19

Di dalam kereta, Yuki merasakan napasnya tersengal, jantungnya berdegup kencang. Mata Pangeran Riana mengunci tatapan padanya, dingin dan penuh kekuasaan. “Kenapa kau selalu melawan, Yuki? Apa yang kau inginkan sebenarnya?” suaranya terdengar tajam, tak ada lagi kesabaran.

Yuki menatap Pangeran Riana dengan mata yang berkaca-kaca. “Aku hanya ingin bebas dari kekanganmu Pangeran.”

Pangeran Riana mendekat, membuat Yuki semakin menyudut di dalam kereta. “Kau selalu membuatku terlihat lemah di depan orang lain. Kau tahu betul, Yuki, bahwa aku tidak akan pernah melepaskanmu.”

Yuki menggigit bibirnya, berusaha menahan air mata. Sementara itu, di luar, Pangeran Sera menatap kereta yang semakin menjauh, amarahnya bergejolak di dalam dada.

Dari sudut mata Yuki bisa melihat pandangan kosong Pangeran Sera yang menatap Kereta yang melewatinya.

Pangeran Riana langsung mencengkram wajah Yuki kuat. Memaksa gadis itu kembali menatapnya.

“Jangan berani menatap pria lain selain pemilikmu Yuki”

Yuki merasakan napasnya tercekat oleh kata-kata Pangeran Riana yang tajam. Dia dipaksa menatap mata Pangeran Riana yang penuh dengan kekuasaan, tapi juga obsesi yang semakin menakutkan. “Kau milikku, Yuki,” desis Pangeran Riana dengan suara rendah, hampir seperti ancaman. “Tak ada satu pun yang bisa menyentuhmu selain aku, termasuk Sera.”

Yuki berusaha menenangkan dirinya, namun kepedihan dan kemarahan merasuk ke dalam tubuhnya. Bayangan Pangeran Riana dan Putri lain di taman menyeruak kembali dalam ingatannya. “Kau tidak memiliki hak atas diriku,” balasnya dengan suara yang hampir bergetar. “Aku bukan benda yang bisa kau kendalikan sesuka hatimu.”

Pangeran Riana tertawa sinis, namun cengkeramannya tak melonggar. “Hak?” Dia mendekatkan wajahnya ke Yuki, hingga napas mereka hampir bersentuhan. “Aku telah mengklaimmu sejak lama. Sera bisa bersumpah seribu kali, tapi pada akhirnya, kau tetap milikku.”

Pangeran Riana mendekati telinga Yuki dan kembali berbisik dingin. “Ataukah Aku kurang menghangatkanmu hingga Kau melanggar aturanku. Baiklah Aku akan menyentuhmu jika itu menyenangkanmu”

Yuki merasakan ketegangan yang semakin intens saat Pangeran Riana berbicara, suaranya penuh ancaman tersembunyi. Tubuhnya gemetar, bukan karena takut, tetapi karena marah dan terjebak dalam situasi yang semakin tak terkendali.

“Jangan sentuh aku!” seru Yuki dengan tegas, mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Pangeran Riana. “Lepaskan Aku, Pangeran”

Pangeran Riana menyeringai, tetapi ada kilatan bahaya di matanya. “Diam Yuki !, Jangan mencoba menentangku. Kau tahu aku tidak suka melanggar batasanku. Jika kau menginginkan perhatian, kau hanya perlu meminta.” Dia mendekat lebih jauh, membuat Yuki semakin terperangkap dalam ketegangan di antara mereka.

Namun, Yuki tidak akan menyerah. Dengan keberanian yang mendidih dalam dirinya, dia balas menatap Pangeran Riana dengan penuh perlawanan. “Aku tidak akan membiarkanmu mempermainkanku lagi Pangeran,” ucapnya dengan ketegasan yang tak tergoyahkan.

“Benarkah ?. Apakah Kau bisa tidak berteriak memanggil namaku saat Aku memasukimu ?.” Ejek Pangeran Riana dingin.

Yuki berusaha keras menahan air matanya, tidak ingin memberikan Pangeran Riana kepuasan melihatnya hancur. Dia menggigit bibirnya, mencoba menahan emosi yang memuncak. Napasnya semakin berat, tapi dia menolak untuk tunduk.

“Kau tidak punya hak untuk membicarakanku seperti itu,” kata Yuki, suaranya bergetar namun tetap tegas.

Pangeran Riana menatapnya dengan tatapan dingin, wajahnya tanpa emosi, tetapi bibirnya melengkung menjadi senyum mengejek. “Kau masih belum mengerti, Yuki,” katanya pelan, suaranya penuh kepastian. “Aku sudah memiliki bagian terbesar darimu. Dan semakin kau melawan, semakin kuat aku mencengkerammu.”

Yuki mengalihkan pandangannya, menolak untuk terjebak dalam kata-kata kejamnya. “Kau salah, Pangeran. Kau mungkin bisa menguasai tubuhku, tapi kau tidak akan pernah memiliki hatiku.”

Mendengar hal itu Pangeran Riana langsung mencekik Yuki. Yuki tercekat. “Persetan dengan hatimu. Sudah kukatakan padamu. Semua yang ada dalam dirimu adalah Hak ku. Kau tidak punya kepentingan untuk menyerahkannya pada laki-laki lain”

Pangeran Riana mencengkeram leher Yuki semakin kuat, membuat napasnya tercekat. Matanya melebar, tubuhnya bergetar karena kekurangan udara, tetapi Yuki tetap menatap Pangeran Riana dengan tatapan penuh perlawanan.

“Pangeran Riana… lepaskan,” kata Yuki, suaranya hampir tidak terdengar.

Namun, amarah Pangeran Riana tampaknya tak mengenal batas. “Kau hanya milikku!” katanya dengan nada penuh kepemilikan. “Aku tidak akan membiarkanmu melihat orang lain, apalagi mencintai mereka. Kau harus belajar di mana tempatmu.”

Yuki merasakan tubuhnya melemah, tapi di dalam hatinya, ia tahu ia tidak bisa menyerah. Dia harus bertahan, demi dirinya, demi mereka yang mencintainya. Bahkan di tengah kekerasan ini, Yuki mencoba mengumpulkan kekuatan yang tersisa, mengangkat tangannya, dan dengan lemah namun tegas berusaha menyingkirkan tangan Pangeran Riana dari lehernya.

“Sesak…Pangeran Riana…” ucapnya lagi, kali ini dengan suara yang lebih tegas meski hampir hilang di antara napas yang tertahan.

Pangeran Riana melepaskan cekalannya. Yuki terbatuk-batuk. Terlihat garis memar di lehernya akibat cekikan Pangeran Riana.

Pangeran Riana tidak mengatakan apapun, Dia membuka perlahan jas nya dan melipatnya di sandaran kursi dengan rapi.

“Buka Kakimu”

“Apa yang Kau lakukan ?”

“Tentu saja mengklaim kepemilikanku”

Yuki terbelalak, shock mendengar pernyataan Pangeran Riana. “Kau gila!” teriaknya, berusaha melawan.

Pangeran Riana mendekat, senyumnya dingin dan penuh penantian. “Kau harus tahu, Yuki. Tidak ada yang bisa melindungimu dariku. Kau sudah memilih untuk kembali ke dalam hidupku, dan sekarang saatnya aku menunjukkan siapa pemilikmu yang sebenarnya.”

Dia mencondongkan tubuhnya ke depan, mendekati Yuki, dan saat itu, Yuki merasakan gelombang ketakutan dan kemarahan yang menyelimutinya. Dalam hatinya, dia berusaha mencari cara untuk melawan.

“Pangeran Riana, tolong… Jangan lakukan ini,” desaknya, suaranya bergetar. “Kau tidak perlu bertindak seperti ini.”

Pangeran Riana mengabaikan perkataannya, seolah-olah semua yang dikatakan Yuki tidak lebih dari sekadar angin berlalu. “Buka kakimu,” perintahnya lagi, kali ini dengan nada lebih tegas, mengguncang keteguhan hati Yuki.

Dia mengerahkan seluruh kekuatan yang dimiliki untuk tidak patuh, tetapi semakin Pangeran Riana mendekat, semakin dia merasa terjebak. Hatinya berperang antara keinginan untuk melawan dan ketakutan akan konsekuensi dari penolakan.

Yuki tercekat saat Pangeran Riana melepaskan resletingnya didepan Yuki dan mengeluarkan kemaluannya. Satu tangannya dengan cepat mencengkram rambut di tengkuk Yuki. Membuat gadis itu tidak bisa bergerak.

“Tidak…mmmpp” Pangeran Riana menghentikan teriakan Yuki dengan memasukan kemaluannya dalam mulut Yuki.

Yuki nyaris tersedak. Saat mulutnya terasa penuh sampai tenggorokan. Air mata membasahi Yuki. Dia mencoba mendorong tubuh Pangeran Riana, tapi Pangeran Riana bahkan tidak bergerak satu sentipun dari tempatnya berdiri.

“Aku tahu Kau merindukannya Yuki” bisik Pangeran Riana puas.

Yuki mencoba menggelengkan kepala, melepaskan bagian tubuh Pangeran Riana itu dari mulutnya. Tapi gerakannya itu justru membuat Pangeran Riana melenguh senang. Dan tanpa perasaan, Dia menggerakan tubuhnya keluar masuk dalam mulut Yuki.

Tatapan Yuki yang meminta pengampunan justru menambah semangat Pangeran Riana. Dia terus bergerak. Jari-jarinya meremas rambut Yuki kuat. Menggerakan kepala Yuki. Semakin lama semakin cepat. Hingga Yuki merasakan kemaluan Pangeran Riana semakin besar dan berkedut.

Yuki langsung tersedak ketika merasakan cairan Pangeran Riana masuk tanpa bisa dihindari dalam tenggorokannya.

Pangeran Riana menekan wajah Yuki kuat. Hingga hidung Yuki nyaris menempel di perutnya. Dia tidak perduli ketika kuku tangan Yuki mencakarnya untuk meminta dilepaskan. Setelah semua cairan dirasa masuk ke dalam mulut Yuki. Pangeran Riana menarik kemaluannya keluar.

Yuki terbatuk-batuk. Tangan Pangeran Riana yang masih mencengkram rambut Yuki menarik Yuki hingga Yuki duduk dipangkuannya. “Kalau Kau berani memutahkannya, Aku akan memenuhi mulutmu dengan cairanku” ancam Pangeran Riana dingin.

Yuki diam. Terisak.

Pangeran Riana mendorong Yuki bersandar di kursi. Lalu Dia merobek celana dalam Yuki. Meskipun Dia baru saja melepaskan hasratnya. Tapi kemaluannya masih tegak berdiri.

Tanpa keraguan Dia mengarahkannya untuk memasuki Yuki. “Tidak !!” Pekik Yuki.

Pangeran Riana mencekal tangan Yuki kuat. Dia terus memaksa untuk memasuki tubuh Yuki yang masih kering dan belum siap.

“Ughh” Yuki mendongakkan kepala. Menahan sakit.

“Apa Sera sudah memasuki tubuhmu seperti yang Aku lakukan sekarang ?” Tanya Pangeran Riana dingin.

“Aa…” Yuki terpekik ketika Pangeran Riana berhasil memasukkan tubuhnya, menerobos ke bagian paling dalam dari Yuki. Nafas Yuki tercekat. Menatap Pangeran Riana dengan mata penuh air mata. ”Pangeran Sera…tidak pernah berlaku kasar. Dia menghormatiku sebagai seorang wanita”

Pangeran Riana berhenti sejenak, mendengar ucapan Yuki, dan tatapannya berubah dingin, penuh amarah. “Kau membandingkanku dengan Sera? Di saat seperti ini?” desisnya penuh penghinaan.

Dia memperkuat cengkeramannya pada tubuh Yuki, seolah semakin marah karena menyadari bahwa Yuki masih memikirkan Pangeran Sera di tengah situasi ini. “Aku tidak peduli bagaimana dia memperlakukanmu. Kau milikku, Yuki. Dan kau harus belajar menerima itu.”

Yuki menggigit bibirnya, air mata mengalir deras di wajahnya. Tubuhnya bergetar di bawah kekuasaan Pangeran Riana, tetapi dalam hatinya, dia merasakan kobaran kemarahan. “Aku tidak akan pernah menjadi milikmu. Tidak seperti ini.”

Pangeran Riana tertawa sinis, suara tawanya memekakkan telinga Yuki, membuatnya merasa semakin kecil dan tak berdaya. “Lihatlah dirimu. Kau tak punya pilihan. Semakin kau melawan, semakin aku akan memastikan kau tidak pernah bisa melupakan siapa yang benar-benar memiliki dirimu.”

Tanpa keraguan Pangeran Riana menggerakan tubuhnya dengan kasar. Kedua kaki Yuki terangkat di bahunya. Tanpa belas kasihan, Dia menghujam tubuh Yuki berkali-kali.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96 1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97 2
98 3
99 4
100 5
101 6
102 7
103 8
104 9
105 10
106 11
107 12
108 13
109 14
110 15
111 16
112 17
113 18
114 19
115 20
116 21
117 22
118 23
119 24
120 25
121 26
122 27
123 28
124 29
125 30
126 31
127 32
128 33
129 34
130 35
131 36
132 37
133 38
134 39
135 40
136 41
137 42
138 43
139 44
140 45
141 46
142 47
143 48
144 49
145 50
146 51
147 52
148 53
149 54
150 55
151 56
152 57
153 58
154 59
155 60
156 61
157 62
158 63
159 64
160 65
161 66
162 67
163 68
164 69
165 70
166 71
167 72
168 73
169 74
170 75
171 76
172 77
173 78
174 79
175 80
176 81
177 82
178 83
179 84
180 85
181 86
182 87
183 88
184 89
185 90
186 91
187 92
188 93
189 94
190 95
191 96
192 97
193 98
194 99
195 100
196 101
197 102
198 103
199 104
200 105
201 106
202 107
203 108
204 109
205 110
206 111
207 112
208 113
209 114
210 115
211 116
212 117
213 118
214 119
215 120
216 121
217 122
218 123
219 124
220 125
221 126
222 127
223 128
224 139
225 140
226 141
227 142
228 143
229 144
230 145
231 146
232 147
233 148
234 149
235 150
236 151
237 152
238 153
239 154
240 155
241 156
242 157
243 158
244 159
245 160
246 161
247 162
248 163
249 164
250 165
251 166
252 167
253 168
254 169
255 170
256 171
257 172
258 173
259 174
260 175
261 176
262 177
263 178
264 179
265 180
266 181
267 182
268 183
269 184
270 185
271 186
272 187
273 188
274 189
275 190
276 191
277 192
278 193
279 194
280 195
281 196
282 197
283 198
284 199
285 200
286 201
Episodes

Updated 286 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96
1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97
2
98
3
99
4
100
5
101
6
102
7
103
8
104
9
105
10
106
11
107
12
108
13
109
14
110
15
111
16
112
17
113
18
114
19
115
20
116
21
117
22
118
23
119
24
120
25
121
26
122
27
123
28
124
29
125
30
126
31
127
32
128
33
129
34
130
35
131
36
132
37
133
38
134
39
135
40
136
41
137
42
138
43
139
44
140
45
141
46
142
47
143
48
144
49
145
50
146
51
147
52
148
53
149
54
150
55
151
56
152
57
153
58
154
59
155
60
156
61
157
62
158
63
159
64
160
65
161
66
162
67
163
68
164
69
165
70
166
71
167
72
168
73
169
74
170
75
171
76
172
77
173
78
174
79
175
80
176
81
177
82
178
83
179
84
180
85
181
86
182
87
183
88
184
89
185
90
186
91
187
92
188
93
189
94
190
95
191
96
192
97
193
98
194
99
195
100
196
101
197
102
198
103
199
104
200
105
201
106
202
107
203
108
204
109
205
110
206
111
207
112
208
113
209
114
210
115
211
116
212
117
213
118
214
119
215
120
216
121
217
122
218
123
219
124
220
125
221
126
222
127
223
128
224
139
225
140
226
141
227
142
228
143
229
144
230
145
231
146
232
147
233
148
234
149
235
150
236
151
237
152
238
153
239
154
240
155
241
156
242
157
243
158
244
159
245
160
246
161
247
162
248
163
249
164
250
165
251
166
252
167
253
168
254
169
255
170
256
171
257
172
258
173
259
174
260
175
261
176
262
177
263
178
264
179
265
180
266
181
267
182
268
183
269
184
270
185
271
186
272
187
273
188
274
189
275
190
276
191
277
192
278
193
279
194
280
195
281
196
282
197
283
198
284
199
285
200
286
201

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!