17

“Kau benar. Laporan yang ada, Setelah sumpah ksatria yang dilakukan Sera. Kerajaan mendesaknya untuk segera meniduri Yuki dan memberinya keturunan. mereka mulai menyediakan obat-obatan penambah stamina dan kesuburan setiap malam untuk Yuki dan Sera. Tapi sepertinya Yuki tidak meminumnya karena tahu apa isinya. Tapi Sera…Dia laki-laki normal yang menginginkan Yuki.” Jelas Bangsawan Voldermon mulai khawatir.

Pangeran Riana mendengar penjelasan Bangsawan Voldermon dengan amarah yang semakin membara, meskipun wajahnya tetap dingin dan terkendali. “Jadi, mereka tidak hanya mencoba mengikat Yuki dengan sumpah ksatria, tapi juga mencoba memastikan Yuki memberikan keturunan untuk memperkuat hubungan mereka.”

Voldermon mengangguk, tampak waspada terhadap reaksi Pangeran Riana. “Ya, Pangeran. Obat-obatan itu dirancang untuk memastikan keturunan segera lahir, memperkuat posisi Yuki di sisi Sera dan di istana Argueda.”

Riana mendengus, matanya menyipit dengan perasaan frustrasi. “Sera mungkin akan menyerah pada godaannya, tapi Yuki…” Riana berjalan mondar-mandir sejenak, lalu berhenti, tatapannya berubah dingin. “Aku tak akan membiarkan itu terjadi. Kita harus bertindak sebelum Sera mendapatkan apa yang diinginkannya. Persiapkan perjalanan secepatnya. Sebelum Aku membawa Yuki kembali maka hal Ini belum berakhir.”

Bangsawan Voldermon mengangguk, segera memerintahkan persiapan perjalanan, Mereka sudah mendekati Ibukota. Dan akan segera pergi menemui Raja Jafar tanpa membuang waktu.

...****************...

Raja Jafar mendengarkan laporan dari prajuritnya dengan wajah yang datar, meskipun di dalam benaknya, berbagai pertimbangan terus berputar. Pangeran Riana yang mendekati ibu kota Argueda dan permintaannya untuk pertemuan pribadi, serta syarat yang diajukan, adalah sebuah ancaman yang jelas.

“Kakek, apa pendapatmu tentang ini?” tanya Raja Jafar, pandangannya beralih kepada Kakek Veyron yang menunggu dengan tenang di sampingnya.

Kakek Veyron mengangguk pelan, tatapannya tajam dan penuh pemikiran. “Riana tidak bodoh. Dia tahu cara tercepat untuk mendapatkan kembali gadis itu adalah dengan mengajukan negosiasi pada Argueda, memanfaatkan ketegangan diantara Rasyamsah dan Argueda. Syarat yang dia ajukan menunjukkan bahwa dia siap bermain politik dengan cara licik. Jika kita bersedia—untuk sementara menyerahkan Yuki, kita mungkin bisa menjaga perdamaian dengan Garduete, tapi kita harus menyusun rencana untuk mengatasi Sera.”

Raja Jafar mengangguk, memikirkan kata-kata Kakek Veyron. “Yuki bukan hanya masalah pribadi bagi Sera. Sumpah ksatria yang dilakukan Sera menbuat keberadaan Yuki sangat penting bagi Argueda. Jika kita menyerahkannya, kita juga menyerahkan keuntungan strategis kita. Namun, jika kita menolak, Riana bisa menjadi ancaman baru di tengah ketegangan yang sudah memanas.”

“Riana tahu ini,” lanjut Kakek Veyron, “dan dia memainkan kartunya dengan baik.”

Raja Jafar termenung sejenak sebelum akhirnya berkata dengan tegas, “Kita akan menemui Riana, untuk menyerahkan Yuki. Kita akan menerima kesepakatan yang ditawarkan”

Raja Jafar melirik para penasihat dan prajurit yang berada di dalam ruangan. “Segera atur pertemuan ini. Kita perlu memilih tempat yang netral, di mana kita bisa berbicara tanpa tekanan dari kedua belah pihak. Pastikan keamanan Yuki menjadi prioritas utama.”

“Dan kita juga harus mempersiapkan semua informasi yang mungkin mereka cari. Jika Riana mengincar lebih dari sekadar negosiasi, kita harus siap untuk menghadapi semua kemungkinan,” tambah Kakek Veyron.

Raja Jafar mempertimbangkan langkah-langkah strategis yang harus diambil. “Kita tidak bisa membiarkan Sera berada di ibukota saat pertemuan itu berlangsung. Jika dia ada di dekat Yuki, konflik pasti akan terjadi, terutama dengan kehadiran Riana yang menginginkan Yuki.

“Aku akan mengirim Sera ke daerah perbatasan ibukota untuk mengecek perlengkapan senjata. Dengan begitu, dia tidak akan terlibat langsung dalam pertemuan ini dan kita dapat menghindari potensi keributan,” jelas Raja Jafar, suaranya penuh ketegasan.

Kakek Veyron mengangguk. “Itu langkah yang bijak, tetapi kita harus memastikan Sera tetap mendapatkan informasi tentang apa yang terjadi. Dia perlu tahu jika ada sesuatu yang berpotensi membahayakan Yuki.”

...****************...

Yuki merasa jantungnya berdegup kencang saat kereta melaju menuju istana Raja Jafar. Pikiran-pikiran berlarian di kepalanya, bertanya-tanya tentang hal mendesak yang ingin disampaikan. Dengan segala kemungkinan yang ada, ia merasa sedikit cemas namun bertekad untuk menghadapi apapun yang terjadi.

Pagi tadi, sesaat setelah mengantar rombongan Pangeran Sera dan Kakek Veyron yang pergi menuju perbatasan Ibukota untuk mengecek pembuatan senjata yang akan digunakan jika terjadi pertempuran antara Rasyamsah dan Argueda—di halaman istana Pangeran Sera.

Seorang Prajurit mendatangi Yuki dan menyampaikan pesan bahwa Raja Jafar memanggil Yuki untuk menghadap pagi ini juga, karena ada sesuatu yang penting yang harus dibicarakan.

Karena itulah Yuki langsung merapikan pakaian dan penampilannya. Kemudian dengan cepat naik kereta yang sudah menunggu. Menuju istana Raja.

Saat Dia tiba, Dua orang Prajurit langsung menjemputnya dan membawanya ke istana timur. Yuki tidak dibawa ke aula kerajaan seperti yang Dia kira. Kali ini Yuki dibawa menuju aula pribadi milik Raja Jafar. Saat namanya disebutkan dan Pintu terbuka perlahan. Yuki melangkah ragu ke dalam aula pribadi Raja Jafar, hatinya berdebar saat melihat Pangeran Riana sudah menunggu di dalam. Terkejut dengan keberadaan Pangeran Riana.

Yuki sempat urung untuk melangkah. Tapi Raja Jafar terus memperhatikan Yuki saat Yuki memasuki aula. Dalam hati Yuki, berbagai pertanyaaan memenuhi kepalanya. Bagaimana Pangeran Riana ada di sini ?.

Pangeran Riana tampak tenang, tetapi ada aura yang menekan di sekelilingnya. Raja Jafar berdiri di dekat meja besar, wajahnya serius saat memandang Yuki yang berdiri terdiam di tengah ruangan.

“Putri Yuki,” kata Raja Jafar, memecah keheningan. “Terima kasih telah datang. Pangeran Riana datang ke sini untuk menemuimu, Dia juga telah menyampaikan beberapa hal yang perlu kita diskusikan.”

Yuki menatap Pangeran Riana, berusaha menilai niatnya. “Apa yang ingin Pangeran bicarakan ?” tanyanya, berusaha menjaga nada suaranya tetap tenang meskipun dalam hatinya bergolak berbagai perasaan.

Pangeran Riana tersenyum tipis, tetapi ada kesan sinis dalam senyumannya. “Terima kasih telah mengizinkanku untuk berbicara langsung, Putri Yuki. Aku sangat menghargainya. Situasi antara Rasyamsah dan Argueda semakin memanas, dan aku percaya bahwa kau adalah kunci untuk tidak membuat ketegangan lain yang tidak perlu.”

Yuki merasa seolah-olah seluruh dunia berhenti sejenak. “Aku?” Yuki menatap Raja Jafar, merasa bingung.

“Seperti yang kau ketahui, hubungan antara kita dan Argueda sangat rumit,” lanjut Pangeran Riana, suaranya terdengar lebih mendesak. “Namun, jika kita dapat mengubah arah pembicaraan ini, mungkin kita dapat menemukan cara untuk mencegah Garduete terlibat melawan Argueda.”

Yuki menggigit bibirnya, berusaha menahan rasa marah dan cemas yang muncul. “Apa yang sebenarnya kau inginkan, Pangeran Riana?” tanyanya langsung, mengabaikan kebiasaan sopan santun yang seharusnya dijaga.

Pangeran Riana menatap Yuki dalam-dalam. “Aku ingin berbicara tentang kesepakatan”

Yuki merasa hatinya terjepit. “Kau tidak bisa menggunakanku sebagai alat tawar menawar. Itu bukan cara yang benar untuk menyelesaikan masalah ini!” bentaknya, tidak bisa menahan emosinya.

Pangeran Riana mengangkat tangannya, seolah mencoba menenangkan. “Aku tidak bermaksud untuk mengancam. Aku hanya menawarkan sebuah solusi. Jika kita dapat menyetujui kesepakatan ini, kita semua bisa menghindari kehancuran yang lebih besar.”

“Dan kesepakatannya adalah…?” tanya Yuki dengan nada skeptis.

“Serahkan dirimu padaku,” jawab Pangeran Riana dengan tegas. “Aku ingin kau menjadi bagian dari perjanjian ini. Dengan kau di sisiku, Garduete tidak akan mengambil tindakan yang merugikan Argueda”

Raja Jafar mengerutkan dahi, menyadari situasi semakin tegang. “Putri Yuki, kita perlu berpikir jernih. Ini bukan waktu untuk emosi yang menghalangi keputusan yang harus diambil.”

Yuki menatap Raja Jafar dan kemudian kembali ke Pangeran Riana. “Kau tidak akan bisa memanipulasi aku. Apapun yang kau rencanakan, aku tidak akan terlibat dalam permainanmu.”

Pangeran Riana mengubah ekspresinya, wajahnya mulai menunjukkan ketidakpuasan. “Sangat disayangkan, Putri. Namun, ingatlah bahwa permainan ini bukan hanya tentangmu. Ada banyak nyawa yang dipertaruhkan, dan kau bisa memilih untuk membantu atau mengabaikannya.”

Yuki merasa tertekan oleh situasi ini. Sambil berusaha tetap tenang, ia berkata, “Aku akan melakukan apapun untuk menyelamatkan mereka, tetapi aku tidak akan melakukannya dengan cara yang kau inginkan. Jika ada cara lain, aku akan mencarinya.”

Raja Jafar mengamati wajah Pangeran Riana dengan penuh perhatian sebelum melanjutkan, “Aku akan meninggalkan kalian untuk berbicara secara pribadi. Namun, jika Pangeran ingin membawa Putri Yuki pergi, ingatlah untuk tidak menggunakan kekerasan. Aku tidak ingin kesenangan Pangeran Riana menunjukan kekejamannya pada wanita dipertontokan dalam istanaku” Dia melontarkan sindiran tajam itu, mengingat kado yang diberikan Pangeran Riana kepada Sera beberapa waktu lalu—sebuah celana dalam yang penuh dengan bau kasih sayang, bekas percintaan yang dilakukan secara paksa pada Yuki.

Pangeran Riana tidak bisa menyembunyikan kemarahan yang muncul di wajahnya, tetapi dia berusaha tetap tenang. “Tidak ada niatku untuk menggunakan kekerasan, Raja Jafar. Aku hanya ingin berbicara dengan Putri Yuki tentang masa depan kita,” jawabnya, meskipun nada suaranya mengandung ketegangan.

Yuki merasa tidak nyaman dengan pernyataan Raja Jafar. Dia menatap Pangeran Riana dengan curiga, berpikir bahwa situasi ini bisa berbahaya. “Aku tidak akan pergi kemana-mana tanpa persetujuan sendiri,” katanya, tegas.

“Dan itulah yang akan kita bicarakan, Putri Yuki,” Pangeran Riana menjawab, suara lembutnya kini terdengar lebih meyakinkan.

Raja Jafar mengangguk sebelum beranjak, meninggalkan ruangan untuk memberi mereka privasi. Namun, tatapan penuh kehati-hatian tetap terlukis di wajahnya.

Setelah Raja Jafar pergi, Yuki menatap Pangeran Riana dengan rasa was-was. Hening sejenak.

Berbagai pertanyaan memenuhi kepala Yuki. Bagaimana Dia bisa ada disini ?. Yuki belum siap untuk kembali bertemu dengannya.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96 1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97 2
98 3
99 4
100 5
101 6
102 7
103 8
104 9
105 10
106 11
107 12
108 13
109 14
110 15
111 16
112 17
113 18
114 19
115 20
116 21
117 22
118 23
119 24
120 25
121 26
122 27
123 28
124 29
125 30
126 31
127 32
128 33
129 34
130 35
131 36
132 37
133 38
134 39
135 40
136 41
137 42
138 43
139 44
140 45
141 46
142 47
143 48
144 49
145 50
146 51
147 52
148 53
149 54
150 55
151 56
152 57
153 58
154 59
155 60
156 61
157 62
158 63
159 64
160 65
161 66
162 67
163 68
164 69
165 70
166 71
167 72
168 73
169 74
170 75
171 76
172 77
173 78
174 79
175 80
176 81
177 82
178 83
179 84
180 85
181 86
182 87
183 88
184 89
185 90
186 91
187 92
188 93
189 94
190 95
191 96
192 97
193 98
194 99
195 100
196 101
197 102
198 103
199 104
200 105
201 106
202 107
203 108
204 109
205 110
206 111
207 112
208 113
209 114
210 115
211 116
212 117
213 118
214 119
215 120
216 121
217 122
218 123
219 124
220 125
221 126
222 127
223 128
224 139
225 140
226 141
227 142
228 143
229 144
230 145
231 146
232 147
233 148
234 149
235 150
236 151
237 152
238 153
239 154
240 155
241 156
242 157
243 158
244 159
245 160
246 161
247 162
248 163
249 164
250 165
251 166
252 167
253 168
254 169
255 170
256 171
257 172
258 173
259 174
260 175
261 176
262 177
263 178
264 179
265 180
266 181
267 182
268 183
269 184
270 185
271 186
272 187
273 188
274 189
275 190
276 191
277 192
278 193
279 194
280 195
281 196
282 197
283 198
284 199
285 200
286 201
Episodes

Updated 286 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95 Water Ripple (Morning Dew Series 3)—End
96
1 Rain Pour—Morning Dew Series 4
97
2
98
3
99
4
100
5
101
6
102
7
103
8
104
9
105
10
106
11
107
12
108
13
109
14
110
15
111
16
112
17
113
18
114
19
115
20
116
21
117
22
118
23
119
24
120
25
121
26
122
27
123
28
124
29
125
30
126
31
127
32
128
33
129
34
130
35
131
36
132
37
133
38
134
39
135
40
136
41
137
42
138
43
139
44
140
45
141
46
142
47
143
48
144
49
145
50
146
51
147
52
148
53
149
54
150
55
151
56
152
57
153
58
154
59
155
60
156
61
157
62
158
63
159
64
160
65
161
66
162
67
163
68
164
69
165
70
166
71
167
72
168
73
169
74
170
75
171
76
172
77
173
78
174
79
175
80
176
81
177
82
178
83
179
84
180
85
181
86
182
87
183
88
184
89
185
90
186
91
187
92
188
93
189
94
190
95
191
96
192
97
193
98
194
99
195
100
196
101
197
102
198
103
199
104
200
105
201
106
202
107
203
108
204
109
205
110
206
111
207
112
208
113
209
114
210
115
211
116
212
117
213
118
214
119
215
120
216
121
217
122
218
123
219
124
220
125
221
126
222
127
223
128
224
139
225
140
226
141
227
142
228
143
229
144
230
145
231
146
232
147
233
148
234
149
235
150
236
151
237
152
238
153
239
154
240
155
241
156
242
157
243
158
244
159
245
160
246
161
247
162
248
163
249
164
250
165
251
166
252
167
253
168
254
169
255
170
256
171
257
172
258
173
259
174
260
175
261
176
262
177
263
178
264
179
265
180
266
181
267
182
268
183
269
184
270
185
271
186
272
187
273
188
274
189
275
190
276
191
277
192
278
193
279
194
280
195
281
196
282
197
283
198
284
199
285
200
286
201

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!