4

“Jadi, ini terakhir kali Kita bertemu ?”

“Ya…” Yuki merasa canggung dengan situasi yang ada. Dia merasakan kesedihan Raymond. “Maafkan Aku, tapi Aku memang harus pergi”

“Bolehkan Aku mengantarkanmu”

Yuki menautkan alis. “Ini masih jam sekolah Raymond. Kau tidak bisa membolos. Ingat, siang ini Kau ada wawancara mengenai beasiswamu dengan pihak universitas.” Ujar Yuki mengingatkan dengan wajah serius.

Raymond akan mengikuti wawancara terakhir yang dijadwalkan siang ini, selepas jam istirahat siang berakhir. Dia akan masuk ke salah satu Universitas bergengsi di luar negeri. Sama seperti Yuki, Raymond juga mengambil jurusan kedokteran.

Itu adalah impian Raymond semenjak kecil. Impian yang pada akhirnya juga memberi pengaruh pada Yuki.

Yuki tidak mau mengacaukan hidup Raymond. Dia ingin melihat Raymond menjadi sukses dan perlahan melupakan Yuki.

“Sampai gerbang sekolah, Apa Kau setuju ?” Tawar Raymond cepat dengan penuh harap.

“Ya..baiklah” Kata Yuki akhirnya, memilih mengalah.

Yuki selesai membereskan barang-barang yang rencananya akan dibawa Yuki ke dunia asalnya. Memasukkan semuanya dalam tas sekolah. Kemudian Dia menutup pintu loker dan menguncinya.

Raymond menunggu dengan tenang sampai Yuki merasa siap. Dia membantu Yuki membawakan tas Yuki di punggungnya. Berjalan beriringan di sepanjang lorong sekolah. Yuki terkejut ketika Raymond meraih tangan Yuki. Mengandengnya dengan erat.

Yuki memandang tangan mereka yang bergandengan

“Raymond… Apa yang kau lakukan?”

Raymond Tersenyum, meski ada kesedihan di matanya. “Menghargai setiap detik yang tersisa. Aku ingin kita pergi bersama, bahkan jika hanya untuk saat ini.”

Tangan Raymond terasa hangat. Mengingatkan Yuki dengan kenangan saat Mereka masih bersama sebagai sepasang kekasih. Raymond selalu mengandeng tangan Yuki seperti yang Dia lakukan sekarang. Yuki menahan mati-matian keinginannya untuk menangis. Walau bagaimanapun juga, Dia adalah pacar pertama sekaligus ciuman pertama Yuki. Laki-laki pertama yang pernah dicintai Yuki.

Yuki sudah mengambil keputusan. Apapun yang terjadi, Dia tidak boleh goyah.

Beberapa murid berdehem menggoda saat melihat Mereka berjalan sembari bergandengan tangan. Tapi Raymond tidak peduli. Dia tetap mengandeng tangan Yuki dengan erat.

...****************...

Raymond berdiri diam ketika pada akhirnya Yuki menceritakan sebagian kecil mengenai asal-usulnya dan kemana Dia akan pergi. Yuki melakukannya karena tahu, Raymond akan berusaha mencarinya jika Dia masih berpikir Yuki ada didunia ini.

Setelah mendengarkan cerita Yuki. Raymond tenggelam dalam pikirannya.

Bel pergantian pelajaran berdering nyaring. Suara riuh rendah dari murid sekolah terdengar, bersatu dengan langkah kaki Mereka saat memasuki kelas masing-masing.

Baik Yuki mauupun Raymond tidak bergeming ditempatnya. Mereka seolah menunggu sampai suasana cukup tenang, sebelum mengucapkan perpisahan.

“Jangan lagi mempermainkan perasaan orang. Segera temukan wanita yang baik untukmu” pinta Yuki tulus, memecah kesunyian yang terjadi.

“Itu karena Aku selalu mencintaimu Yuki” jawab Raymond lirih.

Yuki tertawa canggung. “Hentikan merayuku seperti sekarang. Aku sudah tidak akan lagi terpengaruh dengan gombalan berbisamu”

Sekarang halaman sekolah benar-benar sepi. Hanya tinggal Mereka berdua di dekat gerbang sekolah. Teman-teman sekelas Mereka, yang kebetulan melihat Mereka dari jendela kelas. Langsunt menyoraki Mereka dengan nyaring. Membuat kehebohan yang terdengar sampai kelas lainnya.

Yuki menghela nafas sembari menatap Raymond dalam. Mengabaikan sorak-sorak yang menggoda Mereka.

Inilah akhir pertemuan Mereka…

Rasanya sangat berat. Yuki dan Raymond sudah mengenal cukup lama. Meskipun hubungan Mereka tidak berjalab baik, tapi Raymond adalah orang yang selalu mempercayai Yuki meskipun orang lain terus mencela Yuki.

Yuki menganggukan kepala. Dia perlahan melepaskan genggaman tangan Raymond. Mengambil kalung di lehernya, kalung dengan ukuran wajah Yuki. Tanpa ragu Tuki memakaikan pada Raymond.

“Belum-belum Aku sudah sangat merindukanmu. Bisakah Kau tidak pergi Yuki ?” Pinta Raymond memohon.

Yuki menggelengkan kepala pelan. “Aku tidak bisa Raymond, Maafkan Aku” kata Yuki penuh penyesalan. “Selamat tinggal Raymond. Terimakasih sudah ada dalam hidupku selama ini”

Yuki berjinjit mendekatkan wajahnya, dan secara alami Raymond membungkukkan badannya ke arah Yuki. Yuki mencium pipi Raymond sebagai salam perpisahan.

“Aku akan menjadi kuat Yuki. Aku akan mencarimu. Saat Kita bertemu lagi, Kau tidak boleh mengusirku pergi. Biarkan Aku mengikuti kemanapun Kau pergi”

“Aku berharap Kau menjadi dokter Raymond” kata Yuki mengingatkan lagi. “Bukan menghabiskan waktumu untuk mencariku. Aku sudah tidak akan berada didunia ini”

“Aku….Aku tidak akan pernah bisa melupakanmu” bisik Raymond sedih.

Aku juga

Namun, Yuki memilih tidak mengungkapkan perasaannya secara langsung. Dia tidak ingin memberi harapan pada Raymond sekecil apapun. Yuki tahu, harapan itu akan lebih melukai Raymond nanti.

Teman-teman sekelas Mereka semakin bersorak nyaring menyaksikan kemesraan antara Yuki dan Raymond. Menimbulkan keriuhan tersendiri. Mereka tidak menyadari seperti apa yang di rasakan Yuki dan Raymond. Mereka berpikir kemesraan itu adalah kebahagiaan, bukan perpisahan.

Yuki mendongak, memandang satu per satu wajah teman-temannya. Ini terakhir kalinya Yuki bisa melihat Mereka. “Ini… terakhir kalinya aku melihat kalian.” Kata-kata ini terasa pahit di lidahnya Yuki.

Daripada Mereka, tampaknya Yuki yang lebih dulu di wisuda dan meninggalkan bangku sekolah lebih cepat.

"Aku pergi" pamit Yuki.

Perlahan Yuki melangkahkan kaki. merasa berat meninggalkan semua yang dia cintai. Setiap langkah terasa seperti mengukir kenangan di dalam hatinya. Meninggalkan Raymond yang tidak bergeming di tempatnya. Yuki menundukkan kepala, terus menguatkan hati untuk melangkah maju.

Apa yang ada di belakangnya, akan menjadi masa lalunya di kemudian hari.

Bulir air mata membasahi Pipi. Yuki tidak tahan lagi dan berbalik kebelakang. Raymond masih berada di tempatnya. Terus memandang Yuki. Dengan latar belakang sekolah tempat Yuki menimba ilmu selama ini

“Sampai jumpa, Yuki. Aku pasti akan menemukan cara untuk menemukanmu” teriak Raymond kencang.

Daun berguguran di antara Mereka. Seperti sebuah kenangan.

Yuki melambaikan tangan, tersenyum riang untuk menyembunyikan kesedihannya.

Yuki Perlahan melambaikan tangan, berusaha tersenyum meski hatinya hancur. “Semoga kita bisa bertemu lagi. Selamat tinggal” kata Yuki untuk terakhir kalinya. Kali ini Dia tidak akan mendebat keinginan Raymond.

Suatu hari nanti. Kelak. Jika Yuki merindukan dunia tempatnya di besarkan. Yuki pasti akan selalu mengingat Raymond. Seorang cowok yang menjadi pacar sekaligus cinta pertama Yuki.

...****************...

Ketika tiba di rumah. Yuki terkejut saat melihat di depan pintu penghubung sudah bersandar tas ransel besar, yang biasa di pakai Phil untuk berkemah dan mendaki gunung. Tas ransel itu penuh dengan barang yang di klaim Bibi Sheira dengan label "akan di perluhkan Yuki suatu saat nanti".

"Untuk apa semua barang ini Bibi ?" Tanya Yuki nyaris tidak percaya. Dia mencoba menarik tas ransel dengan kedua tangannya. Tapi tidak berhasil. Mungkin ada lebih dari sepuluh kilo beratnya. "Bagaimana Aku bisa membawanya ?"

"Semua adalah barang yang akan Kau butuhkan suatu saat nanti di sana. Jangan banyak protes. Kau cukup menyeretnya masuk ke dalam pintu penghubung, bukan menggendongnya sepanjang waktu. Tidak akan terlalu berat" ujar Bibi Sheira puas, di tangannya terdapat catatan kecil berisi daftar barang yang telah di centang olehnya.

Menandakan bahwa Dia adalah orang yang rapi dan terstruktur.

Yuki menggerutu dalam hati sambil masih mencoba menyeret tas ransel, untuk mengetahui kekuatannya. Apakah Dia sanggup atau tidak Yuki untuk menyeret tas tersebut masuk ke dalam pintu penghubung.

Bisa, tapi butuh tenaga yang besar.

Yuki memutuskan diam. Tidak berdebat dengan Bibi Sheira karena Dia yakin pasti Dia tidak akan menang melawan Bibi Sheira.

Yuki berjongkok, membuka tas ransel dan memindahkan beberapa barang dari tas sekolah ke dalamnya. Menyumpalkan dengan asal ke ruangan yang tersisa. Melihat hal itu, Bibi Sheira langsung mengomel dan mengusir Yuki.

“Hey! Itu tidak rapi! Jangan hanya menyumpalkan barang-barang. Biarkan aku yang menyusunnya.”Dengan segera Bibi Sheira mengambil alih tugas Yuki untuk menyusun barang yang baru di bawanya ke dalam ransel.

“Baiklah, aku akan masuk ke kamar.”

Yuki tidak membantah. Dia masuk ke dalam kamar. Memasukkan beberapa barang lain ke dalam tas sekolahnya. Sebelum tiba di rumah, Yuki telah menghubungi pengacaranya untuk memindahkan segala aset dan warisan Putri Ransah kepada Bibi Sheira. Yuki juga membatalkan semua kontrak kerjanya, dengan alasan sakit dan harus berobat ke luar negeri untuk waktu yang tidak di tentukan.

Yuki menyelesaikan packing dengan cepat, menyadari bahwa waktu semakin mendesaknya. Dia perlu siap untuk perjalanan yang penuh risiko.

Setelah semua selesai, Yuki berdiri berkeliling. Terakhir kali menatap barang-barangnya sebelum berangkat.

“Semoga ini semua berjalan lancar. Aku harus kuat.”

Kata Yuki sembari menyentuh cincin di jari manisnya, mengingat janji yang telah diambilnya.

Bibi Sheira Masuk ke dalam kamar.

“Semua sudah siap, Yuki. Sekarang, saatnya untuk pergi. Ingat, kamu bukan hanya pergi untuk dirimu sendiri, tetapi untuk semua orang yang mencintaimu.”

Yuki Menyadari makna di balik kata-kata Bibi Sheira.

“Aku akan mengingatnya. Terima kasih, Bibi. Aku tidak akan mengecewakanmu.”

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96 1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97 2
98 3
99 4
100 5
101 6
102 7
103 8
104 9
105 10
106 11
107 12
108 13
109 14
110 15
111 16
112 17
113 18
114 19
115 20
116 21
117 22
118 23
119 24
120 25
121 26
122 27
123 28
124 29
125 30
126 31
127 32
128 33
129 34
130 35
131 36
132 37
133 38
134 39
135 40
136 41
137 42
138 43
139 44
140 45
141 46
142 47
143 48
144 49
145 50
146 51
147 52
148 53
149 54
150 55
151 56
152 57
153 58
154 59
155 60
156 61
157 62
158 63
159 64
160 65
161 66
162 67
163 68
164 69
165 70
166 71
167 72
168 73
169 74
170 75
171 76
172 77
173 78
174 79
175 80
176 81
177 82
178 83
179 84
180 85
181 86
182 87
183 88
184 89
185 90
186 91
187 92
188 93
189 94
190 95
191 96
192 97
193 98
194 99
195 100
196 101
197 102
198 103
199 104
200 105
201 106
202 107
203 108
204 109
205 110
206 111
207 112
208 113
209 114
210 115
211 116
212 117
213 118
214 119
215 120
216 121
217 122
218 123
219 124
220 125
221 126
222 127
223 128
224 139
225 140
226 141
227 142
228 143
229 144
230 145
231 146
232 147
233 148
234 149
235 150
236 151
237 152
238 153
239 154
240 155
241 156
242 157
243 158
244 159
245 160
246 161
247 162
248 163
249 164
250 165
251 166
252 167
253 168
254 169
255 170
256 171
257 172
258 173
259 174
260 175
261 176
262 177
263 178
264 179
265 180
266 181
267 182
268 183
269 184
270 185
271 186
272 187
273 188
274 189
275 190
276 191
277 192
278 193
279 194
280 195
281 196
282 197
283 198
284 199
285 200
286 201
Episodes

Updated 286 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96
1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97
2
98
3
99
4
100
5
101
6
102
7
103
8
104
9
105
10
106
11
107
12
108
13
109
14
110
15
111
16
112
17
113
18
114
19
115
20
116
21
117
22
118
23
119
24
120
25
121
26
122
27
123
28
124
29
125
30
126
31
127
32
128
33
129
34
130
35
131
36
132
37
133
38
134
39
135
40
136
41
137
42
138
43
139
44
140
45
141
46
142
47
143
48
144
49
145
50
146
51
147
52
148
53
149
54
150
55
151
56
152
57
153
58
154
59
155
60
156
61
157
62
158
63
159
64
160
65
161
66
162
67
163
68
164
69
165
70
166
71
167
72
168
73
169
74
170
75
171
76
172
77
173
78
174
79
175
80
176
81
177
82
178
83
179
84
180
85
181
86
182
87
183
88
184
89
185
90
186
91
187
92
188
93
189
94
190
95
191
96
192
97
193
98
194
99
195
100
196
101
197
102
198
103
199
104
200
105
201
106
202
107
203
108
204
109
205
110
206
111
207
112
208
113
209
114
210
115
211
116
212
117
213
118
214
119
215
120
216
121
217
122
218
123
219
124
220
125
221
126
222
127
223
128
224
139
225
140
226
141
227
142
228
143
229
144
230
145
231
146
232
147
233
148
234
149
235
150
236
151
237
152
238
153
239
154
240
155
241
156
242
157
243
158
244
159
245
160
246
161
247
162
248
163
249
164
250
165
251
166
252
167
253
168
254
169
255
170
256
171
257
172
258
173
259
174
260
175
261
176
262
177
263
178
264
179
265
180
266
181
267
182
268
183
269
184
270
185
271
186
272
187
273
188
274
189
275
190
276
191
277
192
278
193
279
194
280
195
281
196
282
197
283
198
284
199
285
200
286
201

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!