12

“Siapapun yang jatuh cinta pada ciel sepenuh hati akan mencintainya seumur hidupnya dengan tanpa terkontrol”

Pangeran Sera menatap Yuki dengan senyuman tenang namun penuh makna. “Ya… kalau begitu kau tahu aku mencintaimu sepenuh hati, bukan?” katanya lembut, suaranya tenang tapi dalam, seolah setiap kata memiliki berat tersendiri.

Yuki tersentak, hatinya berdebar mendengar jawaban Pangeran Sera. Dia selalu takut bahwa perasaan yang tumbuh di antara mereka dipengaruhi oleh identitasnya sebagai Ciel, bukan oleh dirinya sebagai Yuki. “Pangeran… apakah cinta itu benar adanya, atau hanya karena aku adalah Ciel?” tanyanya, suaranya lirih, cemas akan jawabannya.

Pangeran Sera mendekat, mengusap lembut rambut Yuki. “Aku mencintaimu, Yuki, lebih dari sekadar siapa dirimu sebagai Ciel. Tapi ya… Kau benar. Cinta yang sepenuh hati untuk seorang Ciel memiliki kekuatan tak terkendali.” Dia berhenti sejenak, matanya menatap lurus ke dalam mata Yuki, seolah ingin memastikan kata-katanya tertanam dalam hatinya. “Karena hanya cinta yang sepenuh hati yang membuat seorang pria, yang mencintai Ciel, menjadi tidak terkontrol… seperti aku.”

Yuki terdiam. Kata-kata itu menggema di pikirannya. Pangeran Sera mencintainya dengan sepenuh hati—bukan karena dia seorang Ciel, melainkan karena dirinya, Yuki. Tapi cinta ini, bagaimanapun kuatnya, juga bisa membawa kehancuran.

“Aku tidak peduli siapa dirimu, Yuki,” lanjut Pangeran Sera dengan suara yang lebih lembut. “Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku memilih mencintaimu, tidak peduli kekuatanmu atau apapun yang datang bersamamu.”

Yuki terdiam. Tidak mampu berkata apa-apa.

Pangeran Sera mendekat dengan lembut, tangannya mengangkat dagu Yuki, dan dia menundukkan wajahnya hingga bibir mereka hampir bersentuhan. Yuki, dengan perasaan yang berkecamuk, memejamkan matanya, membiarkan rasa takut, keraguan, dan cinta bercampur jadi satu. Saat bibir mereka bertemu, kehangatan perlahan mengalir dari ciuman itu, menghapus segala ketidakpastian yang masih tersisa di benaknya.

Yuki menyerah pada momen itu, membiarkan perasaan yang begitu kuat menguasainya. Ciuman Pangeran Sera tidak lagi terasa seperti tuntutan atau rasa tidak terkontrol; itu adalah rasa perlindungan dan komitmen. Dengan lembut, Pangeran Sera menangkup wajah Yuki di kedua tangannya, seolah memastikan bahwa Yuki merasakan ketulusan dan cintanya sepenuhnya.

Ketika ciuman itu akhirnya berakhir, Pangeran Sera menatap Yuki, wajahnya dipenuhi kehangatan dan ketenangan. “Kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi, Yuki,” bisiknya, jemarinya masih membelai lembut pipi Yuki. “Yang terpenting adalah kau bersamaku.”

Yuki menatap pangeran Sera sendu. Kemudian Dia berbisik. “Pangeran, harus Kau tahu keistimewaanku sebagai ciel adalah, Aku bisa melihat kematian orang disekitarku melalui mimpi”

Yuki merasakan perubahan pada ekspresi Pangeran Sera saat kata-kata itu keluar dari mulutnya. Kecemasan dan ketegangan melintas di wajahnya, seolah-olah sebuah kabut gelap tiba-tiba menyelimuti suasana di ruangan itu. Yuki tahu bahwa mengungkapkan keistimewaannya sebagai Ciel bukanlah hal yang mudah, apalagi jika itu sifatnya buruk, tetapi dia merasa perlu berbagi informasi itu.

“Melihat kematian?” tanya Pangeran Sera, suaranya bergetar antara kekhawatiran dan rasa ingin tahu. “Apa maksudmu? Apakah kau telah melihat Magitha dan Ibu ?”

Yuki merengkuh wajah Pangeran Sera, matanya penuh dengan kepastian dan kepedihan. Dia bisa merasakan ketegangan di udara, dan bagaimana wajah Pangeran Sera menjadi semakin muram saat memikirkan kematian Putri Magitha dan Ratu Isodele.

“Tidak,” Yuki bersikeras, “aku tidak melihat kematian mereka. Tapi mereka membutuhkan pertolongan. Percayalah padaku. Saat ini Mereka masih hidup, tapi ada sesuatu yang mengancam mereka, dan kita harus segera bertindak sebelum terlambat.”

Yuki menatap Pangeran Sera bersungguh-sungguh, Dia menunjukan kejujurannya dengan jelas.

Pangeran Sera menghela napas dalam-dalam, berusaha mengendalikan emosinya. “Ceritakan semua padaku Yuki.”

Yuki melepas genggaman tangannya dari wajah Pangeran Sera dan menatapnya dengan penuh harapan. “Kita harus mencari informasi lebih lanjut tentang Negeri Rasyamsah. Dalam mimpiku, Putri Magitha berkata Mereka ditawan Raja Trandem saat rombongan dalam perjalanan kembali dari kampung halaman ibumu.”

Pangeran Sera mengatur napasnya, berusaha tetap tenang meskipun kerisauan terlihat jelas di wajahnya. “Yuki, apakah kau yakin dengan apa yang kau lihat? Negeri Rasyamsah letaknya sangat jauh, berseberangan arah dengan kota Balgar, tempat Magitha dan Ibu terakhir terlihat.”

Yuki menatap Pangeran Sera dengan keyakinan yang tidak tergoyahkan. “Aku yakin, Pangeran. Mimpi ini terlalu jelas untuk diabaikan. Putri Magitha berbicara padaku secara langsung dalam mimpi itu, menyebutkan istana kerajaan Rasyamsah dan menara barat dengan sangat spesifik. Itu bukan sekadar firasat biasa.”

Pangeran Sera menarik napas panjang, masih berusaha menyeimbangkan perasaannya. “Namun, jarak antara Rasyamsah dan Balgar sangat jauh. Jika mereka menghilang di Balgar, bagaimana mungkin mereka bisa berada di Rasyamsah sekarang?”

Yuki menggenggam tangan Pangeran Sera, mencoba menenangkan keraguan yang tergambar jelas di wajahnya. “Mungkin Raja Trandem telah merencanakan ini dari awal. Dia mungkin telah bekerja sama dengan seseorang di Balgar untuk menculik mereka dan membawanya ke Rasyamsah secara diam-diam. Aku tahu ucapanku ini terdengar tidak masuk akal, tapi kita tidak bisa menutup kemungkinan ini.”

Pangeran Sera berjalan mondar-mandir di ruangan, jelas terbebani oleh situasi yang rumit ini. “Jika yang kau katakan benar, ini berarti kita tidak hanya menghadapi ancaman dari dalam, tetapi juga dari luar. Raja Trandem mungkin ingin menggunakan Ratu Isodele dan Putri Magitha sebagai alat untuk memeras Argueda.”

Yuki mengangguk. “Benar, dan jika dia berhasil menjadikan Putri Magitha sebagai selirnya, dia akan memiliki kendali lebih besar.”

Wajah Pangeran Sera mengeras saat amarah meluap dalam dirinya. “Aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh Magitha,” katanya dengan suara rendah namun penuh ketegasan. “Trandem akan kehilangan kepalanya jika dia berani menyentuh Magitha seujung rambutnya.”

Yuki bisa merasakan intensitas kemarahan Sera, yang jarang sekali diperlihatkan. Pangeran Sera bukan hanya marah karena ancaman terhadap keluarganya, tetapi juga karena rasa tanggung jawab yang begitu besar terhadap Putri Magitha dan Ratu Isodele.

“Pangeran harus berhati-hati. Jika sampai sekarang Rasyamsah tidak mengeluarkan peringatan pada Argueda. Mungkin Mereka memiliki rencana yang lebih besar”

Pangeran Sera mengangguk, ekspresinya semakin serius setelah mendengar peringatan Yuki. “Kau benar, Yuki. Jika Rasyamsah belum bergerak secara terbuka, pasti ada sesuatu yang lebih besar yang sedang mereka rencanakan. Mereka tidak akan diam tanpa alasan.”

Pangeran Sera berjalan perlahan, tangannya mengepal. “Mereka mungkin ingin menunggu momen yang tepat untuk menyerang Argueda dari dalam. Mungkin dengan memanfaatkan Magitha dan Ibu sebagai pion dalam permainan politik mereka.”

Pangeran Sera meraih tangan Yuki dengan lembut, membantunya bangkit dari sofa. “Kita tidak bisa menunda lebih lama lagi,” katanya dengan nada tegas namun lembut. “Ayah dan Kakek harus tahu semua ini. Kita perlu menyusun strategi sebelum Trandem membuat langkah pertama.”

Yuki menganggukan kepala, Setuju.

...****************...

Mereka berjalan bersama menuju ruang pertemuan utama. Yuki merasa gugup, tapi genggaman hangat Pangeran Sera memberinya kekuatan. Pintu ruang pertemuan itu terlihat berat dan megah, di baliknya terdapat orang-orang penting yang akan menentukan nasib Magitha dan Ratu Isodele.

Dengan lirih Yuki berkata “Bagaimana jika Mereka tidak mempercayaiku. Pangeran, Aku tidak bisa membongkar identitasku begitu saja ke orang lain. Tapi Aku tidak tahu bagaimana membuat Raja dan Para pejabat mempercayai ucapanku”

Pangeran Sera menatap Yuki dengan penuh perhatian, wajahnya serius namun penuh pengertian. Dia meraih tangan Yuki dengan lembut, meremasnya untuk memberikan ketenangan.

“Yuki, mereka akan mempercayaiku. Jika Aku mempercayaimu, mereka juga harus melakukannya. Kau tidak perlu mengungkapkan identitasmu. Yang penting sekarang adalah menyampaikan informasi penting ini. Kita tidak bisa menunggu lebih lama.”

Dia mendekatkan wajahnya ke Yuki, berbicara pelan namun penuh keyakinan. “Aku akan berada di sisimu, Yuki. Kau tidak sendiri.”

Yuki mengangguk perlahan, sedikit lebih tenang dengan dukungan Pangeran Sera. Bersama, mereka melangkah ke aula besar, pintu besar terbuka perlahan, dan sorot mata para bangsawan dan pejabat tertuju pada mereka.

...****************...

Didalam aula, sudah ada Raja Jafar, Pangeran Arana, Kakek Veyron, Paman Gregor dan semua petinggi kerajaan. Berkumpul mengadakan rapat untuk mencari keberadaan Putri Magitha dan Ratu Isodele.

Paman Gregor berkata saat melihat Pangeran Sera masuk membawa Yuki. “Pangeran, dalam situasi seperti ini, rasanya tidak pantas jika menunjukan kemesraan dan membawa wanita dalam rapat rahasia”

Pangeran Sera menatap tajam ke arah Paman Gregor, wajahnya tetap tenang namun tegas. “Yuki ada di sini karena dia memiliki informasi yang penting bagi kita semua,” jawab Pangeran Sera, suaranya terdengar kuat di dalam aula.

Para pejabat dan petinggi kerajaan saling bertukar pandang, sebagian tampak ragu, namun Raja Jafar yang duduk di kursi terhormat mengangkat tangan, meminta keheningan. “Jika Pangeran Sera membawa Putri Yuki ke dalam rapat ini, pasti ada alasannya. Kita dengarkan apa yang dia katakan.”

Yuki berdiri sedikit lebih dekat dengan Pangeran Sera, merasa gugup namun tahu bahwa dia harus berbicara. Dia mengambil napas dalam-dalam dan melangkah maju, berbicara dengan suara yang terdengar lebih tegas dari yang dia kira.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96 1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97 2
98 3
99 4
100 5
101 6
102 7
103 8
104 9
105 10
106 11
107 12
108 13
109 14
110 15
111 16
112 17
113 18
114 19
115 20
116 21
117 22
118 23
119 24
120 25
121 26
122 27
123 28
124 29
125 30
126 31
127 32
128 33
129 34
130 35
131 36
132 37
133 38
134 39
135 40
136 41
137 42
138 43
139 44
140 45
141 46
142 47
143 48
144 49
145 50
146 51
147 52
148 53
149 54
150 55
151 56
152 57
153 58
154 59
155 60
156 61
157 62
158 63
159 64
160 65
161 66
162 67
163 68
164 69
165 70
166 71
167 72
168 73
169 74
170 75
171 76
172 77
173 78
174 79
175 80
176 81
177 82
178 83
179 84
180 85
181 86
182 87
183 88
184 89
185 90
186 91
187 92
188 93
189 94
190 95
191 96
192 97
193 98
194 99
195 100
196 101
197 102
198 103
199 104
200 105
201 106
202 107
203 108
204 109
205 110
206 111
207 112
208 113
209 114
210 115
211 116
212 117
213 118
214 119
215 120
216 121
217 122
218 123
219 124
220 125
221 126
222 127
223 128
224 139
225 140
226 141
227 142
228 143
229 144
230 145
231 146
232 147
233 148
234 149
235 150
236 151
237 152
238 153
239 154
240 155
241 156
242 157
243 158
244 159
245 160
246 161
247 162
248 163
249 164
250 165
251 166
252 167
253 168
254 169
255 170
256 171
257 172
258 173
259 174
260 175
261 176
262 177
263 178
264 179
265 180
266 181
267 182
268 183
269 184
270 185
271 186
272 187
273 188
274 189
275 190
276 191
277 192
278 193
279 194
280 195
281 196
282 197
283 198
284 199
285 200
286 201
Episodes

Updated 286 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96
1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97
2
98
3
99
4
100
5
101
6
102
7
103
8
104
9
105
10
106
11
107
12
108
13
109
14
110
15
111
16
112
17
113
18
114
19
115
20
116
21
117
22
118
23
119
24
120
25
121
26
122
27
123
28
124
29
125
30
126
31
127
32
128
33
129
34
130
35
131
36
132
37
133
38
134
39
135
40
136
41
137
42
138
43
139
44
140
45
141
46
142
47
143
48
144
49
145
50
146
51
147
52
148
53
149
54
150
55
151
56
152
57
153
58
154
59
155
60
156
61
157
62
158
63
159
64
160
65
161
66
162
67
163
68
164
69
165
70
166
71
167
72
168
73
169
74
170
75
171
76
172
77
173
78
174
79
175
80
176
81
177
82
178
83
179
84
180
85
181
86
182
87
183
88
184
89
185
90
186
91
187
92
188
93
189
94
190
95
191
96
192
97
193
98
194
99
195
100
196
101
197
102
198
103
199
104
200
105
201
106
202
107
203
108
204
109
205
110
206
111
207
112
208
113
209
114
210
115
211
116
212
117
213
118
214
119
215
120
216
121
217
122
218
123
219
124
220
125
221
126
222
127
223
128
224
139
225
140
226
141
227
142
228
143
229
144
230
145
231
146
232
147
233
148
234
149
235
150
236
151
237
152
238
153
239
154
240
155
241
156
242
157
243
158
244
159
245
160
246
161
247
162
248
163
249
164
250
165
251
166
252
167
253
168
254
169
255
170
256
171
257
172
258
173
259
174
260
175
261
176
262
177
263
178
264
179
265
180
266
181
267
182
268
183
269
184
270
185
271
186
272
187
273
188
274
189
275
190
276
191
277
192
278
193
279
194
280
195
281
196
282
197
283
198
284
199
285
200
286
201

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!