18

Pangeran Riana, tanpa peringatan, bergerak cepat ke arah Yuki dan mencekal tangannya dengan kuat. Tatapannya dingin, tak ada rasa empati yang terlihat dari wajahnya.

Memecahkan keheningan yang membingungkan.

“Ayo kita pulang,” kata Pangeran Riana dengan suara rendah dan tajam, mengabaikan ketakutan yang terpancar di wajah Yuki.

Yuki terkejut dan berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan cengkeraman Pangeran Riana. “Lepaskan aku!” teriaknya dengan penuh amarah, berusaha menarik tangannya dari genggaman yang begitu kuat. Namun, kekuatan Pangeran Riana jauh melampaui miliknya. Ia tidak memberi ruang untuk perlawanan.

Pangeran Riana menunduk lebih dekat ke wajah Yuki, bibirnya menyeringai. “Yuki, kita pulang sekarang,” katanya dengan nada mengancam, “atau Raja Jafar akan mendapat berita tentang… kemesraan kita yang tak terelakkan di istananya.”

Yuki merasakan hawa dingin menyelimuti seluruh tubuhnya mendengar ancaman itu. Kengerian memenuhi pikirannya. Pangeran Riana tahu persis bagaimana menggunakan ancaman ini untuk memaksanya patuh. “Kau tidak akan berani melakukan itu,” bisik Yuki, mencoba menguatkan dirinya meskipun jantungnya berdetak kencang.

“Apakah kau yakin?” Pangeran Riana menjawab dengan santai, seolah apa yang ia katakan hanyalah fakta sederhana yang tak bisa dibantah. “Aku sudah pernah membuatmu tak berdaya sebelumnya, Yuki. Jangan paksa aku untuk melakukannya lagi disini.”

Yuki gemetar mendengar kata-kata Pangeran Riana. Pikirannya berputar, mencari cara untuk melarikan diri dari situasi ini tanpa menimbulkan lebih banyak masalah. Dia tidak ingin memberi Pangeran Riana alasan untuk mempermalukannya lebih jauh, tetapi dia juga tidak bisa membiarkan dirinya diambil begitu saja oleh pria ini.

Namun, Pangeran Riana semakin erat menggenggamnya, membuat Yuki merasa seakan tak ada jalan keluar.

Pangeran Riana menarik Yuki dengan kekuatan yang membuatnya tak berdaya, memaksa Yuki mengikuti setiap langkahnya. Protes Yuki hanya berakhir dalam bisikan marah yang tak dihiraukan Pangeran Riana. Semakin ia melawan, semakin kuat cengkeraman Pangeran Riana, dan Yuki tahu betul—Pangeran Riana adalah tipe yang semakin dilawan, semakin keras dia menuntut.

Setiap kali Yuki mencoba menghentikan langkahnya, Pangeran Riana akan menariknya lebih kencang, tak peduli dengan ketidaknyamanan yang ia timbulkan. Tatapan dingin dan mendominasi dari Pangeran Riana menegaskan bahwa dia tidak akan menerima penolakan, tidak peduli berapa banyak Yuki mencoba memberontak.

Langkah mereka semakin cepat, dan Yuki hanya bisa mengikuti dengan napas terengah. Dia tahu bahwa menentang Pangeran Riana secara terbuka saat ini hanya akan memperburuk keadaan. Pangeran Riana dikenal sebagai sosok yang kejam dan tak kenal ampun saat keinginannya dihalangi.

“Pangeran Riana…,” bisik Yuki, suaranya nyaris tak terdengar di antara ketegangan. “Tolong, kita bisa bicara. Kau tidak perlu memaksaku seperti ini.”

Namun Pangeran Riana tidak menjawab. Ia terus melangkah keluar aula, tanpa sedikit pun melambat. Wajahnya tetap tanpa ekspresi, tetapi kekerasan dari genggamannya sudah cukup memberi tahu Yuki bahwa dia sedang berada dalam kendali penuh.

Sementara itu, Raja Jafar memandang dari tempat tertinggi istana, tatapannya tak teralihkan saat Pangeran Riana menarik Yuki menuju kereta kuda. Wajahnya tetap tenang, meskipun di sebelahnya, Pangeran Arana dengan jelas memperlihatkan kegelisahannya. Suara protes Arana memecah kesunyian, namun Raja Jafar tetap tak bergeming.

“Ayah, apakah ini benar? Kakak tidak akan setuju kita menyerahkan Putri Yuki pada Pangeran Riana,” desak Pangeran Arana, suaranya penuh dengan kecemasan dan kemarahan. Pangeran Arana tahu betapa Pangeran Sera melindungi Yuki, dan keputusan ini pasti akan menimbulkan kemarahan besar pada Pangeran Sera.

Raja Jafar menarik napas panjang sebelum menjawab. “Aku tahu Sera tidak akan setuju. Namun, perang dengan Garduete akan menjadi bencana yang lebih besar bagi kita. Kita tak punya pilihan sekarang, Arana.” Suaranya tenang, tetapi penuh dengan beratnya keputusan yang telah ia buat.

“Dan Ayah percaya Riana akan mematuhi batas-batas ini?” tanya Arana skeptis. “Apa yang akan Kita katakan pada kakak jika Dia mengetahui ini.”

Raja Jafar menatap lurus ke arah gerakan Pangeran Riana yang semakin jauh. “Sera akan mengerti, tetapi aku berharap dia bisa menjaga kendali. Saat ini, kita butuh kedamaian, bukan lebih banyak musuh.”

Pangeran Riana membuka pintu kasar. Yuki memegang erat pada sisi kereta, menolak masuk ke dalam.

“Masuk sekarang Yuki” perintah Pangeran Riana dingin.

Yuki menggelengkan kepala kuat masih menolak. Pangeran Riana memperkuat cekalannya ditangan Yuki yang lain. “Kenapa, apa begitu inginnya kau tidur dengan dia sampai menolak kembali padaku ?”

Yuki menatap pangeran riana. Terkejut dengan kata-kata yang diucapkan. Kemarahan merasukinya. “Kau bilang apa ?” Tanya Yuki tidak percaya.

“Aku benar kan, Kau kembali dari duniamu untuk menemuinya, Apa Kau tidak puas denganku lalu mencari Dia juga untuk memenuhi keinginanmu Yuki.” Tuduhan Pangeran Riana menyakitkan hati Yuki. “Berhenti membuat ulah dan Pulang sekarang bersamaku” kata Pangeran Riana dingin.

“Lepaskan Aku !” Kata Yuki cepat. Merasa sesak dengan tuduhan Pangeran Riana.

Pangeran Riana menarik napas panjang, tatapan dinginnya menusuk. “Aku tahu kau kembali karena dia, Yuki. Tapi jangan lupa, aku yang memberimu kesempatan untuk pergi dan kembali. Kau milikku, dan aku tidak akan membiarkanmu memilih orang lain.”

Yuki menatap Pangeran Riana, amarah menggelegak dalam dirinya. “Kau tidak punya hak untuk mengatakan itu. Aku bukan milik siapa pun!” suaranya gemetar, namun dipenuhi ketegasan. “Apa yang kau lakukan ini sudah melewati batas, Pangeran Riana.”

Cekalan Pangeran Riana semakin kuat di pergelangan tangannya, wajahnya semakin dekat dengan Yuki. “Batas? Aku yang menentukan batas untukmu, Yuki,” katanya dengan nada dingin yang mencerminkan kekuasaan yang selalu ia klaim atas dirinya.

Yuki berusaha menarik tangannya dari genggamannya, tapi sia-sia. “Ini bukan soal dia,” ucap Yuki dengan napas tersengal. “Aku kembali karena aku peduli pada orang-orang di sini, pada Putri Magitha, pada Ratu Isodele. Bukan karena alasan rendah seperti yang kau pikirkan.”

Pangeran Riana mendekat lebih jauh, suaranya semakin merendah namun penuh ancaman. “Aku tidak peduli alasanmu. Yang kutahu, kau akan pulang bersamaku. Sekarang.”

Namun Yuki, dengan tekad yang semakin membesar, menatap lurus ke matanya. “Tidak. Aku tidak akan pergi denganmu,” balasnya tegas, meskipun tubuhnya gemetar.

Pangeran Riana terdiam sejenak, lalu dengan kasar mendorong Yuki ke arah pintu kereta, memaksa tubuhnya untuk masuk. “Kau tidak punya pilihan,” katanya, suaranya masih dingin dan tidak mengenal belas kasihan.

Tepat saat itu, Sebuah tangan menarik Yuki dengan cepat dan membawa Yuki kembali keluar kereta. Saat Yuki mendongak, Dia melihat Pangeran Sera sudah berada didekatnya.

Pandangan mata dari kedua Pangeran itu bertemu dengan dingin.

Pangeran Riana menegakkan tubuhnya, menatap tajam ke arah Pangeran Sera yang kini berdiri melindungi Yuki. Tatapan dingin mereka seakan menusuk, udara di sekitarnya terasa berat, penuh ketegangan yang tak terucap. Pangeran Riana mengepalkan tangan, jelas tidak senang melihat Pangeran Sera muncul begitu tiba-tiba.

“Sera, apa yang kau lakukan di sini?” suara Pangeran Riana terdengar datar namun penuh amarah yang tersembunyi.

Pangeran Sera, dengan tatapan tajam dan penuh ketenangan, menanggapi tanpa beranjak sedikit pun dari tempatnya. “Aku di sini untuk memastikan bahwa Yuki tidak akan dipaksa melakukan apa pun yang bertentangan dengan kehendaknya.”

Yuki, yang masih terkejut dengan kehadiran Pangeran Sera, berusaha berdiri tegak di belakangnya, merasa sedikit lega namun tetap waspada.

“Ini bukan urusanmu,” kata PangeranRiana dengan nada lebih keras, maju satu langkah. “Yuki adalah milikku, dan aku akan membawanya pulang.”

Pangeran Sera tersenyum tipis, tetapi tatapannya tidak melunak. “Milikmu, jelas Dia tidak ingin pergi bersamamu, tapi kau memaksanya. Apa perlu Kita tanyakan pada Yuki. Siapa yang ingin Dia ikuti ?.”

Pangeran Riana mengertakkan gigi, amarahnya hampir tak terkendali. “Kau berani menantangku, Sera?”

Pangeran Sera menatap Pangeran Riana tanpa ragu. “Aku tidak menantangmu. Aku hanya menegakkan kehendak Yuki. Jika kau tidak bisa menerima itu, maka kau yang menantang keputusan seorang wanita.”

Yuki tahu situasi tidak baik. Dia langsung mendorong Pangeran Sera untuk menjauh.

Sebelum pangeran Riana terpancing emosi dan bertindak nekat.

“Hentikan Pangeran, Ini bukan saatnya memicu pertengkaran dengan negeri lainnya” kata Yuki mengingatkan Pangeran Sera. Kedua tangan Yuki mencekal bahu Pangeran Sera. Matanya menatap lurus memohon pengertian.

Pangeran Riana tidak terima ketika Yuki justru terlihat melindungi Pangeran Sera. Kemarahan merasuki dirinya. Dia langsung maju dan menarik Yuki dengan kuat. Menjauhkan Yuki dari Pangeran Sera dan Melempar Yuki ke dalam kereta kuda.

Pangeran Sera mengepalkan tangan erat, amarah membara di balik wajahnya yang tetap tenang. Dia hampir bergerak maju saat Yuki dilempar dengan kasar ke dalam kereta, tapi dia menghentikan dirinya. Pangeran Riana menatapnya dari balik pintu kereta, penuh tantangan. “Ini bukan masalahmu lagi,” ucap PangeranRiana dingin sebelum menutup pintu dengan keras, seakan mengunci Yuki dalam nasib yang tidak pasti.

Pangeran Sera tidak menjawab. Dia hanya Diam dengan tatapan kosong.

Kereta berjalan pergi. Pangeran Riana mencekal tangan Yuki kuat. Memaksa Yuki untuk berada disampingnya. Menolak melepaskan Yuki.

Yuki melihat Pangeran Sera tampak cemas. Saat sosoknya terlihat dari jendela.

Seperti ada sesuatu yang buruk akan terjadi.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96 1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97 2
98 3
99 4
100 5
101 6
102 7
103 8
104 9
105 10
106 11
107 12
108 13
109 14
110 15
111 16
112 17
113 18
114 19
115 20
116 21
117 22
118 23
119 24
120 25
121 26
122 27
123 28
124 29
125 30
126 31
127 32
128 33
129 34
130 35
131 36
132 37
133 38
134 39
135 40
136 41
137 42
138 43
139 44
140 45
141 46
142 47
143 48
144 49
145 50
146 51
147 52
148 53
149 54
150 55
151 56
152 57
153 58
154 59
155 60
156 61
157 62
158 63
159 64
160 65
161 66
162 67
163 68
164 69
165 70
166 71
167 72
168 73
169 74
170 75
171 76
172 77
173 78
174 79
175 80
176 81
177 82
178 83
179 84
180 85
181 86
182 87
183 88
184 89
185 90
186 91
187 92
188 93
189 94
190 95
191 96
192 97
193 98
194 99
195 100
196 101
197 102
198 103
199 104
200 105
201 106
202 107
203 108
204 109
205 110
206 111
207 112
208 113
209 114
210 115
211 116
212 117
213 118
214 119
215 120
216 121
217 122
218 123
219 124
220 125
221 126
222 127
223 128
224 139
225 140
226 141
227 142
228 143
229 144
230 145
231 146
232 147
233 148
234 149
235 150
236 151
237 152
238 153
239 154
240 155
241 156
242 157
243 158
244 159
245 160
246 161
247 162
248 163
249 164
250 165
251 166
252 167
253 168
254 169
255 170
256 171
257 172
258 173
259 174
260 175
261 176
262 177
263 178
264 179
265 180
266 181
267 182
268 183
269 184
270 185
271 186
272 187
273 188
274 189
275 190
276 191
277 192
278 193
279 194
280 195
281 196
282 197
283 198
284 199
285 200
286 201
Episodes

Updated 286 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96
1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97
2
98
3
99
4
100
5
101
6
102
7
103
8
104
9
105
10
106
11
107
12
108
13
109
14
110
15
111
16
112
17
113
18
114
19
115
20
116
21
117
22
118
23
119
24
120
25
121
26
122
27
123
28
124
29
125
30
126
31
127
32
128
33
129
34
130
35
131
36
132
37
133
38
134
39
135
40
136
41
137
42
138
43
139
44
140
45
141
46
142
47
143
48
144
49
145
50
146
51
147
52
148
53
149
54
150
55
151
56
152
57
153
58
154
59
155
60
156
61
157
62
158
63
159
64
160
65
161
66
162
67
163
68
164
69
165
70
166
71
167
72
168
73
169
74
170
75
171
76
172
77
173
78
174
79
175
80
176
81
177
82
178
83
179
84
180
85
181
86
182
87
183
88
184
89
185
90
186
91
187
92
188
93
189
94
190
95
191
96
192
97
193
98
194
99
195
100
196
101
197
102
198
103
199
104
200
105
201
106
202
107
203
108
204
109
205
110
206
111
207
112
208
113
209
114
210
115
211
116
212
117
213
118
214
119
215
120
216
121
217
122
218
123
219
124
220
125
221
126
222
127
223
128
224
139
225
140
226
141
227
142
228
143
229
144
230
145
231
146
232
147
233
148
234
149
235
150
236
151
237
152
238
153
239
154
240
155
241
156
242
157
243
158
244
159
245
160
246
161
247
162
248
163
249
164
250
165
251
166
252
167
253
168
254
169
255
170
256
171
257
172
258
173
259
174
260
175
261
176
262
177
263
178
264
179
265
180
266
181
267
182
268
183
269
184
270
185
271
186
272
187
273
188
274
189
275
190
276
191
277
192
278
193
279
194
280
195
281
196
282
197
283
198
284
199
285
200
286
201

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!