Bab 7 - Perempuan Hina

Pulang dari mengantarkan Cahya, El tidak langsung pulang ke kediamannya. Dia memilih bertemu dengan kedua teman baiknya sejak sekolah dulu di sebuah coffe shop yang berada tidak terlalu jauh dari rumah Cahya berada.

"El, akhirnya kamu datang juga!" Ezra tersenyum menatap kedatangan El. Begitu pula dengan Ben.

El tersenyum tipis. Kemudian menjatuhkan bokong di atas kursi yang bersampingan dengan Ben.

"Pasti kamu kelonan dulu sama istri kamu makanya lambat banget dateng ke sini!" Cibir Ben. Walau dia tahu El menaruh perasaan tidak suka pada istrinya, tapi dia tetap saja suka menggoda El.

Tatapan mata El berubah tajam menatap Ben. Dia tidak suka setiap pria itu membahas tentang istrinya. "Jangan sembarangan bicara kamu! Tidak sudi aku kelonan sama dia!"

Ben menutup rapat kedua bibirnya. Jika El sudah memasang wajah sangar seperti ini, dia memilih tidak melanjutkan candaannya.

"Udah deh, jangan bertengkar!" Ezra lekas melerai. Jangan sampai niat mereka yang ingin nongkrong, justru berakhir dengan adu jotos.

El lekas mengalihkan pandangan dari Ben. Tingkahnya itu membuat Ben tersenyum sinis.

"Lagian aku heran sama kamu, El. Kenapa juga kamu terus gak suka sama istri kamu. Bagaimana pun juga, Arneta udah jadi istri kamu sekarang. Sebaiknya kamu lupakan saja masa lalunya. Belum tentu juga kan dia masih berprilaku buruk seperti dulu." Ezra berkata dengan hati-hati. Walau saat itu dia juga melihat di saat Arneta bekerja di tempat hiburan malam, namun tak membuatnya berpikiran buruk pada Arneta.

"Tidak bisa. Sampai kapan pun aku gak akan bisa menerimanya. Menurutku, dia hanyalah sumber masalah dalam kehidupanku. Dan secepatnya, aku akan menyingkirkan dia dari hidupku!" Balas El. Wajahnya terlihat menyimpan amarah yang begitu besar saat berbicara. Ezra jadi dibuat bingung melihat sikap El yang seperti itu.

"Di dalam keluargaku, tidak ada satu pun dari mereka yang menikah dengan wanita yang tidak benar. Dan sekarang, aku sebagai cucu laki-laki satu-satunya di keluarga kami, harus terjerat dengan wanita hina seperti dia!" El kembali mengeluarkan uneg-unegnya pada Arneta. Melihat bagaimana sikap El saat menjatuhkan harga diri Arneta, membuat Ezra dan Ben yakin jika kebencian di dalam diri El pada Arneta sudah semakin membesar dan sulit untuk dihilangkan.

Pukul sebelas malam, Arneta telah kembali ke kediamannya dan El. Setibanya di rumah, dia mendapati kondisi rumah dalam keadaan gelap. "Apa El belum pulang?" Gumam Arneta. Ia merasa jika dugaannya itu benar. Karena bila El sudah pulang ke rumah, pri itu pasti menghidupkan lampu ruangan tengah rumah.

Arneta lekas menghidupkan lampu. Kemudian gegas menuju kamarnya berada. Mengingat saat ini El belum pulang ke rumah, Arneta berpikir untuk menunggu El pulang setelah mengganti pakaian lebih dulu di dalam kamar.

"Aku harus membahas tentang keinginan ibu pada El malam ini juga. Kalau menunggu besok pagi, dia pasti gak akan bisa diajak bicara." Pikir Arneta.

Sampai waktu menunjukkan pukul setengah satu malam, El belum juga menampakkan batang hidungnya. Arneta pun senantiasa menunggunya sambil menahan kantuk di ruangan tengah rumah.

Saat mendengar suara deru mesin mobil di depan rumah, Arneta lekas bangkit dan melangkah menuju ke arah pintu. Dia berniat untuk membukakan pintu suaminya yang baru pulang itu.

Bukannya mendapatkan ucapan kata terima kasih dari El, Arneta justru mendapatkan tatapan mata yang sangat tajam dari El.

"Minggir!" Usir El karena merasa Arneta menghalangi jalannya.

Arneta lekas menggeser tubuhnya. Kemudian mengejar langkah El saat pria itu melewatinya begitu saja. "El, tunggu. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu!" Kata Arneta sedikit berteriak karena langkah El sudah semakin jauh dari dirinya.

El menghentikan langkah tanpa menatap wajah Arneta.

"El, ibuku sudah bisa keluar dari rumah sakit dua hari lagi. Apa aku boleh membawa ibuku untuk tinggal di sini bersama kita setelah keluar dari rumah sakit?" Tanya Arneta takut-takut.

El sontak memutar tubuh ke arah belakang dan menatap wajah Arneta tajam. Tatapan matanya yang tidak bersahabat itu, membuat Arneta jadi meringis melihatnya. "Kamu pikir rumahku ini adalah tempat penampungan sehingga kamu mau membawa ibu kamu tinggal di sini?!" Sentak El.

Arneta terjingkat kaget. "Tapi ibuku sekarang sudah menjadi ibu kamu juga, El. Lagi pula, ibu gak punya siapa-siapa lagi selain aku."

Brak!

Tanpa diduga, El mendorong tubuh Arneta dengan kasar hingga membuat Arneta terjerambab. "Sampai kapan pun aku gak akan pernah menganggap ibu kamu sebagai ibu aku! Jadi jangan berpikir jika kamu dan ibu kamu bisa mengatur hidupku. Dan untuk kamu, wanita murahan yang tidak tahu diri. Aku juga tidak akan pernah menganggap kamu sebagai istriku. Sungguh, aku sangat tidak sudi memiliki istri wanita murahan seperti kamu!!"

Darah Arneta terasa berdesir mendengar hinaan yang kembali El lontarkan kepada dirinya. Dia lekas bangkit dari posisi duduk dan menatap El dengan mata menyalang tajam. "Tutup mulut kamu, El. Aku bukan wanita murahan seperti yang kamu katakan!"

Gigi El bergemelatum mendengar Arneta berani membentak dirinya. Tanpa kata, El meraih wajah wanita itu menggunakan tangannya dan mencengkramnya kuat. "Berani kamu membentakku? Kamu pikir kamu itu siapa, huh!!" Dengan kasarnya, El kembali mendorong tubuh Arneta hingga kembali terjerambab.

Arneta meringis kesakitan karena dorongan El kali ini terasa lebih kuat dari sebelumnya.

"Sekalinya wanita murahan, kamu tetap adalah wanita murahan. Jika saja Papa tidak memaksa dan mengancam aku agar menikah dengan kamu, aku pasti tidak akan mau menikahi kamu. Mimpi apa aku mendapatkan wanita hina seperti kamu yang sudah digilir oleh banyak pria. Bahkan dengan tidak tahu dirinya, hanya demi mendapatkan uang, kamu rela memperjualbelikan tubuh kamu begitu saja!"

"Cukup, El. Cukup!!" Arneta kembali berteriak. Semakin sakit saja hatinya mendengar hinaan El. Bagaimana bisa suaminya itu menghinanya seperti itu. Andai saja El tahu, jika apa yang ia lihat saat itu tidak sesuai dengan apa yang ia pikirkan.

"Aku bilang jangan berani membentakku!!" Suara El sudah naik satu oktaf. Dia tidak suka mendengar wanita itu bersuara, apa lagi sampai membentak dirinya.

"Aku hanya meminta kelembutan hati kamu untuk mengizinkan aku membawa ibuku tinggal di sini, El. Tapi kenapa kamu sampai menghinaku seperti itu." Lirih Arneta.

"Jangan pernah berharap aku akan mengizinkan ibu kamu tinggal di sini. Memangnya kamu pikir rumahku ini tempat penampungan sehingga kamu mau membawa orang lain tinggal di sini!!" Setelah mengatakan hal tersebut, El segera berlalu dari hadapan Arneta. Sepertinya sampai kapan pun itu, dia tidak akan memberikan kesempatan bagi Arneta untuk bisa membawa ibunya tinggal bersama mereka.

Arneta hanya bisa menangis menatap kepergian El. Hatinya terasa sakit sekali mendengar hinaan pria itu. Ditambah kini, El menolak keinginannya untuk membawa ibunya tinggal bersama dengan cara hina.

***

Sebelum lanjut ke bab berikutnya, jangan lupa berikan rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️, like, komen dan giftnya dulu teman-teman🤗

Dan jangan lupa follow instagram @shy1210 untuk seputar info karya. Terima kasih kesayangan semua🤗🤗

Terpopuler

Comments

Suzanne Shine Cha

Suzanne Shine Cha

disini msh cucu lelaki satu2 nya Thorrrr....
slanjut2nya punyaa kakakkkkk/Shame//Shy//Casual/

2025-01-27

1

yuiwnye

yuiwnye

udah tau El benci sama kamu koq msh berharap ibu mu dianggap ibunya El neta neta

2025-01-24

1

Nicky Nick

Nicky Nick

el luuh kebanyakn mabuk mknya ga' waras

2025-01-23

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2 Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3 Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4 Bab 4 - Cahya...
5 Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6 Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7 Bab 7 - Perempuan Hina
8 Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9 Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10 Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11 Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12 Bab 12 - Melawan!!
13 Bab 13 - Kedatangan Oma
14 Bab 14 - Kehilangan Ibu
15 Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16 Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17 Bab 17 - El Mulai Perhatian
18 Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19 Bab 19 - Salah Fokus
20 Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21 Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22 Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23 Bab 23 - Arneta Sakit
24 Bab 24 - Ketahuan?
25 Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26 Bab 26 - Undangan Reuni
27 Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28 Bab 28 - Dalam Bahaya
29 Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30 Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31 Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32 Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33 Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34 Bab 34 - Evan Kembali
35 Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36 Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37 Bab 37 - Pemimpin Baru
38 Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39 Bab 39 - Jengkel!!
40 Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41 Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42 Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43 Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44 Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45 Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46 Bab 46 - Aku Yang Salah
47 Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48 Bab 48 - Pertarungan Mulut
49 Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50 Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51 Bab 51 - Cinta Sendiri
52 Bab 52 - Mengakhirinya
53 Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54 Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55 Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56 Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57 Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58 Bab 58 - Dimabuk Cinta
59 Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60 Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61 Bab 61 - Apa Jawabannya?
62 Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63 Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64 Bab 64 - Suami Perhatian
65 Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66 Bab 66 - Nara...
67 Bab 67 - Cerita Nara
68 Bab 68 - Kesedihan Nara
69 Bab 69 - Akhir Pertemuan
70 Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71 Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72 Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73 Bab 73 - Pertemuan
74 Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75 Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76 Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77 Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78 Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79 Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80 Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81 Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82 Bab 82 - Temui Nara, El
83 Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84 Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85 Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86 Bab 86 - Salah Paham
87 Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88 Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89 Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90 Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91 Bab 91 - Dimana Ibu?
92 Bab 92 - Kamu Dimana?
93 Bab 93 - Mengundurkan Diri
94 Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95 Bab 95 - Aku Mencintaimu
96 Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97 Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98 Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99 Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100 Bab 100 - Undangan Makan Malam
101 Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102 Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103 Bab 103 - Hamil
104 Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105 Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106 Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107 Semalam Bersama Calon Mertua
108 Scandal With Arrogant CEO
109 Dean dan Jennaira
110 PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2
Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3
Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4
Bab 4 - Cahya...
5
Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6
Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7
Bab 7 - Perempuan Hina
8
Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9
Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10
Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11
Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12
Bab 12 - Melawan!!
13
Bab 13 - Kedatangan Oma
14
Bab 14 - Kehilangan Ibu
15
Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16
Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17
Bab 17 - El Mulai Perhatian
18
Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19
Bab 19 - Salah Fokus
20
Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21
Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22
Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23
Bab 23 - Arneta Sakit
24
Bab 24 - Ketahuan?
25
Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26
Bab 26 - Undangan Reuni
27
Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28
Bab 28 - Dalam Bahaya
29
Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30
Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31
Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32
Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33
Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34
Bab 34 - Evan Kembali
35
Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36
Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37
Bab 37 - Pemimpin Baru
38
Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39
Bab 39 - Jengkel!!
40
Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41
Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42
Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43
Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44
Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45
Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46
Bab 46 - Aku Yang Salah
47
Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48
Bab 48 - Pertarungan Mulut
49
Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50
Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51
Bab 51 - Cinta Sendiri
52
Bab 52 - Mengakhirinya
53
Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54
Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55
Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56
Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57
Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58
Bab 58 - Dimabuk Cinta
59
Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60
Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61
Bab 61 - Apa Jawabannya?
62
Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63
Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64
Bab 64 - Suami Perhatian
65
Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66
Bab 66 - Nara...
67
Bab 67 - Cerita Nara
68
Bab 68 - Kesedihan Nara
69
Bab 69 - Akhir Pertemuan
70
Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71
Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72
Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73
Bab 73 - Pertemuan
74
Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75
Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76
Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77
Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78
Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79
Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80
Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81
Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82
Bab 82 - Temui Nara, El
83
Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84
Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85
Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86
Bab 86 - Salah Paham
87
Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88
Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89
Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90
Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91
Bab 91 - Dimana Ibu?
92
Bab 92 - Kamu Dimana?
93
Bab 93 - Mengundurkan Diri
94
Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95
Bab 95 - Aku Mencintaimu
96
Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97
Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98
Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99
Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100
Bab 100 - Undangan Makan Malam
101
Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102
Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103
Bab 103 - Hamil
104
Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105
Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106
Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107
Semalam Bersama Calon Mertua
108
Scandal With Arrogant CEO
109
Dean dan Jennaira
110
PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!