Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?

Beberapa hari berlalu, Cahya terlihat intens bertamu ke kediaman El dan Arneta. Melihat kehadiran Cahya di kediamannya hampir setiap hari, membuat Arneta merasa aneh juga. Kenapa Cahya terlalu sering berkunjung ke rumah pria yang sudah beristri? Apa dia tidak memiliki pekerjaan selain mengunjungi suami orang? Walau begitu banyak pertanyaan yang terbesit di benak Arneta, wanita itu memilih untuk tidak terlalu memperdulikannya.

Pukul tujuh malam hari itu, Cahya masih terlihat setia duduk di ruangan tamu rumah. Wanita itu terlihat begitu nyaman bercerita dengan El sampai tidak menyadari jika sudah hampir tiga jam dia berkunjung ke rumah orang.

Kruk

Di dalam kamarnya, Arneta mulai merasa kelaparan karena sejak siang sama sekali belum mengisi perutnya dengan makanan. Mengingat tidak adanya makanan yang bisa ia makan di rumah tersebut, Arneta memutuskan untuk memasak mie intstan yang kemarin sempat ia beli di minimarket dekat kantor sebelum pulang.

"Arneta." Cahya menyapa seraya menyematkan senyuman manis saat melihat Arneta baru saja turun dari lantai atas.

Arneta menatapnya dengan senyum tipis. Kemudian pandangannya beralih pada dua kotak makanan yang berada di atas meja.

"Apa kamu sudah makan, Neta? Kalau belum, ayo makan bareng sama kami." Ajak Cahya. Belum sempat Arneta menjawab ajakannya, El sudah lebih dulu bersuara.

"Untuk apa kamu menawarinya makan? Apa kamu tidak lihat kalau makanannya hanya ada dua. Untuk aku dan untuk kamu?" Tanya El. Pertanyaan pria itu tentu saja membuat relung hati Arneta terasa sedikit sakit. Bagaimana tidak, suaminya hanya mengingat makanan untuk wanita lain, sementara dirinya menahan lapar saat ini.

"Agh, ya. Maaf ya, Neta. El hanya pesan makanan untuk kami saja. Tadi aku pikir kamu udah makan makanya lupa minta El pesan buat kamu juga."

Arneta tersenyum tipis. Kali ini dia enggam menjawab perkataan Cahya yang terkesan begitu basa-basi. Dari pada menanggapi perkataan dua orang yang tidak tahu diri dan tidak tahu malu itu, Arneta memilih untuk lekas ke dapur.

"El, aku jadi gak enak deh sama Arneta. Kamu juga kenapa gak pesanin makanan buat dia?" Wajah Cahya terlihat sangat sungkan. El pun menanggapinya dengan acuh.

"Dia bisa pesan sendiri kalau dia mau."

"Kamu ini, El. Gak boleh terlalu cuek begitu. Bagaimana pun juga, dia tetap istri kamu."

El memilih diam saja. Tidak ingin menanggapi perkataan Cahya jika masih membahas tentang Arneta.

Di dapur, Arneta lekas memasak air kemudian menuangkannya ke dalam mangkuk. Dia memilih memasak mie dengan cara yang lebih cepat agar bisa lekas pergi ke rumah sakit mengingat hari itu dia belum melihat keadaan ibunya di rumah sakit.

"Aku pergi ke rumah sakit dulu." Arneta berpamitan pada El yang baru saja selesai menikmati makan malam bersama dengan Cahya.

Perkataan Arneta tak lantas mendapatkan tanggapan dari El. Pria itu hanya menatap dingin wajah Arneta kemudian berlalu menuju dapur untuk mencuci tangannya yang nampak sedikit kotor terkena noda makanan.

Cahya menatap interaksi keduanya dengan tatapan prihatin. "Neta, kamu mau pergi lihat ibu kamu ke rumah sakit kan? Bagaimana kalau kamu bareng aja berangkatnya sama aku dan El. Kebetulan El juga mau anterin aku pulang ke rumah." Tawar Cahya.

Arneta tersenyum sinis dalam hati. Sungguh tidak tahu malu sekali pikirnya Cahya ini. Dengan entengnya mau diantarkan oleh pria yang sudah bersuami. Bahkan sikapnya saat ini seperti dirinya istri dari El, bukan Arneta.

"Gak perlu. Aku bisa pergi naik ojek motor saja!"

"Kenapa pakai ojek sih? Kan kamu bisa bareng sama kami. Gak enak juga loh dilihat orang kalau kamu perginya naik ojek, sementara ada suami kamu yang bisa anterin pergi."

Arneta malas sekali meladeni Cahya. Walau sikap wanita itu terlihat baik kepada dirinya, tak membuat Arneta mudah ditipu begitu saja. Arneta merasa jika Cahya tak sebaik sikap yang ia perlihatkan saat ini.

"Kalian pergi berdua saja. Aku buru-buru. Akan sangat lama jika El harus mengantarkan kamu dulu baru mengantarkan aku ke rumah sakit!"

"Tapi...." Cahya hendak kembali bersuara. Tapi, Arneta sudah mengangkat tangan di udara dan berlalu pergi dari hadapan Cahya. "Sungguh basa-basi sekali dia. Apa dia tidak tahu tawarannya itu sangat basi?" Arneta yang sejak kemarin lebih banyak diam dan bersabar pun akhirnya menggerutu juga. Bagaimana pun juga, Arneta bukanlah wanita yang cukup bodoh untuk dibodohi oleh Cahya.

Arneta tidak ingin moodnya menjadi buruk karena mengingat kejadian yang terjadi di rumahnya tadi. Dia berusaha untuk mengontrol diri agar bisa kembali tenang dan memperlihatkan senyuman sebaik mungkin pada Bu Maria nanti.

Setibanya di rumah sakit, Arneta mendapatkan informasi yang tak terduga dari dokter yang mengatakan jika ibunya sudah diperbolehkan untuk pulang.

"Neta, jadi kamu mau bawa Ibu kemana setelah keluar dari rumah sakit. Ke rumah suami kamu kan?" Tanya Bu Maria. Dia tidak memiliki tempat tinggal lagi. Makanya Bu Maria bertanya seperti itu. Dimana lagi dia tinggal jika tidak bersama Arneta.

Arneta bergeming. Dia sulit untuk menjawab pertanyaan ibunya. Sampai saat ini dia belum mempertanyakan kesediaan El untuk membawa ibunya tinggal bersama mereka.

"Kenapa kamu diam, Neta? Apa Ibu gak boleh tinggal sama kamu dan suami kamu?" Tanya Bu Maria kemudian.

Arneta menghela napas dalam. "Bukannya gak boleh, Bu. Cuma aku belum bahas masalah ini sama El. Aku harus bicarakan hal ini dulu sama dia." Balas Arneta. Bagaimana pun juga, ia tidak bisa memberikan harapan pada ibunya itu. Apa lagi sikap El selama mereka menikah kurang bersahabat kepada dirinya.

Bu Maria mulai merasa curiga dengan sikap Arneta. Dia merasa ada yang tidak beres dengan rumah tangga anaknya. "Neta, apa hubungan kamu dan suami kamu baik-baik saja?"

Arneta kembali sulit untuk menjawab. Apa dia harus kembali berbohong kepada ibunya untuk menutupi buruknya hubungan rumah tangga yang ia jalani selama ini?

"Ya sudah, kalau kamu gak bisa jawab gak masalah. Ibu bisa tinggal kembali di kontrakan saja setelah ini." Bu Maria sadar diri jika putrinya tidak bisa ia atur lagi seperti dulu. Apa lagi Arneta sudah berumah tangga. Bu Maria tidak ingin hubungan rumah tangga Arneta dan suaminya jadi rusak karena keberadaannya di sana.

"Jangan, Bu!" Arneta menyahut cepat. Dia tidak mungkin membiarkan ibunya tinggal di kontrakan. Sementara dirinya hidup di rumah yang besar. Lain dari pada itu, Arneta tidak akan tega membiarkan ibunya yang masih belum pulih sepenuhnya hidup seorang diri. "Aku akan bahas masalah ini secepatnya dengan El. Aku mohon Ibu bersabar menunggu ya." Pinta Arneta. Andai saja dia memiliki suami yang baik dan pengertian kepada dirinya, Arneta pasti tidak akan berpikir panjang untuk membawa ibunya tinggal bersama dengan dirinya.

***

Sebelum lanjut ke bab berikutnya, jangan lupa berikan rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️, like, komen dan giftnya dulu teman-teman🤗

Dan jangan lupa follow instagram @shy1210 untuk seputar info karya. Terima kasih kesayangan semua🤗🤗

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

si bu Maria tuh sekarang uda berubah belum yah sifatnya, soalnya kalo dibawa ke rumah si El apa penyakit sombongnya ga akan kumat tuh,,,

2024-12-20

2

💥💚 Sany ❤💕

💥💚 Sany ❤💕

Cahya kayak gak da pekerjaan aja, asik nempel ma suami orang.

2024-12-17

2

aurel chantika

aurel chantika

manis banget mumutmu

2024-12-07

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2 Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3 Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4 Bab 4 - Cahya...
5 Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6 Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7 Bab 7 - Perempuan Hina
8 Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9 Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10 Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11 Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12 Bab 12 - Melawan!!
13 Bab 13 - Kedatangan Oma
14 Bab 14 - Kehilangan Ibu
15 Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16 Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17 Bab 17 - El Mulai Perhatian
18 Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19 Bab 19 - Salah Fokus
20 Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21 Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22 Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23 Bab 23 - Arneta Sakit
24 Bab 24 - Ketahuan?
25 Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26 Bab 26 - Undangan Reuni
27 Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28 Bab 28 - Dalam Bahaya
29 Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30 Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31 Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32 Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33 Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34 Bab 34 - Evan Kembali
35 Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36 Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37 Bab 37 - Pemimpin Baru
38 Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39 Bab 39 - Jengkel!!
40 Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41 Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42 Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43 Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44 Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45 Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46 Bab 46 - Aku Yang Salah
47 Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48 Bab 48 - Pertarungan Mulut
49 Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50 Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51 Bab 51 - Cinta Sendiri
52 Bab 52 - Mengakhirinya
53 Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54 Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55 Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56 Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57 Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58 Bab 58 - Dimabuk Cinta
59 Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60 Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61 Bab 61 - Apa Jawabannya?
62 Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63 Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64 Bab 64 - Suami Perhatian
65 Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66 Bab 66 - Nara...
67 Bab 67 - Cerita Nara
68 Bab 68 - Kesedihan Nara
69 Bab 69 - Akhir Pertemuan
70 Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71 Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72 Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73 Bab 73 - Pertemuan
74 Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75 Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76 Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77 Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78 Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79 Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80 Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81 Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82 Bab 82 - Temui Nara, El
83 Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84 Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85 Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86 Bab 86 - Salah Paham
87 Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88 Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89 Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90 Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91 Bab 91 - Dimana Ibu?
92 Bab 92 - Kamu Dimana?
93 Bab 93 - Mengundurkan Diri
94 Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95 Bab 95 - Aku Mencintaimu
96 Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97 Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98 Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99 Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100 Bab 100 - Undangan Makan Malam
101 Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102 Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103 Bab 103 - Hamil
104 Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105 Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106 Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107 Semalam Bersama Calon Mertua
108 Scandal With Arrogant CEO
109 Dean dan Jennaira
110 PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2
Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3
Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4
Bab 4 - Cahya...
5
Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6
Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7
Bab 7 - Perempuan Hina
8
Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9
Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10
Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11
Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12
Bab 12 - Melawan!!
13
Bab 13 - Kedatangan Oma
14
Bab 14 - Kehilangan Ibu
15
Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16
Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17
Bab 17 - El Mulai Perhatian
18
Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19
Bab 19 - Salah Fokus
20
Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21
Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22
Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23
Bab 23 - Arneta Sakit
24
Bab 24 - Ketahuan?
25
Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26
Bab 26 - Undangan Reuni
27
Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28
Bab 28 - Dalam Bahaya
29
Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30
Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31
Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32
Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33
Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34
Bab 34 - Evan Kembali
35
Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36
Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37
Bab 37 - Pemimpin Baru
38
Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39
Bab 39 - Jengkel!!
40
Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41
Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42
Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43
Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44
Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45
Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46
Bab 46 - Aku Yang Salah
47
Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48
Bab 48 - Pertarungan Mulut
49
Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50
Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51
Bab 51 - Cinta Sendiri
52
Bab 52 - Mengakhirinya
53
Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54
Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55
Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56
Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57
Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58
Bab 58 - Dimabuk Cinta
59
Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60
Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61
Bab 61 - Apa Jawabannya?
62
Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63
Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64
Bab 64 - Suami Perhatian
65
Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66
Bab 66 - Nara...
67
Bab 67 - Cerita Nara
68
Bab 68 - Kesedihan Nara
69
Bab 69 - Akhir Pertemuan
70
Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71
Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72
Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73
Bab 73 - Pertemuan
74
Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75
Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76
Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77
Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78
Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79
Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80
Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81
Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82
Bab 82 - Temui Nara, El
83
Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84
Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85
Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86
Bab 86 - Salah Paham
87
Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88
Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89
Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90
Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91
Bab 91 - Dimana Ibu?
92
Bab 92 - Kamu Dimana?
93
Bab 93 - Mengundurkan Diri
94
Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95
Bab 95 - Aku Mencintaimu
96
Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97
Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98
Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99
Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100
Bab 100 - Undangan Makan Malam
101
Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102
Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103
Bab 103 - Hamil
104
Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105
Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106
Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107
Semalam Bersama Calon Mertua
108
Scandal With Arrogant CEO
109
Dean dan Jennaira
110
PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!