Water Ripple (Morning Dew Series 3)

Water Ripple (Morning Dew Series 3)

1

Putri Yuki...

Siapa di sana ?

Putri Yuki...

Putri Magitha ?

Yuki mendengar suara Putri Magitha memanggil namanya. Suaranya berasal dari kegelapan di depannya. Yuki memandang ke sekeliling dengan wajah kebinggungan.

Di mana Dia sekarang berada ?.

Yuki melangkah memasuki kegelapan yang tidak berujung. Mencari keberadaan Putri Magitha dengan perasaan cemas. Yuki tidak mungkin salah mendengar, suara itu benar milik Putri Magitha. Adik kandung Pangeran Sera.

"Putri Magitha" teriak Yuki memanggil, Ketika Yuki merasa Dia sudah terlalu jauh berjalan. Namun tidak juga menemukan keberadaan Putri Magitha.

"Putri Yuki ?"

Yuki merasakan detak jantungnya semakin cepat. Apakah itu suara Putri Magitha? Dalam kegelapan yang pekat, dia merasa seolah sedang dikelilingi oleh bayangan-bayangan yang tak terlihat, menanti untuk mengungkapkan rahasia yang terpendam.

“Siapa di sana?” Yuki bertanya, suaranya bergema di antara dinding kegelapan yang tidak berujung. Kebingungan dan rasa takut menyergapnya. Dia merasakan sesuatu yang aneh—sebuah tarikan, seolah suara itu memanggilnya lebih dalam lagi ke dalam kegelapan.

“Putri Yuki… Aku butuh bantuanmu,” suara itu berkata, penuh dengan kesedihan dan harapan. Yuki merasakan ada sesuatu yang mendesak di balik kata-kata tersebut. Tanpa berpikir panjang, dia melangkah lebih jauh, hatinya bergejolak antara rasa takut dan rasa ingin tahu.

Dia ingat betul saat-saat bersama Putri Magitha—kebersamaan mereka di taman kerajaan, tawa yang mereka bagi, dan kehangatan yang selalu ada di antara mereka. Kini, di tengah kegelapan yang melingkupi dirinya, Yuki merasa seolah terjebak dalam hal buruk yang tak ada ujungnya.

“Putri Magitha, di mana kau?” teriaknya lagi, suaranya menggaung dalam kegelapan. “Aku di sini! Tolong, tunjukkan dirimu!”

Namun, jawaban yang diterima hanyalah keheningan. Yuki menggerakkan langkahnya, berusaha menemukan arah, berharap bisa menemukan cahaya yang bisa membimbingnya. Dia terus berjalan, berusaha memecah keheningan yang menyesakkan.

“Putri Magitha…!!”

“Aku disini”

Yuki berbalik dengan cepat ketika suara Putri Magitha kembali terdengar di belakangnya. Dia terkejut ketika mendapati sebuah ruangan di belakangnya, yang muncul entah dari mana. Sebuah kamar dengan dinding terbuat dari batu kehitaman, yang menonjolkan nuansa suram abadi. Tidak ada kehidupan yang baik dalam ruangan itu. Sebuah pasak menancap di dalam dinding, tersambung dengan rantai baja yang kemudian berakhir pada belenggu yang melingkari pergelangan kaki kiri Putri Magitha di ujungnya.

Putri Magitha duduk di atas tempat tidur sederhana yang terbuat dari kayu. Dia jauh lebih kurus daripada sosoknya yang ada dalam ingatan Yuki. Tidak tampak segar, seperti bunga yang mekar merona. Kini, dia layu dan hampa. Wajahnya yang dulu bersinar ceria kini dipenuhi garis-garis kesedihan dan keputusasaan.

Yang lebih mengejutkan Yuki, di pangkuan Putri Magitha, Ratu Isodele tertidur dengan napas kepayahan. Jelas, dia tampak sedang sakit dan membutuhkan pertolongan. Memandang ibunya yang lemah, mata Putri Magitha berkaca-kaca, seolah menahan semua beban yang ditanggungnya seorang diri.

“Putri Magitha!” Yuki berteriak, hatinya tergerak oleh pemandangan di depan matanya.

Yuki memperhatikan sekelilingnya dengan lebih jelas, dan menyadari mereka tidak berada di salah satu ruangan yang ada di Istana Raja Jafar maupun Istana Pangeran Sera. Dia hanya tahu, saat ini mereka berada di dalam sebuah ruangan yang terletak di atas menara yang cukup tinggi. Ada sebuah jendela kecil yang dipasangi jeruji besi sebagai satu-satunya sumber cahaya di dalam ruangan. Dari jendela tersebut, Yuki menangkap jelas pemandangan di sebuah kolam ikan yang cukup luas, di tengah kolam ada patung seorang wanita sedang menuang air dari dalam belangganya.

“Apa yang terjadi? Ada apa dengan kalian, Putri?” tanya Yuki masih dilanda kebingungan.

“Tolong kami, Putri Yuki,” pinta Putri Magitha dengan suara serak. Ada lingkar hitam di bawah matanya. “Raja Trandem dari Rasyamsah menawan kami di tengah jalan, ketika kami dalam perjalanan kembali ke istana Raja seusai melakukan terapi obat untuk Ibu di kampung halamannya. Dia ingin menjadikanku sebagai salah satu selir yang menghasilkan keturunan untuknya sekaligus menggunakan kami untuk bisa mengambil keuntungan dari Argueda.”

“Apa?” kata Yuki terkejut, merasa seolah dunia di sekitarnya bergetar. “Selir? Bagaimana bisa dia melakukan ini? Kita harus segera mencari jalan keluar!”

“Kami di tawan di dalam istananya, di Menara Barat,” lanjut Putri Magitha, suaranya semakin lemah. “Aku khawatir kesehatan Ibu semakin menurun jika tidak memperoleh pengobatan yang layak. Tolong kami, Putri Yuki.”

Kegelapan perlahan kembali merayap mendekat dengan cepat, memudarkan cahaya temaram di sekitar Putri Magitha dan Ratu Isodele. Yuki merasakan kepanikan menghimpit hatinya.

“Tidak, aku tidak akan membiarkan ini terjadi. Kita harus menemukan cara untuk melarikan diri,” ujar Yuki dengan tegas, meskipun suaranya bergetar.

Dia mendekat ke jendela, berusaha mencari jalan keluar. Jeruji besi itu tampak kokoh. Kegelapan semakin menguasai sekitar.

“Putri Magitha…” Yuki maju dengan panik dan mencoba meraih Putri Magitha untuk menyelamatkannya dari kegelapan. Namun, dia hanya mampu meraih bayangan. Dia tidak dapat menyentuh Putri Magitha. Tubuhnya seperti hologram, tembus jika disentuh.

“Tolonglah kami, Putri… Aku mohon… sebelum terlambat!” suara Putri Magitha semakin serak, terperangkap di antara harapan dan keputusasaan.

“Putri Magitha…” Yuki berusaha menahan air mata yang mulai mengalir di pipinya, hatinya bergetar mendengar permohonan yang penuh penderitaan itu.

Kegelapan mulai menelan sosok Putri Magitha. Melenyapkannya dari hadapan Yuki, seperti asap yang menguap tanpa jejak. Yuki merasa jiwanya terhimpit oleh kepanikan yang mendalam.

“Putri Magitha…” teriak Yuki nyaring memanggil Putri Magitha lagi dengan panik, berusaha meraih apapun yang tersisa dari sosok yang sangat berarti baginya. Namun, semuanya sia-sia. Suara Putri Magitha semakin samar, teredam oleh kegelapan yang semakin mendalam.

...****************...

Seseorang menggoyangkan tubuh Yuki dengan kencang.

Yuki langsung meloncat dan terbangun dengan kaget. Dia mengerjap sesaat, dan pikirannya masih kosong, berusaha mengingat di mana dia berada.

Ketika sadar, Yuki terkejut melihat seluruh teman di kelasnya sedang memandang ke arahnya. Di dekatnya, guru olahraga sudah berdiri, memegang bahu Yuki. Rupanya, dia tertidur di sudut ruang olahraga dengan posisi meringkuk menggunakan kedua lututnya.

Sontak, gelak tawa terdengar membahana di seluruh gedung olahraga. Wajah Yuki langsung merah padam menahan malu, seolah semua perhatian tertuju padanya.

“Kau ini!” seru guru olahraga bernama Bapak Jacklin, sambil memukul kepala Yuki dengan kumpulan kertas yang digulung. Yuki meringis sembari memegangi kepalanya. Tidak sakit, tapi malunya itu luar biasa.

“Kami pikir kamu sedang berlatih tidur siang!” salah satu teman sekelasnya berkomentar, membuat tawa mereka semakin keras.

Raymond, mantan pacar Yuki sewaktu SMP, menggelengkan kepala sembari memandang Yuki dari seberang. Tatapannya mengandung campuran geli dan kasihan, membuat Yuki merasa semakin ingin menghilang ke dalam lubang.

“Siapa Putri Magitha? Apa itu peran yang sedang kau mainkan dalam film terbarumu?” tanya Pak Jacklin, semakin membuat Yuki merasa malu. “Kau begitu menjiwai peranmu sampai mengigau begitu keras dalam tidurmu.”

Tawa kembali terdengar riuh rendah, menambah rasa canggung yang menggelayuti Yuki. Betapa malunya dia; tertidur di saat Pak Jacklin sedang memberikan arahan mengenai olahraga voli. Dia merutuki dirinya sendiri, berusaha menahan air mata dari rasa malu yang menjalar.

“Ma… Maafkan saya, Pak,” kata Yuki menyesal, suaranya nyaris tak terdengar di tengah kebisingan tawa teman-temannya.

“Sudahlah, sebagai hukuman, kau pergi ke gudang olahraga dan ambilkan keranjang bola yang tertinggal di sana,” perintah Pak Jacklin, sambil melambaikan tangan untuk mengusirnya.

Yuki langsung berdiri dengan patuh, menyadari tidak ada pilihan lain. Dengan cepat, dia berlari menuju gudang olahraga yang terletak di lantai bawah gedung. Langkahnya terburu-buru, mencoba mengabaikan bisikan tawa yang masih membuntutinya.

Hey, Yuki!” Yuki langsung berbalik ketika dia baru saja membuka pintu untuk keluar. Pak Jacklin kembali meneriakinya cukup keras. “Cepat kembali dan jangan sampai ketiduran di dalam gudang ya!”

Tawa kembali berkumandang di belakangnya. Wajah Yuki merah padam menahan malu. Dia membungkukkan badan, menjawab perintah Pak Jacklin, lalu berlari keluar untuk mengambil keranjang bola yang dimaksud.

Yuki Orrie Olwrendho. Gadis cantik yang baru saja menginjak usia delapan belas tahun. Dia dikenal sebagai gadis yang aktif dan periang. Sekarang, dia dan teman-temannya telah menyelesaikan ujian kelulusan SMU, tinggal menunggu hasilnya. Yuki merasa bangga karena berhasil lolos di salah satu perguruan tinggi negeri di Ibukota dengan jurusan kedokteran Umum. Prestasi ini bukanlah hal yang mudah dicapai, terutama di tengah kesibukannya sebagai model dan penyanyi. Yuki harus bekerja keras sembari belajar dengan giat, membagi waktunya dengan disiplin tinggi.

Ketika Yuki kembali ke ruang olahraga dengan keranjang bola di tangannya, suasana di dalam kelas sudah lebih tenang. Dia berusaha untuk tersenyum, meski rasa malunya masih tersisa. Dia mengedarkan pandangan ke arah teman-temannya, yang kini duduk rapi dan bersiap untuk pelajaran berikutnya.

“Yuki, ada apa dengan mimpimu tadi?” tanya Sarah, sahabatnya, dengan nada bercanda. “Aku kira kau sedang berlatih untuk peran drama atau sesuatu.”

Yuki hanya tertawa kecil, meskipun dia merasa gelisah saat mengingat mimpi anehnya tentang Putri Magitha. “Ah, itu hanya mimpi biasa. Aku terlalu lelah, mungkin.”

...****************...

Hay…Hay

Sebelumnya biar paham alur ceritanya

Bisa baca dulu

Morning Dew Series 1 dan Morning Dew Series 2 “Wind Direction” digabung kok dalam satu buku

Mohon untuk memberi like dan dukungan baik di bulu pertama dan kedua ini ya 🥹🥹🥹

Jangan lupa komen dan kritik

Maaf klo masih banyak kekurangan maklum namanya masih belajar hahahaha

Like anda adalah biaya kuliahku 🐡🐡

Makasih ❤️❤️🥹

Terpopuler

Comments

eli rina

eli rina

pantesan ditunggu next episode g muncul2 ternyata baru nemu aq critanya pisah..
ok deh lanjut

2024-12-08

1

🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ

🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ

Udah ya Kaka. bantu dukung novel terbaru ku ya ka. judulnya terlanjur menikah. sama sama saling dukung yuk😂✌️

2024-12-09

0

🔵🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣh❤️⃟Wᵃf࣪𓇢𓆸

🔵🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣh❤️⃟Wᵃf࣪𓇢𓆸

baru mulai dah gelap-gelapan aja nih

2024-12-05

1

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96 1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97 2
98 3
99 4
100 5
101 6
102 7
103 8
104 9
105 10
106 11
107 12
108 13
109 14
110 15
111 16
112 17
113 18
114 19
115 20
116 21
117 22
118 23
119 24
120 25
121 26
122 27
123 28
124 29
125 30
126 31
127 32
128 33
129 34
130 35
131 36
132 37
133 38
134 39
135 40
136 41
137 42
138 43
139 44
140 45
141 46
142 47
143 48
144 49
145 50
146 51
147 52
148 53
149 54
150 55
151 56
152 57
153 58
154 59
155 60
156 61
157 62
158 63
159 64
160 65
161 66
162 67
163 68
164 69
165 70
166 71
167 72
168 73
169 74
170 75
171 76
172 77
173 78
174 79
175 80
176 81
177 82
178 83
179 84
180 85
181 86
182 87
183 88
184 89
185 90
186 91
187 92
188 93
189 94
190 95
191 96
192 97
193 98
194 99
195 100
196 101
197 102
198 103
199 104
200 105
201 106
202 107
203 108
204 109
205 110
206 111
207 112
208 113
209 114
210 115
211 116
212 117
213 118
214 119
215 120
216 121
217 122
218 123
219 124
220 125
221 126
222 127
223 128
224 139
225 140
226 141
227 142
228 143
229 144
230 145
231 146
232 147
233 148
234 149
235 150
236 151
237 152
238 153
239 154
240 155
241 156
242 157
243 158
244 159
245 160
246 161
247 162
248 163
249 164
250 165
251 166
252 167
253 168
254 169
255 170
256 171
257 172
258 173
259 174
260 175
261 176
262 177
263 178
264 179
265 180
266 181
267 182
268 183
269 184
270 185
271 186
272 187
273 188
274 189
275 190
276 191
277 192
278 193
279 194
280 195
281 196
282 197
283 198
284 199
285 200
286 201
Episodes

Updated 286 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96
1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97
2
98
3
99
4
100
5
101
6
102
7
103
8
104
9
105
10
106
11
107
12
108
13
109
14
110
15
111
16
112
17
113
18
114
19
115
20
116
21
117
22
118
23
119
24
120
25
121
26
122
27
123
28
124
29
125
30
126
31
127
32
128
33
129
34
130
35
131
36
132
37
133
38
134
39
135
40
136
41
137
42
138
43
139
44
140
45
141
46
142
47
143
48
144
49
145
50
146
51
147
52
148
53
149
54
150
55
151
56
152
57
153
58
154
59
155
60
156
61
157
62
158
63
159
64
160
65
161
66
162
67
163
68
164
69
165
70
166
71
167
72
168
73
169
74
170
75
171
76
172
77
173
78
174
79
175
80
176
81
177
82
178
83
179
84
180
85
181
86
182
87
183
88
184
89
185
90
186
91
187
92
188
93
189
94
190
95
191
96
192
97
193
98
194
99
195
100
196
101
197
102
198
103
199
104
200
105
201
106
202
107
203
108
204
109
205
110
206
111
207
112
208
113
209
114
210
115
211
116
212
117
213
118
214
119
215
120
216
121
217
122
218
123
219
124
220
125
221
126
222
127
223
128
224
139
225
140
226
141
227
142
228
143
229
144
230
145
231
146
232
147
233
148
234
149
235
150
236
151
237
152
238
153
239
154
240
155
241
156
242
157
243
158
244
159
245
160
246
161
247
162
248
163
249
164
250
165
251
166
252
167
253
168
254
169
255
170
256
171
257
172
258
173
259
174
260
175
261
176
262
177
263
178
264
179
265
180
266
181
267
182
268
183
269
184
270
185
271
186
272
187
273
188
274
189
275
190
276
191
277
192
278
193
279
194
280
195
281
196
282
197
283
198
284
199
285
200
286
201

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!