10

Pangeran Sera menatap Yuki dengan penuh perhatian sambil meletakkan makanan di samping tempat tidur. “Bagaimana kondisimu sekarang?” tanyanya lembut. Di ruangan yang hangat, Yuki perlahan mulai merasa lebih baik, meski tubuhnya masih lemah. Pangeran Sera, tanpa canggung, telah merawatnya dengan telaten sejak dia tiba di Argueda, menunjukkan sisi dirinya yang penuh kasih dan perhatian, jauh dari citra seorang pangeran yang hanya terpaku pada tugas kerajaan.

“Maafkan Aku Pangeran, Aku memang tidak terlalu tahan saat musim dingin tiba” kata Yuki lirih.

Yuki masih bersandar di tempat tidurnya, memandang langit-langit ruangan dengan mata penuh pikiran. Dia masih tidak percaya bahwa dia akhirnya berada di Argueda, jauh dari ancaman di Garduete. Pikirannya melayang pada kejadian di hutan, saat dia dikepung oleh kegelapan dan rasa putus asa. Jika Panglima Arden dan para prajurit Argueda tidak menemukannya tepat waktu, Yuki tahu nasibnya bisa jauh lebih buruk.

Dia menggigil memikirkan kemungkinan itu. Rasa syukur muncul dalam hatinya, tetapi juga ketidakpastian tentang apa yang akan datang selanjutnya, terutama dengan Pangeran Riana yang mungkin takkan diam saja setelah menyadari kepergiannya.

Yuki menelan obat yang diberikan Pangeran Sera tanpa ragu, kemudian meletakkan gelas di samping tempat tidurnya. Tatapan lembut Pangeran Sera tetap tertuju padanya, penuh perhatian.

“Apakah masih pusing?” tanya Pangeran Sera lagi, suaranya sarat dengan kecemasan yang sulit disembunyikan. Wajahnya memperlihatkan kekhawatiran yang mendalam, seolah setiap detik Yuki tidak merasa lebih baik adalah beban baginya.

Yuki menggeleng pelan. “Sudah berkurang,” jawabnya, meskipun tubuhnya masih lemas. Dia tersenyum lemah untuk menenangkan Pangeran Sera, yang jelas terlihat begitu cemas melihatnya dalam kondisi seperti ini. Pangeran Sera menarik napas lega, meskipun bayang-bayang kekhawatiran masih terlihat di matanya.

Pangeran Sera duduk di sisi tempat tidur, memperbaiki letak selimut yang menutupi kaki Yuki. Dengan hati-hati, dia mulai memijat kaki Yuki, membantu melancarkan sirkulasi darahnya setelah lama berbaring. Yuki terlihat lebih nyaman dan mulai merasa lebih rileks.

“Maaf, aku merepotkanmu lagi.”

Pangeran Sera tersenyum lembut. “Aku tidak pernah keberatan direpotkan olehmu, Yuki.”

Pangeran Sera berhenti memijat dan memandang Yuki dengan penuh perhatian. Dia lalu dengan sabar mengambil sendok dan menyuapkan bubur perlahan ke mulut Yuki.

“Kita akan memulai perjalanan menuju istanaku di Argueda. Bersabarlah sebentar lagi. Kau bisa beristirahat dengan tenang di sana.” Kata Pangeran Sera. “Sekarang Makanlah. Kau perlu kekuatan untuk perjalanan nanti.”

Yuki menurut tanpa ragu. Sesekali, tatapan mereka bertemu, namun Pangeran Sera tetap tenang, sabar, dan penuh perhatian.

...****************...

Pangeran Sera berdiri di dekat jendela, memandang ke luar, memastikan persiapan mereka untuk meninggalkan istana kecil menuju ibu kota Argueda. Udara pagi masih dingin, namun kekhawatiran di wajahnya jauh lebih besar daripada cuaca yang menggigit itu. Mendengar kabar bahwa Pangeran Riana telah mengendus keberadaan Yuki membuatnya harus bergerak lebih cepat.

Yuki duduk di tempat tidurnya, masih lemah namun bertekad untuk tidak menjadi beban. Dia tahu sesuatu sedang terjadi, meskipun Pangeran Sera belum mengungkapkannya.

Setelah memastikan Yuki sudah makan dan beristirahat, Pangeran Sera dengan penuh perhatian membantu Yuki bersiap untuk perjalanan menuju istana di Argueda. Yuki masih terlihat lemah, dan Pangeran Sera tampak sangat hati-hati dalam setiap tindakannya, seolah khawatir jika dia lengah sedikit saja, Yuki akan menghilang lagi dari sisinya.

Pangeran Sera berbalik dan menatap Yuki dengan lembut, meskipun sorot matanya menyembunyikan kecemasan. “Apa Kau sudah siap ?,” Pangeran Sera mengambil mantel tebal berbulu dari kursi di dekatnya. Dengan lembut, dia memasangkannya ke pundak Yuki, memastikan mantelnya menutupi tubuh Yuki dengan sempurna.

Yuki menatap Pangeran Sera sejenak, merasa bahwa dia menyembunyikan sesuatu. Namun dia tidak ingin bertanya lebih jauh. Kepercayaan terhadap Pangeran Sera membuatnya merasa aman, setidaknya untuk saat ini.

“Kau harus tetap hangat. Musim dingin di luar sangat keras.”

Yuki hanya mengangguk pelan, merasa bersyukur atas perhatian Pangeran Sera, tetapi terlalu lemah untuk mengatakan banyak hal.

Ketika Yuki berusaha berdiri, kakinya terasa lemas. Sebelum dia sempat jatuh, Pangeran Sera segera membopongnya tanpa ragu. Yuki terkejut sesaat, tapi kemudian menyerah dalam pelukan Pangeran Sera. Dia bisa merasakan ketegangan dan ketegasan dalam genggaman Sera, seakan-akan pangeran itu tidak akan membiarkannya pergi lagi.

“Aku bisa berjalan sendiri…”

Pangeran Sera dengan tegas namun lembut berkata” Aku tidak akan membiarkanmu. Kau masih terlalu lemah. Dan aku tidak ingin mengambil risiko kehilanganmu lagi.”

Dengan Yuki dalam pelukannya, Pangeran Sera berjalan perlahan menuju kereta kuda yang telah dipersiapkan di halaman. Para pelayan dan prajurit melihat pemandangan itu dengan hormat, tetapi Pangeran Sera tidak peduli dengan pandangan mereka. Yang ada di pikirannya hanyalah menjaga Yuki tetap aman.

Begitu sampai di depan kereta, Pangeran Sera dengan hati-hati meletakkan Yuki di dalam kereta yang hangat, memastikan dia nyaman di atas tempat duduk empuk. Dia menata selimut di atas tubuh Yuki, seolah tidak ada yang lebih penting selain memastikan Yuki terlindungi dari dinginnya udara sekitar.

Pangeran Sera kemudian duduk didekat Yuki. Melingkarkan lengannya, memeluk Yuki. Meskipun Yuki sekarang berada di depannya, ada perasaan di hatinya bahwa dia bisa kehilangan gadis itu lagi kapan saja, dan ketakutan itu membuatnya sangat protektif.

...****************...

Yuki sudah berada di istana Pangeran Sera selama tiga hari, namun selama itu ia jarang sekali bertemu langsung dengan Pangeran Sera. Setiap harinya, Yuki hanya melihat para prajurit dan pejabat istana keluar-masuk ruang rapat yang tertutup rapat, seolah ada pembahasan penting yang mereka hindari dari pengetahuan umum. Suasana di istana Pangeran Sera terasa tegang dan penuh rahasia, membuat Yuki tidak tenang.

Ia sempat bertemu beberapa kali dengan Pangeran Arana, adik Pangeran Sera, namun setiap kali Yuki bertanya tentang keberadaan Putri Magitha, Pangeran Arana selalu mengelak atau menjawab dengan samar. Ketidakpastian ini membuat Yuki semakin merasa terasing di lingkungan yang sebenarnya tidak asing baginya.

Keheningan istana, dipadu dengan ketegangan yang terus berdenyut di setiap sudutnya, membuat Yuki semakin merasakan bahwa ada sesuatu yang besar dan mendesak sedang terjadi. Namun, tidak ada yang mau memberi tahu atau melibatkan Yuki.

Yuki menyadari bahwa meskipun Pangeran Sera telah menutup istananya dengan ketat, tidak mengizinkan siapa pun keluar masuk dengan mudah, seseorang seperti Putri Magitha—jika memang segalanya baik-baik saja—pasti masih bisa datang dan pergi. Pikiran ini semakin memperkuat kecurigaannya bahwa ada sesuatu yang terjadi di balik dinding istana Argueda, sesuatu yang membuat Putri Magitha tidak kunjung muncul.

Setiap kali Yuki mencoba mencari tahu, ia hanya bertemu dengan keheningan atau jawaban samar dari orang-orang di sekitarnya. Pangeran Arana pun selalu menghindar, seolah ada rahasia besar yang ingin disembunyikan dari Yuki. Kegelisahan ini tumbuh semakin besar di hatinya, karena Yuki tahu bahwa jika Putri Magitha benar-benar baik-baik saja, dia pasti sudah datang untuk mengunjunginya. Tapi kenyataannya, tidak ada tanda-tanda kehadiran Putri Magitha di istana.

Yuki tidak berani untuk menanyakan apa pun kepada Pangeran Sera. Setiap kali ia mencoba mengungkapkan kekhawatirannya tentang Putri Magitha, Pangeran Sera selalu mengalihkan percakapan dengan pertanyaan yang membuat Yuki tak bisa menjawab.

“Aku ingin tahu bagaimana Pangeran Riana berhasil membawamu keluar dari Argueda waktu itu,” tanya Pangeran Sera, pandangannya tajam namun tenang.

Yuki terdiam, karena ia sendiri pun belum sepenuhnya memahami bagaimana Pangeran Riana bisa membuat rencana untuk mengelabui Pangeran Sera dan pasukannya.

“Atau,” lanjut Pangeran Sera, “mengapa kau berada di dalam hutan sendirian tanpa penjagaan saat di Garduete? Kau tahu itu berbahaya, bukan?”

Pertanyaan-pertanyaan itu membuat Yuki semakin bungkam. Ia tidak tahu harus memberikan jawaban apa. Kegelisahannya tumbuh, bukan hanya karena misteri Putri Magitha yang belum terpecahkan, tetapi juga karena Pangeran Sera seolah menuntut penjelasan atas kejadian-kejadian yang Yuki sendiri bingung tentangnya.

Yuki sudah tidak tahan lagi. Dia berdiri diam di sudut tempat. Berada dekat dengan ruangan rapat. Tempat Pangeran Sera seharian ini berada.

Yuki sudah meminta para prajurit untuk tidak mengatakan kehadirannya. Dia tidak ingin menggangu Pangeran Sera. Yuki hanya berdiri. Bersembunyi sambil memandang langit.

“Kakak, Kau harus berbicara dengannya. Dia sudah mulai curiga. Dia ingin tahu tentang Putri Magitha, dan kita tidak bisa terus-menerus menghindar.” Kata Pangeran Arana saat Mereka baru saja selesai rapat dan hanya tinggal berdua dalam ruangan.

Pangeran Sera menghela napas dalam, sejenak terdiam. Tatapannya beralih ke arah Yuki yang berdiri di balik pilar, tampak seperti bayangan yang berusaha menghindari perhatian. Dia tahu bahwa Yuki sudah lama menunggu. Pangeran Sera mengangguk perlahan, meski wajahnya tetap tanpa ekspresi. Dia menyadari bahwa menghindari Yuki bukanlah solusi. Dengan sikap tenang, dia berjalan menuju pintu, dan suara langkah kakinya yang mantap terdengar hingga ke sudut tempat Yuki berdiri.

“Yuki,” panggil Pangeran Sera lembut, namun tegas. Yuki terkejut, tubuhnya kaku. Dia tidak berani menoleh, seakan takut menghadapi tatapan yang sudah lama dia hindari. Pangeran Sera mendekat, menghentikan langkahnya beberapa meter di belakangnya.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96 1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97 2
98 3
99 4
100 5
101 6
102 7
103 8
104 9
105 10
106 11
107 12
108 13
109 14
110 15
111 16
112 17
113 18
114 19
115 20
116 21
117 22
118 23
119 24
120 25
121 26
122 27
123 28
124 29
125 30
126 31
127 32
128 33
129 34
130 35
131 36
132 37
133 38
134 39
135 40
136 41
137 42
138 43
139 44
140 45
141 46
142 47
143 48
144 49
145 50
146 51
147 52
148 53
149 54
150 55
151 56
152 57
153 58
154 59
155 60
156 61
157 62
158 63
159 64
160 65
161 66
162 67
163 68
164 69
165 70
166 71
167 72
168 73
169 74
170 75
171 76
172 77
173 78
174 79
175 80
176 81
177 82
178 83
179 84
180 85
181 86
182 87
183 88
184 89
185 90
186 91
187 92
188 93
189 94
190 95
191 96
192 97
193 98
194 99
195 100
196 101
197 102
198 103
199 104
200 105
201 106
202 107
203 108
204 109
205 110
206 111
207 112
208 113
209 114
210 115
211 116
212 117
213 118
214 119
215 120
216 121
217 122
218 123
219 124
220 125
221 126
222 127
223 128
224 139
225 140
226 141
227 142
228 143
229 144
230 145
231 146
232 147
233 148
234 149
235 150
236 151
237 152
238 153
239 154
240 155
241 156
242 157
243 158
244 159
245 160
246 161
247 162
248 163
249 164
250 165
251 166
252 167
253 168
254 169
255 170
256 171
257 172
258 173
259 174
260 175
261 176
262 177
263 178
264 179
265 180
266 181
267 182
268 183
269 184
270 185
271 186
272 187
273 188
274 189
275 190
276 191
277 192
278 193
279 194
280 195
281 196
282 197
283 198
284 199
285 200
286 201
Episodes

Updated 286 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96
1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97
2
98
3
99
4
100
5
101
6
102
7
103
8
104
9
105
10
106
11
107
12
108
13
109
14
110
15
111
16
112
17
113
18
114
19
115
20
116
21
117
22
118
23
119
24
120
25
121
26
122
27
123
28
124
29
125
30
126
31
127
32
128
33
129
34
130
35
131
36
132
37
133
38
134
39
135
40
136
41
137
42
138
43
139
44
140
45
141
46
142
47
143
48
144
49
145
50
146
51
147
52
148
53
149
54
150
55
151
56
152
57
153
58
154
59
155
60
156
61
157
62
158
63
159
64
160
65
161
66
162
67
163
68
164
69
165
70
166
71
167
72
168
73
169
74
170
75
171
76
172
77
173
78
174
79
175
80
176
81
177
82
178
83
179
84
180
85
181
86
182
87
183
88
184
89
185
90
186
91
187
92
188
93
189
94
190
95
191
96
192
97
193
98
194
99
195
100
196
101
197
102
198
103
199
104
200
105
201
106
202
107
203
108
204
109
205
110
206
111
207
112
208
113
209
114
210
115
211
116
212
117
213
118
214
119
215
120
216
121
217
122
218
123
219
124
220
125
221
126
222
127
223
128
224
139
225
140
226
141
227
142
228
143
229
144
230
145
231
146
232
147
233
148
234
149
235
150
236
151
237
152
238
153
239
154
240
155
241
156
242
157
243
158
244
159
245
160
246
161
247
162
248
163
249
164
250
165
251
166
252
167
253
168
254
169
255
170
256
171
257
172
258
173
259
174
260
175
261
176
262
177
263
178
264
179
265
180
266
181
267
182
268
183
269
184
270
185
271
186
272
187
273
188
274
189
275
190
276
191
277
192
278
193
279
194
280
195
281
196
282
197
283
198
284
199
285
200
286
201

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!