langsung merasakan serangan pusing dan mual yang tak tertahankan. Rasanya seperti tubuhnya terhisap ke dalam pusaran yang tak berujung, seakan ia jatuh ke dalam timbunan jelly yang padat dan lengket. Setiap gerakan membuat perutnya teraduk hebat, seperti diputar dengan cepat tanpa henti.

Yuki mencoba bertahan, menekan rasa sakit yang menjalar, namun tubuhnya terasa semakin berat. Matanya mulai berkunang-kunang, dunia di sekitarnya memudar dalam kabut yang tak bisa ia tembus. Suara-suara samar, seperti bisikan angin, berputar di sekitarnya, membuat kesadarannya semakin terkikis.

Semua terasa semakin jauh, hingga akhirnya, tanpa bisa menahan lagi, Yuki terlempar ke dalam kegelapan. Kesadarannya perlahan menghilang, tenggelam dalam keheningan yang mencekam.

...****************...

Hawa dingin menyesap di seluruh tubuh Yuki saat ia membuka matanya. Ia terbaring di atas mamer, tatapannya kosong saat melihat langit-langit kuil yang akrab. Kenangan datang kembali, membawa rasa sakit dan kebingungan. Dengan pelan, ia mencoba bangkit, tetapi rasa lemas di tubuhnya membuatnya terpaksa terdiam.

Di sampingnya, tasnya berserakan. Salju menumpuk di luar jendela, menciptakan panorama dingin yang kontras dengan kekacauan dalam hatinya. Untungnya, Bibi Sheira telah mengingatkan Yuki untuk mengenakan pakaian musim dingin. Dia mengenakan mantel hangat, meski saat ini rasanya tidak cukup untuk menghangatkan jiwa yang kedinginan.

Terpopuler

Comments

🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ

🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ

alurnya keren ka, aku nyicil selalu ka😁✌️

2024-12-10

0

Ef

Ef

Thor, babnya knp terasa pendek. Aku baca sampai sini dlu ya, entar aku lanjutin. Semangat💪🏻💪🏻

2024-10-30

0

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96 1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97 2
98 3
99 4
100 5
101 6
102 7
103 8
104 9
105 10
106 11
107 12
108 13
109 14
110 15
111 16
112 17
113 18
114 19
115 20
116 21
117 22
118 23
119 24
120 25
121 26
122 27
123 28
124 29
125 30
126 31
127 32
128 33
129 34
130 35
131 36
132 37
133 38
134 39
135 40
136 41
137 42
138 43
139 44
140 45
141 46
142 47
143 48
144 49
145 50
146 51
147 52
148 53
149 54
150 55
151 56
152 57
153 58
154 59
155 60
156 61
157 62
158 63
159 64
160 65
161 66
162 67
163 68
164 69
165 70
166 71
167 72
168 73
169 74
170 75
171 76
172 77
173 78
174 79
175 80
176 81
177 82
178 83
179 84
180 85
181 86
182 87
183 88
184 89
185 90
186 91
187 92
188 93
189 94
190 95
191 96
192 97
193 98
194 99
195 100
196 101
197 102
198 103
199 104
200 105
201 106
202 107
203 108
204 109
205 110
206 111
207 112
208 113
209 114
210 115
211 116
212 117
213 118
214 119
215 120
216 121
217 122
218 123
219 124
220 125
221 126
222 127
223 128
224 139
225 140
226 141
227 142
228 143
229 144
230 145
231 146
232 147
233 148
234 149
235 150
236 151
237 152
238 153
239 154
240 155
241 156
242 157
243 158
244 159
245 160
246 161
247 162
248 163
249 164
250 165
251 166
252 167
253 168
254 169
255 170
256 171
257 172
258 173
259 174
260 175
261 176
262 177
263 178
264 179
265 180
266 181
267 182
268 183
269 184
270 185
271 186
272 187
273 188
274 189
275 190
276 191
277 192
278 193
279 194
280 195
281 196
282 197
283 198
284 199
285 200
286 201
Episodes

Updated 286 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96
1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97
2
98
3
99
4
100
5
101
6
102
7
103
8
104
9
105
10
106
11
107
12
108
13
109
14
110
15
111
16
112
17
113
18
114
19
115
20
116
21
117
22
118
23
119
24
120
25
121
26
122
27
123
28
124
29
125
30
126
31
127
32
128
33
129
34
130
35
131
36
132
37
133
38
134
39
135
40
136
41
137
42
138
43
139
44
140
45
141
46
142
47
143
48
144
49
145
50
146
51
147
52
148
53
149
54
150
55
151
56
152
57
153
58
154
59
155
60
156
61
157
62
158
63
159
64
160
65
161
66
162
67
163
68
164
69
165
70
166
71
167
72
168
73
169
74
170
75
171
76
172
77
173
78
174
79
175
80
176
81
177
82
178
83
179
84
180
85
181
86
182
87
183
88
184
89
185
90
186
91
187
92
188
93
189
94
190
95
191
96
192
97
193
98
194
99
195
100
196
101
197
102
198
103
199
104
200
105
201
106
202
107
203
108
204
109
205
110
206
111
207
112
208
113
209
114
210
115
211
116
212
117
213
118
214
119
215
120
216
121
217
122
218
123
219
124
220
125
221
126
222
127
223
128
224
139
225
140
226
141
227
142
228
143
229
144
230
145
231
146
232
147
233
148
234
149
235
150
236
151
237
152
238
153
239
154
240
155
241
156
242
157
243
158
244
159
245
160
246
161
247
162
248
163
249
164
250
165
251
166
252
167
253
168
254
169
255
170
256
171
257
172
258
173
259
174
260
175
261
176
262
177
263
178
264
179
265
180
266
181
267
182
268
183
269
184
270
185
271
186
272
187
273
188
274
189
275
190
276
191
277
192
278
193
279
194
280
195
281
196
282
197
283
198
284
199
285
200
286
201

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!