Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu

"Papa dengar besok ibu kamu udah bisa keluar dari rumah sakit." Pagi itu, saat Tuan Keenan baru saja tiba di depan meja kerja Arneta, dia langsung saja mengatakan hal tersebut.

Arneta terkesiap. Sedikit tidak menyangka jika Tuan Keenan mengetahuinya. "Benar, Pah."

"Jadi kamu akan membawa ibu kamu tinggal bersama kalian setelah keluar dari rumah sakit?"

Arneta terdiam. Jika mengikuti keinginan hatinya, dia tentu saja menginginkan hal tersebut. Namun, mengingat El tidak menginginkan hal yang sama, Arneta jadi bingung harus berkata apa dengan Tuan Keenan.

"Apa El tidak memperbolehkan kamu membawa ibu kamu tinggal bersama kalian?" Tuan Keenan langsung saja menebak hal tersebut.

"Emh, tidak seperti itu kok, Pah. Cuman aku belum tanya sama ibu aja ibu maunya tinggal dimana setelah keluar dari rumah sakit. Takut ibu gak nyaman kalau tinggal sama menantunya." Arneta memberikan alasan. Namun, alasannya tersebut tidak membuat Tuan Keenan bisa percaya begitu saja.

Siang harinya, Papa Keenan meminta El untuk makan siang bersama dengan dirinya dan Arneta di salah satu restoran. Mengetahui jika siang itu Tuan Keenan bukan hanya mengajak dirinya saja untuk makan siang bersama, melainkan El juga. Membuat Arneta sedikit takut bila kebohongannya pada Tuan Keenan tadi terbongkar.

"Pah..." tak lama setelah Tuan Keenan dan Arneta tiba di restoran, El nampak menunjukkan batang hidungnya. Pria itu menyapa Tuan keenan lebih dulu, kemudian Arneta.

"Kamu kenapa gak kabari aku kalau udah di sini sama Papa?" Suara El terdengar sangat lembut saat berbicara dengan Arneta. Berbeda jauh saat mereka sedang berada di rumah.

Arneta mengerutkan dahi. Bingung harus menjawab apa. Bagaimana dia bisa menghubungi El, sementara nomer ponsel pria itu saja dia tidak punya. Pernah Arneta meminta nomer telefon El, pria itu bukannya memberikannya, justru memakinya.

"Arneta, lain kali kalau kamu pergi kemana-mana itu kabari suami kamu." Tuan Keenan memberikan nasihat agar Arneta bisa bersikap seperti istri yang lebih baik lagi pada El.

Arneta mengangguk saja. Di dalam hati dia merasa kenapa kini terkesannya jika dirinyalah yang tidak bersikap baik sebagai seorang istri. Padahal kenyataannya El lah yang tidak bisa memperlakukan dirinya dengan baik.

Tuan Keenan tidak langsung mengatakan maksud dan tujuannya mengajak El untuk makan siang bersama dengan dirinya. Setelah makan siang bersama mereka telah selesai dilakukan, barulah Tuan El membuka suara.

"El, mertua kamu besok udah keluar dari rumah sakit. Papa harap kamu bawa dia tinggal sama kalian. Kan kasihan kalau mertua kamu tinggal sendiri di saat kondisinya sedang sakit seperti itu."

El menatap Arneta dengan sudut matanya. Sepertinya Arneta sudah memberitahukan kepulangan ibunya besok pada sang papa. Dengan memasang wajah setenang mungkin, El kemudian menjawab perkataan sang papa. "Bukannya aku gak mau, Pah. Cuma Bu Maria kayaknya kurang nyaman kalau tinggal bareng kami. Jadi, untuk kenyamanannya, aku udah mempersiapkan sebuah rumah untuk Bu Maria. Lengkap dengan seorang perawat yang akan aku tugaskan untuk menjaga Bu Maria."

Perkataan El lantas saja membuat Arneta terkejut. Bagaimana bisa suaminya itu mengatakan hal seperti itu pada Tuan Keenan tanpa mendiskusikannya lebih dulu dengan dirinya.

"El, kenapa kamu gak bilang kalau mau nyiapin rumah dan perawat buat ibu?" Saat sudah berada di kediamannya sore itu, Arneta langsung saja mempertanyakan hal tersebut pada El yang sudah tiba lebih dulu di rumah mereka.

"Memangnya kamu siapa yang harus selalu aku kabari setiap aku memiliki rencana?" Ketus El.

Arneta menatap pria itu dengan datar. "Tapi aku belum tentu setuju jika ibu kamu bawa tinggal di rumah tanpa ada aku, El. Bagaimana pun juga, ibu pasti tidak akan nyaman kalau tinggalnya sama orang lain."

Tatapan mata El terlihat menghunus tajam pada Arneta. "Terus kamu maunya ibu kamu tinggal di sini dan menguasai rumah ini, begitu?!!"

Arneta tersentak. Sungguh menyakitkan sekali tuduhan pria itu kepada dirinya. "Aku hanya ingin ibu tinggal bersamaku, El. Ibuku juga tidak akan berbuat hal yang macam-macam di sini!"

El lantas mendorong sebelah pundak Arneta hingga membuat Arneta mundur selangkah. "Ingatlah, jika kamu bukan siapa-siapa di rumah ini. Jadi siapa pun yang ingin tinggal di rumah ini, semuanya atas persetujuanku!!"

Arneta terdiam. Lidahnya sudah sulit difungsikan untuk berbicara. Perkataan yang ingin Arneta keluarkan pun akhirnya tercekat di tenggorokan begitu saja. El yang sudah tidak memperdulikan Arneta pun lekas melangkah ke arah kamarnya berada.

"Ibu, maafin aku, Bu..." Arneta terduduk lemah di atas sofa. Sepertinya dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa agar ibunya tetap tinggal bersamanya. Apa lagi El sebagai pemilik rumah sudah melarang.

Pada akhirnya, Arneta mengatakan hal tersebut pada Bu Maria saat ia berkunjung ke rumah sakit malam itu. Seakan sudah mengetahui keputusan Arneta, wajah Bu Maria kelihatan biasa saja setelah Arneta selesai berbicara.

"Iya. Ibu tahu kok kalau Ibu gak bakalan tinggal sama kamu, Neta. Tapi gak masalah, selagi Ibu masih punya tempat tinggal, Ibu gak akan nuntut banyak sama kamu. Lagi pula masih ada perawat yang bisa jaga Ibu selama tinggal di kontrakan."

Arneta terkesiap. Bagaimana ibunya bisa mengetahui hal tersebut sementara dirinya sendiri belum mengatakannya.

"Tadi El datang ke sini. Dia menyampaikan semua itu sama Ibu." Kata Bu Maria seakan mengetahui apa yang ada di dalam pemikiran Arneta saat ini.

Lagi, Arneta terkesiap. "El datang ke sini, kapan, Bu?" Arneta sangat penasaran. Sejak awal mereka menikah, El kelihatannya sangat enggan bila dibawa bertemu dengan ibunya. Tapi kenapa sekarang El mau datang sendiri menemui ibunya?

"Tadi sore. Sebelum dia pulang ke rumah kalian."

Arneta tidak lagi berkata-kata. Namun, di dalam hatinya saat ini sangat merasa miris dengan sikap yang El tunjukkan kepada ibunya. Sangking tidak inginnya El tinggal bersama ibunya, pria itu sampai memikirkan banyak cara agar keinginannya terwujud.

"Sudahlah, Neta. Gak usah terlalu mikirin Ibu. Kamu fokus jalani rumah tangga kamu saja dengan El. Lagian Ibu tinggal di sana bukan hanya sendiri. Masih ada perawat yang akan menemani Ibu di sana." Bu Maria menenangkan hati Arneta.

Arneta menatap ibunya dengan kedua bola mata yang nampak berkaca-kaca. Sepertinya tanpa ia tanya sekali pun, ibunya sudah mengetahui jika rumah tangga yang ia jalani dengan El tidaklah baik-baik saja.

"Mungkin ini hukuman buat Ibu atas kesalahan Ibu di masa lalu. Ibu sangat menyesal telah menjadi ibu yang buruk buat kamu sehingga saat ini kamu yang harus menanggung akibat dari semua perbuatan yang sudah Ibu lakukan." Sambung Bu Maria dengan ekspresi wajah yang nampak sedih.

***

Jangan lupa tinggalkan komennya dulu yuk sebelum lanjut😊

Terpopuler

Comments

ratih haerunnisa

ratih haerunnisa

neta msh ga tau diri aja. sendiri nya aja blm di terima, udh mau bawa emaknya

2024-11-13

2

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

bagus lha kalp si bu Maria akhirnya menyadari kesalahan yang dia buat di masa lalu yang bisa dirasakan oleh putrinya sekarang,,,

2024-12-20

1

💥💚 Sany ❤💕

💥💚 Sany ❤💕

Maksud ibunya ngomong gitu apa ya?.

2024-12-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2 Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3 Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4 Bab 4 - Cahya...
5 Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6 Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7 Bab 7 - Perempuan Hina
8 Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9 Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10 Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11 Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12 Bab 12 - Melawan!!
13 Bab 13 - Kedatangan Oma
14 Bab 14 - Kehilangan Ibu
15 Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16 Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17 Bab 17 - El Mulai Perhatian
18 Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19 Bab 19 - Salah Fokus
20 Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21 Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22 Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23 Bab 23 - Arneta Sakit
24 Bab 24 - Ketahuan?
25 Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26 Bab 26 - Undangan Reuni
27 Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28 Bab 28 - Dalam Bahaya
29 Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30 Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31 Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32 Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33 Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34 Bab 34 - Evan Kembali
35 Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36 Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37 Bab 37 - Pemimpin Baru
38 Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39 Bab 39 - Jengkel!!
40 Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41 Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42 Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43 Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44 Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45 Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46 Bab 46 - Aku Yang Salah
47 Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48 Bab 48 - Pertarungan Mulut
49 Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50 Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51 Bab 51 - Cinta Sendiri
52 Bab 52 - Mengakhirinya
53 Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54 Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55 Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56 Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57 Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58 Bab 58 - Dimabuk Cinta
59 Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60 Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61 Bab 61 - Apa Jawabannya?
62 Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63 Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64 Bab 64 - Suami Perhatian
65 Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66 Bab 66 - Nara...
67 Bab 67 - Cerita Nara
68 Bab 68 - Kesedihan Nara
69 Bab 69 - Akhir Pertemuan
70 Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71 Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72 Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73 Bab 73 - Pertemuan
74 Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75 Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76 Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77 Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78 Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79 Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80 Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81 Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82 Bab 82 - Temui Nara, El
83 Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84 Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85 Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86 Bab 86 - Salah Paham
87 Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88 Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89 Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90 Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91 Bab 91 - Dimana Ibu?
92 Bab 92 - Kamu Dimana?
93 Bab 93 - Mengundurkan Diri
94 Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95 Bab 95 - Aku Mencintaimu
96 Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97 Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98 Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99 Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100 Bab 100 - Undangan Makan Malam
101 Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102 Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103 Bab 103 - Hamil
104 Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105 Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106 Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107 Semalam Bersama Calon Mertua
108 Scandal With Arrogant CEO
109 Dean dan Jennaira
110 PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1 - Tawaran Tuan Keenan
2
Bab 2 - Bukan Wanita Malam
3
Bab 3 - Jangan Sentuh Aku!
4
Bab 4 - Cahya...
5
Bab 5 - Sikapnya Yang Mudah Berubah
6
Bab 6 - Bolehkah Ibu Tinggal Bersamamu?
7
Bab 7 - Perempuan Hina
8
Bab 8 - Ibu Akhirnya Tahu
9
Bab 9 - Andika Membuat Ulah
10
Bab 10 - Undangan Ulang Tahun
11
Bab 11 - Aura Kebencian Oma Sukma
12
Bab 12 - Melawan!!
13
Bab 13 - Kedatangan Oma
14
Bab 14 - Kehilangan Ibu
15
Bab 15 - Kini Aku Sendirian
16
Bab 16 - Kamu Terlihat Perduli
17
Bab 17 - El Mulai Perhatian
18
Bab 18 - Dugaan Yang Salah
19
Bab 19 - Salah Fokus
20
Bab 20 - Dia Tidak Kesal
21
Bab 21 - Hanya Ingin Menyentuh Sheina
22
Bab 22 - Siapa Yang Benar?
23
Bab 23 - Arneta Sakit
24
Bab 24 - Ketahuan?
25
Bab 25 - Tidur Di Kamar Yang Sama!!
26
Bab 26 - Undangan Reuni
27
Bab 27 - Menghadiri Undangan Reuni
28
Bab 28 - Dalam Bahaya
29
Bab 29 - Ada Aku Di Sini
30
Bab 30 - Tidak Akan Tinggal Diam
31
Bab 31 - Dugaan Yang Salah
32
Bab 32 - Bukan Mama, Tapi Kamu!
33
Bab 33 - Bersandar Di Pundakmu
34
Bab 34 - Evan Kembali
35
Bab 35 - Rasa Tidak Suka
36
Bab 36 - Kebenaran Terungkap
37
Bab 37 - Pemimpin Baru
38
Bab 38 - Kenapa Mereka Berbeda?
39
Bab 39 - Jengkel!!
40
Bab 40 - Cemburu Menguras Hati
41
Bab 41 - Ada Apa Dengannya?
42
Bab 42 - Dia Tidak Seburuk Itu
43
Bab 43 - Memulai Hubungan Yang Lebih Baik
44
Bab 44 - Ajakan Makan Siang
45
Bab 45 - El Tidak Mencintaiku
46
Bab 46 - Aku Yang Salah
47
Bab 47 - Merindukan Pelukan Ibu
48
Bab 48 - Pertarungan Mulut
49
Bab 49 - Bahagia Bersamanya
50
Bab 50 - Membuka Lembaran Baru
51
Bab 51 - Cinta Sendiri
52
Bab 52 - Mengakhirinya
53
Bab 53 - Menyelesaikan Masalah
54
Bab 54 - Bolehkah Berpisah
55
Bab 55 - Mari Kita Berpisah
56
Bab 56 - Nafkah Batin Dariku
57
Bab 57 - Tidak Akan Berpisah
58
Bab 58 - Dimabuk Cinta
59
Bab 59 - Pandai Bersandiwara
60
Bab 60 - Tenanglah Di Atas Sana, Ibu
61
Bab 61 - Apa Jawabannya?
62
Bab 62 - Lagi-lagi Oma
63
Bab 63 - Bukan Wanita Murahan
64
Bab 64 - Suami Perhatian
65
Bab 65 - Dia Adalah Kakak Yang Baik
66
Bab 66 - Nara...
67
Bab 67 - Cerita Nara
68
Bab 68 - Kesedihan Nara
69
Bab 69 - Akhir Pertemuan
70
Bab 70 - Ingin Bertemu Kembali
71
Bab 71 - Bukan Orang Yang Sama
72
Bab 72 - Perdebatan Permintaan Nara
73
Bab 73 - Pertemuan
74
Bab 74 - Alasan Meninggalkan Kamu
75
Bab 75 - Ternyata Wanita Itu Nara
76
Bab 76 - Wanita Masa Depanku
77
Bab 77 - Aku Ingin Kembali Bersamanya
78
Bab 78 - Aku Adalah Istri El
79
Bab 79 - Pembicaraan Ketiga Wanita
80
Bab 80 - Tinggalkan Cucu Saya!
81
Bab 81 - Apakah Aku Mampu?
82
Bab 82 - Temui Nara, El
83
Bab 83 - Kebersamaan Dengan Mantan
84
Bab 84 - Mencoba Baik-baik Saja
85
Bab 85 - Mulai Terpengaruh
86
Bab 86 - Salah Paham
87
Bab 87 - Perdebatan Suami Istri
88
Bab 88 - Haruskah Berpisah?
89
Bab 89 - Aku Ingin Pisah
90
Bab 90 - Pergi Meninggalkan Rumah
91
Bab 91 - Dimana Ibu?
92
Bab 92 - Kamu Dimana?
93
Bab 93 - Mengundurkan Diri
94
Bab 94 - Wanita Yang Paling Penting
95
Bab 95 - Aku Mencintaimu
96
Bab 96 - Kesempatan Untukmu
97
Bab 97 - Kenapa Datang Bersama?
98
Bab 98 - Permasalahan Berakhir
99
Bab 99 - Kembali Bersama Dan Bahagia
100
Bab 100 - Undangan Makan Malam
101
Bab 101 - Tiada Dendam Di Hati
102
Bab 102 - Sakit Apa Istriku?
103
Bab 103 - Hamil
104
Bab 104 - Kebahagiaan Untuk Sheina
105
Bab 105 - Menjelang Waktu Persalinan
106
Bab 106 - Kebahagiaan Arneta
107
Semalam Bersama Calon Mertua
108
Scandal With Arrogant CEO
109
Dean dan Jennaira
110
PROMO KARYA BARU - PERNIKAHAN MEMBUATLUKA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!