2

Yuki menghela napas panjang, berjalan dengan langkah berat di lorong sekolah. Sepi. Hanya suara langkah kakinya yang menggema, seolah lorong itu tahu apa yang sedang ia rasakan—keraguan, ketakutan, dan beban dari keputusan yang harus segera diambil. Jarinya dengan gugup memutar cincin bermata biru es yang melingkar di jari manisnya. Cincin itu dingin, seperti es yang beku, meskipun kulit Yuki sudah terbiasa dengan sensasinya. Namun, sensasi yang dingin itu seolah memperkuat kesadaran bahwa cincin itu lebih dari sekadar perhiasan.

Cincin itu, pemberian dari Pangeran Riana sesaat sebelum ia kembali ke dunia ini, memiliki kekuatan yang luar biasa. Sebuah kunci yang menghubungkan dua dunia—dunia yang sekarang ia tinggali, dan dunia di mana Pangeran Riana dan Pangeran Sera berada. Tapi kunci ini bukan tanpa konsekuensi. Jika Yuki menggunakannya untuk kembali, ia tahu risikonya. Dunia ini, dunia tempat ia dibesarkan, tempat keluarganya berada, akan menjadi sesuatu yang hanya bisa dikenang. Dia takkan pernah bisa kembali.

“Apakah aku siap? Apakah ini saatnya untuk kembali? Tapi… jika aku tidak pergi, apa yang akan terjadi pada Putri Magitha? Pada Ratu Isodele?” Kata Yuki dalam hati.

Dia berhenti di depan jendela besar yang menghadap halaman sekolah. Matahari sore mulai meredup, dan bayangan panjang mulai terbentuk di lapangan. Cincin di jarinya bersinar lembut di bawah cahaya matahari, memancarkan kilauan biru yang tenang namun menyimpan kekuatan yang tidak bisa Yuki abaikan.

Yuki memejamkan mata.

Cincin itu terasa lebih berat dari sebelumnya, seakan menariknya untuk segera bertindak. Tapi Yuki tidak bisa mengabaikan kenyataan bahwa keputusan ini akan mengubah segalanya.

Dia terjebak di antara dua dunia—dunia yang pernah ia tinggalkan dan dunia ini, yang selalu ia kenal sebagai rumah. Hatinya berdebar kencang. Mimpi tentang Putri Magitha terasa seperti panggilan darurat, mendesak Yuki untuk segera bertindak. Tapi Yuki juga tahu, sekali dia pergi, dia tidak akan bisa kembali.

“Apakah aku siap untuk meninggalkan semuanya?” Bisik Yuki lirih.

Pikiran Yuki dipenuhi oleh mimpi yang menghantuinya, gambaran-gambaran samar namun jelas akan kehancuran, kesedihan, dan ketidakberdayaan. Ada sesuatu yang kuat dalam mimpi itu, sesuatu yang tak bisa ia abaikan begitu saja. Hatinya merasa gelisah sejak ia terbangun, dan kini, di lorong sekolah yang sepi, semuanya terasa semakin nyata. Yuki tahu betul bahwa mimpinya bukan sekadar bunga tidur—itu adalah pesan, sebuah peringatan. Sebagai Ciel, mimpinya selalu memiliki makna yang lebih dalam, petunjuk akan sesuatu yang sedang atau akan terjadi.

“Mimpi itu… bukan hanya mimpi biasa,” gumam Yuki pelan pada dirinya sendiri, matanya masih terpaku pada cincin di jarinya. Suara Putri Magitha masih terngiang-ngiang di kepalanya, dan bayangan suram dari Ratu Isodele yang terbaring lemah membuatnya tak mampu tenang. Dia merasa mereka berdua berada dalam bahaya besar, dan entah bagaimana, mimpi itu adalah panggilan untuknya.

Yuki tahu, mimpi-mimpi ini selalu menjadi tanda bahwa sesuatu yang buruk sedang terjadi di dunia lain. Sebuah firasat yang selama ini selalu benar.

Putri Magitha dan Ratu Isodele berada dalam bahaya yang belum bisa ia pahami sepenuhnya. Mereka membutuhkan pertolongannya. Apapun yang sedang terjadi di dunia itu, Yuki adalah satu-satunya yang bisa membantunya, apapun risikonya.

Dengan tarikan napas yang dalam, dia memperkuat tekadnya. Yuki tahu, pilihan itu harus diambil. Dunia di mana Pangeran Riana dan Pangeran Sera berada, membutuhkan dia sekarang lebih dari sebelumnya.

“Aku harus kembali… Tidak ada pilihan lain.”

Yuki menarik napas dalam-dalam, memantapkan hati. Dia memutuskan, meskipun dia tahu harga yang harus dibayarnya sangat mahal.

Kembali ke dunia itu berarti Yuki meninggalkan kehidupannya, impiannya, dan teman-teman serta keluarganya. Tapi, Bagaimanapun juga, inilah takdirnya. Yuki tidak tega membiarkan Ratu Isodele dan Putri Magitha mengalami penderitaan seperti itu.

Dia tidak bisa mengabaikannya begitu saja.

Keputusan sudah diambil.

...****************...

Tanpa ragu lagi, Yuki merogoh saku dan mengeluarkan handphone. Tangannya sedikit gemetar saat mengetik nomor Bibi Sheira, satu-satunya orang di dunia ini yang mengerti keadaannya. Di dalam dirinya, Yuki tahu bahwa ini bukan keputusan yang mudah, tapi mimpinya tidak bisa diabaikan. Dunia asalnya membutuhkan dirinya.

Setelah beberapa dering, terdengar suara yang lembut dan akrab dari seberang.

“Yuki? Ada apa, Sayang? Suaramu terdengar cemas.”

Yuki menggigit bibirnya, mengumpulkan keberanian untuk berbicara.

“Bibi… Aku bermimpi tentang Putri Magitha dan Ratu Isodele. Mereka sedang dalam bahaya. Aku melihat mereka terperangkap di menara yang gelap… Aku tidak tahu harus bagaimana, tapi aku merasa ini adalah peringatan. Sesuatu yang buruk sedang terjadi di dunia itu. Aku… Aku harus kembali, Bibi.”

Terdengar keheningan sejenak di ujung telepon. Yuki bisa merasakan ketegangan yang sama di suara Bibi Sheira. Mereka sudah sering melalui situasi yang rumit, tapi Yuki tahu bahwa ini adalah sesuatu yang lebih besar dari sebelumnya.

Bibi Sheira dengan suara tegas namun lembut berbicara “Yuki, kau yakin? Kau tahu apa risikonya. Jika kau membuka jalan kembali, pintu itu mungkin akan tertutup selamanya. Apakah kau benar-benar siap?”

Yuki menarik napas panjang, lalu mengangguk meski Bibi Sheira tak bisa melihatnya.

“Aku tahu, Bibi. Aku sudah memikirkannya. Aku tidak bisa membiarkan mereka terjebak begitu saja. Mereka membutuhkan bantuanku, dan… aku merasa ini adalah tugasku.”

Suara Bibi Sheira terdengar penuh kekhawatiran, tapi Yuki bisa mendengar persetujuan yang lembut dalam nada suaranya.

“Baiklah, Yuki. Jika itu keputusanmu, aku akan mendukungmu. Aku akan menghubungi Phil dan mempersiapkan keperluanmu.”

“Terimakasih Bibi”

Yuki mengakhiri panggilan telephonenya. Memasukannya kembali ke dalam saku seragamnya. Berdiri sesaat dalam diam, sebelum akhirnya Dia memutar kran di wastafel yang ada didepannya. Menunduk untuk membasuh wajahnya dengan air mengalir.

Tidak ada yang perlu disesali.

Yuki berusaha menguatkan hatinya.

...****************...

Bibi Sheira bertindak dengan cepat. Dia telah menelephone sekolah untuk meminta izin sehingga Yuki bisa kembali lebih awal. Setelah berganti pakaian olahraga dengan seragamnya. Dan mengambil tas di kelas. Yuki menuju lokernya untuk mengambil beberapa barang yang berharga ke dalam tas. Sisanya, Yuki akan menyerahkan pada Bibi Sheira nantinya.

“Kau akan pergi lagi ?.” Tanya Raymond ketika Yuki sedang membereskan lokernya

Yuki berbalik dan terkejut ketika melihat Raymond sudah berdiri dibelakangnya.

Raymond menatap Yuki dengan pandangan yang sukar untuk dijelaskan. Ada kesedihan di matanya. Membuat Yuki tidak mampu berkata apa-apa.

“Ada apa Raymond ?” Tanya Yuki berpura-pura tidak mengerti maksud perkataan Raymond.

“Aku mendengar di ruang guru, Bibi Sheira menelephon wali kelas. Kau akan pergi kemana Yuki ?”

Ada penekanan yang aneh yang diucapkan Raymond pada Yuki.

Yuki menahan napas sejenak, mencoba mencari kata-kata yang tepat. Dia tidak pernah berniat melibatkan Raymond dalam masalah ini, tapi kenyataannya sekarang sudah di luar kendali.

Yuki tersenyum tipis “Raymond, aku… aku harus pergi. Ada urusan keluarga yang harus kuselesaikan.”

Raymond menatap Yuki dengan pandangan tajam, seolah tak percaya dengan jawaban sederhana itu. Dia tahu ada sesuatu yang lebih dari sekadar urusan keluarga.

Raymond berkata dengan suara berat. “Yuki, kau pikir aku tidak tahu? Aku mungkin tidak tahu segalanya, tapi aku bisa merasakan kau menyembunyikan sesuatu. Dan sekarang kau akan pergi lagi, tanpa penjelasan.”

Yuki terdiam, merasa sudut hatinya tersentuh oleh pertanyaan itu.

Yuki berusaha tersenyum. “Bukan seperti itu, Raymond. Aku hanya… aku tidak ingin membebani orang lain dengan masalahku.”

“Masalahmu? Yuki, aku peduli padamu. Dulu, dan bahkan sekarang, meskipun kita sudah tidak bersama. Kalau kau harus pergi, setidaknya beri tahu aku kenapa. Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja.”

Yuki menunduk, memainkan cincin di jarinya, cincin yang penuh dengan beban dan tanggung jawab dari dunia lain. Bagaimana dia bisa menjelaskan ini kepada Raymond tanpa membuatnya semakin terlibat?

Yuki kemudian berkata perlahan. Setelah memikirkan jawabannya. “Aku harus pergi ke tempat yang jauh, Raymond. Ini… rumit. Aku tidak bisa menjelaskan semuanya”

Raymond menarik napas panjang, menatap Yuki dengan mata yang penuh kebingungan dan sedikit rasa sakit.

“Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu, Yuki. Tapi kalau kau harus pergi, setidaknya biarkan aku tahu kapan kau akan kembali.”

Yuki tersenyum tipis, kali ini lebih sendu.

Sebenarnya, Yuki mempunyai pilihan lain dalam hidupnya jika Yuki mau. Dia terus memikirkan kemungkinan itu.

Kembali bersama dengan Raymond dan tidak kembali ke dunia asalnya

Tapi Yuki tidak setega itu melibatkan Raymond dalam bahaya meskipun Dia memiliki keluarga yang cukup disegani dalam pemerintahan. Pangeran Riana tidak mungkin membiarkan Mereka begitu saja. Bisa-bisa Dia malah akan menyakiti Raymond atau bahkan membunuhnya.

“Aku tidak tahu, Raymond”

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96 1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97 2
98 3
99 4
100 5
101 6
102 7
103 8
104 9
105 10
106 11
107 12
108 13
109 14
110 15
111 16
112 17
113 18
114 19
115 20
116 21
117 22
118 23
119 24
120 25
121 26
122 27
123 28
124 29
125 30
126 31
127 32
128 33
129 34
130 35
131 36
132 37
133 38
134 39
135 40
136 41
137 42
138 43
139 44
140 45
141 46
142 47
143 48
144 49
145 50
146 51
147 52
148 53
149 54
150 55
151 56
152 57
153 58
154 59
155 60
156 61
157 62
158 63
159 64
160 65
161 66
162 67
163 68
164 69
165 70
166 71
167 72
168 73
169 74
170 75
171 76
172 77
173 78
174 79
175 80
176 81
177 82
178 83
179 84
180 85
181 86
182 87
183 88
184 89
185 90
186 91
187 92
188 93
189 94
190 95
191 96
192 97
193 98
194 99
195 100
196 101
197 102
198 103
199 104
200 105
201 106
202 107
203 108
204 109
205 110
206 111
207 112
208 113
209 114
210 115
211 116
212 117
213 118
214 119
215 120
216 121
217 122
218 123
219 124
220 125
221 126
222 127
223 128
224 139
225 140
226 141
227 142
228 143
229 144
230 145
231 146
232 147
233 148
234 149
235 150
236 151
237 152
238 153
239 154
240 155
241 156
242 157
243 158
244 159
245 160
246 161
247 162
248 163
249 164
250 165
251 166
252 167
253 168
254 169
255 170
256 171
257 172
258 173
259 174
260 175
261 176
262 177
263 178
264 179
265 180
266 181
267 182
268 183
269 184
270 185
271 186
272 187
273 188
274 189
275 190
276 191
277 192
278 193
279 194
280 195
281 196
282 197
283 198
284 199
285 200
286 201
Episodes

Updated 286 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96
1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97
2
98
3
99
4
100
5
101
6
102
7
103
8
104
9
105
10
106
11
107
12
108
13
109
14
110
15
111
16
112
17
113
18
114
19
115
20
116
21
117
22
118
23
119
24
120
25
121
26
122
27
123
28
124
29
125
30
126
31
127
32
128
33
129
34
130
35
131
36
132
37
133
38
134
39
135
40
136
41
137
42
138
43
139
44
140
45
141
46
142
47
143
48
144
49
145
50
146
51
147
52
148
53
149
54
150
55
151
56
152
57
153
58
154
59
155
60
156
61
157
62
158
63
159
64
160
65
161
66
162
67
163
68
164
69
165
70
166
71
167
72
168
73
169
74
170
75
171
76
172
77
173
78
174
79
175
80
176
81
177
82
178
83
179
84
180
85
181
86
182
87
183
88
184
89
185
90
186
91
187
92
188
93
189
94
190
95
191
96
192
97
193
98
194
99
195
100
196
101
197
102
198
103
199
104
200
105
201
106
202
107
203
108
204
109
205
110
206
111
207
112
208
113
209
114
210
115
211
116
212
117
213
118
214
119
215
120
216
121
217
122
218
123
219
124
220
125
221
126
222
127
223
128
224
139
225
140
226
141
227
142
228
143
229
144
230
145
231
146
232
147
233
148
234
149
235
150
236
151
237
152
238
153
239
154
240
155
241
156
242
157
243
158
244
159
245
160
246
161
247
162
248
163
249
164
250
165
251
166
252
167
253
168
254
169
255
170
256
171
257
172
258
173
259
174
260
175
261
176
262
177
263
178
264
179
265
180
266
181
267
182
268
183
269
184
270
185
271
186
272
187
273
188
274
189
275
190
276
191
277
192
278
193
279
194
280
195
281
196
282
197
283
198
284
199
285
200
286
201

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!