Bab 2 - Bukan Wanita Malam

Hari pernikahan sudah berada di depan mata. Namun, sampai saat Elvano sudah mengenakan pakaian pengantin pria, ia belum juga mengetahui bagaimana rupa calon istrinya. Bukan hanya tidak mengetahui rupa calon istrinya seperti apa, tapi Elvano juga tidak mengetahui asal usul istrinya.

Bukan hanya Elvano, Arneta pun demikian. Dia sama sekali tidak tahu bagaiman rupa calon suaminya. Arneta terlalu sibuk memikirkan operasi ibunya sampai tidak perduli dengan sosok suaminya.

"Kamu cantik sekali, Nona Arneta." Sebuah pujian yang keluar dari mulut seorang make up artist membuat Arneta yang sedang melamun memikirkan Bu Maria lenyap.

Arneta menatap wajah wanita itu dengan senyum. Dia hanya membalas pujian wanita itu seadanya. Jika wanita lain pasti akan bahagia di hari pernikahannya, berbeda dengan Arneta. Dia sama sekali tidak merasakan hal itu. Meski pun calon suaminya adalah pria kaya raya seperti yang pernah ia cita-citakan dulu.

Tak lama berselang, seorang wanita yang bekerja sebagai asisten Nyonya Rossa nampak masuk ke dalam kamar pengantin dan meminta Arneta untuk keluar karena acara pernikahan akan dimulai.

Arneta berjalan sedikit tertunduk menuju meja akad dimana ia akan dipersunting menjadi seorang istri dari pria yang sama sekali tidak ketahui bagaimana rupanya. Sementara sosok yang kini sedang menatap ke arah dirinya, nampak terkejut saat mengetahui siapakah calon istrinya.

"Dia!!" Elvano terbelalak kaget. Tidak menyangka jika calon istrinya adalah wanita yang sangat ia kenal. Karena terlalu acuh dengan pernikahannya, Elvano sampai tidak membaca dengan jelas nama mempelai wanita yang akan ia persunting.

Bukan hanya Elvano, Arneta turut kaget saat hendak duduk di kursi akad dan akhirnya melihat bagaimana wajah calon suaminya. "Elvano..." lirihnya dalam hati. Arneta tidak menyangka jika anak dari Tuan Keenan sekaligus calon suaminya adalah teman kuliahnya dulu.

Di tengah keterkejutan keduanya, mereka diminta untuk fokus mendengarkan sepatah kata dari penghulu sebelum pembacaan akad dimulai. Hingga tak lama berselang, Arneta tersentak kaget setelah mendengar jika mulai saat itu dia sudah sah menjadi istri dari Elvano.

"Apa ini mimpi? Bagaimana bisa aku menikah dengan dia?" Arneta sungguh tidak percaya dengan takdir yang sedang dijalaninya saat ini.

Pukul sebelas siang di saat serangkaian acara akad sampai makan bersama keluarga dan para tamu undangan selesai dilakukan, Arneta dan Elvano diminta untuk beristirahat di dalam kamar pengantin sebelum menyambut waktu malam hari dimana acara resepsi pernikahan mereka akan dilangsungkan.

Baru saja beberapa langkah masuk ke dalam kamar, Elvano menarik tangan Arneta dan menghempaskannya dengan keras. "Bagaimana bisa kau yang menjadi istriku saat ini! Apa yang sudah kau lakukan sehingga Papa memintamu menjadi istriku?!" Elvano bertanya dengan nada sedikit keras hingga membuat Arneta terjingkat kaget.

"A-aku..." Arneta tergagap. Lidahnya terasa sulit untuk difungsikan dengan normal. Setelah sekian lama tidak bertemu, wajah Elvano terlihat sangat menyeramkan hingga membuat dirinya jadi sedikit ketakutan.

"Kau pasti sudah melakukan cara kotor agar bisa menjadi istriku. Dan kau, melakukannya demi uang bukan?!" Tuduhan yang Elvano berikan kepada Arneta membuat hati Arneta sakit. Namun, Arneta tidak bisa membantah tuduhan Elvano karena memang seperti itulah faktanya.

Arneta tidak ingin diam begitu saja. Apa lagi tatapan mata Elvano sudah sangat tajam menatap kepadanya seakan ingin merobek jantung hingga hatinya. "Ya, aku memang melakukannya demi uang." Balasnya seadanya.

Elvano tersenyum sinis. "Sejak dulu kau memang adalah wanita mata duitan. Aku sungguh menyesal menikahi wanita seperti kamu. Lagi pula, kenapa Papa begitu ceroboh mencarikan aku istri wanita malam seperti dirimu? Sudahlah tidak suci, hina pula!" Elvano begitu menggebu-gebu menghina wanita yang baru saja dipersuntingnya itu. Jika saja tidak mengingat ancaman sang papa, mungkin saat ia mengetahui siapakah calon istrinya, Elvano akan membatalkan pernikahan mereka saat itu juga.

"Apa maksudmu? Kenapa kau mengataiku wanita malam?" Arneta tak terima dengan hinaan Elvano kali ini. Walau dulunya ia adalah wanita yang gila uang dan harta, namun, Arneta masih bisa menjaga kehormatannya sebagai seorang wanita.

Tatapan mata Elvano berubah sinis. "Apa kau pikir aku tidak tahu pekerjaan kotor yang kau lakukan selama ini demi mendapatkan uang, huh? Kau bekerja menjajakan tubuhmu di klub milik Tuan Steven untuk mendapatkan uang!!"

Arneta tersentak. Apa yang dikatakan Elvano memang ada benarnya. Ia pernah bekerja dua malam di klub milik Tuan Steven atas tawaran dari teman sekolahnya. Tapi Arneta tidak menyangka jika saat itu Elvano mengetahuinya. Ingin sekali Arneta menjelaskan pada Elvano alasannya bekerja di sana. Namun, niat itu Arneta urungkan karena pria yang sudah berubah status menjadi suaminya itu begitu menggebu menghina dirinya, bahkan tidak peduli dengan hatinya yang sakit mendengar cacian, makian dan hinaan yang keluar dari mulut Elvano.

Kebencian yang terpendam di dalam hati Elvano pada Arneta, membuat Elvano memperlakukan Arneta dengan buruk sejak awal mereka menikah. Bahkan, di malam pertama mereka, Elvano pergi meninggalkan Arneta dan baru pulang di waktu subuh dengan kondisi tengah mabuk berat.

Satu hal yang membuat Arneta bingung dengan sikap Elvano, pria itu akan berubah baik kepada dirinya saat bertemu dengan Tuan Keenan dan Nyonya Rossa. Elvano memperlihatkan kepada kedua orang tuanya jika ia menerima Arneta sebagai istrinya dan menutupi segala kebencian di dalam hatinya pada Arneta lewat sandiwara yang ia mainkan.

Satu minggu setelah pernikahan mereka dilangsungkan, Elvano langsung membawa Arneta pindah ke sebuah rumah yang terbilang tidak terlalu besar dan mewah jika ditempati oleh pria kaya raya seperti Elvano.

"Kenapa rumah ini sepi sekali. Apa di sini hanya ada aku dan Elvano saja?" Arneta bertanya di dalam hati seraya menatap setiap sudut rumah yang masih terjangkau oleh penglihatannya.

Sementara itu, Elvano sama sekali tidak memperdulikan keberadaan Arneta. Dia mengacuhkan wanita itu hingga akhirnya Arneta jadi bingung sendiri harus menempati kamar yang mana.

"Bukannya aku adalah istri dari Elvano. Jadi sudah seharusnya aku tidur di kamar yang sama dengan dia bukan?" Setelah berpikir demikian, Arneta lekas memasuki kamar yang tadi ia lihat dimasuki oleh Elvano. Namun, baru saja selangkah kakinya masuk ke dalam kamar tersebut, Arneta sudah mendapatkan bentakan yang terdengar sangat keras oleh Elvano.

"Apa yang kau lakukan di dalam kamarku wanita murahan?!" Wajah Elvano terlihat merah padam menatap kedatangan Arneta. Sungguh, Arneta dibuat takut dan gemetar setiap kali melihat tatapan penuh amarah di wajah pria itu.

"A-aku ingin istirahat di sini dan menyusun barangku ke dalam lemari." Cicit Arneta.

"Siapa yang bilang kau akan tidur di kamar ini bersamaku? Kita memang sudah menjadi suami istri. Tapi menurutku, kau tetaplah orang asing yang tidak pantas berdekatan denganku. Karena aku tidak sudi terkena virus dari wanita murahan seperti dirimu. Sekarang juga, pergi kau dari sini!" Usir Elvano dengan berteriak.

***

Jangan lupa tinggalkan jejak, komen, like dan rate bintang 5nya teman-teman🤗

Terpopuler

Comments

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Apakah Arnetta sekarang sudah baik. .. setelah g punya apa2....???

2025-01-05

2

Uripah Bastaman

Uripah Bastaman

sembrono elpano

2025-02-26

1

💥💚 Sany ❤💕

💥💚 Sany ❤💕

Kasian Neta.....

2024-12-15

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2 Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3 Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4 Bab 4 - Cahya...
5 Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6 Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7 Bab 7 - Perempuan Hina
8 Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9 Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10 Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11 Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12 Bab 12 - Melawan!!
13 Bab 13 - Kedatangan Oma
14 Bab 14 - Kehilangan Ibu
15 Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16 Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17 Bab 17 - El Mulai Perhatian
18 Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19 Bab 19 - Salah Fokus
20 Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21 Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22 Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23 Bab 23 - Arneta Sakit
24 Bab 24 - Ketahuan?
25 Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26 Bab 26 - Undangan Reuni
27 Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28 Bab 28 - Dalam Bahaya
29 Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30 Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31 Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32 Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33 Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34 Bab 34 - Evan Kembali
35 Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36 Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37 Bab 37 - Pemimpin Baru
38 Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39 Bab 39 - Jengkel!!
40 Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41 Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42 Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43 Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44 Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45 Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46 Bab 46 - Aku Yang Salah
47 Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48 Bab 48 - Pertarungan Mulut
49 Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50 Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51 Bab 51 - Cinta Sendiri
52 Bab 52 - Mengakhirinya
53 Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54 Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55 Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56 Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57 Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58 Bab 58 - Dimabuk Cinta
59 Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60 Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61 Bab 61 - Apa Jawabannya?
62 Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63 Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64 Bab 64 - Suami Perhatian
65 Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66 Bab 66 - Nara...
67 Bab 67 - Cerita Nara
68 Bab 68 - Kesedihan Nara
69 Bab 69 - Akhir Pertemuan
70 Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71 Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72 Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73 Bab 73 - Pertemuan
74 Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75 Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76 Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77 Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78 Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79 Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80 Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81 Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82 Bab 82 - Temui Nara, El
83 Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84 Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85 Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86 Bab 86 - Salah Paham
87 Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88 Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89 Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90 Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91 Bab 91 - Dimana Ibu?
92 Bab 92 - Kamu Dimana?
93 Bab 93 - Mengundurkan Diri
94 Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95 Bab 95 - Aku Mencintaimu
96 Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97 Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98 Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99 Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100 Bab 100 - Undangan Makan Malam
101 Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102 Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103 Bab 103 - Hamil
104 Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105 Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106 Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107 Semalam Bersama Calon Mertua
108 Scandal With Arrogant CEO
109 Dean dan Jennaira
110 PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2
Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3
Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4
Bab 4 - Cahya...
5
Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6
Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7
Bab 7 - Perempuan Hina
8
Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9
Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10
Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11
Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12
Bab 12 - Melawan!!
13
Bab 13 - Kedatangan Oma
14
Bab 14 - Kehilangan Ibu
15
Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16
Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17
Bab 17 - El Mulai Perhatian
18
Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19
Bab 19 - Salah Fokus
20
Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21
Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22
Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23
Bab 23 - Arneta Sakit
24
Bab 24 - Ketahuan?
25
Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26
Bab 26 - Undangan Reuni
27
Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28
Bab 28 - Dalam Bahaya
29
Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30
Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31
Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32
Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33
Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34
Bab 34 - Evan Kembali
35
Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36
Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37
Bab 37 - Pemimpin Baru
38
Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39
Bab 39 - Jengkel!!
40
Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41
Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42
Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43
Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44
Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45
Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46
Bab 46 - Aku Yang Salah
47
Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48
Bab 48 - Pertarungan Mulut
49
Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50
Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51
Bab 51 - Cinta Sendiri
52
Bab 52 - Mengakhirinya
53
Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54
Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55
Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56
Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57
Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58
Bab 58 - Dimabuk Cinta
59
Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60
Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61
Bab 61 - Apa Jawabannya?
62
Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63
Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64
Bab 64 - Suami Perhatian
65
Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66
Bab 66 - Nara...
67
Bab 67 - Cerita Nara
68
Bab 68 - Kesedihan Nara
69
Bab 69 - Akhir Pertemuan
70
Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71
Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72
Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73
Bab 73 - Pertemuan
74
Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75
Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76
Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77
Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78
Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79
Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80
Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81
Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82
Bab 82 - Temui Nara, El
83
Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84
Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85
Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86
Bab 86 - Salah Paham
87
Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88
Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89
Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90
Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91
Bab 91 - Dimana Ibu?
92
Bab 92 - Kamu Dimana?
93
Bab 93 - Mengundurkan Diri
94
Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95
Bab 95 - Aku Mencintaimu
96
Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97
Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98
Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99
Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100
Bab 100 - Undangan Makan Malam
101
Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102
Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103
Bab 103 - Hamil
104
Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105
Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106
Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107
Semalam Bersama Calon Mertua
108
Scandal With Arrogant CEO
109
Dean dan Jennaira
110
PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!