8

Yuki duduk meringkuk, dingin dan rasa lapar semakin menyiksa, namun yang lebih menyakitkan adalah kekecewaan yang mencekik hatinya. Dia memeluk dirinya sendiri, merasakan kerapuhan yang selama ini ia coba sembunyikan.

Dia merasa terlalu bodoh… terlalu naif. Yuki seharusnya tahu. Pangeran Riana adalah calon raja. Bagaimana bisa Yuki berpikir Pangeran Riana hanya akan bersamanya saja ?

Yuki menutup matanya, mencoba menahan air mata yang mulai mengalir. Kenangan ketika Pangeran Riana dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa Yuki adalah satu-satunya wanita yang dia inginkan muncul kembali. Saat itu, kata-kata itu terasa begitu tulus dan meyakinkan.

Namun, ingatan tentang pemandangan di taman tadi, saat Putri Marsha dengan mudah mencium bibir Pangeran Riana, menghancurkan setiap harapan yang pernah ia pegang erat. Yuki menggigit bibirnya, menahan tangis.

“Bagaimana mungkin aku mempercayainya? Dia akan menjadi Raja Garduete. Tidak ada raja yang hanya memiliki satu wanita. Aku seharusnya tahu… seharusnya sadar.”

Dia terdiam sejenak, merasa sangat kecil dan tak berdaya di dunia ini. Segala janji, segala perhatian yang Pangeran Riana berikan padanya kini terasa seperti kebohongan besar. Seolah dia hanyalah salah satu pion dalam kehidupan mewah dan penuh kekuasaan yang akan dijalani oleh Riana.

“Aku hanyalah satu dari sekian banyak wanita dalam hidupnya. Mungkin aku hanya permainan baginya… sebuah hiburan sementara.”

Yuki meremas jubahnya, mencoba mengusir rasa sakit yang semakin menyesakkan dada. Dia tahu bahwa dia tidak bisa berharap terlalu banyak dari seorang calon raja. Dunia politik dan kekuasaan tidak pernah mengizinkan seseorang untuk memiliki kebebasan penuh dalam mencintai.

Suara ranting patah memecah keheningan malam. Yuki tersentak berdiri, tubuhnya tegang. Kegelapan di sekitar hutan membuat pandangannya terbatas. Dia tidak bisa melihat jelas siapa yang mendekat, tapi suara langkah kaki semakin mendekat dari berbagai arah.

“Siapa itu…? Prajurit Garduete… atau mungkin… perompak?” Yang manapun dari keduanya. Yuki tidak ingin bertemu dengan salah satunya.

Yuki merasakan ketakutan yang mencekam merayapi tubuhnya. Tangannya gemetar saat berusaha meraih ranting besar di dekatnya, mencoba mencari sesuatu untuk melindungi diri. Jantungnya berdegup kencang, dan napasnya memburu. Dari kegelapan, beberapa sosok mulai terlihat samar-samar. Cahaya bulan sedikit menerangi salah satu dari mereka.

Sosok pertama keluar dari bayang-bayang, langkahnya mantap. Pakaian mereka compang-camping, dengan senjata seadanya, mengisyaratkan bahwa mereka bukan prajurit kerajaan. Seorang pria berwajah kasar maju ke depan, senyum licik terlukis di wajahnya.

Pemimpin Perompak tertawa pelan “Lihat apa yang kita temukan di sini, anak-anak. Seorang gadis yang sangat cantik, tersesat di hutan… sendirian. Sungguh hadiah yang tak terduga.”

Para perompak lainnya menyeringai, perlahan mengelilingi Yuki. Mereka tampak haus akan sesuatu yang lebih dari sekadar jarahan. Yuki merasa keringat dingin mengalir di pelipisnya, dan tangannya semakin erat menggenggam ranting.

Satu perompak lain mendekat, menatap Yuki dari ujung kaki hingga kepala, matanya berkilat dengan niat buruk.

“Dia pasti dari kalangan bangsawan… tapi lihat pakaiannya. Aneh sekali”

Yuki terdiam menyadari Dia masih mengenakan pakaian seragam dari dunia lamanya.

“Mungkin kita bisa mendapatkan tebusan bagus untuknya.”

Pemimpin Perompak tersenyum lebar. “Atau mungkin… kita bisa bersenang-senang dulu sebelum menegosiasikan harganya.”

Yuki tahu dia harus bertindak. Ketika salah satu perompak mencoba meraih lengannya, Yuki dengan cepat mengayunkan ranting ke arah wajahnya. Perompak itu tersentak mundur, terkejut, dan mencengkeram wajahnya yang terluka.

“Brengsek! Kau akan membayarnya!”

Yuki berteriak saat sebuah tamparan keras menghantam pipinya. Membuat Yuki terhuyung mundur beberapa langkah.

Para perompak tertawa puas, Mereka semakin mendekat, sementara itu dengan keterbatasannya, Yuki bersiap untuk bertarung, meskipun tahu peluangnya sangat tipis. Namun, sebelum mereka bisa melancarkan serangan lebih lanjut, terdengar derap langkah kuda yang cepat dari arah lain.

Suara keras itu memecah keheningan, dan tiba-tiba, seorang pria berkulit gelap dengan baju zirah ringan melompat dari kudanya. Dalam sekejap, dia menghunus pedangnya, menebas udara dengan presisi. Membunuh salah satu dari perompak yang menyerang Yuki.

“Menjauh dari gadis itu, atau kalian akan mati di tempat!”

Ternyata itu adalah Panglima Perang Arden. Tangan kanan Pangeran Sera. Dia berada di hutan bersama dengan beberapa prajurit dan langsung menghabisi para perompak hutan dengan cepat.

Hutan yang sebelumnya dipenuhi ketegangan dan ancaman kini telah hening. Para perompak yang tersisa telah dilumpuhkan oleh prajurit yang datang bersama Panglima Arden. Saat mata Panglima Arden menangkap sosok Yuki yang menggigil dalam seragam tipis, wajahnya menegang, menunjukkan ketidakpercayaannya.

“Putri Yuki…? Apa yang Anda lakukan sendirian di tengah hutan seperti ini?”

Panglima Arden, berdiri dengan penuh kewaspadaan, mengamati setiap gerak-gerik Yuki yang tampak ketakutan. Gerakan mundur Yuki membuat Panglima Arden sadar bahwa gadis itu masih dalam keadaan shock, mungkin belum mengenalinya. Dengan sikap hati-hati, dia mengangkat tangannya, memberi isyarat kepada para prajuritnya untuk tidak mendekat.

“Tenang, Putri Yuki. Kami tidak akan menyakiti Anda. Lihat ini…”

Panglima Arden memperlihatkan tanda pengenal di pinggangnya, sebuah lambang yang menunjukkan kesetiaannya kepada Pangeran Sera. Mata Yuki berusaha fokus, dan saat dia mengenali lambang itu, napasnya sedikit tenang.

“Anda aman sekarang. Tidak ada yang perlu ditakutkan lagi.” Kata Panglima Arden dengan lembut, untuk mendapatkan kepercayaan Yuki.

Yuki menatap Panglima Arden, wajahnya masih penuh kelelahan dan ketidakpastian. Saat dia berhasil mengenalinya Panglima Arden melanjutkan.

“Dengan siapa Anda di sini, Putri? Mengapa sendirian?”

Yuki, yang masih kebingungan, menjawab dengan suara lemah, hampir berbisik. “Aku… sendiri.”

Panglima Arden terkejut mendengar jawaban itu. Mengetahui reputasi Pangeran Riana yang posesif, dia tidak percaya bahwa Yuki, calon Ratu Garduete, akan dibiarkan sendirian tanpa perlindungan di hutan musim dingin.

“Sendiri? Bagaimana bisa…?” Tanya Panglima Arden kebingungan.

Yuki tampak hendak menjelaskan, namun sebelum kata-kata lebih lanjut keluar dari mulutnya, tubuhnya mulai melemas. Mata Yuki terpejam, dan dia jatuh pingsan. Dengan refleks cepat, Panglima Arden bergerak dan menangkap Yuki sebelum tubuhnya menyentuh tanah.

“Bawa kuda. Kita harus kembali secepatnya. Putri Yuki butuh perawatan segera!”

Dia melangkah maju, dengan cepat memberi perintah kepada salah satu prajurit untuk mengambilkan jubah hangat. Seorang prajurit menyerahkan jubah tebal kepada Panglima Arden, yang langsung memakaikan jubah itu ke tubuh Yuki. Meski tangannya besar dan kasar, gerakannya lembut, menunjukkan bahwa dia peduli terhadap keselamatan Yuki.

...****************...

Pangeran Riana berdiri di depan meja kayu besar, matanya tajam menatap peta ibukota dan hutan di sekitarnya. Peta itu penuh dengan garis dan tanda, menandakan lokasi yang telah disisir untuk mencari Yuki. Suasana tegang menyelimuti ruangan; sudah delapan jam Yuki menghilang dan malam telah tiba, sampai sekarang tidak ada kabar apapun mengenai keberadaan Yuki.

Bangsawan Asry berdiri di samping Pangeran Riana, berusaha membantu mengkoordinasikan pencarian.

Pintu terbuka, dan Bangsawan Xasfir memasuki ruangan dengan ekspresi cemas.

“Tidak ada laporan apapun mengenai Yuki di ibukota atau di kediaman Perdana Menteri Olwrendho. Kemungkinan besar, dia menuju hutan.”

Hati Pangeran Riana bergetar mendengar kata ‘hutan’. Dia tahu betapa berbahayanya malam di hutan, dan rasa cemas menyelimutinya.

“Segera perintahkan semua pasukan untuk menelusuri setiap inci hutan malam ini juga. Kita tidak bisa membiarkan dia sendirian di sana!”

Xasfir mengangguk, lalu mengalihkan perhatiannya ke arah Pangeran Riana dengan ekspresi penuh perhatian.

“Dan mengenai Putri Marsha, apa rencanamu?”

Dengan nada dingin dan tegas, Pangeran Riana menjawab tanpa ragu. “Aku tidak pernah memikirkan wanita lain selain Yuki. Kau tahu itu dengan jelas, Xasfir, aku membiarkan Marsha berada di sekitarku hanya karena aku memandang pertemanan kita. Jangan berharap terlalu jauh selain itu.”

Pangeran Riana berbalik kembali ke peta, berusaha menahan kecemasan yang menggelayut di hatinya. Ia tahu betapa pentingnya Yuki baginya, dan ia tidak akan berhenti sampai gadis itu ditemukan.

...****************...

Yuki terbangun dengan kaget, merasakan hawa dingin menyelimuti tubuhnya. Dia menyadari dirinya berada di atas kuda, dipeluk erat oleh seseorang. Saat dia membuka mata, dia melihat sosok Panglima Arden yang memegang kendali kuda dengan tangkas.

“Di mana aku? Apa yang terjadi?” Bisik Yuki lirih.

Panglima Arden menoleh dengan ekspresi tenang, tapi matanya menunjukkan rasa khawatir yang mendalam.

“Tenang, Putri Yuki. Kamu aman sekarang. Maafkan jika Aku harus membawamu dengan cara seperti ini, untuk sementara harap bertahan sebentar Putri, sampai Kita ditempat yang aman. Nanti Aku akan mencarikan Kereta kuda untuk Putri. Sekarang Kita sedang dalam perjalanan ke Argueda.” Panglima Arden kembali berkata “Pangeran Sera telah diberitahu tentang kehadiranmu, dan dia segera menuju perbatasan untuk menjemputmu.”

Yuki menelan ludah, merasa campur aduk antara lega dan khawatir. Dia ingat betapa menyedihkannya saat melihat Pangeran Riana dan Putri Marsha di taman. Rasa sakit itu kembali menyerang hatinya.

Panglima Arden merasakan ketegangan dalam diri Yuki dan berusaha mengalihkan perhatian.

“Setelah sampai di perbatasan Argueda, Putri bisa beristirahat sejenak. Pangeran Sera akan memastikan semuanya baik-baik saja.”

Yuki mengangguk, mencoba menenangkan dirinya. Dia tahu tidak ada pilihan lain, dan saat ini, pergi ke Argueda adalah pilihan yang terbaik.

Terpopuler

Comments

🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ

🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ

cinta segitiga

2024-12-13

0

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96 1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97 2
98 3
99 4
100 5
101 6
102 7
103 8
104 9
105 10
106 11
107 12
108 13
109 14
110 15
111 16
112 17
113 18
114 19
115 20
116 21
117 22
118 23
119 24
120 25
121 26
122 27
123 28
124 29
125 30
126 31
127 32
128 33
129 34
130 35
131 36
132 37
133 38
134 39
135 40
136 41
137 42
138 43
139 44
140 45
141 46
142 47
143 48
144 49
145 50
146 51
147 52
148 53
149 54
150 55
151 56
152 57
153 58
154 59
155 60
156 61
157 62
158 63
159 64
160 65
161 66
162 67
163 68
164 69
165 70
166 71
167 72
168 73
169 74
170 75
171 76
172 77
173 78
174 79
175 80
176 81
177 82
178 83
179 84
180 85
181 86
182 87
183 88
184 89
185 90
186 91
187 92
188 93
189 94
190 95
191 96
192 97
193 98
194 99
195 100
196 101
197 102
198 103
199 104
200 105
201 106
202 107
203 108
204 109
205 110
206 111
207 112
208 113
209 114
210 115
211 116
212 117
213 118
214 119
215 120
216 121
217 122
218 123
219 124
220 125
221 126
222 127
223 128
224 139
225 140
226 141
227 142
228 143
229 144
230 145
231 146
232 147
233 148
234 149
235 150
236 151
237 152
238 153
239 154
240 155
241 156
242 157
243 158
244 159
245 160
246 161
247 162
248 163
249 164
250 165
251 166
252 167
253 168
254 169
255 170
256 171
257 172
258 173
259 174
260 175
261 176
262 177
263 178
264 179
265 180
266 181
267 182
268 183
269 184
270 185
271 186
272 187
273 188
274 189
275 190
276 191
277 192
278 193
279 194
280 195
281 196
282 197
283 198
284 199
285 200
286 201
Episodes

Updated 286 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96
1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97
2
98
3
99
4
100
5
101
6
102
7
103
8
104
9
105
10
106
11
107
12
108
13
109
14
110
15
111
16
112
17
113
18
114
19
115
20
116
21
117
22
118
23
119
24
120
25
121
26
122
27
123
28
124
29
125
30
126
31
127
32
128
33
129
34
130
35
131
36
132
37
133
38
134
39
135
40
136
41
137
42
138
43
139
44
140
45
141
46
142
47
143
48
144
49
145
50
146
51
147
52
148
53
149
54
150
55
151
56
152
57
153
58
154
59
155
60
156
61
157
62
158
63
159
64
160
65
161
66
162
67
163
68
164
69
165
70
166
71
167
72
168
73
169
74
170
75
171
76
172
77
173
78
174
79
175
80
176
81
177
82
178
83
179
84
180
85
181
86
182
87
183
88
184
89
185
90
186
91
187
92
188
93
189
94
190
95
191
96
192
97
193
98
194
99
195
100
196
101
197
102
198
103
199
104
200
105
201
106
202
107
203
108
204
109
205
110
206
111
207
112
208
113
209
114
210
115
211
116
212
117
213
118
214
119
215
120
216
121
217
122
218
123
219
124
220
125
221
126
222
127
223
128
224
139
225
140
226
141
227
142
228
143
229
144
230
145
231
146
232
147
233
148
234
149
235
150
236
151
237
152
238
153
239
154
240
155
241
156
242
157
243
158
244
159
245
160
246
161
247
162
248
163
249
164
250
165
251
166
252
167
253
168
254
169
255
170
256
171
257
172
258
173
259
174
260
175
261
176
262
177
263
178
264
179
265
180
266
181
267
182
268
183
269
184
270
185
271
186
272
187
273
188
274
189
275
190
276
191
277
192
278
193
279
194
280
195
281
196
282
197
283
198
284
199
285
200
286
201

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!