11

Pangeran Sera melangkah perlahan mendekati Yuki yang masih bersembunyi di balik pilar, tubuhnya tampak kecil dan rapuh di hadapannya. Dengan lembut, dia mengulurkan tangan dan mengusap pipi Yuki, sentuhannya penuh perhatian.

“Aku sudah selesai rapat,” kata Pangeran Sera, suaranya rendah dan menenangkan. “Ayo kita ke kamar. Angin hari ini tidak bagus untukmu.”

Yuki terkejut sesaat, namun kehangatan di tangan Pangeran Sera membuatnya merasa lebih tenang. Dia mengangguk perlahan, membiarkan dirinya dibimbing oleh Pangeran Sera yang masih memegang pipinya dengan lembut. Rasa aman yang ia rasakan dalam kehadirannya mulai menghapus keraguan yang menghantuinya. Meski banyak pertanyaan yang belum terjawab, untuk saat ini, Yuki hanya ingin bersandar pada kenyamanan yang ditawarkan Pangeran Sera.

Pangeran Sera menggenggam tangan Yuki dengan lembut namun penuh kehangatan, seolah ingin memastikan gadis itu merasa aman di sisinya. Dengan langkah yang tenang, dia membawanya melewati lorong-lorong istana. Meskipun ada para pejabat dan tetua kerajaan yang masih berkumpul di sekitar istana, Pangeran Sera tidak sedikit pun melepaskan genggamannya.

Tatapan mereka mengikuti kepergian Pangeran Sera dan Yuki, tetapi Pangeran Sera tetap tak terganggu, menunjukkan bahwa kehadiran Yuki di sampingnya adalah sesuatu yang ia lindungi dengan sepenuh hati. Mereka berdua melangkah menuju kamar tanpa terburu-buru, Yuki merasa nyaman dalam diam, seolah rasa tenang yang dibawa Pangeran Sera menjalar melalui genggaman tangannya.

Setibanya di kamar, Pangeran Sera membukakan pintu dan membawa Yuki masuk dengan hati-hati.

Pangeran Sera mendudukkan Yuki dengan lembut di sofa ruang kerjanya, memastikan bahwa dia merasa nyaman. Cahaya lembut dari jendela menerangi ruangan, menciptakan suasana tenang di tengah segala ketegangan. Yuki, yang masih merasa sedikit lemah, mengangkat tangannya perlahan, meraba wajah Pangeran Sera. Sentuhan tangannya menemukan rambut-rambut halus yang mulai tumbuh di sekitar dagu dan pipinya.

“Rambutmu…” bisik Yuki, matanya menatap wajah Pangeran Sera dengan penuh perhatian.

Pangeran Sera tersenyum tipis, membiarkan Yuki mengeksplorasi wajahnya. “Sepertinya aku terlalu sibuk untuk memperhatikan hal-hal kecil,” katanya dengan nada ringan, meski lelah tampak di matanya. “Tapi aku akan selalu punya waktu untukmu.”

Yuki tersenyum lemah, merasakan kehangatan yang ditawarkan oleh Pangeran Sera. Meskipun ada banyak hal yang tidak dia pahami, saat ini, bersama Pangeran Sera, Yuki merasa sedikit lebih tenang.

Pangeran Sera memandang Yuki dengan lembut, meski ada ketegasan di balik pertanyaannya. “Yuki, aku tahu kau tidak menyukainya, tapi apakah kau belum bisa memberitahuku? Apa yang sebenarnya terjadi sampai Arden menemukanmu sendirian di dalam hutan?”

Yuki menunduk, kebingungan. “Pangeran, aku…” Yuki mencoba mencari kata-kata yang tepat, namun pikirannya kacau.

Dia tahu Pangeran Sera tidak suka mendengar tentang Pangeran Riana, terutama setelah semua yang dilakukan Riana padanya. Rasa sakit itu masih segar, dan Yuki tahu jika dia membuka mulut tentang hal itu, Pangeran Sera mungkin akan marah atau terluka.

Saat Yuki hendak melanjutkan, Pangeran Sera tiba-tiba mendekat dan mengecup bibirnya, ciuman panjang yang membuat Yuki terhenti.

Saat dia menarik diri, Pangeran Sera berbisik lembut, “Aku tahu…” Sentuhannya di pipi Yuki menenangkan, namun ada kedalaman emosi yang tak terucapkan. “Jangan diucapkan kalau itu menyakitimu.”

Pangeran Sera menghentikan Yuki berbicara. Dia tahu Yuki berada di dalam hutan karena Pangeran Riana. Dan Dia mencegah Yuki menceritakannya.

Kenapa hatinya begitu baik ?.

Yuki menatap Pangeran Sera, matanya penuh kebingungan dan keputusasaan. Namun, dia merasa aman dalam dekapan Pangeran Sera, terutama dengan kata-kata lembutnya yang menenangkan. “Yang terpenting sekarang, kau sudah kembali di sini bersamaku lagi,” lanjut Pangeran Sera sambil menempelkan dahi pada Yuki.

Terdengar suara Gulf dari Panglima Arden. Pangeran Sera bangkit dan langsung berjalan ke seberang ruangan, tapi dari tempatnya Yuki masih menangkap sedikit pembicaraan Mereka mengenai Putri Magitha dan Ratu Isodele.

Yuki mendengar percakapan yang tertangkap samar-samar di antara Pangeran Sera dan Panglima Arden. Nama Putri Magitha dan Ratu Isodele terdengar jelas, membuat Yuki semakin penasaran. Pangeran Sera terdengar tegas, memerintahkan agar pencarian diperluas untuk menemukan keduanya. Suara itu menunjukkan urgensi dan kekhawatiran yang mendalam.

Setelah percakapan itu selesai, Yuki tahu ini adalah saat yang tepat. Dia merasa tidak bisa lagi diam, terutama setelah mimpinya yang datang dengan gambaran yang jelas tentang Putri Magitha dan Ratu Isodele. Setiap kali mengingat mimpi itu, ada perasaan kuat bahwa mereka dalam bahaya, dan Yuki tahu dia harus mengatakan sesuatu.

Dia bangkit dari tempat duduknya, mengumpulkan keberanian untuk berbicara dengan Pangeran Sera. Meskipun ada kekhawatiran bahwa dia mungkin tidak akan mempercayainya, Yuki tidak bisa membiarkan rasa takut itu menghentikannya. Setiap detik terasa sangat berharga bagi keselamatan Putri Magitha dan Ratu Isodele.

“Pangeran Sera,” panggil Yuki dengan suara yang sedikit gemetar namun tegas. Saat Sera menoleh, ekspresi wajahnya berubah menjadi perhatian penuh.

Pangeran Sera menutup Gulfnya dengan gerakan yang halus namun tegas, lalu memasukkannya ke dalam saku. Sikapnya jelas menunjukkan kehati-hatian, seolah berusaha melindungi sesuatu dari Yuki. Menghindarkan Yuki dari semua alat komunikasi, khawatir Yuki akan berubah pikiran dan menghubungi Riana. Tatapan Pangeran Sera tajam dan penuh perhatian saat Yuki berbicara.

Yuki menatap Sera dengan tegas, meskipun hatinya masih dipenuhi keraguan. “Aku tidak melihat Putri Magitha di istana ini” katanya, suaranya terdengar bergetar. “Katakan sejujurnya, kemana dia? Ada sesuatu yang salah, bukan?”

Pangeran Sera terdiam sejenak, menatap Yuki dengan sorot mata yang sulit dibaca. Sepertinya dia sedang menimbang-nimbang apa yang akan diucapkannya. Ekspresi wajahnya berubah serius, namun tetap lembut saat menatap Yuki.

“Yuki,” ucap Pangeran Sera akhirnya, suaranya terdengar lebih pelan. “Ini bukan sesuatu yang mudah dibicarakan, bahkan kepadamu. Putri Magitha… dia menghilang.”

Yuki merasakan detak jantungnya semakin cepat mendengar jawaban itu. Ketidakpastian yang selama ini menghantuinya semakin terasa. “Aku tahu.”

Pangeran Sera menatap Yuki yang membalas tatapannya. “Aku tahu dimana Mereka dan Pangeran…Alasanku kembali ke dunia ini adalah karena Mereka”

Pangeran Sera terdiam sejenak, memandang Yuki dengan mata yang penuh rasa ingin tahu dan kewaspadaan. Kalimat Yuki begitu langsung, dan tidak ada keraguan di dalamnya. Namun, di balik ketegasannya, Pangeran Sera bisa merasakan ketidakpastian yang terselip.

“Apa maksudmu, Yuki?” tanyanya pelan, suaranya dipenuhi dengan keheranan yang tak bisa disembunyikan. “Kau tahu di mana Putri Magitha dan Ratu Isodele? Dan alasanmu datang ke dunia ini… adalah karena mereka?”

Yuki mengangguk, meski hatinya berdegup lebih cepat. “Aku tahu ini sulit dipercaya. Mungkin terdengar seperti omong kosong, tapi… bisakah Pangeran mendengarkanku sebentar”

Pangeran Sera memandangi Yuki dalam diam, lalu perlahan menarik napas. “Ya Yuki, Mari Kita bicara.”

Pangeran Sera kembali duduk di sofa. Yuki duduk didekatnya dan keduanya berhadap-hadapan dalam jarak cukup dekat.

“Pangeran sebelumnya Aku harus memberitahumu. Aku memiliki rahasia yang lebih baik tidak banyak orang mengetahuinya. Alasan kenapa Iblis balgira waktu itu mencoba membunuhku dan mengincar darahku. Aku harap Pangeran bisa menyimpan rahasia ini” Tapi Yuki tahu, tanpa Yuki memintanya. Pangeran Sera pasti akan menyimpannya demi keselamatan Yuki.

“Aku…Aku adalah ciel”

Pangeran Sera terpaku, keningnya berkerut dalam ketidakpastian setelah mendengar pernyataan Yuki. Dia menarik napas dalam-dalam, mencoba mencerna apa yang baru saja dikatakan Yuki. “Ciel?” katanya pelan, suaranya hampir seperti bisikan, penuh keraguan dan kebingungan.

Yuki mengangguk, matanya serius, tapi ada beban yang jelas di balik kata-katanya. “Ya, aku adalah Ciel. Itu alasan sebenarnya mengapa Iblis Balgira mencoba membunuhku. Dia tahu siapa aku sebenarnya, dan dia mengincar darahku untuk memulihkan kekuatannya…”

Pangeran Sera mengerutkan alis, mencoba memahami semuanya. “Ciel… salah satu dari manusia istimewa yang diberkati dewa ? Dia memiliki kemampuan spesial yang tidak dimiliki satu dan lainnya?. Seorang manusia yang doa-doanya bisa didengar dewa”Suaranya menjadi lebih serius, mencerminkan kekhawatiran mendalam yang kini menghantui pikirannya.

Yuki mengangguk sekali lagi, matanya menatap Pangeran Sera dengan penuh kejujuran dan harapan agar dia bisa memahami apa yang dia hadapi. “Iya, Pangeran. Itu sebabnya Balgira ingin membunuhku. Dan itulah alasan mengapa aku diincar. Aku bukan sekadar manusia biasa. Aku terpaksa merahasiakannya karena Identitasku sebagai Ciel membawa risiko yang besar, tidak hanya bagiku, tapi juga bagi orang-orang di sekitarku.”

Pangeran Sera menatap Yuki dalam-dalam, lalu dengan tegas menggenggam kedua tangan Yuki. “Yuki… aku akan menyimpan rahasia ini. Terimakasih Yuki, Kau sudah membagi rahasiamu denganku. Sekarang setelah Aku mengetahuinya, Aku jadi lebih tahu harus menjagamu lebih baik dari sebelumnya.”

Yuki tersenyum kecil, meskipun ada kesedihan didalam matanya. “Pangeran apa pangeran tidak berpikir, cinta pangeran seperti ini hanya karena Aku adalah ciel ?” Tanya Yuki tertahan.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96 1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97 2
98 3
99 4
100 5
101 6
102 7
103 8
104 9
105 10
106 11
107 12
108 13
109 14
110 15
111 16
112 17
113 18
114 19
115 20
116 21
117 22
118 23
119 24
120 25
121 26
122 27
123 28
124 29
125 30
126 31
127 32
128 33
129 34
130 35
131 36
132 37
133 38
134 39
135 40
136 41
137 42
138 43
139 44
140 45
141 46
142 47
143 48
144 49
145 50
146 51
147 52
148 53
149 54
150 55
151 56
152 57
153 58
154 59
155 60
156 61
157 62
158 63
159 64
160 65
161 66
162 67
163 68
164 69
165 70
166 71
167 72
168 73
169 74
170 75
171 76
172 77
173 78
174 79
175 80
176 81
177 82
178 83
179 84
180 85
181 86
182 87
183 88
184 89
185 90
186 91
187 92
188 93
189 94
190 95
191 96
192 97
193 98
194 99
195 100
196 101
197 102
198 103
199 104
200 105
201 106
202 107
203 108
204 109
205 110
206 111
207 112
208 113
209 114
210 115
211 116
212 117
213 118
214 119
215 120
216 121
217 122
218 123
219 124
220 125
221 126
222 127
223 128
224 139
225 140
226 141
227 142
228 143
229 144
230 145
231 146
232 147
233 148
234 149
235 150
236 151
237 152
238 153
239 154
240 155
241 156
242 157
243 158
244 159
245 160
246 161
247 162
248 163
249 164
250 165
251 166
252 167
253 168
254 169
255 170
256 171
257 172
258 173
259 174
260 175
261 176
262 177
263 178
264 179
265 180
266 181
267 182
268 183
269 184
270 185
271 186
272 187
273 188
274 189
275 190
276 191
277 192
278 193
279 194
280 195
281 196
282 197
283 198
284 199
285 200
286 201
Episodes

Updated 286 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96
1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97
2
98
3
99
4
100
5
101
6
102
7
103
8
104
9
105
10
106
11
107
12
108
13
109
14
110
15
111
16
112
17
113
18
114
19
115
20
116
21
117
22
118
23
119
24
120
25
121
26
122
27
123
28
124
29
125
30
126
31
127
32
128
33
129
34
130
35
131
36
132
37
133
38
134
39
135
40
136
41
137
42
138
43
139
44
140
45
141
46
142
47
143
48
144
49
145
50
146
51
147
52
148
53
149
54
150
55
151
56
152
57
153
58
154
59
155
60
156
61
157
62
158
63
159
64
160
65
161
66
162
67
163
68
164
69
165
70
166
71
167
72
168
73
169
74
170
75
171
76
172
77
173
78
174
79
175
80
176
81
177
82
178
83
179
84
180
85
181
86
182
87
183
88
184
89
185
90
186
91
187
92
188
93
189
94
190
95
191
96
192
97
193
98
194
99
195
100
196
101
197
102
198
103
199
104
200
105
201
106
202
107
203
108
204
109
205
110
206
111
207
112
208
113
209
114
210
115
211
116
212
117
213
118
214
119
215
120
216
121
217
122
218
123
219
124
220
125
221
126
222
127
223
128
224
139
225
140
226
141
227
142
228
143
229
144
230
145
231
146
232
147
233
148
234
149
235
150
236
151
237
152
238
153
239
154
240
155
241
156
242
157
243
158
244
159
245
160
246
161
247
162
248
163
249
164
250
165
251
166
252
167
253
168
254
169
255
170
256
171
257
172
258
173
259
174
260
175
261
176
262
177
263
178
264
179
265
180
266
181
267
182
268
183
269
184
270
185
271
186
272
187
273
188
274
189
275
190
276
191
277
192
278
193
279
194
280
195
281
196
282
197
283
198
284
199
285
200
286
201

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!