7

Suara Pangeran Riana menggema di telinganya, tetapi Yuki hanya bisa berlari. Dia ingin meninggalkan istana itu secepat mungkin, menjauh dari kenangan yang menyakitkan. Angin dingin musim dingin berhembus, membawanya semakin cepat melangkah, meskipun jantungnya berdebar kencang.

Yuki berlari melewati taman, melintasi jalan setapak yang dipenuhi salju, pikirannya kacau. Dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi di belakangnya—Pangeran Riana dan wanita bangsawan itu, ketegangan yang menggantung di udara.

Setiap detik terasa seabad saat dia berusaha menjauh dari perasaan campur aduk yang menyelimutinya. Tidak peduli seberapa keras Yuki mencoba untuk menenangkan pikirannya, bayangan ciuman antara Pangeran Riana dan wanita itu terus menghantuinya. Dia tidak ingin kembali. Dia tidak ingin menghadapi kenyataan itu lagi.

Sesampainya di gerbang belakang, Yuki melihat sebuah kuda yang terikat di tiang. Hatinya bergetar—kuda itu tampak tenang, seolah tahu bahwa Yuki butuh pertolongan. Selama berada di dunia ini, Yuki telah mempelajari cara menunggang kuda dan sedikit bela diri untuk melindungi dirinya sendiri. Kini, saat melihat kuda itu, dia merasa seolah-olah menemukan harapan untuk melarikan diri.

Dua orang penjaga terlihat sibuk membongkar kotak kayu dari gerobak seorang petani, tak menyadari kehadiran Yuki. Dia mengambil nafas dalam-dalam dan tanpa ragu melepaskan ikatan kuda tersebut. Dalam hati, dia berharap semua berjalan sesuai rencananya.

Yuki berusaha memanjat ke punggung kuda, setelah beberapa kali gagal. Di lompatan terakhir, dia akhirnya berhasil naik dan merasakan kebebasan yang seakan menjanjikan jalan keluar dari rasa sakitnya. Namun, saat dia bersiap untuk memacu kuda itu, suara familiar menginterupsi.

Pangeran Riana berlari mendekat, suara tegas. “Yuki! Tunggu!”

Yuki terkejut mendengar suara Pangeran Riana. Dia belum siap menghadapi pangeran itu, apalagi di saat dia berusaha melarikan diri. Pangeran Riana berlari dengan cepat, langsung menarik tali kekang kuda, menahan Yuki dari pelariannya.

“Turun Yuki, sekarang !!”

Yuki merasakan ketegangan saat Pangeran Riana berusaha menahan kuda. Dia mengerahkan semua kekuatan untuk menarik kembali tali kekang itu.

“Kembali ke dalam istana, kita akan bicara !”

Yuki merasakan air mata di sudut matanya, tetapi dia mengatur napasnya dan berusaha mempertahankan sikap. Dia harus melawan rasa sakit di dalam hatinya, melawan segala perasaan yang mengikatnya pada Pangeran Riana.

Suasana di sekitar gerbang belakang istana mulai menarik perhatian. Yuki merasa berat untuk melihat Pangeran Riana, tetapi ketika dia berusaha mengangkatnya dari punggung kuda, dia menahan pegangan Pangeran Riana dengan sekuat tenaga. Menolak mematuhi Pangeran Riana.

Yuki dengan suara dingin, berusaha mengendalikan emosinya. “Maaf, Pangeran. Aku baru saja tiba dan ingin segera pulang untuk beristirahat.”

Pangeran Riana, meski berusaha keras, tetap tidak mau melepaskannya. Dia mengangkat wajahnya, menunjukkan ketegasan yang menyakitkan hati Yuki.

“Pulang ke mana? Akulah rumahmu!”

Saat ketegangan meningkat, tiba-tiba Putri Bangsawan yang sebelumnya bersama Pangeran Riana muncul di belakangnya. Dia tampak anggun dan percaya diri, memanggil Pangeran Riana dengan lembut, seolah ingin menarik perhatian Riana dari Yuki.

Putri Bangsawan dengan suara lembut “Riana…”

Ketika Pangeran Riana menoleh ke arah Putri Bangsawan itu, genggaman tangannya pada Yuki sedikit mengendur. Yuki melihat kesempatan itu dan segera menepiskan tangan Pangeran Riana. Dalam sekejap, dia menepuk punggung kuda dan memacu kuda itu keluar dari istana dengan secepat mungkin.

Dari belakang, teriakan Pangeran Riana menggema, dengan kepanikan dan rasa putus asa.

“Yuki! Kembali !”

Yuki tidak berbalik. Dia hanya bisa merasakan jantungnya berdegup kencang saat kuda melesat cepat menjauh dari istana.

...****************...

Pangeran Riana segera berbalik dan berlari menuju kandang kuda, bertekad untuk mengejar Yuki yang telah melarikan diri. Namun, Putri Marsha dengan cepat mencegahnya, menghalangi langkahnya dengan ekspresi tegas.

Putri Marsha dengan suara tenang, tapi penuh kekuatan berkata “Riana, biarkan saja. Jika dia sudah tenang, dia akan kembali sendiri.”

Pangeran Riana, tidak tahan dengan sikap Putri Marsha, mendorongnya dengan kasar, berharap agar dia mengerti betapa seriusnya situasi ini.

“Pergi! Jangan menghalangiku!”

Ketika situasi semakin tegang, Bangsawan Xasfir dan Bangsawan Voldermon muncul, Mereka awalnya datang ke istana untuk mengurus masalah kerajaan. Tapi atas permintaan Ibu Jaena, yang Mereka temui di taman belakang, Mereka pergi untuk menyusul Yuki di gerbang belakang.

Namun, saat mereka tiba di gerbang belakang, mereka mendapati Riana sedang berusaha melepaskan diri dari Putri Marsha yang mengganggunya.

Bangsawan Xasfir mendekati dengan penasaran.

“Apa yang terjadi di sini? Kenapa kalian berdua berselisih?”

Putri Marsha dengan marah menanggapi, menginginkan semua perhatian terfokus padanya.

Putri Marsha dengan nada menyindir berkata “Putri Yuki pergi hanya karena melihat kita berciuman, seperti seorang anak kecil yang cemburu.”

Pangeran Riana mencibir, tidak ingin terlibat dalam permainan Putri Marsha. Dia berusaha untuk menahan emosinya dan tetap fokus pada Yuki.

“Bagaimana kalian sampai berciuman?” Kata Bangsawan Xasfir terkejut.

“Itu bukan urusanmu! Siapa yang tidak tahu, Riana dan aku memiliki sejarah!”

Bangsawan Voldermon dengan nada serius. “Apa kalian kembali bersama?”

Pangeran Riana menatap keduanya dengan dingin, mengabaikan pertanyaan tersebut. Tapi kemudian Pangeran Riana dengan tegas menjawab “Tidak.”

Putri Marsha tidak mau kalah. Dia berdiri tegak, berusaha menunjukkan bahwa dia masih memiliki pengaruh di hati Riana. “Kami sudah lama bersama. Apa salahnya jika kami kembali?”

Pangeran Riana tidak menggubris Putri Marsha, karena saat itu, semua pikirannya tertuju pada Yuki. Dia mulai bergerak untuk menyusulnya ketika Ibu Jaena datang dengan pesan mendesak.

“Pangeran Riana, Ibu Suri meminta agar Pangeran segera menemuinya.”

Pangeran Riana berhenti sejenak, merasakan berat di dadanya saat mendengar perintah itu.

Ibu Jaena melanjutkan “Ibu suri berpesan, Jika bukan dengan Putri Yuki, lebih baik Pangeran datang sendirian.”

Pangeran Riana merasakan ketegangan di dalam dirinya. Dia tahu bahwa Ibu Suri tidak akan membiarkannya pergi begitu saja, terutama setelah insiden yang baru saja terjadi. Sementara Putri Marsha berdiri di sampingnya, memandangi Riana dengan harapan bahwa dia akan kembali padanya.

Bangsawan Voldermon menepuk bahu Pangeran Riana dengan empati, mencoba menenangkan emosi yang memuncak.

“Biar aku yang mencarinya. Kau temui saja Ibu Suri.”

Pangeran Riana mengangguk, merasa sedikit lega mendengar tawaran itu. Dia langsung pergi untuk menemui Ibu Suri dengan langkah cepat, hatinya penuh kekhawatiran akan keadaan Yuki.

Putri Marsha, merasa diabaikan, memprotes dengan keras sambil menatap Bangsawan Voldermon dengan kemarahan.

“Kenapa kalian begitu peduli dengan Yuki? Dia hanyalah seorang gadis biasa!”

Bangsawan Voldermon, tidak terpengaruh oleh emosi Putri Marsha, menjawab dengan tegas dan menekankan status Yuki. “Yuki adalah calon Ratu Garduete. Menurutmu, kau layak disandingkan dengannya?”

Putri Marsha terdiam sejenak, terkejut mendengar kata-kata itu. Dia ingin membalas, tetapi tidak ada kata-kata yang keluar. Dia merasa marah dan tersakiti, tetapi tidak bisa mengingkari kenyataan.

Tanpa menunggu jawaban dari Putri Marsha, Bangsawan Voldermon berpaling kepada Bangsawan Xasfir. “Kau akan mencari calon ratu kita atau mengurusi teman masa kecilmu ini?”

Bangsawan Xasfir, merasa tertekan dengan situasi yang semakin rumit, segera melepaskan kuda yang dia ikat dan menatap Putri Marsha dengan serius.

“Marsha pulanglah dan jangan ke istana ini lagi”

Putri Marsha, melihat situasi semakin memburuk, mencoba untuk mempertahankan posisinya.

“Kenapa Aku tidak boleh kesini. Putri Yuki harus sadar diri. Pangeran Riana adalah calon penerus tahtah kerajaan. Wajar jika Dia memiliki banyak wanita dalam hidupnya”

Bangsawan Voldermon menggelengkan kepalanya, tidak ingin terlibat dalam drama emosional Putri Marsha, tetapi dia tahu bahwa situasi ini membutuhkan perhatian segera.

Ibu Jaena berkata pada Bangsawan Voldermon dengan perasaan cemas “Tolong segera temukan Putri Yuki. Udara diluar sangat dingin dan Putri Yuki tidak mengenakan pakaian tebal. Aku yakin, Putri Yuki akan mendengarkanmu”

“Aku mengerti. Kami akan berpencar mencarinya”

Dengan kata-kata itu, Bangsawan Xasfir dan Bangsawan Voldermon bersiap untuk mencari Yuki, meninggalkan Putri Marsha yang berdiri di sana, marah dan penuh kebencian.

...****************...

Yuki berjalan tersesat di dalam hutan yang gelap. Suara dedaunan yang berdesir di angin dan suara binatang malam membuatnya merasa semakin terasing. Tanpa makanan dan botol airnya yang kosong, dia merasa lemah dan bingung.

Tangannya yang memegang tali kengkang kuda seolah membeku. Dia mengelus kuda coklat yang dibawanya dengan pandangan menyesal. “Maafkan Aku harus melibatkanmu”

Yuki memutuskan untuk berhenti. Mengikat kuda di batang pohon terdekat. Dengan tubuh yang menggigil, Yuki meringkuk di bawah sebatang pohon besar, mencoba menahan rasa lapar dan dingin yang menusuk tulang. Dia merasakan kegelapan mengelilinginya, dan setiap detak jantungnya terasa semakin berat. Dalam hati, dia bertanya-tanya ke mana arah yang harus diambil.

Pikirannya berputar-putar, mengingat kembali momen ketika dia melihat Pangeran Riana bersama Putri Marsha. Rasa sakit itu datang kembali, menghujam hatinya lebih dalam. Yuki menekan pelipisnya, berusaha mengusir ingatan yang menyakitkan.

Rasa lapar dan kedinginan membuatnya semakin putus asa.

“Jika aku pergi ke kota, mereka akan menemukanku. Jika aku pergi ke kediaman Ayah, Pangeran Riana pasti sudah menempatkan orang-orangnya di sana… apa pun pilihanku, aku akan kembali ke istana, dan itu bukan yang aku inginkan.”

Yuki menatap ke langit, berharap ada bintang yang bisa memberinya petunjuk. Namun, yang terlihat hanya gelapnya malam tanpa cahaya. Menghirup napas dalam-dalam, berusaha menenangkan diri. Namun, kegelapan di sekitarnya semakin menekan, dan dia merasa terjebak dalam kesedihan yang mendalam. Suara-suara hutan berbisik seolah mengingatkannya bahwa dia tidak sendirian—meski ia merasa demikian. Ada sesuatu yang harus dia lakukan, tetapi dia tidak tahu harus mulai dari mana.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96 1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97 2
98 3
99 4
100 5
101 6
102 7
103 8
104 9
105 10
106 11
107 12
108 13
109 14
110 15
111 16
112 17
113 18
114 19
115 20
116 21
117 22
118 23
119 24
120 25
121 26
122 27
123 28
124 29
125 30
126 31
127 32
128 33
129 34
130 35
131 36
132 37
133 38
134 39
135 40
136 41
137 42
138 43
139 44
140 45
141 46
142 47
143 48
144 49
145 50
146 51
147 52
148 53
149 54
150 55
151 56
152 57
153 58
154 59
155 60
156 61
157 62
158 63
159 64
160 65
161 66
162 67
163 68
164 69
165 70
166 71
167 72
168 73
169 74
170 75
171 76
172 77
173 78
174 79
175 80
176 81
177 82
178 83
179 84
180 85
181 86
182 87
183 88
184 89
185 90
186 91
187 92
188 93
189 94
190 95
191 96
192 97
193 98
194 99
195 100
196 101
197 102
198 103
199 104
200 105
201 106
202 107
203 108
204 109
205 110
206 111
207 112
208 113
209 114
210 115
211 116
212 117
213 118
214 119
215 120
216 121
217 122
218 123
219 124
220 125
221 126
222 127
223 128
224 139
225 140
226 141
227 142
228 143
229 144
230 145
231 146
232 147
233 148
234 149
235 150
236 151
237 152
238 153
239 154
240 155
241 156
242 157
243 158
244 159
245 160
246 161
247 162
248 163
249 164
250 165
251 166
252 167
253 168
254 169
255 170
256 171
257 172
258 173
259 174
260 175
261 176
262 177
263 178
264 179
265 180
266 181
267 182
268 183
269 184
270 185
271 186
272 187
273 188
274 189
275 190
276 191
277 192
278 193
279 194
280 195
281 196
282 197
283 198
284 199
285 200
286 201
Episodes

Updated 286 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96
1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97
2
98
3
99
4
100
5
101
6
102
7
103
8
104
9
105
10
106
11
107
12
108
13
109
14
110
15
111
16
112
17
113
18
114
19
115
20
116
21
117
22
118
23
119
24
120
25
121
26
122
27
123
28
124
29
125
30
126
31
127
32
128
33
129
34
130
35
131
36
132
37
133
38
134
39
135
40
136
41
137
42
138
43
139
44
140
45
141
46
142
47
143
48
144
49
145
50
146
51
147
52
148
53
149
54
150
55
151
56
152
57
153
58
154
59
155
60
156
61
157
62
158
63
159
64
160
65
161
66
162
67
163
68
164
69
165
70
166
71
167
72
168
73
169
74
170
75
171
76
172
77
173
78
174
79
175
80
176
81
177
82
178
83
179
84
180
85
181
86
182
87
183
88
184
89
185
90
186
91
187
92
188
93
189
94
190
95
191
96
192
97
193
98
194
99
195
100
196
101
197
102
198
103
199
104
200
105
201
106
202
107
203
108
204
109
205
110
206
111
207
112
208
113
209
114
210
115
211
116
212
117
213
118
214
119
215
120
216
121
217
122
218
123
219
124
220
125
221
126
222
127
223
128
224
139
225
140
226
141
227
142
228
143
229
144
230
145
231
146
232
147
233
148
234
149
235
150
236
151
237
152
238
153
239
154
240
155
241
156
242
157
243
158
244
159
245
160
246
161
247
162
248
163
249
164
250
165
251
166
252
167
253
168
254
169
255
170
256
171
257
172
258
173
259
174
260
175
261
176
262
177
263
178
264
179
265
180
266
181
267
182
268
183
269
184
270
185
271
186
272
187
273
188
274
189
275
190
276
191
277
192
278
193
279
194
280
195
281
196
282
197
283
198
284
199
285
200
286
201

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!