Bab 15 - Kini Aku Sendirian

Tuan Keenan sangat terkejut setelah mendapatkan informasi dari perawat yang menjaga Bu Maria jika saat ini Bu Maria telah tiada. Dia langsung saja menyampaikan informasi itu pada Nyonya Rossa dan mengajak istrinya itu untuk segera pergi ke rumah sakit.

Di rumah sakit, seluruh administrasi untuk kepulangan Bu Maria sudah selesai diurus. Dokter yang menangani Bu Maria juga sudah memperbolehkan keluarga membawa jenazah Bu Maria untuk pulang.

Sepanjang perjalanan menuju kontrakan, Arneta tak henti menangis seraya memeluk tubuh ibunya yang sudah terbujur kaku. Berkali-kali dia meminta agar Tuhan memberikan mukjizat supaya ibunya bisa hidup kembali.

"Ibu, untuk apa lagi aku hidup di dunia ini jika ibu tidak ada..." Arneta menangis tersedu-sedu. Hatinya sangat hancur karena kepergian ibunya. Tidak ada rasanya yang lebih perih di dalam hidupnya selain kehilangan ibunya.

Tiba di kontrakan. Sudah banyak tetangga yang menunggu kedatangan jenazah Bu Maria di sana. sebuah tenda kecil pun sudah dipasang untuk tempat berteduh para pelayat yang akan datang. Arneta tidak mengetahui siapakah orang yang sudah memberitahu tetangga ibunya tentang kepergian ibunya. Yang menjadi fokus Arneta saat ini hanyalah ibunya. Arneta sama sekali tidak memperdulikan hal lain.

Berselang beberapa saat setelah jenazah Bu Maria tiba di kontrakan, Tuan keenan dan Nyonya Rossa nampak datang. Kedua pasangan paruh baya itu nampak prihatin melihat kondisi Arneta saat ini.

"Kasihan sekali kamu, Nak..." lirih Nyonya Rossa. Sebagai seorang anak yang pernah merasakan kehilangan orang tua juga, dia dapat merasakan bagaimana kesedihan yang dirasakan Arneta saat ini.

"Kenapa Bu Maria dibawa ke sini. Kenapa tidak ke rumah El saja?" Pertanyaan itu keluar dari mulut Tuan Keenan. Kemudian dia mengedarkan pandangan mencari keberadaan El di sana. Namun, putranya itu tidak terlihat dimana-mana.

"Hubungi El. Suruh dia segera ke sini!" Titah Tuan Keenan pada Nyonya Rossa. Tuan Keenan berpikir jika saat ini putranya itu belum mengetahui kondisi Bu Maria.

Setelah menghubungi El, Nyonya Rossa dan Tuan Keenan menghampiri Arneta. Keduanya mengungkapkan belasungkawa pada Arneta yang sedang berduka. Arneta hanya menanggapi seadanya. Dia sudah tidak bertenaga untuk berinteraksi dengan banyak orang termasuk kedua mertuanya.

Kedatangan El ke rumah kontrakan langsung saja disambut dengan amarah Tuan Keenan. "Kenapa Bu Maria dibawa ke sini. Kenapa tidak dibawa ke rumah kamu saja?!" Pria itu marah karena di saat kepergian besannya, dia justru dibawa ke rumah kontrakan yang cukup sempit dan tidak bisa dimasuki oleh orang banyak.

El memasang wajah polosnya. "Aku gak tahu kalau Ibu udah tiada, Pah. Arneta gak kasih tahu aku masalah ini!" El membela diri. Dia tidak ingin disalahkan oleh Tuan Keenan. Toh omongannya baru saja memang benar kalau Arneta sama sekali tidak mengabarinya.

Tuan Keenan tidak ingin memperpanjang perdebatan di saat suasana sedang berduka. Lebih baik dia meminta El untuk menenangkan Arneta yang sedang berduka di dalam rumah. Walau pun menaruh perasaan tidak suka pada Arneta. Namun, El merasa sedikit prihatin melihat kesedihan Arneta saat ini.

Keberadaan El di sisi Arneta tidak berarti apa-apa untuk Arneta. Dia terus saja menangis terisak-isak seraya meminta ibunya untuk kembali.

"Siapa lagi yang akan menyayangiku di dunia ini jika bukan Ibu. Hanya ibu yang aku punya. Hanya ibu yang bisa menjadi tempat untuk aku pulang." Ungkapan hati Arneta membuat hati El sedikit teriris. Dia merasa semakin prihatin. Namun, tak ada satu pun ungkapan isi hati El yang disampaikannya pada Arneta.

Arneta sama sekali tidak beranjak dari sisi ibunya walau pun waktu sudah beranjak semakin malam. Dia membiarkan tubuh lelahnya terlelap di samping jenazah sang ibu hingga akhirnya pagi telah datang menyambut dan ibunya harus segera dibawa untuk dimakamkan.

Sejak kemarin, Oma Sukma dan Tante Lia sama sekali tidak menunjukkan batang hidungnya. Keduanya baru menunjukkan batang hidungnya saat jenazah Bu Maria sudah tiba di pemakaman dan siap untuk dimakamkan.

"Ibu..." Arneta menangis terisak-isak saat ibunya dimasukkan ke dalam liang lahat dan secara perlahan tanah mulai menutupi tubuh ibunya. Nyonya Rossa yang berada di sampingnya selalu berusaha menenangkan Arneta walau pun ia tahu Arneta tidak akan bisa tenang begitu saja.

Sementara El, dia hanya berdiri diam. Entah apa yang akan ia lakukan. El juga cukup terkejut kenapa Bu Maria bisa pergi secepat ini. Padahal, beberapa hari yang lalu El masih sempat berkunjung ke kediaman Bu Maria tanpa sepengetahuan Arneta untuk melihat keadaannya. Dan saat itu keadaan Bu Maria masih baik-baik saja.

"Arneta, ayo kita pulang, nak." Ajak Nyonya Rossa setelah proses pemakaman selesai dilakukan dan kini hanya meninggalkan mereka di sana.

Arneta bergeming. Dia masih memeluk kuburan ibunya yang masih basah dengan tatapan yang nampak kosong. Nyonya Rossa semakin prihatin melihatnya. Agar Arneta tidak semakin lama berada di sana, Nyonya Rossa meminta El membawa Arneta pulang.

"Ayo kita pulang!" Ajak El. Suaranya saat ini terdengar sangat lembut. Jauh berbeda dari sebelum ibunya tiada.

Arnet masih saja bergeming. Karena tidak lagi memiliki tenaga untuk memberontak, dia membiarkan saja El membawa tubuhnya masuk ke dalam mobil.

"Manja sekali sih dia sampai dipapah begitu sama El!" Oma Sukma masih saja menunjukkan rasa tidak sukanya pada Arneta walau pun wanita itu sedang dirundung duka.

Di tengah perjalanan menuju pulang, Arneta tiba-tiba bersuara meminta El mengantarkan dirinya ke rumah kontrakan ibunya. Dia ingin menginap di sana dan menenangkan dirinya. El terpaksa menurutinya. Untuk saat ini, dia tidak ingin egois memaksa Arneta untuk pulang ke rumah mereka.

Setibanya di rumah kontrakan, Arneta segera keluar dari dalam mobil tanpa sepatah kata pun. Dia lekas masuk ke dalam rumah dan berdiam diri di dalam kamar ibunya.

El terpaksa turut berada di sana untuk menyambut para pelayat yang berdatangan untuk mengungkapkan belasungkawa pada Arneta dan keluarganya. Tuan Keenan dan Nyonya Rossa pun turut menyempatkan waktu untuk tetap berada di sana sebagai perwakilan keluarga Arneta untuk menyambut para pelayat mengingat saat ini tidak ada lagi keluarga Arneta yang tersisa selain mereka.

Di dalam kamar ibunya, Arneta mengambil sebuah foto kecil ibunya dan memeluknya erat-erat. "Ibu... sekarang aku sendirian, Bu." Arneta kembali menangis tersedu-sedu. Pipinya yang tadi sudah kering kini basah kembali terkena aliran air mata.

Entah bagaimana lagi Arneta mengungkapkan rasa sedih di hatinya. Untuk saat ini dan kedepannya. Dia hanya bisa memeluk bingkai foto ibunya untuk menyalurkan rasa rindu yang mendalam di hatinya pada ibunya.

***

Terpopuler

Comments

Sri Astuti Rusli

Sri Astuti Rusli

semoga Arneta baik2 saja ya thor...dan buat El menyesal thor

2024-11-04

1

Ade Diah

Ade Diah

/Puke//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/ sumpah nyesek banget...

2024-11-04

1

Rita Susanti

Rita Susanti

kak ....lila harus tau klo ibu tirinya meninggal

2024-11-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2 Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3 Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4 Bab 4 - Cahya...
5 Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6 Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7 Bab 7 - Perempuan Hina
8 Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9 Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10 Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11 Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12 Bab 12 - Melawan!!
13 Bab 13 - Kedatangan Oma
14 Bab 14 - Kehilangan Ibu
15 Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16 Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17 Bab 17 - El Mulai Perhatian
18 Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19 Bab 19 - Salah Fokus
20 Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21 Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22 Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23 Bab 23 - Arneta Sakit
24 Bab 24 - Ketahuan?
25 Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26 Bab 26 - Undangan Reuni
27 Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28 Bab 28 - Dalam Bahaya
29 Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30 Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31 Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32 Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33 Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34 Bab 34 - Evan Kembali
35 Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36 Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37 Bab 37 - Pemimpin Baru
38 Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39 Bab 39 - Jengkel!!
40 Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41 Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42 Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43 Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44 Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45 Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46 Bab 46 - Aku Yang Salah
47 Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48 Bab 48 - Pertarungan Mulut
49 Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50 Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51 Bab 51 - Cinta Sendiri
52 Bab 52 - Mengakhirinya
53 Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54 Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55 Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56 Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57 Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58 Bab 58 - Dimabuk Cinta
59 Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60 Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61 Bab 61 - Apa Jawabannya?
62 Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63 Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64 Bab 64 - Suami Perhatian
65 Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66 Bab 66 - Nara...
67 Bab 67 - Cerita Nara
68 Bab 68 - Kesedihan Nara
69 Bab 69 - Akhir Pertemuan
70 Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71 Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72 Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73 Bab 73 - Pertemuan
74 Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75 Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76 Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77 Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78 Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79 Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80 Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81 Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82 Bab 82 - Temui Nara, El
83 Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84 Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85 Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86 Bab 86 - Salah Paham
87 Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88 Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89 Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90 Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91 Bab 91 - Dimana Ibu?
92 Bab 92 - Kamu Dimana?
93 Bab 93 - Mengundurkan Diri
94 Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95 Bab 95 - Aku Mencintaimu
96 Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97 Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98 Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99 Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100 Bab 100 - Undangan Makan Malam
101 Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102 Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103 Bab 103 - Hamil
104 Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105 Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106 Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107 Semalam Bersama Calon Mertua
108 Scandal With Arrogant CEO
109 Dean dan Jennaira
110 PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2
Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3
Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4
Bab 4 - Cahya...
5
Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6
Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7
Bab 7 - Perempuan Hina
8
Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9
Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10
Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11
Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12
Bab 12 - Melawan!!
13
Bab 13 - Kedatangan Oma
14
Bab 14 - Kehilangan Ibu
15
Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16
Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17
Bab 17 - El Mulai Perhatian
18
Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19
Bab 19 - Salah Fokus
20
Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21
Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22
Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23
Bab 23 - Arneta Sakit
24
Bab 24 - Ketahuan?
25
Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26
Bab 26 - Undangan Reuni
27
Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28
Bab 28 - Dalam Bahaya
29
Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30
Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31
Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32
Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33
Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34
Bab 34 - Evan Kembali
35
Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36
Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37
Bab 37 - Pemimpin Baru
38
Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39
Bab 39 - Jengkel!!
40
Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41
Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42
Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43
Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44
Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45
Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46
Bab 46 - Aku Yang Salah
47
Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48
Bab 48 - Pertarungan Mulut
49
Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50
Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51
Bab 51 - Cinta Sendiri
52
Bab 52 - Mengakhirinya
53
Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54
Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55
Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56
Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57
Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58
Bab 58 - Dimabuk Cinta
59
Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60
Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61
Bab 61 - Apa Jawabannya?
62
Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63
Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64
Bab 64 - Suami Perhatian
65
Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66
Bab 66 - Nara...
67
Bab 67 - Cerita Nara
68
Bab 68 - Kesedihan Nara
69
Bab 69 - Akhir Pertemuan
70
Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71
Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72
Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73
Bab 73 - Pertemuan
74
Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75
Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76
Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77
Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78
Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79
Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80
Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81
Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82
Bab 82 - Temui Nara, El
83
Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84
Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85
Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86
Bab 86 - Salah Paham
87
Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88
Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89
Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90
Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91
Bab 91 - Dimana Ibu?
92
Bab 92 - Kamu Dimana?
93
Bab 93 - Mengundurkan Diri
94
Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95
Bab 95 - Aku Mencintaimu
96
Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97
Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98
Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99
Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100
Bab 100 - Undangan Makan Malam
101
Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102
Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103
Bab 103 - Hamil
104
Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105
Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106
Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107
Semalam Bersama Calon Mertua
108
Scandal With Arrogant CEO
109
Dean dan Jennaira
110
PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!