13

“Yang Mulia…Aku mohon untuk menyelidiki Negeri Rasyamsah. Putri Magitha dan Ratu Isodele saat ini ditawan disana”

“Bagaimana Kau tahu Mereka ada disana Putri Yuki. Apa ini ada hubungannya dengan Garduete ?.” Tanya Raja Jafar kemudian.

“Tidak Yang Mulia, ini tidak ada hubungannya dengan kerajaan Garduete”.

Yuki menggelengkan kepala. Menatap Pangeran Sera sesaat meminta dukungan. Pangeran Sera mengganggukan kepala memberikan kekuatan pada Yuki. Kemudian Yuki berkata lirih. “Aku memimpikan Mereka. Dalam mimpiku Putri Magitha berkata Dia ditawan oleh Raja Trandem dari Rasyamsah. Karena itulah Aku kembali ke dunia ini”

Suasana di dalam aula berubah tegang ketika Yuki mengungkapkan tentang mimpinya. Semua orang terdiam, beberapa pejabat tampak saling berbisik, seolah tidak yakin dengan kebenaran ucapan Yuki. Paman Gregor mengernyitkan dahi, lalu melipat tangan di depan dada.

“Mimpi?” Paman Gregor bertanya dengan nada skeptis. “Kau meminta kami untuk mempertaruhkan nyawa dan reputasi kerajaan berdasarkan sebuah mimpi?”

Yuki menunduk sejenak, merasa tekanan dari keraguan yang memenuhi ruangan. Tapi saat dia menatap Pangeran Sera, melihat kembali anggukan kecilnya, dia merasa kekuatan mengalir kembali.

“Ini bukan sekadar mimpi biasa,” jawab Yuki dengan suara yang lebih mantap. “Aku tahu ini sulit dipercaya. Tapi mimpiku selalu memiliki arti… Aku bisa melihat hal-hal yang belum terjadi, atau yang sedang terjadi di tempat lain. Dalam mimpiku, Putri Magitha mengungkapkan bahwa dia dan Ratu Isodele ditawan di Rasyamsah.”

Pangeran Arana memandang Raja Jafar, lalu beralih kembali ke Yuki. “Apakah ada alasan mengapa Raja Trandem melakukan ini? Apa yang dia inginkan dari Putri Magitha dan Ratu Isodele?”

Yuki menggigit bibirnya sejenak, lalu menjawab, “Raja Trandem ingin menggunakan mereka sebagai alat untuk menekan Argueda. Dia berniat menjadikan Putri Magitha selirnya, dan memanfaatkan hubungan ini untuk memperoleh keuntungan politik serta memperkuat posisinya.”

Beberapa pejabat tampak kaget mendengar pengungkapan ini. Kakek Veyron menghela napas panjang, sementara Raja Jafar memandang Yuki dengan tatapan tajam, mencoba mencari kejujuran di balik matanya.

“Kau sangat yakin dengan mimpimu ini, Putri Yuki?” Raja Jafar bertanya, suaranya penuh dengan kewaspadaan.

Yuki mengangguk, dengan perasaan bahwa apa yang dia katakan adalah satu-satunya kesempatan untuk menyelamatkan Putri Magitha dan Ratu Isodele. “Ya, Yang Mulia. Aku yakin.”

“Kau meminta kami untuk menyelidiki negeri yang jauh, hanya berdasarkan mimpimu, Putri Yuki?” tanya Paman Gregor dengan suara yang dalam, penuh pertimbangan. “Apakah kau sadar bahwa menggerakkan pasukan atau bahkan mengirim mata-mata ke Rasyamsah bisa memicu ketegangan diplomatik?”

Ruangan terasa semakin tegang ketika Paman Gregor, dengan sorot mata tajam, mencoba memancing amarah di antara para pejabat.

“Kebohongan ini berbahaya! Menyebarkan informasi tanpa dasar hanya akan membahayakan kerajaan. Bagaimana kita bisa mempercayai mimpi seorang gadis yang bahkan tidak berasal dari dunia ini?” seru Paman Gregor, suaranya lantang dan penuh provokasi. Beberapa pejabat mengangguk setuju, sementara Yuki menunduk semakin dalam, merasa terpojok oleh serangan verbal yang terus berdatangan.

Pangeran Sera berdiri tegap di samping Yuki, mencoba meredam situasi. “Paman, Yuki tidak berbohong. Apakah kita harus menunggu hal-hal buruk terjadi dulu baru bertindak? Tidak ada kerugian dalam menyelidiki hal ini secara hati-hati.”

Namun, Paman Gregor tidak mau menyerah. “Menyelidiki? Kita akan membuang waktu dan sumber daya kerajaan untuk mengejar mimpi yang mungkin saja keliru!”

Yuki merasakan jantungnya berdegup kencang, keraguan yang mengelilinginya semakin kuat. Bahkan dengan dukungan Pangeran Sera, rasa tidak percayanya dari semua orang terasa menyakitkan. Saat suasana semakin memanas, tiba-tiba suara Kakek Veyron, yang bijak dan penuh wibawa, memecah keheningan.

“Kita semua tahu,” Kakek Veyron berkata dengan tenang, “bahwa Pangeran Riana dari Garduete memberimu kesempatan untuk kembali ke duniamu, Yuki. Tapi dia juga menutup pintu itu saat kau memilih untuk kembali ke dunia ini. Jadi, pertanyaannya adalah… apakah Putri Yuki bersedia meninggalkan kehidupan lamanya untuk mengejar mimpi ini? Sebuah mimpi yang tidak dijamin benar, demi menyelamatkan orang-orang yang mungkin tidak bisa diselamatkan.”

Semua mata tertuju pada Yuki, dan Raja Jafar memandangnya dengan penuh harap sekaligus keraguan. Yuki menggigit bibirnya, mencoba menahan air mata yang hampir jatuh. Dia tahu ini adalah momen penting. Jika dia gagal meyakinkan mereka sekarang, mereka mungkin tidak akan pernah memberinya kesempatan lagi.

Dengan suara pelan tapi tegas, Yuki mengangkat wajahnya dan menjawab, “Aku memilih untuk kembali ke dunia ini bukan hanya karena mimpi. Aku kembali karena ada sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang hanya bisa kulakukan di sini. Jika mimpi ini adalah satu-satunya petunjuk yang bisa menyelamatkan Putri Magitha dan Ratu Isodele, maka aku akan melakukannya tanpa ragu. Aku rela melepaskan kehidupanku di dunia lamaku untuk menjalankan tanggung jawab ini.”

Ruangan itu hening sesaat, sebelum Pangeran Sera melangkah maju, berdiri lebih dekat dengan Yuki sebagai bentuk dukungan. “Yuki telah berkorban banyak untuk berada di sini. Kita harus memberinya kesempatan.”

Kakek Veyron menatap Raja Jafar dengan tajam, menunggu keputusannya. Raja Jafar akhirnya menghela napas panjang dan berkata, “Baiklah. Kita akan menyelidiki Negeri Rasyamsah. Namun, kita akan melakukannya dengan hati-hati. Jika Yuki benar, maka kita akan bertindak. Tapi jika tidak… kita akan mempertanggungjawabkan setiap langkah yang kita ambil.”

Paman Gregor tampak tidak senang, tapi dia diam.

Suasana rapat tiba-tiba pecah ketika seorang prajurit penghubung dengan mata-mata yang diutus Pangeran Sera sebelum Dia ke istana Raja datang bergegas masuk ke aula. Para pejabat dan prajurit yang sebelumnya berdebat keras seketika terdiam, memperhatikan dengan cermat sosok yang datang membawa kabar penting.

“Yang Mulia!” seru prajurit itu sambil menunduk hormat. “Kami berhasil menyusup ke istana Rasyamsah dan mengonfirmasi laporan Putri Yuki. Putri Magitha dan Ratu Isodele memang ditawan di menara barat istana oleh Raja Trandem.”

Prajurit itu lalu menyerahkan gulungan foto-foto yang berhasil diambil secara diam-diam. Salah satu pejabat membuka gulungan tersebut dan membagikan gambar-gambar kepada Raja Jafar dan pejabat lainnya. Foto-foto itu jelas menunjukkan Putri Magitha dan Ratu Isodele dalam keadaan lemah, ditawan di ruang gelap dengan penjagaan ketat.

Raja Jafar menatap foto-foto itu dengan penuh amarah, wajahnya memerah. Suara meja yang dihantam keras oleh Raja Jafar menggema di seluruh ruangan. “Brengsek!” serunya penuh kemarahan. “Beraninya mereka menawan keluargaku dan mengancam kerajaanku!”

Para pejabat terkejut oleh bukti tak terbantahkan tersebut. Ketegangan yang sebelumnya mengarah pada Yuki kini sepenuhnya beralih menjadi kemarahan terhadap Raja Trandem dan Rasyamsah.

Pangeran Sera memandang Yuki dengan kekaguman yang semakin besar, tahu bahwa Yuki telah mengatakan yang sebenarnya sejak awal.

“Kita tidak bisa membiarkan ini berlalu begitu saja!” Raja Jafar melanjutkan, suaranya penuh determinasi. “Segera kumpulkan pasukan. Kita akan menyerbu Rasyamsah dan membawa pulang Magitha dan Isodele!”

Pangeran Sera maju ke depan, suaranya tenang namun tegas. “Ayah, jangan gegabah. Jika kita langsung menyerbu, kita hanya akan menempatkan banyak nyawa di pihak kita dalam bahaya, termasuk Magitha dan Ibu. Rasyamsah bukan musuh yang mudah ditaklukkan, dan aku yakin ada pihak dalam kerajaan kita sendiri yang bersekongkol dengan mereka. Kita harus berhati-hati dan menyusun strategi yang lebih matang.”

Raja Jafar yang masih diliputi amarah tampak ingin membantah, tetapi kata-kata Sera membuatnya terdiam sejenak. Ketegangan mulai mereda saat Raja Jafar menatap putranya dengan mata penuh pertimbangan. “Kau berpikir ada pengkhianat di antara kita?” tanyanya dengan nada tajam.

Pangeran Sera mengangguk. “Itu sangat mungkin, Ayah. Mereka tahu gerakan kita terlalu baik. Jika ada orang dalam yang membantu, serangan terbuka hanya akan memberi mereka keuntungan lebih besar. Kita harus mencari tahu siapa yang ada di balik ini dan memutus jalur informasi mereka sebelum bergerak.”

Kakek Veyron, yang duduk di sisi ruangan, mengelus janggutnya sambil menatap Sera dengan bijak. “Kebijakanmu benar, Sera,” katanya perlahan. “Dalam pertempuran, mereka yang tahu lebih banyak selalu menang. Kita perlu menyusun rencana untuk menjebak pengkhianat, sambil mencari cara untuk menyelamatkan Magitha dan Isodele tanpa menimbulkan korban.”

Yuki, yang mendengar perbincangan itu, merasakan ketegangan di tubuhnya mereda sedikit. Dia tahu Pangeran Sera selalu bijaksana dan berpikir jauh ke depan. Pangeran Sera berbalik, menatap mata Yuki dengan keyakinan, seolah memberi tahu bahwa semuanya akan baik-baik saja jika mereka bertindak dengan hati-hati.

Raja Jafar akhirnya menghela napas panjang, kemarahannya sedikit mereda. “Baiklah, Sera. Kau benar. Kita akan bertindak dengan bijaksana. Tapi, kita harus segera mencari tahu siapa pengkhianat itu dan menghentikan mereka sebelum mereka bisa membahayakan lebih banyak lagi.”

“Putri Yuki tampaknya anda punya keahlian yang baik. Apakah anda mempelajari sihir atau siapa anda sebenarnya ?. Tanya Paman Gregor tiba-tiba. Semua perhatian kembali terpusat pada Yuki yang berdiri disamping Pangeran Sera.

Yuki menatap Paman Gregor dalam. Kemudian menjawab. “Tidak perlu takut paman, Aku hanya gadis biasa yang kebetulan dicintai oleh keponakanmu paman”

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96 1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97 2
98 3
99 4
100 5
101 6
102 7
103 8
104 9
105 10
106 11
107 12
108 13
109 14
110 15
111 16
112 17
113 18
114 19
115 20
116 21
117 22
118 23
119 24
120 25
121 26
122 27
123 28
124 29
125 30
126 31
127 32
128 33
129 34
130 35
131 36
132 37
133 38
134 39
135 40
136 41
137 42
138 43
139 44
140 45
141 46
142 47
143 48
144 49
145 50
146 51
147 52
148 53
149 54
150 55
151 56
152 57
153 58
154 59
155 60
156 61
157 62
158 63
159 64
160 65
161 66
162 67
163 68
164 69
165 70
166 71
167 72
168 73
169 74
170 75
171 76
172 77
173 78
174 79
175 80
176 81
177 82
178 83
179 84
180 85
181 86
182 87
183 88
184 89
185 90
186 91
187 92
188 93
189 94
190 95
191 96
192 97
193 98
194 99
195 100
196 101
197 102
198 103
199 104
200 105
201 106
202 107
203 108
204 109
205 110
206 111
207 112
208 113
209 114
210 115
211 116
212 117
213 118
214 119
215 120
216 121
217 122
218 123
219 124
220 125
221 126
222 127
223 128
224 139
225 140
226 141
227 142
228 143
229 144
230 145
231 146
232 147
233 148
234 149
235 150
236 151
237 152
238 153
239 154
240 155
241 156
242 157
243 158
244 159
245 160
246 161
247 162
248 163
249 164
250 165
251 166
252 167
253 168
254 169
255 170
256 171
257 172
258 173
259 174
260 175
261 176
262 177
263 178
264 179
265 180
266 181
267 182
268 183
269 184
270 185
271 186
272 187
273 188
274 189
275 190
276 191
277 192
278 193
279 194
280 195
281 196
282 197
283 198
284 199
285 200
286 201
Episodes

Updated 286 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96
1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97
2
98
3
99
4
100
5
101
6
102
7
103
8
104
9
105
10
106
11
107
12
108
13
109
14
110
15
111
16
112
17
113
18
114
19
115
20
116
21
117
22
118
23
119
24
120
25
121
26
122
27
123
28
124
29
125
30
126
31
127
32
128
33
129
34
130
35
131
36
132
37
133
38
134
39
135
40
136
41
137
42
138
43
139
44
140
45
141
46
142
47
143
48
144
49
145
50
146
51
147
52
148
53
149
54
150
55
151
56
152
57
153
58
154
59
155
60
156
61
157
62
158
63
159
64
160
65
161
66
162
67
163
68
164
69
165
70
166
71
167
72
168
73
169
74
170
75
171
76
172
77
173
78
174
79
175
80
176
81
177
82
178
83
179
84
180
85
181
86
182
87
183
88
184
89
185
90
186
91
187
92
188
93
189
94
190
95
191
96
192
97
193
98
194
99
195
100
196
101
197
102
198
103
199
104
200
105
201
106
202
107
203
108
204
109
205
110
206
111
207
112
208
113
209
114
210
115
211
116
212
117
213
118
214
119
215
120
216
121
217
122
218
123
219
124
220
125
221
126
222
127
223
128
224
139
225
140
226
141
227
142
228
143
229
144
230
145
231
146
232
147
233
148
234
149
235
150
236
151
237
152
238
153
239
154
240
155
241
156
242
157
243
158
244
159
245
160
246
161
247
162
248
163
249
164
250
165
251
166
252
167
253
168
254
169
255
170
256
171
257
172
258
173
259
174
260
175
261
176
262
177
263
178
264
179
265
180
266
181
267
182
268
183
269
184
270
185
271
186
272
187
273
188
274
189
275
190
276
191
277
192
278
193
279
194
280
195
281
196
282
197
283
198
284
199
285
200
286
201

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!